26 Apr 2018

Agar Anak Tidak Banyak Jajan Sembarangan

 “Mah, minta uang. Mau beli jajan.” Ibunya menyodorkan uang dua ribuan.

Beberapa saat kemudian.

“Mah, minta uang. Mau beli jajan.” Ibunya kembali menyodorkan uang dua ribuan.

Sepuluh menit kemudian pedagang lewat lagi, dan anak tersebut minta uang lagi kepada ibunya. Ibunya pun kembali memberikan uang jajan.

Begitulah pemandangan saat saya tengah berkunjung di rumah seorang  teman. Anak teman saya ini ada 2, yang pertama SD yang kedua balita. Selama sekitar satu jam di sana, anaknya yang berusia 9 tahun ini beberapa kali minta uang untuk membeli jajanan para pedagang yang sering lewat di depan rumah.

Saya lalu tergelitik untuk bertanya : “Mbak, kenapa dikasih terus (uang)?”

Untungnya teman saya ini bukan tipe yang nyolot. Untungnya dia nggak menjawab seperti yang saya takutkan seperti “Eh, duit-duit saya, kenapa kamu yang repot?”
Untunglah, hahaha.

Teman saya menjawab : “Iya, Wien. Habisnya kalau nggak dikasih, dia langsung ngamuk-ngamuk. Nangisnya keras dan berisik banget. Aku jadi pusing. Pernah nggak aku kasih (uang), dia sampai guling-guling di lantai dan bantingin barang. Suamiku pulang kerja tahu barang-barang pecah, malah jadi marahin aku.”

“Ooowh.” Entah kenapa saya hanya bisa menjawab begitu.

Mau aku “nasehatin” tapi kok kalimat saya seperti tercekat di tenggorokan, nggak mau keluar. Saya pulang dengan suasana hati yang terusik. Masih memikirkan teman saya dan anaknya. Kasihan juga kalau seperti itu sampai dia dewasa. Tadi saya sempat bertanya berapa pengeluaran untuk jajan anaknya. Dia menjawab bisa sampai duapuluh ribu sehari, belum sama bekal anaknya ke sekolah. MasyaAllah.



Lalu saya berkaca diri. Alhamdulillah dua anak saya yang sekarang TK dan SD enggak begitu amat. Jajan ya sewajarnya. Malah seringnya pengeluaran untuk jajan hanya pas di sekolah saja. Sedangkan di rumah, jarang minta uang untuk jajan di warung maupun jajan di pedagang keliling. Padahal ya sama saja di daerah tinggal kami, banyak pedagang keliling yang rutin lewat depan rumah setiap hari. Kalau boleh saya sebutkan, ada tukang batagor, bubur kacang hijau, pedagang buah yang sudah diirisin, agar-agar, cilok, odading, bakso, roti, sampai pedagang mainan murah juga ada. Memang godaan yang berat buat anak-anak. Apalagi jika melihat teman tetangganya pada beli.

Bukan saya mau sok tahu memberikan tips agar anak tidak kecanduan jajan, namun barangkali orang tua di luar sana sebenarnya ingin menghentikan kebiasaan jajan anaknya tapi tidak tahu mesti gimana. Ini yang saya dan Abudi lakukan.

Pembiasaan

Saya tahu, jika kebiasaan anak sudah terbentuk sejak kecil, akan susah dirubah. Tapi bukan tidak mungkin anak usia SD bisa merubah kebiasaannya jika orang tua mampu mendampingi (mampu artinya mau dan berusaha, bukan cuma mau saja tapi pada prosesnya menyerah karena tak sabar).
Memang butuh usaha yang lebih keras melakukan pembiasaan saat anak sudah agak besar daripada menerapkan pembiasaan saat masih kecil. Buat orangtua yang anaknya masih batita, mulailah menerapkan pembiasaan untuk tidak sering-sering jajan (sembarangan) seperti kejadian pada teman saya tersebut di atas. 

Saya tahu, bagaimana perasaan orang tua saat anak meminta sesuatu. Pastinya ingin selalu mengabulkan permintaan anak, bukan? Apalagi kalau kita merasa penghasilannya cukup untuk membeli apa saja. Namun demi kebaikan anak, saya harus tega bilang ‘tidak’. Saya bisa mengatur kapan anak boleh jajan, kapan enggak. Misalnya hari ini anak sudah jajan 5000 rupiah. Maka saya akan stop untuk memberinya uang. Di sini, anak tidak akan menyerah. Dia akan mengeluarkan wajah paling cute dan memelas. Hahaha

Sabar buuu, sabar… anak-anak sedang memanipulasi kita. Pandai sekali mereka berakting. Jika wajah imut dan memelas tidak berhasil, ia akan berganti dengan berbagai cara sampai berhasil. Biasanya yang paling ampuh adalah melancarkan tantrum seperti nangis kencang sambil guling-guling di lantai, teriak-teriak, lempar barang, sampai kadang menyakiti dirinya sendiri. Kalau sudah begini, atasi tantrum bukan dengan emosi dan menuruti kemauan anak. 

Pada situasi ini, saya akan angkat anak dan tempatkan pada tempat yang aman untuk dia melancarkan tantrumnya. Dalam hati saya, saya lebih dewasa dari kamu Nak, jadi tantrum seperti ini nggak bisa membuat saya menuruti kemauanmu.

Pada kebanyakan orang tua, ini berhasil membuat mereka menyerah, apalagi saat di tempat umum.  Hal ini berujung pada “Yaudah, berikan apa yang dia minta (jajan)."

(Oiya, tatrum ini adalah normal pada anak. Silahkan googling tentang tantrum dan bagaimana cara terbaik mengatasinya, karena akan panjang jika dibahas di sini).

Intinya, orangtua harus tegas sedari anak-anak masih kecil. Jika saya bilang tidak (jajan), maka tidak ada (jajan) karena jajan hari ini sudah sampai pada batasnya. Bedakan ya dengan nggak jajan sama sekali. Saya bukan yang anti jajan, lho.

Hasil dari konsistensi saya (dan suami) selama bertahun-tahun menerapkan kebiasaan, anak-anak saya menjadi anak yang enggak “kecanduan” jajan.



Batasi

Anak-anak usia balita maupun usia SD, dalam hal jajan itu kan nggak tahu batas. Tahunya, saat mereka meminta maka akan dikabulkan sama orang tua. Maka bicarakan ke anak, bahwa dalam sehari ia punya jatah jajan 5000 rupiah (ini cuma contoh aja). Setelah jatahmu habis, enggak ada jajan tambahan.

Jika sedari kecil kita komunikasikan kepada anak, mereka pasti mengerti kok. Tentu saja bicaranya dengan tegas, bukan dengan cara marah-marah.

Kasih Bonus

Setelah melihat anak patuh dengan batas limit jajan dan mereka tidak lagi melancarkan tantrum untuk meminta uang jajan, saya memberi anak-anak bonus dengan cara jajan lagi. Misalnya saat hari Minggu tiba. Saya akan ajak mereka ke minimarket dan membebaskan mereka memilih satu jenis jajanan (makanan/minuman) yang mereka inginkan. 

Saya katakan kepada mereka : "Ini karena kalian sudah patuh sama peraturan jajan dari ibu. Selain itu karena kalian tidak lagi ngamuk-ngamuk saat nggak dikasih uang jajan. Mengerti?" 
Mereka akan mengangguk dengan cepat. Ekspresi mereka tentu saja gembira sekali.

Ini bukan tentang penghematan uang, ya teman-teman. Tapi ini adalah pembentukan karakter. Mereka jadi berfikir, bahwa nggak harus nangis guling-guling pun ayah ibu masih tetap memberi mereka jajan.

Itu tadi agar anak tidak "kecanduan"/banyak jajan.

***

Saya pun mempunyai anak yang masih sekolah SD seperti teman saya tadi. Salah satu kekhawatiran seorang ibu adalah jika anaknya jajan sembarangan di sekolah. Saya juga merasa khawatir anak-anak akan tergoda jajan makanan yang bahkan penjualnya merokok sambil meladeni pembeli. Anak-anak mana memperhatikan hal seperti itu sih. Yang mereka tahu kan, teman-temanku beli, ah rasanya enak kok. Mereka juga belum mengerti tentang bahan-bahan yang digunakan.

Pernah suatu kali, pulang-pulang anak saya sakit perut, lalu badannya panas dan berlanjut dengan diare. Saya selidiki apakah dia kecapean atau makan sesuatu yang nggak biasa dia beli.

"Kak, jajan apa aja tadi di sekolah?"
Kemudian si kakak akan bercerita tadi di sekolah jajan ini, ini, ini (menyebutkan nama makanan).

Waktu itu saya memang kecolongan. Setelah hari itu, saat menjemput anak ke sekolah saya sambil kasih pengertian ke anak. Apa saja yang nggak boleh ia beli saya sebutkan satu-satu. Di sekolah anak saya, para pedagang jajanan tuh berjajar sepanjang jalan. 

Saya katakan kepada anak saya. Bahwa jajan itu nggak boleh yang gerobaknya kotor.
Kebanyakan pedagang di sekolah anak saya menggunakan gerobak. Yang mana, gerobak ini dijadikan tempat memasak juga. Saya katakan : lihat gerobaknya bersih atau tidak. Jika iya, kamu boleh membeli makanan itu. Jika gerobaknya kotor, tidak boleh (beli).

Beri pengertian ke anak tentang pewarna buatan. Orangtua pasti sudah paham warna-warna seperti apa yang tidak baik terdapat pada makanan, namun tidak dengan anak. Maka katakan ke anak : "Itu warnanya tidak alami, Kak. Nggak boleh beli itu."
"Saos itu warnanya mencolok banget, Kak. Bukan seperti saos yang biasa kita beli. Jangan beli yang itu ya." Saat anak di sekolah, kita tidak bisa mengontrol mereka mau jajan apa. Namun dengan memberi pejelasan kepada mereka, pasti anak akan mengerti kok. Biasanya saat pulang sekolah, saya akan bertanya jajan apa hari ini.

Saat jajan di rumah, saya biasanya akan kasih pengertian bahwa tidak boleh membeli minuman dan makanan yang komposisinya tidak jelas dan tidak ada label halalnya. Di warung tetangga, masih banyak makanan minuman yang tidak jelas. Merk-nya masih asing sekali. Tidak ada ijin BPOM apalagi logo halal MUI. 

Pernah satu kali anak saya membeli permen yang bungkusnya seperti obat. Tidak ada merk, tidak ada komposisi, maupun logo halal. Saya merasa ngeri, sebelum dikonsumsi sama anak-anak langsung saya buang permen tersebut.


Anak-anak saya suka sekali permen, mungkin karena kebiasaan saya sebagai ibunya yang sering mengkonsumsi permen juga. Saya selalu nyetok satu tiples permen di rumah. Untuk anak-anak, saya nyetok permen Pindy Susu aja. Permen Pindy Susu merk-nya sudah tidak asing lagi. Dulu terkenal sekali dengan Pindy mint dingin-dingin empuk. Permen Pindy Susu juga aman dikonsumsi karena komposisinya jelas, sudah mendapat ijin BPOM (Baan Pengawas Obat dan makanan) serta medapat sertifikat halal MUI, makanya di kemasan Permen Pindy Susu ada logo halalnya. Sehingga saya tidak kuatir lagi memberikan permen ini. Jika anak-anak ingin membeli permen yang nggak jelas di warung, saya akan dengan mudah bilang "Bukankah sudah ada permen Pindy susu di toples?" 
Mereka nggak jadi beli permen sembarangan deh. 

Permen Pindy Susu ( instagram @permenpiny_id ) adalah teman yang manis dan asyik saat bermain ataupun belajar. 

25 Apr 2018

Unboxing Infinix Note 4 Pro

Unboxing Infinix Note 4 Pro. Sekitar dua bulan lalu, saya pernah nulis di 'Tulisan Curcol' bahwa pengen ganti hadphone. HP saya yang lama, sudah 3 tahun lebih menemani hari-hari saya. Sekarang, sudah sering nge-hang dan ini mengganggu sekali untuk aktivitas ngeblog. Apalagi kalau lagi ada event dan harus live report. Lemotnya bikin mati gaya.



Waktu itu, HP inceran saya adalah Infinix Note 4 Pro. Saat pertama lihat video unboxingnya di Youtube, saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama #ahayyy. Awalnya, ketertarikan saya cuma karena tampilan luarnya yang (menurutku) keren -sesuai sama seleraku banget deh dan jarang yang pakai. Tapi setelah cari tahu lebih lanjut tentang spesifikasinya, ternyata oke juga nih. Lumayan buat eykeh yang nggak mampu beli Samsung Galaxy note 8, hahaha. Selain itu juga semoga hp ini mendukung aktivitas ngeblog saya.

Eh, nggak disangka-sangka bakal dibeliin secepat ini sama Abudi #aseeek. Beliau emang top banget deh ah, dari dulu selalu mendukung kalau untuk "investasi". Juga mendukung aktivitas dan kesenangan saya ngeblog. Seperti dulu maksain beli leptop demi agar saya bisa lebih produktif jualan online dan juga menulis.

pic source : College Humor
edit : uwienbudi

Saat pillow talk 27 Maret lalu, Abudi nunjukin bahwa HP dambaan saya ini sedang discon di Lazada. Sempat bimbang juga mau beli atau enggak karena beberapa hari sebelumnya kami diskusi mau beli keperluan lain. Setelah mikirin ngono-ngene-nya, pertimbangan baik-buruknya, akhirnya kami putuskan akan patungan aja belinya. Ntar HP lama dijual aja. Yaudah malem itu langsung pesan dan transfer. Harga normal Infinix Note 4 Pro ini adalah 2,4 juta, setelah discon menjadi 1,9 juta. Lumayan banget jadi hemat sekitar Rp 500ribuan dari harga semula. hehehe
Besok siangnya, kurir nganterin paket berisi HP baru. Alhamdulillah.

Hayuk ah kita buka boxnya!

Ngomong-ngomong, Infinix Note 4 Pro ini dirilis akhir tahun 2017 lalu. Sekilas mengetahui tentang spesifikasinya, memorinya 3/32 Gb, lebih besar daripada HPku sebelumnya yang hanya 2/16 Gb dan nggak bisa pake memory eksternal. HP ini dual SIM dan bisa ditambah memori eksternal sampai dengan 125 Gb. Batrenya besar yaitu 4500 mAH. Chargernya menggunakan teknologi fast charging ( ngecas nggak sampai satu jam tuh sudah penuh). Review eksperience-nya ntar ya.. Sekarang kita unboxing Infinix Note 4 Pro aja dulu.

Jadi, apa aja di dalam box Infinix Note 4 pro ini?

Boxnya lebih besar (2x lipat) dari rata-rata box HP pada umumnya. Menurutku terlihat lebih eksklusif walaupun masih dengan kotak kertas. Warnanya hijau elegant #ciee.

box Infinix Note 4 Pro


Di dalamnya ada 3 box lebih kecil.


Box 1
Berisi HP warna hitam sesuai yang saya pesan, charger sama headset berwarna putih. Ada mika anti gores dan buku panduannya.



Box 2
Berisi Smart cover, Stylus ( X Pen) yang kece abis, manual box, kartu garansi, dan pembuka slot kartu.

Saya suka banget sama smart covernya ini. Kalau ditutup si HP otomatis terkunci, lalu pada tampilannya muncul jam digital kayak gini.



Box 3
Kosong, cuma buat menuhin box besar aja.


Review eksperience menggunakan Infinix Note 4 Pro ini, nanti saya ulas tuntas ya di blogpost selanjutnya. Tentang fitur-fiturnya, kelebihan serta kekurangannya. Yang pasti, HP ini mendukung banget aktivitas saya dan Dhia juga bisa memakainya untuk menggambar.

See U
This entry was posted in

23 Apr 2018

Berkunjung ke Pabrik Nuanza Porcelain di Boyolali



"Berkunjung ke pabrik Nuanza Porcelain di Boyolali tuh "RATJUUUN"... pengennya bawa pulang semua cangkir, teko, mangkok, piring, guci dan semua tableware yang ada!!"

Seperti itu kesan saya setelah berkunjung ke sana. Bagi para food photographer dan foodgrammer produk tableware dari Nuanza ini pasti sudah nggak asing lagi. Beberapa teman mengakui ingin sekali mempunyai perabot dari Nuanza dan menjadi idaman banget. Bentuknya yang unik-lucu-kiyut-elegan memang sangat cocok dijadikan properti pada foto-foto makanan.



Apalagi setelah me-launching porcelain yang seperti kardus, nama Nuanza Porcelain semakin melambung. Produk-produk Nuanza Porcelain ini sudah digunakan oleh resort, resto, sampai hotel-hotel besar juga lho. Bahkan telah dieksport ke mancanegara seperti Australia, Jerman dan Timur Tengah. Untuk produk figurine telah dipakai oleh presiden RI untuk diberikan kepada kepala negara yang berkunjung ke Indonesia. Untuk produk tropy, telah digunakan pada ajang kejuaraan bergengsi seperti golf.

Pak Roy Wibisono, owner Nuanza Porcelain, sehari setelah saya berkunjung ke pabriknya, beliau menjadi pembicara pada Sharing Session Episode Yogja "From Hobby to Money".

Sabtu 7 April lalu, saya bersyukur dapat kesempatan mengunjungi pabrik Nuanza Porcelain di Boyolali bersama Mbak Ika (Dapur Hangus), teh Dydie, dan teh Efi Fitriyah. Perjalanan yang lumayan sekitar dua jam dari Yogjakarta terbayar begitu sampai dan melihat cangkir-cangkir lucuk nan unik terpajang menggoda di dinding dan rak-rak.



Setelah ngiler-ngiler sambil milih cangkir yang dipajang, saya menyaksikan proses pembuatannya dari awal sampai akhir. Mulai dari pembentukan tanah liat sampai finishingnya. Ternyata membutuhkan proses yang panjang dan rumit, yaa. Proses pembakarannya aja membutuhkan waktu 24 jam.



Untuk produk seperti trophy dan hiasan-hiasan porcelain berbentuk binatang (yang nggak pakai cetakan) ternyata harus dibentuk satu persatu. Ini membutuhkan ketrampilan yang tinggi kan(?) biar sama bentuk dan lekukan satu sama lain. Dan saya juga baru tahu, porcelain ukir untuk dinding yang lebar ternyata terdiri dari potongan-potongan kecil porcelain yang kemudian disatukan. Terus saya memikirkan gimana nge-pack dan ngirimnya cobak. Aaah bener-bener membutuhkan kesabaran, jadi wajar saja jika harga Nuanza Porcelain juga lumayan.



Awalnya, Nuanza Porcelain memakai bahan baku tanah dari lumpur Lapindo-Jawa Timur dan abu vulkanik gunung Merapi. Namun sekarang, setelah melalui berbagai penelitian, tanah yang dipakai adalah tanah yang berasal dan didatangkan langsung dari Sukabumi-Jawa Barat. Tanah tersebut merupakan tanah terbaik untuk membuat porcelain.



Saya juga melihat-lihat proses painting, penghalusan, packing, dan sebagainya. Foto-foto yang diambil nggak banyak terlihat karyawannya karena kebetulan mereka sedang istirahat.



Melihat pajangan porcelain-porcelain yang gemes ini gimana perasaan mu? Pengennya belanja sampe berjuta-juta dan bawa pulang semuanya.





Kunjungan dan kelas membuat porcelain sendiri

Oiya, pabrik Nuanza Porcelain welcome banget lho. Nuanza menerima kunjungan umum. Biasanya yang berkunjung adalah anak-anak SD-SMP-SMA dari daerah sekitar Boyolali. Syaratnya mudah saja, untuk tour di pabrik Nuanza dan belajar membuat porcelain minimal rombongan adalah 5 orang dengan biaya Rp 50.000/orang.



Gimana, penasaran sama barang-barang dari Nuanza Porcelain? Bisa kepoin website atau instagramnya :

@nuanza_porcelain dan @nuanza_catalog

Mau berkunjung ke pabrik Nuanza Porcelain juga?

Alamat: Desa, Ngadirojo, Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah 57352
Jam buka: Buka ⋅ Tutup pukul 16.00
Telepon: 0818-0823-3092




19 Apr 2018

Manfaat dan Harga Masker Kefir di Bukalapak

Perkembangan teknologi membuat kemudahan dalam berbagai hal dan perkembangan ini sangat begitu dirasakan. Saat ini berbelanja online adalah hal yang paling umum dan sering dilakukan untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Hal ini dikarenakan dengan berbelanja melalui situs online maka semua pembeli akan mendapatkan barang diinginkan dengan harga yang murah. Bertransaksi online juga membuat pembeli lebih hemat terhadap waktu dan juga hemat waktu. Sebagai pembeli, maka perlu memilih beberapa situs online yang digunakan untuk mencari keperluan yang dibutuhkan. Salah satu situs online untuk belanja adalah Bukalapak. Berbagai hal dapat ditemukan di Bukalapak, salah satunya masker kefir yang sedang hits saat ini. Harga masker kefir Bukalapak cukup bervariasi dan cenderung lebih murah.

Masker kefir sudah dijual pada beberapa situs belanja online dan tentunya di Bukalapak. Kefir merupakan masker yang dipercaya dapat menghilangkan berbagai permasalahan kulit saat ini. Namun belum banyak yang mengetahui manfaat dari masker kefir ini.

pic source : sutterstock

Berikut adalah beberapa manfaatnya yang perlu diketahui dari masker kefir:

Meredakan inflamasi, inflamasi merupakan peradangan saat jaringan kulit mengalami cedera, disebabkan juga adanya kesalahan penggunaan produk kosmetik. Adanya kandungan senyawa polisakarida didalamnya membuat kefir semakin mampu meredakan gejala inflamasi.
Dapat menghambat pertumbuhan bakteri penghambat gangguan pencernaan, dapat memberi perlindungan jaringan kulit yang terinfeksi bakteri.
Mempercepat penyembuhan luka dengan adanya senyawa asam laktat, asam asetat dan polisakarida didalamnya.
Memiliki kandungan probiotik sehingga dapat memperbaiki kulit dari kerusakan akibat paparan cahaya matahari.
Dapat membuat pengelupasan pada sel kulit mati, memberikan efek anti penuaan dini jika digunakan secara rutin.
Probiotik dalam masker juga dapat melembabkan kulit dan mencegah adanya kerutan serta dapat juga mengobati kekeringan kulit akibat udara.

Beberapa manfaat ini membuat banyak wanita lebih memilih menggunakan masker kefir dibanding dengan yang lain. Bahkan sudah banyak yang menggunakannya dan beberapa artis memproduksi masker ini sebagai usaha sampingan dan tambahan penghasilan. Selain prosesnya yang dipercaya memberi manfaat juga membuat penggunanya akan merasa keuntungan yang banyak dengan membeli produk ini. Saat ini penjualan di Bukalapak membuat pembeli mengetahui ongkos kirim berdasarkan jasa pengiriman yang dibutuhkan, diskon untuk produk yang dijual dan transaksi cepat dan dana akan masuk ke Bukadompet. Beberapa kelebihan ini membuat Bukalapak mendapatkan banyak pelanggan dan juga pembeli setiap waktunya.

Berikut adalah daftar harga masker kefir Bukalapak diantaranya:

Bio kefir by Natasha Wilona Rp20.000.
Masker kefir alami tanpa campuran Rp48.000.
Masker kefir skincare Rp10.000.
Bibit kefir Rp60.000.
Masker kefir 160 gram Rp65.000.
Masker kefir charcoal 250 gram Rp81.000.
Masker kefir lemon susu Rp120.000.
Masker kefir green tea susu Rp120.000.

Beberapa masker diatas sudah dijual pada situs belanja online terpercaya dengan mudah. Untuk harganya cukup lebih murah dan juga dapat membantu pembeli dari daerah yang berbeda. Terutama saat ini Bukalapak juga sedang memberi potongan harga pada masker kefir ini sehingga harganya jauh lebih murah. Hal inilah yang membuat masker kefir semakin banyak disukai dan diminati.

Harga masker kefir Bukalapak sudah dapat dicari dan juga diakses dengan mudah. Pembeli dapat memperhatikan review rating yang ditawarkan untuk melihat testimonial dari pelanggan sebelumnya. Bukalapak juga selalu memberikan inovasi dari segi sisi tampilan sehingga lebih enak dilihat dan mudah digunakan. Oleh karena itu apapun barang atau produk yang diinginkan, Bukalapak menjadi tempat belanja yang tepat.

16 Apr 2018

[Sharing Session Episode Yogjakarta] Kisah Sukses Mereka Berawal dari Nol

Dear Friends, assalaamu'alaikum warahmatullah..
Sebelum ke sharing materi Sharing Session, saya mau curcol bentar yak. :)))

Minggu lalu, saya ke Yogjakarta selama 4 hari 4 malam dalam rangka liburan ( dapat menang hadiah pertama dari acara Sharing Session Dapur Hangus x Dydie the Kitchen Hero with Grand Tjokro Bandung, yang hadiah utamanya itu trip ke Yogja ). Berangkat dari Bandung Sabtu malam, lalu nyampe di Bandung lagi hari Selasa sore. Sempat nggak percaya juga sih kenapa saya yang menang. Tapi yang namanya rezeki kadang memang nggak disangka-sangka, disini hanya Allah dan para juri yang tahu alasannya :)) . Alhamdulillah, Abudi support penuh dari handle urusan duo bocah sampai ngasih uang saku biar saya bisa belanja #penting :p. Jadi saya tenang-tenang aja sih liburan sendiri tanpa keluarga.

Dari 4 hari itu, saya berkesempatan mengikuti acara yang asyik yaitu Sharing Session Dapur Hangus x Dydie the Kitchen Hero. Hari Minggu, 8 April 2018 di hotel yang sama tempat saya menginap - Tjokro Style Yogjakarta. Saya merasa bersyukur sekali bisa menyimak sharing dari narasumber yang menekuni hobby dan passion lalu bisa berhasil seperti sekarang. Maknyuss banget ceritanya. Di blogpost ini, saya coba rangkum sharing dari ketiga narasumber yang hebat ini, ya.



Tiga narasumber tersebut adalah mas Thomas Wirananda food photografer, Pak Roy Wibisono owner Nuanza Porcelain, dan teh Dyah Prameswari penulis buku/ fiksi kuliner sekaligus food blogger.

Serta dipandu oleh moderator asyik mbak Ika Rahma @dapurhangus (yang juga sering memperkenalkan diri sebagai Raisa/Isyana/Nela Kharisma). :D



1. Sharing Session dari mas Thomas Wirananda


Thomas Wirananda atau dikenal dengan Thomas Sastrowardoyo adalah seorang food photography.
Pemilik akun Instagram @streetfoodstories ini mengawali sharing dari awal bagaimana beliau menekuni dunia food photography. Mas Thomas yang hobi makan/kulineran dan hobi foto menemukan passionnya saat masih sekolah, lho. Kemudian, merantau dari Purwokerto ke Yogjakarta untuk kuliah di fakultas Ekonomi/Akuntasnsi di Universitas Atmajaya Yogjakarta. Lho kok nggak nyambung dari  profesi yang sekarang, mas? hihi. Memang nggak nyambung, terjun bebas, kata beliau. Jadi kalau disimpulkan, sampai bisa sesukses sekarang itu prosesnya enggak instant, ya teman-teman.


Selanjutnya, mas Thomas berbagi tentang Food Photography yang lagi kekinian/hits di era sekarang dan berbagi tips agar foto-foto makanan yang kita hasilkan makin kece. Pertama-tama, saat akan memulai menekuni dunia food photography, kita sering bingung bagaimana sih menghasilkan karya yang keren? Langkah pertama adalah duplikasi karya orang lain/ kita buat sama dengan foto/karya orang lain dalam hal penataan, props foto, dll. Tidak apa-apa, karena semakin lama dan semakin sering kita lakukan, kemampuan akan meningkat dengan sendirinya sehingga bisa luwes dalam food styling dan menemukan gaya khasnya sendiri.

Berikut adalah gaya Food Photography yang kekinian :

a. Flatlay
-Sangat baik bila menggunakan lensa lebar/lensa kit/lensa bawaan.
-Pilih background yang kontras dengan objek
-Beri ruang diantara objek
-Tentukan tema (tema menentukan props yang digunakan)
-Jarang bisa diaplikasikan ke menu-menu fun dining yang bentuknya meninggi

b. Hands in frame
Hands in frame merupakan gaya foto yang menggunakan unsur tangan di dalam frame foto
Biasanya memberikan  nuansa yang lebih hidup (adanya unsur tangan manusia)
Sangat cocok untuk Ice Cream Cone
Editing seminimal mungkin. Setting dari awal.

c. Food With Style
Gaya foto yang diambil  dengan memadukan unsur food&lifestyle dalam satu frame.
Pada food with style ini, properti harus menyesuaikan dengan makanan yang akan difoto.

Dan yang paling makjleb adalah kata-kata beliau :
"Saya lebih memilih mati-matian setting di awal, daripada harus meng-edit berlebihan"

2. Sharing Session dari Pak Roy Wibisono


Pak Roy adalah owner dari Nuanza Porcelain ( ig @nuanza_porcelain ) yang pabriknya ada di Boyolali - Jawa Tengah. Beliau bercerita bahwa ketertarikannya terhadap porcelain itu dari saat beliau remaja, lalu berlanjut saat bekerja di perusahaan porcelain Jepang yang berada di Korea. Saat pindah ke Australia pun beliau belajar porcelain di sana. Lalu saat di Indonesia, beliau berhasil membuat pabrik porcelainnya sendiri.


Saya kemarin juga berkunjung ke pabrik porcelainnya, ternyata proses pengerjaannya perlu skill dan ketelitian yang tinggi serta proses yang panjang. Nanti cerita dan informasinya saya tulis di blogpost terpisah, ya.

Selain sharing tentang perjalanannya bagaimana menekuni porcelain dari nol hingga sekarang produknya dipakai oleh hotel-hotel dan resto terkenal hingga diekspor ke luar negri, Pak Roy juga sharing tentang pemasaran produk Nuanza. Beliau mengaku melakukan pemasaran melalui Instagram sejak 11 bulan/1 tahunan yang lalu, sejak itu peminat dan penjualan meningkat dengan signifikan.

Untuk menambah followers, yang dilakukan Nuanza adalah dengan endorse atau bekerjasama dengan akun-akun instagram yang memang "bersentuhan" langsung dengan konsumen atau penggemar barang-barang porcelain seperti @dapurhangus . Lama-lama, Nuanza lebih banyak bekerjasama dengan chef atau resto sehingga penjualan sekarang pun sudah merambah ke hotel-hotel dan resto bahkan masjid pun ada yang menggunakan produk porcelain dari Nuanza untuk dekorasi temboknya.

Kenapa nggak pakai ig ads aja pak? Sementara untuk instagram ads, menurut beliau tidak terlalu berpengaruh terhadap penjualan walaupun sudah dipersempit target marketnya.

Menyimak cerita beliau ini asyik banget deh. Sebagai penutup sharing beliau menyampaikan bahwa :

"Untuk Sukses ada 1001 cara, fokus (pada satu bidang yang disukai) dan tekun (mengerjakannya) pasti akan sukses."

3. Sharing Session dari teh Dyah Prameswarie


Teh Dyah Prameswarie a.k.a Dydie ( ig : @dyahprameswarie) adalah seorang penulis buku/novel fiksi kuliner dan juga food blogger. Berawal kecintaannya terhadap sunia tulis menulis dan juga baking, juga ketertarikannya dengan sejarah kuliner, teh Dydie berhasil melahirkan novel bertema tentang kuliner yaitu Djoeroe Masak.

Dalam sharingnya, teh Dydie bercerita bahwa pertama kali menerbitkan novel ia membutuhkan waktu 5 tahunan sampai novel pertamanya terbit. Bukan waktu yang sebentar, bukan? Lalu setelah novel pertamanya itu beliau kembali melahirkan novel-novel lainnya seperti Dua Dunia di Mata Fe dll.

Novel Djoeroe Masak adalah novel kulinernya yang terbaru, terdiri dari 4 buah buku yang sudah tersedia di Gramedia dan toko buku-toko buku lainnya. Proses pembuatan novel ini, seperti yang teh Dydie ceritakan, membutuhkan proses panjang, tantangan yang berbeda dari menulis novel biasa dan membutuhkan kesabaran yang tinggi. Mulai dari penulisannya, riset riset riset, mencari ilustrator, dsb. Fiuuuh, kebayang ya kerja kerasnya menghasilkan karya itu bukanlah hal mudah seperti membalikkan tutup gelas.

Setelah semua narasumber sharing, acara dilanjutkan dengan workshop fotografi oleh mas Thomas. kali ini kita akan memotret mangut ikan patin, salah satu menu di Cytrus restonya hotel Tjokro Style Yogjakarta. Setelah dijelaskan bahwa memotret makanan itu cahaya harus datang dari belakang atau samping dan nggak boleh dari depan, peserta workshop pun diberi kesempatan memotret 2-3 kali jepretan.
Ya Allah kaaaak Raisaaaa... padahal saya kalau motret itu nggak cukup 10 kali jepret loh, kak, walaupun yang dipakai cuma satu foto. heuheuheu




Baca juga : [Sharing Session Episode 2] Jurus Jitu Menguasai Food Photography

Oiya, acara sharing session ini juga bertabur doorprice loh. Setelah acara ditutup, kami semua turun ke Cytrus Resto untuk langsung praktek memotret makanan. Sambil motret sambil berkali-kali nelen liur, glek-glek.

Ini dia beberapa foto makanan yang asal jepret , karena buru-buru mau makan.
(ya Allah, Wiiiiin. kacida kamu ih)






Demikian ya teman-teman rangkuman sharing session episode Yogja kali ini. Walaupun enggak semua bisa ditulis mudah-mudahan teman-teman juga bisa ngambil ilmunya, karena lebih asyik kalau mendengarkan dan menyimak langsung sih. hehehe
Jadi nantikan event Dapur hangus x Dydie's the Kitchen Hero episode selanjutnya ya, manteman. ;) Semoga ada lagi.
Komen di bawah kalau kotamu mau didatengin sama Dapur hangus dan Dydie the Kitchen Hero.

Sampai jumpa di event selanjutnya. bye!

maafkan nampang dikit.
foto milik : Lies Wahyoeni


7 Apr 2018

Manfaat Minyak Ikan untuk Anak-anak dan Kiat Memberikannya

Jika anak Anda tidak mengonsumsi ikan berlemak seperti salmon atau sarden beberapa kali dalam seminggu, memberi mereka suplemen minyak ikan atau fish oil setiap hari mungkin merupakan ide bagus. Fish oil mengandung asam lemak omega 3 (khususnya DHA dan EPA) yang diyakini para ahli, penting untuk perkembangan otak dan mata anak-anak. Ikan air tawar yang juga disebut sebagai ikan berlemak (tak jenuh) mengandung jumlah omega 3 tertinggi.



Secara umum, memang lebih baik jika anak-anak mendapatkan nutrisi dari makanan, seperti itu mereka akan mendapatkan keuntungan dari nutrisi atau zat gizi lainnya (seperti protein dan vitamin D yang ada pada ikan) secara bersamaan. Tapi anak-anak Anda mungkin tidak cukup makan ikan karena satu atau beberapa hal, mungkin karena ketidaksukaannya akan baunya yang amis atau karena trauma makan ikan yang berduri. Hal yang tepat untuk memberi mereka dosis omega 3 yang signifikan, terutama jika Anda mencoba untuk tidak mengolah ikan yang tinggi merkuri.

Panduan Diet 2015 untuk orang-orang Amerika, merekomendasikan bahwa anak-anak berusia 2 sampai 8 tahun baik mengonsumsi 3 sampai 6 ons ikan dan makanan laut per minggu kemudian anak-anak berusia 9 tahun ke atas bisa makan 8 sampai 10 ons per minggu. Jika Anda ingin mencoba suplemen sebagai gantinya, Anda harus tahu bahwa kita tidak memiliki bukti yang meyakinkan bahwa suplemen memberi manfaat signifikan yang sama seperti jika makan ikan.



Anda bisa menemukan suplemen omega 3 di supermarket, apotik maupun situs belanja online dalam bentuk cairan atau sirup, tablet kunyah, dan bentuk soft gel capsule, dan ada beberapa tambahan rasa untuk menutupi ‘aroma ikan’. Suplemen omega 3 bebas merkuri, karena banyak mengandung fish oil, sementara itu merkuri tidak disimpan dalam jaringan lemak, jadi aman. Jika keluarga Anda tidak makan ikan secara teratur, tanyakan kepada dokter anak Anda apakah anak Anda harus mengkonsumsi suplemen fish oil. Suplemen minyak ikan mengandung asam lemak omega-3 yang menurut para ahli penting untuk perkembangan otak dan mata anak Anda. Dan fish oil mengandung nutrisi bermanfaat lainnya - seperti vitamin D, yang membantu menjaga kesehatan tulang.

Suplemen memang terasa sedikit mencurigakan, dan bisa jadi sulit memberikannya pada anak. Jika Anda memilih suplemen kunyah, periksa label dengan hati-hati karena mungkin suplemen itu menambahkan gula yang tidak dibutuhkan anak Anda. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat anak-anak Anda dapat mengonsumsinya dengan teratur:

Sembunyikan rasa dalam sesuatu yang lain. Tambahkan beberapa cod fish oil ke botol susu anak Anda, jika anak Anda sudah tidak menggunakan botol, coba tambahkan minyak cod ke smoothie buah atau yogurt.


Gunakan cod fish oil rasa jeruk, lalu dicampur dengan saus apel dan kayu manis. Bisa dipakai untuk membuat bubur oatmeal yang lezat untuk sarapan pagi, atau sebagai tambahan saus di dalam sepotong roti sandwich yang lezat.
Minyak ikan  yang beraroma segar seperti jeruk atau lemon, bisa diaplikasikan pada roti sebelum Anda mengoleskan selai kacang atau selai buah. Selain itu, fish oil yang murni dapat dijadikan sebagai bumbu tambahan pada aneka jenis tumisan dan pasta, bisa juga sebagai campuran saus untuk salad sayur atau kukusan/panggangan sayur.

Kami sekeluarga termasuk yang mengkonsumsi minyak ikan secara rutin. Banyak manfaat yang didapat. Namun yang perlu diperhatikan, pilihlah minyak ikan yang telah terjamin kualitasnya.

5 Apr 2018

Pengalaman Menginap di Hotel Grand Tjokro Bandung


Halohaaa.. Jalan Bareng Bocah update lagi nih bulan ini. Kali ini ngajakin duo bocah menginap di Hotel Grand Tjokro Bandung. Sebenarnya menginapnya sudah agak lama sih, tapi biasalah ya alesannya nunggu mood bumil buat nulis balik lagi. (aaadezigh)


Waktu itu , kami menginap di akhir pekan pas anak-anak libur sekolah, jadi kebayang kan suasana hotel pun ramai biangeeeettt!! Apalagi ini nginepnya di hotel yang berada di pusat kota Bandung. Saking senangnya, jam 12an kami sudah sampai di sana untuk check-in. Parkirnya penuuh, bo! Untunglah ada satu mobil yang keluar, dibantu petugas parkir akhirnya dapet juga.



Di lobi....
Waktu check in, saya menanyakan gimana untuk sarapan anak-anak? Untuk usia di atas 7 tahun, akan kena charge Rp 85.000 jika membayar di lobi, namun jika di restonya kena charge full yaitu sekitar Rp 150.000. Tentu saja saya pilih bayar pas mau check in dong, lebih murah. hehehe.
Oiya, untuk sarapan Akram gratis karena masih usia 5 tahun.
(update informasi : sekarang bukan patokan usia, tapi tinggi badan. Jika tinggi badanmu kurang dari 130 cm, sarapan di Grand Tjokro Premier Bandung, gratis.)



Sambil nungguin kunci kamar yang agak lama siap (maklum sih ya kan weekend apalagi pas libur panjang sekolah), Dhia dan Akram tertarik sama cutton candy yang ada di lobi. Mereka pun membelinya. Harganya standart aja sih, nggak mahal-mahal amat yaitu Rp 10.000 untuk segulung besar cutton candy. Beli 2 yang habis dalam sekejap. Setelah itu, mereka ke playground yang ada di samping kanan lobi. Gak lama kemudian kunci pun sudah kami terima.



Review Kamar


Kami dapat kamar superior, kamar paling murah di Grand Tjokro, hehehe. Eits tunggu dulu... pas udah masuk ke kamar ternyata masih lega lhoh untuk kami berempat. Karena apa? Ruangannya cukup luas. Kasurnya ada dua yang kemudian kami gabungin jadi satu. Kasur jadi lebar untuk guling-guling bocah dan saya. Di dekat jendela ada kursi panjang dengan busa agak tebal yang bisa digunakan untuk tidur Abudi.





Ada meja kerja, satu kursi. TV layar datar. AC. Brankas. Kulkas. Welcome drink, teh, kopi, gula, dan teko pemanas air. Lemari dan dua pasang sendal. Di toilet : toileter, hair driyer, shower air panas, tapi nggak ada bathtub-nya.



Begitu masuk ke kamar lalu ngapain?


Karena bocah dua ini sebelumnya pernah ngabisin weekend di Grand Tjokro, mereka tahu mau ngapain aja. Bahkan dari rumah sudah bikin wishlist mau ngapain aja.

Baca juga : Weekend at Grand Tjokro Bandung




Main-Main di Mini Zoo

Mini Zoo-nya Grand Tjokro ada di gedung kedua. Kebetulan kamar kami juga ada di gedung/tower kedua. Naik turun ke lantai atas tempat mini zoo jadi gampang.
Oiya, sebelumnya Dhia dan Akram saya training (((training))) dulu ngapalin kamar dan cara gunain lift. Di sini liftnya lebih enak, gak perlu pakai kartu seperti di beberapa hotel.







Ada apa aja di mini zoo?
- Beragam hewan peliharaan ada di sana. Terawat dengan baik dan sehat-sehat. Ada sapi, kelinci, hamster, iguana, ayam, burung, ikan, kura-kura, dll.
- Akram suka banget ngasih susu ke sapi. Sapi kecil yang lucu dan bersih itu waktu dikasih dot berisi susu langsung ngenyot sekuat tenaga bikin Akram sempet kaget. Pas mas-mas pejaganya ngasih tahu caranya, baru deh bayi sapi merasa nyaman menyusu.



- Anak-anak juga ngasih makan kelinci. Sayang kelincinya berada di dalam kandang. Kalau dikencarin di luar 'kan asyik ya bisa digendong-gendong.
- Terus ada ikan gede-gede yang kalau kita masukin tangan, si ikan langsung berebutan mendekat dan nyedotin tangan.



Masih di atap gedung kedua...

Ada kebun sayurnya juga lho. Waktu itu mentimun dan jeruk sudah bisa dipetik. Ada juga aneka sayur seperti pare dan cabai. Anak-anak mah seneng lihat-lihat aja, nggak mau petik. Waktu foto-foto di kebun sayur, badut pikachu datang, jadi aja anak-anak kegirangan minta foto lagi (padahal di lobi juga sudah foto sama Pikachu)




Makan siang dulu di resto Street Grill and Friend...

baca juga : Beberapa Pilihan Menu di Street Grill and Friend 

Setelah agak sore, Dhia dan Akram pengennya nyebur ke kolam renang. Kalo udah main air, anak-anak mah betah. Balik ke kamar menjelang maghrib lalu mandi pakai shower air hangat. Kemudian lanjut makan malam.



Setelah makan, tadinya mau jalan-jalan ke Cihampelas Walk atau kemana gitu. Di sekitar Grand Tjokro kan banyak tempat-tempat yang bisa dikunjungi sampai malam. Tapi sayang euy, waktu itu hujan. Nggak jadi kemana-mana, kami balik ke kamar dan kruntelan sambil nonton dan main game.

Minggu paginya...
Pengennya ke rooftop untuk melihat matahari terbit dan menikmati kota Bandung dalam selimut kabut, tapi oh sungguh mager (malas gerak) sekali. Di luar angin kencang dan dingin sekali. Akhirnya setelah mandi langsung ke resto untuk menikmati sarapan.




Sarapan di Grand Tjokro sangat melimpah ruah. Dari ujung ke ujung restonya adalah stand makanan semua. Masih sepi sih, jadi kami bisa mencicipi bermacam-macam menu. hehehe
Tips buat yang mau sarapan di Grand Tjokro: ambil dalam jumlah sedikit aja agar bisa mencicipi banyak macam menu. Karena sayang kalau terlewat begitu saja atau cuma menikmati satu menu dan langsung kenyang.

Baca Juga : Pilihan Menu Sarapan di Grand Tjokro dan yang Wajib Kamu Coba


Salah satu menu Japan

Salah satu menu Timur Tengah


Setelah sarapan, anak-anak ke mini zoo, rooftop garden dan berenang lagi. Hemm gak ada bosennya ya anak-anak mah.

Gak kerasa udah mau jam 12. Balik ke kamar, mandi, dan langsung check out. Liburan sekolah kali ini pastinya nggak terlupakan sama Dhia dan Akram. Thank you Grand Tjokro dan SAS Hositality-nya. Pelayanan yang ramah dan fasilitas yang lengkap bikin kami betah stay cation di sana. Moga kapan-kapan bisa ngajakin anak-anak nginep di sini lagi.

Badut-badut ini selalu ada untuk menghibur pengunjung terutama anak-anak.