[Jalan Bareng Bocah]Nyicipin Makanan Korea di Chingu Cafe

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

[Jalan Bareng Bocah] Berenang

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

[Jalan Bareng Bocah] Floating Market Lembang

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

[Jalan Bareng Bocah] Dusun Bambu Leisure Park Bandung

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Menghilangkan Bopeng Bekas Jerawat dengan Laser Erbium

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

19 June 2018

Welcome Baby Boy

“Cepet banget. Dua kali ngeden langsung brojol.” kang Budi bercerita.

Saya sendiri enggak menghitung berapa kali ngeden-nya, tapi memang persalinan kali ini tercepat diantara dua persalinan sebelumnya.



***

Assalaamu'alaikum teman-teman....

Hari ini hampir sebulan usia anak ketiga saya. Sebelum lupa peristiwa saat melahirkan, lebih baik saya tuliskan aja deh di blog ini. Sebelum lanjut nulis, saya mau bilang kalo tulisan ini nggak ada faedahnya, ya manteman. hihi. Murni curhatan aja agar bisa dibaca-baca lagi saat saya lupa peristiwa hari itu.

Oiya, saya jadi inget. Ada pepatah Korea mengatakan : "Kadang sebuah cerita cuma menarik menurutmu saja." Begitu juga cerita ini. (mungkin) Cuma menarik buatku saja. lol. Tapi biarin, deh, karena sebuah kisah punya kesan tersendiri  di mata penulis.

*** 

23 Mei 2018
8 Ramadhan 1429 H

Pagi menjelang subuh, saya ikut bangun saat kang Budi tengah makan sahur. Setelah dari kamar mandi, saya baru cerita bahwa panggul saya mulai sakit. Pertama kali kerasa sih kemarin sore, tapi cuma sekali aja itupun cuma sebentar. Setelah itu nggak kerasa lagi dan saya masih bisa tidur nyenyak malamnya.

“Bi, nampaknya udah ada tanda-tanda mau ngelahirin, deh.”
“Ah masa sih, sakit, mules atau nyeri atau apa? Yang bener ngerasainnya.” begitu jawab kang Budi. Merasa kalau HPL masih lama (tgl 16 Juni 2018), beliau kayak nggak percaya gitu. Ditambah kemarin tuh saya makan pedas. Beberapa hari sebelumnya juga makan pedas yang berujung mules-mules.

Ini jangan ditiru, ya manteman (buat para suami). hahaha. Buat para istri, kalau udah kerasa walau cuma dikit, ya langsung bilang aja ke suami, jangan ditunda-tunda.

Merasa sudah berpengalaman (((berpengalaman))) >_< , saya merasa yaqin kalau ini tanda-tanda mau ngelahirin. Pukul setengah 7 pagi, saya minta kang Budi nganterin ke Bidan. Saya minta beliau ijin berangkat siang ke kantornya.

Setelah diperiksa sama bidan, ternyata memang sudah ada pembukaan. Pembukaan satu. Namun mulut rahim masih tebal. Seharusnya kalau memang udah mau lahir, si mulut rahim ini harusnya sudah tipis banget, setebal kertas. Bidan nasehatin kalau proses bertambahnya pembukaan (pada umumnya) bisa saja berlangsung lama, bisa 1-2 hari bahkan bisa sampai seminggu . Namun segala kemungkinan bisa terjadi. Lalu saya diresepin obat.

Oke, sudah. Kami pulang ke rumah. Setelah itu, kang Budi nganter Akram dan Dhia berangkat ke sekolah, lalu berangkat kerja. Saya? Saya alhamdulillah diberikan ketenangan walaupun enggak ada yang nungguin. Saya sendirian di rumah. Simbokku kali ini enggak bisa ke Bandung karena sudah sepuh dan repot. Ibu mertua? Adanya ibu mertua tiri dan hubungan sama kang Budi enggak baik sejak zaman kang Budi belum menikah. Jadi yaaa, pasti nggak bakal datang nemenin saya. Dari keluarga kang Budi lainnya juga nggak ada yang datang. Namun saya enggak mau memusingkan hal ini. Saya fokus ke diri saya saja. Saya kuat. Saya bisa menanggungnya sendiri. Self Hypnosis saya lakukan berulang kali. InsyaAllah semua akan lancar. Komunikasi dengan bayi dalam perut juga saya lakukan berulang-ulang. "Deeek... kalau hari ini  memang sudah waktunya adik lahir, lahirlah dengan lancar cepat sehat, ya."

Alhamdulillah, selama nunggu nambahnya pembukaan, masih bisa ngapa-ngapain, ngerjain pekerjaan rumah yang ringan-ringan seperti biasanya sambil nyengir-nyengir syantiq setiap 15 menit sekali.
Beberes rumah, nyapu, ngepel  lantai, nyuci (pake mesin ya, kalau cuci manual saya pasti udah nggak bakal lakuin) dan jemur baju . Terus mengecek lagi perlengkapan melahirkan yang mau dibawa ke bidan. Keluarin semua dari tas terus masukin lagi. Alhamdulillah-nya, sebulan sebelumnya tas sudah disiapkan, jadi pas kerasa mendadak kayak gini saya enggak riweuh. Ada beberapa item yang belum masuk tas sih (namun alhamdulillah-nya lagi item yang belum ada itu, dianter kurir pas sore harinya sebelum saya ke bidan).

Saya juga masih sempat chatting sama teman-teman di wa pri maupun wa grup. Masih bisa cengengesan dan membahas hal “penting nggak penting” sama Raisa. Lol . Saya juga pamit ke teman-teman dan keluarga lewat whatsapp. Minta maaf kalau banyak salah dan minta didoakan agar persalinan saya lancar. Alhamdulillah bersyukur banget punya keluarga dan teman-teman yang care yang mau doain (baik yang saya tahu ataupun yang enggak saya ketahui).

Saya nggak lupa nelpon Simbok. Minta maaf dan minta doanya agar dilancarkan.

***

Nungguin kang Budi pulang berasa cepet banget. Kayaknya saya glundang-glundung gegoleran di kasur baru beberapa saat, eh udah Ashar lagi. Saya musti siap-siap karena mau berangkat ke bidan buat periksa lagi, nih. Jam 4 saya mandi, pake baju bersih yang nyaman, pake bedak, ngalis dan nggak lupa lipen-an. Khaaah ;p

Abudi sampai di rumah pukul 5 lebih.
"Bi, kontraksinya kerasa lebih sakit dan lebih lama daripada tadi pagi." kata saya.
"Ogtu. Yaudah kita bawa aja tas perlengkapannya."
Sebelum berangkat, saya “briefing” Dhia dan Akram lagi. "Mbak, mas, ummi mau ke bidan dulu ya sekarang. Mau ngelahirin dede bayi. Akram sama Dhia di rumah baik-baik ya, jangan berantem. Ntar kalo mau apa-apa bilang sama mamah Tanjung (tetangga terdekat yang sudah saya titipi anak-anak saat saya ke bidan)." Oiya, Jauh-jauh hari mereka sudah disounding lho tentang lahiran dedenya, jadi mereka langsung menjawab 'iya' dengan santai. Dan untuk situasi dan kondisi seperti kali ini, game Roblox sangat membantu agar mereka diem di rumah. ;p

Setengah enam saya sampai di bidan yang letaknya nggak sampai satu kilometer dari rumah saya. “Sakitnya sudah nambah, teh” kata saya kepada asisten bidan.
Lalu saya disuruh berbaring untuk diperiksa sama bidan.
“Sekarang sudah pembukaan 4. Mulut rahim juga sudah tipiiis banget. Perlengkapan sudah boleh dibawa, ya.” kata Bu Bidan.
“Sudah dibawa kok, bu.” Kata kang Budi.

Selanjutnya saya tinggal nunggu aja pembukaan bertambah. Saya masih bisa cengengesan chit-chat sama teman-teman dan masih sempat-sempatnya upload foto di IG dan bikin IG story. Muahaha... Saya merasa santai banget sama persalinan kali ini. Alhamdulillah semua dimudahkan sama Allah.

Setelah adzan maghrib, saya meminta Abudi pulang dulu nengok anak-anak dan ngasih makan mereka. Setelah makan tadi siang anak-anak belum makan lagi. Saya pun masih sempat makan dulu. Bu bidan sih, nawarin saya mau makan apa enggak. Wkwk
“Teh, mau makan? Saya masak sayur daun sampeuk (singkong). Lauknya tempe goreng sama telur dadar. Mau?’ bu bidan nawarin.
“Emmmm... ( Saya mikir sebentar. Mau bilang iya tapi malu, mau nolak tapi pengen dan lapar. ) kayaknya enak, Buk. Boleh deh, Buk. Tapi sedikit aja.” jawab saya sambil nyengir isin.
Wis hilang deh urat malunya. Saya ngikik lagi pas nulis bagian ini.

Entah kenapa sayur daun sampeuk ini begitu nikmat. Saya makan dengan lahap walaupun diselingi sakitnya kontraksi 5 menit sekali. Waktu itu, pembukaan entah ke berapa. Dan makanku pun HABIS gak bersisa. (kalo diceritain lagi malu-maluin emang sih) lol

Setelah makan,  bidan memeriksa lagi. Hasilnya, pembukaan 7. Jam berapa ya ini? Saya sudah nggak ngeling-eling jam mungkin jam 8 kurang.  Ngerasain mulesnya kontraksi dan nambahnya pembukaan yang cepet banget. Semakin sakit dan semakin sering mulesnya, semakin baik dan semakin cepat mencapai pembukaan sempurna.

Kang Budi... kemana kang Budi? Beliau tetap menemani di dalam ruang bersalin, menggenggam tangan saya, sesekali melafalkan surah-surah Al-Quran agar saya tetap mengingat Allah. Bedanya dengan persalinan kedua,  kali ini Abudi lebih silent (setelah pada persalinan anak kedua saya omelin karena begitu cerewet, wkwk). Persalinan kedua ntar saya ceritain, ya kalau sempat.

Sesaat sebelum proses ngeden ngeluarin bayi...
Bidan : “Ibunya enggak tahan dengan rasa sakit, ya Pak?”
Abudi : “Iya, Bu. Sakit sedikit aja ‘aduh-aduhan’.”
Bidan : “Pantesan. Kelihatan (nggak tahan sakit).”
Mungkin maksud bu bidan, kalo orang lain, mendekati pembukaan sempurna mungkin enggak seberisik saya kali ya, hahaha. Piye nggak berisik atuh bu Bidan, da sakit atuh, penting enggak berkata kasar dan saya masih eling nyebut Asmaning Gusti Allah. Tapi whatever deh, saya iyain juga, yang penting bayiku selamet.

Terus bidan ngomong lagi, "Bu, diinfus ya, ini mau saya tambahin obat agar si ibu kuat mengejan.” Saya iyain aja, walaupun saya merasa enggak lemes, walaupun dua persalinan sebelumnya tanpa infus dan induksi. (sesungguhnya pas proses ini saya agak-agak lupa perkataan bidan gimana) tapi saya masih ingat habis ini bidan memasang infus lalu menyuntikkan obat di infusnya. Setelah beberapa saat kemudian bidan membimbing saya mengejan. Kang Budi menyingkir mepet tembok. Ruangan bersalin yang sempit membuat kang Budi tidak bisa di dekat saya sambil pegang tangan. Beliau hanya menyaksikan aja gimana bidan dan dua asistennya membantu saya.

Menurut saya, penanganan di bidan ini keren banget. Bidan berpengalaman bertahun-tahun. Begitu saya sudah mules banget dan udah kepengen ngeden, bidan sigap membimbing dibantu satu asistennya yang cekatan.

“Bu, nanti harus nurut ya, sesuai instruksi saya.”
“Bu, tangan kanan (yang diinfus) tetap rileks, nggak boleh tegang. Tangan kiri menarik paha kiri, ya bu.”
“Kakinya tetep ngangkang. Tarik nafas dalam agar bayinya nggak sesak nafas.”
Arahan bidan nguing-nguing di kepala.

Pada proses mengejan pertama belum berhasil, nih. Mules dan rasa pengen ngeden hilang. Kesempatan buat menghela nafas sebentar. Gak lama kemudian datang lagi mules kedua. Saya ngambil nafas sedalam-dalamnya biar kuat mendorong bayi.

“Bu, nggak boleh merem, harus tetap melek, ya. Bu jangan merem, melek bu. Ngejan sambil lihat ke perut."
"Ngejannya jangan bersuara. Alihkan suara ke bawah. Ngejan kayak mau bab.” Instruksi-instrksi dari bidan masih teringat dengan jelas.

Pada saat itu jalan lahir kerasa panas, ah berarti kepala udah lewat nih.  Lalu  kalimat bidan yang saya tunggu-tunggu terucap juga “Sudah bu, sudah lahir.”
Alhamdulillah Telah lahir pada pukul 20:25 wib bayi laki-laki dengan berat 3,3 kg dan panjang 49 cm. Udah legaaa!!!



Subhanallah dimudahkan dan dilancarkan banget sama Allah. Baby boy pinter, seolah tahu, dia pengen keluar lebih cepat dari HPL biar pas lebaran saya sudah pulih, biar orang tuanya enggak repot pas lebaran rewang bayi.
“Terima kasih anakku, sudah lahir dengan sehat dan selamat. Makasih, ya deeek.” Saya berkali-kali ngomong gini sama bayi.

Udah lihat si bayi keluar dengan selamat, sehat, dan sempurna nggak kurang apapun saya merasa plong banget. 


Maka nikmat Allah mana lagi yang kami dustakan?

09 June 2018

Produk ERHA 21 untuk Kulit Berjerawat

Di usia 30 tahun memang harus lebih peduli sama kondisi kulit, ya. Apalagi kulit wajah yang paling sering terpapar sinar matahari. Memang sih kalau dilihat sekilas seperti enggak ada kerutan, namun sebenarnya kalau diperhatikan lagi, sudah mulai muncul kerutan halus di dahi dan muncul garis senyum yang semakin jelas. Selain itu, kulit wajah saya juga banyak scar dan bintik hitam bekas jerawat. Kali ini, saya mau nyobain produk ERHA 21 untuk kulit berjerawat. Semoga cocok nih. (Saat saya menulis ini, baru mulai mencoba produknya. Update hasilnya sebulan lagi, ya)

Untuk masalah kulitku ini, ERHA Apothecary yang berada di Istana Plaza (IP) Bandung, memberikan beberapa produk sesuai permasalahan kulit wajah saya, diantaranya :
- Exfoliating Cleansing Scrub
- Age Corector Serum
- Acne Clarifying Gel
- Acne Spot Gel
- Helios Daily Use/Sun Protector



Apa saja kegunaan kelima produk ini? Berikut penjelasannya:

1. Exfoliating Cleansing Scrub
Erha Exfoliating Cleansing Scrub ini adalah pembersih wajah dengan kandungan scrub (Ada butiran biru yang lembut di dalamnya.) yang membantu mengangkat sel kulit mati, kotoran dan minyak berlebih.  Dilengkapi BHA, Niacinamide, dan Pro Vitamin B5 sehingga tidak hanya membersihkan, tetapi juga membantu mencegah tanda penuaan dan menjadikan wajah tampak bersih, segar dan bercahaya.



Kemasan : tube 60 gram

Cara pemakaian :
Gunakan pada wajah yang sudah dibasahi. Pijat lembut, terutama pada daerah T wajah. Bilas dengan air dan keringkan.

Ingredients : Glycerin, Aqua, Sodium Coco-amphoacetate, Sodium Chloride, Potassium Cocoyl Glycinate, Myristic Acid, Cocamidopropyl Betaine Hydroxysultaine, Sodium Lauroyl Sarcosinate, Tetrasodium EDTA, Sodium Chloride, Lauric Acid, Niacinamide, PEG-120 Methyl Glucose Dioleate, Potassium Hydroxide, Lactic Acid, Stearic Acid, Salicylic Acid, Dimethyl Sulfone, Synthetic Wax, Caprylic/Capric Glycerides, Propylene Glycol, Sodium PEG-7 Olie Oil Carboxylate, Panthenol, Fragrance, Xanthan Gum, BHT, Acid Blue Aluminium Lake (Cl 42090:2), Methylchloroisothiazolinone, Methylisothiazo-linone, Diazolidinyl Urea, Methylisothiazolinone, Diazolidinyl Urea, Methylparaben, Propylparaben.

2. Age Corector Serum

Erha 21 Age Corrector Serum adalah antiaging yang terbukti secara klinis dapat membantu menyamarkan kerutan dan menjaga elastisitas kulit. Mengandung antioksidan dan anti-wrinkle yang bekerja sinergis mengurangi kerutan dan memperbaiki elastisitas dengan cara memperbaiki hidrasi kulit, merangsang pembentukan kolagen serta meningkatkan efektivitas perbaikan sampai ke tingkat DNA secara signifikan, sehingga dapat memperbaiki sel kulit yang rusak akibat sinar UV. Diperkaya dengan moisturizer dan Betawhite untuk melembutkan, melembapkan serta mencerahkan kulit.



Kemasan : Botol air less pump 20 ml

Cara Pemakaian :
Gunakan secara teratur pada pagi dan malam hari setelah membersihkan wajah dan sebelum menggunakan pelembab wajah.

Ingredients : Aqua, Pentylene Glycol, Carnosine, Butylene Glycol, Snail Secretion Filtrate, Glyserin, Glycine Soja Seed Extract, Calcium Chloride, Carbomer, Polysorbate 20, Palmitoyl Oligopeptide, Palmytol Tetra peptide-7, Dicaprylyl Carbonate, Hibiscus Abelmoschus Seed Extract, Xanthan Gum, Undaria Pinnatifida Extract, Starfish Coelomic fluid extract, Propylene Glycol, Albizia Julibrissin Bark Etract, 

3. Acne Clarifying Gel

Erha Acne Clarifying Gel
Kombinasi Toner dan Oil Control untuk kulit berjerawat. Merupakan rangkaian produk Acne Care Lab yang diformulasikan khusus untuk kulit berjerawat atau cenderung berjerawat. Clarifying Gel mengandung Asam Salisilat, Nicotinamide, AHA & Sebum Regulator untuk membantu mengurangi dan mengontrol produksi minyak berlebih serta membantu mengurangi kemerahan pada kulit.

Cara pemakaian : setelah dibersihkan dengan Cleanser Scrub, aplikasikan Clarifying Gel pada kulit secara merata. Biarkan mengering. Jangan dibilas.



Kemasan : 60 ml

Ingredients : Aqua, Glycolic Acid 8%, Ethyl Alcohol,Niacinamide, PEG-7 Glyceryl Cocoate, Allyl Methacrylates Crosspolymer, Ethoxydiglycol, Lactic Acid 1,8%, Salicylic Acid, Sodium Hydroxide, Capryloyl Glycine, Caprylyl Methicone, Acacia Senegal Gum, XanthanGum, Menthol, Methylparaben, Propylparaben.

4. Acne Spot Gel

Acne Spot Gel merupakan rangkaian produk ACNE CARE LAB yang diformulasikan dengan
kombinasi Sulfur dan Asam Salisilat yang efektif untuk merawat kulit yang berjerawat. Terbukti secara klinis sejak hari ketiga membantu mengurangi jerawat dan noda hitam bekas jerawat.

Pemakaian : Gunakan / totolkan pada jerawat serta area sekitarnya. Biarkan mengering.



Kemasan : 10 g

Ingredients : Aqua, Sulfur, Propylene Glycol, Hydrogen Peroxide, Hydroyethyl Acrylate/Sodium Acryloydimethyl Taurate Copolymer, Ethyl Alcohol, Salicylic Acid, Zinc Gluconate, Aloe Barbadendis Leaf Etract, Sodium Hydroxide, Dipotassium Glycyrrhzate, Citric Acid, Disodium EDTA.

5. Helios Daily Use Sun Protector

Ini memberi perlindungan dari penuaan kulit yang disebabkan oleh sinar matahari. Membantu melindungi kulit dari sunburn dan memperlambat tanda-tanda penuaan kulit akibat efek buruk sinar matahari. Dilengkapi dengan antioksidan dan ekstrak tumbuhan untuk memberikan rasa nyaman pada kulit yang terpapar matahari. Diformulasikan dengan formula yang ringan sehingga nyaman digunakan sehari-hari. 



Mengandung SPF 50 sehingga bisa digunakan seharian, namun perlu diulangi penggunaan jika berkeringat atau mencuci muka.

Cara penggunaan : Oleskan pada seluruh wajah atau tubuh 15 menit sebelum keluar ruangan.

***

Nah itu tadi produk-produknya. Untuk hasilnya, nanti akan saya update di blog ini sebulan dari sekarang, yaa. Kalau baca-baca dari teman-teman yang sudah menggunakan perawatan dari ERHA 21, sih, kebanyakan cocok. Semoga ini juga cocok di saya juga untuk menghilangkan jerawat dan bekasnya dari wajah.

Erha Apothecary


Sekilas tentang PT ERHA INDONESIA

Berdirinya ERHA berangkat dari karir dr. Ronny Handoko, SpKK(K), yang memulai praktek pribadinya sejak tahun 1968. Klinik pertama ERHA didirikan di Kemanggisan, Jakarta pada tahun 1999. Sejak awal berdiri, ERHA mengedepankan konsep personalized therapy yang didukung dengan tim dermatolog dan dokter terbaik, produk-produk inovatif, dan layanan dengan peralatan medis teknologi terkini. 

Kesuksesan ERHA juga tidak lepas dari dukungan pelayanan konsumen yang ramah. Rangkain produk ERHA merupakan hasil formulasi terbaik yang telah teruji klinis efektif dan aman untuk digunakan. Untuk bisa melayani kebutuhan masyarakat luas, ERHA hadir di 39 kota di Indonesia dengan 90 cabang. Jumlah outlet ERHA ditargetkan akan mencapai genap 100 cabang pada akhir tahun 2018. Dengan semangat dan dedikasi tinggi, ERHA senantiasa berkembang dan melebarkan sayap untuk menjangkau dan menghadirkan solusi kesehatan kulit kepada masyarakat Indonesia.

Di klinik ERHA nggak cuma melayani perawatan kulit saja, lho. Namun banyak treatment lain. Beberapa treatment di ERHA Signature Line antara lain Skin Tightening Therapy, Laser Photo Rejuvenation, Laser Pigmentation, Laser Vascular, Skin Resurfacing Treatment, Collagen Rejuvenation Therapy, Light Therapy, UVA/UVB Photo Therapy, Botox, Filler, Hair Removal Therapy, Laser Lipolysis, dan Excimer Laser.


facebook : Erha Clinic 
instagram : @erha.dermatology

01 June 2018

Mengabadikan Kenangan dengan Album PHOTOBOOK

Dalam setiap foto selalu ada cerita tersendiri di dalamnya. Seperti ketika saya menemukan sebuah album foto lama di bagian paling bawah lemari buku. Berdebu. Sebagian fotonya sudah rusak dimakan usia. Ingatan saya melesat jauh ke masa lalu. Lalu menayangkan kembali rekaman peristiwa yang terjadi pada waktu itu.

Ketika melihat di album foto masa-masa kecil yang jumlahnya hanya satu dua saja, teringat lagi saat usia balita, saya sering digendong belakang sama Bapak dan dibuatkan wayang-wayangan dari tangkai daun singkong. Pun teringat waktu jalan-jalan bareng Simbok ke candi Borobudur. Atau teringat waktu kakak perempuan saya menikah, sementara di foto itu saya masih berusia 5 tahunan.



Apakah akan sama ingatan kita seandainya tidak ada foto? Mungkin iya, mungkin juga tidak. Iya, karena sebuah kenangan akan sulit kita lupakan jika sudah terpatri di memory. eaaa
Bisa juga tidak, karena manusia tempatnya lupa. Ada sebagian kenangan yang secara tak sadar akan terbuang dari ingatan sekalipun itu peristiwa penting. Ada waktunya kita akan melupakan rasa yang pernah ada

Maka, mengabadikan kenangan lewat sebuah foto itu penting banget, menurut saya. Makanya dimana ada kesempatan untuk berfoto, saya akan mengambil foto sebanyak-banyaknya.

***

Sekarang ini, zaman sudah enak. Canggih. Kita bisa punya ribuan foto di HP. Bisa berfoto satu gaya puluhan kali jepret. Bahkan bisa ratusan. Kalau pengen lihat foto-foto, nggak harus cetak dulu ke tukang foto. Tinggal buka HP atau laptop aja, tempat kita menyimpan foto-foto tersebut.

Beda dengan dahulu kala dimana mempunyai kodak adalah sebuah kemevvahan ( ini merk tapi sudah menjadi sebutan umum untuk tustel ). Masih ingat ini kan gaes?

tustel jadul (pic source : IDN Times)
Tustel jadul dimana kalau mau dipake, harus diisi dengan 'film' dulu. Terus malapetaka jika masang filmnya kebalik. Foto-foto yang udah diambil nggak akan terekam di-filmnya. Atau motretnya gak bener jadi foto-fotonya "kebakar". *nangis kejer*

Foto rame-rame bareng teman nggak kayak sekarang, bisa diatur supaya semua terlihat kece. kalau pakai tustel, sekali jepret yaudah sih nggak ada pengulangan. Pokoknya hasilnya bagus atau jelek ya cuma itu satu-satunya foto.

Terus, masih ingat juga puluhan tahun lalu, saya menyimpan dengan baik negatif film bagaikan harta berharga. Soalnya kalau itu rusak, maka nggak bisa nyetak foto lagi. 

NEGATIf FILM  (pic source : Pixabay)

Lalu, dengan adanya smartphone ataupun laptop dan komputer, apakah menjamin semua foto-foto akan tetap aman?

Nggak juga sih. Semua itu nggak menjamin foto-foto tetap aman. Namanya teknologi bisa rusak. Seperti kejadian yang menimpa komputer saya 5 tahun yang lalu. Karena listrik di rumah sering ngejepret, mengakibatkan motherboard dan memory komputer rusak. Bayangin, memory 1 Terabyte hilang seketika. Sudah dicoba dipindahin ke komputer lain tapi nggak bisa kebaca juga. *cry*

Semua foto-foto dari foto sebelum nikah, foto perikahan, foto Dhia bayi sampai ratusan judul drama korea ada disitu. Semua lenyap!! huhuhu
Bisa sih sebenarnya kalau dibenerin, namun kalau dibenerin biayanya hampir sama dengan harga harddisk baru. Terus ngeri juga kalau foto-fotonya diambil sama kang servicenya, ya kan? 

Terus, saya gak sengaja lihat iklan di timeline/feed Instagram tentang tempat cetak foto online di ID PHOTOBOOK
Ya ampun, yang namanya cetak foto semudah ngitung 123 aja. Coba ngaku yang di HPnya banyak foto-fotonya. *akuu! belum apa-apa udah ngaku. hehe
Di ID Photobook bisa cetak foto dari HP, lho. Tinggal kunjungi webnya aja, terus pilih-pilih album mana yang disukai beserta temanya. Transfer. Terus pilih foto yang mau dicetak dan apload foto di web.
Kita tinggal nunggu album photobook-nya jadi dan diantar ke rumah.

Pengiriman sehari sampai dari Yogjakarta.  Packagingnya rapi. YAY!

Beberapa waktu yang lalu, saya pengen coba-coba cetak foto biar ala-ala majalah gitu. Lalu setelah galau pilih paket yang mana yang mau dipilih, akhirnya saya kesengsem sama yang satu ini. Saya pilih warna cute purple.

warna cute purple ngegemesin
Setelah jadi dan photobook-nya sampai di rumah, ternyata emang cute. (warna foto di bawah ini sedikit lebih tajam karena filter di HP)

Album LARGE

Saya puas sama hasilnya.

  • Desain bisa milih sesuai selera. Ada banyak pilihan desain sampul dan layout isi.
  • Sampul photo book-nya hard cover berbahan duplex.  Isinya menggunakan artpaper 360 yang tebal. Di sampul belakang terdapat foil beruliskan idphotobook.
  • Bebas pilih tema sampul juga.
  • Hasil cetak ID photobook bagus dan berkualitas.
  • Terus dikasih kata-kata mutiara gitu yang bisa bikin baper pas buka-buka photobooknya lagi.
  • Packaging rapi, di dalamnya menggunakan buble.
  • Dikasih kotak untuk menyimpan photobook.
  • Pengiriman cepat sampai. 
  • Harganya juga terjangkau. 
  • Desain kayak majalah


fotonya sih biasa, tapi dicetak jadi buku kek gini,
apalagi dikasih kata-kata romantis, kok jadi baper ya.

"Dimulai dengan cinta, 
dibangun dengan kasih sayang, 
dan dipelihara dengan kesetiaan"



Untuk harga cetak foto di ID Photobook ini mulai dari Rp 99.000  sampai dengan 350.000.  dan juga desainnya, lebih lengkap cek saja ke :
web :  ID Photobook
ke instagramnya : @id.photobook 
fb  : idphotobook
youtube : idphotobook
whatsapp : 085852905400


30 May 2018

Skincare Aman untuk Ibu Hamil

Saat hamil sebelum ini, jujur saya enggak pernah memakai skin care / perawatan kulit wajah apalagi make up secara komplit (hanya memakai makeup dasar aja seperti pelembab wajah dan bedak, udah itu doang). Dulu sih saya memang masih cuek sama kondisi wajah yang berjerawat dan berminyak, tetap kelihatan imut dan lucu kok walau berjerawat (kata simbok dan suami saya, hahaha deziigh!). Iya lah dulu mah masih umur 21 dan 24 tahun waktu hamil Dhia dan Akram. :p

Beda dengan kondisi sekarang, umur 30 tahun jelas berbeda. Saya harus mulai memperhatikan kesehatan kulit karena pada fase ini perempuan sudah mulai menunjukkan "kematangan" kulitnya. Sudah mulai muncul berbagai masalah pada kulit wajah maupun badan, ya kan (?)



Dari awal kehamilan, saya sebenarnya enggak memakai skin care juga, sih. Selain karena "malas" juga karena belum nemu skin care yang aman untuk ibu hamil. Ibu hamil 'kan nggak boleh sembarangan dalam menggunakan skin care karena ditakutkan akan mempengaruhi perkembangan janin di dalam kandungan. Apalagi jika masih hamil muda.

Hingga suatu hari kurang lebih satu setengah bulan yang lalu, seorang teman memberikan info bahwa skincare yang ia jual tuh aman buat ibu hamil maupun menyusui. Saya nggak langsung percaya, dong. hihihi (*pis en laf yaaa)

Karena nggak mau terjebak rayuan penjual skincare, lalu saya membaca product knowlege-nya dulu dengan detail. Termasuk mencari tahu dari berbagai sumber tentang Batrisya. Bertanya ke teman yang sudah pernah pakai. Saya pun membaca dengan teliti setiap komposisinya. Termasuk menanyakan kenapa ada komposisi alcoholnya?

Ternyata gini jawabannya :
"Alkohol merupakan senyawa kimia yang bersifat antibakteri, dimana berfungsi sebagai senyawa desinfektan yang ampuh. Alkohol dapat menjadi cara menghilangkan jerawat kecil-kecil di dahi,  menghilangkan bekas jerawat merah, menghilangkan jerawat bernanah, menghilangkan bekas jerawat berwarna hitam, dan lainnya.
Mengapa demikian? Penggunaan alkohol pada kulit wajah yang berjerawat dapat mematikan bakteri penginfeksi yang menyebabkan jerawat, yakni Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis, dan bakteri penyebab jerawat lainnya. Selain bakteri, alkohol juga dapat mematikan kuman dan beberapa jenis virus sehingga tentunya penggunaan alkohol akan membuat kulit wajah bersih. Jenis alkohol yang dipergunakan adalah Alkohol Nabati yang sifatnya aman."

Cukup "alot" sebenarnya hingga saya akhirnya saya mengiyakan untuk mencoba skincare ini.

Seminggu kemudian saya chat ke teman saya, seorang agen Batrisya yang omset dari jualan ini udah jutaan. "Oke deh, saya mau memakai skincare dari Batrisya ini. Apa yang harus saya pakai sesuai kondisi kulit saya?"

Setelah konsultasi dengan teman saya tersebut, saya disarankan memakai beberapa produk di bawah ini. Oiya, tipe kulit saya normal cenderung berminyak. Kondisi kulit saya berjerawat dan ada bekas jerawatnya.

Baca juga : Perawatan di Rumah Setelah Melahirkan

Jadi fix ya kalau selama ini saya upload foto yang nggak ada jerawatnya, itu kameranya yang dusta dan foto telah melewati editing hingga flawless dan kinclong, wkwkwk #TimFotoEditan

Dan ini dia produk Batrisya yang saya coba :

1. Sabun Kopi + VCO
2. Acne Coffe Face Toner
3. Masker Peeling
4. Normal day & Night Cream with VCO

ket :
1. Sabun Kopi + VCO



Sabunnya berwarna hitam, berbentuk kotak padat. Namun setelah terkena air teksturnya ada scrubnya gitu, terdapat butiran-butiran halus seperti ada ampas kopi. Wanginya ada sedikit aroma kopi juga.
Saya memakainya dua kali sehari pagi dan sore.
Sesaat setelah memakai sabun kopi wajah terasa kesat, terasa bersih dan lembut. Jadi senang banget mengelus pipi. ;)

Komposisi : Coconut Oil (VCO), Aqua, Stearic Acid, Glucose, Propylene Glycol,dll

komposisi sabun kopi

Cara Pemakaian : potong secukupnya, sisanya disimpan (inni bertujuan agar sabun lebih awet). Basahi potongan sabun di telapak tangan hingga berbusa, usapkan ke wajah secara merata lalu bilas.

2. Face Toner

Dipakai setelah menggunakan sabun kopi/ pembersih wajah.



Face toner merupakan penyegar wajah yang mengandung ekstra kopi, vitamin, VCO dan Tea Tree Oilyang dapat membantu merawat kulit berminyak dan atau berjerawat. Membersihkan kulit wajah dari sisa pembersih waja yang masih tertinggal. Menjadikan kulit wajah terasa lebih segar dan tetap sehat.

Komposisi : Aqua, Propylene Glycol, Alcohol Nabati, dll

Cara pemakaian : tuangkan di atas kapas, lalu aplikasikan ke wajah dengan cara menepuk-nepuk.

3. Krim siang dan malam


Krim siang
Krim siang mengandung perpaduan Ekstrak Aloe Vera, Pepaya, Green Tea, moisturising, VCO, Vitamin E, dan Argan Oil yang membantu menjaga kesehatan kulit wajah.
Krimnya berwarna kuning. ketika diaplikasikan ke kulit wajah, terasa agak seikit lengket. namun setelah beberapa saat dan krimnya meresap ke kulit lengketnya akan hilang.

komposisi


Memakai krim siang Batrisya membuat kulit wajah saya bebas minyak sampai sore. Bahkan sampai malam menjelang membersihkan wajah dan memakai krim malam.

kemasannya ada stiker hologram


Krim Malam
Mengandung Ekstrak Aloe Vera, Pepaya, Green Tea, VCO, Vitamin E, dan Argan Oil. Diaplikasikan ke wajah setelah membersihkan wajah pada malam hari. Krimnya berwarna hijau. Begitu dioleskan ke wajah, sama dengan krim siangnya, agak lengket paa awalnya. Namun beberapa saat akan meresap dan membuat kulit halus. Apalagi saat pagi hari setelah membersihkan wajah.

4. Masker Peeling


Masker peeling ini bermanfaat menghaluskan, melembabkan, dan menghilangkan flek di wajah, bahkan yang membandel seperti yang terdapat di wajah saya.
Komposisi : madu, minyak ikan hiu, kopi.

Cara pemakaian : Basahi wajah, oleskan masker peeling secara merata, gosok perlahan selama 5 menit, diamkan selama 5-15 menit, lalu bilas menggunakan air sampai bersih. Setetah itu, gunakan face toner.

Saya memakai masker peeling 2 kali seminggu atau bisa juga 2 hari sekali .

Setelah sebulan menggunakan Batrisya

Sekedar informasi, Batrisya adalah skincare dengan bahan alami, atau yang kita kenal dengan herbal. Batrisya tidak menjanjikan kulit wajah putih-kinclong-licin-glowing sampe lalatpun kepleset jika hinggap di kulit. Batrisya tiak seperti skincare lain yang mengandung mercury dan bahan berbahaya bagi kulit. Oleh karena itu, sebulan setelah saya rutin menggunakan ini, perubahan yang terjadi pada kulit tuh kulit menjadi lebih lembut dan noda bekas jerawatnya berkurang. Kulit enggak glowing namun menjadi enggak berminyak. Merasa lebih PD aja sih. hahaha.

Ini harusnya saya bikin survei kepada teman-teman yang kemarin ketemuan ya, apa bedanya kulit wajah saya satu bulan yang lalu dengan sekarang. hihihi



Yang pasti, saya tenang aja sih memakai skincare selama hamil trimester akhir ini. Soalnya batrisya ini adalah prouk herbal yang aman buat bumil (dan menyusui) dan telah mendapatkan BPOM dan LLPOM MUI juga lho. Aman dan HALAL.

What I hate :
Secara keseluruhan nggak ada keluhan berarti. Cuma satu aja sih, sabun kopinya ini gampang banget larut sama air ternyata. Jadi kalau kena air dikit aja jadi lumer gitu. Tapi nggak jadi masalah, karena kan terbuat dari herbal jadi kayak gini mungkin. Cara agar awet, gunakan satu potong kecil sabun dan letakkan di tempat yang kering di kamar mandi.

Berapa harganya?

Semua yang saya pakai di atas harganya Rp Rp 362.500
Dengan rincian masing-masing produk sebagai berikut :
1. Sabun Kopi + VCO : Rp 25.000
2. Acne Coffe Face Toner : Rp 76.500
3. Masker Peeling : Rp 65.000
4. Normal day & Night Cream with VCO : Rp 195.000

Belinya dimana?

Saya membeli di agen batrisya resmi. Jangan beli di sembarang tempat, ya, karena kita nggak tahu kan itu asli atau palsu. Sebaiknya beli di agen resminya ya.

kontak aja : 
Anna Rahmawati

telepon/whatsapp : +62 812-3407-5760
facebook : Anna Rahmawati 
instagram : @anna.rakhmawato01

Belanja Batrisya nggak usah takut kemahalan di ongkos kirim, ya manteman, karena walaupun kita beli di agen yang tinggal di Yogjakarta misalnya, namun pengiriman produknya dari stokist terdekat dengan tempat tinggal kita misalnya agen Jakarta, Bandung, Tangerang, Tegal, Kebumen, Purworejo, Surabaya, Lumajang, Blitar. Seperti saya, produk dikirim dari stokist Bandung sehingga cuma bayar ongkir Rp 6500.

Buat manteman yang sedang ingin lepas dari skin care yang menganung mercury dan bahan kimia berbahaya lainnya, saya rasa Batrisya akan menjadi produk yang tepat untuk anda.

27 May 2018

Cara Tepat Mencuci Pakaian dengan Mesin Cuci 2 Tabung

Semakin banyak jumlah anggota keluarga yang ada di rumah, membuat beban cucian juga semakin
banyak dari waktu ke waktu. Bukan tanpa alasan, melainkan karena memang setiap hari harus selalu
bergonta-ganti pakaian. Namun dengan adanya mesin cuci, maka beban ibu rumah tangga untuk
mencuci pakaian sekarang bisa jauh lebih berkurang dibandingkan dengan sebelumnya. Ada banyak
pilihan mesin cuci yang cocok untuk membantu aktivitas harian tersebut. Salah satu diantaranya
adalah mesin cuci 2 tabung.



Bisa dikatakan bahwa seri yang satu ini termasuk produk keluaran lama dibandingkan dengan 1
tabung, perbedaan mendasarnya adalah dari segi ukuran, dimana memang mesin cuci yang memiliki
2 tabung ini dibekali dengan ukuran yang besar, sehingga terkadang memakan lebih banyak tempat
di dalam rumah. Hanya saja sebanding dengan hal tersebut, maka kapasitas mesin yang satu ini juga
terbilang sangat besar sehingga dapat memuat lebih banyak pakaian kotor hanya dalam sekali pakai.

Perbedaan lainnya adalah dari segi fiture, dimana untuk jenis mesin cuci 2 tabung memiliki bagian
pengering yang berbeda, tidak satu tempat langsung dengan tabung pencucian tersebut, melainkan
di bagian tabung yang lainnya, sehingga jika ingin mengeringkan pakaian tersebut harus memindahkan dari satu tabung ke bagian tabung yang lainnya, memang kurang praktis, namun dari
segi harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan yang satu tabung saja.

Lalu bagaimana cara mencuci menggunakan mesin cuci yang satu ini, berikut ada panduan
mudahnya untuk Anda, yaitu:

1. Isi air secukupnya pada tabung pencucian mesin tersebut, pengisian bisa dilakukan secara
langsung dengan menghubungkannya dengan selang aliran air, jika tidak menggunakan
sumber air langsung, maka dapat disiasati dengan menggunakan pengisian manual, yaitu
diisi dengan gayung sampai jumlah yang diinginkan. Setelah itu masukkan pakaian kotor
Anda ke dalamnya. Hindari juga untuk mencampur aduk pakaian yang mudah luntur dan
juga tidak disini. Jangan mencuci pakaian yang mudah kotor dan juga dalaman di dalam
mesin cuci.

2. Masukkan detergen secukupnya kedalam mesin tersebut
Berbeda dengan mesin cuci satu tabung, jenis 2 tabung ini memang tidak dilengkapi dengan adanya fiture untuk memasukkan detergen secara otomatis, sehingga harus dimasukkan langsung ketika mode pencucian atau sebelumnya.
Lebih baik menggunakan jenis detergen cair dibandingkan dengan bubukan, karena tidak menimbulkan residu yang justru semakin membuat pakaian tampak kusam, pada pakaian gelap bahkan bisa menyebabkan tampilannya jadi kotor.

3. Tentukan pengaturan waktu dan juga mode pencucian
Ada tombol-tombol khusus yang dipakai untuk menentukan jenis pencucian, misalnya bentuk pencucian biasa atau yang ringan, ada pula mode pencucian yang lebih kuat, biasanya ditujukan untuk pakaian yang berat layaknya jeans.

4. Tunggu sampai mesin tersebut selesai beroperasi
Nantinya Anda masih harus membilas pakaian. Cara membilasnya juga seperti langkah pertama mengisi air, pertama kosongkan aki yang ada dalam tabung tersebut, kemudian hubungkan dengan selang dan masukkan air. Biarkan sampai pakaian bersih.

5. Pindahkan pakaian ke bagian tabung pengering satu persatu sampai tabung pengering
penuh, kemudian jalankan mode pengeringan setelah sebelumnya memilih waktu untuk
pengeringan.

6. Pakaian bisa langsung dijemur, sebentar saja karena sudah setengah kering.

Bagi yang terbiasa menggunakan mesin cuci satu tabung mungkin belum terbiasa dengan mesin cuci
2 tabung, begitu juga sebaliknya karena prosesnya memang sedikit berbeda.

25 May 2018

Menunda Kehamilan Dapat Mengurangi Risiko Kanker Ovarium?

Sebuah penelitian baru menunjukkan, wanita yang melahirkan anak pertama mereka di usia pertengahan 30 atau lebih mungkin memiliki risiko kanker ovarium yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang melahirkan anak pertama mereka lebih awal dari itu.

Waduh! Saya kaget saat membaca sekilas kalimat di atas di sebuah website. Oh ya? Masa sih?


Setelah membaca lebih lanjut, ternyata temuan tersebut bukan terjadi di Indonesia, saudara-saudara.  Peneliti menganalisis informasi dari hampir 1.700 wanita yang tinggal di Los Angeles yang memiliki kanker ovarium dan sekitar 2.380 wanita yang tinggal di daerah yang sama yang tidak memiliki kanker ovarium.

Para peneliti menemukan bahwa setiap peningkatan lima tahun dalam usia seorang wanita pada kelahiran anak pertamanya berhubungan dengan 16 persen risiko kanker ovarium yang lebih rendah. Jadi, misalnya, wanita yang melahirkan anak pertama mereka pada usia 35 atau lebih muda memiliki 46 persen penurunan risiko kanker ovarium dibandingkan dengan wanita yang melahirkan anak pertama mereka ketika mereka lebih muda dari 20 tahun.

Penemuan ini dilakukan bahkan setelah para peneliti memperhitungkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi risiko seorang wanita terkena kanker ovarium, seperti jumlah bayi yang ia miliki dan penggunaan kontrasepsi oral.

Studi sebelumnya telah menemukan bahwa 
wanita yang melahirkan lebih banyak anak-anak berisiko lebih rendah untuk kanker ovarium. 

Satu hipotesis yang ada kaitannya dengan hal di atas : selama kehamilan, wanita berhenti berovulasi, atau melepaskan telur setiap bulan. Ovulasi teratur dianggap meningkatkan risiko kanker ovarium karena merusak lapisan indung telur, sehingga sel-sel ovarium perlu sering diperbaiki, yang dapat meningkatkan peluang terjadinya perubahan-perubahan yang menyebabkan kanker.

Tetapi temuan baru menunjukkan bahwa ada faktor lain selain penghentian ovulasi selama kehamilan yang mengurangi risiko kanker ovarium, kata peneliti Alice Lee, seorang mahasiswa doktoral di University of Southern California, yang mempresentasikan temuan di sini minggu ini pada pertemuan tahunan. Asosiasi Amerika untuk Penelitian Kanker.

"Fakta bahwa waktu (kehamilan) penting untuk menunjukkan ada sedikit lebih banyak pada" hubungan antara ovulasi dan kanker ovarium, "Lee mengatakan pada Live Science.

Tidak jelas mengapa waktu kelahiran penting untuk perlindungan terhadap kanker ovarium. Tetapi ketika wanita hamil, mereka mengalami peningkatan kadar hormon progesteron, yang memicu beberapa sel untuk merusak diri sendiri. Karena wanita yang lebih tua telah mengumpulkan lebih banyak kerusakan pada sel-sel yang melapisi ovarium, kehamilan pertama kemudian dapat membersihkan lebih banyak dari kerusakan ini.

"Jika Anda memiliki usia yang lebih tua pada kelahiran pertama, Anda pada dasarnya dapat membersihkan lebih banyak sel-sel yang berubah menjadi ganas," kata Lee.

Saya merasa aneh juga nih, kalau di Indonesia, semakin tua usia wanita melahirkan, semakin beresiko. Apalagi setelah berusia 40 tahun lebih.

Masih terlalu dini untuk mengatakan apakah temuan itu "kabar baik" bagi wanita yang menunda kehamilan, karena semakin banyak wanita yang melakukannya. Lebih banyak penelitian diperlukan untuk mereplikasi temuan, kata Lee.

Dalam penelitian lain, penelitian menunjukkan bahwa wanita yang melahirkan anak pertama mereka di usia yang lebih tua memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara, menurut Susan G. Komen Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang mendanai penelitian kanker payudara.

***
Jika anda ingin program anak ke dua ataupun anak pertama, tetapi belum di karuniakan anak, anda bisa mencoba madu penyubur kandungan, anda bisa mengunjungi http://herbalpenyuburkandungan.com

22 May 2018

Harga Rokok Harus Mahal

"Bar madhang, ora udud? Eneg!"
["Habis makan nggak merokok? (rasanya) eneg!"]

Begitulah ujar seorang kawan saya yang perokok berat. Setiap sehabis makan, dia nggak bakalan ketinggalan menghisap 1 - 2 batang rokok. Kalau nggak ngerokok setelah makan tuh rasanya ada yang kurang, katanya.

"Mah, pang meulikeun udud!"
["Mah, tolong beliin rokok!"]

Saya kerap kali mendengar kalimat perintah seperti itu waktu tinggal di kontrakan Nenek, dulu. Paman sering sekali menyuruh istrinya membelikan rokok. Jika Bibi sedang repot memasak dll, maka beliau akan menyuruh anaknya yang kelas 1 SD untuk membeli rokok di warung sebelah. Miris lihatnya. Kecil-kecil sudah diajarin membeli rokok.



Masih banyak sekali kejadian-kejadian di sekitar lingkungan saya. Para tukang bangunan yang menggerutu jika tidak disediakan rokok, para pemuda yang sedang nongkrong di pinggir jalan, bahkan bapak saya sendiri juga dulunya adalah seorang perokok berat. Saya juga kerap kali mendapati anak-anak SMP menghisap rokok dengan bebasnya di jalanan. Rokok ini bagaikan kebutuhan primer (bagi pecandu) yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mereka akan melakukan apa saja untuk rokok. Bagi mereka lebih baik tidak makan daripada tidak merokok. Itulah. Jadi jika rokok dinaikkan harganya, ini bagaikan sisi mata pisau. Bisa menjai baik. tapi bisa juga berdampak buruk.

Lalu, kita sebagai perempuan, apakah akan diam saja? Enggak dong, ya. Saya yakin, banyak perempuan yang membenci rokok. Namun karena keterpaksaan, para perempuan itu hanya bisa pasrah.

Saya mau bercerita sedikit. Bapak saya dulu adalah seorang perokok berat sebelum akhirnya kena stroke. Setiap harinya, beliau bisa menghabiskan 1 - 2 bungkus rokok. Apa ibu saya tidak berusaha mencegah? Nggak, malah beliau yang menyediakan. Yaaa, mau gimana lagi, ibu dihadapkan pada kondisi serba salah. Kalau nggak dibeliin bapak akan marah-marah. Daripada ribut melulu, terpaksa lah ibu menyediakan rokok untuk bapak. Hingga akhirnya suatu hari bapak tiba-tiba terkena stroke. Beliau terbaring tak berdaya. Ibu lagi yang harus mengurusnya. Alhamdulillah dengan ijin Allah, bapak sembuh setelah 2 tahun, makan dan buang air di kasur.

YA! Rokok merusak badan. Perlahan menghancurkan diri perokok maupun orang di sekitarnya. Waktu saya kecil, ibu pernah menderita batuh menahun, telah menghabiskan obat berbotol-botol. Dan lagi-lagi Alhamdulillaah atas izi Allah, ibu bisa sembuh total.

Apakah mereka (pecandu rokok) tidak terpikirkan akan mendapatkan penyakit karena merokok terus menerus? Apakah mereka tidak memikirkan bahwa keluarga mereka akan terancam dengan penyakit juga? Ah, saya pun bingung sendiri dibuatnya.

Maka, ketika rokok telah menjadi candu, akan membuat pengeluaran belanja rumah tangga menjadi semakin besar. Bayangkan saja jika pengeluaran untuk rokok perhari 10.000 misalnya, sebulan 300.000, setahun 3.600.000. Ini minimalnya, kenyataannya akan lebih dari itu, bukan? Ngeri juga kalau menjumlahkan pengeluaran hanya untuk dibakar sia-sia.

Dalam rangkan kampanye pengendalian tembakau dan peran aktiv perempuan, Radio KBR mengadkan serial #RokokHarusMahal dalam Ruang Publik. Acara ini diadakan setiap Rabu pukul 09:00 - 10:00 WIB. Kita juga mendukung kampanye ini dengan mengisi petisi di change.com bahwa pemerintah harus membuat aturan harga rokok harus mahal, harga rokok 50.000 bahkan 100.000.

Di #RuangPubliKBR episode 2 Rabu lalu membahas tentang Perempuan, Puasa, dan Rokok Harus Mahal. Narasumbernya adalah Krisna Puji Rahmayanti ( Dosen Universitas Indonesia dan Komnas Pengendalian Tembakau) dan Tresia Mahaputri Nusantari Maghfirah, MARS, MPM (Koordinator Divisi Pelayanan Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat Aisyiyah).





Perokok tidak hanya laki-laki, kini banyak saya jumpai perempuan yang merokok di tempat umum.  Pelajar SMP SMU juga dengan santainya merokok di tempat umum.
Apakah ini akibat rokok bisa dibeli semua kalangan? Bisa jadi. Rokok di Indonesia dijual dengan harga yang murah. Berbeda dengan di Singapura, rokok mahal bea cukainya mahal, jadi yang bisa membeli rokok hanya kalangan tertentu saja.
Berbeda dengan di Indonesia. Ya sudah dijual murah, bisa dibeli perbatang/ketengan pula. Maka tak heran anak SMP pun sudah bisa membeli rokok dari uang jajan mereka. Masyarakat menengah ke bawah juga dengan mudah membeli rokok.

Ini juga berhubungan dengan peraturan perundang-undangan yang tidak tegas. Harusnya ada larangan batasan usia yang boleh memberi rokok, seperti di Singapura.

Ibu Tresia mengatakan bahwa : sebaiknya moment Ramadhan ini bisa menjadi awal untuk menurunkan konsumsi rokok. Secara siang harinya kan berpuasa. Dari pwngurangan jumlah rokok yang dibakar, setelah Ramdhan semoga tidak kembali lagi kepada kebiasaan semula. Syukur-syukur jika bisa berhenti.

Kita sebagai perempuan  (anak, istri, kaka, adik, dll) juga bisa membantu keluarga kita untuk mulai berhenti merokok. Sebagai istri, kita bisa mengatur/mengalokasikan konsumsi rokok untuk kebutuhan gizi keluarga. Maka saya bersyukur sekali mendapatkan pasangan yang tidak merokok. Jika orang lain menganggarkan sebagian pendapatan untuk rokok, suami saya menggunakannya untuk menabung atau mencukupi kebutuhan anak-anak dan istrinya.


Oiya, bagi para blogger, acara #RuangPubliKBR ini ada lomba menulisnya, lho. Akan ada hadiah 1,2 juta rupiah untuk 3 pemenang setiap minggunya. Serta di akhir semua episode akan ada grandprize sebesar 17 juta rupiah.

Dengarkan obrolannya di radio-radio jaringan KBR di Nusantara. Di Jakarta bisa didengar di @powerfm892 . Bisa juga Streaming KBR.id / KBR apps atau ditoton di LIVE FB Kantor Berita Radio KBR.

Catat ya tanggal talkshow lengkapnya.

PUKUL : 09.00-10.00 WIB

1. Jumat, 11 Mei 2018 ;
2. Rabu, 16 Mei 2018;
3. Rabu, 30 Mei 2018;
4. Rabu, 6 Juni 2018;
5. Rabu, 20 Juni 2018;
6. Rabu, 11 Juli 2018;
7. Rabu, 25 Juli 2018;
8. Rabu, 15 Agustus 2018

Syarat dan ketentuan lomba selengkapnya ada di sini ya --  http://bit.ly/2InVIgZ

20 May 2018

Perubahan Tubuh Selama Kehamilan

Assalamu'alaikum, teman-teman. Semoga semuanya alam keadaan sehat, ya. Doain saya semoga selalu sehat dan nanti pas persalinan lancar. Sudah sebentar lagi, nih, menjelang launching si baby. HPL (hari perkiraan lahir) tanggal 14 Juni. Kata dokter waktu saya USG kemarin, paling cepat akan lahir tanggal 6 Juni sedangkan paling lama tanggal 18 Juni.

Sekarang sudah nggak enak buat duduk lama maupun berbaring lama-lama. Siang malam selalu kepanasan dan keringetan. Nggak enak posisi tidur baik miring kanan- miring kiri- telentang. Bantal kudu banyak banget dikelilingkan di seluruh tubuh. hihihi

Rasanya kayak pertama kali hamil aja sih ini. hahaha. Padahal udah hamil ke-tiga lho. Apa karena jarak mas Akram dengan dedenya ini agak lama ya(?) jaraknya 5 tahun jadi saya kok lupa semua-semua yang terjadi saat hamil Akram. Subhanallah ya, Allah berikan kita lupa sehingga nggak pernah takut untuk hamil lagi dan lagi.

Keluhan saat hamil pada setiap ibu memang berbeda-beda. Seringkali ada yang kesusahannya berat, namun ada pula yang saat hamil biasa-biasa saja. Berikut beberapa perubahan yang terjadi pada ibu hamil. Buat new moms, semoga enggak kaget sama perubahan tubuhnya yaaa.



Bertambahnya berat badan

Perubahan tubuh yang paling umum terjadi adalah meningkatnya berat badan seiring dengan tumbuh kembang janin dalam kandungan. Perut yang semakin membesar, lalu nafsu makan yang semakin bertambah membuat kenaikan berat badan menjadi drastis. Bahkan ada yang sampai 20 kg. Kalau saya sendiri, dari hamil 1 sampai ketiga ini perubahan berat badan sih enggak terlalu banyak. Paling hanya sampai 6 kg saja. Bahkan saat ini, berat badan saya hanya bertambah 2 kg dari sebelum hamil, ini karena waktu trimester 1 saya mengalami penurunan berat badan akibat mabuk mual muntah.

Perubahan pada payudara

Buat newmoms, jangan kaget jika payudara bertambah besar dan terasa penuh, menjadi kencang dan nggak nyaman, lalu aerola pun ikut berubah menjadi hitam banget dan lingkarannya semakin lebar. Itu adalah hal yang wajar yaa.
Maka tak jarang, bra sebelum hamil akan menjadi tidak muat lagi saat hendak dipakai saat hamil.

baca juga : Bra Ternyaman untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Perubahan pada Kulit dan munculnya strechmark

Perubahan kulit sangat umum selama kehamilan, tetapi yang cenderung paling mengganggu wanita
adalah stretch mark. Garis-garis merah muda dan keunguan ini biasanya terlihat pada
perut, payudara, bokong atau paha wanita. Streshmark terkadang berubah menjadi guratan-guratan hitam yang mengerikan. Strechmark ini rasanya cenderung gatal makanya saya sendiri nggak tahan saat gatal menyerang perut. Maka saya pun menggaruknya. Nggak seperti waktu hamil pertama, saya justru nggak berani meggaruk perut karena takut muncul streckmark lebih banyak. Namun kenyataannya, mau digaruk atau enggak, strechmark tetap muncul juga. hahaha
Stretch mark ini terjadi pada wanita yang mengalami obesitas, kenaikan berat
badan yang cepat selama kehamilan, atau memiliki janin besar. Kalau yang langsing-langsing sih katanya memang nggak muncul strechmark, ya (?)

Selain strechmark, kulit pada ibu hamil biasanya juga ikut berubah. Kulit wajah ada yang berubah menjadi cerah dan terpancar aura cantik dan bercahaya, namun ada pula yang berubah menjadi kusam dan menghitam, ada juga yang secara tiba-tiba muncul banyak daki di sekujur tubuh. Nggak usah takut, daki-daki yang bikin badan ibu hamil tampak kusam dan tak terawat ini akan luruh dan hilang dengan sendirinya ketika ibu telah melahirkan. Sebenarnya, perubahan kulit badan maupun wajah menjadi kusam tidak perlu dikasih obat atau perawatan macam-macam ya karena saat melahirkan akan kembali normal. Tapi jika ingin menjalani perawatan di rumah, pastikan bahan-bahan yang terkandung pada produk perawatan adalah yang aman untuk ibu hamil agar tidak mengganggu tumbuh kembang janin.

Baca juga : Skincare yang Aman untuk Ibu Hamil

Perubahan pada rambut dan kuku
Saya waktu hamil pertama, rambut mengalami kerontokan parah walaupun sudah memakai shampoo anti rontok. Kerontokan rambut benar-benar parah waktu itu, sampai ketika saya sisir dengan jari tangan, rambut dengan mudahnya rontok dan menempel di sela-sela jari. Apalagi saat disisir dengan sisir yang rapat, segenggam rambut dipastikan akan tercabut dari akarnya. Hal ini berlangsung hingga beberapa bulan setelah melahirkan. Dulu, rambut saya kembali normal ketika Dhia sudah berusia 1 tahun.

Sementara perubahan pada kuku adalah kuku menjadi lebih tipis, rapuh, dan mudah sobek/patah.
Menurut The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Perubahan kuku mungkin disebabkan oleh peningkatan aliran darah ke jari tangan dan kaki karena peningkatan kadar estrogen. Seperti rambut, kuku juga cenderung tumbuh lebih cepat ketika seorang wanita hamil.

Kesehatan gigi dan tulang
Waktu periksa kehamilan pertama kali, saya ingat bidan berkata :"Gusinya berdarah nggak? Giginya sakit nggak? Badannya sakit nggak? Tulang-tulang ngilu/linu nggak?"
Alhamdulillah selama hamil ketiga ini, gigi dan tulang tidak terasa sakit. Saran saya, keluhan sedikit yang kita rasakan tuh sebaiknya katakan saja kepada bidan. Misalnya seperti yang saya alami waktu trimester 2. Perut sering terasa kencang dan kram. Kata dokter setelah melihat hasil USG, katanya saya kekurangan Kalsium. Pertumbuhan janin meamng membutuhkan kalsium yang tinggi. Jika tidak tercukupi dari makanan/asupan nutrisi yang dikonsumsi ibu, maka akan mengambil cadangan Kalsium pada tubuh ibu. Sehingga, gigi dan tulang akan terasa sakit. Jika dibiarkan akan menjadi semakin parah. Jangan lupa minum obat dan suplemen yang diberikan dokter/bidan agar tetap tercukupi kebutuhan nutrisinya.

baca juga : Suplemen untuk Ibu Hamil Trimester 1

Varises pada alat kelamin
Perubahan tak terduga yang terjadi pada ibu hamil adalah varises di alat kelamin. Emang ada? Ada.
Ini terjadi karena pembuluh vena yang terdapat pada vagina mengalami pembengkakan. Biasanya muncul di trimester ketiga. Rasanya pasti nggak nyaman banget. Sebaiknya konsultasikan ke dokter atau jika perlu periksakan apakah pada vagina muncul varises.

Perubahan-perubahan di atas terjadi saat wanita mengalami proses kehamilan. Buat teman-teman yang saat ini masih berikhtiar melakukan segala usaha untuk hamil, dapat mencoba madu penyubur kandungan di http://herbalpenyuburkandungan.com. Mereka mengklaim sudah lebih dari 2000 pasangan telah dibantu setelah mengkonsumsi madu yang sudah mendapat izin BPOM dan halal ini.

Hamil dan mendapat momongan memang hak prerogratif Allah SWT, namun terus melakukan ihktiar/usaha juga penting. Semoga teman-teman yang tengah menantikan sang buah hati dipermudah yaaa.

Salam bumil happy


16 May 2018

Agar si Kakak Tidak Cemburu dengan Kehadiran Adik

Dulu, waktu Dhia akan punya adik (hamil anak kedua) sering ada yang bertanya : "Mbak Dhia gimana, Wien, pas tahu dia mau punya adik?"

Lalu sekarang, muncul pertanyaan yang sama : "Gimana reaksi Dhia dan Akram saat tahu mau punya adik?"

Jawaban saya masih sama yaitu
1. Dhia senang mau punya adik.
Dulu pas saya hamil Akram, Dhia masih umur 2 tahun. Dhia eggak kelihatan membenci adiknya. Enggak pernah menyakiti atau rewel saat adiknya sudah lahir. Kata orang, anak perempuan mah "temuwo".
2. Dhia dan Akram senang sekali mau punya adik.
Mereka antusias dan sudah muncul rasa sayang sama adiknya sejak tahu saya hamil lagi. Ini terlihat dari tingkah mereka yang sering ngelus-elus perut saya dengan belaian kasih sayang. Mereka juga sangat perhatian sama adiknya. Misalnya : saat mau berangkat sekolah, setelah cium tangan saya, mereka seringkali menyapa adik dalam perut dan mencium perut saya. Saat malam tiba, Dhia maupun Akram sering banget memijat kaki saya, duh rasanya haru banget anak usia 5 tahun bisa melakukannya.

"Mereka nggak cemburu?"
"Enggak."

"Ada perubahan sikap atau perilaku sama mereka?"
"Enggak juga. Kalaupun ada perubahan sikap, arahnya ke yang positif. Mereka jadi lebih lebih lebih mandiri, sih. Mandi sendiri, pakai baju sendiri, makan sendiri, membereskan mainan sendiri."

"Mereka jadi kurus nggak? Katanya kalo mau punya adik, kebanyakan si kakak menjadi kurus, ya?"
"Enggak juga, malah naik berat badannya. Akram justru makin gendut, nih." :)

"Gimana cara agar si kakak tidak cemburu dengan kehadiran adik barunya?"
"Saya coba tuliskan yaaa. Tapi ini cuma sesuai dengan apa yang telah kami terapkan. Kalau kata psikolog anak ternyata berbeda, ya mom maap."



1. Jangan Kurangi Kasih Sayang dan Perhatian terhadap sang Kakak

"Enggak mungkin laaah ini terjadi, kami tetep sayang dong sama si kakak." kata teman saya.

Namu secara tidak sadar, beberapa dari orang tua jadi lebih memperhatikan calon adik yang masih di dalam kandung. Sehingga si kakak merasakan kasih sayang dan perhatian yang semakin berkurang. Kesibukan orang tua bekerja dan mempersiapkan kehadiran bayi menjadikan konsentrasi terpecah. Maka sang kakak merasa : "Ih kok, dikit-dikit adik ... dikit-dikit adik."

Misalnya dalam situasi seperti ini :

- si kakak mau minta gendong
Lalu kita jawab : "Jangan kak, ada adik dalam perut."
Padahal masih bisa dengan alternatif jawaban lain seperti gendong sama ayah saja, ya. Jika masih tetap ingin digendong ibu, kasih jawaban lain seperti : oke digendong, tapi sambil duduk yaaa, atau dipangku saja. oke?
Pokoknya jangan sering menolak ketika si kakak minta perhatian lebih dengan alasan "ada adik dalam perut ibu".

Contoh lain yang pernah kami alami adalah ketika bangun tidur biasanya kami selalu mencium pipi/kening anak-anak, menyapanya dengan assalaamu'alaikum, selamat pagi anak ummi&abi yang cantik/ganteng, lalu mengucapkan doa setelah bangun tidur. Kami tidak merubah kebiasaan kami tersebut ketika ada calon adik dan insyaAllah tidak akan berubah setelah adiknya lahir. Ritmenya masih sama seperti hari-hari sebelumnya. Perhatian yang sama, belaian yang sama, kalau bisa malah lebih banyak perhatian lagi.

- Jangan selalu dan atau terlalu membela adik, ya

Dhia dan Akram  beda usia 3 tahun pas. Permainan mereka hampir sama, bermain berdua, kadang akur kadang bertengkar entah itu mainan kakak dirusak adik maupun rebutan mainan. Jangan salahkan si kakak melulu. Jangan selalu si kakak yang harus mengalah. Jangan juga selalu membela si adik, karena ini lama kelamaan bisa menimbulkan kecemburuan.

Yang kami lakukan adalah ketika mereka rebutan mainan saya tanya ke mereka : "Bisa gantian / nggak? Kalau enggak bisa, lebih baik nggak usah main mainan yang ini aja, ya."

Akram dan Dhia nggak akan main mainan tersebut kalau masih saja berantem berebut mainan.

Ketika adik atau kakaknya usil, lalu salah satu menangis, jangan buru-buru menyalahkan si kakak : "Kakaaak, jangan ganggu adiknya terus dong!"
Padahal adik menangis enggak selalu diusilin sama kakaknya, lho. Bisa juga adiknya yang salah. Kalau saya sih, selidiki dulu dengan bertanya/konfirmasi kepada keduanya. Baru mengambil tindakan yang adil dan tidak memihak salah satu.

- Ajak kakak saat berdoa.
Yaitu doa khusus buat adik bayi dalam perut ibu agar selalu sehat. Setelah berdoa untuk adik bayi dalam perut, lanjutkan dengan mendoakan sang kakak. Keraskan suara sehingga sang kakak mendengar ucapan doa kita, belai kepala dan punggungnya. Membelai kepala dan punggung, akan melembutkan hati anak.

- Tetap ajak kedua kakak jalan-jalan, piknik tipis-tipis, atau apa aja deh yang membuat mereka menikmati waktu bersama orang tuanya. Seperti bermain bersama di rumah.
Sebelum anak ketiga ini lahir, saya dan Abudi termasuk sering banget ngajak Akram dan Dhia main kemana gitu. Minimal pas weekend kita keluar ke tempat-tempat main seputar Bandung-Cimahi aja. Walaupun dekat, anak-anak mah udah gembira.

Gitu deh, teman-teman. Dalam tulisan ini saya hanya menyampaikan berdasarkan apa yang telah kami (saya dan Abudi) lakukan dan sesuai pengalaman saja. Oleh karena kondisi tiap keluarga berbeda-beda, sesuaikan dengan kondisi masing-masing, ya. Semoga bisa dipraktekkan buat orang tua muda yang mau menambah momongan tapi takut si kakak cemburu.

Salam Bumil Happy :)))

13 May 2018

Ramadan Ekstra Sibuk dengan Kehadiran Bayi, Mending Belanja Online atau Offline?

Assalaamu'alaikum teman-teman...
Ramadhan tinggal beberapa hari lagi, nih. Apa aja yang sudah dipersiapkan untuk menyambut Ramadhan tahun ini? Sudah menyiapkan fisik dan psikis untuk berpuasa sebulan penuh? Udah menyiapkan resep untuk buka dan sahur selama sebulan? Sudah nyetok bumbu? Nyetok bahan makanan mungkin? Atau persiapan lain?



Kalau saya, saat ini sedang menyiapkan hati (eaaa) untuk menghadapi persalinan anak ketiga. HPL ( Hari Perkiraan Lahir ) dipresiksi sama dokter jatuh pada tanggal 14 Juni 2018 ini. Bertepatan sehari sebelum lebaran ya Allah. Tapi biasanya (dari persalinan yang suah-sudah) selalu maju sih tanggalnya. Dan semoga ini juga maju, nggak pas lebaran banget. aamiin. Tapi walau berharapnya maju, terserah dedek bayinya aja siapnya kapan. Yang penting sehat, selamat, lancar dan prosesnya cepat. aamiin

Persiapan lahiran saat ini sudah hampir semua disiapkan. Dari mulai dimana mau ngelahirin, perlengkapan dede bayi, peralatan yang dibawa saat ke bidan, dan insyaAllah biayanya juga.

Untuk dimana mau ngelahirin, saya dan Abudi berencana mau di bidan saja. Alhamulillah kondisi saya dan bayi dalam kandungan sejauh ini dalam kondisi baik tak kurang suatu apa (insyaAllah). Waktu bulan ini diUSG, kondisi bayi sehat, detak jantungnya normal, gerakannya aktiv, air ketuban cukup dan baik, letak placenta juga baik (nggak menutupi jalan lahir), tekanan darah saya normal, saya nggak ada keluhan. Mudah-mudahan semua baik dan lancar sampai nanti.

Untuk peralatann yang akan dibawa ke bidan sudah dimasukkan ke dalam satu tas khusus, jadi nanti pas datang kontraksi bisa langsung cusss aja berangkat.

Untuk peralatan dan perlengkapan dede bayi, sudah hampir 100% tersedia mulai dari baju sampai perlengkapan mandi.

Untuk berbelanja semua perlengkapan, saya sih 35:35 antara offline dan online. Sedangkan yang 30% nya didapat dari gratisan, hahaha.

Kenapa saya memilih belanja offline?
Bisa memegang barangnya, walaupun kadang ada yang harganya lebih mahal atau lebih murah daripada belanja online. Bisa deal ikhlas tawar-menawar dengan pedagang. Gak perlu ongkos kirim, walaupun jadinya kaki pegal saat berjalan dan memilih barang. Tidak takut ketipu (sudah transfer barang nggak datang, bahkan diblok sama penjual) hehehe

Kenapa saya memilih online?
Lebih praktis, saya nggak capek. Cuma di rumah, internet nyala, scroll-scroll marketplace. Klik barang yang disuka. bayar dengan e-banking dari smartphone. Barang datang. Beres!

Belanja online takut ketipu? Hemmm..Sekarang ini banyak kok marketplace yang menerapkan sistem aturan yang membuat pedagang nakal melakukan penipuan. Yang penting kita harus jeli dan pintar-pintar dalam memilih barang di toko online.

Selama beberapa tahun ini sejak makin maraknya toko online, alhamdulillah saya mah belum pernah tertipu dalam pembelanjaan online. Berikut ini saya kasih tips agar aman damai sentosa berbelanja online:

Saya biasanya mencari toko online terdekat.
Saya tinggal di Bandung, nggak mungkin saya memilih penjual yang ada di Bandar Lampung, meskipun barangnya bagus dan murah banget. Soalnya ini menyangkut ongkos kirimnya. Saya akan mencari penjual yang ada di sekitar Bandung. Atau paling banter daerah Jabodetabek karena ongkirnya enggak beda jauh. Di Tokopedia, kita dapat mengetahui lokasi toko online
secara detail sehingga kita dapat memilih toko online dengan lokasi terbaik.

Saya biasanya memilih produk yang berkualitas dari kreator lokal.
Para kreator dan penjual lokal tuh produknya juga nggak kalah bersaing dengan prouk impor. Selain itu harganya juga lebih murah. Di Tokopedia mah lengkap, ada produk lokal maupun produk impor sehingga kita bisa membandingkan barang dan harganya. Tokopedia memiliki
koleksi macam-macam produk hasil kreasi pembuat lokal sampai brand terkenal dunia. 

Saya biasanya membandingkan harga setiap toko online di marketplace
Di marketplace Tokopedia ada banyak toko online berkualitas, kita harus jeli saja memilihnya. Cari yang sudah bayak review bagusnya. Untuk membeli perlengkapan bayi, saya bandingkan antara satu toko dengan toko lainnya. karena barang yang sama bisa berbeda harga. Cari aja yang paling murah dengan barang yang sama. hehehe.

Saya biasanya mencari promo dan barang diskonan.
Apalah da saya mah emak-emak pecinta discon. Lumayan selisihnya buat beli yang lain. Saya   jadi bisa menghemat pengeluaran dalam berbelanja online. Di bulan Ramadan tahun 2018 ini, Tokopedia
memberikan kesempatan baru bagi kita (pembeli) dalam menikmati bulan Ramadan tanpa harus desak-desakan di Pasar Baru (Bandung mah andalannya Pasar Baru, kalo Jekardah sih Tanah Abang kali ya..
Kabarnya akan ada banyak rangkaian promo di sepanjang bulan Ramadan tahun ini. Wooow! saya bisa gunain nih untuk belanja keperluan seperti popok bayi dan keperluan lebaran nanti.



Saya biasanya memilih metode pengiriman yang paling cepat nyampenya.
Sebagai pembeli online, wajar kan ya kalo pengennya barang yang dipesan tuh pengennya cepat sampai. Pengen cepat-cepat dipegang atau dipakai. Saya biasanya memilih pengiriman yang sehari sampai. Saya membandingkan terlebih dahulu antara satu jasa pengiriman dengan pengiriman lainnya mana yang lebih hemat. Kalau sudah pernah mendapat pengalaman tidak menyenangkan dengan satu ekspedisi tertentu, saya biasanya nggak akan memakainya lagi. Di Tokopedia, memberikan banyak alternatif jasa pengiriman, mulai dari pengiriman secara konvensional hingga kurir instan
melalui jasa transportasi online.

Memilih metode pembayaran yang asyik
Bayar-bayar saat beli online paling enak ya transfer bank melalui e-banking. Nggak perlu koprol ke ATM buat bayar-bayar. wkwk. Terus kalau yang nggak punya aplikasi atau e-banking gimana dong Win? kalau belanjanya di Tokopedia mah bisa bayar lewat minimarket, baik itu mau cash atau nyicil. Bisa juga lewat kartu kredit dan bayar dengan TokoCash / Saldo Tokopedia.

Teknologi semakin kesini makin memberi banyak kemudahan. Termasuk memberikan kemudahan kepada ibu hamil dengan bocah kecil ini. Sekarang nggak perlu gendong-gandeng bocah dibawa ke pasar grosir "cuma" buat belanja beberapa helai baju. Sekarang cuma pake daster atau bahkan nggak perlu mandi bisa belanja baju lebaran, hihihi.

Saya di Ramadhan ini akan ekstra sibuk lagi, karena akan lahir anak ketiga. By the way, kabarnya di Tokopedia ada kejutan pada 25 Mei 2018 ini, lhoh. Apa kejutannya? Coba deh sering-sering cek Tokopedia ya, buk-ibuk. Kita bisa beli baju baru buat lebaran dari bayik sampai orang tua. Dari perabot rumah tangga sampai kue lebaran juga ada. Membuat Ramadan kali ini semakin menyenangkan karena akan ada banyak discon di Ramadan Ekstra-nya Tokopedia.
Ramadan Ekstra sibuk kali ini , mungkin akan terasa lebih special.