30 Mar 2014

Weekly Photo Challenge : Street Life


Hello...! 
This is the first time I joined the Weekly Photo Challange. Actually, I know it has been a long time. Because  I do not have a blog with wordpress platform so hesitant to answer the challenge. But now I am trying to make here. 
And here's the challenge for this week is Street Life. Hope you enjoy it! ^_^

The Street Nearby Mount Merapi

This photo I took in the area around Mount Merapi, the border between Yogyakarta and Magelang. I went there with the volunteers to provide assistance. Look how sad the state of the environment. Merapi eruptions have devastated everything.


For the challenge : Weekly Photo Challenge

26 Mar 2014

24 Mar 2014

#Sakinah Bersamamu

Markonah baru pulang dari arisan ketika Paijo, suaminya, sedang duduk di depan komputer.
"Lagi opo tho, mas?"
"Ngendhog",Paijo menjawab sekenanya, Markonah cemberut. Melihat istrinya yang lagi sensi dua hari ini, Paijo menjawab lagi, "Lha udah liat masmu ini lagi di depan komputer, ya, berarti lagi mbuka internet to. Fesbukan. Chattingan sama temen lama."
Markonah langsung masuk kamar mandi setelah meletakkan tasnya di meja. Paijo menghela nafas melihat tingkah istrinya itu. Lalu kembali cengengesan ketika kembali berhadapan dengan monitor.
Setelah shalat Ashar, markonah menghampiri Paijo.
"Apa enaknya fesbukan sih, mas? Sampeyan kok kalau udah gitu suka cengengesan, kadang malah ngakak-ngakak sendiri. Aku kan jadi takut kalau-kalau suamiku yang ganteng ini jadi gila cuma gara-gara fesbuk." Markonah melingkarkan tangannya seperti mau minta gendong belakang.
"Makanya, adek kudu belajar yang beginian. Biar nggak gaptek gitu lo."
"Halllah, terus kerjaanku siapa yang mau ngerjain? Apa baju sama panci kotor bisa bersih sendiri kalau aku ikut-ikut anteng depan komputer?" Markonah duduk di sofa dan menyalakan tivi.
"Bukan gitu juga. Kalau adek bisa komputer dan bisa make internet khan, jadi joss gitu. Biar nggak disepelekan sama bos mu itu." Paijo membenarkan letak kaca matanya. "Kamu juga bisa banyak belajar dari internet. Blajar masak, njahit, dandan. Nanti kan masmu ini makin cintah sama kamu." Paijo mengedipkan matanya.
Markonah mesam-mesem.  "Iya deh, mas. Besok aku akan mulai belajar komputer dan internet. Mas ajarin aku yach!"
"Siiiip..." Paijo mengangkat jempolnya.
*** 
Cerita di atas untuk status saya yang ini :


Saya contohkan dengan hal sederhana seperti di atas. Sebenarnya nggak cuma itu, ketika seseorang menikah, ia harus bisa berubah ke arah yang lebih baik. Baik itu kepribadiannya maupun keahliannya. Setuju?

Ps, status saya itu nggak ada yang komen, tapi likenya mencapai 283 orang. #umuk, kekeke :D
*** 
Sebulan berlalu.
Hampir maghrib, Paijo baru pulang kerja. "Kemana istriku. Biasanya langsung menyambut dengan senyum manisnya saat aku pulang." batinnya.
"Dek...dek...dek Markonah, di mana dikau? Mas udah pulang niiich." Paijo ke dapur, meneguk segelas air putih, lalu masuk kamar mandi.
Markonah mendengar penggilan suaminya. Ingin bangun dan menyambut, tapi badannya tidak mau diajak kompromi.
"Aduh." Markonah merintih dan kembali berbaring.
Paijo masuk kamar, " Ya ampun dek, badanmu panas sekali. Tadi pagi masih ndak apa-pa."
"Iya , mas. Badanku rasanya kayak di pukuli seribu orang. Lemes. Ndak kuat bangun. Maaf yo, mas."
Paijo menyelimuti istrinya, lalu memijit kakinya.
"Udah minum obat belum, dek?" Markonah menggeleng. "Sudah makan?" Markonah menggeleng lagi.
Paijo mendesis pelan, tampak di wajahnya raut kuatir. Paijo segera berdiri dan pergi ke luar kamar. Sesaat kemudian kembali dengan membawa bubur dan segelas coklat panas.
"Ini dimakan dulu. Mas suapin, ya." Paijo membantu istrinya duduk di tempat tidur.
"Duh, istriku sayang, saking semangat belajar sampai sakit begini. Aaaak... Mas tahu, kamu ingin cepat bisa, tapi tetep jaga kesehatan, dong. Mas nggak mau kalau adek kenapa-napa."
Markonah meneteskan air mata, terharu karena suaminya sangat menyayanginya.
"Jangan sedih to, nanti dibeliin es krim dech." Markonah memukul bahu suaminya pelan. Senyum mengembang di wajah pucatnya. Ia tahu suaminya sedang menyandainya.
"Alhamdulillah habis juga semangkok. Pasti lapar ya dari tadi?" Paijo mengelus kepala istrinya.
"Makasih ya, mas."
"Ini, minum obatnya. Mas mau ke depan gang sebentar nyari makanan. Kamu istirahat lagi ,ya, biar lekas sembuh."
Dalam hati Markonah sangat bersyukur mendapatkan suami yang sabar, pengertian, dan penyayang seperti mas Paijo. :))))


***
Di saat sakit lalu mendapat perhatian seperti itu rasanya sangat luar biasa. ^_^

CATATAN :
Tulisan ini sebenarnya dibuat untuk ikut GA-nya Pakde Cholik Giveaway Blogger dengan Dua Status. Tapiiii karena ternyata kolom komennya sudah ditutup, itu berarti sudah nggak bisa diikutsertakan. Walau begitu nggak papa kok, teteup akan dipublish.
Eiya, barusan lihat artikel contoh. Punyaku ini beda sama  yang dicontohkan. Muahahaha.. biarin (lagi) aja :p
***
Markonah pulang dari warung.
"Mas, mas, mosok yo mas.. gara-gara aku sakit kemarin itu, sama temenku dikira hamil lagi!"
Paijo ngakak.


19 Mar 2014

15 Mar 2014

My Dream Vacation : Korea Selatan



Waktu ditanya tempat mana yang ingin sekali saya kunjungi, saya malah mikiiiir lama. Iya, karena banyak banget tempat yang membuat hati saya menjadi nyut-nyutan. Dulu, kemaren-kemaren ( tepatnya kapan udah lupa ) itu saya memimpikan pergi ke Jepang. Tinggal di sana bersama keluarga kecilku. Setahun kemudian, saya pengennya ke Turki. Jadi memutuskan destinasi berikutnya adalah Turki. Membuat rencana bla..bla..bla segala macem. Lalu, beberapa bulan berikutnya udah berubah lagi, pengen ke Raja Ampat dan Thailand. (*iiiih..plin plan banget*).

Tapi untuk saat ini, tempat yang bikin hati saya nyut-nyutan pengen banget ke sana ( tentunya setelah Baitullah ) adalah Korea Selatan. Mungkin ini efek samping saya menggemari film dan drama seri dari negeri gingseng ini. Terutama sekali saat saya nonton Running Man ( reality show di tv SBS ) yang menampilkan makanan dan jajanan khas Korea Selatan.

Jadi, kenapa milih Korsel?
Ya itu tadi.. saya pengen nyobain semua makanan khas Korea yang di film-film itu, keliatannya lezaaat buangeet gitu. Dan juga nyicipin jajanan pinggir jalan yang juga bikin ngiler (*maap , lap ences) :D
Dan setelah gugling saya jadi tau jenis-jenis makanan itu, cara memasaknya dan bahan yang digunakan. Yang berasal dari babi dan darah saya delete dari list. ;)

Ini dia, beberapa jajanan yang paling menggiurkan. :d


Tteokbokki atau kue beras pedas.
Terbuat dari kue beras rebus yang dipotong-potong dan dibumbui dengan saus pedas.





Odeng atau eomuk
Terbuat dari ikan yang dihaluskan dan dicampur tepung terigu. Dimakan dengan kaldu atau saos.





Tokebi Hot Dog
Terbuat dari sosis dan kentang.

Dan masih banyak jajanan pinggir jalan yang sangat menggiurkan seperti bungeoppang, twigim, hot bar, delimanjo, dan lain lain.

Delimanjo
Bungeoppang

Hot Dog atau Corn Dog
Apalagi makanan khas yang sudah terkenal itu. Kayak gimana yaaa rasanya. Ngebayangin makan itu enaknyaaa, maknyuss. *glek*

 Bulgogi

Melihat lembaran-lembaran daging sapi yang dipanggang serta dibumbui berbagai macam bumbu. Mengepul asapnya dan cessss bunyinya ketika ditaruh di atas pemanggang.
Kagak nahan, bo' !

 Kimbab

Ini saya pernah bikin sendiri untuk bekal sekolahnya Dhia. Cukup mudah menemukan bahan-bahannya. Tapi susah saat menggulungnya. Walau begitu, saya pengen nyicipin aslinya.






Kimci

Kalau pas liat pembuatannya kayaknya enaaak banget. Terbuat dari sayur-sayuran yang difermentasi.

Dug *glek lagi.





Jjangmyeon atau Chajangmyeon

Ini seperti mie ayamnya Indonesia. Kalau di sana mie nya besar-besar dicampur dengan saus kedelai hitam, sayuran, dan potongan daging (bisa daging sapi atau babi) , Makanya sebelum beli harus nanya dulu.
Kalau liat di drama korea pas makan ini... whoaaa *glek* :D



 Kue Beras / Tteok
  Lihat bentuknya yang imut lucu dan berwarna-warni itu. Siapa yang nggak pengen? Kalau saya pengen pake bangeet.


Bibimbap
Ramyun / Ramen
Bagaimana kalau tempat wisata di Korea Selatan?

Saya lagi mbayangin lagi di Korea, pertama-tama akan ke Namsan Tower dan masang gembok cinta seperti di film-film dan dramanya. ;)

Lalu ke Nami Island, yang pemandangannya sangat indah. Tidak lupa mau foto-foto di jalan ini. Bagus banget ya view di musim gugurnya. ^^

Kemudian belum puas dari situ saya mau melihat Grand Palace dan desa dengan rumah tradisional Korea. 

Lalu ke pulau Jeju, ke taman hiburan, dan terakhir ke pusat perbelanjaan.

sumber foto-fotonya dari sini.

Tulisan ini buat diikutsertakan dalam GA "My Dream Vacation"


14 Mar 2014

[Jalan Bareng Bocah] Unforgettable Journey, Jalan dari Stasiun Tuga sampai Keraton

Perjalanan yang tak mudah dilupakan, paling berkesan, dan menyimpan banyak cerita pasti banyak karena saya telah ada di dunia selama seperempat abad. Well, tapi sepertinya ini yang paling paling paling berkesan.

Saya dan Akang mengajak orang tua, nenek dan uwa/bude main-main ke Yogjakarta. Kami berjalan kaki dari Stasiun Tugu Jogjakarta sampai ke Keraton Ngayogjakarta Hadiningrat. Saya juga awalnya nggak kebayang bakal berjalan kaki sejauh 3 km. Hemm, kalau hanya saya atau bersama si Akang  sich masih biasa. Tapi ini ada yang spesial :) menjadikan perjalanan ini luarrr biasa, selain saya dan keluarga ( Akang, Dhia dan Akram) ikut serta ibu saya, nenek, dan budhe-nya suami yang jauh-jauh datang dari Bandung.

Ini dia rombongannya. :D
 Berangkat dari rumah orang tua saya jam setengah enam pagi. Naik bis dan turun di stasiun Kutoarjo. Kereta yang akan kami tumpangi sedang lansir, jadi menunggu sebentar.
Nunggu jam keberangkatan pkl. 06.00
 Masih pagi banget, jam enam kurang. Stasiun juga masih sepi. Kami bakal naik jam pemberangkatan yang pertama.

Itu yang warna orange, Kereta Pramex (Prambanan Exspress) sedang persiapan.
 This is it, sendal jepit ajaaa :D
Kompakan pake sendal jepit semua, kecuali saya :p
 Lama perjalanan dari stasiun Kutoarjo sampai stasiun Tugu/stasiun Jogjakarta sekitar 1 jam. Sampai di Jogja jam 7. Mentari baru saja menyibak awan yang kelabu.

Pada awalnya, rencana kami setelah turun dari stasiun adalah naik becak menyusuri Malioboro. Tapi, karena Budhe ngajak jalan -katanya biar nyantai dan tenang buat belanja belanji- jadinya saya nurut aja. 
Suasana pagi di Malioboro lumayan sepi, penjual yang biasa menggelar dagangannya di sepanjang trotoar belum pada buka. Hanya segelintir saja dan kebanyakan adalah toko-toko pakaian.

Dan... di sepanjang jalan Malioboro kita ukir kenangan.
Kenangan yang tak terlupakan.


 Well..., selebihnya biar foto yang berbicara. :)
Sambil istirahat, menikmati gudeg Jogja.

Duduk (istirahat lagi) sebentar sambil narsis. ;)
 Beberapa foto yang saya ambil di sepanjang kami berjalan.



nyempil di jalan Malioboro
*ngos-ngosan* Istirahat yang ke sekian kali sambil menyantap pecel.
pecel...pecel...!

Akram nyobain blangkon, dibeli kagak. :}
 Sampai di Titik Nol Malioboro. Di sebelah timur Titik Nol ada sebuah patung yang dinamakan Manusia Akar.
Sedikit info : patung Manusia Akar ini sudah tidak di Titik Nol. Sekarang berada di belakang UPT Malioboro.
"Manusia Akar"

Sampai juga di alun-alun. Sudah ngos-ngosan dan nggak kehitung berhentinya. Tinggal sedikit lagi sampai di Keraton. 
alun-alun utara
Walaaa... sampailah kita di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. *tersenyum puas* :)

Dan terakhir, ini map jalan Malioboro. Jalan yuk! ^_^

"Tulisan ini diikutsertakan dalam GA Unforgettable Journey Momtraveler's Tale"


Turnamen Foto Perjalanan Ronde 38 : Stasiun Tugu


Begitu turun dari kereta api, saya langsung takjub menyaksikan bangunannya. Dengan jendela besar dan langit-langit yang tinggi khas dengan arsitektur Eropa, ya, karena stasiun ini dibangun pada jaman kolonial Belanda. Dan sampai sekarang masih terjaga keasliannya.

"Jogjakarta, tempat yang tak pernah membosankan untuk dikunjungi."