15 Jul 2016

Bercerita Lewat Sebuah Foto

Halo, assalaamu'alaikum..!

Setelah tiga minggu liburan plus lebaran di kampung halaman, saatnya kembali ke "realita" hidup. Kemarin ( saat liburan di rumah ibu ), setiap hari bisa santai-santai, kerjaannya makan makan dan makan, main main dan main, senang-senang aja dehh  pokoknya. Sekarang ( hari ini ), mulai lagi dengan aktivitas seperti sebelum liburan dan lebaran. menyiapkan sarapan dan seragam di pagi hari, nyuci-nyuci, nyapu-nyapu, dan bersih-bersih rumah yang pastinya berdebu setelah ditinggal mudik selama tiga minggu.

Tadi pagi, ada sedikit keriweuhan. Hmm, ternyata drama PPDB ( Pendaftaran Peserta Didik Baru ) belum kelar. Hari ini terakhir kewajiban calon peserta didik melakukan daftar ulang. Tiba-tiba motor yang biasa dipakai ngojeg (baca : nganterin) anak-anak ke sekolah mogok, nggak mau nyala. Ya salam...kalau nggak datang daftar ulang dinyatakan mengundurkan diri. jadi terpaksa harus nyari ojeg beneran yang susahnya minta ampun. Hari sudah siang, ojegnya nggak dateng-dateng. Mau pesan ojeg online lewat applikasi ya kok malu lhawong cuma turun ke bawah dikit.
Akhirnya saya, Dhia dan Akram jalan kaki sampai ke tempat daftar ulang ( sekolahnya Dhia ) yang lumayan jauh kalau dengan berjalan kaki. Kenapa nggak naik angkutan umum? Angkot nggak ada yang lewat jalan sini.

Tapi alhamdulillaah... PPDB berakhir manis. Sudah beres semua. Tinggal nanti hari Senin masuk sekolah hari pertama. Apalagi melihat Dhia memakai seragam barunya. Rasa haru, bahagia, bangga, nggak nyangka anakku sudah SD...



Udah kayak goodday aja, hari ini banyak rasa. :)

Banyak sekali peristiwa yang sudah kita lalui sejak lahir sampai saat ini. Setiap saatnya begitu berharga. Seperti sayang untuk dilewatkan begitu saja. Dengan pemikiran seperti itu, saya jadi hobi memotret. Memotret segala sesuatu yang ( menurut saya ) pantas untuk dipotret. Karna memotret itu tergantung masing-masing orang. maka yang menurut saya pantas dipotret belum tentu menurut orang lain pantas. Pun sebaliknya.

Dan karena bagi saya, memotret itu membekukan peristiwa, mengukir kenangan. Sebisa mungkin di setiap moment saya abadikan dalam foto. Termasuk pas pulang dari kampung halaman, kemarin. Dengan kereta api yang melaju kencang, saya sempatkan memotret pemandangan di sepanjang rel yang dilewati kereta Kutojaya Selatan yang saya tumpangi. Bagi sebagian orang, dalam perjalanan itu lebih baik tidur supaya tidak terasa tau-tau sampai di tujuan.

Kalau saya, walaupun sudah sering menggunakan kereta PP Bandung-Kutoarjo, saya lebih suka menikmati pemandangan di luar jendela. Ada banyak hal yang bisa kita temukan.

Pemandangan saat naik kereta api dari stasiun Kutoarjo Jawa Tengah sampai stasiun Kiaracondong Jawa Barat .

Difoto dengan kamera ponsel di atas kereta yang melaju.






Ada masjid dengan kubah hijaunya.