1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

13 March 2018

3 Jurus Tepat Menguasai Photography, Sharing Session with Grand Tjokro

Hari Sabtu pagi-sore saya kemarin (10/04) bergizi banget, deh. Soalnya selain kentjan sama Abudi dengan sarapan berdua di restonya hotel Grand Tjokro Bandung, saya juga ikut satu acara keren masih di tempat yang sama. Ruang Bougenville di lantai dua masih sepi kala saya datang. Perut saya sudah "aman" untuk diisi sharing bergizi dari tiga orang wanita dengan kisah mereka. Acara ini bertajuk "From Hobby to Money". Dari temanya aja udah kebayang 'kan ya, gimana mereka akan membagikan ilmu dan kisah suksesnya kepada saya dan sekitar 45 peserta yang hadir lainnya.



Ngomong-ngomog mengenai from hobby to money, saya sebenernya juga pernah memulai bisnis berawal dari hobi saya nge-craft. Jadilah akun IG @crafterdiary dan blog craftersdiary.blogspot.com
Sempat banyak sekali pesanan sampai saya keteteran. Akhirnya sekarang memilih "menyerah sementara" untuk fokus ke hal lain. Untuk ketiga pembicara kita ini, tentunya nggak ada kamus menyerah hingga mereka seberhasil sekarang.

Sekilas tentang 3 Pembicara :


Ika Rahma

Pemilik Dapur Hangus ini memulai usahanya dengan modal nol rupiah. Setelah enam tahun berjuang, mbak Ika kini sudah mempunyai kamera keren, lampu untuk keperluan memotret, aneka props dan dua orang karyawan. Beliau memulai karier dengan blog makanan, hingga akhirnya memutuskan untuk berjualan props foto dan menyediakan jasa memotret makanan.

Desy Budiyanti

Beliau adalah Class Manager 5758 Coffee Lab (atau biasa disebut Maju Mapan Coffee Lab).

Amelia Devita

Pemilih Denu Cokelat. Berawal dari dapur sederhana dan membuat cokelat sendiri, kini Denu Cokelat berhasil mengembangkan sayap sebagai salah satu merek cokelat lokal yang digemari di Indonesia.

Begitulah sang moderator, mbak Mery ( dari Angin Photo School ) memperkenalkan para pembicara. Saya menyimak dengan sesekali menyesap Honesty ThaiTeanic rasa green tea.

Sharing Session dari mbak Ika Rahma



Mbak Ika berbagi 3 jurus tepat menguasai photography. Pembawaannya yang sederhana dan cara bicaranya yang ringan dan renyah membuat saya tak bisa lepas menyimak sharingnya. Apa saja 3 jurus tersebut?

Pertama adalah Lighting.
Koentji memotret makanan itu haruslah menempatkan lighting yang tepat. Arah cahaya terbaik adalah dari samping dan belakang. Saat memotret makanan, jangan menggunakan cahaya dari arah depan (makanan) karena hal ini bisa menghilangkan tekstur makanan.

Kedua adalah Understanding Food
Jurus ini, kita harus mengerti yang manakah bagian makanan yang paling bagus/kondisi paling bagus dan mau ditonjolkan. Misalnya :
- Samosa : saat paling bagus adalah sesaat setelah selesai digoreng.
- Kue nastar : 1 jam setelah keluar dari oven
- Kastengel : 1 hari setelah matang
- Brownies : setelah dingin

Ketiga adalah Pick the right Props
Pada jurus ini kita bisa gunakan properti yang tepat dan sesuai dengan tema makanan. Misalkan makanan untuk anak-anak, kita bisa menambahkan mainan anak untuk propertinya.
Kita juga bisa bermain bentuk seperti memadukan alas foto dengan pola bergaris dengan mangkuk lingkaran, piring lonjong dan sebagainya.

Sharing Session dari mbak Desy Budiyanti


Sebagai Class Manager 5758 Coffee Lab, Mbak Desy sering kali berhubungan dengan influencer. 5758 Coffee Lab biasanya mengundang para influencer untuk mengikuti salah satu kelas yang ada sehingga selain dapat mempublikasikan usaha mereka, para influencer juga memiliki pengalaman yang berbeda. Untuk itu beliau seringkali kepo-in akun para calon influencernya. Beliau memilih yang benar-benar penikmat kopi, bisa memotret dan bercerita dengan baik, serta sosial media yang "bersih".

Lewat brand 5758 Coffee Lab (Maju Mapan), PT. Belajar Kopi Bersama yang berdiri tahun 2015 ingin meningkatkan kualitas para pelaku usaha bidang kopi di Indonesia. Salah satunya lewat pendidikan kopi. Bukan hanya bagi barista, pendidikan soal kopi juga buat konsumen, roaster, grader, hingga petani kopi.

Harapannya, pendidikan ini membuat kualitas kopi di Indonesia makin mantap. Petani menanam dengan tenang, pelaku berkreasi dengan senang, dan penikmat menghargai dengan pantas.

Sesuai namanya, Maju Mapan merupakan landasan filosofis bahwa PT. Belajar Kopi Bersama diharapkan menjadi perusahaan profesional yang bervisi jauh ke depan dan mampu memberikan keuntungan finansial bagi para pemilik saham. Tujuan akhirnya, turut meningkatkan kualitas bisnis kopi menyeluruh di Indonesia.

Keren, ya!

Sharing Session teh Amelia Devita


Wanita cantik berkacamata yang biasa dipanggil teh Amel ini menceritakan kisahnya ketika awal mula membangun Denu Cokelat. Karena alasan kesukaannya makan cokelat bersamaan dengan itu ternyata alergi cokelat, maka teh Amel membuat cokelatnya sendiri. Di sini beliau nggak bercerita gimana reaksi alerginya, sebenernya saya penasaran dan ingin bertanya cuman nggak ada kesempatan hihihii.

Dari dapur sederhana rumahnya, beliau mulai membuat cokelat. Bereksperimen memadu-padankan bahan-bahan sehingga tercipta rasa cokelat. Semakin lama, cokelat yang ia buat semakin disukai oleh kosumen. Semakin banyak pesanan dan sudah tidak bisa meng-handle sendiri, ia pun memberanikan diri menghire orang untuk menjadi asistenya. 

Strategi yang ia gunakan adalah pemasaran online dengan aktiv berinteraksi dengan follower, sering mengadakan kuis dan giveaway, dan yang paling penting adalah secara konsisten mengembangkan produknya (inovasi).

Kini telah ada puluhan produk olahan cokelat dan 13 (#cmiiw) orang karyawan. 

Kisah mereka inspiratif sekali, bahwa kesuksesan yang didapat sekarang selalu ada investasi waktu, tenaga dan pikiran. Bahkan kata mbak Ika, seseorang bisa dikatakan "bisa" itu setelah melakukan hal tersebut sebanyak 10.000 jam.

***

Sharing session ini diakhiri dengan sesi memotret makanan yang telah disiapkan oleh hotel Grand Tjokro Premier Bandung. Ada beberapa jenis menu yang salah satunya belum bernama. Para peserta diminta mencari nama yang tepat untuk satu menu ini. Kayak bikin sayembara nama gitu lah. 

Hasil jepretan para peserta nantinya akan dilombakan dengan hadiah trip ke Yogjakarta dan mengikuti Sharing Session episode 3 di Hotel Tjokro Style Yogjakarta. uw uw uw!! asyik bener deh ah kalau bisa menang.

Ini dia beberapa jepreten saya yang asal jepret tea' ningan






Buat teman-teman, mbak-mak, pak-bapak yang ada di Yogja dan sekitarnya : yuk ikutan acara ini tanggal 8 April 2018. Cukup dengan Rp 80.000 sudah mendapatkan goodie bag dan makan siang. Saran saya sih mending daftar dari sekarang aja daripada kehabisan seat. Informasi dan pendaftaran langsung kontak ke Irma ( 081320106386 )

Baca juga : Pilihan Menu Makan Siang di Street Grill & Friend

27 comments:

  1. Duh ini keren banget sharingnya, saya suka ngiler sama acara photography kayak gini tapi suka malu datangnya wkwkw karena skill foto aku ga bagus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga nggak bagus teh dan emang ada malu-malunya soalnya yg dateng food photografer yang udah canggih-canggih.

      Delete
  2. Priperti foto emang penting banget. Bisa mempercantik foto juga, hehe. Tapi untuk saat ini saya masih pakai properti foto alakadarnya.

    ReplyDelete
  3. Wah udah bagus gitu Mbak jepretannya. Tapi kalau pakai kamera biasa punya hp bisa bagus gitu gak? Haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. pasti bisa, HP sekarang resolusiya udah tinggi kayak DSLR

      Delete
  4. Pantesan kalau pakai flash hp gitu jadinya jelek fotonya. Haha. Jadi lightingnya harus tepat yaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, aku juga perah pake flash karena ruangan gelap, eh teryata itu nggak bagus

      Delete
  5. Bagian unsderstanding food ini menarik teh baru tau sampe ada waktu2 tertentu buat dapetin hasil jepretan oke keceee ini ilmunya teh tapi tetap da aku mah meni lemah letih lesu foto apapun teh :D

    btw aku salfok sama bisnis te wien kenapa menyerah teh?hire aku pleas hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga tahunya kemaren, :D

      Berawal dari hamil mudanya mabok, jadi lemah letih lesu juga mau bebikinan males. Eh sampe sekarang keterusan belum buka PO lagi.

      Delete
  6. Mantaf banget makasih sharingnya ya jadi laper nih liatnya hahha

    ReplyDelete
  7. wah seneng dapet kesempatan itu, makasih teh udah sharing ilmu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, aku jadi nambah ilmu tentang food photography nih. Sama-sama, ya

      Delete
  8. Uwoooowww, keren-keren fotony nih, Wien. Laaf deh

    Btw kalau motret kastengal harus sehari sesudah baking ya? Kl di rumahku udha gak keburu keknya, udah habis duluan. Wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. awawaw, makasih teh Dydie yang fotonya selalu keren.

      Delete
  9. Wah asyik acaranya ya ...banyak ilmunya, saya juga pengen belajar fotografi nih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hayuk Teh, di Dapur Hangus sering ngadain playdate di rumahnya.

      Delete
  10. Weeew pengen. Zaman now ilmu photografi penting banget buat usaha. Biar kelihatan bagus produknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, karena presentasi foto yang bagus bisa menarik konsumen.

      Delete
  11. Wah point understanding food itu menarik juga ya..baru tau akuh..tfs teh uwien 😘

    ReplyDelete
  12. epic banget hasil fotonya, uh sayang banget deh aku gabisa dateng padahal temanya aku cinta banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebar ya, ra. Bisa dateng ke rumahnya mbak Ika langsung.

      Delete
  13. Jd denu cokelat aman buat yg alergi gt ya?

    ReplyDelete
  14. Wahh, di bagian understanding food berarti kita harus punya skill dalam merasakan sebuah makanan dari foto ya mas. #DuniaFaisol

    ReplyDelete
  15. Hasil fotonya cakep mbak :D

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. :)