24 Feb 2017

Pakaian Casual untuk Muslimah


Sebenarnya dulu sebelum terjun ke dunia bloging, saya tidak terlalu mengamati dan tertarik pada bidang fashion. Dalam trend berpakaian pun saya tidak selalu mengikuti perkembangan mode. Makanya pakaian saya pun tidak modis (menurut saya sih). Semuanya biasa aja ala emak-emak rumahan gitu deh. Tapi walaupun begitu, saya suka banget kalau lihat wanita lain yang berpakaian modis, rapi, dan serasi. Enak gitu lihatnya, nggak bosen. Apalagi yang langsing-langsing. #eh

Mungkin emang sudah bawaan orok kali ya, jadi saya mah enggak PeDe-an kalau memakai yang "aneh" dikit dari yang biasa saya kenakan saat bepergian maupun sehari-hari. Pakaian yang saya kenakan enggak akan jauh dari rok-atasan-jilbab. Masih belum siap menjadi pusat perhatian, cyiin, kalau mau pakai yang mevvah. #aadeziiigh

Namun seiring berjalannya waktu, saya yang cuek bebek dengan yang berbau trend mode, cuek soal penampilan, dan masih malu-malu embek, kini dikit demi sedikit mencoba style pakaian yang berbeda. Tapi masih sesuai dengan selera saya yang casual.

Dalam memakai baju, saya senangnya yang nyantai, yang penting enak/nyaman dipakai. Soal pilihan warna, saya lebih suka warna-warna pastel atau yang soft dan kalem. Kalau warna gonjreng / mencolok rasanya enggak sesuai dengan selera saya.

Sekadar informasi, kata dokter David Budi (pakar aestethic di DF Clinic) , pilihan dan cara berpakaian kita itu juga pengaruh dari hormon dalam tubuh lho. Keseimbangan hormon akan mempengaruhi bagaimana ia memilih pakaian dan memilih warna. Ada yang sukanya warna kalem kayak saya, ada yang sukanya hitam yang seluruh lemari isinya monokrom (kalau nggak hitam ya putih), ada yang isi lemari pakaiannya colourfull

Hmm, betul sekali soal fashion memang tergantung selera masing-masing orang, yes.

Sebagai muslimah, pakaian yang saya kenakan harus juga mencirikan kepribadian seorang muslimah, Sampai sekarang masih terus berusaha konsisten untuk mengenakan pakaian yang syar'i, yang tidak ketat dan kerudungnya menutup dada, namun kadang masih suka pakai celana. Saya nggak ingin kesan muslimah itu gak perhatian sama diri sendiri. Kesannya malah suaminya enggak bisa ngurus. Eemmm, paling enggak saat di rumah atau saat ketemu teman enggak yang kuleuheu'-kuleuheu' teuing atulah. Maka demi suami jugalah, saya jadi sedikit mengikuti trend tapi tetap harus sesuai kepribadian saya.

Dan inilah gaya berpakaian saya di tahun 2016 yang lalu. Saya akan sedikit mengulas OOTD saya, (Win, sok-sokan banget ih// haha biarin!)

Yang pertama ini adalah favorit saya. Sering banget bepergian dengan setelan seperti ini. Yang saya pakai ini terdiri dari :
Inner warna hitam, outter yang sebenarnya tidak berlengan dengan detail kancing sampai atas, kerudung motif segiempat. Outfit ini nyaman dipakai saat travelling atau ke acara semi resmi juga masih bisa masuk. Tinggal aksesorisnya aja yang di-mix and match. Misal saat travelling kayak gini memakai tas ransel dan sepatu cats. Saat ke acara semi resmi, memakai slingbag/handbag dengan sepatu fantofel.



Yang kedua, bisa dilihat kerudungnya masih sama. Ini memang kerudung favorit yang paling enak dipakai. Outer tanpa kancing, panjangnya sampai lutut. Kaos warna abu biar matching sama outernya. Celananya tidak terlalu kelihatan ya? Itu sebenarnya celana cutbray jadul warna biru dongker. matching juga sama outernya.


Yang Ketiga
Kita ketemu kerudung segiempat lagi. baju bahan warna pastel, celana panjang warna hitam. Sepatu boot warna cokelat tua. Ikat pinggangnya dengan pita ukuran besar ( yang dadakan potong dari persediaan pita di rumah.)

lagi-lagi warna pastel

Yang keempat
Outfit super  nyantai. Namanya juga lagi mantai. Cukup dengan kaos lengan panjang, rok jersey yang lebar banget sehingga nyaman untuk jalan-jalan, dan kerudung/bergo/khimar XL dengan warna senada dengan roknya. Bergo ini memang nyaman banget. Bahannya tipis tapi enggak menerawang. Praktis langsung pakai, kalau mau sholat jadi gampang banget bongkar-pasang.
abaikan perut, foto belum siap jadi lupa nahan napas
Bergo beli di koleksi jilbab khimarnya Tokopedia. Almost bergo dan khimar harga masih banyak yang di bawah seratus ribu lho. Ada juga yang seratusribu dapat tiga buah. Masih lebih murah ketimbang beli di pasar minggu Brigift.

Ada begitu banyak pilihan fashion muslim di Tokopedia. Terutama bagi yang pengen modis tapi budget minim, Tokopedia bisa membantumu. Walaupun harganya murah, tapi barang tidak murahan ya.

Sebentar lagi gajian. Siap-siap borong hijab dan pakaian muslimnya yuuuk!
Di Tokopedia ada banyak. Baaanyaaak!


19 Feb 2017

Abadikan Celoteh Anak

Saat anak berusia di bawah lima tahun adalah masa "repot" mengurus bocah. Masa dimana seorang SAHM (stay at home mom ) seperti saya, terkuras energinya untuk mengomel. Iya , mengomel.  Jangan salah, mengomel bukan lagi pandangan negatif untuk ibu. Jangan takut dibilang cerewet karena ngomelin anak ( dan atau suami ). Dimasa ini orang tua harus banyak bicara agar anaknya juga bisa bicara. Kita juga perlu menanamkan berbagai kecakapan demi perkembangan yang sesuai usianya.

Disaat yang bersamaan, ini adalah masa dimana penuh canda tawa penuuh keceriaan dan kenangan manis. 



Ingat tidak , Ma'am? Disaat kita ngomelin anak kadang mereka membalikkan apa yang kita katakan ke anak? Dan momentnya itu lho pas banget dan selalu "dziiigh!" *satu bogem mendarat di pipi*
Termasuk juga celotehan mereka. Saya sendiri sering terkekeh kalau dua bocah kesayangan sedang ngobrol di ruang sebelah tanpa campur tangan saya. 

Maka dari itu, saya akan mengabadikannya di tulisan ini. Karena biasanya dari kita (ah apa cuma saya aja? ) kalau gak ditulis akan terkikis dengan memori lainnya. Ahiw, Wien susah amat mau bilang pikun. haha

Mumpung saya ingat, berikut ini beberapa celotehan anak yang sering membuat saya ngakak, kadang membuat saya merasa makjlebb.

Akram (4 tahun), Dhia (7 tahun), saya (29 tahun)

Korban Iklan

Akram : "Mi, mau minum susu pakai gelas ini." menyodorkan cangkir plastik yang biasa buat bayi yang ada tutupnya.
Saya    : "Lhoo, kok pakai ini kayak adik bayi aja."
Akram : "Kan, biar kayak di iklan."
***
Akram : "Mi, ini harus digini - gini- gini." memperagakan klik - tarik - tuang.
Saya    : "Waah, kok tahu, Dek?"
Akram : "Kan, ada di iklan."
***
Akram : "Mi..mi..mi.. coba lihat." Akram meminta saya memperhatikan dia. Lalu dia meneruskan kalimatnya begini : "Siapa yang bisa ngomong Jepang? Saya, Pak. Jeppaaang!! Zonk"
Saya & Dhia : tertawa terbahak-bahak
***
Akram : "Suatu hari , Bunda. Ada seekor kelinci...sama lebah. Lebahnya galak. Kelincinya digigit."
Dhia    : "Terus terus kelincinya gimana?"
Akram : "Kelincinya jadi besar. Kayak balon. Tapi banyak bulunya."
Saya yang di ruang sebelah : ngikik
***
Akram : " Hai, aku Chilo."
Dhia    : " Hai, aku Chila."
*)Tahukah Anda ini iklan apa?

Panggung Sandiwara

Sering kejadian begini:
Akram dan Dhia lagi akur banget. So sweet kalau mereka lagi akur. Mereka akan membuat tumpukan bantal. Lalu mereka bergantian tampil di atas panggung (bantal) tadi.
Di saat adiknya naik tampil di atas panggung-panggungan tersebut, si kaka di depannya menonton dengan perhatian penuh. Lalu setelah selesai, si kakak akan bicara beberapa kata seperti mengomentari aksi adiknya di atas panggung tadi. Jika sudah, si kakak bergantian tampil dan si adik menonton.

Ngobrol sama Orang yang Lebih Tua

Suatu hari, Akang main di teman. Sudah lama gak kesana.
Teman Akang : "Akram, main sini. Udah lama nggak main."
Akram : "Ada anak kecil nggak?"
Teman Akang : "Nggak ada. Teteh Salwa-nya kan udah besar."
Akram : "Ah, nggak mau ah kalau nggak ada anak kecil mah."
***
Suatu hari, Akram bertemu dengan teman kantor akang suami.
Teman Kantor : "Hai, Akram!"
Akram : "Halo, Om."
Teman Kantor : "Kita mancing, yuk."
Akram : "Mancing ikan? Dimana? Ayo."
Beberapa saat kemudian...
Akram : "Om, jadi nggak mancingnya?
*Nah lhoh! Nagih dia.

Nasehat

Selama ini berusaha menasehati yang baik-baik. Sependek pengetahuan saya tentang adab dan tatakrama. Makan, minum, masuk rumah, memakai baju pun ada adabnya.

Dhia : "Mi, kok makannya sambil berdiri? Kan nggak boleh?" katanya saat melihat saya makan cemilan sambil berdiri.
Saya : "Oh iya."

Enaknya punya anak yang bisa mengingatkan kalau orang tuanya salah. :')

Yang Sabar...

Akram : "Mi, cepetin masaknya. Sudah lapar nih.
Saya    : "Yang sabar ya, Nak. Ini bentar lagi matang."
Dhia    : "Mi, pinjam hapenya."
Saya    : "Sabar dong, Dhia. Lagi dipakai nih.
..........
Saya : "Akram, cepetan ini makannya dihabisin."
Akram : "Iya, Mi. Sabar."
Saya : "Dhiaaaa, PRnya dikerjakan dulu sayaaang!"
Dhia : "Iya, Mi. Sabar."

*)kena deh!



PS. nanti kalau ingat atau anak-anak berceloteh yang membuat saya ngakak maupun ter-makjleb akan saya tulis lagi.

Kalau manteman, pasti pernah kan mendengar celoteh anak yang bikin terkesan. Sharing dong biar kita tertawa bareng.

Abadikan celoteh anak agar punya ingatan tanpa batas ( kecuali blogspot gak ada lagi ) yang akan tergambar kembali ketika kita menua.

13 Feb 2017

[Jalan Bareng Bocah] Review Kamar Super Deluxe Hotel Galeri Ciumbuleuit



Saya pernah menulis di blog ini keinginan untuk berbulan madu. Bulan madunya gak jauh-jauh sih, pengen nginep di hotel sekitar Lembang aja. Walaupun waktu itu nulisnya karena advertorial, tapi ternyata Gusti Allah mengabulkannya. Seminggu yang lalu, saya bisa bulan madu nginep di hotel. Enggak berdua sih, tapi bersama dua bocah nginepnya.
Mbook....senang hatiku Mbook! *norak-norak bergembira*

Lhah, gimana atuh hanimun bareng krucil? Ena-enanya gimana? haha

Bisaaaa... Karena di room Super Deluxe Hotel Galeri Ciumbuleuit ini ruangannya luaaasss. Dengan luas sekitar 48 meter persegi, ada banyak fasilitasnya seperti :
- Dua kamar tidur.
Satu kamar dengan double size bed (ukuran besar) dan satu kamar tidur lainnya adalah kamar anak-anak dengan single bed . Walaupun single bed tapi masih muat untuk tidur dua anak. Jadi kami nggak perlu minta kasur tambahan.



baca : Cerita Awal Pernikahan dan Bulan Madu

kamar tidur 1, dengan double bed

Inilah kamar hotel yang selama ini kami cari-cari. Cocok banget untuk kami yang anak-anaknya nggak biasa dititipkan ke orang tua/mertua dan atau pengasuh. Yay! bisa honeymoon tanpa meninggalkan anak-anak di rumah. Malah jadinya Jalan Bareng Bocah. Asiiik.



- Living room
Living roomnya cukup luas dengan TV kabel layar datar. Anak-anak bisa nonton film anak sampai mblenger. Oh ya, TV ada satu lagi di kamar tidur. Jadi saya nggak berebut channel TV sama anak-anak.
- Kamar mandi
Kamar mandinya dengan bathtub dan shower.


- Fasilitas standart hotel bintang 4 lainnya seperti :  working desk, kulkas, AC, minibar, coffee makerhair dryer , telepon dan wifi.
Di lemari penyimpanan ada brankas untuk menyimpan barang berharga agar tetap aman saat ditinggal jalan-jalan ke luar hotel misalnya.
Ada juga layanan laundry/binatunya.

Semua fasilitas disiapkan untuk tiga orang mulai dari sandal, alat mandi dan minuman,


Ada satu cerita menggelikan. Jam lima pagi di saat hotel masih sepi, ruangan di lobi masih gelap, lampu-lampu belum nyala dan gak banyak yang belum bangun. Kami berempat sudah keluyuran dong menjelajah hotel. Niatnya mau nge-gym. Ternyata area gymnastic dan kolam renang yang berada di lantai 5 itu masih tutup. hahaha.
Sebelumnya memang tidak membaca secarik kertas yang menempel di pintu kacanya sih kalau gym dan kolam renang buka mulai pukul tujuh pagi sampai sembilan malam. Pas giliran mau olahraga, kami malu sendiri karena sudah ramai. Yang nge-gym ciwi-ciwi tcantik dan keren sedangkan kami kuleuheu' pisan. Mungkin ini juga yang dari dulu saya enggan daftar member di club gymnastic. *lah alesyaaaan mu kui Win*

Yaudah sih karena udah di bawah, jadi main di taman bermain aja yang ada di depan hotel. Sayang taman bermainnya kurang bervariatif. Tapi anak-anak tetep enjoy.

taman bermain

Terus karena nggak jadi nge-gym akhirnya malah nyemplung ke kolam renang. Walaupun cuaca lagi dingin dan berangin (saat itu) gak ngaruh kalau anak-anak mah. Nyemplung sebentar aja sekadar basah-basahan. Yang biasanya kalau di kolam renang bisa satu jam lebih, kali ini nggak sampai setengah jam. Rekooor.

Habis itu buru-buru ke kamar lagi karena kedinginan. Biar gak masuk angin berendam lama di bathtub dengan air hangat.

kolam renang ada 1 untuk anak dan 1 untuk dewasa

Sarapan.

Menu sarapannya banyak dan bervariasi. Mau apa tinggal pilih aja. Menu untuk anak sampai dewasa ada, jadi kami nggak usah bingung nyari makan yang cocok dengan selera anak-anak. Anak balita juga bisa menikmati. Omelet, sereal dan roti selai? Jus, buah dan salad?  Nasi dan mie goreng? Nasi putih dengan lauk-pauk dan sayur? Bubur ayam? dipilih dipilih dipiliiih. :D
Kalau mau beli keperluan lain kita tinggal beli di minimarket yang ada di lobi hotel.
Minusnya, di dalam lingkungan hotel, saya nggak nemuin mesin ATM. Pas kami perlu uang cash harus keluar hotel.

Oiya, ada biaya tambahan Rp 45.000 untuk sarapannya. Kenapa ada biaya tambahan? Karena kami berempat, sementara free breakfast nya cuma untuk 3 orang.
Over all pelayanannya sangat bagus kalau menurut saya mah. Kebersihan terjaga, kenyamanan asli nyaman banget.

Berada di sini berasa seperti di rumah (eh lebih bagusan di sini ding ;p ). Dengan ruangan seluas itu anak-anak masih bisa main dengan bebas. Asli! Fasilitasnya, kenyamanannya membuat kita gak mau pulang. hihihi

living room

Kamar Super Deluxe tempat saya nginep ada di lantai 19. Dari kamar, terpampang pemandangan kota Bandung Utara yang indah baik di siang atau di malam hari. Galeri Ciumbuleuit juga strategis banget karena dekat dengan tempat-tempat wisata yang ngehits di Bandung seperti Cihampelas Walk, Paris van Java, dekat FO dan cafe, dll.

view dari lantai 19


Galeri Ciumbuleuit Hotel and Apartment
Jalan Ciumbuleuit no 42A Ciumbuleuit, Kota Bandung
Publish rate untuk kamar Super Deluxe Rp 1.100.000 per malam.
Tapi kalau pesannya dari aplikasi **** , harga bisa lebih murah dengan kamar yang sama. Ratenya bisa sampai 400-700 ribuan per malamnya untuk kamar Super Deluxe.
Weekday lebih murah dibanding weekend.
Untuk harga segitu, termasuk murah dengan pelayanan dan kenyamanan yang oke.

Jadi untuk yang mau nginep disekitar Dago dan pusat Kota Bandung dengan lebih dari dua orang, Galeri Ciumbuleuit recomended banget.

9 Feb 2017

Prestasi itu...

Saya suka takjub melihat ibu rumah tangga/wanita yang sukses dalam bidang apapun. Ada yang sukses bisnis onlinenya. Ada yang sukses menjadi pembicara dan diundang dimana-mana. Ada yang sukses dari MLM sehingga berpenghasilan berjuta-juta. Dan masih banyak lagi prestasi-prestasi yang bisa dicapai oleh seorang wanita/ibu rumah tangga.

Suka ngiri nggak sih dengan prestasi-prestasi orang lain? Kalau aku sih sering gak tau kalau mas Goblin.  Haha
Tidak apa-apa itu kan manusiawi. Melihat orang lain lebih berprestasi pasti ada rasa iri walaupun kadarnya tiap orang berbeda. Yang membedakan, irinya itu akan dibawa kemana? Mau ngiri sampai nggak bisa tidur atau irinya akan membuat diri kita mempunyai semangat untuk berprestasi juga? Tapi kade jika irinya membuat kita jadi tidak semangat dan malas gerak. Hehehe

Setiap orang merasa prestasi itu relatif banget. Ada yang berfikir bahwa prestasi itu ketika sudah bisa mendarat di bulan atau nginep di planet mars. Ada pula merasa berprestasi ketika punya karier yang tinggi dan pendapatan selangit. Tapi, ada juga yang berfikir, prestasi itu ketika bikin telor ceplok tanpa gosong dan keasinan. Sesederhana itu. Tergantung dari perspektif masing-masing orang.

Tadi waktu nyetrika, saya kepikiran membuat tulisan ini. Saya pikir, ketika saya selesai nyetrika sehingga keranjang setrikaan kosong hari itu, itulah prestasi. Muahaha... *receh banget anaknya

Jadi prestasi itu....

Ketika pagi-pagi sudah selesai masak sebelum yang lain bangun.
Bisa masak untuk bekal makan siang suami itu rasanya hore-hore bergembira. Yang biasanya pagi-pagi sarapannya cuma roti oles plus susu, memasak menu komplit semacam sayur sop dan tempe goreng, itulah prestasi!

Ketika tumpukan setrikaan di keranjang yang sudah semacam gunung di Indonesia (sambung-menyambung dari Sabang sampai merauke ) sudah kosong dan sudah kembali di lemari dengan keadaan rapi. Itulah prestasi!

Ketika rumah sudah rapi sebelum suami pulang ke rumah, itulah prestasi. Rumah dengan dua bocah yang kreatif pasti bisa dibayangkan kondisinya setelah seharian dijadikan hutan, lautan, atau panggung hiburan. Selimut yang menjelma jadi kapal, bantal yang menjelma jadi benteng pertahanan, dan mainan yang tersebar ke segala penjuru rumah. Bisa rapi lagi, lantai kinclong wangi tepat sebelum suami pulang, itulah prestasi!

Bikin omelet/telur dadar dengan bulat sempurna tanpa retak, itulah prestasi.

Ngangkat galon dan masangin ke dispenser sendiri, itulah prestasi.

Bikin telor ceplok tanpa gosong dan keasinan, itulah prestasi. (eh tadi udah disebutkan ya)

Nyuruh si kakak ngerjain PR dalam sekali ngomong, itulah prestasi.
Si kakak biasanya susah kalau disuruh ngerjain PR, harus berkali-kali ngomong. Apakah saya aja di sini?

Ngangkat jemuran saat tiba-tiba hujan gede, itulah prestasi.
Ini biasanya mau ngangkat jemuran ribut nyari kerudung dulu di mana, keburu bajunya basah atuh euy. haha

Dalam sehari saja, tidak nginjak ranjau darat ( lego dan mainan-mainan kecil ), itu juga prestasi.

Tahan godaan jajan bala-bala hangat dalam sehari, itulah prestasi.

Apa lagi? Tambahin di kolom komentar, yaa... ;)

Dan mari kita tepuk tangan atas prestasi ini, hahaha

Virsky - Hopak / Вірський - Гопак (ukrainian dance)
make funny GIFs like this at MakeaGif

1 Feb 2017

[Jalan Bareng Bocah] Floating Market Lembang

Hai, Assalaamu'alaikum teman-teman.
Dalam seri Jalan Bareng Bocah kali ini saya akan bercerita saat kami main ke Floating Market Lembang Jawa Barat. Banyaaak sekali referensi tentang tempat wisata satu ini. Tapi seperti yang selalu saya bilang, setiap pengalaman punya cerita tersendiri, punya kisah yang berbeda. ;) 
Floating Market ini surganya bagi pecinta kuliner. Soalnya di pasar terapungnya itu ada aneka makanan. Kita bisa mencicipi dari yang biasa seperti jagung bakar, seblak sampai yang jarang dijual di Bandung seperti tahu gejrot.

Dari pengamatan saya (*halah) , kebanyakan pengunjungnya dari luar kota Bandung. Bisa dilihat di tempat parkir lebih banyak kendaraan dengan plat non D. Saya juga beberapa kali mengobrol dengan sesama pengunjung. Kata mereka, tempat ini menarik sekali. Udaranya sejuk dan pemandangannya indah. Aaah, saya pun jatuh cinta sama Floating Market. Walaupun cuaca tidak menentu, kadang panas lalu tiba-tiba hujan, bersyukur sekali bisa motret pemandangan indah dengan langit cerah.

Floating Market. View dilihat dari dermaga.


Waktu itu, kami berempat saja. Dengan dua motor otok-otok kami, saya boncengan dengan Dhia sedangkan kang Budi bareng Akram. Rencana awal jalan bareng bocah sebenernya enggak ke sana. Cuma mau ke tempat wisata yang deket-deket aja dari rumah di Cimahi. Sambil menikmati udara Cimahi yang sejuk sambil lihat-lihat tempat mana yang asyik buat main. Makin jalan ke atas lewat jalan Kolonel Masturi, eh ternyata malah bablas sampai di Floating Market. :D 

Jam buka floating market pukul 09.00 - 19.00 wib. Kami sampai di sana sekitar pukul setengah 12. Pas masuk di depan gerbang akan ditarik biaya parkir. Jadi siapkan uang pas sebelum masuk. Parkir motor Rp 5000. Kalau mobil sepertinya Rp 30.000
Harga 1 tiketnya Rp 15.000 yang bisa ditukar dengan minuman seperti kopi, coklat, jus jeruk, dll. Capek habis memotoran selama kurang lebih satu jam, kami nyeruput minum sambil ngemil dan foto-foto.



Setelah duduk-duduk sebentar, kami jalan ke dermaga melihat ikan. Bagi dua bocah itu, melihat ikan besar-besar sangatlah menakjubkan. Dan itulah tujuan saya Jalan Bareng Bocah, memberikan mereka hiburan dan pengalaman baru. Bukan sekedar memuaskan hasrat jalan-jalan orang tuanya. eh

Melihat ikan besar-besar, keluarlah celotehan mereka: 
"Ikannya buanyaaak. Guede-guedeee! Mau ngasih makan ikan dong, Mi." kata Akram.
Lalu saya keluarin roti dari dalam tas. 
Begitu dilempar secuil roti, ikan-ikan itu langsung menyerbu dan makan dengan lahap.
Duo bocah memekik girang. Begitu pun anak-anak kecil yang juga ngasih makan ikan.

Saya biarkan mereka "bercengkerama" sama ikan untuk beberapa waktu agar mereka puas. Setelah mereka minta untuk pindah dari kolam baru kami ajak bocah berjalan menyusuri area Floating Market. 

"Ikan-ikannya gendut ya Mbak Dhia, kayak Ummi."
Akraaam, plis deh -_- *lol


"Waaa, ada perahu. Ayo kita naik!" kata Dhia sambil menyeret lengan saya.
"Baiklah. Tapi di kereta air ngantrinya panjang. Pasti akan lama. Gimana kalau naik becak air atau sampan?"

Setelah beberapa negosiasi dengan anak, akhirnya memilih naik sampan. Sekalian olahraga sambil mendayung. Tapi gak disangka, mendayung itu capek juga ya. Mana keseimbangan juga harus dijaga. Gak bisa banyak derak di atas sampan mah. Salah-salah nanti sampannya terbalik.



Naik sampan ini bayar Rp 70.000 untuk sewa 1 sampan. Maksimal yang naik 4 orang. Bayarnya pakai koin. Agak ribet juga sih sistem koin gini. Tiap kali mau masuk ke wahana atau beli makanan harus bolak-balik menukarkan koin.


Capek naik sampan, kami menyusuri pasar terapung. Karena tujuan kami ke Floating Market bukan untuk makan, jadi pilih cemilan aja yang dirasa agak aneh. Harga di sini bisa dua kali lipat dari harga normal kalau membeli di luar. Yaaa, harus cermat aja. Karena kalau enggak bakal seperti cerita teman saya. Untuk beli makanan tau-tau habis sejuta. 



Setelah ngemil sebentar, duo bocah itu mengajak kami jalan mengelilingi area. Mereka melihat wahana outbond. Ada banyak permainan-permainan outbond seperti flying fox dan sebagainya. Merasa udah nggak aneh lagi mereka lanjut jalan lagi. Sambil jalan sambil foto-foto tentunya. 

Sayang waktu itu mendung lalu disusul hujan deras. Gagal deh mengeksplor Floating Market dalam sehari. Karena hujan nggak kunjung reda, kami putuskan pulang. Sudah pukul empat sore pula. 

Lain kali ke Floating market lagi ya, cah (bocah). Nggak bisa sekali datang bisa kejamah semua area nih, tandanya harus balik lagi. *wink