10 September 2019

Beauty Class bersama Lakme dan Indonesian Female Bloggers

Hai semua...
Sebagai ibu dari tiga orang anak yang masih kecil, saya merasa dandan (ber-make up) tuh sesuatu yang jarang saya lakukan. Tapi meskipun jarang ber-make up, saya selalu usahakan untuk tetap merawat kulit. Waktu ada pengumunan di grup facebook Indonesian Female Bloggers akan mengadakan acara beauty class di Bandung, saya sangat tertarik dan nggak pikir panjang langsung aja daftar. Beruntung, saya salah satu yang terpilih diantara 20 blogger lainnya.



Sekilas tentang Indonesian Female Bloggers (IFB). Komunitas IFB dibentuk pada Desember 2015 oleh madam Yonna Kairupan, seorang Makeup Artist, Vlogger, Blogger, Videographer. Saat ini IFB telah beranggotakan lebih dari 2000 member dari berbagai tempat, profesi, serta berbagai macam minat dan bakat. Kalau manteman mau gabung ke grup atau komunitasnya, tinggal klik banner IFB yang ada di sidebar blog ini, ya.



Sabtu 7 September lalu, bertempat di Reds Dipo, Dipatiukur Bandung saya datang dengan riang gembira. Siap menerima ilmu berdandan dari MUA (Make Up Artist) kak Upay Munandar  ( instagramnya @upaymunandar ). Pas masuk ke ruangan belakang di Reds Dipo, ya ampun yang datang dedek-dedek gemesh semua. Malu akutu. Namun nggak ada kata terlambat untuk belajar, ya khaaan. Apalagi acara ini didukung penuh oleh LAKMÉ Makeup, yang mana sejak sering ngepoin video para beauty vlogger saya sedikitnya tahu bahwa brand make up LAKMÉ  itu salah satu yang banyak direkomendasikan sama mereka.

Tentang Lakme Kosmetik

LAKMÉ kosmetik ini merupakan produk Unilever. Saya baru tahu, nih. Sebelumnya Unilever belum pernah mengeluarkan kosmetik, adanya juga skincare yha khaaan(?) Di Indonesia, Lakme hadir sejak tahun 2017 atau 2 tahun lalu. Itu berarti sebentar lagi akan ultah yang ke-3 dong. Kira-kira anniversary-nya LAKMÉ bakal ngundang blogger nggak ya? hehe



Meskipun baru mau 3 tahun di Indonesia, namun merek LAKMÉ kosmetik ini ternyata sudah ada sejak 50 tahun yang lalu di India. LAKMÉ kosmetik ini ada sejarahnya, lho manteman. Jadi ceritanya (seperti yang dituturkan oleh kak Upay), ada seorang perempuan asal Perancis bernama Simone Tata yang menikah dengan laki-laki asal India bernama Tata (itu lhoh yang punya Tata Stell, Tata Motor, dan sebagainya).

Tata: "Mbak Simone, kamu mau nggak menikah sama aku?"
Simone: "Yaudah, kalo kamu mau nikahin aku, kasih aku perusahaan, dong.
(Apakabar kamu yang mau nikahin gadis pas diminta beliin make-up dan skincare bilangnya "Aku mencintaimu apa adanya" ??) lol

Terus ... Kenapa nama mereknya jadi LAKMÉ ? Ternyata, karena nama Simone Tata ini kalau di India namanya Laksmi, terus akhirnya jadi LAKMÉ. Selain di India, LAKMÉ kosmetik ini juga sudah ada di Eropa Timur. Karena sukses banget nih perusahaan, LAKMÉ di India menggandeng artis papan atas Karisma Kapoor dan Karina Kapoor sebagai brand ambassadornya. Sementara di Indonesia, brand ambassadornya tuh Agnez Mo sama Syahrini (kalau nggak salah #cmiiw yaa).

Karisma Kapoor, Karina Kapoor, Agnez Mo
😂

Selanjutnya kak Upay menjelaskan beberapa langkah basic skincare supaya kulit wajah tetap sehat walau sering memakai make-up. Saya yakin, kalian teman-teman pembaca bisa mendapatkan informasi seputar kecantikan dan make-up di beauty blogger kesayangan Anda, tapi biarin yaa saya tulis lagi disini supaya saya nggak lupa.

Step by Step Skincare untuk sehari-hari dan tips penggunaannya dengan benar:

1. Membersihkan Make Up
Menggunakan make up remover Lakme yang ini.



Tips dari kak Upay: membersihkan make up dengan make up remover sapukan kapas ke arah atas, bukan ke bawah. Setelah itu, untuk membersihkan sisa-sisa make up gunakan cleansing milk atau micelar water. Untuk tipe kulit kering, membersihkan make-up bisa memakai baby oil, olive oil, vco, dll. Kenapa harus doble, ya biar bersih total atuh shayy.

2. Mencuci Muka
Step selanjutnya adalah cuci muka menggunakan facial wash. Selama ini cara kita cuci muka udah bener atau belum? Kayaknya sih belum ya? (kamu aja kali Wien :D)
Nah, kata kak Upay, para dokter dermatologi melakukan penelitian gimana caranya mencuci muka. Caranya adalah gunakan ujung jari. Karena ujung jari kita kan ada sidik jari  yang ber 'tekstur'. Ini bisa berfungsi sebagai scrub alami lho.

3. Toner
Setelah mencuci muka sebaiknya menggunakan toner. Toner banyak fungsinya salah satunya untuk mengecilkan pori-pori. Tips: simpan toner di lemari es.

4. Serum / treatment Essence / emultion
5. Moisturiser
6. Sunblock
Sunblock ini salah satu item yang harus dipakai untuk melindungi kulit dari sinar matahari yang bisa membuat kulit muka ada flek hitam bahkan bisa jadi kanker kulit.

Setelah itu baru deh bisa mulai makeup-in wajah.



Aniway, belajar make-up bisa aja di youtube dengan nonton para beauty vlogger dan MUA. Tapi ternyata ikut beauty class offline lebih jelas. Kak Upay ngajarinnya enakeun, sih. Menjelaskan step by stepnya jelas dan ngasih contohnya juga mudah ditiru(khususnya buat yang awam seperti saya).

Langkah pertama
- CC Cream
Menggunakan CC Cream Lakme yang ini.



Kalau menurut kak Upay, menggunakan CC cream itu nggak perlu banyak-banyak. Cukup keluarkan sedikit lalu totol-totoin di 5 bagian wajah (dahi, kedua pipi, hidung, dagu) lalu meratakannya ngak perlu pakai sponge supaya creamnya nggak terbuang sia-sia karena menempel di sponge/beauty blender.

- Cushion
Pada acara ini, blogger yang hadir menggunakan cushion ini.



Ini sungguh kejutan karena kami merupakan yang pertama menggunakan cushion terbaru dari LAKMÉ 9to5 Reinvent. Bahkan saat event berlangsung, produk ini belum ada di pasaran (katanya baru ada di pasaran minggu depan). Review detail produknya saya tulis di blogpost terpisah, ya. Biar puas reviewnya. hehe
Cara menggunakan cushion itu cukup di-taptap aja, jangan dipulas. Coveragenya mantab. Satu layer aja udah bisa menutupi bekas jerawat.

- Compact Powder
Menggunakan bedak LAKMÉ yang ini:



Untuk langkah selanjutnya mah seperti langkah menggunakan make-up pada umumnya seperti: gambar alis, poles eye shadow, eye liner, mascara, blush on, countouring, dan higliter.



Dan ini dia foto saya  sesudah beauty class. Aslinya nggak PD ya ampun.



Sambil menunggu teman-teman yang lain selesai, peserta beauty class yang hadir disuguhin coffee break sama Reds Dipo. Terima kasih Reds Dipo yang menyediakan tempat yang nyaman untuk acara ini dan coffee breaknya. Tempatnya berada di pusat kota Bandung dan mudah dicari. Suasananya adem karena masih banyak pepohonan di sekitarnya. Beberapa sudutnya juga lumayan instagramable. Seperti satu sudut yang ada rak buku dan hiasan dindingnya yang oke.



Oiya, sebelum  pulang dari sini saya dibawain goodie bag yang isinya bikin tambah bahagia dan bibir jadi berwarna. Apalagi kalu bukan perona bibir (duh bahasnya kok ya perona bibir lol). Ini dia, ada 4 warna lip crayon dengan warna nude yang bisa dipakai sehari-hari.



Ada 4 macam mini matte lip crayon LAKMÉ Classics Reinvent: peachy, fiery, taffy, dan mauvey. Saya coba swap-swap di tangan terlihat kaaan warnanya bagus banget. Nude. Saya suka nih warna-warna kalem seperti ini. Cocok dipakai untuk daily make up.

Waktu saya coba pulaskan di bibir, kesan pertama tuh lembut dan nempel (istilah inteleknya tuh 'pigmented' kayaknya) dan nggak bikin bibir kering. Untuk ketahannya saya belum nyoba bisa tahan berapa lama. Gimana kalau aku tulis rebiew di blogpost terpisah? hehe



Untuk menutup artikel ini, aku mau mengucapkan terima kasih buat LAKMÉ make up, IFB yang sudah mengundang saya, dan Reds Dipo untuk venue Beauty Class kali ini. Saya jadi nambah ilmu dan nambah teman. Acara ditutup dengan foto bersama. Sampai jumpa di acara selanjutnya, ya. :)



06 September 2019

Access BARS Membantu Saya Lepas dari Obat-Obatan

Halo semuanya, kali ini saya mau berbagi tentang manfaat Access BARS membantu saya lepas dari obat-obatan. Pada awalnya saya nggak pernah menyangka bahwa Bars bisa membuat saya nggak ketergantungan lagi sama obat pereda nyeri.



"Memangnya kamu kenapa Win sampai harus minum obat-obatan segala?"

Sebenarnya nggak ada penyakit yang "serius" kok. Cuma penyakit seperti sakit kepala, masuk angin, pegal linu atau sakit badan. Kayaknya rata-rata orang juga pernah mengalami sakit ringan semacam ini. Memaaang, sakitnya "cuma" sakit ringan, tapi kalau hal tersebut terjadi hampir setiap hari, ya repot juga nggak sih?

Baca juga: Stok Obat-obatan Wajib Seorang Ibu Rumah Tangga

Saking seringnya terserang sakit kepala, saya menganggapnya sebagai hal yang wajar saja. Namanya juga ibu rumah tangga yang punya banyak anak. Menghadapi anekdot/kelakuan anak tiap hari selama 24 jam 7 hari seminggu itu bikin pala puyeng (masih untung saya nggak depresi). Mengerjakan pekerjaan rumah tangga tanpa asisten sampai encok pegal linu mah udah biasa. Begadang semalaman lalu paginya musti jemput anak sekolah, kena angin dikit saat naik motor lalu masuk angin mah sudah biasssaa. Saya menganggapnya biasa pada awalnya. Hingga saya mengenal Acces Bars. 

Apa itu BARS? 
Silahkan baca di sini ya manteman: Pengalaman Mengikuti Kelas Bars Consciousness
Teruntuk dokter David Budi W,
terima kasih banyak telah jadi fasilitator saya dalam mengenal Bars. 

Saya sendiri enggak ngeuh kapan mulai nggak konsumsi obat sakit kepala. Saya menyadarinya pas udah sekitar tiga bulan setelah ikut kelas Bars.

Suami bertanya: "Mau dibelikan koyo sama obat sakit kepala atau nggak? Kok udah lama nggak minta pang belikeun?" (pang belikeun=tolong belikan)
Saya jawab: "Enggak. Udah nggak pernah sakit kepala lagi."

Dari situ saya bersyukur banget. Penyakit rutin yang selalu menyerang saya itu, sekarang sudah lenyap. Ini karena salah satu tool dari Acces Bars yang membuat kesadaran saya bertambah.

Kok Bisa?

Begini. Ternyata, ya teman-teman. Sebagian dari kita itu adalah orang-orang dengan tipe Empath. Dia mudah sekali menyerap segala hal yang ada di sekitarnya. Mulai dari pemikiran, perasaan, sakit. Dan saya ini ternyata termasuk orang yang Empath-nya besar. Kayak sponge gitu deh. Ngerinya, yang diserap tuh bukan cuma radius sekilo dua kilo aja, tapi bisa se-provinsi! yasalaaam

Sebelum ikutan kelas Bars ini saya nggak tau, nggak sadar juga, bahwa ada lho tipe orang empath yang bisa menyerap apa saja. Hal itu menjadikan sampah elektromagnetik menumpuk di diri saya.
Oh itu sebabnya, SERING BANGET saya mengalami mood swing. Gak tau kenapa tiba-tiba merasa sediiiiiih banget. Tiba-tiba galau. Tiba-tiba nangis. Padahal nggak lagi ada masalah apa-apa. Tiba-tiba mikirin sesuatu. Entah itu datangnya darimana saya nggak tahu.

Kalau mau tanya aja suami saya, sering tuh saya tiba-tiba minta peluk dan nangis sesenggukan. Ditanya kenapa, nggak tau, pengen nangis aja. Untung suaminya sabar, mau peluk, dan menyediakan bahu untuk bersandar. ea eaaa

Tau gak? Perasaan-perasaan itu semua ternyata nggak semuanya punya kita, lhoh (bukan punya saya maksudnya). Saya pas dikasih tau gitu sama dokter David, ya bengong melongo. hahaha
Kok bisa sih dok?

98% of your thoughts feelings and emotions don't belong to you. You are like the psychic Sponge Bob of the universe.

Mau cerita dikit. Dulu, saya sering jadi tempat curhat. Dicurhatin sama temen tentang permasalahan hidupnya, setelahnya aku PASTI bakalan terserang sakit kepala yang sangat berat. Udah kayak psikolog aja tuh. Saya juga bisa merasakan betapa sedihnya atau bahagianya seseorang ketika dia bercerita. Dan entah kenapa saya jadi kayak magnet gitu, menarik orang-orang pada curhat ke saya. Ternyata selama itu saya jadi penampung, jadi tempat sampah permasalahan orang-orang. Oh pantes yaaa..

Lagi-lagi saya bersyukur kenal dokter David, kenal Bars. Sehingga sekarang kesadaranku bertambah.

Ketika tiba-tiba saya sakit kepala, tiba-tiba galau, tiba-tiba pengen marah-marah, tiba-tiba sakit di bagian badan tertentu. I will say: Who does this belong to? Punya siapa ini? Kembalikan kepada yang punya ditambah dengan kesadaran.

Cring!
Iam aware. I think that if a thought, feeling, or emotion fits in mine, it must be mine. Tapi kalau bukan, semuanya itu akan berangsur hilang.
Saat merasakan pusing, Who does this belong to?
Saat tiba-tiba melow, galau, dsb... Who does this belong to?
Alhamdulillah dengan ijin Allah, saya nggak lagi pusing setiap hari, nggak lagi nwngis tanpa sebab, nggak lagi tergantung sama obat-obatan itu. Alhamdulillah sehat tanpa obat.

Ini cuma salah satu tools dari Acces Bars. Masih banyak yang lainnya sebenernya, insyaAllah ntar ditulis lagi beberapa pengalaman bersama Bars yang membuat hidup saya lebih easy, joy and glory.

Kalau teman-teman tertarik sama hal ini, silahkan kepoin / cari tahu lebih banyak di:
grup facebook: Indonesia Access Consciousness
atau
di grup whatsapp: https://chat.whatsapp.com/IFFtZVfJumJC4PCIBhZd85
follow juga instagram dokter David Budi @davidbudi.access

Atau kalau teman-teman ingin merasakan gimana sih rasanya mendapat teraphy BARS, yuk janjian ketemu sama saya. Yes, saya juga praktisi Bars, lhoh. :)

Baca juga: Ternyata Begini Rasanya Setelah di-Bars

Segini dulu ya manteman yang bisa saya bagikan. Semoga tulisan ini bermanfaat buat siapa saja. Bagikan tulisan ini jika dirasa bermanfaat untuk teman-teman Anda.

All of lifes come to me with easy, joy, and glory.

04 September 2019

Arisan di Crowne Plaza Hotel

Arisan mah biasa buat emak-emak yha khaaan? Yang enggak biasa tuh arisannya di hotel bintang lima. Buat emak-emak bukan sosialita kayak saya, ini pertama kalinya saya menghadiri arisan di tempat mewah. Arisannya pun bukan sembarang arisan. Ini arisan ilmu kolaborasi Emak-Emak Blogger dan Sisternet.

Emak dan sister tau 'kan hotel Crowne Plaza Bandung? Itu loh hotel bertaraf internasional yang terletak di pusat kota Bandung. Kalau dari jalan Braga tinggal jalan sedikit aja sudah sampai.

Baca juga: Keseruan Blogger Day di Hotel Crowne Plaza Bandung

Arisan Ilmu kali ini, KEB menggunakan tempat di  Mountain View Poolside Bar yang ada di lantai 5-nya. Sesuai dengan namanya, ruangan semi terbuka dengan pemandangan kolam renang dan pegunungan yang keren banget.



Emaks dan sisters yang memakai dresscode bernuansa pink tampak fresh dan anggun. love dech pokoknya. 

Acara dibuka oleh MC mbak Alaika Abdullah. Dilanjut sambutan dari MakPon (Founder) Kumpulan Emak Blogger -Mira Sahid, serta Adelia Pandjaitan ( Sisternet-XL Axiata ).



Acara berlangsung seru dan interaktif. Membahas tentang topik yang lagi "in" sekarang ini, yaitu Optimasi Media Sosial Dengan Vlog. Sharing dari emak kece Yashinta Astuti ini insyaAllah aku tulis di artikel selanjutnya, ya. :)


Pembahasannya seru, menambah ilmu lagi khususnya buat saya yang lagi mulai belajar edit video dan mulai mengisi konten media dengan video pendek.



Yang spesial banget hari itu, adalah brunch persembahan hotel Crowne Plaza Bandung. Hidangannya banyak banget! Dan inilah beberapa diantara banyak menu hidangannya.
- Barbeque
Terdiri dari sosis dan daging ayam. Ada pula jagung dan terung sebagai pelengkap.

- Dimsum
Di sebelah barbeque stall tersedia dimsum yang enak banget.

- Salad bar
Isi saladnya banyak macemnya, sausnya juga.
- Bebek panggang






- Main course
Ada nasi putih, mie goreng aceh, tumis labu, aneka seafood, rolade ayam dengan saus jamur, iga bakar asam padeh.



- Pancake dan wafel
- Aneka gorengan
- Aneka jajan pasar
- Es kelapa jeruk
- Buah-buahan
- Berbagai macam roti dan kue



- Kopi, teh, dan jus tentu saja selalu ada dari awal acara sampai acara berakhir.



Kayaknya ada yang belum saya sebutkan, deh. Tapi ini juga udah banyak banget. Sampai bingung mau makan yang mana dulu. :)

Mending tonton videonya di youtube untuk lihat menu komplitnya.



Terima kasih Kumpulan Emak Blogger dan Sisternet. Arisan ilmu kali ini jadi istimewa dengan perpaduan yang sempurna antara venue acara, hidangan istimewa dan jalannya acara.

Sampai jumpa lagi di event selanjutnya. :)

03 September 2019

Mengelola Keuangan untuk UMKM bersama Ibu Berbagi Bijak

Ketika membangun sebuah usaha kecil rumahan, yang terpikir oleh saya adalah mulai aja dulu. Seperti usaha membuat BusyBook yang saya rintis 6 tahun silam. Tapi memulai tanpa persiapan ternyata salah karena bisa berdampak tidak berkembangnya usaha tersebut.



Seperti yang biasanya terjadi pada UMKM yang dibangun para ibu (termasuk saya), misalnya.
- Tidak menggaji diri sendiri.
Yang terpikirkan karena ini usaha sendiri, ya suka-suka saya,nggak digaji pun tak apa. Ternyata salah, ya.. Tetep harus menggaji diri sendiri.
- Tidak mencatat pemasukan dan pengeluaran.
Rempong ya cyiin harus mencatat arus kas keluar masuk, apalagi yang usahanya masih segala dikerjakan sendiri.
- Mencampurkan antara uang usaha dengan uang keperluan sehari-hari.
Beli bahan, alat, dan sebagainya kemudian memproduksi barang, dapat pembeli, lalu uangnya buat belanja sayur atau bayar sekolah.
- Memakai Feeling Analis bukan Financial Analis
Ibu-ibu rata-rata kalau berbisnis tuh pakai "perasaan".

Alhasil, usaha kita bukannya jadi bisnis yang semakin besar malah jadi busynis. hehehe. Cuma capek riweuh dan sibuknya aja, hasilnya atau keuntungannya kagak ada.

Beruntung banget hari Rabu tanggal 28 Agustus 2019, saya diundang oleh The Urban Mama untuk mengikuti workshop Ibu Berbagi Bijak bertema Pengelolaan Keuangan untuk UMKM bersama financial planner idola ibu-ibu. Siapa lagi kalo bukan mbak Prita Ghozie.


Acara ini yang dipersembahkan oleh VISA ini telah dilaksanakan mulai tahun 2017. Dengan tujuan mengedukasi para ibu sebagai "mentri keuangan" rumah tangga supaya melek financial.

Acara diawali dengan sambutan oleh presiden direktur PT Visa Wordlwide Indonesia, bapak Riko Abdurrahman.

"Ibu Berbagi Bijak ini merupakan program dari VISA untuk mengedukasi para ibu supaya mempunyai literasi keuangan yang baik. Dimulai sejak tahun 2017. Sementara di seluruh dunia VISA telah melakukan program edukasi seperti ini sejak tahun 1995, namanya Practical Money Skill. Dimana telah mencapai sekitar 33 juta orang lebih dari 30 negara. Sementara Ibu Berbagi Bijak telah mengedukasi ibu-ibu lebih dari 300.000 orang di seluruh Indonesia."

Dilanjutkan sambutan dari Ketua Komunitas Benua Balantik, bapak Muhammad Fadli. Serta bapak Teguh Rahayu dari OJK.



Mengelola Keuangan untuk UMKM bersama Prita Ghozie


Masuk ke pembicara utama yaitu mbak Prita Ghozie. Seperti biasa, pemaparan mbak Prita selalu bikin JLEB aja. Sudah beberapa kali saya ikut workshopnya selalu terpukau dengan penjelasannya.

Mbak Prita memberi tips-tips mengelola keuangan untuk UMKM. Supaya usaha ibu-ibu bukan sekedar busynis atau sekedar mengisi waktu luang, ini beberapa tips yang bisa diterapkan untuk kita-kita para ibu yang punya usaha:

1. Pahami Modal dan Kebutuhan Dasar
Sebagai seorang wirausaha, kita harus memahami hal ini. Modal dan kebutuhan dasar sebuah usaha yaitu:
- Modal investasi awal
- Modal kerja operasional
- Biaya tetap

Modal investasi awal, bisa berupa: properti, fasilitas pendukung, dan pelatihan tenaga kerja. Sementata modal kerja operasional berupa: bstang dagangan dam barang pendukung. Sedangkan untuk biaya tetap berupa: biaya listrik, telepon, internet, biaya pemasaran, dan biaya pegawai.



2. Pikirkan Alternatif Sumber Pendanaan
Menurut Mbak Prita, ada beberapa pilihan lembaga untuk dijadikan alternatif sumber dana, yaitu Bank, Lembaga Keuangan Multi Finance, P2P Lending (Pinjaman Online).
Jika memilih menggunakan Pinjaman Online, pastikan sudah terdaftar dai OJK dan dibawah pengawasan OJK.

3. Arus Kas Usaha
Namanya usaha, pasti inginnya untung, bukan? nah apakah usaha yang selama ini dikerjakan itu untung(profit) atau rugi(loss) atau break even alias nggak rugi dan nggak untung? Maka dari itu perlu dilakukan Financial Analysis secara rutin pada usaha kita. Profit, loss atau break even itu dianalisa berdasarkan laporan keuangan, adanya neraca, laporan rugi laba dan pencatatan arus kas dalam laporan keuangan.



Acara dilanjut dengan edukasi tentang Fintech bermasalah oleh bapak Teguh Rahayu dari Kepala Bagian Edukasi & Perlindungan Konsumen OJK regional Jawa Barat.


Banyak sekali kejadian ketika meminjam pada fintech bukan berdasarkan pada kebutuhan produktif, malah lebih banyak untuk kebutuhan konsumtif dan gaya hidup. Kalau kata anak milenial nih mau pansos tapi dengan cara utang. Hemm ini akan menjadi bom waktu yang nantinya malah sangat sangat merugikan. Sebaiknya, hindari deh berhutang ke fintech ilegal deh. Karena apa? Melakukan pinjaman di fintech ilegal itu berbahaya. Banyak dengar cerita dari orang-orang bahwa cara penagihan dengan teror, mengintimidasi, penagihan yang malah mengganggu teman-teman si peminjam; bunga dan denda yang tinggi; lalu data pribadi dapat di akses kan ngeri, dan yang lebih parahnya lagi tidak dapat diadukan ke OJK.



Demikian yang bisa saya bagi, semoga bermanfaat untuk kita semua. Terima kasih VISA untuk acara Ibu Berbagi Bijak ini, serta the Urban Mama.