1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

22 March 2018

Tentang Kehamilan 27 Minggu

Hari ini tepat 27 minggu usia kehamilan ketiga saya. Rasanya, bersyukur baget mah pasti dong. Di usia 30 ini, saya diamanahi 3 profesor, guru besar yang mendidik kami (yang dinamai orang tua) tentang segala hal. Anak adalah rezeki yang tak ternilai dengan uang.  Namun kehamilan ketiga ini, saya merasa kok menjalaninya lebih santai dari kehamilan pertama dan kedua. Mungkin karena merasa sudah tahu dan sudah pengalaman kali ya? lol




Lebih santainya soal apa saja?

- Mempersiapkan keperluan dede bayi
Sampai usia 27 minggu ini, perlengkapan bayi baru lahir belum semua kebeli. Baru sedikit saja baju bayi. Popok, gurita, bantal guling, gendongan, pembalut nifas dan lain-lain belum beli juga. Saya pikir ntar aja deh pas udah 8 bulanan. Ntar aja aaah, santai aja. Seharusnya sih sudah disiapkan dari sekarang kan ya. Agar pas sudah hamil tua saya enggak terlalu repot belanja dan nyiapin segala sesuatunya. Biar lebih konsen istirahat dan peraiapan melahirkan. Baiklah, nanti kalau Abudi libur, mau nyari-nyari perlengkapan dede bayi. Lalu memasukkan ke dalam tas khusus yang nanti akan dibawa saat persalinan.

Sedangkan keperluan toiletersnya mah alhamdulillah udah kumplit. Sebagian beli sendiri, sebagian dapat dari goodie bag. qiqiqi

- Tentang pantangan dan larangan
Kalau dulu saya mah suka panikan jika ada yang ngasih tau ini itu seputar mitos, awas jangan ini nanti gini-gini-gini. Tapi nasehat gitu-gitu tuh ada juga karena pengalaman orang, jadi ya terima aja tapi nggak usah panik. Sekarang saya lebih woles, santai aja shay. Yang penting tetap memohon perlidungan sama Allah. Terus juga nggak melakukan hal aneh-aneh yang bisa membahayakan diri saya dan bayi.

Tulisan ini saya buat spontan aja , jadi random gini. hohoho

Baca juga : Ibu hamil Makan durian, boleh nggak sih?

Terusin ya bacanya ;)

Walaupun santai soal hal-hal di atas, tapi enggak soal yang ini :

- Menjaga tutur kata.

Saya termasuk yang hati-hati sekali mengerem mulut ini berkata-kata. Enggak ceplas-ceplos tapi masih suka becanda. Apalagi saat hamil. Karena konon katanya, saat seorang ibu sedang mengandung, kata-katanya adalah doa yang tiada penghalang, langsung tembus ke langit. Makanya saya kalau ngomong itu ya hati-hati.
Memang sih setiap kata adalah doa, tapi khusus ibu hamil ini enggak ada yang menghalangi. Ceunah mah gitu.
Saya jadi teringat sama seorang teman. Ia dengan santai berseloroh "Nanti kalu melahirka pengennya pas Maulid Nabi." (teman saya ini HPL/Hari Perkiraan Lahirnya memang deket-deket di Maulid Nabi. Terus pas hari-H launching si baby, pas bener dikabulin melahirka pas maulid Nabi. Subhaallah. Tapi yang bikin nggak enaknya itu, sebenernya mules-mules kontraksinya sudah dimulai sejak 3 hari sebelumnya. MasyaAllah.
Ada juga seorang teman yang tanpa niat apa-apa berkata : "Pengen si dedek cepet-cepet lahir." Gitu aja terus katanya karena saking bahagianya mau punya momongan. Akhirnya, beneran si baby lahir di usia 5 bulan. Dengan kata lain dia keguguran.
Tutur kata ini, juga termasuk di sosmed lho (karena kita sekarang hidup di dua dunia, dunia nyata dan dunia maya).

- Perilaku juga penting. 
Jangan sampai menyakiti perasaan orang lain, apalagi secara sadar dan sengaja. Membuat kesal atau membuat kesulitan orang lain (misalnya utang nggak dibayar-bayar, ngeluarin kata-kata kasar di sosmed yang mana nulisnya untuk menghilangkan kekesalan dan kemarahan, eh malah orang lain jadi sakit hati setelah membaca curhatan kita). Jangan sampai kesulitan yang kita buat kepada orang lain seperti berhutang atau menunda-nunda membayarnya, menjadikan kesulitan kita menjalani kehamilan dan persalinan. naudzubillaah...

- Soal Gizi dan Kesehatan
Soal asupan gizi saat hamil saya mah enggak santai. Apalagi Abudi, apapun yang saya inginkan (terutama makanan) mau itu yang mahal sekalipun ia belikan. Pernah aku minta seafood 'kerang tumpah', dibeliin dong sama beliau. Pengen Kambing Bakar Cairo yang harga satu porsinya 100ribuan juga dibeliin. MasyaAllah.

Mon maap fotonya di lantai.
Soalnya meja makannya kekecilan untuk numpahin "kerang tumpah" ini.
Tapi ini dialasin plastik kok.

Dalam menyediakan suplemen dan makanan/cemilan juga nggak santai. Abudi cederung jor-joran kalau saya lagi hamil. Cemilan seperti kacang almond, buah-buahan segala macem, dan suplemen lain-lain gitu Abudi enggak merasa sayang untuk membelikan buat istri dan anaknya.

Baca juga : Suplemen untuk Ibu Hamil Semester 1 yang saya konsumsi

Kalau kata orang lain jadi boros, enggak buat beliau. Dari kehamilan 1, 2, dan ketiga ini selalu begitu. Disediakan rupa-rupa demi kesehatan istri dan anaknya. Padahal keadaan saat itu beda dengan sekarang. Jauh lebih susah dari sekarang. Tapi aku merasa kok, ada saja rezekinya. Ada saja tambahan penghasilan kami saat saya hamil. Ada saja kemudahannya. Kamipun tetap bisa aqiqah-in anak di hari ke-7 setelah lahiran.
Mungkinkah berkah dari membahagiaka istri? wallahu'alam, saya juga nggak berani meng-klaim.

Makin banyak informasi baik, makin tenang menghadapi kehamilan (dan persalinan nanti).

Tentunya informasi bermanfaat mengenai bagaimana menghadapi kehamilan, apa saja tanda bahaya saat kehamilan da persalinan, apa saja yang harus dilakukan ibu hamil, persiapa melahirkan. dan lain sebagainya.

Gak harus baca dari buku, akupun kadang males kalau baca buku. Kini di gadget sudah kayak buku saku tebel. Segala ada. Namun yang terpenting, jika menemui masalah dan kendala, harus tetap konsultasikan dengan ahlinya agar ditangani sesuai keluhan kita.

Lebih bisa me-manage hati dan perasaan. #eaa

Lebih banyak bahagianya daripada sedih(tanpa sebab)nya. Bahagia bisa diciptakan sendiri. Sekedar bisa minum teh dan ngemil telo goreng, sambil selonjora da nonton drama korea aja bisa bahagia banget. Jadi ciptakan bahagiamu sendiri, kalau ibu hamil bahagia kan efek positif ke bayi dalam kandungan juga.
Sementara itu, ibu hamil memang sering dihinggapi perasaan sedih tanpa sebab. Ini kalo gak dikeluarkan dalam bentuk tangis (belanja, piknik, dll) apalagi kalau hanya dipendam saja. Semakin lama makin numpuk jadi emosi negatif, jadi stress dan akhirnya bisa kena Babyblues atau Postpartum Depression (PPD).

Lebih bisa mengungkapkan apa yang dirasa.

Dulu, saya suka sekali memendam perasaan. Lebih ke takut kalau saya ungkapkan apa yang dirasa membuat orang lain nggak nyaman. Sekarang, ketika saya merasa nggak nyaman, curhatin aja ke suami. hihi, iya sekarang sudah ahli curhat. Apalagi saat hamil gini, nggak boleh memendam perasaan nggak enak.

Makanan pun enggak ada pantangan segala habeg. Walaupun segala masuk, untuk makanan yang memang enggak lazim dikonsumsi ibu hamil ya nggak saya makanlah. Atau kalau makanan yang pada umumnya sama dokter dilarang seperti sayur mentah/lalapan, daging mentah atau setengah matang (misalnya sushi, telur setengah makan dan sate). Minuman seperti soda juga stop dulu. Kopi dikit-dikit masih minum.


Masih tetep seneng nglayap.

Selama hamil, dari pas zamannya hamil pertama saya memang senang keluar rumah. Baik itu tuntutan kegiatan sosial di masyarakat ataupun ngelayap untuk piknik.

Keluar rumah di siang hari sudah biasa.
Kalau keluar setelah maghrib gimana? Konon katanya ibu hamil jangan keluar malam.

Saya di usia kehamilan 27 minggu ini masih tetap keluar pada malam hari, tapi nggak sampai malem banget siiih. Biasanya pulang habis maghrib, tapi itu berangkat dari rumah sedari siang. Selama kehamilan ketiga ini, keluar malam paling ke tempat-tempat yang dekat rumah aja seperti ke mini market.

Gitu deh ceracau malam di usia kehamilan 27 minggu ini. Moga manteman yang baca enggak eneg ya saya curcol melulu tentang kehamilan ketiga ini. :)))

Peace and Love

2 comments:

  1. Bener sekali soal menjaga tutur kata, dulu pas hamil, baik anak pertama dan kedua, aku menjaga banget soal ini. Belajar untuk diem menahan jengkel daripada sampe keluar ucapan yang menyakiti hati orang lain.
    Sehat-sehat terus ya bumil....

    ReplyDelete
  2. Saya dulu pas hamil anak ketiga juga lebih santai mbak. Sampai usia kehamilan 7 bulan masih berani terima tawaran tugas keluar kota dengan naik pesawat. Bahkan kurang 2 minggu dari HPL juga masih berani tugas keluar kota, tapi pakai transport darat aja. Ngambil cutinya mulai tanggal 3, tanggal 4 bayinya lahir :)

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. :)
Mohon maaf komentar dimoderasi karena banyaak spam yang masuk.