Showing posts with label Family Time. Show all posts
Showing posts with label Family Time. Show all posts

01 October 2018

Serunya Bermain di Taman Balon Raksasa Funtopia Bandung



Kami sadar sepenuhnya akan bahaya gadget untuk anak usia dini. Kami juga sadar bahwa anak-anak kami mempunyai waktu yang banyak dalam bermain di dalam rumah. Mereka adalah generasi yang bahkan dari lahir sudah mengenal gadget. Saya tidak akan menyembunyikan fakta tersebut. Kadang saya pun merasa menjadi orang tua yang buruk karena mengijinkan anak memegang gadget masing-masing. Namun, saya tidak sepenuhnya "gila" membiarkan begitu saja anak-anak tumbuh bersama gadget / tanpa pendampingan dari saya. Oleh sebab itu saya memerlukan penyeimbang agar tidak berdampak buruk untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.

Berikut adalah cara kami (saya dan suami) agar gadget tidak berdampak negatif untuk anak-anak kami :

1. Mengawasi

Walaupun pada smartphone sudah dipasang aplikasi parental control, pada saat anak-anak menggunakan komputer, laptop atau smartphone, tidak boleh ada yang sembunyi-sembunyi di kamar. Semua berada dalam satu ruangan sehingga saya tetap bisa melihat apa yang mereka kerjakan dengan gadget/gawainya.

2. Membatasi Waktu

“Tanggung jawab kita sebagai pihak yang lebih dewasa, untuk membuat anak-anak tertarik pada aspek kehidupan sosial. Dalam hal ini, orangtua perlu menetapkan batasan yang konsisten terhadap penggunaan perangkat digital oleh anak dan menggantikannya dengan aktivitas bersama keluarga. Selayaknya perkembangan fisik dan kepribadian anak, perkembangan kreativitas terkait erat dengan pola asuh. Artinya peran orangtua sangat penting dan usia prasekolah merupakan rentang usia yang tepat untuk mengembangkan kreativitas mereka”. Tascha Liudmila, penulis buku Screen Time.

Screen Time untuk anak-anak, saya batasi waktunya dengan cara membuat jadwal kapan anak-anak boleh memegang gadgetnya. Kalau saya, saya mengijinkan mereka menikmati screen time pada waktu-waktu tertentu saja. Masing-masing diatur waktunya agar tidak melebihi batas aman yaitu 2 jam sehari. Walaupun terkadang lebih, pastikan jangan sampai berlebihan dan menggunakan gawai pada satu waktu. Untuk anak pertama yang usianya 9 tahun, saya mengizinkan waktu lebih karena dia belajarnya lewat laptop. Buku pelajaran beberapa ada di laptop dalam bentuk e-book. Anak belajar desain gambar juga di laptop. Namun saya batasi setiap 15-20 menit agar dielingi dengan istirahat. Sementara adiknya, saya kasih screen time lebih sedikit. Jadwal bisa disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing keluarga, ya.

3. Mengajak anak-anak beraktivitas di luar rumah.




Setiap akhir pekan, saya tidak memberi waktu mereka main gadget atau gawai. Kalau menonton televisi masih saya izinkan namun tidak terlalu lama. Sebagai gantinya, saya berikan aktivitas yang membutuhkan banyak gerak fisik. Misalnya seperti menyiram tanaman, membantu mencuci sepeda, olahraga (lari pagi, main bola di depan rumah, hiking atau sekedar jalan-jalan ke bukit), camping, jalan-jalan ke mall, main di playground dan sebagainya. Yang penting setiap akhir pekan mereka akan lepas dari gawai.

Sabtu kemarin ( 29/09 ) saya pun mengajak mereka main di di Funtopia Bandung. Dari beberapa hari sebelumnya saya sudah sounding kalau mau mengajak mereka main ke taman balon raksasa. Betapa riang gembiranya mereka karena akan punya akhir pekan yang seru.



Buat teman-teman yang kemarin nanya-nanya, Funtopia ini digelar di Prabuwangi Park - Ex Arcamanik Driving Range, Bandung. Dibuka dari tanggal 27 September – 7 Oktober 2018. Harga tiket masuknya, weekdays Rp 50.000 dan weekend Rp 75.000. Sebetulnya saya sudah upload flyer di facebokk dan instagram jauh sebelum Funtopia ini dibuka untuk pembelian tiket early bird lebih murah yaitu Rp 40.000 untuk weekdays dan Rp 65.000 untuk weekend. Tiket Funtopia bisa dibeli di aplikasi Traveloka, ya. Untuk jam operasionalnya, weekend pk. 07:00–22:00 sedangkan weekdays pkl. 15:00–22:00.

Happy at Funtopia - Bandung

Oiya, jangan lupa membawa kaos kaki, ya. Karena setiap orang yang akan bermain diwajibkan memakai kaos kaki. Kalau lupa membawa kaos kaki, kamu bisa membeli di pintu masuk. Jangan lupa membawa topi dan payung agar tidak kepanasan atau kehujanan.

Senang sekali karena Beyond Screen Production menjawab kebutuhan masyarakat akan alternatif hiburan yang kreatif untuk seluruh keluarga. Supaya tidak bosan ke mall melulu.

BEYOND SCREEN PRODUCTION & TRAVELOKA PRESENTS “FUNTOPIA”

Ciptakan Momen Kebersamaan Keluarga Dengan Permainan Seru di Taman Balon Pertama dan Terbesar di Indonesia



Beyond Screen Production merupakan anak perusahaan dari event organizer Double Tape yang lahir sejak tahun 2015. Telah berkomitmen membawa alternatif kegiatan yang bermanfaat dan berkesan bagi seluruh anggota keluarga. Filosofinya adalah bisa menghadirkan solusi untuk menjawab tantangan yang dihadapi setiap orangtua pada era digital ini, dengan menyediakan kegiatan yang bisa mengasah kreativitas, kemampuan motorik dan sensorik, sekaligus menjadi sarana stimulasi yang baik sebagai alternatif pengganti screen time anak. Misinya adalah merancang konsep yang sesuai dan dibutuhkan masyarakat, melakukan perencanaan yang matang untuk pada akhirnya menghadirkan eksekusi yang ideal.

”Sebagai seorang ibu, saya menyadari bahwa interaksi langsung dengan dunia sekitar seperti keluarga ataupun alam, pasti lebih efektif dalam mengembangkan kreativitas dan mendidik si kecil untuk bersosialisasi. Berangkat dari kesadaran tersebut lahirlah konsep Funtopia, sebagai Taman Balon Pertama dan Terbesar di Indonesia, konsep ini tidak hanya menjadi pilihan kegiatan yang kreatif untuk anak prasekolah, tapi juga bisa dinikmati anak segala umur termasuk orangtuanya. Kapasitas dan ukuran setiap arena balon telah didisain sedemikian besar, kuat dan aman, agar bisa menjadi arena bermain untuk anak remaja, orangtua maupun orang dewasa. Seperti arena Mystery Maze, ini adalah arena balon yang paling tinggi dengan ukuran kurang lebih 13 meter atau sebanding dengan gedung berukuran 3,5 lantai. Jadi orangtua yang datang, jangan hanya sekadar mengamati anak bermain, tapi tidak perlu ragu untuk menemani dan ikut bermain serta menikmati taman balon raksasa Funtopia. Harapannya, Funtopia bisa menjawab kebutuhan masyarakat akan alternatif hiburan yang kreatif untuk seluruh keluarga selain mall”. Mia Lukmanto, pengelola Beyond Screen Production.

Di taman balon Funtopia ini memang tidak hanya anak-anak, orang dewasa juga bisa menikmatinya. Funtopia telah dirancang untuk bisa menampung pengunjung dari berbagai usia sehingga para remaja dan orangtua, bisa bebas bermain dan mengekspresikan kegembiraan mereka sebagai mana halnya anak-anak. Di Funtopia, semua pengunjungnya bisa melompat, merangkak, memasuki lorong, bermain perosotan dan lain sebagainya.



Funtopia sebelumnya telah diadakan di Jakarta pada bulan lalu. Yang di Bandung ini merupakan rangkaian kedua. Kemudian akan diadakan lagi di Surabaya pada 25 Oktober – 4 November 2018 mendatang.

Traveloka adalah perusahaan berbasis teknologi terdepan di kawasan Asia Tenggara yang menyediakan beragam produk perjalanan dan gaya hidup dalam satu platform. Traveloka telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 100 maskapai low-cost dan full service untuk rute domestik dan internasional. Menghadirkan pilihan lebih dari 200.000 rute di Asia Pasifik dan Eropa. Perusahaan ini memiliki akses inventori akomodasi terbesar di Asia Tenggara, yang bervariasi meliputi hotel, apartemen, guest house, homestay, resort dan villa. Traveloka menawarkan lebih dari 40 opsi pembayaran lokal yang berbeda untuk konsumen di Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura dan Filipina, serta pelayanan customer service yang bisa dihubungi 24/7 dalam bahasa lokal. Aplikasi Traveloka telah diunduh lebih dari 40 juta kali, menjadikannya aplikasi pemesanan perjalanan yang paling populer di kawasan Asia Tenggara. Saat ini Traveloka menawarkan pemesanan tiket pesawat, hotel, kereta api, paket pesawat dan hotel, aktivitas dan rekreasi, konektivitas, transportasi bandara, hingga direktori kuliner.



“Traveloka telah menjadi lebih dari sekadar perusahaan teknologi yang menyediakan sarana pemesanan perjalanan secara online. Sebagai perusahaan terkemuka di ranah digital, Traveloka juga mendukung kebutuhan gaya hidup penggunanya, tidak hanya dari sisi kebutuhan traveling tapi dari seluruh aspek, mencakup kebutuhan akan entertainment, seperti aktivitas, rekreasi, konektivitas, kuliner, hingga pertunjukan. Melalui produk Aktivitas & Rekreasi, Traveloka telah bermitra dengan ribuan partner di 327 destinasi domestik dan internasional. Kami berharap dengan hadirnya Funtopia di Traveloka, keluarga Indonesia dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan momen kebersamaan dengan keluarga, terutama saat akhir pekan.” Christian Suwarna, Senior Vice President Business Development Traveloka.

Oiya, untuk pengguna aplikasi Traveloka yang masuk di Funtopia, bisa bermain spin yang berhadiah voucher makan atau balon di booth Traveloka.



Taman dengan balon raksasa ini hadir dalam 7 bentuk karakter yang menarik bagi anak lho. Ada Old Octopus, Crown Castle, Mighty Mushroom, Caterpilar Cave, Bunny Boo, Mitery Maze, dan Traveloka Track.



MIGHTY MUSHROOM
Ada jamur raksasa yang tinggi sekali! Di dalamnya ada bunga-bunga matahari dan jamur-jamur kecil di sekitarnya, ada berbagai rintangan, berjalan dan berlari. Anak-anak bisa memanjat sampai atas tanpa khawatir karena di bawah ada alas yang membal dan kubus-kubus empuk.



OLD OCTOPUS
Balon gurita yang murah senyum. Senyum terus sepanjang hari, hahaha. Tentakel-tentakelnya bisa buat perosotan, lho.

CROWN CASTLE
Bentuk kastil atau istana yang di dalamnya luas sekali. Anak-anak bisa berlompatan di tengah kastil setelah melewati lorong untuk masuk.




CATERPILLAR CAVE
Caterpillar raksasa yang sedang berjalan di atas batu. Mahluk raksasa yang berwarna belang-belang hijau-kuning dan tersenyum dengan ramah. Kita bisa masuk lewat mulutnya. Di dalam sangat hangat, terang, banyak jonjot dan ruas yang harus dipanjat.



BUNNY BOO
Telinganya panjang dan kelinci lucu ini hanya memperlihatkan kepalanya saja dari dalam tanah. Kita bisa bermain di sekitarnya, naik di tangan dan berfoto dengan kelinci ini.

MISTERY MAZE
Balon udara yang ternyata di dalamnya jalannya berkelok-kelok. Kita harus menemukan jalan agar sampai di tengah kemudian menemukan jalan keluarnya lagi. Ayooo jangan sampai tersesat, ya!

TRAVELOKA TRACK
Ramai sekali di sini. Anak-anak bisa memanjat, meluncur, merangkak, bermain kolam bola dan kolam kubus, berlompatan dan berlomba dengan teman-teman baru bersama-sama.



Eits tunggu dulu. Keseruan tidak sebatas main. Funtopia juga menyediakan area untuk food and beverage . Jika lapar dan haus, kita bisa membeli di stand-stand makanan dan minuman yang ada di area Funtopia. Jika lelah, kita bisa duduk-duduk santai di kursi beanbag warna warni.

Oiya, jika kamu upload foto di instagram dengan mention dan tag akun @traveloka @funtopiaballonpark dan @beyondscreenproduction maka kamu bisa mendapatkan satu botol minuman gratis dengan menunjukan postingan tersebut di stand minuman.

Ada keseruan lainnya, lho, yaitu berbagai lomba seperti jingle dance, jingle song, fun visit, fun story, fun sketch, fun drawing dan fun props yang bisa kamu ikuti.



Lelah tapi senang sekali setelah bermain sepuasnya. Baby Arfan sampai tertidur pulas di rodanya setelah berkeliling melihat-lihat. Sepertinya sudah saatnya pulang dengan hati yang sangat gembira dan bahagia! Banyak sekali cerita yang anak-anak dapat di sini. Terima kasih Funtopia!



Oiya, buat yang masih pengen tahu, kepo-kepo, pengen lihat foto-foto keseruan di Funtopia, kamu bisa kunjungi website dan instagramnya ya

www.funtopiapark.com

@funtopiaballonpark
@beyondscreenproduction
@traveloka 

20 July 2017

[Jalan bareng Bocah] Main Air di Ciwangun Indah Camp (CIC)


Ini pertama kali saya membawa anak-anak main ke Ciwangun Indah Camp (CIC). Wisata alam yang berada di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat ini menyajikan udara yang sejuk dan pemandangan alam yang memanjakan mata. Dari jalan Kolonel Masturi menuju ke CIC kita disajikan pemandangan  rumah-rumah kaca kebun bunga di kiri kanan jalan. Tempatnya asyik untuk dijadikan ngumpul keluarga, gathering, camping, dll. Dari tempat tinggal kami sekarang, jaraknya kurang lebih 30 menit naik mobil. Dengan motor bisa lebih cepat lagi.

Sebenernya, kami ke sini enggak sengaja sih. Nggak direncanakan sama sekali malahan, karena kesini awalnya cuma mau halal bihalal sama sahabat yang kebetulan sedang gathering di CIC. Jadi kami nggak membawa perlengkapan seperti ketika kami sengaja main ke tempat wisata berbasis alam.

Kalau manteman mau ke sini terutama bersama anak-anak, jangan lupa bawa perlengkapan lengkap ya. Diantaranya : baju ganti, obat-obatan (minyak kayu putih, obat anti masuk angin, obat memar, dll). Terus yang nggak boleh ketinggalan adalah makanan ringan, kudapan, buah dan makanan berat. Karena suasananya cocok banget untuk botram (makan bersama).

Alamat Ciwangun Indah Camp : 
jalan Kp Ciwangun Indah Camp, Kp Ciwangun RT. 03 RW. 15  Kec, Parongpong ,Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559
Masjidnya besar, parkirnya luas, toilet ada di bawah masjid
Jalan masuk utama ke CIC dari jalan Kolmas (Kolonel Masturi). Nggak jauh dari Dusun Bambu dan Villa Istana Bunga. Jika dari arah Cimahi, jalan masuknya ada di sebelah kiri. Sedangkan dari arah Lembang, ada di sebelah kanan. Ada tulisannya gede di pinggir jalan kok. Pada saat masuk, kita akan ditarik sumbangan 2000 Rupiah untuk pemeliharaan jalan sepanjang CIC. Setelah itu, masuk ke dalam melewati jalan nanjak yang enggak mulus. Jalannya masih berupa batu-batu kerikil, jadi hati-hati aja berkendaranya agar tidak terperosok. Perjalanan harus terus ke atas sampai terdapat sebuah masjid yang lumayan besar. (foto masjidnya di atas)

Tiket masuknya ke CIC Rp 10.000 per orang. Kemarin sih kami berempat hanya disuruh membayar untuk 3 tiket saja karena anak-anak masih kecil-kecil.

Ada apa aja di CIC? 

Banyak sih, ada tempat camping, outbond, flying fox, dan sebagainya. Namun karena kami cuma punya waktu sebentar saja, jadi nggak banyak yang kami coba. Jadi kali ini ceritanya kan mampir doang, ntar ke sana lagi seharian full dari pagi sampai sore biar puas.


Begitu memarkirkan kendaraan, kita akan melihat tangga menuju ke atas. Kami langsung menyusuri anak tangga itu. Pas kami datang sedang ada gathering juga entah dari mana. 
Di sini ada saung-saung untuk tempat istirahat, makan bersama dan duduk-duduk. Ada mainan anak seperti ayunan dan jungkat-jungkit.

Setelah ketemu dengan sahabat, anak-anak langsung ngajakin ke bawah karena melihat air terjun di bawah. Untuk menuju sungai yang ada air terjunnya kita harus menuruni ratusan anak tangga. Kalau dirasa nggak kuat naik turun tangga mending jangan deh. Saya aja pas naiknya ngos-ngosan. lol


Setelah menuruni anak tangga dan jembatan kecil, sampai lah di sungai. Ya Allah, itu yang namanya air mengalir beniiing syekaliii. Gak heran kalau Akram dan Dhia pengin langsung nyebur dan main air. Tapi kan kan kan nggak bawa baju ganti. Oke deh boleh main air, tapi cuma basahin kaki doang.

Namun bukan Akram kalo gak negosiasi. Bocah ini akalnya banyak. Pas dibilang nggak bawa baju ganti : " Lepas aja baju dan celananya." Kan bisa pakai kaos dalam dan celana aja.

Baiklah, dari pada baju luarnya juga ikut basah, jadi saya biarkan Akram main basah-basahan memakai pakaian dalam.


Ini dia foto-foto serunya Akram dan Dhia main air di Ciwangun Indah Camp.



Karena di alam, kita harus tetap waspada terhadap keamanan tempat ya , mantemans. Ada banyak bebatuan yang licin dan arus yang agak deras di dekatnya. Bebaskan tapi tetap diawasi. Terus jangan lupa kita tetep selalu berdoa. "bebacaan" kalo kata orang Sunda mah.

ps. Anak-anak saya ini sudah terlatih sejak kecil menjaga kemanan diri mereka sendiri.


Ciwangun Indah Camp

Buka pkl 07.00 - 19.30
Telp 0852-2103-8317

Alamat Ciwangun Indah Camp : 
jalan Kp Ciwangun Indah Camp, Kp Ciwangun RT. 03 RW. 15  Kec, Parongpong ,Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559

18 May 2017

[Jalan Bareng Bocah] Piknik dengan Biaya Minim di Bandung? Ke Teras Cikapundung Saja

Anak-anak ingin pergi jalan-jalan saat akhir pekan. Tapi kita bingung nih mau menentukan jalan-jalan yang membuat anak-anak senang, Kemana, ya, daerah Bandung yang tempatnya ramah anak dan budget minim??



Diskusi pun dimulai. Kami bertanya kira-kira kemana anak-anak ingin bersenang-senang. Meskipun mereka masih kecil, namun mereka sudah bisa diajak berdiskusi dan mau mengutarakan pendapatnya. Awalnya para bocah ingin berenang, namun dengan cuaca yang ekstrim seperti sekarang (sebentar panas banget sebentar hujan badai) kami mempertimbangkan juga kesehatan mereka. 'Kan nggak asyik lagi kalau sehabis jalan-jalan badan jadi meriyang.

Lalu opsi selanjutnya mereka ingin ke taman hiburan. Yang mereka maksud sebagai taman hiburan itu yang banyak wahana permainan. Hemm, untuk kali ini kami tidak meng-iya-kan. Kami ingin jalan-jalan kali ini ke tempat yang low budget. Jalan-jalan yang minim pengeluaran tapi mereka (anak-anak) tetap gembira dan bisa menikmati keseruan akhir pekan.

Akhirnya kali ini kami Jalan Bareng Bocah sepakat main di Teras Cikapundung saja. Selain dekat  juga tempatnya asyik (dilihat dari foto-fotonya di instagram).

Untuk masuk ke Teras Cikapundungm ini tidak dipungut biaya. Kita cukup membayar parkir kendaraan saja. Kendaraan roda dua bisa diparkir di teras Cikapundung sedangkan kendaraan roda empat diparkir dekat tempat ini yaitu di kawasan hutan Babakan Siliwangi. Kurang lebih 310 meter dari Teras Cikapundung.

Pengeluaran main di Teras Cikapundung jika ditotal tidak sampai ratusan ribu, kok. Lalu, kita bisa ngapain aja sih di sana?

Ngapain aja di Teras Cikapundung?

Ngasuh Anak
Yang namanya jalan bareng bocah, utamanya adalah mencari kesenangan anak. Bukan mencari kesenangan orang tua. Betul? Di teras Cikapundung ini luas dan bersih, jadi anak-anak bisa bebas bermain. Tapi tetap harus dalam pengawasan karena ini berada di pinggir sungai.
Jembata Merah di Teras Cikapundung (photo by @buher_tea)

Mancing Ikan
Masih demi kesenangan anak, ada penyewaan pemancingan ikan. Tentu saja karena untuk anak, ikannya adalah ikan plastik. Anak-anak betah berlama-lama memancing sampai dapat ikan berember-ember. :D
Untuk bisa menyewa alat pancing mainan ini, kita dikenakan tarif 5000 rupiah per anak. Main permainan memancing ini tidak dibatasi waktu dan boleh sepuasnya.



Terapi Ikan
Ingin merasakan sensasi kaki kita disedot-sedot sama ikan? Cobain deh terapi ikan. Untuk bisa menikmati terapi ikan ini, pengunjung dikenakan tarif Rp 10000 dewasa dan Rp 5000 untuk anak-anak. Beli pakan ikan juga dengan harga Rp 3000 agar ikan-ikan di kolam mendekati kaki kita. Rasanya geli-geli gimana gitu. Lihat saja ekspresi ibu-ibu ini. Saya candid ekspresi mereka.



Rafting dan Kukuyaan
Rafting di area teras Cikapundung walaupun aliran air enggak deras dan enggak ada tantangannya sama sekali, namun anak-anak mah udah senang gitu juga. hahaha
Untuk bisa menikmati rafting singkat ini pengunjung cukup membayar Rp 10000 untuk dewasa Rp 5000 untuk anak-anak.



Main air di sungai
Airnya keruh dan nggak bawa ganti baju, jadi cuma melihat-lihat yang main 'kukuyaan' dan main air.


Melihat pertunjukan air mancur.
Bagi orang dewasa (menurut saya) ini biasa banget. Tapi tidak demikian untuk si kecil. Mereka tetap heboh menyaksikan air mancur dan inginnya basah-basahan.



Makan jagung bakar
Sambil menunggu bocah bermain memancing ikan, orang tuanya bisa duduk sambil menikmati jagung bakar di dekatnya.


Foto-foto
Ada spot-spot yang lumayan di sini. Seperti tempat wisata murah di Bandung lainnya, di sana hampir selalu ada badut-badut lucu karakter yang disukai anak-anak. Hello Kitty, Spongebob, Robot, dan kawan-kawannya Spot foto lainnya misalnya di bawah kupu-kupu menclok di dinding.


Kalau ditotal pengeluarannya nggak sampai ratusan ribu (exclude bensin).

Jalan-jalan kita mah murah ya, anak-anakkuuu. Yang penting kalian HAPPY.
Kita jalan kemana lagi, ya? :)

04 April 2017

[Jalan Bareng Bocah] Nyicipin Makanan Korea di Bandung

"Mi... Mau ke Korea lagiii!!"
Gitu lah anak-anakku menyebut Cingu Cafe sebagai Korea. Hahaha... (Dalam hati berdoa semoga bisa ke Korea yang sebenarnya sama-sama.)
"Iya , Nak. Nanti kita ke Korea lagi." iyain aja dulu.
"Emm, tapi gini, yang kemarin kita main dan jalan-jalan itu bukan Korea, Nak, tapi tempat makan yang dibikin mirip aja."
"Korea yang ini adanya di Bandung. Gak jauh dari rumah. Sedangkan Korea yang sering kita lihat di drama, harus naik pesawat agar bisa sampai di sana."
Bocah itu manggut-manggut. 



Yaaa, Dhia ( 7 tahun ) memang sudah familiar sama Korea. Bisa ditebak yaa, ini karena emaknya suka nonton drama Korea. Jadi memang Cingu Cafe ini dibuat semirip mungkin dengan Seoul, Korea Selatan. Sebutannya juga The Little Seoul. Mulai dari makanannya ( yaiyalah pasti ini mah ), desain interiornya, daftar menunya, sampai akang-teteh yang melayani pengunjung pun menyapa dengan " Annyeong haseyo".
Dududu.. saya otomatis membalas dengan bahasa Korea juga dong.

Saya niat banget mau ke sini sejak awal launchingnya. Tapi yaaa, sempatnya baru sekarang- sekarang ini. (Sebenarnya udah dari bulan januari sih ke sini.)
 Padahal gak sampai satu jam sih dari rumah. Chingu Cafe beralamat di jalan Sawunggalih no 10 Bandung (dekat dengan Baltos).

Gak mau ngantri, sebelum pukul sepuluh saya sudah sampai di sana. Niat banget! :D 
Di Chingu Cafe, orang-orang suka berlama-lama duduk dan ngobrol. datang siang dikit, tempat duduk sudah penuh. Sampai disediakan tempat khusus untuk waiting list loh. Buat manteman yang gak mau ngantri mending datang lebih awal aja agar bisa memilih tempat duduk sesuka hati.

Waktu saya sampai di sana, baru ada beberapa pengunjung. Iyalah, nyubuh banget datengnya. Saya memilih tempat duduk lesehan di belakang. Oiya, Cingu Cafe ini ternyata ada 3 bagian lhoh. Yang di depan adalah Chingu Cafe; di belakang ada Chagiya (di sebelah kiri) dan Doongdaemun Street di sebelah kanan. Jika ingin duduk di belakang, syarat utama adalah harus membeli paling enggak satu jenis menu yang ada di Chagiya. Oke deh, gapapa.
Sementara kalau mau jajan di Doongdaemun Street, harus membeli dulu card yang digunakan sebagai alat pembayaran.

Nyicipin Makanan yang ada di Drama-Drama Korea


Sebagai K-Drama fans, salah satu keinginan selain jalan-jalan di Korea adalah nyicipin makanannya. Duh ya, kelihatannya tuh makanannya enak-enak semua. Sampai ngeces-ngeces kalau nonton drama korea yang mana dalam adegannya sering menampilkan makanan. Duh ngiler.
Menyaksikan kuah kental merah pedas bergejolak di dalam mangkuk panas atau daging yang dipanggang di atas panggangan. Bunyinya Ceesssss!! Ya Alloh, kapan bisa nyicipin masakan kayak gitu ya di Korea. *kemudian lap ences*

Dan di sini, di Chingu Cafe, setidaknya bisa memuaskan hasrat rasa penasaran sama makanannya. Enggak semua saya coba, cuma beberapa jenis makanan aja yang bikin penasaran. Ya gila aja kalau kalap semua dibeli. Ntar sepanjang bulan kita makan sama mi rebus. kekeke

Ini beberapa menu yang saya pesan. Ada yang recomended, ada juga yang enggak.

Chadolbaegi and Chicken


Terdiri dari daging sapi dan daging ayam yang diiris tipis-tipis. Disajikan dengan 3 macam saus yang saya gak hapal apa namanya. Kalau gak salah inget ada minyak wijen, saus kacang, saus cabai dan satu lagi entah apa. Selain saus ada juga lalapannya (((lalapan))) *dikata makanan sunda lalapan. -_-
Terdiri dari : selada air, bawang putih mentah, irisan ketimun dan wortel.

Cara menikmatinya saya sudah tahu sebelumnya dari drama, jadi gak terlalu katrok lah :D . 
Pertama-tama si daging dipanggang. Bolak-balik biar gak matang sebelah. Jika daging sudah matang, ambil selada + bawang putih + timun + wortel + saus, lalu taruh daging di atasnya. Bungkus dengan daun selada. masukkan ke mulut sekaligus.
Satu porsi Chadolbaegi and Chicken harganya 6900 Won. Jika dikurskan ke rupiah sama dengan IDR 58.000. Satu porsi cukuplah untuk incip-icip 4 orang. Anak-anak saya doyan ternyata. Malah minta nambah. *pura-pura gak denger kalau anak-anak minta nambah*  >_< 




Tteokbokki atau Kue Beras Pedas



Ekspektasi saya akan Tteokbokki tuh enak banget. Soalnya lihat saos kentalnya yang merah membara serta butiran biji wijen yang melambai-lambai seperti kalau makan seblak. Setelah mencoba di sini, eeemmm, rasanya kurang lebih seperti baso ikan. Gak terlalu cocok di lidah saya.

Satu porsi Tteokbokki harganya IDR 24.900

Kimchi


Kimchi merupakan menu yang wajib ada di meja makan orang Korea. Seperti lalap atau sambal bagi orang Sunda. Awalnya saya pikir asemnya itu semacam acar mentimun, asem-asem seger. Ternyata asemnya pake banget-nget-nget.
Seandainya gak pakai kuah, asem banget nggak ya(?)

Kimchi disajikan panas-panas dengan semangkuk nasi.
Harga IDR 29.900

Guchujeon


Guchujeon ini semacam bala-bala. Perkiraan saya, ini terbuat dari tepung terigu dan irisan bawang daun. Rasanya gurih gimana bala-bala /bakwan. Bedanya ini didadar.
Guchujeon disajikan bersama sambal kecap yang dicampur minyak wijen (sepertinya, soalnya kerasa di lidah).
Harga 790 Won atau IDR 7.900

Guchujeon

Minuman


Untuk pilihan minumannya banyak yang bisa kita pilih. Saya cari-cari dalam buku menu ternyata tidak menemukan Soju / arak beras. Padahal aku kan mau NyoJu (Nyo'o Jukut) kakaka.
Wiiin, no soju yaaa... kata bang roma kan gak boleh. 

Ketika saya bertanya ke pramusajinya minuman apa yang jadi favorit pengunjung atau yang jadi andalan di Chingu Cafe, ternyata yang direkomendasikan oleh akang-tetehnya adalah minuman warna-warni ini. Warna-warnanya mewakili nama-nama idola K-Pop.
Rasanya, emmm seperti minuman berperisa mix buah pada umumnya. 
Harga Chingu K-Squash all variant IDR 10.000



Minuman yang kami pesan:
Midnight B2lity : IDR 10.000
Boice Intuition : IDR 10.000
Taro Milk Tea+topping strawberry : IDR 23.400
Roasted Milk Tea+topping taro pudding : IDR 16.900

Midnight B2lity 
Midnight B2lity K-Squash ini merupakan campuran rasa leci dan anggur.
Boice Intuition K-Squash campuran rasa vanila.

Boice Intuition
Milk Tea
Hari itu di Chingu Cafe, sebagian besar pengunjung adalah anak-anak muda. Keluarga juga ada tapi enggak terlalu banyak. 
Tempat ini walau segmennya anak muda yang fans sama K-Pop atau K-Drama, tapi tempatnya friendly lho buat anak-anak. Khususnya anak-anakku sih, gak tahu kalau anak lain mah. ;) 


Makan beberapa menu di atas ternyata lumayan kenyang juga. Tadinya mau nyobain odeng dan jajanan lain di Dongdaemun Street. Tapi gak jadi karena kita udah lama banget di situ. Oh iya, tadinya juga mau menyewa Hanbok (pakaian adat Korea). Hemmm, sepertinya kami akan balik lagi ke Chingu Cafe khusus buat sewa baju dan nyicipin jajanan di Dongdaemun Street.



Okesip. Kapan-kapan ke sini lagi!

01 March 2017

[Jalan Bareng Bocah] Cirebon Waterland Ade irma Suryani

Hai Assalamu'alaikum teman-teman.
Asik sudah tanggal 1 lagi. Yeaay! Tanggal muda biasanya pada jalan-jalan kemana? Udah berencana jalan kemana, nih? Jalan Bareng Bocah kali ini mau cerita pengalaman kami waktu main bareng keluarga di Cirebon Waterland Ade Irma Suryani.  Yang bulan ini berencana ke CIrebon, gak ada salahnya mampir ke sini. Tempat wisata di Cirebon yang ramah anak banget. Plus sudah ada penginapannya juga dengan view laut.

Saya dulu pernah nulis tentang waterboom Ade Irma Suryani tapi jauh sebelum pembukaannya. Baca di sini : Waterboom Ade Irma Suryani .
Paman saya yang kerja di sana, memudahkan kami bisa masuk melihat-lihat tempat ini sebelum dibuka untuk umum.

Saat sedang dibangun aja udah kelihatan bakalan jadi tempat wisata yang kece, apalagi sekarang. Tempatnya asyik dan nyaman untuk kumpul keluarga.


Kawasan Ade Irma Suryani sekarang, sejak diresmikan menjadi Cirebon Waterland Juli 2015 menjadi kawasan yang ramai dikunjungi wisatawan. Jika kita googling dengan kata kunci Ade Irma Suryani Cirebon, yang muncul adalah foto-foto cantik. Padahal dulunya ini adalah kawasan termasuk kumuh, secara kan kawasan nelayan dan digunakan untuk menjemur ikan pasti bau amis.

Cirebon Waterland Ade Irma Suryani (CWAIS) buka dari pukul 06.00-21.00 WIB. Berada dekat dengan kawasan pelabuhan Cirebon. Beralamat di Jalan Yos Sudarso No.1, Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat 45111

Tiket masuknya per orang Rp 30.000 (per Januari 2017) tapi belum termasuk tiket masuk ke Waterboom. Kalau belum yakin mau main air mendingan jangan langsung beli tiket berenang. Kita bisa membeli saat mau masuk waterboomnya saja. Di dalam ada kok loketnya. Sayang kalau sudah dibeli tapi enggak kepakai.



Setelah melalui pintu masuk, pengunjung disuguhi pemandangan waterboom yang luas dan membuat kita pengen nyebur aja. Udara yang panas membuat air menjadi sangat menggoda. Di dekat pintu masuk, ada banyak penjual minuman dingin dan berbagai jenis makanan ringan sampai makanan berat.

Foodcourt 

Jalan sedikit, kita akan melihat berbagai wahana permainan anak-anak seperti sepeda layang, sepeda air, mobil gowes, dll. Untuk mencoba permainan tersebut, pengunjung harus membeli tiket lagi. Harga tiketnya mulai dari 20 ribu hingga 35 ribu rupiah.

Beli tiketnya di sini




Jika permainan ini dirasa sudah biasa, mending langsung masuk aja ke dermaga. Sebelum ke dermaga, pengunjung melewati cottage-cottage yang keren untuk background selfie atau  berfoto bareng keluarga.

Sebagian cottage

Cottage dari segala sudut memang kelihatan sangat menarik. Gak heran pada pengen selfie di sini. Kalau sedang weekend, perlu kesabaran untuk dapat foto yang nggak bocor (nggak ada penampakan orang lain). Bangunan berderet rapi dan unik ini bisa disewa untuk menginap. Biaya sewanya mulai dari satu juta rupiah sampai 2,5 juta. Kami nggak perlu menginap di sini karena ada rumah keluarga di dekat sana.

Setelah melewati cottages, saya sarankan masuk ke dermaga. Di tengah laut, kita bisa menikmati angin dan pemandangan laut jawa yang airnya bak susu coklat. Untuk bisa sampai ke tengah laut, kita harus membayar lagi Rp 10.000 dengan mendapat minuman gratis. Atau Rp 5000 tapi tidak dapat minuman.




Di tengah laut, kalau mau kita bisa naik perahu untuk berkeliling lebih ke tengah lagi. Tapi saya merasa serem juga mau naik karena tidak disediakan pelampung seperti di Floating Market.

Kami cukup puas menikmati angin di tengah laut sambil mengambil foto keluarga maupun video. Vlog? Ehhmm, saya belum terlalu PD untuk bikin vlog. Video hanya untuk dokumentasi pribadi saja. hehe




Setelah puas, kami keluar dari dermaga. Melewati cottage. Di sini, anak-anak selalu bertanya apa yang dilihatnya. Ada ikan yang lari-larian di atas lumpur. Ada cacing besar sekali di atas lumpur. Ada burung juga di atas lumpur. Anak-anak sekalian mengenal berbagai maca benda. Sambil jalan-jalan sambil belajar.

Sebenarnya, saya pengen masuk ke "Kapal Tomodachi". Tomodachi yang di depannya ada patung laksamana Cheng Ho ini merupakan restaurant. Sejarahnya, dulu kapal Tomodachi yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho dari Cina Daratan singgah di Cirebon ini dan menyebarkan agama Islam di Cirebon. Sayang keluarga besar dan anak-anak enggak mau masuk dan memilih langsung nyebur ke waterboom. jadi saya penasaran deh. Kesempatan berikutnya, saya harus masuk ke Tomodachi tersebut.



Tiket masuk ke Waterboomnya Rp 35.000 per orang. Duo bocah berenang sama ayahnya. Saya memandang dari luar area kolam. Membiarkan anak-anak bersenang-senang dengan ayahnya agar mereka makin dekat. Sementara itu ibunya nyantai dulu sambil makan-makan. Padahal disamping alasan agar tercipta bonding ayah-anak, karena sayanya enggak bawa baju ganti. kekeke



Waterboomnya ada dua buah yang dihubungkan dengan jembatan penyebrangan untuk berpindah dari kolam satu ke kolam satunya.



Di dalam kolam sama sekali enggak teduh, Sis. Setelah main air, kulit menghitam karena terlalu lama mainnya. Untuk emak-emak putih, sebaiknya pakai sunblock dulu deh dari pada belang. :D
Walaupun di waterboomnya panas, tapi di luar area waterboom ada pohon rindang untuk berteduh dan bangku untuk duduk.

Gimana? Menarik untuk dijadikan list saat berkunjung ke Cirebon?
Pulang dari sini, kita bisa mampir makan di Nasi Jamblang Bu Sri yang letaknya gak jauh dari Cirebon Waterland Ade Irma Suryani.