Open Cost adalah cara menetapkan harga paket umrah dengan terbuka dan transparan. Calon jemaah bisa mengetahui rincian biaya yang sebenarnya, seperti biaya tiket pesawat, hotel, transportasi, visa, dan kebutuhan lainnya.
Untuk paket tertentu, harga yang ditampilkan
masih berupa perkiraan (estimasi).
Jadi, jumlah akhirnya bisa berubah karena ada biaya yang mengikuti kondisi
pasar, misalnya nilai tukar rupiah terhadap
mata uang asing dan harga tiket pesawat.
Sederhananya:
Open Cost berarti calon
jemaah tidak hanya diberi tahu “harga paketnya berapa”, tetapi juga bisa
memahami uang tersebut digunakan untuk
biaya apa saja.
“Kalau saya tahu uang saya dipakai untuk apa saja,
apakah saya akan lebih tenang memilih travel umroh?”
Pertanyaan yang ada di
pikiran banyak calon jamaah, termasuk saya. Semakin dekat dengan rencana keberangkatan umroh,
semakin banyak hal yang ingin diketahui.
Bukan hanya, “Berapa harga
paketnya?”
Saya sebagai calon jamaah (aamiin)
mulai bertanya: tiket pesawatnya berapa? Hotelnya seperti apa? Apakah
penerbangannya transit? Visa dan transportasi sudah termasuk? Lalu, dari total
uang yang saya bayarkan, sebenarnya berapa yang merupakan biaya perjalanan dan
berapa yang menjadi biaya jasa travel?
Di titik itulah saya menemukan
konsep yang cukup menarik dari Open Travel: Open Cost.
Bukan sekadar menawarkan paket
umroh, Open Travel mencoba mengajak calon jemaah melihat lebih jauh apa yang
ada di balik sebuah angka harga.
Ketika
Harga Tidak Lagi Sekadar Angka
Sebagai konsumen, kita biasanya
terbiasa menerima harga dalam bentuk paket.
Misalnya, sebuah travel menawarkan
paket umroh dengan satu angka. Kita tinggal membandingkan: yang satu berapa,
yang lain berapa. Fasilitasnya apa saja. Hotelnya di mana. Pesawatnya apa.
Selesai.
Tapi konsep Open Cost membuat saya
melihat harga dengan cara yang sedikit berbeda.
Dalam sistem ini, komponen biaya
riil seperti tiket pesawat, hotel, visa, transportasi darat, konsumsi,
handling, dan kebutuhan operasional lainnya dijelaskan kepada calon jemaah.
Saya membayangkannya seperti membuka
struk belanja.
Bukan hanya melihat angka total di
bagian bawah, tetapi bisa memahami apa saja yang membentuk angka tersebut.
Dan menurut saya, di sinilah letak
hal yang menarik.
Transparansi bukan berarti harga
dijamin tidak berubah.
Open Travel menjelaskan bahwa angka
yang ditampilkan merupakan estimasi biaya riil pada saat itu. Nilainya masih
dapat berubah mengikuti kondisi seperti kurs dan harga tiket pesawat menjelang
keberangkatan.
Jadi, saya justru akan mencatat hal
ini sebagai sesuatu yang perlu dipahami sejak awal.
Harga terbuka bukan berarti harga
yang selamanya tetap.
Lalu,
Apa Bedanya dengan Travel Umroh Lain?
Pertanyaan berikutnya tentu saja
muncul.
“Kalau begitu, apa yang sebenarnya
membedakan Open Travel?”
Setiap travel tentu memiliki konsep
dan cara pelayanan masing-masing. Open Travel membawa pembeda melalui beberapa
hal, salah satunya adalah transparansi biaya melalui sistem Open Cost.
Selain itu, Open Travel
memperkenalkan filosofi “Gerakan Khidmah”, dengan nilai Amanah,
Transparansi, dan Ta'awun atau semangat saling membantu.
Yang membuat saya semakin penasaran
justru bukan hanya istilah-istilah tersebut.
Ada satu bagian lain yang terdengar
tidak biasa:
bayar jasa seikhlasnya.
Dan di sinilah saya mulai tertarik
saat dijelaskan oleh Open Travel.
“Bayar
Jasa Seikhlasnya” Itu Maksudnya Apa?
Kalau biaya paket adalah biaya riil,
lalu bagaimana dengan jasa travel?
Ini pertanyaan pertama yang muncul
di kepala saya, mungkin juga di kepala banyak calon Jemaah lainnya.
Dalam konsep Open Travel, fee jasa
pelayanan tidak dipatok sebagai margin tetap yang dimasukkan ke dalam harga
paket.
Jemaah memberikan fee jasa secara
sukarela, di luar biaya riil operasional, sesuai keikhlasan dan kemampuan
masing-masing.
Tapi ada satu hal yang menurut saya
penting untuk digarisbawahi:
“Seikhlasnya” bukan berarti gratis.
Ini juga bukan berarti travel tidak
mendapatkan penghargaan atas pelayanan yang diberikan. Konsepnya lebih seperti
bentuk kepercayaan dua arah. Open Travel membuka biaya riil perjalanan kepada
calon jemaah. Kemudian jemaah memberikan apresiasi terhadap jasa pelayanan secara
sukarela.
Jadi, biaya operasional dan fee jasa
ditempatkan sebagai dua hal yang berbeda. Dan yang menarik, sistem ini tidak
berarti standar fasilitas paket menjadi seadanya.
Coba
Lihat Paket Umroh Plus Thoif Akhir Tahun
Salah satu paket yang ditawarkan kemarin
adalah “Umroh Plus Thoif Akhir Tahun” selama 12 hari.
Jadwal keberangkatannya adalah 26
Desember 2026 sampai 6 Januari 2027.
Untuk penerbangan, paket menggunakan
Saudia dengan direct flight tanpa transit.
Sementara untuk akomodasi, hotel
yang dicantumkan adalah hotel bintang 5, dengan jarak sekitar 5–7 menit ke
Masjidil Haram dan 4–6 menit ke Masjid Nabawi.
Estimasi biayanya adalah Rp34.427.048
per pax untuk kamar quad, setelah mendapatkan subsidi sponsor Rp1 juta.
Harga modal yang tercantum adalah Rp35.427.048.
Di sini saya garisbawahi pada kata: estimasi.
Karena angka tersebut merupakan estimasi biaya riil, bukan harga yang dijamin
flat sampai hari keberangkatan. Karena itu, menurut saya calon jemaah perlu
melihat informasi ini secara utuh, bukan hanya mengambil angka Rp34 jutaan lalu
udah.
Kalau
Saya Menjadi Calon Jemaahnya…
Saya mungkin akan bertanya lebih banyak.
· Bagaimana rincian biaya tiketnya?
· Bagaimana kalau kurs berubah?
· Apa saja yang termasuk dalam biaya operasional?
· Bagaimana mekanisme fee jasa seikhlasnya?
· Dan tentu saja, siapa sebenarnya penyelenggaranya?
Sebelum ke sana, ada baiknya kita
cek siapa dibalik Open Travel dan track recordnya. Penyelenggaranya adalah PT
Pariwisata Qurani Berkah Gemilang, dengan No. PPIU: 022000445203600002.
Kantornya berada di Ruko Pesona Cisaranten Indah No. 8, Cisaranten Kulon,
Arcamanik, Bandung, dengan CEO Fajar Permana.
Buat saya, informasi seperti ini penting karena memilih perjalanan ibadah bukan sekadar membandingkan harga. Ada rasa percaya yang juga perlu dibangun.
Justru
Karena Transparan, Kita Harus Lebih Banyak Bertanya
Ada hal yang saya sukai dari konsep
seperti ini: ketika biaya dibuka, posisi kita sebagai konsumen tidak berhenti
pada pertanyaan “berapa harganya?”
Pertanyaannya bisa menjadi lebih
kritis:
“Apa yang membentuk harga itu?”
Dan menurut saya, itu adalah
pertanyaan yang sehat.
Karena perjalanan umroh bukan pembelian
biasa. Ada uang yang kita siapkan, ada waktu yang kita kosongkan, ada keluarga
yang mungkin kita tinggalkan sementara, dan tentu ada harapan besar untuk
menjalankan ibadah dengan tenang.
Karena itu, transparansi seharusnya
bukan membuat kita berhenti bertanya.
Sebaliknya, transparansi memberi
kita kesempatan untuk bertanya dengan lebih baik.
Saya juga tidak akan langsung
menyimpulkan bahwa konsep Open Cost otomatis cocok untuk semua orang. Calon
jemaah tetap perlu membaca rincian, memahami kemungkinan perubahan biaya,
memastikan fasilitas, dan menanyakan mekanisme pelayanan sebelum mengambil
keputusan.
Tetapi justru di situlah menariknya.
Open Travel menawarkan sebuah cara
berbeda untuk melihat biaya perjalanan umroh: bukan hanya dari angka
akhirnya, tetapi dari apa yang ada di balik angka tersebut.
Jadi,
Apakah Open Travel Layak Dipertimbangkan?
Sebagai calon jamaah, saya tidak
akan langsung nanya, “Ini travel paling murah atau bukan?”
Saya akan bertanya: “Aku paham
gak sih sama apa yang aku bayar?”
Karena buat saya, harga yang
terlihat murah gak otomatis membuat hati tenang. Begitu pula harga yang lebih
tinggi belum tentu otomatis pasti bagus. Yang ingin saya lihat adalah informasi
yang jelas, fasilitas yang bisa dipahami, legalitas yang dapat dicek, dan
mekanisme biaya yang terbuka.
Dan konsep Open Cost setidaknya
menawarkan titik awal untuk percakapan itu. Bukan berarti tidak ada hal yang
perlu ditanyakan. Justru sebaliknya.
Semakin terbuka sebuah penawaran,
semakin penting kita membaca detailnya.
FAQ
Singkat
1. Apa itu Open Cost?
Open Cost adalah sistem penetapan harga paket umroh dengan membuka komponen
biaya riil seperti tiket, hotel, visa, transportasi, konsumsi, handling, dan
biaya operasional lainnya.
2. Apakah harga Rp34.427.048 pasti
tetap?
Tidak. Angka tersebut merupakan estimasi biaya riil dan dapat berubah mengikuti
kurs serta harga tiket menjelang keberangkatan.
3. Apakah “bayar jasa seikhlasnya”
berarti gratis?
Tidak. Fee jasa diberikan secara sukarela di luar biaya riil operasional.
4. Kapan paket Umroh Plus Thoif
Akhir Tahun berangkat?
26 Desember 2026 sampai 6 Januari 2027, selama 12 hari.
5. Apa fasilitas utamanya?
Saudia direct flight tanpa transit dan hotel bintang 5 dengan jarak sekitar 5–7
menit dari Masjidil Haram serta 4–6 menit dari Masjid Nabawi.
Kalau
Anda (Calon Jamaah Umroh yang Dirahmati Allah) Ikut Penasaran…
Mungkin pertanyaan paling menarik
setelah membaca artikel ini bukan lagi: “Berapa harga umrohnya?”
Ganti menjadi: “Sebenarnya, apa
saja yang saya bayar?”
Buat manteman yang ingin melihat
langsung konsep Open Cost, detail paket, dan mekanisme pelayanan Open Travel,
cek informasi resminya melalui dev.opentravel.id, Instagram @opentravel.id,
atau WhatsApp 0851-8818-8147. Channel tersebut merupakan kanal resmi.








