04 April 2017

[Jalan Bareng Bocah] Nyicipin Makanan Korea di Bandung

"Mi... Mau ke Korea lagiii!!"
Gitu lah anak-anakku menyebut Cingu Cafe sebagai Korea. Hahaha... (Dalam hati berdoa semoga bisa ke Korea yang sebenarnya sama-sama.)
"Iya , Nak. Nanti kita ke Korea lagi." iyain aja dulu.
"Emm, tapi gini, yang kemarin kita main dan jalan-jalan itu bukan Korea, Nak, tapi tempat makan yang dibikin mirip aja."
"Korea yang ini adanya di Bandung. Gak jauh dari rumah. Sedangkan Korea yang sering kita lihat di drama, harus naik pesawat agar bisa sampai di sana."
Bocah itu manggut-manggut. 



Yaaa, Dhia ( 7 tahun ) memang sudah familiar sama Korea. Bisa ditebak yaa, ini karena emaknya suka nonton drama Korea. Jadi memang Cingu Cafe ini dibuat semirip mungkin dengan Seoul, Korea Selatan. Sebutannya juga The Little Seoul. Mulai dari makanannya ( yaiyalah pasti ini mah ), desain interiornya, daftar menunya, sampai akang-teteh yang melayani pengunjung pun menyapa dengan " Annyeong haseyo".
Dududu.. saya otomatis membalas dengan bahasa Korea juga dong.

Saya niat banget mau ke sini sejak awal launchingnya. Tapi yaaa, sempatnya baru sekarang- sekarang ini. (Sebenarnya udah dari bulan januari sih ke sini.)
 Padahal gak sampai satu jam sih dari rumah. Chingu Cafe beralamat di jalan Sawunggalih no 10 Bandung (dekat dengan Baltos).

Gak mau ngantri, sebelum pukul sepuluh saya sudah sampai di sana. Niat banget! :D 
Di Chingu Cafe, orang-orang suka berlama-lama duduk dan ngobrol. datang siang dikit, tempat duduk sudah penuh. Sampai disediakan tempat khusus untuk waiting list loh. Buat manteman yang gak mau ngantri mending datang lebih awal aja agar bisa memilih tempat duduk sesuka hati.

Waktu saya sampai di sana, baru ada beberapa pengunjung. Iyalah, nyubuh banget datengnya. Saya memilih tempat duduk lesehan di belakang. Oiya, Cingu Cafe ini ternyata ada 3 bagian lhoh. Yang di depan adalah Chingu Cafe; di belakang ada Chagiya (di sebelah kiri) dan Doongdaemun Street di sebelah kanan. Jika ingin duduk di belakang, syarat utama adalah harus membeli paling enggak satu jenis menu yang ada di Chagiya. Oke deh, gapapa.
Sementara kalau mau jajan di Doongdaemun Street, harus membeli dulu card yang digunakan sebagai alat pembayaran.

Nyicipin Makanan yang ada di Drama-Drama Korea


Sebagai K-Drama fans, salah satu keinginan selain jalan-jalan di Korea adalah nyicipin makanannya. Duh ya, kelihatannya tuh makanannya enak-enak semua. Sampai ngeces-ngeces kalau nonton drama korea yang mana dalam adegannya sering menampilkan makanan. Duh ngiler.
Menyaksikan kuah kental merah pedas bergejolak di dalam mangkuk panas atau daging yang dipanggang di atas panggangan. Bunyinya Ceesssss!! Ya Alloh, kapan bisa nyicipin masakan kayak gitu ya di Korea. *kemudian lap ences*

Dan di sini, di Chingu Cafe, setidaknya bisa memuaskan hasrat rasa penasaran sama makanannya. Enggak semua saya coba, cuma beberapa jenis makanan aja yang bikin penasaran. Ya gila aja kalau kalap semua dibeli. Ntar sepanjang bulan kita makan sama mi rebus. kekeke

Ini beberapa menu yang saya pesan. Ada yang recomended, ada juga yang enggak.

Chadolbaegi and Chicken


Terdiri dari daging sapi dan daging ayam yang diiris tipis-tipis. Disajikan dengan 3 macam saus yang saya gak hapal apa namanya. Kalau gak salah inget ada minyak wijen, saus kacang, saus cabai dan satu lagi entah apa. Selain saus ada juga lalapannya (((lalapan))) *dikata makanan sunda lalapan. -_-
Terdiri dari : selada air, bawang putih mentah, irisan ketimun dan wortel.

Cara menikmatinya saya sudah tahu sebelumnya dari drama, jadi gak terlalu katrok lah :D . 
Pertama-tama si daging dipanggang. Bolak-balik biar gak matang sebelah. Jika daging sudah matang, ambil selada + bawang putih + timun + wortel + saus, lalu taruh daging di atasnya. Bungkus dengan daun selada. masukkan ke mulut sekaligus.
Satu porsi Chadolbaegi and Chicken harganya 6900 Won. Jika dikurskan ke rupiah sama dengan IDR 58.000. Satu porsi cukuplah untuk incip-icip 4 orang. Anak-anak saya doyan ternyata. Malah minta nambah. *pura-pura gak denger kalau anak-anak minta nambah*  >_< 




Tteokbokki atau Kue Beras Pedas



Ekspektasi saya akan Tteokbokki tuh enak banget. Soalnya lihat saos kentalnya yang merah membara serta butiran biji wijen yang melambai-lambai seperti kalau makan seblak. Setelah mencoba di sini, eeemmm, rasanya kurang lebih seperti baso ikan. Gak terlalu cocok di lidah saya.

Satu porsi Tteokbokki harganya IDR 24.900

Kimchi


Kimchi merupakan menu yang wajib ada di meja makan orang Korea. Seperti lalap atau sambal bagi orang Sunda. Awalnya saya pikir asemnya itu semacam acar mentimun, asem-asem seger. Ternyata asemnya pake banget-nget-nget.
Seandainya gak pakai kuah, asem banget nggak ya(?)

Kimchi disajikan panas-panas dengan semangkuk nasi.
Harga IDR 29.900

Guchujeon


Guchujeon ini semacam bala-bala. Perkiraan saya, ini terbuat dari tepung terigu dan irisan bawang daun. Rasanya gurih gimana bala-bala /bakwan. Bedanya ini didadar.
Guchujeon disajikan bersama sambal kecap yang dicampur minyak wijen (sepertinya, soalnya kerasa di lidah).
Harga 790 Won atau IDR 7.900

Guchujeon

Minuman


Untuk pilihan minumannya banyak yang bisa kita pilih. Saya cari-cari dalam buku menu ternyata tidak menemukan Soju / arak beras. Padahal aku kan mau NyoJu (Nyo'o Jukut) kakaka.
Wiiin, no soju yaaa... kata bang roma kan gak boleh. 

Ketika saya bertanya ke pramusajinya minuman apa yang jadi favorit pengunjung atau yang jadi andalan di Chingu Cafe, ternyata yang direkomendasikan oleh akang-tetehnya adalah minuman warna-warni ini. Warna-warnanya mewakili nama-nama idola K-Pop.
Rasanya, emmm seperti minuman berperisa mix buah pada umumnya. 
Harga Chingu K-Squash all variant IDR 10.000



Minuman yang kami pesan:
Midnight B2lity : IDR 10.000
Boice Intuition : IDR 10.000
Taro Milk Tea+topping strawberry : IDR 23.400
Roasted Milk Tea+topping taro pudding : IDR 16.900

Midnight B2lity 
Midnight B2lity K-Squash ini merupakan campuran rasa leci dan anggur.
Boice Intuition K-Squash campuran rasa vanila.

Boice Intuition
Milk Tea
Hari itu di Chingu Cafe, sebagian besar pengunjung adalah anak-anak muda. Keluarga juga ada tapi enggak terlalu banyak. 
Tempat ini walau segmennya anak muda yang fans sama K-Pop atau K-Drama, tapi tempatnya friendly lho buat anak-anak. Khususnya anak-anakku sih, gak tahu kalau anak lain mah. ;) 


Makan beberapa menu di atas ternyata lumayan kenyang juga. Tadinya mau nyobain odeng dan jajanan lain di Dongdaemun Street. Tapi gak jadi karena kita udah lama banget di situ. Oh iya, tadinya juga mau menyewa Hanbok (pakaian adat Korea). Hemmm, sepertinya kami akan balik lagi ke Chingu Cafe khusus buat sewa baju dan nyicipin jajanan di Dongdaemun Street.



Okesip. Kapan-kapan ke sini lagi!

20 comments:

  1. Aku udah beberapa kali kesana sih, sekitar 4 atau 5 kali gitu yah? Tapi belum pernah sekalipun diposting, soalnya kalo disono aku selalu kalap dan sibuk makan hahaha.

    Pengen kesana lagiiiiih!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantaaab udah sering pasti udah banyak yang dicoba.
      Aku juga kalap itu sebenernya, haha

      Delete
  2. Wawawaaa....mau nyoju mama Win.
    *ajakin kita-kita doonk.. Nyoju bareng...


    *wkkwkk...naha jadi "nyoju" bahasanya??


    Overall,
    Aku sukak sama Chingu Cafe.
    Tapi sayang, suami dan anak-anak ga gitu suka.

    Mereka lidah yurep...macam pizza, spakheti, dkk.
    Heuheuu...

    *gak bolo!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaaaah, gak asik dong kalau suami ma anak2 gak suka. kalau anak2ku suka sih. jadi bisa kesana berkali-kali.

      Kenapa nyoju, waktu itu sama teh Besty Mutia sih nyeletuk "Nyoju yuk". Nyoju maksudnya minum soju. Ai kita mah kepanjanyan Nyoju = Nyo'o Jukut ( mainin rumput).

      Delete
    2. wkwkwk Nyoju mean Nyoo Jukut :p
      btw teh wien meni tebih aih mainnya dugi ka Baltos demi Korea yak sayangnya aku juga ga terlili suka lidahnya kebas kebanyakan cimol sareng cireng wkwkwkk

      Delete
    3. yeaah, itulah kenapa sesekali makan yang kayak ginian. Soalnya sehari-hari makannya seblak. :P

      Delete
  3. wah perlu nih, aku belum pernah makan makanan korea

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ke Bandung jangan lupa mampir Chingu buat icip-icip , ya Mamsh Tira.

      Delete
  4. Minumannya tampilannya cantik dan menarik ya mbak tapi buat makanannya aku belum yakin kepengen buat coba. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi, ini belum semua ... nanti mau nyobain menu yang lain ah biar bumil kepengen. ups

      Delete
  5. Waaa ngiler! XD harganya gak begitu mahal ya Mba, kalo ke Bandung mau coba ah

    ReplyDelete
  6. aku ya kalo makan makanan kayak gini agk pernah hapal2 namanya mba wkwkwk
    *sudah dihapal

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau aku susah hapalnya qiqiqi

      Delete
  7. Aku gak cocok dengan makanan korea. Lebih milih jepang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada yang cocok ada yang enggak memang

      Delete
  8. Waaah sama dong. Ekspektasi saya sama rasa asli Tteokbokki juga beda haha. Fish cake nya sih suka banget tapi rice cake nya terlalu alot buat saya(?)

    ReplyDelete
    Replies
    1. pengen nyobain fish cake sama nasi campurnya. wishlist

      Delete

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. Tapi mohon maaf, komen dengan link hidup terpaksa saya hapus yaa :)