05 July 2020

Asuransi Kesehatan Murni Pru Sehat dan Pru Sehat Syariah

Setiap hari, yang saya minta ke Allah adalah selalu diberi kesehatan untuk diri saya, suami, anak-anak, bapak-simbok, dan keluarga. Selain berdoa adalah berusaha semaksimal mungkin menjaga kesehatan. Udah ... emang paling bener sekarang mah menjaga diri dan keluarga agar tetap sehat meski digempur Covid. Namun yang namanya sakit itu bisa datang kepada siapa saja termasuk yang sudah menjalani gaya hidup sehat. Dokter sekalipun  yang membantu orang untuk sehat bisa sakit juga. Yaa namanya juga manusia. Emang nggak ada yang sempurna kita tuuh.

Tantangan kesehatan manusia sekarang ini lebih dasyat. Kalau dulu wabah penyakit menularlah yang membuat khawatir, pada masa sekarang ini masyarakat lebih terancam penyakit tidak menular seperti jantung koroner, darah tinggi, diabetes. Nggak cuma yang sudah tua-tua aja, mereka dengan usia produktif pun ikut terancam karena pola hidup yang tidak sehat. Dan ancaman penyakit degeneratif tersebut sebagian besar tidak terdeteksi. Naudzubillah, semoga kita dijauhkan yaa.

Apalagi sekarang di tengah kondisi pandemi COVID-19. Dengan segala dampak yang terasa jelas, kita harus bijak merencanakan keuangan. Dana darurat sudah pasti kepakai pada saat seperti ini. Beberapa pos pun dihemat karena pemotongan gaji di perusahaan suami bekerja. Pengeluaran bulanan lebih banyak untuk perawatan kesehatan. Serta yang sebaiknya diutamakan adalah dana untuk mempersiapkan perlindungan kesehatan.

Merebaknya pandemi COVID-19 inilah yang menjadi pemacu bagi PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) dalam menegaskan komitmennya selama 25 tahun untuk selalu mendengarkan, memahami dan mewujudkan berbagai kebutuhan perlindungan kesehatan dan kesejahteraan jangka panjang bagi seluruh keluarga Indonesia. Untuk itu, pada tanggal 30 Juni 2020 yang lalu, Prudential Indonesia meluncurkan PRUSolusi Sehat dan PRUSolusi Sehat Syariah, asuransi kesehatan murni tanpa komponen investasi yang dapat menjangkau masyarakat lebih luas dalam menghadapi tantangan kesehatan serta dampak finansial yang mungkin ditimbulkan.



Senang sekali saya bisa ikutan online gatheringnya dan mendengarkan langsung penjelasan dari pak Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia:

“Pandemi COVID-19 mengajarkan kita bahwa risiko kesehatan bisa menyerang kapan saja tanpa diprediksi, dan dapat berdampak pada finansial keluarga. Untuk melindungi lebih banyak masyarakat Indonesia di tengah situasi yang menantang saat ini, Prudential Indonesia kembali berinovasi melalui PRUSolusi Sehat dan PRUSolusi Sehat Syariah sebagai solusi asuransi kesehatan murni yang terjangkau dan terfokus pada perlindungan kesehatan. Di masa mendatang, nasabah juga dapat meng-upgrade polis mereka guna mendapatkan manfaat yang makin menyeluruh, termasuk investasi.”
Nah, cukup jelas 'kan teman-teman?
PRUSolusi Sehat dan PRuSolusi Sehat Syariah ini adalah asuransi kesehatan murni (di dalamnya nggak termasuk investasi).

Narasumber yang ke dua adalah Prof. Budi Hidayat, SKM, MPPM, PhD selaku pakar ekonomi dan asuransi kesehatan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Beliau menyatakan bahwa tantangan kesehatan yang kini makin kompleks melahirkan sejumlah risiko sakit, sehingga perencanaan keuangan yang tepat menjadi krusial agar terhindar dari pengeluaran katastropik, yaitu ketika rumah tangga membelanjakan lebih dari 10% total pendapatan mereka (diukur dari tingkat konsumsi) untuk perawatan kesehatan. Faktanya, pada 2013, ada 4,2% penduduk (10,5 juta jiwa) membelanjakan lebih dari 10% total pendapatan mereka untuk biaya kesehatan 1 . Angka ini naik menjadi 4,5% (atau 11,8 juta jiwa) pada 2017.

Prof Budi melanjutkan: “Peluang kejadian belanja katastropik rumah tangga makin tinggi ketika ada anggota keluarga yang membutuhkan pelayanan rawat inap. Pada 2017, misalnya, kejadian belanja
katastropik akibat risiko sakit di antara pasien yang butuh layanan rawat inap mencapai 27,9% (3,1 juta jiwa). Jika tidak disiasati dengan baik, maka pengeluaran katastropik yang merapuhkan kondisi finansial keluarga berpotensi terjadi pada siapa saja, tanpa pandang bulu.”



Selain itu, riset pada 2015 yang ditujukan bagi para peserta asuransi yang baru saja keluar dari rumah sakit di 6 provinsi (Jakarta, Jawa Timur, NTT, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara) menunjukkan bahwa 18% dari 2.728 pasien masih membayar biaya pengobatan dengan uang pribadi mereka (out of pocket). Oleh karena itu, asuransi kesehatan dengan harga terjangkau dan memiliki manfaat komplit sangat dibutuhkan agar dapat melindungi kestabilan finansial di tengah biaya rumah sakit yang terus meningkat.

Pada 2019, kenaikan biaya rumah sakit Indonesia diperkirakan meningkat 10,8% dari 2018, lebih tinggi dibandingkan beberapa negara Asia lainnya.

Narasumber yang ke tiga adalah Himawan Purnama, Head of Product Development Prudential Indonesia. Beliau menjelaskan, “PRUSolusi Sehat dan PRUSolusi Sehat Syariah adalah solusi proteksi kesehatan murni tanpa komponen investasi yang komplit dengan harga terjangkau dan memiliki fleksibilitas tinggi pada pilihan perlindungan kesehatan serta jangkauan hingga ke seluruh dunia sesuai dengan plan yang dipilih. Dengan beragam keunggulannya, kedua produk ini menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan masyarakat di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi yang masih mungkin terus terjadi.”

PRUSolusi Sehat dan PRUSolusi Sehat Syariah menawarkan perlindungan kesehatan bagi keluarga Indonesia terhadap risiko rawat inap sesuai tagihan rumah sakit untuk manfaat tertentu. Produk ini juga menghadirkan berbagai kemudahan tambahan dalam  registrasi dan administrasi rawat inap di seluruh rumah sakit yang tergabung dalam jaringan PRUMedical Network.

Keunggulan Asuransi Kesehatan Murni Prudential


Berikut 8 keunggulan produk PRUSolusi Sehat dan PRUSolusi Sehat Syariah:

1. Fleksibel
Fleksibilitas dalam memilih satu dari delapan plan wilayah pertanggungan, tipe kamar, dan batas harga kamar.
2. Cakupannya Seluruh Dunia
Perlindungan PRUSolusi Sehat dan PRUSolusi Sehat Syariah mencakup hingga ke seluruh dunia berdasarkan plan yang dipilih
3. Batas Manfaat Besar
Batas Manfaat hingga Rp65 miliar dengan fasilitas PRUSolusi Sehat Limit Booster berdasarkan plan yang dipilih.
4. Manfaat perawatan selama 30 hari sebelum dan 90 hari setelah tindakan bedah rawat jalan (one day surgery)
5. Masa Pertanggungan 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang hingga Tertanggung berusia 99 tahun
6. Manfaat rawat jalan kanker dan cuci darah sesuai tagihan, tanpa atau dengan rawat inap sebelumnya
7. Kunjungan dokter umum dan dokter spesialis (serta sub spesialis) per jenis spesialisasi masing-masing hingga dua kali per hari
8. Pembayaran manfaat untuk perawatan di luar wilayah pertanggungan dengan persentase tertentu, mengacu ketentuan pada Polis

Selain itu, tersedia pula no claim bonus untuk PRUSolusi Sehat dan fasilitas manfaat berkembang untuk PRUSolusi Sehat Syariah, berupa 10% dari batas Manfaat Tahunan awal hingga maksimum 50% Manfaat Tahunan Awal jika tidak ada klaim selama setahun dan polis selalu aktif. Selain itu, jika nasabah melakukan pembayaran premi secara tahunan maka mereka hanya membayar premi 11 bulan saja (hemat satu bulan premi).

“Agar lebih maksimal dalam memanfaatkan polis, nasabah dapat terkoneksi secara digital melalui aplikasi mobile Pulse by Prudential untuk mengakses e-card PRUSolusi Sehat dan PRUSolusi Sehat Syariah, layanan nasabah PRUServices seperti detail polis hingga klaim e-reimbursement, sekaligus gambaran umum kondisi kesehatan dan tips meningkatkan gaya hidup sehat.”



Yang masih berpikir bahwa membeli asuransi murni itu rugi karena uang nggak bisa "cair", yuk coba ubah sudut pandangnya. Menurut saya, saat membeli sebuah asuransi kesehatan murni, doanya mah semoga nggak pernah terpakai dan hangus aja. Sama ketika membeli asuransi untuk anak di sekolah, semoga anak-anak nggak mengalami kecelakaan di sekolah 'kan? Begitu lah kira-kira.

Demikian yang bisa saya bagikan dari acara peluncuran asuransi kesehatan murni PRUSolusi Sehat dan PRUSolusi Sehat Syariah. Semoga bermanfaat untuk teman-teman.




***
sumber data:
1 Hidayat B dan Hidayat T: Belanja Kesehatan Katastropik: Analisis Data Susenas tahun 2013 dan 2017. CHEPS FKM UI 2020
2 https://health.bmz.de/what_we_do/Universal-Health-
Coverage/Indonesia_on_the_way_to_universal_health_coverage/Policy_Brief_GIZ_SPP_OOP_Spending_in_Indonesian_Health_Insu
rance.pdf
3 2019 Global Medical Trends Survey Report, Willis Towers Watson

0 komentar:

Post a comment

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. :)
Mohon maaf komentar dimoderasi karena banyak spam yang masuk.