6 May 2019

Tips Memilih Pinjaman Online

Halo semua, di era sekarang ini sudah menjamur fintech (finantial technology) yang memudahkan kita untuk mendapatkan pinjaman online. Fintech-fintech ini tidak memerlukan waktu lama untuk mencairkan uang. Persyaratannya juga mudah bahkan tanpa membutuhkan agunan/jaminan. Maka dari itu, banyak banget ya orang tertarik untuk mendapatkan dana cepat dari pinjaman online ini.

Namun perlu dicatat, sebaiknya dalam meminjam uang harus ada itikad baik untuk mengembalikan tepat waktu atau sebelum jatuh tempo. Jika tidak, maka ada konsekuensi yang harus ditanggung oleh sang peminjam. Diantaranya bunga yang terus membengkak dan ancaman dari debt collector.

Baru-baru ini muncul banyak keluhan di media soal kasus pinjaman online bahkan pernah saya lihat beritanya di televisi, antara lain cara penagihan yang dianggap tidak sesuai ketentuan dan melanggar privasi. Ya makanya ya gaes, kalau niat minjem ya harus dibarengi dengan niat membayar. Ingat ya Jaenudin, meminjam di fintech ini bukan kayak meminjam ke temen atau saudaramu yang kalau ditagih malah galakan kamu yang minjem dari pada yang dipinjemin. nei nei nei

pic source: pixabay

Adanya pinjaman online yang langsung cair di Indonesia mulai dilirik sejak tahun 2010-an silam dimana keberadaan internet semakin familiar di kalangan masyarakat. Hingga kini, tercatat ada puluhan lebih situs fintech yang menawarkan pinjaman online yang mudah banget persyaratan dan pencairannya. Situs fintech di Indonesia makin berkembang penyebabnya karena tingginya minat
masyarakat akan pinjaman online yang ngasih banyak banget penawaran menarik yang memikat. Jadi nggak heran kalau keberadaannya berkembang pesat.

Buat kalian yang akan mengambil pinjaman online sebaiknya pikirkan dengan matang apakah pinjaman tersebut bisa menghasilkan (misalnya untuk modal usaha) atau hanya sekedar pinjaman konsumtif? Jika hanya untuk pinjaman konsumtif lebih baik jangan deh. Oiya perlu anda ketahui juga, bahwa pinjaman online tuh menerapkan bunga yang sangat tinggi. Hal ini penting diketahui oleh nasabah pinjaman online. Walaupun, banyak yang tetap mengambil pinjaman online karena kecepatan dan kemudahan lebih penting dibandingkan besarnya bunga. Sebaiknya pikirkan lagi ya
teman.

Dalam memilih pinjaman online, anda juga sebaiknya jeli dan sangat hati-hati. Kenapa? karena banyak finantial technology yang abal-abal.

Berikut tips untuk anda yang ingin meminjam uang secara online:


1. Pilih fintech yang sudah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan)
Kalau fintech belum terdaftar atau dibawah pengawasan OJK berarti fintech tersebut abal-abal. Lalu, mana saja pinjaman online yang terdaftar di OJK? Bagaimana cara cek perusahaan yang terdaftar di OJK? cara mengeceknya: anda masuk ke  situs Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  dan bisa menemukan daftar perusahaan fintech yang terdaftar di OJK. Sampai dengan 8 April 2019, total jumlah penyelenggara fintech terdaftar dan berizin adalah sebanyak 106 perusahaan.

2. Baca perjanjian kredit dengan teliti
Ini nih yang seringkali dilupakan oleh nasabah peminjam. Mereka tidak membaca dengan teliti isi surat perjanjian. Ketentuan soal biaya yang harus dibayar jika nasabah menunggak, tidak secara jelas dicantumkan dalam website perusahaan pinjaman online. Maka sebelum menyetujui cari tahu lebih dalam mengenai biaya keterlambatan dan lain-lain.

Banyak yang nggak tahu atau nggak mau tahu yang penting dapat pinjaman secara cepat, yaitu pada saat menunggak. Tahukah anda? bahwa resiko saat tidak membayar tepat waktu atau menunggak, si nasabah tidak cuma harus menghadapi penagihan saja, tetapi juga tambahan biaya atas keterlambatan pembayaran. Jumlah biaya penagihan ini cukup besar lho kalau dibandingkan plafond pinjaman. Di sini seolah-olah tidak ada kewajiban tambahan jika terlambat membayar, padahal kenyataannya tidak. Jadi harap berhati-hati. jadi, Anda perlu menanyakan dan membaca perjanjian kredit dengan teliti soal kewajiban jika nasabah terlambat membayar tunggakan pinjaman.

3. Berikan Agunan atau jaminan
Fintech ini terkenal pinjaman yang enggak perlu jaminan dalam persyaratannya. Bagi sobat misqueeeen ini sungguh menggiurkan. Namun nggak ada salahnya memberikan agunan misalnya kalau punya kendaraan, jaminkan surat BPKB kendaraan bermotor anda. Ngaruhnya apa? katanya sih bungan pinjaman bisa lebih kecil dan plafond pinjaman bisa lebih besar.


Setelah membaca tips di atas, anda juga perlu tahu keuntungan meminjam uang di fintech, diantaranya:

- proses cepat yaitu hanya beberapa jam saja sampai hanya hitungan hari. Kenapa proses pencairan dananya bisa cepat? Karena tidak ada agunan sehingga tidak perlu proses penaksiran aset terlebih dahulu. Selain itu, semua data diberikan secara digital sehingga bisa langsung segera diproses.
- syarat-syaratnya tidak ribet. Rata-rata persyaratan yang diberikan oleh penyedia pinjaman online diantaranya: KTP (Kartu Tanda Penduduk), NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), slip gaji atau surat keterangan penghasilan, dan rekening tabungan.
- bisa digunakan untuk pembiayaan apa saja. Walaupun pinjaman online bisa untuk apa saja sebaiknya anda tetap bijak. Anda bisa menggunakannya untuk  biaya pendidikan, renovasi rumah, biaya berobat ke rumah sakit atau hingga modal pernikahan. Namun nggak dianjurkan untuk uang muka atau DP membeli kendaraan atau rumah, membayar utang cicilan kartu kredit, atau untuk keperluan konsumtif seperti berbelanja.

Demikian tips dari saya ya teman-teman. Ingat selalu untuk menjaga diri dari “gali lubang tutup lubang”, segera  bayar pinjaman anda. Jangan ngutang lagi sebelum utang anda yang sebelumnya lunas. Untuk pilihan pinjaman online teman-teman bisa cek ke https://www.cekaja.com/kredit/pinjaman-online

Kalian pernah mengajukan pinjaman online? Cerita yuk di kolom komentar pengalaman kalian.

0 komentar:

Post a Comment

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. :)
Mohon maaf komentar dimoderasi karena banyak spam yang masuk.