30 January 2020

Cerita Pengalaman Khitan/Sunat Menggunakan Metode Klamp

Bismillaah... Halo semua, kali ini saya mau sharing cerita pengalaman sunat menggunakan metode Smart Klamp. Akram, anak ke-2 kami sudah minta dikhitan sejak umur 5 tahun, namun tertunda terus dan baru tahun ini bisa melaksanakannya. Sunatnya sendiri udah dilakukan pada liburan kenaikan kelas yang lalu. Iya udah lama. Ceritanya mau saya bagikan di blog ini tapi dinanti-nanti terus tar sok tar sok. lol. Saat ini Akram berumur 7 tahun. Untuk pelaksanaan khitannya memanfaatkan liburan akhir tahun pelajaran + libur hari raya Idul Fitri supaya pas masuk kelas 1 SD udah beres dan udah sembuh.

Akram sunat dengan metode SMART KLAMP, metode terbaru yang diklaim paling bagus diantara metode lainnya (Konventional/biasa dan Metode Sunat Elektrocauter/laser). Waktu itu, saya dan Abudi memutuskan menggunakan metode ini ter-sugest sama anaknya teman yang khitan/sunat menggunakan klamp juga. Mereka menceritakan testimoni yang bagus saat kami menjenguk anaknya, si anaknya pun bisa langsung beraktivitas seperti biasa. Jadi kami pun tertarik.

Cerita Pengalaman Khitan Sunat  Metode Klamp


Survei Rumah Sunat / Klinik Khitan di Cimahi


Sebelum fix akan sunat di dokter, kami survei dulu beberapa tempat sunat di Cimahi. Kebanyakan orang merekomendasikan tempat sunat yang di ByPass Bandung, biayanya murah sekitar 400 atau 500 ribu (lupa tepatnya), namun kami nggak tertarik karena di sana orang tua nggak boleh mendampingi di dalam ruangan tindakan. Selain itu tempatnya juga jauh dan harus datang sebelum Subuh (antrian panjang apalagi kalo bukan vip). Malesin! udah kebayang rempongnya harus "nyubuh" dari Cimahi.

Survei tempat kedua, di Perum Nusa Hijau. Masih di daerah Cimahi Utara, dekat, direkomendasikan oleh teman kami yang anaknya sudah sunat di sana. Biaya kisaran Rp 1,2 juta all in. Sudah termasuk obat, celana khitan, dan kontrol. Ada juga yang bilang 1,4 juta dengan tindakan operasi kecil (kasus lubangnya ketutup kulit). Tadinya udah fix mau di sini. Ndilalah nggak sengaja lihat status teman yang mempromosikan bahwa suaminya membuka klinik khitan Cimahi. Karena saya udah kenal lama sama dengan teteh ini, langsung saya rekomendasikan ke Abudi. Eh, ternyata beliau setuju. Lalu chatting-lah saya sama si teteh menanyakan informasi.

Sunat dengan metode klamp ini mudah perawatannya, tanpa jahitan, cepat sembuhnya. Setelah khitan anak bisa beraktivitas seperti biasa. 

Sebelum datang, kami bikin janji dulu dengan dokternya (dr. Yudi Nugraha). Tempat prakteknya di apotek Rama Farma Cimahi. Masih tergolong dekat dari tempat tinggal kira-kira 2,5 km hanya 8 menitan dari rumah. Alamatnya di Jl.Raya Barat No.652, Cimahi, Kec. Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat (dekat alun-alun Cimahi/sebelahan sama King Studio Foto). Dr. Yudi juga bisa dipanggil ke rumah jika pasien menginginkan pelaksanaan khitan di rumahnya. Di rumah dr. Yudi juga bisa.

Pada hari yang sudah disepakati, kami datang ber-4 ke apotek Rama Farma, mbak Dhia memilih nunggu di rumah aja. Di sana sudah ada antrian beberapa orang. Setelah menunggu giliran, kami dipersilahkan masuk.

Sebelum "dieksekusi", Akram dibimbing dulu doa sebelum khitan oleh dr. Yudi. Lalu diarahkan harus bagaimana saat dokter melakukan proses khitan. Akram paham dan mengikuti petunjuk dari dokter.



Proses Khitan Menggunakan Metode Klamp


Mau cerita dikit tentang proses khitannya. Saya dan Abudi mendampingi Akram di dalam ruangan, jadi melihat dengan jelas prosesnya serta bisa menenangkan ketika Akram mulai ingin menangis. Nah prosesnya sendiri say amasih ingat betul, pengalaman pertama melihat anak sunat jadi kenangan yang nggak terlupakan. Prosesnya seperti ini:

1. Dokter Menjelaskan Sunat/Khitan kepada Anak secara singkat.
Di rumah tentu saja kami sudah memberi tahu tentang sunat/khitan. Disini sama dokter diperjelas lagi. Dokter juga memberi tahu Akram apa yang harus dilakukan saat dokter memberikan anestesi dan proses pemasangan klamp.

2. Alat kelamin diukur terlebih dahulu
Diukur menggunakan alat khusus sehingga diketahui diameternya. Proses ini menentukan akan dipakaikan klamp dengan diameter berapa.



2. Anestesi
Pada saat anestesi ini yang kerasa sakit banget (kayaknya) hehe. Soalnya Akram sempat nangis saat dokter menyuntikkan anestesi di bagian sekitar penisnya Akram.
Abinya bantu menenangkan dengan mengusap kepala serta mengajak Akram untuk baca lagi doa-doa dan surat pendek yang udah dihapal. Hal tersebut membantu menenangkan Akram yang mulai tegang.

3. Proses "pemotongan" dan pemasangan klamp
Saya melihat dengan jelas gimana gimananya. Oh ternyata gitu. Ngeri-ngeri dikit sih. Saya sempat ngambil videonya setelah ijin ke dokter mau merekam.
Bagian ini gak perlu dijelaskan lah ya, karena pasti akan kebayang linunya. hehehe
Singkat cerita udah dipotong dan dipasang aja klamp-nya. Setelah selsai Akram pakai celana sunat. Akram pakai baju gamis jadi gak perlu pakai celana luar atau sarung.



4. Kontrol lagi setelah 5-7 hari
Setelah 5 - 7 hari, datang lagi ke dokter untuk melepaskan klamp-nya. Setelah klamp dibuka, tinggal nunggu bekas lukanya mengering dan mengelupas dengan sendirinya.

Perawatan Sunat Metode Klamp


Perawatan sunat menggunakan metode klamp cukup mudah menurut saya. Karena dia nggak ada jahitan sama sekali.

- Setelah pulang dari klinik, buru-buru minum obat pereda nyerinya.
- Menyiapkan kasur yang nyaman dan terpisah supaya nggak kesenggol-senggol.
- Istirahat lebih awal. Ini karena Akram sunatnya malam setelah shalat Isya', pas nyampe rumah langsung tidur dan istirahat.
- Tunggui saat tidur, karena biasanya akan bangun pada malam hari untuk minum air putih atau pipis.
- Mengoleskan krim yang dikasih oleh dokter pada bagian sekeliling kulit yang dipotong secara rutin sesuai petunjuk dokter..
- Selalu membersihkan alat klamp-nya dengan air bersih setelah selesai buang air kecil. Bisa memakai air infus, tapi kalau saya cukup pakai air galon aja. Cara membersihkannya dengan meneteskan air bersih menggunakan alat suntik ke dalam tabung Klamp-nya. Teteskan beberapa kali sampai sisa air kencingnya nggak ada. Jangan lupa keringkan tabung klamp-nya supaya tidak lembab.
- Setelah pipis, oleskan lagi krim di sekeliling kulit luar penisnya.
- Memakai celana khusus khitan yang ada tempurungnya gitu, jadi nggak akan kesenggol-senggol. Ganti celana pagi dan sora atau begitu kotor.
- Jangan banyak gerak dulu. Meskipun sudah bisa dan boleh beraktivitas seperti biasa, saya nggak memperbolehkan Akram untuk main keluar rumah dulu. Khawatir aja, lukanya juga masih basah. Kalau aktif bermain lalu klamp-nya nyengsol (geser) bisa berdarah.
- Beberapa hari setelah sunat, penisnya sedikit bengkak. Hal ini wajar dan nggak papa. 2-3 hari bengkaknya akan hilang kok.



Perawatan Setelah Lepas Klamp


5 hari setelah hari H, datang lagi ke dokter untuk melepas alatnya. Sebelum pergi, mandi dulu dengan berendam air hangat.

Perawatan setelah lepas klamp juga nggak ribet.
- Kompres menggunakan kain perban dan betadine 3x sehari selama 2 menit sampai 7 hari ke depan.
- Berendam air hangat 2x sehari.

Setelah beberapa hari, luka akan mengering, menghitam, dan mengelupas dengan sendirinya.

Biaya Sunat Metode Klamp

Mungkin diantara pembaca ada yang penasaran berapa biaya khitan/sunat yang menggunakan metode Klamp.

Kalau Anda mau searching, akan kita temui kalau harganya macam-macam. Sementara untuk biaya sunatnya Akram dengan metode Klamp di dr Yudi Nugraha adalah Rp 800.000.

Sementara metode laser lebih murah sekitar 500.000. Sedangkan metode konvensional sekitar Rp 400.000  ( Tapi ini harga sewaktu-waktu bisa berubah, ya. Buat ancer-ancer temen-temen aja soal biaya sunat.) Buat tanya-tanya atau konsultasi atau mau reservasi langsung aja ke dr Yudi ( +62 821-1851-7627 )

Alhamdulillah sunatnya Akram berjalan dengan lancar, pada saat proses penyembuhannya pun cepat dan nggak terjadi infeksi dan sebagainya. Alhamdulillah Akramnya sehat. MasyaAllah Tabarakallah...

Terima kasih sudah membaca cerita ini. :)

12 comments:

  1. Alhamdulillah, selamat mas Akram.. Bagus banget, ada acara berdo'a dulu sebelum prosesi sunat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, Mbak. Iya berdoa dulu sebelum disunat.

      Delete
  2. Alhamdulillah seneng bacanya enak ya udah gede bisa ikutin doa dengan lancar dan anak udah ngerti serta ada memori hihi. Deket uga dari rumah, untuk Perawatan masih nggak kebayang kayaknya mamah ku dan suami lebih telaten, kalo aku suka panikan hahahha tfs mba Wien... Sholeh terus ya jagoan!

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih San, memang Suami lebih ngerti perawatan setelah sunat. :))

      Delete
  3. Haloo Akram selamat ya sudah sudah dan semoga sehat selalu makin sholeh. Akram berarti sempat pake salep ya teh di sekeliling kulitnya soalnya io mah engga cuma dikompresin cairan infus, tetap beda-beda ya walaupun metodenya sama. Yang penting anaknya udah sehat dan ceria, emaknya juga udah tenang hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, beda-beda gitu ya. Makanya aku suka seneng baca-baca pengalaman orang. Yang penting Sesuai petunjuk Dokter yang nyunatin aja. hehe

      Delete
  4. makasih mam, sangat membantu sekali tulisan ini. Terlebih anak saya usia 3 tahun udah minta sunat tapi malah saya yang menunda terus...heheheee

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah,, teh, boleh minta nomor dr Yudi nya kah? atau langaung aja ke apotiknya dan tanya dr Yudi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf baru balas. nomor whatsapp dr Yudi : +62 821-1851-7627

      Delete
  6. Tiap kali searching layanan apa pun, selalu ada blog kamu, Wien. Hahaha. Tapi hatur nuhun lho tulisannya. Kebetulan ada rencana mau sunatan Aksa. Ntar ke dr Yudi aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha... sami-sami teh.
      Waaah, Aksa mau sunat? semoga lancar sunatnya yaa.

      Delete

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. :)
Mohon maaf komentar dimoderasi karena banyak spam yang masuk.