25 October 2026

Menemukan ‘Vibe’ Baru di Tengah Riuhnya Peran: Cerita dari Peluncuran Jajaran AI PC ASUS & Accessories Terbaru

Ada hari-hari ketika meja kerja saya di sudut Uwienbudi Creative Space—terlihat seperti miniatur dari sebuah kerajinan tangan yang belum selesai. Di sebelah kanan ada invoice percetakan yang harus dikirim ke pelanggan, di layar laptop terbuka draft tulisan blog yang belum tuntas, dan di sebelah kiri... tiba-tiba ada mainan Arda yang tergeletak manis.

Belum lagi kalau sayup-sayup terdengar suara, "Mamaaa, lihat deh..." dari si kecil yang sedang berada di fase super kreatif dan butuh perhatian ekstra.




Sebagai ibu dari empat anak yang juga mengelola bisnis mandiri dan aktif sebagai public relations komunitas, hidup saya ini memang tidak punya satu kotak pekerjaan yang rapi. Semuanya sering kali berjalan bersamaan. Makanya, buat saya, laptop dan perintilannya itu bukan cuma sekadar alat elektronik biasa. Mereka adalah "partner tempur" sekaligus ruang kerja portable yang wajib bisa diandalkan kapan saja dan di mana saja.


Nah, beberapa waktu lalu, tepatnya pada 22 Oktober 2026, saya berkesempatan hadir langsung di acara “ASUS No.1 Quality & Service Media Gathering Bandung 2026”. Menghadiri acara yang digelar di Ballroom 1 Hilton Hotel Bandung ini selalu memberikan energi tersendiri buat saya. Begitu masuk ke ruangan, mata saya langsung tertuju pada panggung utama. Di sana, tiga punggawa ASUS Indonesia—Brama Setyadi (Head of Public Relations and Digital), Davina Larissa (Country Marketing Manager), dan Adrian Pradipta (Technical Public Relations)—menyapa hangat seluruh rekan media, blogger, dan kreator lokal Bandung.

Pak Brama membuka presentasi dengan memaparkan fakta yang bikin saya berdecak kagum: ASUS sukses mempertahankan posisinya sebagai Brand Laptop No. 1 di Indonesia sejak 2013. Mereka berhasil mendominasi pasar tanah air dengan raihan pangsa pasar Consumer Notebook sebesar 36% dan Consumer Gaming sebesar 37%. Angka yang luar biasa ya, Manteman? Mengingat persaingan dunia teknologi itu dinamis sekali, mempertahankan posisi puncak selama lebih dari satu dekade jelas bukan perkara gampang.


Lalu, apa sih rahasia di balik ketangguhan ASUS hingga terus memimpin pasar komputasi di Indonesia? Dijelaskan bahwa pilar utama mereka bersandar pada dua hal: Innovation that Moves the Industry dan No.1 Quality & Service. Melalui pernyataan dari Lenny Lin selaku Country Manager ASUS Indonesia, ASUS berkomitmen memperkuat standar kualitas dan layanan purna jual demi memastikan setiap perangkatnya tangguh menghadapi aktivitas harian penggunanya di Bandung dan seluruh Indonesia.

Ketika Kecerdasan Bukan Lagi Gimmick: Menyambut Era Baru AI PC yang Mandiri


Selama acara berlangsung, ada satu tema besar yang terus digaungkan: "Leading the AI PC Era". ASUS tidak main-main dalam membangun ekosistem bertenaga kecerdasan buatan ini. Dengan performa komputasi dahsyat hingga 1 Petaflop FP4 AI, ASUS memamerkan lini laptop terintegrasi AI yang sangat komprehensif, mencakup hampir semua segmen pengguna:


• Vivobook & Vivobook S: Ditujukan untuk kebutuhan Everyday AI dan Next-Level AI. Dibekali NPU berkecepatan 50+ TOPS hingga 80 TOPS pada varian tertinggi, laptop ini jauh melampaui standar minimal Copilot+ PC dari Microsoft. Sangat cocok untuk pekerja kantoran atau blogger seperti saya yang butuh efisiensi tinggi tanpa hambatan.

• Zenbook: Mengusung konsep Next-Gen AI yang memadukan keindahan desain premium, bodi ultra-tipis, dan performa cerdas. Menggunakan material inovatif Ceraluminum™, laptop ini menjadi salah satu yang tertipis dan teringan di kelasnya. Salah satu primadonanya adalah Zenbook DUO yang memiliki dua layar sentuh penuh.

• ProArt: Diberi label Elite AI, seri ini dirancang khusus untuk para kreator konten profesional yang membutuhkan komputasi AI kelas berat guna mempercepat proses kreasi visual.

• ROG & TUF Gaming: Menawarkan kekuatan Next-Gen AI bagi para gamers dan kreator, memastikan performa visual tetap mulus dan responsif.



Hebatnya lagi, ASUS memperkenalkan beberapa aplikasi pintar bawaan (Local AI Tools) yang dijalankan langsung di perangkat tanpa perlu bergantung pada koneksi internet. Ada ASUS Virtual Assistant OMNI, sebuah AI chatbot eksklusif yang beroperasi sepenuhnya secara offline demi menjaga privasi data kita.


Ada juga ASUS Zenni Claw, sebuah platform AI Agent yang jauh lebih pintar dari chatbot konvensional. Lewat fitur ASUS Skills, Zenni Claw mampu memahami tujuan pengguna, menyusun langkah kerja, hingga menyelesaikan tugas multi-tahap secara mandiri—mulai dari menyusun draf presentasi, membuat itinerary perjalanan, hingga merangkum berita harian. Dukungan pemrosesan ini bisa dipilih secara lokal, cloud, maupun hybrid sesuai dengan kebutuhan kita.

Ekspresi Tanpa Batas: Laptop Bertenaga yang Pas dengan Gaya Personalmu


Dari sekian banyak pemaparan produk, sesi "ASUS Pick Your Vibe" yang dipandu oleh Mas Adrian Pradipta adalah momen yang paling bikin mata saya berbinar-binar. Lewat tema ini, ASUS menegaskan bahwa pengguna tidak perlu lagi bingung memilih antara laptop bertenaga atau laptop yang stylish.



ASUS memamerkan jajaran produk terbaru mereka yang sangat modis, seperti ASUS Vivobook 14 hingga ASUS Vivobook Go 14 sebagai rekomendasi laptop pelajar terbaik. Keduanya tampil memikat dengan layar NanoEdge ber-bezel tipis yang nyaman di mata, serta hadir dalam 3 varian warna yang mencerminkan karakter penggunanya.

Dan yang paling bikin gemas adalah deretan aksesorinya (Perfect Pair), seperti:
• ASUS Marshmallow Keyboard (KW100) & Mouse (MD100): Desainnya yang minimalis, nirkabel, ringkas, dan dilengkapi tombol yang senyap (silent). Hadir dengan pilihan warna pastel yang super estetik: Lilac Mist Purple, Quiet Blue, dan Sage Green yang bisa dipadukan serasi dengan warna Vivobook pilihan kita.
• ASUS SmartO Mouse (MD200): Dirancang ergonomis dengan sandaran ibu jari dan sensor presisi tinggi, sangat cocok menemani aktivitas jangka panjang seperti pengerjaan tugas kuliah atau proyek kreatif.



Bebas Khawatir di Rumah Riuh: Jaminan Tangguh Berstandar Militer dan Servis VIP


Sebagai seorang ibu, salah satu ketakutan terbesar saya adalah faktor durabilitas perangkat kerja. Beruntung, di booth durability test kemarin, saya menyaksikan langsung bagaimana laptop ASUS diuji secara ekstrem melewati standar militer US MIL-STD 810H—mulai dari tes guncangan, kelembapan, suhu ekstrem, hingga tekanan udara rendah yang sangat relevan dengan iklim tropis Indonesia.


Ketangguhan fisik ini disempurnakan oleh perlindungan purnajual yang luar biasa. ASUS memberikan peningkatan garansi berupa hingga 3 Tahun Garansi Internasional & 3 Tahun ASUS VIP Perfect Warranty (ADP) untuk lini premium seperti ProArt, Zenbook, serta Vivobook S series dan Vivobook Flip. Sementara untuk jajaran Vivobook classic, kini mendapatkan hingga 2 Tahun Garansi Internasional & 2 Tahun ADP. Bahkan, ekosistem aksesori mereka (kecuali backpack) mendapatkan garansi penggantian 100% selama 1 tahun untuk kendala fungsional!


Semua layanan ini didukung oleh jaringan 141 titik layanan resmi di seluruh Indonesia dan cakupan internasional di lebih dari 90 negara. Khusus bagi pengguna Zenbook, ProArt, dan ROG, ASUS menyediakan ASUS Premium Service yang terdiri dari:
1. Fastlane: Jalur antrean prioritas agar kunjungan servis berlangsung cepat.
2. Free Round-Trip Shipping: Fasilitas jemput dan antar laptop gratis dari rumah ke service center.
3. Laptop Spa: Perawatan berkala gratis untuk membersihkan debu dan kotoran, hingga pergantian pasta prosesor jika diperlukan.



Mahakarya untuk Para Profesional: Kenalan dengan ASUS ProArt Berteknologi RTX Spark

Nah, primadona sesungguhnya di acara ini adalah ASUS ProArt P14 dan ASUS ProArt P16 yang baru saja resmi diluncurkan pada 20 Oktober 2026. Kedua laptop kreator ini langsung menjadi bintang demo di lokasi pameran. Dilengkapi dengan layar sentuh berteknologi ASUS Lumina Pro OLED, akurasi warna yang dihadirkan benar-benar nyata dan akurat demi mendukung kebutuhan kreator profesional.


Dapur pacunya luar biasa bertenaga karena ditenagai oleh superchip NVIDIA RTX Spark™ pertama di Indonesia. Chip ini menggabungkan GPU 6144-core dan CPU 20-core dalam satu wadah Unified Memory yang masif—yaitu 64GB pada ProArt P14 dan 128GB pada ProArt P16! Spesifikasi monster ini membuat model AI generatif dan workflow Agentic AI lokal bisa berjalan mulus langsung di dalam laptop secara offline.


Di sesi demo, kami diperlihatkan bagaimana Hermes Agent bekerja secara lokal: membaca folder proyek, merangkum brief klien, lalu menulis draft naskah baru tanpa ada satu pun dokumen yang keluar dari laptop. Keamanan data bener-bener terjamin! Bagi kreator video, aplikasi seperti DaVinci Resolve Studio mampu memanfaatkan 6.144 CUDA Core-nya untuk mengakselerasi workload video hingga resolusi 8K.


Dengan bobot yang tergolong ringan untuk kelasnya (1,4 kg untuk P14 dan 1,7 kg untuk P16), lolos uji MIL-STD 810H, serta dilindungi garansi 3 tahun penuh, laptop ini benar-benar mendefinisikan ulang apa itu laptop kreator masa depan.

Menghargai Pilihan dan Langkah Hidup Kita


Pulang dari acara peluncuran tersebut, saya merenung sejenak. Memilih teknologi yang tepat ternyata mirip sekali dengan cara kita dalam menjalani hidup. Kita tidak perlu memaksakan diri mengikuti vibe atau standar orang lain.




Jika ritme hidupmu saat ini menuntut mobilitas tinggi dengan komputasi AI lokal kelas berat, seri ProArt atau Zenbook adalah belahan jiwamu. Namun, jika kamu membutuhkan partner harian yang cerdas, tangguh, penuh warna, dan ramah untuk menemani menulis di kafe atau mengelola bisnis dari rumah, jajaran Vivobook dan aksesori Marshmallow-nya sudah lebih dari cukup untuk membuat harimu produktif dan menyenangkan.


Teknologi yang baik bagi saya bukanlah teknologi yang memaksa kita untuk bekerja tanpa henti hingga melupakan kehidupan nyata. Sebaliknya, teknologi yang baik adalah teknologi yang mampu menyelesaikan tugas-tugas kita secara cepat, efektif, dan cerdas berbasis AI. Dengan begitu, kita bisa menghemat banyak energi dan memiliki lebih banyak waktu luang untuk kembali kepada esensi hidup yang paling bermakna: memeluk anak-anak, menemani pasangan, berkontribusi di komunitas, dan tentu saja, memberikan ruang bagi diri sendiri untuk terus bertumbuh tanpa perlu overthinking.


Jadi, dari seluruh ekosistem laptop AI dan aksesori cantik yang dipamerkan ASUS kemarin, mana nih yang paling cocok dengan ritme dan langkah hidup yang sedang Manteman jalani saat ini? Yuk, kita saling berbagi cerita di kolom komentar!

 



This entry was posted in