15 July 2016

Bercerita Lewat Sebuah Foto

giveaway Uniekkaswarganti.com


Halo, assalaamu'alaikum..!

Setelah tiga minggu liburan plus lebaran di kampung halaman, saatnya kembali ke "realita" hidup. Kemarin ( saat liburan di rumah ibu ), setiap hari bisa santai-santai, kerjaannya makan makan dan makan, main main dan main, senang-senang aja dehh  pokoknya. Sekarang ( hari ini ), mulai lagi dengan aktivitas seperti sebelum liburan dan lebaran. menyiapkan sarapan dan seragam di pagi hari, nyuci-nyuci, nyapu-nyapu, dan bersih-bersih rumah yang pastinya berdebu setelah ditinggal mudik selama tiga minggu.

Tadi pagi, ada sedikit keriweuhan. Hmm, ternyata drama PPDB ( Pendaftaran Peserta Didik Baru ) belum kelar. Hari ini terakhir kewajiban calon peserta didik melakukan daftar ulang. Tiba-tiba motor yang biasa dipakai ngojeg (baca : nganterin) anak-anak ke sekolah mogok, nggak mau nyala. Ya salam...kalau nggak datang daftar ulang dinyatakan mengundurkan diri. jadi terpaksa harus nyari ojeg beneran yang susahnya minta ampun. Hari sudah siang, ojegnya nggak dateng-dateng. Mau pesan ojeg online lewat applikasi ya kok malu lhawong cuma turun ke bawah dikit.
Akhirnya saya, Dhia dan Akram jalan kaki sampai ke tempat daftar ulang ( sekolahnya Dhia ) yang lumayan jauh kalau dengan berjalan kaki. Kenapa nggak naik angkutan umum? Angkot nggak ada yang lewat jalan sini.

Tapi alhamdulillaah... PPDB berakhir manis. Sudah beres semua. Tinggal nanti hari Senin masuk sekolah hari pertama. Apalagi melihat Dhia memakai seragam barunya. Rasa haru, bahagia, bangga, nggak nyangka anakku sudah SD...



Udah kayak goodday aja, hari ini banyak rasa. :)

Memotret, Membekukan Peristiwa

Banyak sekali peristiwa yang sudah kita lalui sejak lahir sampai saat ini. Setiap saatnya begitu berharga. Seperti sayang untuk dilewatkan begitu saja. Dengan pemikiran seperti itu, saya jadi hobi memotret. Memotret segala sesuatu yang ( menurut saya ) pantas untuk dipotret. Karna memotret itu tergantung masing-masing orang. maka yang menurut saya pantas dipotret belum tentu menurut orang lain pantas. Pun sebaliknya.
Dan karena bagi saya, memotret itu membekukan peristiwa, mengukir kenangan. Sebisa mungkin di setiap moment saya abadikan dalam foto. Termasuk pas pulang dari kampung halaman, kemarin. Dengan kereta api yang melaju kencang, saya sempatkan memotret pemandangan di sepanjang rel yang dilewati kereta Kutojaya Selatan yang saya tumpangi. Bagi sebagian orang, dalam perjalanan itu lebih baik tidur supaya tidak terasa tau-tau sampai di tujuan.

Kalau saya, sedikit tidur, banyak bangunnya. Saya lebih suka menikmati pemandangan di luar jendela. Ada banyak hal yang bisa kita temukan. Foto-foto ini menggunakan kamera ponsel milik saya, namun ada juga beberapa yang memakai kamera ponsel ASUS Zenfone, yang saya pinjam dari suami saya.

Selamat menikmati foto-foto alakadarnya. Inilah beberapa pemandangan saat naik kereta api dari stasiun Kutoarjo Jawa Tengah sampai stasiun Kiaracondong Jawa Barat . Difoto dengan kamera ponsel di atas kereta yang melaju.






Ada masjid dengan kubah hijaunya. 






Giveaway Aku dan Kamera ponsel by uniekkaswarganti.com



30 June 2016

[Review] Cetaphil Gentle Skin Cleanser, Pembersih yang Bebas Detergen

"Sabun yang bagus itu yang sedikit busa atau tidak berbusa sama sekali." 
kata seorang dokter ahli kecantikan dan aesthetic kepada saya.

Sebagian besar orang beranggapan bahwa pembersih/sabun cuci (baik itu pencuci wajah, badan, baju atau perabot rumah tangga) yang banyak busanya itu adalah yang paling bersih mencucinya. Sering sekali saya mendengar keluhan bibi : sabun kok nggak berbusa sih, padahal sudah banyak yang dituangkan. Saya juga sering mendengar kerabat yang suka dengan produk merk tertentu karena dia busanya banyak dan melimpah. Ibu saya sendiri juga menganggap busa banyak = bersih. Begitu juga dengan saya, sampai pada suatu waktu seorang dokter memberikan informasi bahwa sabun(pembersih) yang bagus itu yang sedikit busa atau tanpa busa sama sekali.

Saya tercengang. Berarti selama ini, saya -dan mungkin begitu banyak masyarakat yang menonton iklan di media, sudah termakan iklan dan doktrin bahwa banyak busa=bersih. Padahal pada kenyataannya, banyak busa berarti pembersih itu mengandung deterjen. Semakin melimpah busanya semakin tinggi juga kandungan detergennya.

Bahayakah?

Pembersih yang menggunakan detergen tidak hanya berbahaya bagi tubuh manusia tetapi juga berbahaya bagi lingkungan karena sulit diuraikan oleh microba pengurai. Pembersih yang mengandung detergen akan bereaksi pada kulit manusia yang sensitif seperti kulit kering, gatal-gatal, terasa panas dan melepuh. Ini terjadi juga sama saya. Setiap habis mecuci, tangan saya terasa kering dan gatal sekali.

Memang bersih dan kesat kalau ini untuk membersihkan baju dan perabot rumah tangga karena detergen ini mengikat dan melarutkan minyak. Sehingga pas kita mencuci baju dan perabot rumah tangga, minyak dan lemak akan luruh bersama detergen.

Bagaimana jika pembersih/sabun yang mengandung detergen ini digunakan pada tubuh kita (dari wajah sampai ujung kaki ). Maka yang terjadi adalah kelembaban alami pada kulit kita jadi ikut terangkat dan hilang oleh sabun badan dan sabun muka yang kita pakai. Karena kulit menjadi kering setelah memakai sabun ini, kelenjar minyak yang ada di bawah kulit akan menghasilkan lebih banyak minyak.

Nah, kamu yang kulitnya cepet banget menghasilkan minyak perlu diperhatikan lagi nih apakah sabun ( wajah dan badan ) yang kamu pakai mengandung detergen atau tidak.

Review Cetaphil Gentle Cleanser

Pembersih untuk kulit wajah dan seluruh tubuh yang bisa digunakan untuk semua jenis kulit.
Dengan komposisinya yang meliputi : Water, Cetyl Alcohol, Propylene Glycol, Sodium Lauryl Sulfate, Stearyl Alcohol, Methylparaben, Propylparaben, Butylparaben.
Bahan-bahan yang terkandung tidak berbahaya (walaupun di kemasan tertulis ada alcohol-nya) sehingga bisa dipakai oleh seluruh anggota keluarga.
Menurut fatwa MUI, penggunaan alkohol pada kosmetik masih boleh digunakan
Cetyl Alcohol ini merupakan organic alcohol yang terbuat dari hewan ( sperm whale oil ). Dan Stearyl Alcohol terbuat dari tumbuhan ( bisa dari palm oil ataupun minyak kelapa ).
Kedua bahan ini aman karena tidak menyebabkan iritasi.

Tidak berbusa atau sedikit busa dan tidak berbau seperti pembersih pada umumnya.
Seperti yang saya sampaikan di atas, Cetaphil ini memang enggak berbusa karena dia nggak mengandung detergen (yang menghasilkan busa).
Biasanya, cleanser mempunyai berbagai wangi-wangian yang semerbak harum sepanjang hari tetapi Cetaphil nggak ada 'bau'nya. Tahukah kamu? pengharum dalam cleanser itu merupakan zat aditif?

Tidak menbuat kulit kering.
Tidak seperti cleanser pada umumnya, Cetaphil tidak membuat kulit kering. Jika memakai ssabun pembersih yang berbusa, setelah itu kulit akan terasa kesat. Kesat ini tandanya kelembaban alami kulit ikut terangkat oleh pembersih dan kemungkinan masih ada sisa sabun yang menempel di kulit. Tapi kalau memakai Cetaphil Gentle Skin Cleanser, kulit terasa lebih lembut, halus, dan nggak kering.

Uniknya, menurut saya, Cetaphil Gentle Skin Cleanser ini bisa digunakan secara kering dan basah.
Cara memakainya:
- Secara kering : usapkan pada kulit (tanpa dikenai air terlebih dahulu), pijat dengan lembut, lalu bersihkan menggunakan handuk (tanpa dibilas dengan air).
- Secara basah  : usapkan pada kulit (tanpa dikenai air terlebih dahulu) pijat dengan lembut, lalu bilas dengan air.

Produk dari Canada ini dengan segera merebut hati para konsumen. Buktinya, saya lihat banyak juga yang sudah mencobanya. Kamu bisa membeli berbagai produk dari Cetaphil Indonesia ini di berbagai online shop ataupun apotek atau jika kamu ingin mengetahui lebih banyak tentang Cetaphil, klik  http://cetaphil.co.id/id/langganan/ 

20 June 2016

Objek Wisata di Ciater

Setiap daerah pasti memiliki objek wisata yang menarik. Termasuk kabupaten Subang yang punya kawasan Ciater yang mempunyai pesona tersendiri dan tak kalah menariknya dengan kawasan lain. Ciater merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Subang. Yang menjadi khas objek wisata Ciater ialah kesejukan dan pemandangannya yang begitu memesona.
Di Ciater kita juga akan menemukan beberapa wisata kuliner yang khas banget. Diantaranya adalah sate kelinci dan sup daging kelinci. Rasanya yang gurih membuat para penikmat daging kelinci begitu ketagihan.
Di Ciater ada apa saja? Berikut beberapa objek wisata yang menjadi rekomendasi untuk kamu berlibur berasama teman, sahabat, atau keluarga.
Ciater Highland Resort
Ciater Highland Resort menjadi salah satu alternatif objek wisata menarik karena di tengah-tengahnya terdapat Pacuan Kuda Ciater. Tak heran jika banyak sekali pengunjung yang datang. Di sini kita juga dapat menikmati pemandangan kebun teh yang cukup luas.
Kawasan ini merupakan objek pertama kali yang bertemakan Ranch di Subang. Bagi kamu yang menyukai aktivitas berkuda atau mau menjajal menunggang kuda bak seorang koboi, destinasi ini sepertinya bisa dijadikan list untuk dikunjungi saat libur datang.

sumber 
Kita pun dapat berolahraga dengan berkuda maupun hanya sekedar menikmati pemandangan hamparan kebun teh yang cukup luas. Pesona alam perkebunan juga dapat kita nikmati sambil cross country maupun buggy trail . Jangan khawatir bagi kamu yang mau membawa anak-anak, karena di sini juga tersedia tempat bermain dan kolam renang yang akan membuat anak-anak senang berada di sini.
Untuk menuju lokasi kita dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Hanya memerlukan waktu sekitar 40 menit perjalanan dari Subang.
Wisata Pemandian Air Panas
Ciater sangat terkenal dengan pemandian air panasnya dan menjadi objek wisata favorit bagi wisatawan dari berbagai daerah. Menikmati sumber air panas sambil melihat pemandangan alam yang begitu indah menjadi salah satu daya tarik para pengunjung tempat ini. Apalagi bagi kita yang tinggal di kota dan sehari-hari yang kita lihat gedung bertingkat dan kendaraan yang berjubel.
Sumber air panas pemandian Ciater ini berasal dari kawah Gunung Tangkuban Perahu yang masih aktif. Kehangatan airnya yang begitu pas membuat siapa saja yang mandi di sini merasakan kesegaran. Tak heran jika banyak sekali pengunjung yang datang apalagi di waktu liburan.
sumber
Untuk menuju objek wisata Ciater, kita dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum jurusan Ciater. Bandung - Ciater hanya memerlukan waktu 30 menit perjalanan.
Namun jika kamu berangkat dari Jakarta, terdapat dua jalur alternatif menuju lokasi. Kamu dapat melalui jalur puncak sekitar 212 km atau juga jalur Tol Cikampek – Bekasi kurang lebih 185 km.
Kalau memakai angkutan umum yang menuju ke arah Ciater, kalau sudah sampai di terminal Ledeng, kemudian dilanjutkan dengan naik angkutan umum jurusan Lembang. Waktu yang dibutuhkan sekitar 30 menit kalau tidak macet.
Adakah penginapan atau hotel di dekat Ciater?
Jangan khawatir bagi yang mau mencari penginapan di Ciater. Bisa bersantai-santai dulu kemudian besoknya bisa mengunjungi tempat wisata di sekitar Subang. Untuk memudahkan, kita dapat booking hotel atau villa melalui Traveloka. Yang mana Traveloka melayani pembelian tiket pesawat dan booking kamar penginapan. Berikut rekomendasi penginapan untuk Anda yang berlibur di Ciater.
Villa Chava & Villa Minerva
sumber : traveloka.com
Villa Chava dan Villa Minerva merupakan tempat penginapan yang cukup nyaman saat berlibur bersama keluarga. Fasilitasnya yang cukup lengkap menjadikan tempat ini seperti rumah sendiri. Adapun harga khusus untuk hari biasa yang mana harga aslinya pun terbilang sangat murah, untuk per malamnya sekitar Rp700.000 hingga Rp1.200.000.
Bangunannya yang didesain sederhana namun tetap memberikan kesan yang begitu nyaman. Lokasinya juga mudah untuk dijangkau yaitu berada di area komplek Ciater Highland Resort. Tepatnya di Jalan Raya Ciater.
sumber : traveloka.com
Inilah beberapa objek rekomendasi untuk kamu yang ingin berlibur ke Ciater. Suasananya yang sejuk dan menyegarkan akan membuat kamu lebih nyaman dan yang pasti dapat menghilangkan kelelahan akibat bekerja maupun aktivitas lainnya. Bentar lagi liburan, kamu sudah punya rencana kemana?

17 June 2016

Cerita di Awal Pernikahan dan Bulan Madu

Dulu, waktu baru saja menikah nggak bulan madu? helloooo...
*langsung diantemi sama warga* wkwk

Iya, saya dulu nggak bulan madu. Setelah menikah nggak langsung liburan kemanaa gitu. Nggak kepikiran tuh buat liburan ke Yogja, piknik ke gunung,  atau plesir ke pantai. Atau halan-halan kemanaaa gitu…

Enggak saya mah. Boro-boro bulan madu atau travelling, sehari setelah menikah saya malah langsung kerja karena cuti yang diberikan sama perusahaan tempat saya bekerja cuma 2 hari plus satu hari Minggu. Jadinya, bulan madu ya di kamar kostan.

Saya awal nikah sampai sekarang emang mandiri banget. Nggak tinggal di rumah mertua, karena memang di pondok mertua indah nggak ada tempat bagi kami walaupun rumahnya tingkat tiga. wkwkwk

Ini kalau diteruskan bisa jadi perang antara paham : ‘ngapain ngontrak kalau masih bisa tinggal di rumah ortu sambil jagain mereka.’ sama paham : ‘karena saya sudah menikah jadi harus mandiri, misah dari ortu’ gak sih? *diantemi lagi*
Kalau kedua paham tersebut, saya sih nggak mau menjudge orang yang sudah menikah tinggal sama ortu sebagai orang yg nggak mandiri ya. Saya mah open minded, dibalik tindakan orang kan pasti ada alasan. Ada prioritas dan ada berbagai pertimbangan.

Eh, jadi nglantur kemana-mana. Nanti ah kalau hal itu bisa dijadikan satu postingan berbeda.

Kembali ke bulan madu. Walaupun saya dulunya nggak bulan madu, bukan berarti kehidupan rumah tangga saya nggak bahagia di awal pernikahan. Romantisme orang yang baru mengenal dan langsung menikah seperti kami berdua adalah memotoran bareng. Itu juga sudah berasa seperti dunia milik berdua . hahaha 

Menikmati  indahnya pacaran setelah menikah adalah masa-masa yang sering kami kenang dan putar kembali saat sedang bercengkerama sekarang-sekarang ini.

Di awal pernikahan kami sering banget mendatangi hotel-hotel di Lembang. Bukan . Bukan mau bulan madu, tapi untuk menghadiri seminar-seminar dan training-training seputar bisnis.

Pernikahan bukan sekadar bulan madu atau jalan-jalan, bukan?  Dan saya yaqin (pake Q) bahwasanya buanyaaaaaak rumah tangga lain yang walaupun nggak bulan madu, pernikahannya tetap bahagia lahir dan batin. Yang ngalamin boleh ngacung. :))

Di delapan tahun pernikahan saya ini, kami sudah berencana dari jauh-jauh hari. Rencananya sih simple aja. Kami mau menginap di sebuah hotel yang tempat dan fasilitasnya nyaman untuk kami berdua. Ya berdua saja.

Nggak  usah jauh-jauh dari rumah lah, kasihan anak-anak kalau ditinggal lama-lama. Cukup dengan menginap semalam di hotel. Pilihan kami jatuh pada salah satu hotel di Lembang. Di Lembang, Bandung sudah banyak hotel berbintang yang fasilitas dan pelayanannya membuat kita nggak pengen cepet pulang, kan ya. Hahaha.

sumber foto 

Itulah sedikit cerita curhat saya tentang bulan madu dan awal pernikahan. Kalau teman-teman, apa cerita di awal pernikahannya? Adakah yang sama seperti saya. Atau malah bulan madu ke tempat eksotik nan indah? Ceritakan yuuk…


Di sini, pengennya lalu saya bikin GA ( give away ) bertema Cerita di Awal Pernikahan dengan hadiah voucher menginap di hotel dari Traveloka.

13 June 2016

Puncak Bintang Bukit Moko Bandung

Banyak orang penasaran dengan tempat yang satu ini, termasuk saya, sejak lihat foto-foto tentang Puncak Bintang dan Bukit Moko berseliweran di sosial media khususnya Instagram, saya jadi pengin banget kesana. Puncak Bintang memang termasuk tempat wisata baru. Diresmikan oleh Menteri Kehutanan sekitar dua tahun lalu, Puncak Bintang menjadi objek destinasi di Bandung yang ingin dikunjungi orang.

Akhirnya Sabtu siang kemarin saya, teh Nchie dan mbak Alaika kesana menggunakan motor matic. Awalnya saya ragu, "Kuat nggak ya motornya?" Secara jalan menuju Bukit Moko ini banyak tanjakan tajam dan berkelok, kata teh Nchie.



Ternyata memang benar, jalannya nanjaknya edun euy. Untungnya jalannya sudah halus. Jadi masih bisa ditaklukan dengan matic otok-otok saya. :)
Dari entry point ke atas jalan sudah diaspal. Sampai atas jalannya masih lumayan mulus, tapi sempit.
Jalan Menuju Bukit Moko

Rute yang dilalui cukup mudah kok. Saya akan jelaskan rute saya saja ya (dari arah tol Pasteur). Yang dari Jakarta atau kota lain, patokannya tol Pasteur aja. Keluar tol lurus terus ke arah timur lewat jembatan Pasupati. Dari lapangan Gashibu masih jalan terus, lurus ke arah timur melewati jalan Surapati. Nanti akan ketemu perempatan (simpang lima) lewat jalan PHH Mustofa.

Kalau sudah sampai Surapati Core, berarti tinggal sedikit lagi belok kiri ke jalan Padasuka. Akses masuk ke Puncak Bintang sama dengan ke Saung Angklung Udjo yang terkenal itu. Sebelum masuk jalan Padasuka ini ada plangnya kok, jadi nggak susah nyarinya.

entry point ke bukit Moko
Perjalanan sekitar setengah jam asal tidak macet
Perjalanan dari entry point jalan Padasuka sampai di Bukit Moko sejauh 8,1 km dengan waktu tempuh sekitar 30 menit kalau nggak macet. Tapi jarang macet sih.
Agar kendaraan juga nggak mogok di jalan, pastikan kendaraan yang dipakai dalam keadaan prima agar bisa sampai atas dengan selamat. Jangan lupa berdoa pas lagi nanjak dan melewati belokan tajam. Oiya, keahlian supir juga diperlukan, jangan sampai salah 'gigi' pas jalan curam.

Kita bisa memilih parkir di bawah atau parkir di atas. Parkir bayar 5000 rupiah.
Kita tinggal berjalan sedikit untuk masuk di kawasan hutan pinus dan Puncak Bintang. Tiket masuk 12.000 saat saya berkunjung.
Bayar tiketnya di sini. 
Setelah masuk ke kawasan hutan pinus, kita akan memutuskan ke kanan dulu atau ke kiri dulu. Saran saya sih lebih baik ke kanan dulu baru ke kiri agar nggak terlalu capek. Menanjak dulu baru menurun.

Apa yang menarik di Puncak Bintang, Bukit Moko ini?
Banyak sih spot yang instragamable diantaranya hutan pinus, bintang, dan dek. (yaelah Win, kesini buat foto-foto doang? bukannya tadabur alam) .

1. Pemandangan kota Bandung. Kalau datangnya pas malam hari akan sangat indah menikmati cityview sambil ngopi-ngopi.
Puncak Bintang ini ramenya di sore hari dimana orang-orang berburu sunset. Saat saya datang nggak terlalu banyak orang.
(gak ada dokumentasi foto sunset)
Pemandangan dari ketinggian 1442 mdpl


Bukit Moko di siang hari

2. Hutan pinusnya keren. Bersih. Kita bisa camping di hutan pinus ini. Mengajak keluarga atau sahabat camping disini pasti menyenangkan. Kalau campingnya siang-siang (dari pagi sampai sore) katanya sih gratis. Tapi kalau malam hari, sepertinya harus bayar.


Ah jadi pengen ngajak Dhia dan Akram camping di sini deh.

3. Bintangnya.
Bintangnya ada dua, satu di bagian kanan, satu di bagian kiri. Bintang ini, kalau malam kerlap-kerlip karena ada lampunya.
in frame : mbak Al

4. Deck
Di sini kita bisa foto-foto sepuasnya ( kalau sedang sepi) kalau banyak orang mah ya sekenanya aja deh motretnya. Oiya, jangan coba-coba berdiri di atas sini saat cuaca mendung ya. Sudah ada peringatannya juga terpampang di deck.
dari atas deck
Kalau lagi mendung jangan coba-coba berdiri di atas sini ya 

5. Fasilitas toilet dan mushola. Gak perlu resak kalau mau buang air, wudhu, atau sholat. Fasilitasnya udah ada.


Sayangnya di atas, di Puncak Bintangnya belum ada warung yang menyediakan minuman dan makanan. jadi harus bawa bekal sendiri, tapi jangan lupa sampahnya dibawa turun lagi ya.

Kemarin saya nggak mampir di warung yang instragamable juga karena takut kehujanan di atas.. Namanya Warung Daweung. Tapi sebagai gantinya, mampir di warung kopi di daerah bawah.

Selepas jalan-jalan, pasti capek dan lapar kan ya... Kita bisa mampir di warung yang juga bisa jadi spot buat foto-foto di daerah Caringin Tilu.


di Caringin Tilu
Pesan kopi susu dan indomie rebus+telur+cabe rawit. Udara dingin, perut lapar, dan ini akan menjadi sore SEMPURNAAA...

Kapan kamu mau kesini? Kalau lagi ke Bandung, jangan lupa mampir ya.


10 June 2016

Menghilangkan Bopeng Bekas Jerawat dengan Cara Aman | Laser Erbium | Laser Fraxtional CO2 | DF Clinic


Menghilangkan Bopeng Bekas Jerawat dengan Cara Aman
Dua minggu lalu, tepatnya hari Senin ( 23 Mei ) saya kontrol lagi ke klinik utama DF Clinic di Leumah Neundeut.
Saya datang bersama kedua bocah saya. Pengennya sih sendiri menikmati metime, tapi karena Abudi tengah di luar kota untuk beberapa hari, jadi mau nggak mau anak-anak harus dibawa.
Tapi kalau nggak terpaksa, saya sarankan jangan membawa anak deh kalau lagi "nyalon". Apalagi kalau suasananya tenang dan hening kayak DF Clinic. Takutnya mengganggu yang lain kalau mereka berisik.
Tapi Alhamdulillah, anak-anak saya mah anteng kalau sudah disediakan "alat tempur" seperti makanan dan mainan. hihi

Satu hari sebelumnya, kulit wajah saya terasa gatal dan merah. Saya inget-inget makanan apa yang saya makan sampai reaksinya seperti ini. Saya konsulkan dong ke Dokter.

Masalah kulit saya adalah alergi seafood khususnya udang (kalau yang lain saya terlanjur nggak berani nyoba seperti cumi, kepiting, dkk). Sementara telur, sejauh pemantauan saya sih kadang-kadang menimbulkan reaksi alergi berupa jerawatan, tapi kadang-kadang enggak bereaksi. Saya bingung di sini. Masalahnya telur itu udah semacam bahan makanan pokok. Dimana-mana makanan mengandung telur.

Kata Dokter, kemungkinan itu (pada saat makan telur dan muncul jerawat ) dari sambelnya.

Iya juga sih, saya beberapa hari sebelumnya beli ayam bakar dan makan sambelnya. Nah, saya kan nggak tau itu sambel pakai terasi apa enggak. Ini yang kadang saya lupa.

Baca juga : Kenali Alergi Tubuhmu

Rangan dan peralatan Laser
Hari ini tepat sebulan setelah perawatan laser saya yang pertama. Dari hasil konsultasi, informasi yang saya dapatka antara lain :
- Laser untuk Acne Scar, bisa dilakukan sebulan sekali.
- Minimal tindakan laser sebanyak 3 kali untuk kelihatan mengecil dan mendangkal. Tapi kalau parah seperti punya saya sih, kata dokter paling enggak 5 kali untuk bisa terlihat bedanya kalau difoto.
- Harus menghindari makanan pemicu alergi jika ingin kulitnya bagus. Percuma perawatan kalau makanannya tidak dijaga.
- Hindari makan terigu dan gula. Karena kulit yang bagus akan terbentuk dari asupan makanan yang bernutrisi. Gula dan tepung itu nggak ada nutrisinya sama sekali. Bikin gendut iya..

Tentang Laser Erbium/Fraksional CO2 di DF Clinic

- Bisa menghilangkan lubang bekas jerawat atau acne scar.
- Laser pada mata. Atau yang dikenal dengan Lasik.
- Pigmentation. Jika ada warna kulit yang tidak merata/ menghitam, keriput, bisa diperbaiki dengan melakukan laser.
- Strech Mark dan selulit di perut yang bikin nggak pede di depan suami juga bisa diperbaiki dengan laser.

baca juga : Menghilangkan Bopeng Bekas Jerawat dengan Laser Erbium #1

Proses Pe-laseran kali ini sama seperti Laser pertama, kayaknya sampai laser ke sekian kali juga sama prosesnya. Diawali dari pembersihan wajah, anestesi, laser, Q-Light.

Setelah dilaser, wajah wajib tetap mendapatkan perawatan. Oleh dokter David, saya diresepkan produk ini :


- Skin R. Ini wajib pakai setelah laser.
- Dermoist Nutriderma. Kata akang yang di apotek sih, ini sama aja kayak Nutri Cream yang sebelumnya udah diresepkan. Cuma beda kemasan aja. Fungsinya melembabkan kulit.
- Daily Whitening
- Sun Screen dengan SPF 50
Dokter tidak meresepkan Facial Wash karena di rumah masih ada. Dan lagian 5 hari setelah laser kan nggak boleh kena sabun, jadi Facial washnya awet.

Pantangan jika ingin kulitnya cepat meregenerasi selnya dengan baik adalah jangan makan makanan yang tidak ada gizi/nutrisinya sama sekali ( dokter sudah menyebutkan tepung dan gula ). Menjaga asupan nutrisi yang bagus untuk kulit. Dan selama dua minggu tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung.

Menjalani dua minggu pasca laser, bukan perjuangan yang mudah.
 (#mulai lebay).
- Kegiatan saya antar-jemput anak sekolah mengharuskan keluar rumah. Jadi untuk menghindari terkena sinar matahari langsung, saya memakai masker kain. Ya, saya mah emak motoris ,kemana-mana mending naik motor dari pada mobil (angkot) hahaha
- Banyak yang ngeliatin. Setelah laser, wajah akan memerah kemudian menghitam . Kalau di dalam ruangan, masker saya lepas. Pasti banyak mata menatap prihatin antara mau nanya tapi gak nanya-nanya. Saya mau nanya duluan nanti dikira Ge eR. Kalau mereka langsung nanya kan, saya bisa jelasin. Mungkin akan saya jawab : "Pak-Bu, saya sedang perawatan, bentar lagi cakep."
- Gak bisa dandan. Karena make up apapun gak akan nempel di kulit. Jadi ya pergi-pergi dengan wajah polos tanpa BB cream dan bedak. Tapi pakai pensil alis dan lipstik mah teteup, walau nggak bedakan. ( eh bentar-bentar.. sejak kapan saya ini suka dandan ya? ah sudahlah abaikan saja.)
- Yang nggak bisa dihindari adalah ketika saya dapat undangan sebuah acara yang berada di luar ruangan dan berpanas-panasan. Alat tempur saya disaat seperti ini adalah topi, masker dan kaca-mata.
- Kalau salah makan atau kurang memperhatikan bahan-bahan dalam makanannya, akan membuat kulit wajah mengeluarkan reaksi. Suatu hari diantara 14 hari pasca laser, saya memakai Daily Whitening saat malam hari menjelang tidur. Pas subuh-subuh saya bangun tidur, saya kaget merasakan kulit wajah saya gatal-gatal, merah, dan terasa panas dan tebal. Saya panik banget waktu itu. Apa yang harus saya lakukan, harusnya pas seperti ini kontrol ke DF Clinic. Tapi Akram sedang demam dan Abudi keluar kota. Jadi saya konsultasi saja dengan Konsultan DF di Facebook. Katanya ini reaksi normal. Iya sih, ini pertama kali memakai Daily Whitening/DW  ( 7 hari setelah laser ). Dua malam berikutnya, saya nggak pakai, takut sih. Pas malam selanjutnya saya pakai lagi. Lho, kok enggak gatal dan merah lagi ya.
Setelah saya pikir-pikir lagi, mungkin kah ini karena Basreng sore itu? Saya icip-icip banyak basreng karena ngeces lihat anak-anak makan ini. Basreng ( bakso goreng ) cemilan khas Bandung, mungkin di dalamnya ada bahan yang ditolak juga oleh tubuh saya. Jadi muncul reaksi alergi berupa bentol gatal, merah, dan terasa panas.
"oh, my bad!"

Tujuh belas hari kemudian, wajah saya sudah kembali normal. Seperti foto di bawah ini. Fotonya gak pake make up dan gak pake aplikasi yang bikin mulus kinclong.
Alhamdulillah scar-nya sudah mulai kelihatan mendangkal.

Cerita selanjutnya : Perawatan Wajah Setelah Laser
foto tanpa make up
tanpa edit/aplikasi beauty

Tentang DF Clinic

DF Clinic nggak seperti salon kecantikan biasa. Di sini setiap pasien harus konsultasi terlebih dahulu dengan dokter ( Docter First ) sehingga permasalahan yang ada dicari akar masalahnya.

Di DF tidak hanya Dokter David Budi yang ahli Aestetic dan Anti Aging, namun banyak dokter lain yang menangani masalah lain juga seperti masalah gigi, perawatan dan spa anak, mind therapy, dan masih banyak lagi.
langsung klik saja ke websitenya ya di www.dfclinic.com

alamat       : Jalan Leumah Neundeut no 10 Bandung.
( Dekat Universitas Maranata, Bandung )
telepon      : 022-2010593
whatsapp   : 0812 2190 6850
pin BB       : 7D38BCFC
email         : df_clinic@dfclinic.com

07 June 2016

11 Gerakan Ini Mengatasi Nyeri Datang Bulan

"Melalui gerakan Yoga sederhana, rasa nyeri ketika menstruasi dapat mereda karena yoga membuat otot-otot rileks", 
~ Yenny Christine


Nyeri Haid?? Euuuugh...! Banyak wanita yang sering mengalaminya, termasuk saya. Menurut survei yang dilakukan Frontier, 62,7 % wanita Indonesia mengalaminya.
Mulai nyeri-nyeri ringan di kepala, pegal -panas punggung sampai panggul, nyeri perut , kram, hingga sampai ada yang pingsan-pingsan "hanya" karena nyeri saat datang bulan.

PMS ( PraMenstruasi Syndrome) ?? Seriiiing!
PMS sering diartikan mood yang tiba-tiba saja berubah saat menjelang tanggal-tanggal haid/datang bulan. Biasanya sih 3 atau 2 hari menjelang haid. Ini karena hormon tubuh juga mengalami sedikit perubahan. Kondisi nggak nyaman juga mempengaruhi datangnya PMS. Saya sendiri, walaupun sudah berusaha menekan perasaaan/mood/emosi yang berubah-ubah, tetap saja ya pengennya marah-marah melulu, ujungnya orang rumah yang kena omel. hahaha
Makanya, kalau tahu istrinya lagi datang PMS, mending ngalah aja deh ya bapak-bapak dari pada ngajak ribut. :p

Saya sudah bertanya kepada teman-teman tentang apa yang dilakukan/solusi (jika) saat haid mengalami nyeri haid apa saja? Kebanyakan dari mereka menjawab : minum obat penghilang rasa sakit, minum jamu pegel linu, nggak minum apa-apa cukup banyak istirahat. Tapi jarang sekali yang menjawab olahraga. Padahal olahraga saat haid juga bisa melancarkan aliran darah, membantu menghilangkan rasa pegal dan nyeri perut tadi.

Dengan banyaknya wanita yang merasakan tidak nyaman saat haid dan terganggu aktivitasnya, maka Kiranti mengadakan tour kesehatan untuk wanita bertajuk "Stay Fresh and health with Kiranti" .

Sabtu pagi kemarin ( 04 Juni ) di rooftop Sky Level Paris Van Java Bandung semarak dengan balon warna kuning-orange. Hari itu semesta mendukung banget. Matahari berinar cerah.
Acara diawali dengan kata sambutan dari pak Donny sebagai Managing Director Kiranti. Dan dance penyemangat dari Mystique.

Dilanjut dengan yoga bersama Yenny Christine, seorang instruktur yoga yang sudah mengajar lebih dari 10 tahun. Instagram teh Yenny @yennychristine



Di Yoga in the Air with Kiranti ini, teh Yenny mengajarkan gerakan-gerakan yang bisa menghilangkan ketidaknyamanan saat haid (nyeri, kram, pegal linu, dll)

"Jangan dibayangkan akan ada handstand atau akroyoga ya. Saya hanya akan memberikan gerakan-gerakan yang ringan, yang sangat bermanfaat ketika lagi haid." buka teh Yenny sebelum memulai gerakan pertama.

Di Yoga in the Air with Kiranti ini memang nggak semuanya sudah rutin latihan yoga. Termasuk saya, awam banget deh sama yoga, baru pertama kali mencoba gerakan yoga ini. nama-nama gerakannya pun sudah lupa..

11 gerakan ini bisa mengatasi nyeri datang bulan. Yuk kita mulai gerakan-gerakannya. Ini bisa dilakukan di rumah tanpa pelatih :

1. Duduk bersimpuh seperti duduk sinden atau duduknya orang jepang. Badan ditegakan , pejamkan mata, dan tarik nafas dari hidung secara perlahan dan hembuskan lewat hidung secara perlahan pula. Lakukan 20 hitungan nafas. Gerakan ini selain bagus untuk otot kewanitaan, juga bisa mengurangi nyeri di bagian panggul.

2. Kemudian lakukan gerakan seperti di foto :
gantian kanan dan kiri
taken by @diarykiranti

3. Duduk selonjoran kedua tangan menumpu ke belakang. Miringkan badan ke kanan dan kiri secara bergantian.
taken by @diarykiranti

4. (Gerakan ini bisa dilakukan berpasangan.) Satu kaki diluruskan, kaki satunya ditekuk. Telapak kaki menempel di paha kaki yang lurus. Lalu perlahan menunduk sampai menyentuh lutut. Untuk pemula kayak saya ini, ternyata susah ya sampai bisa nyium lutut.

5. Gerakan selanjutnya, teh Yenny melakukan gerakan dengan musik yang lembut. Video bisa ditonton di instagram saya ya @uwienbudi  (sekalian difollow ya kaka, uhuk)

6. Melakukan gerakan berpasangan seperti gambar. Bisa juga sendiri sih, kalau sendiri, pakai kursi kecil atau apapun yang tingginya sesuai.


7. Lakukan gerakan tengkurap tapi pinggul ke atas ditegakkan.
(susah bener ya menjabarkannya. lihat gambar saja deh ya)

Dari gerakan ini ada beberapa gerakan seperti, mengangkat salah satu kali, lutut tetap lurus, badan tetap tegak. Tahan 20 hitungan. Pas ini kerasa banget kaki seperti ditarik dari belakang.

8. Gerakan selanjutnya, salah satu kaki ke depan, dan lakukan gerakan seperti ini :

9. Dalam posisi seperti di atas, bungkukkan badan, tiduran dengan kepala bertumpu pada kedua tangan di lantai. Kepala menghadap ke kanan. lakukan bergantian kanan dan kiri.

10. Melakukan gerakan seperti gambar. (Dan saya masih juga nggak ingat namanya, hik)

11. Kembali ke posisi duduk sinden. lakukan gerakan seperti gambar di bawah ini:
Gerakan ini bisa melancarkan darah haid.

Gerakan terakhir, berdiri tegak. Ambil dan buang nafas secara teratur dari hidung. Gerakan tangan ke samping dan ke atas.

Yoga selama kurang lebih satu setengah jam ini membuat badan yang tadinya pegal-pegal dan linu terasa lebih ringan aja. Matahari semakin carah ceria aja nih, tak ayal para peserta menutup wajahnya dengan berbagai cara.

Selesai beryoga, ada bincang-bincang seputar kesehatan dan tentu saja informasi dari Kiranti.
ki-ka : MC, kang Michael (PR Orang Tua), teh Yenny Christine (instruktur yoga)
Kiranti ini sudah ada sejak tahun 1994 sampai sekarang. Kiranti terbuat dari 100% bahan-bahan alami pilihan seperti kunyit, asam jawa, kayu manis, jahe, dan gula jawa. Dalam proses produksinya, Kiranti menggunakan teknologi modern untuk menjaga higienitas dan keamanan produknya. Karena itu pada tahun 2005 Kiranti mendapatkan sertifikat CPOTB ( Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik dan Benar ) dari Menteri kesehatan dan satu-satunya minuman datang bulan yang mendapat OHT ( Obat Herbal Terstandart ).

Kini, kembali Kiranti memperkenalkan3 varian rasa dan kemasan baru. Tiga varian rasa itu adalah
- Kiranti Sehat Datang Bulan ORIGINAL. Dengan warna kemasan kuning.
- Kiranti Sehat Datang Bulan PEGAL LINU. Dengan warna kemasan biru.
- Kiranti Sehat Datang Bulan PLUS ORANGE JUICE. Warna kemasannya orange ceria. Mengandung satu buah jeruk, kunyit dan asam jawa. Ini buat kita-kita yang nggak terlalu suka aroma jamu. Rasanya seger banget lho.
Pssst, Kiranti yang ini katanya juga bisa diminum oleh pria.

Saya suka dengan kemasan Kiranti ini karena pas banget digenggaman.


Setelah bincang-bincang seputar kesehatan wanita usai, semua peserta berkumpul untuk melepaskan balon ke udara. Menandakan dengan ini kita para wanita terbebas dari yang namanya nyeri saat datang bulan dengan berolahraga yoga dan minum Kiranti.

Acara Kiranti "Stay Fresh and Healty with Kiranti" hari itu diakhiri dengan sarapan sehat dan minum Kiranti.

Thanks Kiranti.

P.S Tour Sehat with Kiranti ini juga akan diselenggarakan di beberapa kota. Ikuti terus informasinya di media sosialnya Kiranti agar nggak ketinggalan

Twitter : @DiaryKiranti
Facebook : Diary Kiranti
Instagram : @diarykiranti