25 August 2016

Saya Pejuang ASI Eksklusif dan Saya Bangga

Menyemarakkan Pekan ASI Dunia yang jatuh pada tanggal 1-7 Agustus, ijinkan saya bercerita sedikit tentang perjuangan saya memberikan ASI ekslusif di 6 bulan pertama kedua anak saya. Apa saja yang sudah saya lakukan untuk persiapan dan pelaksanaan pemberian ASI sehingga bisa berhasil.



Yang sudah-sudah, pembahasan tentang ASI vs sufor selalu menjadi pro-kontra para ibu di jagad raya ini. Makanya saya biasanya hanya menyimak saja pembahasan ini dan berusaha memposisikan diri di keduanya. Sehingga saya menulis ini hanya bermaksud berbagi pengalaman sukses dalam memberikan ASI eksklusif.

Persiapan Sebelum Hari Kelahiran Tiba

Jauh sebelum bayi saya lahir, saya sudah berencana bahwa nanti saya hanya akan memberikan ASI tanpa bantuan susu formula di 6 bulan pertamanya. Karena sudah berencana dan bertekad seperti itu, maka dari awal kehamilan anak pertama, saya mencari ilmunya dengan membaca-baca informasi di internet dan juga menanyakan langsung kepada bidan/dokter saat memeriksakan kandungan. Sambil selalu memanjatkan doa agar nanti semuanya berjalan lancar.

Selain mengumpulkan berbagai macam informasi, saya juga menyiapkan "alat"nya (baca:payudara) agar saat nanti digunakan sudah siap. Kalau tidak dipersiapkan dari jauh hari, kemungkinan besar bisa lecet saat menyusui.
Apa saja persiapannya? Antara lain: disaat mandi, bersihkan puting susu dari daerah aerola (daerah yang berwarna gelap). Di area puting ini, biasanya ada kotoran baik itu kulit mati atau daki yang menutupi lubang-lubang kecil tempat keluarnya air susu. Nah, setiap mandi saya bersihkan itu dengan lembut, nggak perlu digosok pake batu kali, ya. hehe
Sambil dibersihkan, juga sambil dipilin-pilin dan ditarik-tarik. Pijatan pilin-tarik ini membuat puting menjadi lebih panjang sehingga nanti pas diberikan ke bayi lebih mudah. Lalu melakukan pijat di area payudara dengan baby oil atau minyak zaitun.

Persiapan lainnya adalah membaca cara menyusui yang baik dan benar. bagaimana posisinya dan segala macam tentang hal teknis menyusui bayi baru lahir. Ini penting karena, posisi atau cara ibu menyusui juga berpengaruh terhadap kesuksesan memberikan ASI.

Mencari informasi tentang makanan yang bisa meningkatkan produksi ASI. Jadi saat trimester ketiga saya perbanyak makan makanan tersebut. Bisa search sendiri bahan makanan apa saja yang bisa meningkatkan produksi ASI. Jangan malas mencari informasi sebanyak mungkin ya, Moms.

Setelah Bayi Lahir

Setelah bayi lahir kedunia, perasaan yang meluap-luap pada saya tak bisa terelakkan. IMD yang saya idamkan tak bisa terlaksana karena Bu Bidan berkata saya sudah terlihat dalam kondisi kelelahan. Jadi proses menyusu pertama bukan saat bayi masih berdarah-darah lalu diletakkan di atas perut saya kemudian bayi akan mencari puting ibunya sendiri. Itu ekspektasi saya sebelumnya. Tapi karena kenyataannya saya kelelahan, pemberian ASI pertama kali dilakukan setelah bayi dibersihkan dan dibedong, sayanya juga sudah bersih dan ganti baju.

Lancar keluar susu yang melimpah? enggak, cyiin. Kedua anak saya, dua-duanya ASI baru keluar di hari ketiga dan kedua pasca melahirkan.

Menurut ibu bidan, (saya mengutip perkataan Bu Bidan saja ya dari tadi, hehe... )
Menurut Bu Bidan, bayi baru lahir itu bisa bertahan tanpa asupan makanan selama maksimal 5 hari karena dalam tubuhnya masih menyimpan cadangan makanan yang berasal dari plasentanya. Saya bersyukur saat tempat bersalin mendukung keputusan kami (saya dan suami) untuk memberikan ASI ekslusif.

Godaan untuk memberikan susu botol, tidak hanya dari ASI saya yang belum keluar, namun dari orang tua saya yang menunggui dan membantu merawat saya saat melahirkan dan setelahnya. Neneknya tentu saja enggak tega melihat anak hanya mengenyot puting yang enggak keluar air susunya. Namun setelah mendengarkan penjelasan suami saya, akhirnya neneknya pun ikut mendukung. Ya, peran lingkungan sangat mempengaruhi kesuksesan memberikan ASI ekslusif.



ASI Tidak Keluar? Apa yang harus dilakukan?

Sudah saya ceritakan di atas, ASI saya juga tidak langsung keluar di hari pertama melahirkan. Hari kedua juga sama, masih belum keluar. Yang ada anak saya sering menangis karena usahanya mendapatkan ASI belum juga menampahkan hasilnya. Hari ketiganya barulah keluar, itupun hanya yang sedikit itu. Yes, colostrum yang berwarna kekuningan dan cuma sedikiiiit banget akhirnya keluar di hari ketiga.

Dari hari 1-3 itu, saya harus berdamai dengan perasaan kasian kepada bayi saya yang cuma mengempeng susu tanpa keluar air susunya. Thats so hardly to me. Tapi walaupun enggak keluar, saya tetap memberikan puting saya agar bisa disedot anak saya. Gerakan mulut bayi ini merupakan rangsangan agar ASI bisa keluar.

Selama 2 hari itu bayi dikasih apa dong? Hanya ditetesi air putih hangat saja agar bibir dan mulutnya enggak kering.

Pokoknya di fase ini, penuh drama banget. Ya begadang karena di malam hari harus tetap memberikan ASI (walaupun belum keluar) 2 jam sekali, ya nahan rasa kasihan ke anak, ya nahan rasa sakit bekas jahitan, dan sebagainya.

ASI Keluar, sudah kelar perjuangannya? Belum, cyiin.

Setelah ASI keluar, semakin hari semakin bertambah banyak saja produksi ASInya. Saya mengalami bengkak di payudara disertai panas dingin. Di fase ini, ASI harus lebih sering diberikan agar bengkak enggak semakin parah dan membuat ibunya sakit. Rasanya lega sekali setelah dihisap habis.

Bengkak karena menampung banyaknya air susu, menjadikannya keras sekali. Saya mengatasinya dengan pijat ibu menyusui. Kebetulan di sekitar tempat tinggal saya ada seorang tukang pijat yang bisa memijat ibu pasca melahirkan dan bayi bayu lahir. Saat pemijatan, payudara dipencet keras, sehingga lubang-lubang kecil di area puting bisa terbuka. Ditandai dengan ASI yang memancar, serta saya lihat lubang-lubang kecilnya jadi bertambah banyak. Pijat pasca melahirkan ini membuat ASI semakin lancar keluarnya. Sedangkan si bayi jadi lebih nyenyak tidurnya.
Mungkin kalau yang tinggal di perkotaan bisa mencari mom and baby spa. Biasanya melayani pijat bayi dan ibunya.

Demikian sekelumit pengalaman saya memperjuangkan ASI eksklusif di 6 bulan pertama. Saya sungkem kepada senior pejuang ASI yang lebih dahsyat perjuangannya. Dan Barakallaah untuk Moms yang memberikan ASI dimudahkan segala-galanya.

Tulisan ini sekalian sharing pengalaman, juga sekalian diikutsertakan dalam Give Away ASI dan Segala Cerita Tentangnya yang diadakan oleh duniabiza.com


Readmore → Saya Pejuang ASI Eksklusif dan Saya Bangga

16 August 2016

Oleh-Oleh Medan

Beberapa hari yang lalu Kang Budi baru pulang dari tugas kantornya di Medan. Selama dua minggu dong LDR-an. Yang enggak biasa jauh-jauhan pastilah tahu rasanya, ihik ( curcol colongan :D ). Jadilah di rumah banjir oleh-oleh Medan, nih. Yang mau* mampir aja ke Cimahi ya, kalau suruh nganterin atau pake paket ekspedisi mah atuh berat di ongkos. wekeke
*)persediaan terbatas.

You know. lah...setiap orang yang keluar kota pasti dimintai oleh-oleh sama kerabat, teman, dkk. Walaupun mereka bilang "Jangan lupa oleh-olehnya, ya." cuma karena basa-basi sebagai bentuk ikut senang, tapi kalau dikasih oleh-oleh pasti enggak akan nolak, kan. Iya, ini mah aku banget.

Oleh-oleh, walaupun nilainya nggak seberapa (yang bikin bernilai itu, ongkos ke luar kotanya ya kan, Bok) tapi punya nilai tersendiri sebagai tali asih diantara keluarga dan teman. Sok geura, kasih oleh-oleh ke temen. Tali asih itu mempererat hubungan pertemanan dan kekeluargaan.

Jadi, inti dari tulisan ini sebenarnya adalah pamer colongan, LOL. E tapi, siapa tahu ada yang lagi nyari recomendasi mau beli oleh-oleh Medan. Ini dia beberapa makanan yang khas di Medan.

1. Durian Ucok
Durian Ucok tuh terkenal sekali di Medan. Cerita dari Kang Budi sih, tempatnya selalu penuuuuh pengunjung. Kita bisa membeli durian dan dibawa pulang. Jangan kuatir akan bau di pesawat. Karena packagingnya udah oke banget. Sampai enggak kecium sama sekali dari luar kardus.
FYI, di Medan sana orang-orang menyebut durian ada dua, durian pahit dan durian manis. Ya, walaupun -Kata kang Budi- rasanya hampir sama. Durian pahit justru yang jadi idola. Memang enak sich, terus rasanya malah enggak ada pahit-pahitnya.

durian ucok

2. Pancake Durian
Pancake durian bisa juga dibeli di Durian Ucok ini. Jadi bisa langsung dikemas bersama buah duriannya. Alamatnya di Jalan KH Wahid Hasyim no 30-32, Medan Sumatra Utara.
Oiya, harganya 70.000 untuk satu misting isi 10 biji.
Nah kalau enggak sempat mampir ke Durian Ucok, bisa aja beli pancake durian di bandara. Psst tapi harganya jauh lebih mahal. Waktu ke Medan sebelum ini, Kang Budi beli pancakenya di bandara Kuala Namu. Katanya satu box harganya 145.000 isi 10 biji.

pancake durian ucok

3. Bolu Meranti
Bolu Meranti ini sebenarnya sama dengan bolu-bolu yang dijual di Bandung dan berbagai daerah. Yang menjadikannya istimewa adalah kardusnya. hahaha.
bolu meranti dan bika ambon

4. Bika Ambon
Walaupun di Cimahi juga ada yang jual bika ambon, tapi kalau ada kardusnya yang bertuliskan oleh-oleh Medan kan beda feelnya. hihi
Bika Ambon bisa dibeli juga di Meranti. Tapi bika ambon yang paling terkenal di Medan itu bika ambon Zulaikha.

5. Teri Medan
Teri Medan di sana harganya 70.000 / kg. Ini enak banget dimakan sama nasi anget. Atau untuk campuran nasi liwet. Joss gandoss deh pokoknya.


6. Manisan jambu
Jambu bangkok, jambu yang gede-gede banget itu, dikupas terus dijadikan manisan. Kalau makan di tempat, akan disajikan tanba biji. Jadi bijinya udah dibuangin. Tapi kalau ditakeaway alias dibungkus, masih berbentuk gelundungan satu biji ditambah bumbu rujaknya. Enak dan seger banget apalagi makannya setelah ditaruh di lemari pendingin.


Selain oleh-oleh makanan, ada juga beberapa benda yang bisa dijadiin oleh-oleh buat anak-istri.
1. Kain Songket
2. Baju istana Maimoon
3. Gantungan kunci 'Pernah ke Medan'


Ada satu lagi oleh-oleh yang gak bisa dimakan dan gak bisa dipake. Yang satu ini saya suka banget. Yeps, FOTO-FOTO pemandangan di sekitar kang Budi bekerja adalah oleh-oleh Medan yang paling saya suka. Buat saya yang belum pernah ke Medan, jadi sedikit punya gambaran seperti apa Medan nan elok dan Medan dari sisi lain. aseeeg.


(P.s.) foto-foto yang lain menyusul ya ;)
p.s.s. maaf kalau kerudungmu sama dengan taplak mejaku

Readmore → Oleh-Oleh Medan

01 August 2016

Bekal Masa Depan untuk Buah Hatiku

Beberapa waktu yang lalu, saya merasa senang sekali karena Instragam saya @uwienbudi dimention oleh Gisella Anastasya @gisel_la untuk mengikuti sebuah program Bekal Masa Depan (BMD). Buru-buru saya meluncur ke websitenya www.BekalMasaDepan.com untuk melihat dengan jelas program apa ini.



Hmm, setelah saya pelajari, BMD merupakan sebuah program dari Kalbe Nutritional dengan produknya yaitu susu cair pertumbuhan siap minum, Morinaga Chil-Go!.

Bekal Masa Depan mengajak ayah bunda, para orang tua, untuk berbagi ide bagaimana menstimulasi si kecil. Menurut saya dengan banyaknya masukan di BMD ini bisa dijadikan inspirasi bagi para orang tua lain dalam menstimulasi tumbuh kembang anaknya.

Tidak jarang saya berpikir "Apalagi ya ,yang bisa saya lakukan untuk membantu menstimulasi kecerdasan anak?".

Saya sering kebingungan kalau mau bermain sama anak. Suka mentok ide itu lagi-itu lagi. Dengan adanya program ini, saya jadi inspirasi buat saya dalam memberikan stimulasi tumbuh kembang. Ide-ide yang disubmit oleh para orang tua hebat dan kreatif bisa saya lihat di galeri. By the way, anak saya ada dua. Satu perempuan usia 7 tahun dan satu lagi laki-laki usia 4 tahun. harus banyak ide kalau nggak pengen anaknya bosen, ya kan?.

BMD . Hadiahnya keren banget!! Asuransi untuk pendidikan anak sebesar total 3 Milyar Rupiah. Serta 3000 hadiah hiburan lainnya. Sebagai orang tua yang ingin anaknya sekolah tinggi, saya ingin dong berkesempatan mendapat asuransi untuk pendidikan anak saya.

Lomba menyiapkan bekal masa depan berlangsung dari 1 Juli s.d 31 Desember 2016. Masih lama ya teman-teman. Dari jangka waktu ini dibagi menjadi 3 periode.
Periode I   : 1 Juli - 31 Agustus 2016
Periode II  : 1 September - 31 Oktober 2016
Periode III : 1 November - 31 Desember 2016


Saya pun ikut berpartisipasi dalam BMD ini. Untuk teman-teman yang punya ide kreatif bermain dengan anak maupun stimulasi kecerdasan anak, ayok ikutan program Bekal Masa Depan ini. Hadiahnya banyak. Seperti yang saya bilang di atas, ada asuransi senilai total 3 Milyar Rupiah dan ada 3000 kesempatan mendapat hadiah menarik dari Morinaga.



Yuk ceki-ceki microsite-nya di www.BekalMasaDepan.com . Kalau yang masih bingung, berikut langkah-langkah mengikuti program BMD:

1. Membeli Morinaga Chil-go sebanyak 6 botol di minimarket terdekat atau di toko-toko yang tertera di website www.BekalMasaDepan.com dalam satu struk. Saya kemarin membeli di minimarket terdekat. Bisa juga membeli secara online di orami.com dan kalbestore.com


struk dan formulir

2. Kirimkan struk pembelanjaan asli Morinaga beserta formulir yang sudah diisi ke alamat :

PT. Bounche Indonesia dengan alamat Thamrin City Office Park AA03-AA05, Jl. Boulevard Teluk Betung - Jakarta 10240

Formulir bisa didownload di microsite www.bekalmasadepan.com .
Simpan bukti pengirimannya, ya.

Setelah kita mengirimkan struk aslinya ke alamat di atas, kita menunggu maximal 5x24 jam untuk mendapatkan Kode Unik yang akan dikirimkan melalui sms ataupun email. Kode unik ini digunakan untuk bisa masuk dan submit ide di microsite BMD. Oiya, kode uniknya hanya bisa digunakan untuk satu ide stimulasi kecerdasan. Struk yang dianggap sah adalah struk asli yang bertuliskan toko retail bukan struk tulis tangan.
Formulir pendaftaran dikirimkan bersama struk asli

3. Membuat sebuah aktivitas untuk anak yang mana aktivitas tersebut merupakan stimulasi untuk meningkatkan kecerdasan majemuk anak. Kita dapat memilih kecerdasan mana yang sesuai dengan aktivitas stimulasi anak yang kita buat.
Ada 8 Kecerdasan Majemuk. Kecerdasan Majemuk merupakan konsep yang dipaparkan oleh prof. Howard Gardner yang bertujuan untuk membantu kita (para orang tua) agar dapat memahami potensi si kecil khususnya jika dikaitkan dengan kecerdasan.

Saya memilih menstimulasi Kecerdasan Linguistik (yaitu  kecerdasan yang menekankan kemampuan menggunakan kata-kata dan bahasa dalam kegiatan berbicara, membaca, dan menulis.)

4. Registrasi di website BMD dengan menjawab beberapa pertanyaan. Pastikan informasi yang diberikan adalah benar karena ini berhubungan dengan verifikasi saat menang. Kemudian login dengan email yang digunakan saat registrasi/mendaftar.

5. Submit cerita tentang stimulasi atau kegiatan apa yang kita lakukan untuk menyiapkan bekal masa depan anak. Cerita ayah-bunda disini boleh didukung dengan gambar atau video menarik namun enggak wajib. Sebelum mengeklik tombol kirim, review dulu apakah ada typo (kesalahan ketik) , kalimat kurang tepat, dll karena setelah klik submit, cerita tidak bisa diedit lagi.

Saya sudah mengirim satu ide stimulasi kecerdasan. Oiya, saat submit ide, akan melalui tahap moderasi terlebih dahulu. Jika ide kita sudah tayang, admin akan mengirimkan pemberitahuan lewat email.

Ide yang saya tulis adalah "Mengirim Surat"
Tujuannya adalah untuk Mengenalkan Konsep Mengirim Surat Melalui Kantor Pos
Alat dan bahan : kardus bekas, kertas, pena/pencil, amplop, perangko bekas

Baca selengkapnya di sini : http://www.bekalmasadepan.com/galleries/detail/mengirim-surat



6. Bagikan ke media sosial cerita kita lalu ajak teman untuk ikut juga menyumbang ide stimulasi sebagai bekal masa depan si kecil. Ajak yang lain mengirimkan ide juga agar semakin banyak ide permainan maupun stimulasi kecerdasan.

Jika masih punya ide lain, kita bisa submit lagi. langkah-langkahnya dari awal lagi (nomor 1)

Bekal Masa Depan

video tentang keinginan dan kekhawatiran orang tua 

Saya tahu bahwa bekal masa depan bukan hanya soal pertumbuhan dan perkembangan anak. Banyak faktor yang bisa mendukung kesuksesan anak-anak di masa mendatang.

Ada satu hal yang menjadi kekhawatiran saya yaitu tentang biaya pendidikannya , di perguruan tinggi khususnya. Apalagi saat besar nanti (kata Dhia) Dhia ingin sekali menjadi Dokter. Tentu membutuhkan biaya yang banyak. Disinilah pentingnya anak-anak memiliki asuransi pendidikan. Agar sepuluh tahun lagi atau lebih, tidak kelimpungan mencari biaya kuliah anak karena sudah dipersiapkan jauh-jauh hari.

Cita-cita sebagai orang tua adalah ingin anaknya jauh lebih baik pendidikannya dari pada kedua orang tuanya. Banyaknya biaya tidak membuat kami gentar, karena saya yakin pasti ada jalan. Pasti ada jalan. :)

Readmore → Bekal Masa Depan untuk Buah Hatiku

15 July 2016

Bercerita Lewat Sebuah Foto

Halo, assalaamu'alaikum..!

Setelah tiga minggu liburan plus lebaran di kampung halaman, saatnya kembali ke "realita" hidup. Kemarin ( saat liburan di rumah ibu ), setiap hari bisa santai-santai, kerjaannya makan makan dan makan, main main dan main, senang-senang aja dehh  pokoknya. Sekarang ( hari ini ), mulai lagi dengan aktivitas seperti sebelum liburan dan lebaran. menyiapkan sarapan dan seragam di pagi hari, nyuci-nyuci, nyapu-nyapu, dan bersih-bersih rumah yang pastinya berdebu setelah ditinggal mudik selama tiga minggu.

Tadi pagi, ada sedikit keriweuhan. Hmm, ternyata drama PPDB ( Pendaftaran Peserta Didik Baru ) belum kelar. Hari ini terakhir kewajiban calon peserta didik melakukan daftar ulang. Tiba-tiba motor yang biasa dipakai ngojeg (baca : nganterin) anak-anak ke sekolah mogok, nggak mau nyala. Ya salam...kalau nggak datang daftar ulang dinyatakan mengundurkan diri. jadi terpaksa harus nyari ojeg beneran yang susahnya minta ampun. Hari sudah siang, ojegnya nggak dateng-dateng. Mau pesan ojeg online lewat applikasi ya kok malu lhawong cuma turun ke bawah dikit.
Akhirnya saya, Dhia dan Akram jalan kaki sampai ke tempat daftar ulang ( sekolahnya Dhia ) yang lumayan jauh kalau dengan berjalan kaki. Kenapa nggak naik angkutan umum? Angkot nggak ada yang lewat jalan sini.

Tapi alhamdulillaah... PPDB berakhir manis. Sudah beres semua. Tinggal nanti hari Senin masuk sekolah hari pertama. Apalagi melihat Dhia memakai seragam barunya. Rasa haru, bahagia, bangga, nggak nyangka anakku sudah SD...



Udah kayak goodday aja, hari ini banyak rasa. :)

Banyak sekali peristiwa yang sudah kita lalui sejak lahir sampai saat ini. Setiap saatnya begitu berharga. Seperti sayang untuk dilewatkan begitu saja. Dengan pemikiran seperti itu, saya jadi hobi memotret. Memotret segala sesuatu yang ( menurut saya ) pantas untuk dipotret. Karna memotret itu tergantung masing-masing orang. maka yang menurut saya pantas dipotret belum tentu menurut orang lain pantas. Pun sebaliknya.

Dan karena bagi saya, memotret itu membekukan peristiwa, mengukir kenangan. Sebisa mungkin di setiap moment saya abadikan dalam foto. Termasuk pas pulang dari kampung halaman, kemarin. Dengan kereta api yang melaju kencang, saya sempatkan memotret pemandangan di sepanjang rel yang dilewati kereta Kutojaya Selatan yang saya tumpangi. Bagi sebagian orang, dalam perjalanan itu lebih baik tidur supaya tidak terasa tau-tau sampai di tujuan.

Kalau saya, walaupun sudah sering menggunakan kereta PP Bandung-Kutoarjo, saya lebih suka menikmati pemandangan di luar jendela. Ada banyak hal yang bisa kita temukan.

Pemandangan saat naik kereta api dari stasiun Kutoarjo Jawa Tengah sampai stasiun Kiaracondong Jawa Barat .

Difoto dengan kamera ponsel di atas kereta yang melaju.






Ada masjid dengan kubah hijaunya. 







Readmore → Bercerita Lewat Sebuah Foto

30 June 2016

[Review] Cetaphil Gentle Skin Cleanser, Pembersih yang Bebas Detergen

"Sabun yang bagus itu yang sedikit busa atau tidak berbusa sama sekali." 
kata seorang dokter ahli kecantikan dan aesthetic kepada saya.

Sebagian besar orang beranggapan bahwa pembersih/sabun cuci (baik itu pencuci wajah, badan, baju atau perabot rumah tangga) yang banyak busanya itu adalah yang paling bersih mencucinya. Sering sekali saya mendengar keluhan bibi : sabun kok nggak berbusa sih, padahal sudah banyak yang dituangkan. Saya juga sering mendengar kerabat yang suka dengan produk merk tertentu karena dia busanya banyak dan melimpah. Ibu saya sendiri juga menganggap busa banyak = bersih. Begitu juga dengan saya, sampai pada suatu waktu seorang dokter memberikan informasi bahwa sabun(pembersih) yang bagus itu yang sedikit busa atau tanpa busa sama sekali.

Saya tercengang. Berarti selama ini, saya -dan mungkin begitu banyak masyarakat yang menonton iklan di media, sudah termakan iklan dan doktrin bahwa banyak busa=bersih. Padahal pada kenyataannya, banyak busa berarti pembersih itu mengandung deterjen. Semakin melimpah busanya semakin tinggi juga kandungan detergennya.

Bahayakah?

Pembersih yang menggunakan detergen tidak hanya berbahaya bagi tubuh manusia tetapi juga berbahaya bagi lingkungan karena sulit diuraikan oleh microba pengurai. Pembersih yang mengandung detergen akan bereaksi pada kulit manusia yang sensitif seperti kulit kering, gatal-gatal, terasa panas dan melepuh. Ini terjadi juga sama saya. Setiap habis mecuci, tangan saya terasa kering dan gatal sekali.

Memang bersih dan kesat kalau ini untuk membersihkan baju dan perabot rumah tangga karena detergen ini mengikat dan melarutkan minyak. Sehingga pas kita mencuci baju dan perabot rumah tangga, minyak dan lemak akan luruh bersama detergen.

Bagaimana jika pembersih/sabun yang mengandung detergen ini digunakan pada tubuh kita (dari wajah sampai ujung kaki ). Maka yang terjadi adalah kelembaban alami pada kulit kita jadi ikut terangkat dan hilang oleh sabun badan dan sabun muka yang kita pakai. Karena kulit menjadi kering setelah memakai sabun ini, kelenjar minyak yang ada di bawah kulit akan menghasilkan lebih banyak minyak.

Nah, kamu yang kulitnya cepet banget menghasilkan minyak perlu diperhatikan lagi nih apakah sabun ( wajah dan badan ) yang kamu pakai mengandung detergen atau tidak.

Review Cetaphil Gentle Cleanser

Pembersih untuk kulit wajah dan seluruh tubuh yang bisa digunakan untuk semua jenis kulit.
Dengan komposisinya yang meliputi : Water, Cetyl Alcohol, Propylene Glycol, Sodium Lauryl Sulfate, Stearyl Alcohol, Methylparaben, Propylparaben, Butylparaben.
Bahan-bahan yang terkandung tidak berbahaya (walaupun di kemasan tertulis ada alcohol-nya) sehingga bisa dipakai oleh seluruh anggota keluarga.
Menurut fatwa MUI, penggunaan alkohol pada kosmetik masih boleh digunakan
Cetyl Alcohol ini merupakan organic alcohol yang terbuat dari hewan ( sperm whale oil ). Dan Stearyl Alcohol terbuat dari tumbuhan ( bisa dari palm oil ataupun minyak kelapa ).
Kedua bahan ini aman karena tidak menyebabkan iritasi.

Tidak berbusa atau sedikit busa dan tidak berbau seperti pembersih pada umumnya.
Seperti yang saya sampaikan di atas, Cetaphil ini memang enggak berbusa karena dia nggak mengandung detergen (yang menghasilkan busa).
Biasanya, cleanser mempunyai berbagai wangi-wangian yang semerbak harum sepanjang hari tetapi Cetaphil nggak ada 'bau'nya. Tahukah kamu? pengharum dalam cleanser itu merupakan zat aditif?

Tidak menbuat kulit kering.
Tidak seperti cleanser pada umumnya, Cetaphil tidak membuat kulit kering. Jika memakai ssabun pembersih yang berbusa, setelah itu kulit akan terasa kesat. Kesat ini tandanya kelembaban alami kulit ikut terangkat oleh pembersih dan kemungkinan masih ada sisa sabun yang menempel di kulit. Tapi kalau memakai Cetaphil Gentle Skin Cleanser, kulit terasa lebih lembut, halus, dan nggak kering.

Uniknya, menurut saya, Cetaphil Gentle Skin Cleanser ini bisa digunakan secara kering dan basah.
Cara memakainya:
- Secara kering : usapkan pada kulit (tanpa dikenai air terlebih dahulu), pijat dengan lembut, lalu bersihkan menggunakan handuk (tanpa dibilas dengan air).
- Secara basah  : usapkan pada kulit (tanpa dikenai air terlebih dahulu) pijat dengan lembut, lalu bilas dengan air.

Produk dari Canada ini dengan segera merebut hati para konsumen. Buktinya, saya lihat banyak juga yang sudah mencobanya. Kamu bisa membeli berbagai produk dari Cetaphil Indonesia ini di berbagai online shop ataupun apotek atau jika kamu ingin mengetahui lebih banyak tentang Cetaphil, klik  http://cetaphil.co.id/id/langganan/ 
Readmore → [Review] Cetaphil Gentle Skin Cleanser, Pembersih yang Bebas Detergen

20 June 2016

Objek Wisata di Ciater

Setiap daerah pasti memiliki objek wisata yang menarik. Termasuk kabupaten Subang yang punya kawasan Ciater yang mempunyai pesona tersendiri dan tak kalah menariknya dengan kawasan lain. Ciater merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Subang. Yang menjadi khas objek wisata Ciater ialah kesejukan dan pemandangannya yang begitu memesona.
Di Ciater kita juga akan menemukan beberapa wisata kuliner yang khas banget. Diantaranya adalah sate kelinci dan sup daging kelinci. Rasanya yang gurih membuat para penikmat daging kelinci begitu ketagihan.
Di Ciater ada apa saja? Berikut beberapa objek wisata yang menjadi rekomendasi untuk kamu berlibur berasama teman, sahabat, atau keluarga.
Ciater Highland Resort
Ciater Highland Resort menjadi salah satu alternatif objek wisata menarik karena di tengah-tengahnya terdapat Pacuan Kuda Ciater. Tak heran jika banyak sekali pengunjung yang datang. Di sini kita juga dapat menikmati pemandangan kebun teh yang cukup luas.
Kawasan ini merupakan objek pertama kali yang bertemakan Ranch di Subang. Bagi kamu yang menyukai aktivitas berkuda atau mau menjajal menunggang kuda bak seorang koboi, destinasi ini sepertinya bisa dijadikan list untuk dikunjungi saat libur datang.

sumber 
Kita pun dapat berolahraga dengan berkuda maupun hanya sekedar menikmati pemandangan hamparan kebun teh yang cukup luas. Pesona alam perkebunan juga dapat kita nikmati sambil cross country maupun buggy trail . Jangan khawatir bagi kamu yang mau membawa anak-anak, karena di sini juga tersedia tempat bermain dan kolam renang yang akan membuat anak-anak senang berada di sini.
Untuk menuju lokasi kita dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Hanya memerlukan waktu sekitar 40 menit perjalanan dari Subang.
Wisata Pemandian Air Panas
Ciater sangat terkenal dengan pemandian air panasnya dan menjadi objek wisata favorit bagi wisatawan dari berbagai daerah. Menikmati sumber air panas sambil melihat pemandangan alam yang begitu indah menjadi salah satu daya tarik para pengunjung tempat ini. Apalagi bagi kita yang tinggal di kota dan sehari-hari yang kita lihat gedung bertingkat dan kendaraan yang berjubel.
Sumber air panas pemandian Ciater ini berasal dari kawah Gunung Tangkuban Perahu yang masih aktif. Kehangatan airnya yang begitu pas membuat siapa saja yang mandi di sini merasakan kesegaran. Tak heran jika banyak sekali pengunjung yang datang apalagi di waktu liburan.
sumber
Untuk menuju objek wisata Ciater, kita dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum jurusan Ciater. Bandung - Ciater hanya memerlukan waktu 30 menit perjalanan.
Namun jika kamu berangkat dari Jakarta, terdapat dua jalur alternatif menuju lokasi. Kamu dapat melalui jalur puncak sekitar 212 km atau juga jalur Tol Cikampek – Bekasi kurang lebih 185 km.
Kalau memakai angkutan umum yang menuju ke arah Ciater, kalau sudah sampai di terminal Ledeng, kemudian dilanjutkan dengan naik angkutan umum jurusan Lembang. Waktu yang dibutuhkan sekitar 30 menit kalau tidak macet.
Adakah penginapan atau hotel di dekat Ciater?
Jangan khawatir bagi yang mau mencari penginapan di Ciater. Bisa bersantai-santai dulu kemudian besoknya bisa mengunjungi tempat wisata di sekitar Subang. Untuk memudahkan, kita dapat booking hotel atau villa melalui Traveloka. Yang mana Traveloka melayani pembelian tiket pesawat dan booking kamar penginapan. Berikut rekomendasi penginapan untuk Anda yang berlibur di Ciater.
Villa Chava & Villa Minerva
sumber : traveloka.com
Villa Chava dan Villa Minerva merupakan tempat penginapan yang cukup nyaman saat berlibur bersama keluarga. Fasilitasnya yang cukup lengkap menjadikan tempat ini seperti rumah sendiri. Adapun harga khusus untuk hari biasa yang mana harga aslinya pun terbilang sangat murah, untuk per malamnya sekitar Rp700.000 hingga Rp1.200.000.
Bangunannya yang didesain sederhana namun tetap memberikan kesan yang begitu nyaman. Lokasinya juga mudah untuk dijangkau yaitu berada di area komplek Ciater Highland Resort. Tepatnya di Jalan Raya Ciater.
sumber : traveloka.com
Inilah beberapa objek rekomendasi untuk kamu yang ingin berlibur ke Ciater. Suasananya yang sejuk dan menyegarkan akan membuat kamu lebih nyaman dan yang pasti dapat menghilangkan kelelahan akibat bekerja maupun aktivitas lainnya. Bentar lagi liburan, kamu sudah punya rencana kemana?
Readmore → Objek Wisata di Ciater

17 June 2016

Cerita di Awal Pernikahan dan Bulan Madu

Dulu, waktu baru saja menikah nggak bulan madu? helloooo...
*langsung diantemi sama warga* wkwk

Iya, saya dulu nggak bulan madu. Setelah menikah nggak langsung liburan kemanaa gitu. Nggak kepikiran tuh buat liburan ke Yogja, piknik ke gunung,  atau plesir ke pantai. Atau halan-halan kemanaaa gitu…

Enggak saya mah. Boro-boro bulan madu atau travelling, sehari setelah menikah saya malah langsung kerja karena cuti yang diberikan sama perusahaan tempat saya bekerja cuma 2 hari plus satu hari Minggu. Jadinya, bulan madu ya di kamar kostan.

Saya awal nikah sampai sekarang emang mandiri banget. Nggak tinggal di rumah mertua, karena memang di pondok mertua indah nggak ada tempat bagi kami walaupun rumahnya tingkat tiga. wkwkwk

Ini kalau diteruskan bisa jadi perang antara paham : ‘ngapain ngontrak kalau masih bisa tinggal di rumah ortu sambil jagain mereka.’ sama paham : ‘karena saya sudah menikah jadi harus mandiri, misah dari ortu’ gak sih? *diantemi lagi*
Kalau kedua paham tersebut, saya sih nggak mau menjudge orang yang sudah menikah tinggal sama ortu sebagai orang yg nggak mandiri ya. Saya mah open minded, dibalik tindakan orang kan pasti ada alasan. Ada prioritas dan ada berbagai pertimbangan.

Eh, jadi nglantur kemana-mana. Nanti ah kalau hal itu bisa dijadikan satu postingan berbeda.

Kembali ke bulan madu. Walaupun saya dulunya nggak bulan madu, bukan berarti kehidupan rumah tangga saya nggak bahagia di awal pernikahan. Romantisme orang yang baru mengenal dan langsung menikah seperti kami berdua adalah memotoran bareng. Itu juga sudah berasa seperti dunia milik berdua . hahaha 

Menikmati  indahnya pacaran setelah menikah adalah masa-masa yang sering kami kenang dan putar kembali saat sedang bercengkerama sekarang-sekarang ini.

Di awal pernikahan kami sering banget mendatangi hotel-hotel di Lembang. Bukan . Bukan mau bulan madu, tapi untuk menghadiri seminar-seminar dan training-training seputar bisnis.

Pernikahan bukan sekadar bulan madu atau jalan-jalan, bukan?  Dan saya yaqin (pake Q) bahwasanya buanyaaaaaak rumah tangga lain yang walaupun nggak bulan madu, pernikahannya tetap bahagia lahir dan batin. Yang ngalamin boleh ngacung. :))

Di delapan tahun pernikahan saya ini, kami sudah berencana dari jauh-jauh hari. Rencananya sih simple aja. Kami mau menginap di sebuah hotel yang tempat dan fasilitasnya nyaman untuk kami berdua. Ya berdua saja.

Nggak  usah jauh-jauh dari rumah lah, kasihan anak-anak kalau ditinggal lama-lama. Cukup dengan menginap semalam di hotel. Pilihan kami jatuh pada salah satu hotel di Lembang. Di Lembang, Bandung sudah banyak hotel berbintang yang fasilitas dan pelayanannya membuat kita nggak pengen cepet pulang, kan ya. Hahaha.

sumber foto 

Itulah sedikit cerita curhat saya tentang bulan madu dan awal pernikahan. Kalau teman-teman, apa cerita di awal pernikahannya? Adakah yang sama seperti saya. Atau malah bulan madu ke tempat eksotik nan indah? Ceritakan yuuk…


Di sini, pengennya lalu saya bikin GA ( give away ) bertema Cerita di Awal Pernikahan dengan hadiah voucher menginap di hotel dari Traveloka.
Readmore → Cerita di Awal Pernikahan dan Bulan Madu

13 June 2016

Puncak Bintang Bukit Moko Bandung

Banyak orang penasaran dengan tempat yang satu ini, termasuk saya, sejak lihat foto-foto tentang Puncak Bintang dan Bukit Moko berseliweran di sosial media khususnya Instagram, saya jadi pengin banget kesana. Puncak Bintang memang termasuk tempat wisata baru. Diresmikan oleh Menteri Kehutanan sekitar dua tahun lalu, Puncak Bintang menjadi objek destinasi di Bandung yang ingin dikunjungi orang.

Akhirnya Sabtu siang kemarin saya, teh Nchie dan mbak Alaika kesana menggunakan motor matic. Awalnya saya ragu, "Kuat nggak ya motornya?" Secara jalan menuju Bukit Moko ini banyak tanjakan tajam dan berkelok, kata teh Nchie.



Ternyata memang benar, jalannya nanjaknya edun euy. Untungnya jalannya sudah halus. Jadi masih bisa ditaklukan dengan matic otok-otok saya. :)
Dari entry point ke atas jalan sudah diaspal. Sampai atas jalannya masih lumayan mulus, tapi sempit.
Jalan Menuju Bukit Moko

Rute yang dilalui cukup mudah kok. Saya akan jelaskan rute saya saja ya (dari arah tol Pasteur). Yang dari Jakarta atau kota lain, patokannya tol Pasteur aja. Keluar tol lurus terus ke arah timur lewat jembatan Pasupati. Dari lapangan Gashibu masih jalan terus, lurus ke arah timur melewati jalan Surapati. Nanti akan ketemu perempatan (simpang lima) lewat jalan PHH Mustofa.

Kalau sudah sampai Surapati Core, berarti tinggal sedikit lagi belok kiri ke jalan Padasuka. Akses masuk ke Puncak Bintang sama dengan ke Saung Angklung Udjo yang terkenal itu. Sebelum masuk jalan Padasuka ini ada plangnya kok, jadi nggak susah nyarinya.

entry point ke bukit Moko
Perjalanan sekitar setengah jam asal tidak macet
Perjalanan dari entry point jalan Padasuka sampai di Bukit Moko sejauh 8,1 km dengan waktu tempuh sekitar 30 menit kalau nggak macet. Tapi jarang macet sih.
Agar kendaraan juga nggak mogok di jalan, pastikan kendaraan yang dipakai dalam keadaan prima agar bisa sampai atas dengan selamat. Jangan lupa berdoa pas lagi nanjak dan melewati belokan tajam. Oiya, keahlian supir juga diperlukan, jangan sampai salah 'gigi' pas jalan curam.

Kita bisa memilih parkir di bawah atau parkir di atas. Parkir bayar 5000 rupiah.
Kita tinggal berjalan sedikit untuk masuk di kawasan hutan pinus dan Puncak Bintang. Tiket masuk 12.000 saat saya berkunjung.
Bayar tiketnya di sini. 
Setelah masuk ke kawasan hutan pinus, kita akan memutuskan ke kanan dulu atau ke kiri dulu. Saran saya sih lebih baik ke kanan dulu baru ke kiri agar nggak terlalu capek. Menanjak dulu baru menurun.

Apa yang menarik di Puncak Bintang, Bukit Moko ini?
Banyak sih spot yang instragamable diantaranya hutan pinus, bintang, dan dek. (yaelah Win, kesini buat foto-foto doang? bukannya tadabur alam) .

1. Pemandangan kota Bandung. Kalau datangnya pas malam hari akan sangat indah menikmati cityview sambil ngopi-ngopi.
Puncak Bintang ini ramenya di sore hari dimana orang-orang berburu sunset. Saat saya datang nggak terlalu banyak orang.
(gak ada dokumentasi foto sunset)
Pemandangan dari ketinggian 1442 mdpl


Bukit Moko di siang hari

2. Hutan pinusnya keren. Bersih. Kita bisa camping di hutan pinus ini. Mengajak keluarga atau sahabat camping disini pasti menyenangkan. Kalau campingnya siang-siang (dari pagi sampai sore) katanya sih gratis. Tapi kalau malam hari, sepertinya harus bayar.


Ah jadi pengen ngajak Dhia dan Akram camping di sini deh.

3. Bintangnya.
Bintangnya ada dua, satu di bagian kanan, satu di bagian kiri. Bintang ini, kalau malam kerlap-kerlip karena ada lampunya.
in frame : mbak Al

4. Deck
Di sini kita bisa foto-foto sepuasnya ( kalau sedang sepi) kalau banyak orang mah ya sekenanya aja deh motretnya. Oiya, jangan coba-coba berdiri di atas sini saat cuaca mendung ya. Sudah ada peringatannya juga terpampang di deck.
dari atas deck
Kalau lagi mendung jangan coba-coba berdiri di atas sini ya 

5. Fasilitas toilet dan mushola. Gak perlu resak kalau mau buang air, wudhu, atau sholat. Fasilitasnya udah ada.


Sayangnya di atas, di Puncak Bintangnya belum ada warung yang menyediakan minuman dan makanan. jadi harus bawa bekal sendiri, tapi jangan lupa sampahnya dibawa turun lagi ya.

Kemarin saya nggak mampir di warung yang instragamable juga karena takut kehujanan di atas.. Namanya Warung Daweung. Tapi sebagai gantinya, mampir di warung kopi di daerah bawah.

Selepas jalan-jalan, pasti capek dan lapar kan ya... Kita bisa mampir di warung yang juga bisa jadi spot buat foto-foto di daerah Caringin Tilu.


di Caringin Tilu
Pesan kopi susu dan indomie rebus+telur+cabe rawit. Udara dingin, perut lapar, dan ini akan menjadi sore SEMPURNAAA...

Kapan kamu mau kesini? Kalau lagi ke Bandung, jangan lupa mampir ya.


Readmore → Puncak Bintang Bukit Moko Bandung