24 September 2022

Indonesia Brand Forum 2022: Gencarnya Kolaborasi Konten IndiHome di Tengah Disprusi Pandemi



Penelitian menyatakan kesabaran masyarakat berbanding lurus dengan kecepatan internetnya. Aku lupa ini penelitian dari mana, cuma sering dengar. Semakin tinggi kecepatan internet, warganya pun jadi punya kesabaran yang tipis, pengennya cepat, sat set sat set gitu. #cmiiw 

Di Indonesia sendiri, aku rasa juga mulai terasa. Apalagi para generasi milenial ini yang maunya serba cepat. Misalnya saja nggak sabar gitu rasanya kalau pas nonton video ada jeda-jeda karena internet yang lemot. hahaha. Apalagi di Korea Selatan sana yang udah 5G. Eh, IndiHome juga udah ada 5G-nya sih.

Sebagai pengguna IndiHome sejak 3 - 4 tahun lalu, aku merasa terbantu banget dengan adanya kolaborasi IndiHome dengan banyak pihak, sehingga memberikan nilai tambah (added value) bagiku untuk terus berlangganan IndiHome. Aku lihat yang berkolaborasi dengan IndiHome merupakan mitra pilihan seperti kolab sama CXO Media beberapa waktu lalu. IndiHome juga berkolaborasi dengan para pelaku OTT seperti Netflix, Disney Hotstar, Mola, dll. Pasalnya, over the top yang aku sebutin tadi adalah platform yang sering aku gunakan untuk hiburan aku dan keluarga (katakanlah nonton drama korea, nonton film anak-anak). 

Waktu ada acara Konferensi Indonesia Brand Forum ini, aku antusias dan penasaran banget, IndiHome punya gebrakan apa lagi nih? bakal ber-koopetisi dan kolaborasi sama siapa lagi nih? pikirku. hehehe

Dilaksanakan secara hybrid pada Senin tanggal 19 September 2022, bertemakan Content Collab: Broading the Pond menghadirkan narasumber Edie Kurniawan, Vice President Marketing Management Telkom (pak iwan) dan Irawati Endarwati, VP Group Ritel Business PT Sarinah (bu Ira). Serta moderator Stefanie Kurniadi, Chief Operating Officer Foodizz The 1st F&B Edutech di Indonesia.



Pak Iwan memaparkan, Telkom Indonesia mempunyai 8,9 juta pelanggan dan 183 juta yang disconnected. Penggunaan kuota yang digunakan masyarakat Indonesia yaitu 1 juta Gb tiap hari. Menurut pak Iwan, generasi milenial ini susah diatur, dari sini IndiHome melakukan pendekatan agar mereka dapat menerima konten-konten terbaik dan menyesuaikan mana yang paling mudah.

Misalnya saja kolaborasi dengan salah satu platform OTT (over the top) favoritku, Netflix. IndiHome udah bener banget sih dengan strateginya yaitu pembayaran yang mudah sehingga menjangkau lebih luas pelanggan. Lalu menargetkan gen z dengan strategi-strategi yang menurutku menarik, sih. Misalnya saja milenial, fans K-Pop maupun K-Drama di Indonesia tuh banyak banget. IndiHome mendeliveri konten yang mereka suka.

Dengan internet terbaik yang kecepatannya tinggi seperti IndiHome, streaming maupun marathon film-film maupun drama Korea jadi makin seru.

Dari waktu ke waktu, IndiHome sebagai Internetnya Indonesia terus mengevaluasi siapa saja yang bisa diajak berkolaborasi. Dengan visi menjadikan windows of entertainment, semua layanan OTT (over the top) yang berkolaborasi itu ditampilkan semua di layar IndiHome TV agar mudah dinikmati.



Sementara itu, Ibu Ira mengatakan untuk Koopetisi dan Kolaborasi ini, Sarinah amat sangat membuka pintu lebar untuk semuanya bergabung dengan Sarinah. Dengan memberikan kesempatan kepada Gen Z untuk berkolaborasi, tidak hanya dari segi konten saja. Agar tetap menarik, langkah yang diambil adalah mendesain Sarinah menjadi wajah baru namun tetap Indonesia. Sarinah menjadi panggung serta membuka peluang untuk desainer-desainer muda untuk berkolaborasi.

Untuk kolaborasi secara jangka panjang, menurut bu Ira semua pihak understand what's the whole yang akan dicapai. Lalu punya fleksibilitas. Bisa merespon dengan cepat apa yang dibutuhkan pasar.



Sedangkan menurut pak Iwan, pihak yang berkolaborasi harus memiliki visi yang sama. Kreativitas kedua pihak menjaga relevansinya masing-masing. Kemudian tingkat profesionalisme, memikirkan sesuatu yang berbeda.

Intinya mah koopetisi dan kolaborasi brand itu tidak yang biasa-biasa saja. Dan untuk membuat sesuatu yang besar, harus sama-sama punya value dan mendapatkan kolaborasi yang bersifat mutual benefit. Bukan hanya memberi manfaat terbaik untuk korporasi, melainkan juga untuk customer.


Dari konferensi Indonesia Brand Forum 2022 ini, saya menggarisbawahi bahwa pada saat berkolaborasi (dengan Sarinah misalnya), harus:

  • Openmind
  • Melihat ke depan
  • Bagaimana Sarinah tetap relevan
  • Tidak separasi atau mengotak-ngotakkan diri
  • Keep advancing sesuai dengan perubahan zaman namun tidak mengubah ciri khas sebagai yang Indonesia banget.


IndiHome sebagai Internet Terbaik dan Sarinah yang Indonesia banget terbuka akan proposal dengan ide kolaborasi. Tentunya nggak asal-asalan berkolaborasi, yang berhasil bergabung dengan Sarinah rata-rata punya desain yang terbaik, konten yang otentik, viral, serta memberikan semangat nasionalisme.

Sedangkan karakteristik konten seperti apa yang bisa dikolaborasikan dengan IndiHome, diantaranya sebagai berikut:

  1. Autentisity
  2. Mempunyai aspek viral yang bisa diboost dimana-mana
  3. Imediesi
  4. Relevansi 
  5. Propibility



Kata-kata penutup dari pak Iwan dan Bu Ira untuk penyemangat content creator (baik itu perorangan maupun perusahaan) yaitu creative, high passion gairah yang tinggi untuk membuat konten, kompetensi, open mind.

Be Yourself

Be Konsisten

Be Persistent

Jangan mudah kalah dengan diri sendiri.


Thank you Indonesia Brand Forum 2022, saya mendapatkan insight baru dari konferensi ini. Semangat untuk menciptakan konten yang menarik.

Start creating and always having fun

This entry was posted in

0 komentar:

Post a Comment

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. :)
Mohon maaf komentar dimoderasi karena banyak spam yang masuk.