03 July 2015

Berapa Biaya Tambal Gigi?

Ini pertama kali saya ngajak anak-anak ke dokter gigi. Kebanyakan dari kita kalau ke dokter gigi kan kalau sudah sakit banget, kalau enggak biasanya males-malesan.  Atau takut biaya tambal gigi yang mahal.  (ini sih saya, hehe) 
Selain males, juga karena malu sebab giginya bolong di sana sini. Padahal tujuan ke dokter (seharusnya) adalah memperbaiki gigi itu sendiri, kan. Dan juga memeriksa adakah gigi yang mulai rusak.

Sebenernya, Dhia udah dari beberapa bulan yang lalu ngotot minta dianter ke dokter gigi, tapi salahnya saya nggak juga nurutin permintaannya. Padahaaal periksa gigi itu kan minimal 6 bulan sekali. Padahal lagi, waktu itu giginya udah bolong loh gerahamnya. Doooh *tepok jidat*

Baru kemaren pas Dhia udah bener-bener sakit gigi, hati nurani saya tergerak buat membawanya. (hadeeeuuh, *dibanjur capucino cincau*)


Diperiksa giginya
Jam 9 kami berangkat ke Puskesmas. (apa??puskesmas??)

Iya, Puskesmas aja yang deket dan murah. Sebelum mendaftar saya tanyakan dulu ada dokter giginya atau nggak. Sebenernya punya kenalan dokter gigi dr. Yanti yang praktek di RS Mitra Kasih Cimahi. Tapi kalau di RS pasti biayanya berlipat dibanding di Puskesmas. Karena mereka belum saya daftarin BPJS, jadi untuk berobat masih bayar. huhuhu

(yaelaaah ceu' ! Demi anak, kok yaa perhitungan banget!
Mungkin seperti itu ya, para pembaca yang budiman berkata dalam hati, hahaha

Baik, lanjut ceritanya dulu.

Karena belum pernah periksa di Puskesmas yang ini, jadi saya ngisi data anak-anak dulu. Kata ibu yang jaga pendaftaran, bilang gini : "Waah, kok bisa tanggalnya berdekatan gini? Cuman beda sehari. Dhia lahir 2 Juni, Akram lahir 3 Juni." Si gue nyengir doang

Setelah itu, bayar 6000 per anak untuk biaya pendaftaran dan kartunya. Karena 2 anak jadi bayarnya 12.000. heuheu 

Waktu itu Puskesmas kosong nggak banyak pasien (karena sudah siang mungkin) jadi Dhia langsung masuk ruang Poli Gigi.
Disana bertemu dengan dokter gigi yang masih muda dan cantik banget. ( pasti pada nanya siapa namanya :p )

Dhia sangat kooperatif saat diperiksa.
Kata Bu Dokter, "Nggak boleh sering-sering makan permen, cokelat, dan eskrim, ya Dhia." (padahal ini kesukaan Dhia *puk-puk Dhia*)).
Dokter kalau meriksa anak-anak, gaya ngomongnya juga sangat bersahabat dengan anak-anak, ya. Sehingga anak-anak juga nyaman :))

Setelah diperiksa, ternyata gigi gerahamnya sudah lubang agak gede pantesan sakit. Gigi geraham bawahnya yang sakit dibersihkan dulu. Karena ada keluhan sakit jadi nggak langsung ditambal permanen ,tapi tambal sementara dulu. Minggu depan kontrol lagi untuk ditambal permanen.

Kenapa nggak dicabut?
Karena Dhia kan masih 6 tahun, sementara gigi geraham dewasa tumbuh di usia 12-15 tahun. Masih lama. Kalau dicabut nanti rahangnya bisa bergeser, karena gigi yang masih ada akan mendesak daerah kosong (gigi yang dicabut). Jadinya belom boleh dicabut. Gitu kata Dokternya. Kecuali jika gigi dewasa sudah mendesak pengen tumbuh.

Membersihkan 2 gigi dan tambal sementara ditarif  20.000 rupiah. 

Biar sekalian, Akram juga ikut saya periksakan giginya -walaupun nggak sakit. Umur 3 tahun memang masih kurang kooperatif. Mangapnya sih bagus, tapi lidahnya gak bisa diem, hahaha

Setelah diperiksa, Akram juga ada gigi yang bolong kiri dan kanan.
Langsung deh ditambal gigi yg sebelah kanan karena nggak ada keluhan sakit.

Akram tambal satu gigi biayanya Rp 12.500.

Akram lagi diperiksa gigi.
Seminggu kemudian.....

Dateng lagi ke Puskesmas untuk kontrol.
Dateng jam setengah sepuluh, waaa banyak banget pasiennya. Tapi yang ngantri di Poli Gigi sedikitan. Setelah 2 pasien baru Dhia dan Akram diperiksa.

Gak banyak cingcong penambalan gigi berjalan dengan sempurrnaaa. Tambalan sementara dibuang dulu, dibersihkan , baru kemudian ditambal dengan tambalan permanen. Ditambah lagi menambal satu gigi geraham atas yang nggak sakit.
Sedangkan Akram, kontrol kali ini menambal satu gigi geraham satu lagi yang sebelah kiri.

Biaya yang dikeluarkan untuk tambal 3 gigi Dhia dan 1 gigi Akram Rp 50.000 (Jadi satu gigi 12.500 rupiah.) ditambah biaya pendaftaran Rp 10.000 untuk 2 orang..

FYI. Kalau mau tambalan yang lebih (mahal) bagus lagi, bisa ke dokter gigi. Satu gigi biasanya 100.000 untuk tambalan biasa (sama aja kayak tambal biasa di Puskesmas), dan 150.000 untuk tambalan laser. Sedangkan cabut gigi, kalau di klinik 150-250 ribu per gigi.

Jadi untuk emak-emak yang menganut paham "Emak Irits" kayak saya, jadi mending ke Puskesmas aja, dech. hehehe

Kontrol lagi. Dokter gigi itu telaten banget, ya.
. Kesimpulan: Dokter gigi itu telaten banget. Cocok dijadiin mantu. :)))  #Apaseeeh! hahaha

Biaya tambal gigi bisa berbeda-beda tergantung tempat.

46 comments:

  1. Hihihi.. Jadi inget aku belom scaling nih, Mbak.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, ayo buru. Mumpung belum lebaran. haha

      Delete
  2. Aku kemarin di puskesmas tapi cabut gigi sih ya, 50ribu, antrinya panjaaang sekaliii. Tapi kalo di klinik kan mahal ya bisa 100 lebih. habis itu kangsung bikin BPJS, biar ngga usah bayar2 lagi hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu, kalo punya BPJS gak bayar. Sayang aku belum bikin.

      Delete
  3. Muraaahhhhh.....
    Enak kalo puskesnya udah bagus & fasilitasnya lengkap.lah di sini adanya tambal gigi yg warnanya item. Alat scallingnya juga blm ada T.T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ouuwwhh.... iya di sini fasilitasnya sudah bagus. Tambal giginya yg putih persis warna giginya.

      Delete
  4. Kalo aku jaman mahasiswa tinggal ke fakultas tetangga, Kedokteran Gigi. Pasti disambut dengan gembira karena jadi bahan praktek wkwkkwkwkkw dan gratis

    ReplyDelete
  5. haha salutt.. aku dong sampe emak2 gini ga mau ke dokter gigi.. hihihii..

    iye murmer banget tuh ya di puskesmas :p kalo disuruh milih aku juga dong pengen irit di puskesmas aja hahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayoo, ke dokter gigi mbak. :) Saya juga belum pernah.

      Delete
  6. anakku blm prnh aku bawa ke dokter gigi nih... umurnya emg baru 3 thn, makanya aku rada kuatir dia susah diajak kerja sama ntr ;D... alhamdulillah blm prnh sakit gigi sih, tp kali aja ya ada lubang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kalo baru 3 tahun emang masih susah. :) Tapi gak ada salahnya periksa.

      Delete
  7. Di tmpatku kalok yg permanen, 30.000..sblm permanen 7000..
    Kalok di dokter, permanen, 60000...
    *emak2 bgd..:)

    ReplyDelete
  8. waahh murah ya kalo ke puskesmas, selama ini saya alhamdulillah belum ada gigi bolong. kalo ke dokter gigi paling bersihin karang aja, itu aja 300rebu tiap visit tapi alhamdulillah waktu itu pake asuransi dari kantor hihi

    ReplyDelete
  9. kalau aku kadang pilih puskesmas untuk yang masalah ringan, tapi terakhir kali ke dokter gigi karena gigi dewasaku yang di belakang nyundul - nyundul gitu dan bikin ngilu karena kena sarafnya, jadi ya ke dokter gigi karena udah masuk ke saraf. Haduuuuh, sakitnya bukan main, tapi tertutupi oleh dokter yang ganteng XD

    ReplyDelete
  10. kebetulan belom pernah bawa anak ke dokter gigi tapi tulisannya bisa jadi bahan referensi neh mak ;)

    ReplyDelete
  11. Waaah iya ya, selisihnya banyak banget. Sementara ini sih sekeluarga masih diganti dr kantor suami.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo diganti mending milih dokter yang bagus dong mbak. :D

      Delete
  12. waaah mau ah k puskesmas tp bikin jantungan gak yaa ? gigi oh gigi suka bikin stres k dokternya xixixi... mdh2n ada dr ganteng yah hahaha...

    ReplyDelete
  13. Pengalaman cabut gigi paling gak enak pas kerja mbak. Hehehe. Tiga jam darah gak berhenti. Dokternya sampai gak bs diam pas mainin tang nyabut gigi saya. Hehehe

    ReplyDelete
  14. Itu puskesmas cigugur tengah ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Puskesmas Citeureup yang deket perempatan Kolmas

      Delete
  15. Wiiiih terjangkau ini. Share link ya teh, kebetulan suami mau tambal gigi
    Jadi #EmakIrit mah harus hehhee

    ReplyDelete
  16. waaahhh coba dokternya ganteng yaaa. mo dsambangin tuh mak, biar gratiiiisss xixixi...

    ReplyDelete
  17. Wah, bagus ya puskesmasnya lengkap. Klo gitu memang jadi enak dan nyampan memanfaatkan fasilitas kesehatan pemerintah. Semoga tambalan gigi anak-anaknya kuat dan ga sakit lagi giginya ya, mba.

    Salam hangat,
    Zia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai teh Zia, ahamdulillah sampai sekarang masih bagus nih tambalannya

      Delete
  18. Aduh gigi ku sakit bolong kanan kiri. Klo makan rasanya sakit banget.

    ReplyDelete
  19. Hmmm.. Kmrn tambalan gigi yg 13 tahun akhirnya lepas juga.. Jadilah nambal lagi di klinik BpJS.. Ditawarin am dktrnya tambal pke sinal(laser) tp ga termasuk tanggungan BPJS jd byr 150 rb, proses lumayan lama, 1 jam lebih.. 3 bulan kemudian tambalannya lepas,whaaattt,umurnya cuma 3 bulan? Udh bayar mahal cepat lepas,padahal sya y mkn yg keras keras. Kynya tambalan jadul yg warnanya abu tu emg lebih yahud y dr pd yg laser..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa setelah ditambal langsung makan sehingga tambalan cepat lepas?
      Dokter selalu bilang setelah tambal gigi, kapas tetap digigit sampai 10 menit lalu gak boleh makan selama 1 jam. cmiww

      Tapi, masak iya laser yang harganya mahal malah enggak awet.

      Delete
  20. Menarik banget mbak baca tulisan mbak, keren juga komentar2 dr semuanya. Anak sy umurnya 3 thn 2 bln, st udah ajarin sikat gigi dr umur 1 thn tp tiap dia sakit dia gak sikat gigi soalnya ga bisa diganggu, sy jg tega sikat giginya klau sdg sakit panas misalnya. Kemarin sy periksa sendiri giginya, ada 2 lubang kecil di 2 gigi kanan bawah bagian dlm belakang skl. Lubangnya msh kcl sihh tp agak hitam warnanya, sy khawatir nanti dia skt gigi sdg dia blm bisa diatur. Takutnya kalau ke dokter gigi, dia ga mau diperiksa, malah nangis2. Gmn ya mbak, gmn pengalaman mbak klu ke dokter gigi?soal sy g pernah skt gigi jd g pernah ke dokter. Atau ada ga ya obat atw semacamnya untuk gigi anak2 yg umurnya dibawah 5 thn. Sy cuman mau antisipasi. Trims mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sehari-hari anak gak ditakut2in sama kata dokter (misalnya: ayo kalo gak mau makan nanti dibawa ke dokter biar disuntik) kemungkinan enggak akan nangis2, mbak. Kalau saya sebelum berangkat nanya dulu ke anaknya : "Dek, giginya diperiksa ya ke dokter gigi." Kalau anak ada pertanyaan lain , misal mau diapain sama Dokter, jawab pertanyaan2nya dengan simple, misal : mau dilihat aja sama dokter, gigi Adek ada yang sakit apa enggak.
      Dokternya baik lho.. dll
      Tujuannya agar anak siap2 dari rumah (nyiapin perasaannya gitu lah ) :)

      Kalau umur 3 tahun seperti anak saya memang kurang bisa kooperatif, lidahnya masih kesana kesini.

      Oiya, gigi yg ada hitam-hitamnya kalau dibiarkan akan jadi lubang. Sakit gigi itu kan krn lubangnya sudah mendekati syaraf, jafi kerasa sakit.

      Emm, kalau obat2an sih nggak disarankan ya. Kalau ke dokter pun paling cuma dibersihkan dan dikasih obat.

      Kalau mau obat sendiri dari apotek, pake Paracetamol aja, bisa untuk meredam rasa sakit. Tapi jangan sering-sering,ya. kasian anaknya kalau keseringan minum obat kimia. :)

      BTW panjang banget komen saya. pecahin rekor. hahaha

      Oiya, terima kasih ya Mbak Dwi sudah mampir dan baca tulisan saya.

      Salam hangat dari Bandung :)

      Delete
  21. ikutan ya
    baru bgt kemarin aku sakit gigi
    biasa nya ke puskesmas
    tapi ini sore2 sakit bgt . dan obat pun gak mempan
    akhir nya aku putuskan buat wa dokter puskesmas minta rekomendasi dokter gigi

    dikasih tau lah dok gigi irma di k24

    sokkk .. saat pembayar 1.300.000 (tambal sementara 3 gigi)

    dan dok nya bilang kamis balik lagi ..

    yg saya mau tanya kan kira2 pas saya balik lagi untk lepas tambalan yg sementara dan di ganti dgn tambalan yg permanen kira2 byar lagi gak ya ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bayar lagi, Mbak. Harganya lebih mahal dari pada tambal sementara. Apalagi kalau tambalnya pakai laser.

      Delete
  22. Rencana mau tambal gigi juga kata dokter nambal gigi depan ada 3 titik biaya kisaran 1jt++ emang tambalannya yang sewarna dengan gigi gak ditanggung BPJD. Kalau di Puskesmas gak tahu belum survey

    ReplyDelete
  23. aku suka postingan ini mbak...butuh banget

    ReplyDelete
  24. Wah boleh nih ke Puskesmas buat periksaiin gigi anak. Belum pernah ngajak mereka ke dokter gigi :D :D
    #lalu dijewer Teh Uwien :p

    ReplyDelete
  25. Dari bayi, dari gigi anak saya tumbuh saya sudah membiasakan doi sikat gigi dengan benar. Karena yang jadi panutan saya, Alhamdulillah dulu emak rajin, jadi saya ga pernah merasakan sakit gigi sampai usia 30 tahun bahkan sampai sekarang.
    Contoh jeleknya adalah abahnya suami saya malas sikat gigi akibatnya jadi sering ke dokter gigi

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. :)
Mohon maaf komentar dimoderasi karena banyak spam yang masuk.