1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

13 June 2016

Puncak Bintang Bukit Moko Bandung

Banyak orang penasaran dengan tempat yang satu ini, termasuk saya, sejak lihat foto-foto tentang Puncak Bintang dan Bukit Moko berseliweran di sosial media khususnya Instagram, saya jadi pengin banget kesana. Puncak Bintang memang termasuk tempat wisata baru. Diresmikan oleh Menteri Kehutanan sekitar dua tahun lalu, Puncak Bintang menjadi objek destinasi di Bandung yang ingin dikunjungi orang.

Akhirnya Sabtu siang kemarin saya, teh Nchie dan mbak Alaika kesana menggunakan motor matic. Awalnya saya ragu, "Kuat nggak ya motornya?" Secara jalan menuju Bukit Moko ini banyak tanjakan tajam dan berkelok, kata teh Nchie.



Ternyata memang benar, jalannya nanjaknya edun euy. Untungnya jalannya sudah halus. Jadi masih bisa ditaklukan dengan matic otok-otok saya. :)
Dari entry point ke atas jalan sudah diaspal. Sampai atas jalannya masih lumayan mulus, tapi sempit.
Jalan Menuju Bukit Moko

Rute yang dilalui cukup mudah kok. Saya akan jelaskan rute saya saja ya (dari arah tol Pasteur). Yang dari Jakarta atau kota lain, patokannya tol Pasteur aja. Keluar tol lurus terus ke arah timur lewat jembatan Pasupati. Dari lapangan Gashibu masih jalan terus, lurus ke arah timur melewati jalan Surapati. Nanti akan ketemu perempatan (simpang lima) lewat jalan PHH Mustofa.

Kalau sudah sampai Surapati Core, berarti tinggal sedikit lagi belok kiri ke jalan Padasuka. Akses masuk ke Puncak Bintang sama dengan ke Saung Angklung Udjo yang terkenal itu. Sebelum masuk jalan Padasuka ini ada plangnya kok, jadi nggak susah nyarinya.

entry point ke bukit Moko
Perjalanan sekitar setengah jam asal tidak macet
Perjalanan dari entry point jalan Padasuka sampai di Bukit Moko sejauh 8,1 km dengan waktu tempuh sekitar 30 menit kalau nggak macet. Tapi jarang macet sih.
Agar kendaraan juga nggak mogok di jalan, pastikan kendaraan yang dipakai dalam keadaan prima agar bisa sampai atas dengan selamat. Jangan lupa berdoa pas lagi nanjak dan melewati belokan tajam. Oiya, keahlian supir juga diperlukan, jangan sampai salah 'gigi' pas jalan curam.

Kita bisa memilih parkir di bawah atau parkir di atas. Parkir bayar 5000 rupiah.
Kita tinggal berjalan sedikit untuk masuk di kawasan hutan pinus dan Puncak Bintang. Tiket masuk 12.000 saat saya berkunjung.
Bayar tiketnya di sini. 
Setelah masuk ke kawasan hutan pinus, kita akan memutuskan ke kanan dulu atau ke kiri dulu. Saran saya sih lebih baik ke kanan dulu baru ke kiri agar nggak terlalu capek. Menanjak dulu baru menurun.

Apa yang menarik di Puncak Bintang, Bukit Moko ini?
Banyak sih spot yang instragamable diantaranya hutan pinus, bintang, dan dek. (yaelah Win, kesini buat foto-foto doang? bukannya tadabur alam) .

1. Pemandangan kota Bandung. Kalau datangnya pas malam hari akan sangat indah menikmati cityview sambil ngopi-ngopi.
Puncak Bintang ini ramenya di sore hari dimana orang-orang berburu sunset. Saat saya datang nggak terlalu banyak orang.
(gak ada dokumentasi foto sunset)
Pemandangan dari ketinggian 1442 mdpl


Bukit Moko di siang hari

2. Hutan pinusnya keren. Bersih. Kita bisa camping di hutan pinus ini. Mengajak keluarga atau sahabat camping disini pasti menyenangkan. Kalau campingnya siang-siang (dari pagi sampai sore) katanya sih gratis. Tapi kalau malam hari, sepertinya harus bayar.


Ah jadi pengen ngajak Dhia dan Akram camping di sini deh.

3. Bintangnya.
Bintangnya ada dua, satu di bagian kanan, satu di bagian kiri. Bintang ini, kalau malam kerlap-kerlip karena ada lampunya.
in frame : mbak Al

4. Deck
Di sini kita bisa foto-foto sepuasnya ( kalau sedang sepi) kalau banyak orang mah ya sekenanya aja deh motretnya. Oiya, jangan coba-coba berdiri di atas sini saat cuaca mendung ya. Sudah ada peringatannya juga terpampang di deck.
dari atas deck
Kalau lagi mendung jangan coba-coba berdiri di atas sini ya 

5. Fasilitas toilet dan mushola. Gak perlu resak kalau mau buang air, wudhu, atau sholat. Fasilitasnya udah ada.


Sayangnya di atas, di Puncak Bintangnya belum ada warung yang menyediakan minuman dan makanan. jadi harus bawa bekal sendiri, tapi jangan lupa sampahnya dibawa turun lagi ya.

Kemarin saya nggak mampir di warung yang instragamable juga karena takut kehujanan di atas.. Namanya Warung Daweung. Tapi sebagai gantinya, mampir di warung kopi di daerah bawah.

Selepas jalan-jalan, pasti capek dan lapar kan ya... Kita bisa mampir di warung yang juga bisa jadi spot buat foto-foto di daerah Caringin Tilu.


di Caringin Tilu
Pesan kopi susu dan indomie rebus+telur+cabe rawit. Udara dingin, perut lapar, dan ini akan menjadi sore SEMPURNAAA...

Kapan kamu mau kesini? Kalau lagi ke Bandung, jangan lupa mampir ya.


27 comments:

  1. pernah kesana tapi enggak kuat nanjaknya,,,,hihihi,,,makasih mbak infonya

    ReplyDelete
  2. hahaaa..hayuu camping di sana bawa anak2 seruu kayanya ya win

    ReplyDelete
    Replies
    1. ita Teh, pengeeen bareng anak-anak

      Delete
  3. Hihi nanti pengen ksini ah makasih teh

    ReplyDelete
  4. Waduuuh, pake matic manjat, berani sekali mba. Mana jalannya sempit pula. Kalau saya nyerah, atuuut...

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena penasaran mbak Ety. kapan lagi soalnya.

      Delete
  5. Udh ada rencana mbaa.. pgn bgt dr dulu ke bukit moko,liat bandung dr atas pas malem hari, duh kebayang cakepnya dan dingiiiin ^o^. Kmrn pas k bandung ga bisa mampir kesana krn bawa bayi yg udh mulai rewel. Jd cari tempat lain -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau lihat di inet pemandangan malamnya emang keren banget. Cuman kalau malem takut pas turunnya..
      Semoga nanti Fanny bisa mampir kesinj ya

      Delete
  6. yeaaaa . . . asyiik ya, di Bandung magh ngga kekurangan destiny wisata keren bisa sampai disana bareng matik otok otok

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Bun. 11 tahun di Bandung aja belum semuanya kepapai ku saya.

      Delete
  7. Kayaknya memang bagusan nggak ada penjualnya deh, Mbak. Biar lebih sedikit aman terkendali sampah-sampahnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya juga sih mbak. Dengan nggak ada warung jadi bersih banget hutannya.

      Delete
  8. Huaaah.. bagus bangett.. keren juga, di bukit ada tempat makan gitu, makan jadi nikmat karena udara dan pemandangan yang sedap ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, nikmat banget menikmati indomi dan kopi dari atas bukit

      Delete
  9. Wiiin...aku pengen kesana jadinya, bagus banget ya. Apalagi pas liat tanamannya yang hijau itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kapan-kapan kalau kesini mau tak temenin ya mbaak. :)

      Delete
  10. Saya juga nggak sanggup nanjaknya, capek banget :(

    ReplyDelete
  11. Aduh jagoannn naik motor!!!

    saya juga alhamdulilah sudah kesana mak, sama suami dan anak, tapi naik mobil.. karena gak kebayang kalau harus naik motor, nanjaknyaaa. Diatas gak ngapa2in mak, cuma duduk manis ngeliatin bandung dari atas.. sambil ngemil (bawa sendiri bekal dari rumah), pas capek. terus pulang deh.. hehehe.

    Eh itu bawa tenda ya? Seru banget ih!

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau sekeluarga ya paling enak naik mobil Mak. :)

      oh tenda, itu cuman properti aja. punya orang. hehe

      Delete
  12. Akkk mauuk ke Bukit Moko!
    Itu indomie rebusnya menggoda banget yaa.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa, indomienya maknyos banget :D

      Delete
  13. pemandangan di atasnya cantik yaaa mbaaa...dan makanan penutupnya mantap :)

    ReplyDelete
  14. Asik nih buat bawa keluarga, udah plan lama tapi blm kesampaian, salam

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. Tapi mohon maaf, komen dengan link hidup terpaksa saya hapus yaa :)