28 May 2016

Kuliner Arab di Bandung, Nasi Kebuli Kambing di Kedai Grengseng

Dulu, duluuu sekali, saya pernah nggak suka sama kambing. Selain karena ‘bau’nya yang bengik juga karna rasanya pun nggak enak. Entahlah, mungkin karena cara memasaknya yang salah waktu itu.. Ditambah dengan anggota keluarga ada yang anti banget sama daging satu ini. Jadinya bertambah dech antipati sama kambing.

Informasi salah tentang kambing ,yang beredar di masyarakat, bahwa kambing menyebabkan kolesterol dan menaikkan darah tinggi, membuat orang-orang cenderung menghindarinya. Kamu termasuk yang punya persepsi kayak gini?

Bentar..Bentaaar..

Faktanya, bukan daging kambingnya yang membuat kolesterol naik, tapi cara mengolahnya : santannya (pada olahan gule/kari), minyaknya, lemak, jeroan atau gajihnya yang ikut dimasak. 
Faktanya lagi, ibu hamil yang ingin anaknya cerdas, konsumsilah olahan daging LAMB (yaitu daging kambing muda yang berumur 5 bulan-an). Ini bagus banget dan mengandung protein tinggi.

Bandung, 25 Mei 2016... Siang yang hareudang, dan mendung tetap mengintai dari atas sana.

Pengen makan siang yang sedikit beda dari biasanya tapi teteup nasi ( biasalah orang Indonesia, kalau belum makan nasi belum makan namanya heuheu). Berawal dari informasi seorang teman, ada satu tempat di Bandung yang menyediakan masakan Arab. Sepanjang saya hidup (#halah) saya nyicipin kuliner Arab baru beberapa aja. Saya pun penasaran dan menyambangi tempat itu. Kedai Grengseng.

Nggak susah menemukan tempat ini. Berada di sekitaran Dago, tepatnya di jalan Tubagus Ismail nomor 35a Bandung ( Indomart lantai 2 ). Kalau dari jembatan Pasupati, lurus ke arah utara. Pas nyampe perempatan Simpang Dago, atau perempatan yang ada McD nya pas di perempatan dari sini udah deket ke jalan Tubagus Ismail sebenernya. Tapi harus lurus ke utara sedikit lagi untuk putar balik. Kalau pakai motor, tempat putar baliknya nggak jauh, tapi yang pakai mobil memang agak jauh putar baliknya. Kalau sudah masuk ke jalan Tubagus Ismail, tinggal ikutin jalan aja. Berada di area Tubiz eat n chat Indomart lantai 2.  Indomart-nya ada si sebelah kiri jalan. Parkir aja di depan Indomart lalu naik ke lantai 2. Akses tangga ke atasnya memang sedikit sempit, nggak terlalu kelihatan kalau cuman sekilas. Tapi di atas tempatnya luas.


MAP menuju Kedai Grengseng di Tubiz Eat n Chat

Begitu masuk, hmm… suasananya tenang dan adem. Cocok banget ngajak keluarga ibu-ibu arisan, ibu-ibu pengajian, atau ngajak gebetan makan di sini. Enak buat ngobrol santai atau ngerjain tugas kuliah. Yup, disini banyak dedek-dedek gemes karena dekat dengan kampus.

Beruntung saya bisa berkenalan dengan pemilik Kedai Grengseng ini, kak Ziria atau biasa dipanggil Ria. Kak Ria yang keturunan Arab menekuni dunia kuliner sudah lama, namun baru membuka Kedai Grengseng ini sejak April 2016 lalu ( masih baru, 2 bulanan ) . Karena kecintaannya terhadap kuliner Arab jadilah menu ini : Nasi Kebuli Kambing khas Arab yang sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia.
.
Ngobrol langsung dengan pemilik kedai, menambah wawasan tentang kuliner yang satu ini.
“ Nasi Kebuli Kambing ini, memang kuliner Arab yang khas dengan rempah-rempah. Tapi di sini, sudah disesuaikan takaran rempahdan bumbunya sehingga cocok dengan lidah Indonesia.”

Kambing yang dipakai adalah kambing muda yang berusia sekitar 5 bulan. FYI, daging kambing muda itu mengandung protein tinggi yang baik untuk ibu hamil. Oiya, kalau nggak suka daging kambing, di sini bisa diganti dengan memesan nasi Kebuli Ayam.

Sebetulnya ada satu lagi menu unggulan Kedai Grengseng ini yaitu : Grengseng Kambing, yang diklaim kak Ria nggak ada di restoran manapun, Wow, eksklusif banget berarti ya... Grengseng Kambing ini merupakan menu ciptaan kak Ria sendiri. Nanti kapan-kapan mau nyicipin Grengseng Kambing ini aaah.

Sambil menunggu makanan utama, saya ngemil dulu salah satu cemilan, khas Arab juga, yang disediakan oleh kedai Grengseng. Namanya SAMOSA. Kalau di Indonesia, mungkin ini semacam martabak telor gitu. Karena di dalamnya terdiri dari potongan daging sapi, bawang daun, dan selalu berbagai macam rempah-rempah sebagai bumbunya. Kulitnya renyah kresss. Kata kak Ria kulit Samosanya ini juga bikinan sendiri.
Untuk satu porsi berisi 3 pcs Samosa yang gurih dan berasa rempahnya  ini dihargai 20 ribu rupiah.

SAMOSA, pacitan khas Arab

Nggak lama pesanan saya datang. Satu porsi Nasi Kebuli kambing yang aromanya menggoda selera sudah terhidang, melambai-lambai ingin segera dilahap.
Dengan cara pengolahan yang benar, Kebuli Kambing nggak ada bau-bau bengik seperti waktu duluuuu sekali saya makan olahan kambing. Ini dagingnya empuk banget! Rempahnya kerasa sebagai ciri khas masakan Arab walaupun samar-samar. Ya kan sudah diadaptasi dengan lidah Indonesia. Agar orang Indonesia tetap bisa menikmatinya. Selain rempah juga tetap ada taburan kismis-nya, layaknya kuliner Arab.



Satu porsi Nasi Kebuli Kambing dalam sekejap sudah masuk ke perut. Takaran porsinya sih cukup mengenyangkan untuk ukuran saya. Satu porsi dihargai Rp 25.000. Harga yang cukup terjangkau untuk ukuran kebanyakan Nasi Kebuli di Bandung yang rata-rata sudah dikisaran mapuluh rebu. .

Masih di dalam area Tubiz cafĂ©, ada satu stand yang menyediakan minuman menyegarkan. Klop banget dinikmati saat makan siang yang cerah ceria ini. Ada tiga jenis minuman yang direkomendasikan dan menjadi favorit di Baba’s.


Timun Serut
Terdiri dari timun, melon,perasan  lemon, dan sedikit susu sebagai penghias. Rasanya manis segar. Manis dari melon dan segar dari ketimun dan perasan lemon. Untuk buka puasa, ini sehat dan menyegarkan. Kesegaran yang tak terlupakan ini dibandrol dengan harga Rp 12.000. 





Lemon Sensation

Ini cocok banget buat yang suka asem kayak saya. Saya pesan satu ini. Seger banget diminum setelah menyantap Nasi kebuli Kambing. Haeganya Rp 16.000.


Jus Leci

Dibuat dengan buah leci segar. Segar lho ya bukan kalengan. Kamu bisa menyeruput jus lecy ini dengan membayar Rp 14.500

















Aniway, kalau mau lihat lebih banyak menunya, intip aja di Instagram @kedaigrengsengkambing ya.

Kedai Grengseng
Tubiz Eat n Chat
alamat : jalan Tubagus Ismail nomor 35a Bandung ( Indomart lantai 2 )





24 comments:

  1. Yuuuk ah ke sana lagi. Pengen nyobain grengseng sama timun serutnya. Samosanya juga ngangenin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuuuk Teh, aku pengen lecy-nya

      Delete
  2. Asli itu makanannya bikin ngeceees.. Suamiku yang doyan banget makan kambing :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. enak ternyata daging kambing, mbak

      Delete
  3. Untung gak ada foto nasi kebuli nya.. bisa ngeces2 aku xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh iya baru nyadar aku. edit edit :3

      Delete
  4. besok kalau ke bandung mau nyobain nasi kebulinya ah~ :D

    ReplyDelete
  5. nasi kebuli itu salah satu nasi yang paling enaaaak :3

    ReplyDelete
  6. Aku termasuk penggemar kambing atau domba dulu. Sekeluarga malah. Tapi sekarang udah gak. Tapi masih sih makan nasi kebuli. Masih fans

    ReplyDelete
  7. Itu dynamic duo sekali mak, nasi kebuli sama timun serut :D

    ReplyDelete
  8. Ga pernah bosen makan nasi kebuli. Apalagi ama olahan kambing :D. Masakan timur tengah itu justru aku paling doyan krn kaya akan rempah. Mungkin krn aku terbiasa ama makanan sumatra yg jg full bumbu kali yaa :). Yg di bandung ini ntr aku mampirin kalo ksana :D. Kalo di jkt sndiri ada bbrp tempat yg jd fav kalo lg kangen masakan timurtengah ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, aku juga ketagihan. Mau lagi

      Delete
  9. Saya penggemar kambing, Mbak. Asal dagingnya empuk dan ga alot. Hehhee... Suka juga sama nasi arab khas timur tengah. Ngeces lihatnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo yang masih muda, dagingnya empuk

      Delete
  10. Tubiz tempatku dulu nongkrong sm temen2 kampus buat nugas.. tapi kyaknya dulu belum ada nasi kebuli deh.. tapi sy biasanya makan nasi kebuli gitu kalo pas ada acara sholawatan aja semisal muludan ato rajaban..banyak tuh di bandung :D

    ReplyDelete
  11. wah kalau ke Bandung kesini ah...
    baru tau ada kebuli ayam..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kalau yang gak suka kambing bisa diganti ayam

      Delete
  12. Kalau mencoba beli nasi kebuli saya belum pernah tapi pernah diberi oleh salah satu pesantren disekitar rumah yang dikelola warga keturunan Arab dan pertama kali rasanya aneh, eh dibagi kedua kalinya ketagihan. Nanti kalau ke Bandung harus coba makan nasi kebuli nama cafe nya itu apa yah?

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. Tapi mohon maaf, komen dengan link hidup terpaksa saya hapus yaa :)