27 Nov 2014

Ngomongin Makro


Ceritanya beberapa waktu yang lalu, saya menyempatkan hunting foto -mumpung ada kamera SLR- sekaligus belajar makro. Walaupun cuaca di Cimahi sedang dingin karena habis hujan gede, mendung tebal dan kabut juga turun tipis, sore hari yang cloudy itu tak menyurutkan tekad saya untuk blusukan di kebun, di pekarangan samping dan depan rumah.

Jaket dan sepatu boot (jangan mbayangin saya make boot yang trendi, wakaka ) sudah saya kenakan. Langsung dah meluncur ke halaman.

semut di atas ilalang
foto di atas pake kamera hape

Begitu sampai halaman yang pertama sekali saya cari adalah semut. Biasanya, semut, kalau habis hujan gini suka angkut-angkut gitu, entah angkut makanan atau angkut telurnya untuk disimpan di sarang dan tempat yang aman. Ahaai... ketemu seekor semut.
Lalu saya berpindah ke tempat lain, menemukan belalang, lebah, lalat, capung, bapak pocung, kepik, dan bermacam-macam serangga yang ukurannya kecil-kecil.

Sudah berpuluh kali jepret, tapi setelah direview hasilnya kok nggak memuaskan banget. Beberapa foto makro sudah  saya posting di Belajar Makro yang Gagal. 
Kalau boleh saya bilang, moto makro itu susyah banget, apalagi untuk saya yang biasanya cuma moto bermodal kamera handphone. Saat memotret memakai kamera SLR masih belum bisa menyesuaikan diri. Secara berat, jelas kamera SLR lumayan berat
dibandingkan dengan hape. Hal itu membuat tangan menjadi cepat capek. Lalu, karena makro ini mengambil obyek-obyek kecil seperti binatang kecil, jadi saya berjalan sangat hati-hati, gerakan tubuh juga harus pelan, jika tidak maka target bisa saja kabur sebelum sempat dijepret.
Binatang-binatang kecil yang senangnya ngumpet memaksa saya untuk bergaya dalam mengambil angle yang tepat. Widiiiih, ini bisa dengan gaya jongkok, nungging, ndlosor, dan lain-lain. Keringat keluar semua. Kalo kata teman saya, sekalian olahraga. Bener juga! :D

Yang paling seru dalam belajar makro adalah ketika mau ngambil gambar harus tahan napas dulu dan nggak boleh gemeteran biar nggak goyang. Jika saya review hasil jepret kemarin, kok nggak ada yang benar-benar bening, ya? Padahal saat saya moto makro bunga-bunga cantik itu bisa bening dan jelas detailnya.

Jadi saya mengambil kesimpulan sendiri, bahwa foto-foto saya yang banyak noisenya alias bintik-bintik dan nggak tajam itu karena:
1. Belum terbiasa dengan kamera SLR.
2. Belum mengetahui teknik memoto makro.
3. Kurang pencahayaannya karena mendung, dsn kabut.
4. Tangan saya belum stabil, saat memoto masih ndredeg.

Jadinya tujuan makro yang untuk menampakkan detail yang nggak kasat mata, masih belum sempurna saat fotonya burem.

Hemm, mau gimana lagi... saya harus sering-sering belajar njepret pake kamera SLR dan belajar tekniknya.

14 Nov 2014

Membuat Bola-Bola Coklat


Semua proses Dhia yang bikin
Punya kue semacam kue kaleng Khong Guan yang isinya tinggal yang tidak disukai? Jangan dibuang! kita 'daur ulang' kuenya menjadi bentuk baru yang lebih menarik dan tentu saja lezat.
Kita bikin bola-bola cokelat saja, oke?

Sekalian untuk cooking class nya Dhia yang sekolah di rumah, jadi saya serahkan pengerjaannya kepada Dhia. :) Saya hanya membantu mengarahkan langkah-langkahnya saja. :D

Pertama, kue diremas-remas sampai berbentuk bubuk.


Lalu, tambahkan susu kental manis rasa cokelat. Aduk sampai merata.

bikin bulatan

Lalu bikin bentuk bulat-bulat, kalau belum bisa dibentuk , tambahkan lagi susu kental manisnya.
Setelah itu, celupkan ke cokelat blok yang sudah dicairkan sebelumnya (atau menggunakan susu kental manis cokelat juga bisa, kok) lalu guling-gulingkan ke cokelat meses.
Jadi deh.

Terakhir, agar rasanya renyah, simpan bola-bola cokelat di dalam lemari es.
Nikmat disantap dengan teh hangat tawar.

*)bahan : kue, susu kental manis cokelat, cokelat meses.
Bahan yang digunakan simpel saja, karena ini untuk kegiatan anak-anak. Jika ingin versi 'serius'nya bisa ditambah mentega cair  dan cokelat blok.

Manfaatnya buat si anak apa?
Kegiatan ini melatih kemandirian anak.
Melatih anak-anak memahami perintah (urutan membuat kue merupakan sebuah perintah, kan?)

Anak akan puas melihat hasil karya/sesuatu yang ia buat sendiri. Kemudian dengan pujian dari orang tuanya, anak menjadi lebih bersemangat lagi.

Akram nggak mau tinggal diam. Ikut, NIMBRUNG :)
Buat anak yang lebih kecil, ini jadi kegiatan yang menyenangkan juga karena boleh berantakan #eh :D

13 Nov 2014

DIY : Tirai CD

Assalaamu'alaikum..

Semangat paaagiii..! (kalo mbacanya pas siang-siang, yaa semangat pagi. Tapi kalo mbacanya pas sore atau malam, yaa teteup semangat pagi!) :D *gaya Sule* :p

Kali ini, saya mau cerita sedikit tentang kegiatan saya kemarin bareng anak-anak. Sekaligus mau pamer kerjaan penting kami. haha.

Kemarin Alhamdulillah, saya berhasil membuat Dhia dan Akram nggak nonton video atau TV seharian penuh --hampir full,sich. Ini sebuah pencapaian yang sangat menggembirakan menurut saya. Karena perlu diketahui, kedua anak saya --terutama Dhia- sangat suka dan betah banget kalo nonton video dari komputer. Awalnya saya sempat khawatir saat beberapa tahun yang lalu, begitu Dhia bangun tidur yang pertama kali dicari adalah komputer, dan tentu saja langsung meng-klik tombol ON. Tapi, sekarang mah udah enggak. :D

Terus , apa hubungannya sama Tirai CD ?

Ada. Inilah salah satu prakarya yang saya buat barengan Dhia dan Akram. Membuat tirai dari CD bekas yang sudah rusak bisa bermanfaat bagi anak, terutama yg dua tahun, antara lain:
- Memegang pencil.
- Menjiplak bentuk CD
- Mengenal bentuk permukaan, dlm hal ini adalah lem. Lem yang lembut, dingin, den lengket ini membuat Akram penasaran.
- Menggunting, ini untuk anak yang lebih besar.

Caranya...

1. Menyiapkan bahan -bahannya :

- Plastik bekas/tidak terpakai
  Saya memakai mainan balon bekas, sayang kalau dibuang.
- CD rusak
- Gunting
- Lem fox
- Pulpen
- Benang jahit
  Atau lebih bagus memakai benang yang lebih kuat lagi.
















2. Menjiplak menggunakan CD


3. Gunting plastik/kertas/kain yang sudah dijiplak


4. Hubungkan CD menggunakan tali/benang seperti di gambar

 Setelah itu, tempelkan guntingan kertas menggunakan lem fox.










5. Selesai


Buat yang banyak agar menyerupai tirai.