31 Aug 2014

Yang Kita Sia-siakan


Pengetahuan yang kita miliki sia-sia karena tak diamalkan.
Perbuatan yang kita lakukan sia-sia karena tak disertai rasa ikhlas.
Perjuangan yang kita lakukan sia-sia karena tak ada tujuan yang jelas.
Pengorbanan yang kita lakukan sia-sia karena mengharapkan pujian.

Marah yang kita lampiaskan sia-sia karena dilandasi emosi bukan rasio.
Cinta yang kita berikan sia-sia karena dilandasi syahwat semata.

Kekayaan yang kita dapatkan sia-sia karena untuk kepentingan pribadi.
Kegagalan yang kita alami sia-sia karena dijadikan alasan keputus asaan.
Musibah yang kita jumpai sia-sia karena tidak menjadikan kita semakin kuat.
Kesuksesan yang kita raih sia-sia karena membuat kita semakin sombong.

Anugerah yang kita dapatkan sia-sia karena tidak disyukuri.
Pelajaran atau peringatan yang kita dengar atau baca sia-sia karena hanya melintas dalam pikiran saja.
Orang yang bersalah tapi menyadari adalah lebih baik dari pada orang yang selalu merasa dirinya selalu  benar.

Menggagalkan perbuatan baik karena takut riya adalah riya terhadap diri sendiri.
Maka lakukanlah kebaikan dan jangan riya.

Merasa diri suci adalah kekotoran.
Merasa diri pintar adalah kebodohan.
Merasa diri bodoh berarti harus belajar.
Merasa diri hebat adalah kelemahan.
Merasa tak punya dosa adalah kesalahan.
Merasa diri banyak salah berarti harus bertobat.

Semakin bertambah usia semakin bertambah pula ilmu dan pengetahuan.
Tapi mengapa dosa dan kesalahan juga ikut bertambah?

Mempelajari sesuatu adalah berlatih untuk belajar.
Dan mengajarkannya adalah belajar yang sesungguhnya.

Kalau ada orang bodoh tetapi sombong itu wajar dan bisa dimengerti.
Tetapi kalau ada orang pintar yang sombong, kepintarannya patut dipertanyakan.