18 Nov 2013

Prompt #5 : Dilema




Roni menghempaskan lembaran itu ke lantai. Marni terdiam melihat Roni yang tampak gelisah.

"Tidak, jangan sekarang. Kasihan Ririn jika dia tahu tentang ini semua." Ucap Roni pada dirinya sendiri.

“Tapi Ririn harus tahu, Ron. Cepat atau lambat dia pasti akan tahu juga, walaupun kita tutup-tutupi.” Marni berkata santai sembari memainkan gelas wisky di tangan kirinya, sementara tangan kanannya memegang rokok.

“Tapi tidak sekarang. Aku minta waktu seminggu menunggu waktu yang tepat untuk menjelaskan semua ini padanya. Kamu, jangan berani-berani menemuinya tanpa sepengetahuanku.”

“Oke. Kalau begitu, kamu harus memberiku uang untuk tutup mulut.” Marni  berdiri dari tempat duduknya dan menyondongkan badannya ke Roni.

“Baiklah. Tapi awas. Jangan coba-coba mendekati Risaku!” Roni berkata sambil mengacungkan telunjuknya ke wajah Marni dan menatapnya tajam.

Roni lalu berjalan ke lemari dan mengambil sebuah amplop dari laci.

“Ririn sebentar lagi pulang. Pergilah!” ucap Roni sambil melemparkan amplop tadi.

***

Ririn menghempaskan lembaran kertas ke meja. Roni yang sedang membaca buku kaget melihat lembaran yang  dua hari lalu diberikan oleh Marni kepadanya.

“Apa maksudnya ini, Pa. Ini Akte Kelahiranku ,kan? Siapa Marni. Kenapa di situ yang tertulis bukan nama Mama Ira ,Pa? Jawab Ririn, Pa, jangan diem aja. Jadi, selama ini Papa membohongi Ririn dan Mama?”

Roni tak bisa berbuat apa-apa melihat Ririn pergi dan membanting pintu.

============================================================
204 kata
Dibuat untuk MondayFlash Fiction

Prompt #4 : Boneka Untuk Risa




Bayu masuk ke sebuah toko boneka di pasar Seribu. Dia memilih-milih beberapa boneka. Beberapa saat ia terdiam, mengingat-ingat apa yang dikatakan Risa kepadanya. Akhirnya Bayu menemukan boneka seperti yang Risa katakan. Setelah membayar di kasir ia bergegas pulang.

"Ibu! Lihat! Aku bawa boneka untuk Risa!"

Ibu tersenyum kemudian berkata, “Lucu sekali. Mudah-mudahan Risa suka. Ibu antar ke kamarnya sekarang?”

Bayu mengangguk senang. Ia bisa membayangkan wajah berseri Risa ketika tahu ia membelikan boneka lagi sesuai yang diinginkannya. Bocah 13 tahun itu mengikuti ibu dari belakang. Melewati ruang makan, Bayu mencomot satu buah kue donat dari dalam kardus Dunkin Donut’s.

Ibu masuk ke kamar Risa, lalu meletakkan boneka itu di tempat tidur diantara ratusan boneka yang bentuknya berbeda-beda.

“Risa, ini boneka baru yang kamu mau. Semoga kamu senang.” Kata ibu.

Sesaat tubuh ibu bergoncang. Tatapan mata ibu berubah, pun dengan gerik tubuhnya.
Ibu mengambil lagi boneka yang tadi ditaruhnya lalu berkata, “Waaah, bagus sekali bonekanya. Risa sangat suka. Terima kasih, Bayu.”

Bayu yang masih mengunyah donat berkata, “Jadi betul ya boneka itu yang kamu inginkan?”

“Iya” Risa mengangguk dengan cepat.
Lalu keduanya asyik mengobrol sampai tak terasa sudah hampir Maghrib.

Tubuh ibu bergoncang lagi, kemudian pingsan. Tak berapa lama ibu siuman, ia sudah terbiasa dirasuki arwah Risa, saudara kembar Bayu yang meninggal saat usianya 3 tahun. Semenjak itu, sebulan sekali Risa selalu meminta dibelikan boneka oleh Bayu.
=========================================================
227 kata
Dibuat untuk Monday Flash Fiction

Prompt #3 : Telat




Kulihat jam dinding sudah menunjukkan pukul tiga sore. Aku semakin mempercepat pekerjaanku agar lekas selesai, karena sore ini sahabat terbaikku, Rendra, akan melangsungkan pernikahannya dengan seorang gadis yang selama ini dirahasiakannya dariku.

Akhirnya kerjaan selesai, jam empat kurang seperempat. Aku bergegas menuju loker dan mengganti baju kerjaku dengan jas hitam yang sudah kusiapkan dari kemarin. Lalu segera menuju tempat parkir dan langsung gaspol motor gedeku. Sebucket bunga sudah nangkring manis di jok belakang.
Sampai di sebuah rumah sakit, sudah agak gelap.

"Gawat!"

Aku melirik jam di tangan, sudah lewat 3 menit! Kupercepat lariku, walaupun tahu bahwa itu hanyalah usaha sia-sia. Aku sudah telat!

"Tidak apa-apa," kataku menenangkan hati.

Aku mulai memasuki ruangan dan mengetuk pintu. Seketika semua mata di dalam ruangan ini melihat ke arahku. Tapi, mengapa semua orang terlihat bersedih? Seharusnya ini menjadi hal yang membahagiakan. Karena Rendra, yang menderita kanker dan harus tinggal di rumah sakit selama bertahun-tahun akhirnya menikah juga.

Ada apa ini? Tanganku gemetar, dengan berat kulangkahkan kaki menghampiri Rendra. Jangan-jangan terjadi sesuatu dengannya. Ah, tidak! Jangan seperti ini caramu meninggalkan aku, sobat.

Satu-satu mereka memberiku jalan agar sampai di tempat tidur Rendra.  Seketika aku bagai tersambar petir, melihat  mata terpejam Rendra dan wajah pucatnya. Aku menoleh pada Noisy, adik perempuan Rendra, bertanya tanpa kata-kata.

“Kakak meninggal saat hendak memakaikan cincin di jari manis Kak Yaumi.” Jawabnya parau.

Yaumi? Yaumi? Sepertinya nama itu tak asing bagiku.
Ku amati lekat-lekat sosok wanita yang memakai gaun pengantin putih itu. Pipinya basah dan wajahnya tertunduk.

“Yaumi..!?”

Ternyata wanita yang Rendra rahasiakan selama ini adalah wanita yang pernah ada di hatiku. Lima tahun lalu, ia meninggalkanku dengan satu kalimat yang kini terngiang kembali.

“Ryan, maaf aku bukan wanita sempurna, aku tak bisa punya anak karena kanker di rahimku. Carilah wanita yang sehat.”

=======================================
 296 kata
Dibuat untuk Monday Flash Fiction

14 Nov 2013

Alasan Emak Aktiv Layak Punya Acer Slim

Berawal dari Blog Contest yang diadakan Kumpulan Emak Blogger dan Acer Indonesia, saya kini mulai melek tentang pentingnya sebuah notebook, bukan hanya sekedar notebook untuk ketak-ketik dan maen game saja namun lebih dari itu, notebook yang bisa menjadi soulmate untuk saya (emak rempong)dan teman-teman yang sehari-hari bergelut dengan notebook atau komputer dan sejenisnya. Notebook yang bisa membuat pemiliknya "kaya".

Sebelumnya, saya sudah menuliskan keunggulan-keunggulan notebook keluaran terbaru dari Acer, kamu bisa melihatnya di sini, sini, dan di sini. Biar tahu keunggulan Acer dibanding notebook yang lain.

Oya, spAcer dimanapun berada pasti selalu antusias ketika ada keluaran terbaru, mencari keunggulannya, dan pastinya ngiler ingin memilikinya. Kalau kamu belum menjadi spAcer (fans berat Acer atau pengguna Acer) buru gih cari tau dan boleh-boleh aja bandingkan dengan produk yang kamu punya sekarang.

Mengapa saya layak memiliki Acer Slim Aspire E1 ?
Inilah banyak alasan mengapa saya harus memilikinya kalo bisa mah gratis, muahaha (#ngedipin mata)

1. Tampangnya bang Acer Aspire E1 ini nggemesin banget, pengen disimpen di rumah biar sayanya senang terus soalnya liat yang kinclong :). Juga karena tipisnya, asyik dibawa mobile.

Aspire E1-432
2. Saya kan mau belajar Photoshop jadi harus punya notebook yang mendukung juga ,dong. Acer Aspire E1-432 bisa kaan karena didukung performa Intel® Processor di dalamnya.

















Dengan kedua Intel Processor ini, performa notebook jauh lebih baik.

3. Netbook saya rusak! iya rusak. Makanya saya harus punya gantinya.

pecah :(
4. Ingin tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya.
Saya sebenernya kurang pede dalam penampilan, tapi kalau punya notebook slim itu... jadi berasa keren. >_<



Demikianlah manteman, menurut saya, saya layak punya Acer Aspire E1-432 yang slim itu. Manteman ingin punya yang satu ini juga? Yuk berusaha!! ;)

***

“Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.”

13 Nov 2013

Cimahi Hujan Es

Selasa, 12 November 2013 siang antara jam 1 atau jam 2 an, Cimahi, Jawa Barat terjadi hujan es! Appaaa?! Hujan es? (*biasa aja kalee | nggak, ini mah nggak biasa )
Iya, bener-bener hujan es, bukan snow / salju tapi butiran es (mirip es batu yang dipecah-pecah). Ketika sampai di tanah hanya sebesar ujung jari.

gbr sbg ilustrasi aja, karena hasil jepretan ku gak layak tayang hhh


Tapi emang bener-bener terjadi, padahal sebelumnya terang mblentang , cerah banget dengan langit biru tanpa awan sedikitpun menggelayuti. Namun tetiba langit menjadi kelabu, awan hitam menggantung tebal di langit Cimahi. Hujan. Awalnya masih hujan air seperti biasa, ketika beberapa menit kemudian, hujannya kok bunyinya plethok-plethok gak seperti biasanya. Karena penasaran, dengan menggendong Akram aku membuka pintu depan. Wah, sudah banjir! Air hujan muncrat sampai ke depan pintu. Setelah kuamati, kok hujannya gedhe-gedhe, ah.. iiih, itu adalah butiran es. Masya allah, baru kali ini aku menemui fenomena hujan es (hail), sebelumnya di Bandung juga pernah terjadi di tahun 2008 namun waktu itu aku gak melihat langsung.

Tak puas hanya melihat dari bawah, buru-buru aku naik ke lantai atas masih dengan menggendong Akram. Dhia mengikuti dari belakang karena takut tinggal sendiri di kamar bawah.
Kubuka jendela kamar, angin dingin nan  kencang (entah berapa kecepatannya soale gak ku hitung :} ) langsung masuk ke hidung. Dinginnya menusuk.
Astaghfirullah...Astaghfirullah...Astaghfirullah..
Aku gemetar, merinding, ada sedikit ketakutan melihat angin yang begitu kencang, air yang begitu deras, dan butiran-butiran es yang meloncat-loncat menari di atas genteng. Kuambil gambarnya sebentar, walaupun hanya dengan kamera hape beresolusi rendah, yang penting aku bisa merekamnya.
Angin dan hujan semakin deras. Suara yang ditimbulkannya pun semakin terdengar mengerikan.

"Ya Rabb, ampuni aku." pekikku.

Akram dan Dhia mulai ketakutan, mereka mengajakku untuk segera masuk ke kamar bawah yang hangat. Dengan menyimpan sejuta keingintahuan, aku sibuk menenangkan anak-anakku.

Mengapa hujan Es Bisa terjadi ?
Hujan es atau disebut Hail. Tidak sama dengan salju ( snow ). Hujan es ini terbentuknya karena permukaan tertinggi dari awan Cumulonimbusada  
ada pada titik beku karena adanya proses updraft (naiknya udara secara cepat ke atas) semakin tinggi maka suhu udaranya semakin rendah. Seperti yang sudah saya katakan tadi, sebelumnya panas sangat terik (sampai cucian baju kering semua padahal baru njemur agak siangan :D ) nah, pada saat itulah uap air yang didorong cepat naik ke atas dan mencapai titik beku membentuk gumpalan es. Karena beratnya sudah tak tertahan oleh gerak udara, maka batu-batu es berjatuhan disertai dengan hujan deras dan angin.
Hail ini berpotensi terjadi di musim pancaroba seperti sekarang. Dampak negatifnya adalah butiran es itu bisa merusak genteng atau bangunan, bisa juga atap mobil, kalau mengenai kepala kita tentu sakit bukan? Tapi, kemarin itu untungnya gak merusak bangunan, hanya saja terdengar kabar ada pohon besar tumbang dan menghalangi jalanraya di dekat STM Pembangunan.


Oiya, kata T. Djamalludin ,Kepala Pusat Sains Atmosfer dan Peneliti Utama Astronomi. LAPAN ,Hujan es saat ini tidak terkait dengan pemanasan global (global warming), kemungkinannya lebih terkait dengan pemanasan lokal, khususnya fenomena urban heat island (pulau panas perkotaan).(Yea, Cimahi kan banyak industrinya.) Tetapi, untuk masa depan potensi pengaruh pemanasan global semakin kuat. Frekuensi kejadian hujan es di daerah tropis kemungkinan meningkat. Dengan pemanasan global beberapa mekanisme hujan es akan diperkuat, antara lain dasar awan akan semakin rendah, sementara puncak awan semakin tinggi. Akibatnya ketebalan awan akan meningkat , updraft , dan pemompaan Ekman semakin cepat., yang berarti intensitas hujan es, petir, dan puting beliung akan meningkat.

Tadinya, aku mau buru-buru ke luar rumah mau nadahan esnya, lumayan buat bikin sirop. Eee ternyata, esnya gak layak konsumsi karena tercampur sama polutan udara.

Kalau teman-teman pernah gak menjumpai langsung hujan es ini?

 ***
sumber : t-djamalludin.space.live.com
              wikipedia.org

12 Nov 2013

Tamu Tak Diundang



Pagi ini, sebelum berangkat kerja, aBudi bilang : “Mungkin nanti ada tamu yang datang. Kalau laki-laki, gak usah dibukain pintu ,ya .”
Aku hanya mengangguk tanda setuju. Akupun mengantarnya berangkat kerja dengan senyuman termanisku di depan pintu.
“Daaa, hati-hati ya sayang. Semoga hari ini dimudahkan rezekinya. Bawalah rezeki yang halal untuk istri dan anak-anakmu.” Kataku seraya melambaikan tangan.

Siang harinya, bel berbunyi lalu diikuti suara salam. Suara laki-laki. Siapa, ya? Aku bertanya dalam hati. Kembali bel rumah berbunyi dan diikuti salam. Ada rasa penasaran namun aku nggak berani membukakan pintu, juga nggak berani mengintip dari jendela karena pasti terlihat oleh sang tamu. Jadi, aku hanya diam saja di dalam kamar lantai bawah.

Kemudian terdengar suara teh Lia, tetanggaku. Sudah dipastikan sang tamu tadi bertanya ke tetangga. Terdengar suara teh Lia menjelaskan kepada lelaki itu,  namun tak terlalu jelas terdengar dari dalam rumah. Kemudian hening. Sang tamu sudah pergi.

Siang hari menjelang sore sekitar jam 3 . Bel kembali berbunyi, dua kali. Diikuti suara, seperti suara perempuan,tapi juga seperti suara laki-laki. Aku bingung, bukain nggak ya? Bel bunyi lagi, kali ini dikuti suara permisi, punteun, selamat sore. Aku tetap bergeming di dalam kamar bersama anak-anakku. Kuberikan kode kepada si sulung dengan jari telunjukku di depan mulut. Untungnya ia mengerti, seketika nggak ribut dan bicaranya bisik-bisik.

Rupanya sang tamu yang kedua ini bertahan agak lama, ia memencet bel, mengetrok pintu juga mengucapkan kata permisi, selamat sore, punteun. Karena nggak juga dibukakan pintu, sang tamupun sepertinya meninggalkan rumah ini, tanpa jawaban pasti dari pemiliknya.

Dalam hati aku merasa bersalah. Namun kalau dibukakan pintu, aku nggak tau apa yang akan terjadi. Bukan bermaksud su’udzon, namun waspada. Apalagi suami sudah berpesan jangan bukain pintu kalau tamunya laki-laki. Karena hari ini beliau tidak ada janji sama siapapun untuk ketemuan di rumah.

Well, alangkah lebih baik jika aku menurut saja tanpa banyak tanya ini itu ( walaupun dalam hati penasaran siapa dan ada perlu apa bertamu juga merasa bersalah pasti kan orang itu ada perlu sama yang punya rumah). Selama perintah suami bukan sesuatu yang buruk, harus dituruti, sami'na wa atho'na (dengarkan dan lakukan ). Ini adalah salah satu bentuk ketaatan ku kepada suami. Nggak  ada yang tahu kan ketika aku buka pintu untuk tamu tak diundang hari ini lalu terjadi hal yang tak diinginkan?

Yeah, tetap waspada bo', hehehe. ^_^V

10 Nov 2013

7 Nov 2013

Gondongen Itu...

Beberapa hari lalu, tepatnya hari Minggu malem, saya begadang sendiri sambil gelindingan di dunia maya mbaca ini itu, sambil nulis fiksiku, sambil nyemil krupuk (ah banyak bener sambilannya ).

Sekitar jam dua-an, daerah bawah telinga kiri dan rahang kok nyeri gtu, terasa kering dan sakit buat nelen ludah. Pikir saya ah wajar saja hawong sedari jam sepuluh sudah di depan laptop dan sedikit minum kok. Lalu, saya beranjak dari tempat duduk untuk ngambil segelas air putih, langsung saya tenggak sampai habis. Segarnya air dingin melewati kerongkongan. Setelah itu saya kembali lagi gelindingan di dunia maya nyari bahan buat nulis.

Jam tiga dini hari, baru saya ke kamar mandi. Setelah cuci muka dan gosok gigi, saya ngaca dan... OMG, kenapa pipi saya menjadi setembem ini dalam waktu semalam? Jangan-jangan! *pikirannya udah macem-macem.

Setelah sholat 2 rakaat dan witir, saya membangunkan suami. Bertanya gimana rasanya sakit gondongen itu. hoho,  begitu bangun dan melihat muka saya, beliaupun langsung mengiyakan, ya, kalo saya sakit gondong atau mumps.Dan mulai saat itu kita sepakat untuk "mengisolasi" saya agar anak-anak dan suami gak ketularan. Makan dan minum gak boleh bareng.

Muncul kekhawatiran kalo anak-anak ketularan. Suami juga. Terus sekeluarga gondongen. Aaaarg, tidaak!

Selanjutnya saya tidur sampai subuh dan berharap ini cuma ngimpi, :D

Setelah subuhan, saya nyari-nyari artikel tentang penyakit gondong ini. Olala..., selama itukah? inkubasinya aja sekitar dua minggu (dari pertama kali terkontaminasi sampai timbul gejala). Lalu, bengkaknya 3 sampe 4 hari hari. Dan sembuh totalnya paling cepet selama 9 hari sampai 2 minggu. Berarti selama itu saya harus ngerem terus di rumah. :(

Pagi harinya, saat anak-anak mulai bangun.

Pertama kali dilihat sama suami adalah rahang mereka. Siapa tahu mereka juga sudah tertular. Pas liat anak yang pertama ( Dhia 4 tahun), saya dan suami bener-bener ingin ketawa, haha, ternyata pipi dan rahang Dhia sudah bengkak duluan. Oh,pantesan sehari kemaren Dhia terlihat agak gemuk, tuwasan (duh bahasa indonesianya apa ya?) saya udah seneng. Jadi, yang kena gondongen pertama itu ya Dhia, baru nular ke saya. Kalau Akram baru berusia 1 tahun lebih, jadi saya nggak kuatir. Karena anak di bawah 2 tahun nggak akan tertular. Juga suami, beliau sudah pernah kena gondongen saat masih remaja. Orang yang kena gondong seumur hidup nggak akan kena lagi.

Bener banget rasanya sama tulisan di artikel-artikel itu. Ya pegel, linu, susah makan (padahal pengen makan macem-macem) bla bla bla... (*stop dech ngeluhnya)

Hari ini sudah agak lumayan, nggak sakit-sakit banget nih rahang, makanya bisa nulis lagi. :) Kalo kemarin itu puncaknya sakit dan bertepatan sama deadline W3 #30 Hari Blog Challange nya KEB. Duh lagi, tulisan saya teronggok di draft nggak ketowel dan masih mentah tah tah pula. Bingung , panik, deg-degan karna pas kemarin waktunya tinggal sedikit lagi untuk posting serentak. Sebelum berangkat kerja, Abudi sudah mewanti-wanti kepada untuk istirahat total di rumah. Nggak ngerjain PeEr, nggak masak, dan yang lainnya. Tapi dasar sayanya yang bandel, seperempat jam sebelum posting serentak saya mencoba bangun dan nyalain netbook. Bismillah, dengan sentuhan yang kurang begitu sempurna akhirnya bisa juga tulisannya selesai, bisa posting dan bisa nge-tweet juga.

Fiuwh..! lega sangat kayak pecah bisul. hehehe..
Setelah itu, langsung aja netbook saya matiin dan kembali rebahan. Berharap bengkaknya cepet kempes dan sakitnya ilang.

Hari ini berarti sudah 4 hari, selama itu pula saya ngerem di dalem rumah. Jadi rindu banget sama sinar matahari pagi yang biasa tiap hari saya nikmatin. Rindu sama hebohnya ibu-ibu di warung sayur. Rindu nemenin Dhia main sepeda dan tanah. (wew padahal baru empat hari)
Begitulah kalo sedikiiiit saja dari nikmat sehat di tubuh di cabut. Jadi ngerasa bahwa sehat itu sangat berharga , khan.

Well, semoga setiap sakit jadi penggugur dosa yang sudah saya perbuat selama ini.


*) maaf ya gak ada foto, malu dong soalnya di bawah telinga dan leher. Termasuk aurat juga :)

6 Nov 2013

Ini Tentang Acer Espire E1 yang Slim Itu


Hai kawan, masih dalam minggu-minggu bersama Acer. Dua minggu lalu, saya pernah bercerita kalau netbook saya rusak. Jadinya saya merencanakan ingin membeli satu notebook dari Acer.  Ketika saya hendak membeli notebook ada hal-hal yang selalu saya pertimbangkan terlebih dahulu.

Yang pertama, spec(spesifikasi)nya. Awalnya, saya cuek-cuek aja soal spec ini, malah cenderung gak tau sama sekali. Punya notebook, ya, tinggal pake aja. Ujung-ujungnya kalau lemot, saya pasrahkan ke suami. :D
Berikut ini spec dari produk Acer Aspire E1 keluaran terbaru sebagai pertimbangan saya dalam memilih notebook.

Acer Aspire E1-432
Ketika mulai membutuhkan notebook yang mampu mendukung gaming berdefinisi tinggi, atau pekerjaan grafis dengan resolusi gambar yang tajam dan detail, mulus tanpa patah-patah, ketika itu pula Anda membutuhkan sebuah notebook dengan spesifikasi tinggi.

Kebanyakan konsumen menjatuhkan pilihannya pada notebook gaming — notebook khusus game.Tapi sayang, karena spesifikasinya tinggi, desain elegan dan kokoh, notebook berlabel 'Gaming'rata-rata dibanderol dengan harga selangit.Tak semua konsumen mampu menjangkaunya.

Padahal, sejatinya Anda tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk membayar semua kelebihan itu. Grafis yang jernih dan tajam, kinerja notebook mulus, kualitas audio yang bening dan wide, desain elegan, dan material form factor yangkokoh juga tahan banting, semuanya bisa didapatkan dengan harga yang terjangkau mulai dari 749 dolar AS.

"Buat apa membayar mahal sampai belasanjuta.Dengan Xenom, Anda bisa mendapatkan semua pengalaman gaming yang nyaris sempurna dengan harga lebih terjangkau, mulai dari Rp 8 jutaan," kata Rolly Edward, General Manager Xenom Indonesia dalam keterangan tertulisnya.

Soal kemampuan dan spesifikasi, usertidak perlu khawatir.Karena sederet notebook Xenom bisa disejajarkan dengan notebook-notebook gaming merek global yang ternama."Kami berani diadu, dan biarkan konsumen yang menilai.Dengan spesifikasi yang kurang lebih sama, selisih harganya bisa jauh berbeda. Konsumen bisa menghemat sampai jutaan rupiah.Selamat datang di era notebook gaming murah," ujar Rolly.

Menariknya lagi, selain harga terjangkau, Xenom dan seluruh notebook-nya bisa di-custom(customize)oleh user, mulai dari processor, VGA, memory,hard disk serta SSD."Xenomadalah notebook gaming brand lokal pertama yang dapat di-custom.Ini waktunya Indonesia unjuk gigi, membuktikan kepada dunia bahwa kita juga dapat meng-customnotebook gaming milik kita," tegasnya.

5 "Jagoan" Xenom

Di awal kemunculannya, Xenom langsung menggebrak dengan lima tipe notebook berdasarkan segmen pengguna bedasarkan karakter — PEGASUS, SIREN, SHIVA, PHOENIX,dan HERCULES.Tiap-tiap karakter menawarkan dimensi dan performa yang berbeda sesuai dengan kelebihan dari masing-masing karakter.

Tiap-tiap notebook Xenom berbekalprosesor Intel Core i Series generasi keempat, dan kartu grafis generasi ketujuh yang paling anyar dari Nvidia. Dan, Xenom lagi-lagi mengukuhkan diri sebagai vendor notebook gaming pertama yang menyuguhkan pilihan layar mulai 13 inci sampai 17 inci di Indonesia.

Ini dia kelima notebook Xenom yang siap meramaikan bursa notebook gaming di Tanah Air:
- See more at: http://blog.kanghari.com/2013/09/notebook-dengan-spesifikasi-tinggi.html#sthash.yk2gKrU7.dpuf
Ketika mulai membutuhkan notebook yang mampu mendukung gaming berdefinisi tinggi, atau pekerjaan grafis dengan resolusi gambar yang tajam dan detail, mulus tanpa patah-patah, ketika itu pula Anda membutuhkan sebuah notebook dengan spesifikasi tinggi.

Kebanyakan konsumen menjatuhkan pilihannya pada notebook gaming — notebook khusus game.Tapi sayang, karena spesifikasinya tinggi, desain elegan dan kokoh, notebook berlabel 'Gaming'rata-rata dibanderol dengan harga selangit.Tak semua konsumen mampu menjangkaunya.

Padahal, sejatinya Anda tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk membayar semua kelebihan itu. Grafis yang jernih dan tajam, kinerja notebook mulus, kualitas audio yang bening dan wide, desain elegan, dan material form factor yangkokoh juga tahan banting, semuanya bisa didapatkan dengan harga yang terjangkau mulai dari 749 dolar AS.

"Buat apa membayar mahal sampai belasanjuta.Dengan Xenom, Anda bisa mendapatkan semua pengalaman gaming yang nyaris sempurna dengan harga lebih terjangkau, mulai dari Rp 8 jutaan," kata Rolly Edward, General Manager Xenom Indonesia dalam keterangan tertulisnya.

Soal kemampuan dan spesifikasi, usertidak perlu khawatir.Karena sederet notebook Xenom bisa disejajarkan dengan notebook-notebook gaming merek global yang ternama."Kami berani diadu, dan biarkan konsumen yang menilai.Dengan spesifikasi yang kurang lebih sama, selisih harganya bisa jauh berbeda. Konsumen bisa menghemat sampai jutaan rupiah.Selamat datang di era notebook gaming murah," ujar Rolly.

Menariknya lagi, selain harga terjangkau, Xenom dan seluruh notebook-nya bisa di-custom(customize)oleh user, mulai dari processor, VGA, memory,hard disk serta SSD."Xenomadalah notebook gaming brand lokal pertama yang dapat di-custom.Ini waktunya Indonesia unjuk gigi, membuktikan kepada dunia bahwa kita juga dapat meng-customnotebook gaming milik kita," tegasnya.

5 "Jagoan" Xenom

Di awal kemunculannya, Xenom langsung menggebrak dengan lima tipe notebook berdasarkan segmen pengguna bedasarkan karakter — PEGASUS, SIREN, SHIVA, PHOENIX,dan HERCULES.Tiap-tiap karakter menawarkan dimensi dan performa yang berbeda sesuai dengan kelebihan dari masing-masing karakter.

Tiap-tiap notebook Xenom berbekalprosesor Intel Core i Series generasi keempat, dan kartu grafis generasi ketujuh yang paling anyar dari Nvidia. Dan, Xenom lagi-lagi mengukuhkan diri sebagai vendor notebook gaming pertama yang menyuguhkan pilihan layar mulai 13 inci sampai 17 inci di Indonesia.

Ini dia kelima notebook Xenom yang siap meramaikan bursa notebook gaming di Tanah Air:
- See more at: http://blog.kanghari.com/2013/09/notebook-dengan-spesifikasi-tinggi.html#sthash.yk2gKrU7.dpuf
Ketika mulai membutuhkan notebook yang mampu mendukung gaming berdefinisi tinggi, atau pekerjaan grafis dengan resolusi gambar yang tajam dan detail, mulus tanpa patah-patah, ketika itu pula Anda membutuhkan sebuah notebook dengan spesifikasi tinggi.

Kebanyakan konsumen menjatuhkan pilihannya pada notebook gaming — notebook khusus game.Tapi sayang, karena spesifikasinya tinggi, desain elegan dan kokoh, notebook berlabel 'Gaming'rata-rata dibanderol dengan harga selangit.Tak semua konsumen mampu menjangkaunya.

Padahal, sejatinya Anda tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk membayar semua kelebihan itu. Grafis yang jernih dan tajam, kinerja notebook mulus, kualitas audio yang bening dan wide, desain elegan, dan material form factor yangkokoh juga tahan banting, semuanya bisa didapatkan dengan harga yang terjangkau mulai dari 749 dolar AS.

"Buat apa membayar mahal sampai belasanjuta.Dengan Xenom, Anda bisa mendapatkan semua pengalaman gaming yang nyaris sempurna dengan harga lebih terjangkau, mulai dari Rp 8 jutaan," kata Rolly Edward, General Manager Xenom Indonesia dalam keterangan tertulisnya.

Soal kemampuan dan spesifikasi, usertidak perlu khawatir.Karena sederet notebook Xenom bisa disejajarkan dengan notebook-notebook gaming merek global yang ternama."Kami berani diadu, dan biarkan konsumen yang menilai.Dengan spesifikasi yang kurang lebih sama, selisih harganya bisa jauh berbeda. Konsumen bisa menghemat sampai jutaan rupiah.Selamat datang di era notebook gaming murah," ujar Rolly.

Menariknya lagi, selain harga terjangkau, Xenom dan seluruh notebook-nya bisa di-custom(customize)oleh user, mulai dari processor, VGA, memory,hard disk serta SSD."Xenomadalah notebook gaming brand lokal pertama yang dapat di-custom.Ini waktunya Indonesia unjuk gigi, membuktikan kepada dunia bahwa kita juga dapat meng-customnotebook gaming milik kita," tegasnya.

5 "Jagoan" Xenom

Di awal kemunculannya, Xenom langsung menggebrak dengan lima tipe notebook berdasarkan segmen pengguna bedasarkan karakter — PEGASUS, SIREN, SHIVA, PHOENIX,dan HERCULES.Tiap-tiap karakter menawarkan dimensi dan performa yang berbeda sesuai dengan kelebihan dari masing-masing karakter.

Tiap-tiap notebook Xenom berbekalprosesor Intel Core i Series generasi keempat, dan kartu grafis generasi ketujuh yang paling anyar dari Nvidia. Dan, Xenom lagi-lagi mengukuhkan diri sebagai vendor notebook gaming pertama yang menyuguhkan pilihan layar mulai 13 inci sampai 17 inci di Indonesia.

Ini dia kelima notebook Xenom yang siap meramaikan bursa notebook gaming di Tanah Air:
- See more at: http://blog.kanghari.com/2013/09/notebook-dengan-spesifikasi-tinggi.html#sthash.yk2gKrU7.dpuf
Notebook slim ini didukung performa Intel® Processor di dalamnya, yaitu Intel® Dual Core Celeron® Processor 2955U.
Apa sih Celeron?
Celeron adalah merek dagang dari salah satu processor keluaran Intel. Celeron ini jumlah cache memorynya lebih kecil, voltasenya juga lbh rendah, walaupun kinerjanya bisa dibilang lebih lamban jika dibandingkan dengan intel Pentium. Namun jika dibandingkan harganya lebih ekonomis. Atau dengan kata lain Celeron itu adalah versi terjangkau dari seri Pentium dan Core Series.
Kelebihan Celeron?
Kelebihan Prosesor Intel® Celeron® itu lebih murah, lebih dingin atau tidak cepat panas, dan lebih hemat listrik.
Teknologi Hyper Threading. Dengan adanya teknologi Hyper Threading ini, secara fisik prosessornya hanya ada satu, tapi Sistem Operasi bisa mendeteksi 2 atau lebih prosessor. Sehingga masing-masing prosessor yang terdeteksi, memungkinkan untuk melakukan pekerjaan yang berbeda dalam waktu yang bersamaan.  Misalnya, kamu sedang bermain game diwaktu yang bersamaan kamu juga ingin mengobrol dengan teman atau keluarga lewat Skype. Tak perlu kuatir, Bisa kok. :)
Atau buat kamu yang pekerjaannya editing video atau desain grafis. Acer Aspire E1-432 asyik buat menyelesaikan pekerjaan kamu.
Memori standar 2 GB bisa diupgrade hingga 8 GB.

Acer Aspire E1-422
Menggunakan processor AMD APU A6-5200 (Kabini) generasi terbaru. Kalau yang ini spec-nya satu tingkat di atas Celeron. Dengan performa tinggi (quad-core) tanpa mengorbankan segi efisiensi daya (baterai), dengan GPU (Graphics Processing Unit) alias Graphics On-board Radeon HD 8400. Kemampuan grafisnya diklaim sama dengan Intel GMA pada chipset G45.

Untuk kamu yg suka mengerjakan word processing, spreadsheets dan lain-lain, sering mendengarkan music, dan menonton film : pilih dual core atau i3.
  Core i3 ini menggunakan manufaktur hybrid, inti processor dengan 32nm, sedangkan memory controller/graphics menggunakan 45nm. Core i3 = Pada core i3 memiliki 2 Core, Hyperthreading ( 4 Way ). Dijamin notebook kamu nggak bakalan lemot.

Oke, semoga bisa jadi bahan pertimbangan. Kamu pilih yang mana? pilihlah sesuai kebutuhan dan buget yang ada. ;)

***

“Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.

4 Nov 2013

27 Maret


credit
Mataku masih tertuju pada cowok di dekat jendela. Entah kenapa gak bisa lepas dari sihir tubuh kurus dan tinggi itu. 
 Apa yang sedang dia cari?
Aku mengintip dari balik novel yang pura-pura kubaca, takut ketahuan. Kulirik kiri kanan, hanya satu orang selain aku dan cowok itu,sedang duduk khusyuk membolak-balik halaman buku.
Kulirik juga jam tanganku.
 Sudah jam 3 sore. Kenapa Feri belum datang juga? Katanya mau janjian.
Kuambil ponsel dari saku kemeja. Dengan cepat kukirim pesan singkat untuk Feri, teman kerjaku.

"Hei bray, inget... ini tgl brp?" | "27 maret, knp lo,lupa tgl?" | "Astaga...lo di mana? inget hari ini mo ngapain?" | "Auk dah, lo ganggu gue aja. Lagi enak-enak tidur." | "Hei, gue udah di Sekar Wangi dari tadi tauk! buru ke sini!"|
 Lalu kusimpan lagi ponselku ke dalam saku.

Sedetik kemudian kucari lagi cowok tadi, jangan sampai kehilangan jejaknya. Dengan cepat kutemukan sosoknya. Cowok itu, mirip sekali dengan teman semasa SMA yang pernah kusukai.

Eh, mau kemana dia?  Mataku terus mengikuti gerakannya
Oooh, rupanya bertanya pada penjaga toko.

Jantungku yang sedari tadi berdebar-debar, kini semakin berdegup kencang tak karuan, karena ada sebuah harapan akan bertemu dengan si dia setelah 5 tahun terpisah. Ya, di toko buku ini, yang luas namun tenang, akan jadi sejarah.

 Apakah itu dia? Kalau bukan, bagaimana?
Aku mengumpulkan keberanianku untuk segera menemuinya. Kubalikkan tubuhku menghadap dinding, kusandarkan punggungku di rak buku. Kutarik nafas dalam, sekali lagi.

Baiklah. Inilah saatnya. Aku yakin itu dia. Mirip sekali. Kalaupun ada beda mungkin karena sudah lama tak bertemu, wajar kalau ada sedikit yang berubah di wajahnya.

Begitu jantungku sudah agak tenang, kubalikkan badan dan berjalan mantab menuju ke arahnya.

beep...beep

Ponselku bergetar. Ada panggilan masuk. Oh, Feri si lelet itu.

"Hey, udah di mana lo?" jawabku dengan suara pelan dan mengambil tempat agak tersembunyi.

"Gue lagi di parkiran, Jes. Lo masih di toko buku itu, kan?"

"Iya, cepetan lo kesini."

Kututup ponselku lalu hendak kembali berjalan menemui cowok yang selama sejam ini aku amati diam-diam.

Baru berjalan lima langkah terdengar suara orang marah-marah. Ku datangi sumber suara yang ternyata itu di dekat kasir. Mataku melotot karena ada cowok itu di sana. Kami sempat beradu pandang. Sebentar. Aku terus berjalan melewati kasir. Penjaga toko masih saja berkata dengan suara mengancam kepada cowok itu.

"Mas harus membayar buku-buku ini, kalau tidak maka Mas akan kami laporkan kepada Polisi!"
.....

389 kata
Flash Fiction ini dibuat untuk MFF

3 Nov 2013

Seorang Bocah dan Mak Nininya



Ketika tengah asyik ngobrol sama Mamah Dzaky, ibunya teman anak saya, datanglah seorang wanita tua. Jalannya sudah sangat pelan dan tangannya pun gemetetan. Selangkah demi selangkah. Begitu lama. Dari gerbang sekolah sampai ke depan pintu ruang kelas TK (Taman Kanak-Kanak) itu sekitar 5 menit. Padahal jaraknya cuma 4 meter.

Tidak adakah yang membantu? Ada atuh. Ibunya temen anak saya, Mamah Azzam, yang menuntun tangannya. Mereka berdua mengobrol sesuatu yang saya nggak ngerti apa yang mereka obrolkan. Karena tempat saya duduk agak jauh dari situ. Wanita tua itu bicara sesuatu pada Mamah Azzam sambil menunjuk-nunjuk ruang kelas TK.

"Ada...ada. Ada...ada." Berkali-kali ibunya Azzam mengatakan kepada wanita tua itu.

Terlihat wanita tua itu kurang puas akan jawaban tadi. Iapun berniat masuk ke dalam kelas. Namun sebelum ia melepas alas kakinya, anak-anak TK mulai berhamuran ke luar kelas.

"Naon kadieu wae? Lieur abina oge!" seorang bocah berkata kepada wanita tua tadi.
(Napain kesini mulu? Pusing akunya juga!)

Sontak para ibu yang duduk tak jauh dari situ menahan tawa.

Setelah tanya-tanya, ternyata wanita tua tadi adalah mak nini (nenek)-nya bocah laki-laki murid TK ini. Setiap hari ia bolak-balik sampai 2 atau 3 kali berjalan dari rumahnya yang nggak dekat dari sekolah, dengan kondisi buyuten, karena ingin memastikan cucunya ada di sekolah.
Ah, Seorang enin yang sangat sayang sama cucunya.

Tak berapa lama setelah wanita tadi meninggalkan sekolah, mamahnya Azzam menyolek pundak saya.
"Ngges pikun."
........


Sebenernya apa sih yang ingin saya bahas? (<-- lah="" malah="" nanya="" p="">Awalnya saya cuma mau menulis kelucuan bocah tadi ketika ngomong sama Nin-nya, begitu polos ,apa adanya. Dengan logat Sunda yang kental.
Namun, saya juga pengen menggaris bawahi (abaikan bahwa wanita itu sudah pikun) seorang nenek sangat sayang kepada cucunya. Tak ingin cucunya kenapa-napa. Saya sedih dan terharu, karena saya sudah nggak punya nenek. Nenek yang sayang sama saya. Nenek saya sudah meninggal.
Namun lagi, saya tidak hendak menggurui kawan-kawan tentang bagaimana bersikap kepada orang tua, karna sayapun bisa berbuat salah sama orang-orang tua yang sudah pikun.
Yang perlu dicatat adalah kita akan menjadi tua juga.