16 Jan 2013

Omelet Telur Kesukaan Dhia


Bahan  :

2 butir telur ayam
1 batang bawang daun (iris-iris)
1 buah wortel ukuran sedang (iris dadu kecil-kecil sekali)
2 genggam brokoli hijau yang sudah dicacah keci-kecil
2 sendok jagung manis segar yang sudah dipripil
Sedikit minyak untuk menggoreng, atau 1 sendok makan margarine.

Bumbu : hanya sedikit garam, sedikit gula, dan sedikit merica.

Cara membuat : 

kocok semua bahan menjadi satu, tambahkan garam, gula dan merica (dikira-kira aja ya -pake filling- J ). Goreng dengan api sangat kecil sampai matang.

Udah deh, siap di sajikan..

*Untuk satu porsi makannya Dhia.

11 Jan 2013

Latihan Pertama Untuk Menguatkan Ingatan dan Konsentrasi

Begitu membaca judul di atas, apa yang teman2 pikirkan?? Kalau saya, ingat dengan Kepo Kuis yang tayang di Trans 7. Salah satu bagiannya ada yang mengetes kemampuan mendengar dan menirukan.

Nah, ternyata ada beberapa tes yang bisa kita lakukan lho untuk meningkatkan daya ingat. Cukup simple menurut saya, untuk latihan yang pertama ini kita diminta untuk membaca teks secara detail dan memahami nya selama 2 menit. Disini tidak dituntut untuk menghafal. Nah, setelah itu kita tinggal berkonsentrasi agar bisa menemukan kata2 yang kurang dalam teks tersebut.



Hemmm, sudah siap?!

Oke, bersiaplah, perhatikan waktunya ya hanya 2 menit saja. Berikut ini teks ketika saya mengikuti tes daya ingat :

Sebuah kereta api berangkat pukul empat lebih lima puluh menit menuju Nice/ Ada tiga laki-laki yang menemanimu di stasiun kereta/ Untuk mengenalinya, salah satu diantara mereka membawa surat kabar dengan tangan kirinya/ Sedang yang kedua meletakkan sebuah sapu tangan sutra berwarna merah di dekat lehernya/ Orang ketiga mengenakan topi dari bulu binatang/

Salah satu diantara mereka maju dan kamu mengucapkan kalimat ini/ "Bagaimana kondisi pasar?"/ Salah seorang diantara mereka menjawab pertanyaanmu, "Pasar sedang lesu"' maka kau membalas, "Hari-hari yang cerah akan tiba"/ Saat itulah meereka memberimu tas hitam dari kulit yang akan kau bawa pergi ke Paris di pagi hari kedua dengan kereta pertama/


Ketika kamu tiba di Paris, mobil taksi bertolak ke jalan Concorde/ Kemudian, kereta api bawah tanah berangkat hingga tiba di halaman 'bintang'/ Kamu pun pergi dengan berjalan kaki sampai di bar Faghram/ Kamu masuk ke tempat dimana teman-temanmu tengah minum/ Maka kamu duduk di kursi yang ada di bagian ujung ruangan/


Tak lama kemudian, seorang laki-laki datang dan duduk menghadap meja di sampingmu/ Di tangannya tergenggam sebuah tas yang mirip dengan tasmu dan dia meletakkannya dalam jangkauan tanganmu/


Lima menit sesudah kedatangannya, kamu meninggalkan tempat minum tersebut dengan membawa tasnya dan meninggalkan tasmu/


Kamu tidak memperoleh satu petunjuk pun yang menunjukkan bahwa kalian saling mengenal satu sama lain/ Di dalam tas yang ditinggalkan untukmu, kamu menemukan uang yang jumlahnya mencapai 500 dolar yang setara dengan gajimu dan sebuah amplop yang berisi dua film (mikrofilm)/ Kamu harus menyerahkannya kepada petugas kami di jalan Lyle.



Kalau sudah, cobalah untuk menyempurnakan kalimat tanpa melihat teks di atas.


Sebuah kereta api berangkat pukul .... menuju Nice/

Ada .... yang menemanimu di stasiun kereta/


Untuk mengenalinya, salah satu diantara mereka membawa .... dengan ..../


Sedang yang kedua meletakkan .... merah di ..../


Orang ketiga mengenakan .... dari ..../



Salah satu diantara mereka maju dan kamu mengucapkan kalimat ini/ ".... ?"/ 


Salah seorang diantara mereka menjawab pertanyaanmu, "...."' maka kau membalas, "...."/ 


Saat itulah meereka memberimu .... yang akan kau bawa pergi ke .... di pagi hari kedua dengan ..../


Ketika kamu tiba di ...., mobil taksi bertolak ke jalan ..../ 


Kemudian, kereta api bawah tanah berangkat hingga ..../ 


Kamu pun pergi dengan berjalan kaki sampai..../ Kamu masuk ke tempat dimana teman-temanmu tengah minum/ 


Maka kamu duduk di kursi yang ada di ..../


Tak lama kemudian, seorang laki-laki datang dan duduk menghadap meja di ..../ 


Di tangannya tergenggam .... dan dia meletakkannya..../


.... sesudah kedatangannya, kamu meninggalkan tempat minum tersebut dengan .... dan meninggalkan ..../


Kamu .... satu petunjuk pun yang menunjukkan bahwa kalian ..../ 


Di dalam tas yang ditinggalkan untukmu, kamu menemukan uang .... yang setara dengan gajimu dan sebuah amplop yang ..../ 


Kamu harus menyerahkannya kepada ....



Untuk mengetahui tingkatan daya ingat dan kemampuan konsentrasi, caranya, dari setiap titik-titik yang diisi dengan benar bernilai satu poin. Sedangkan yang salah tidak mengurangi. Kumpulkan seluruh poin, jika benar semua jumlahnya ada 30 poin. Nilai ini lah yang di jadikan standarnya.

Selamat mencoba, :)


5 Jan 2013

Kasih Sayang Kepada Sesama








Malam ini, saya seperti biasa membacakan cerita sebelum 'pasukan' ( baca : anak-anak ) tidur. Kali ini saya menceritakan kisah Sahabat Rasulullah yaitu Umar bin Khatab. Cerita ringkasnya seperti ini (sebenarnya di dalam buku ceritanya agak sedikit panjang.



Suatu hari Umar bin Khathab berjalan-jalan di seputar Madinah. Saat itu ia melihat seorang anak kecil sedang memainkan seekor burung pipit. Timbullah rasa iba dalam hati Umar. Ia pun segera membujuk si anak untuk menjual burung pipit mainannya. Anak itu setuju. Segera setelah bertransaksi, Umar melepaskan burung itu ke udara.

Setelah beliau wafat, sebagian sahabat mimpi berjumpa dengan Umar.

Mereka bertanya, "Bagaimana Allah memperlakukan Anda?"

Umar menjawab, "Allah mengampuni dan memuliakan."

Para sahabat bertanya kembali, "Apakah sebabnya? Apa karena kedermawananmu, keadilanmu, atau karena kezuhudanmu?".

"Ketika manusia menguburkanku dan mereka pulang, tinggallah aku sendirian di dalam kubur. Maka datanglah dua malaikat. Akalku hilang dan aku pun gemetar ketakutan. Mereka mendudukkanku untuk menanyaiku. Saat itulah terdengar suara tanpa rupa: 'Wahai Malaikat, tinggalkanlah hamba-Ku ini! Tidak usah kalian tanya atau kalian takut-takuti dia, sebab Aku menyayanginya dan akan Aku bebaskan siksaan daripadanya. Karena dia adalah seorang yang mengasihi seekor burung pipit waktu di dunia. Maka di akhirat Aku menyayangi-Nya," demikian keterangan Umar.


Naaah...., kalau anak-anak ummi mau disayang ALLAH, kalian juga harus sayang kepada makhluk ciptaan-Nya. Mau itu orang seperti kita, binatang, atau tumbuhan.. semua harus disayang. Mbak Dhia harus sayang dede Akram, dan begitu juga sebaliknya. Ya?

Hikmah yang bisa diambil untuk orang tua > "Tidaklah seseorang memiliki kasih sayang kepada sesama, kecuali Allah SWT akan menghiasinya dengan kemuliaan. Dan tidaklah seseorang berlaku jahat kepada sesamanya, kecuali Allah akan mencabut rasa kasih sayang dari dirinya dan mencampakkannya ke tempat yang hina."


4 Jan 2013

CINTA

Saya teringat ketika dulu sebelum menikah pernah menulis di buku harian.... sebuah do'a... atau sebuah renungan...
Kemudian langsung saya cari-cari buku harian itu, semoga masih ada di kardus-kardus berdebu yang sudah di simpan di gudang.
Daaan..... Alhamdulillah ketemu catatan itu.





Tuhan...

Saat aku menyukai seorang teman
Ingatkan aku bahwa ada sebuah akhir
Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir

Tuhan...

Ketika aku merindukan seorang kekasih
Rindukanlah aku kepada yang rindu Cinta Sejati Mu
Agar kerinduanku terhadap Mu semakin menjadi

Tuhan...

Jika aku hendak mencintai seserang
Temukanlah aku dengan orang yang mencintai Mu
Agar bertambah kuat cintaku pada Mu

Tuhan...

Ketika aku sedang jatuh cinta
Jagalah cinta itu
Agar tidak melebihi cintaku pada Mu

Tuhan...

Ketika aku berucap "aku cinta pada mu"
Biarlah kukatakan kepada yang hatinya tertaut pada Mu
Agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena Mu
Sebagaimana orang bijak berucap...
Mencintai seseorang bukanlah apa-apa
Dicintai seseorang adalah sesuatu
Dicintai leh orang yang Kau cintai sangatlah berarti
Tapi... dicintai oleh Sang Pencinta adalah segalanya





3 Jan 2013

Go Home



Kamis, 27 September 2012. pk. 18.00 WIB


Bersiap berangkat dari rumah. Kami hendak berlibur ke rumah Embah (tempat lahir saya) di daerah Jawa Tengah. Padahal pemberangkatan Kereta Api (KA) masih lama, yaitu jam setengah sepuluh malam. Sengaja berangkat lebih awal karena kami tak mau ketinggalan KA lagi. Aaah, sudah lama saya tak mengunjungi orang tua dan sanak saudara di kampung. :')


Dhia (3 tahun) sangat bersemangat mau naik KA. Adiknya, Akram (4 bulan) tak mau ketinggalan...seolah ngerti kalau kita mau berangkat, kalau di turunkan dari gendongan langsung deh berceloteh.


Perjalanan menggunakan KA lancar saja, lebih nyaman daripada menggunakan bus atau travel, Dhia tertidur pulas sampai stasiun tujuan. Akram pun sama sekali tak rewel. :)



Jum'at, 28 September 2012. pk. 05.30 WIB


KA yang kami tumpangi telah sampai di stasiun tujuan, Kutoarjo. Udara yang hangat (tidak dingin seperti di Bandung), matahari yang bersinar terang, dan suasana stasiun yang khas. Banyak yang menawarkan ojek dan becak, penjaja makanan, dsb. Tapi ada yang menarik , sistem keamanan di stasiun sudah lebih bagus ketimbang yang dulu.


pk. 06.30 WIB


Tiba di rumah Embah.
Mendengar dentang suara bel becak, Embah Putri berhambur keluar menyambut kami, anak dan cucu2 nya. Peluk dan cium langsung mendarat di pipi ku dan pipi kedua anakku. Bersyukur sampai dengan selamat.



Minggu, 30 September 2012 sampai Jum'at, 18 Oktober 2012


Menikmati kegiatan di desa yang bebas dari kebisingan kota. ;)





Di desa, rumah masih jarang dan jarak antar rumahpun agak jauh. Ini kami sedang duduk santai sambil ngobrol ngalor-ngidul...






Salah satu yang saya kangenin adalah angin sore dari arah tenggara, membuat nyaman. Mangkanya...tiap sore saya ke sawah untuk menikmati semilir angin yang tak kudapati dimanapun selain di sana.






Dhia bermain sama bebek dan entog :). Halaman rumah yang luas membuat Dhia bebas berlarian, ngejar-ngejar binatang peliharaan Embah kaya' bebek, entog, dan ayam.






Dhia akrab juga sama anak tetangga yang seumuran sama Dhia :)






Panen kacang hijau di sawah Embah.




Segitu aja dulu dweeeh, bersambung ke "Yogjakarta..I'm coming!"

:)

2 Jan 2013

Berapa Ayah Mampu Menggaji Ibu?


Suatu ketika di ruang kerja...
Seorang istri menghampiri suaminya yang sedang membaca koran.
Dia membawakan secangkir teh, kemudian diletakkannya di atas meja.

Mulailah percakapan diantara mereka.
"Yah...."
"hemmm.."
"Ayah berani menggaji berapa untuk pekerjaan yang Ibu lakukan setiap bulan?"
Suaminya diam, ia hanya melirik sembari mengangkat kedua alisnya.

Merasa di cuekin, sang Istri mendekatkan duduknya agar lebih mendapat perhatian.
" Emm, kalau gaji seorang Chef tuh berapa ya Yah?"
" Lumayan, mungkiiin sekitar sembilan jutaan" jawab suami tanpa menoleh. Serius dengan korannya.
" OOO, banyak ya Yah... Ibu, tiap hari memasak makanan yang tiada tandingannya untuk Ayah, berarti sembilan juta tuh sebulan. :)

" Kalau gaji seorang manager keuangan kira-kira berapa ya?"
" Lima jutaan "
Ibu adalah manager handal di keluarga kita. :)
Di tambah lima juta.

" Kalau gaji dokter dan perawat yah?"
" Wah, besar tuh!"
"Kalau ayah dan anak-anak sakit, ibu selalu merawat kalian sampai sembuh"

Kemudian, si istri meneruskan pertanyaan-pertanyaan lain, tanpa menunggu suaminya yang sedang membaca koran itu menjawab.
"Lalu, untuk gaji guru dan pengasuh yang mendidik dan membimbing anak-anak...
Untuk desain interior yang menata rumah...
Untuk biaya londri yang tiap hari mencuci dan menyetrika ...
Untuk konsultan yang siap kapanpun kliennya mau berkonsultasi...
Daaan, yang lain-lain masih banyak lagi lho Yaaah..."

" Kalau di hitung-hitung, berapa tuh Ayah harus menggaji Ibu setiap bulannya?"

Sang Suami yang dari tadi terlihat cuek dan sibuk membaca koran, ternyata mendengarkan perkataan istrinya dengan seksama. Sang Suami melipat korannya dan meletakkan di meja.
Ia menatap mata istrinya lekat-lekat, menyelami apa yang ada di dalamnya.
Kemudian digenggamnya kedua tangan istrinya.

"Istriku... begitu banyak pekerjaanmu, sehingga seorang lelaki superpun tak ada yang sanggup mengerjakannya.
Untuk semua makanan yang kau masak, bayarannya Syurga.
Untuk pengaturan keuangan keluarga, Syurga.
Untuk pakaian yang kau cuci, Syurga.
Untuk rumah yang kau tata rapi, Syurga.
Untuk anak-anak yang telah kau bimbing dan kau jaga, Syurga.
Untuk kesabaranmu merawat kami dikala sakit, Syurga.
Dan untuk keikhlasanmu mendengarkan keluh kesahku, Syurga.
Semua yang kau lakukan, Ayah tak dapat membayarnya...
Akan tetapi Tuhan Maha Mengetahui.
Pada akhirnya, semua itu akan kau dapatkan kelak di syurga wahai Bidadari Syurgaku...

Sang istri dengan berlinang air mata kemudian berkata:
" Ayah... Ibu mencintai Ayah"
Lalu keduanya berpelukan...

** Ucapkan terima kasih dan cinta untuk pasangan anda (suami/istri) setiap hari. ;)

1 Jan 2013

Untuk Anakku, Dhia


Senin, 5 November 2012

Hai sayaang, bagaimana kabarmu hari ini?
Semoga kau sehat ya... :)
Ummi kangeeeen banget sama kamu,
padahal ummi stiap hari selalu bersamamu.
Tidur, mandi, makan, bermain, jalan-jalan..
Aaaah, banyak waktu yang kita habiskan bersama setiap hari.
Namun, entah mengapa malam ini ummi ingiin sekali menulis ini.
Ummi merasa bahwa kebersamaan kita selama ini hanya sebentar.
Sepertinya baru bulan lalu ummi ngelahirin kamu,
hari ini... kau sudah 3 tahun lebih.
Sudah banyak ngomong, pinter bercerita.. sepertinya baru kemarin kau mengoceh.
Suka lari-lari dan memanjat, sepertinya baru kemarin kau belajar jalan.
Suka menyanyi dan berjoged, sepertinya baru kemarin kau memintaku menyanyikan lagu untukmu.
Dhia sayang,
Apakah kau sayang ummi mu ini, seperti ummi sayang kepadamu?

Dhia... ummi ingin menghabiskan masa balita mu dengan sepenuhnya untukmu
dan tentu saja dengan adekmu.
Walaupun ummi sedikit terlambat menyadarinya...

Lima tahun pertama mu adalah segalanya bagi mu dan bagi ummi.
Yang tak bisa tergantikan dan tak bisa di ulang kembali tuk di perbaiki.
Mulai hari ini ummi janji
Akan mendahulukan kepentingan mu dan dedemu.

Dhia...
Maafkan ummi, ketika kau minta di temani main... ummi asyik dengan hape dan laptop, sehingga kau bilang...
"simpan dulu hape nya ummi...ayo main masak-masakan sama Dhia"
Ummi pun menjawab: "Sebentar Dhia...sebentaaar...ummi mau bales sms dulu niiich"
Kau langsung menurut.
Ketika kau mau makan...kau juga bilang,
"Matiin dulu laptop nya ummi...Dhia mau di suapin"
karna ummi hanya mengambilkan nasi dan lauknya, lalu kembali ke laptop dan bilang:
"Dhia, makan sendiri ya..ummi mau kerja dulu ya..."
Dan kaupun menurut.
:'(
Ketika kau mau jalan-jalan pagi, kau bilang: "ummi, yuk jalan-jalan kesana (sambil menunjuk jalan sekitar rumah)"
Ummi pun bilang : "Nanti sayang ya, ummi mau beres-beres rumah dulu..."
Dan lagi-lagi kau pun menurut, seraya menganggukkan kepala.
Dan maaaasih banyak lagi alasan-alasan lain yang ummi katakan.

Dhia mau kan maafin ummi..... :'((
Anakku...kau adalah segalanya bagi ummi.
Masa depanmu ada di tanganmu sendiri,
Namun, dari sinilah pondasimu.
Dari ummimu...
dari apa yang ummi torehkan di kertas putih yang bertuliskan namamu.
dari apa yang ummi contohkan kepada bayi mungil bernama Dhia, nama mu.
Dan dari keluargamu... Abi dan dede'

Dhia sayang....
Namamu yang berarti cahaya,
Benar-benar telah memberikan cahaya kepada keluarga ini.
Kau tidak hanya cantik, kau juga pintar dan cerdas.
Kau sungguh anak yang baik dan penurut.
Jadilah anak yang sholehah ya naaak...
Agar kau disayang Allah
Agar do'amu sampai kepada ummi dan abi,
ketika orang tua mu ini sudah meninggal.
Jadilah anak yang berbakti kepada agama, bangsa dan negara.
Sayangilah saudaramu seperti kau menyayangi dirimu sendiri.
Cintailah Allah dan Rasul-Nya melebihi cintamu pada dirimu sendiri.
Dan jadilah orang yang bermanfaat untuk banyak orang kelak kau dewasa ya Dhia ya...

Sayangku Dhia...
Untaian kata ini tak kan mampu mengukur rasa sayang ummi kepadamu.
Takkan mampu mengukur bersyukurnya ummi,
karna telah Allah anugerahkan dirimu untuk ummi.
Allah telah mempercayakan kau kepada ummi dan abi
maka, ummi harus menjaga dan membimbing mu sebaik-baiknya.

Ya Rabb...
Engkau telah memberiku tugas di muka bumi ini.
Maka biarkanlah aku menyelesaikan tugasku itu.
Jangan Kau ambil aku ketika tugasku belum selesai.
Panjangkanlah umurku dan suamiku
agar bisa melihat anak cucu kami sukses,
Sukses di dunia dan di akherat.
Jadikan keluarga ini menjadi keluarga yang Engkau ridhai Yaa Allaah..
Mampukan kami menjadi orang tua yang amanah,
Mampukan Ya Rabb...mampukan kami
Aamiin....


Salam Cinta
dari Ummi untuk anakku Dhia
^^