19 February 2017

Abadikan Celoteh Anak

Saat anak berusia di bawah lima tahun adalah masa "repot" mengurus bocah. Masa dimana seorang SAHM (stay at home mom ) seperti saya, terkuras energinya untuk mengomel. Iya , mengomel.  Jangan salah, mengomel bukan lagi pandangan negatif untuk ibu. Jangan takut dibilang cerewet karena ngomelin anak ( dan atau suami ). Dimasa ini orang tua harus banyak bicara agar anaknya juga bisa bicara. Kita juga perlu menanamkan berbagai kecakapan demi perkembangan yang sesuai usianya.

Disaat yang bersamaan, ini adalah masa dimana penuh canda tawa penuuh keceriaan dan kenangan manis. 



Ingat tidak , Ma'am? Disaat kita ngomelin anak kadang mereka membalikkan apa yang kita katakan ke anak? Dan momentnya itu lho pas banget dan selalu "dziiigh!" *satu bogem mendarat di pipi*
Termasuk juga celotehan mereka. Saya sendiri sering terkekeh kalau dua bocah kesayangan sedang ngobrol di ruang sebelah tanpa campur tangan saya. 

Maka dari itu, saya akan mengabadikannya di tulisan ini. Karena biasanya dari kita (ah apa cuma saya aja? ) kalau gak ditulis akan terkikis dengan memori lainnya. Ahiw, Wien susah amat mau bilang pikun. haha

Mumpung saya ingat, berikut ini beberapa celotehan anak yang sering membuat saya ngakak, kadang membuat saya merasa makjlebb.

Akram (4 tahun), Dhia (7 tahun), saya (29 tahun)

Korban Iklan

Akram : "Mi, mau minum susu pakai gelas ini." menyodorkan cangkir plastik yang biasa buat bayi yang ada tutupnya.
Saya    : "Lhoo, kok pakai ini kayak adik bayi aja."
Akram : "Kan, biar kayak di iklan."
***
Akram : "Mi, ini harus digini - gini- gini." memperagakan klik - tarik - tuang.
Saya    : "Waah, kok tahu, Dek?"
Akram : "Kan, ada di iklan."
***
Akram : "Mi..mi..mi.. coba lihat." Akram meminta saya memperhatikan dia. Lalu dia meneruskan kalimatnya begini : "Siapa yang bisa ngomong Jepang? Saya, Pak. Jeppaaang!! Zonk"
Saya & Dhia : tertawa terbahak-bahak
***
Akram : "Suatu hari , Bunda. Ada seekor kelinci...sama lebah. Lebahnya galak. Kelincinya digigit."
Dhia    : "Terus terus kelincinya gimana?"
Akram : "Kelincinya jadi besar. Kayak balon. Tapi banyak bulunya."
Saya yang di ruang sebelah : ngikik
***
Akram : " Hai, aku Chilo."
Dhia    : " Hai, aku Chila."
*)Tahukah Anda ini iklan apa?

Panggung Sandiwara

Sering kejadian begini:
Akram dan Dhia lagi akur banget. So sweet kalau mereka lagi akur. Mereka akan membuat tumpukan bantal. Lalu mereka bergantian tampil di atas panggung (bantal) tadi.
Di saat adiknya naik tampil di atas panggung-panggungan tersebut, si kaka di depannya menonton dengan perhatian penuh. Lalu setelah selesai, si kakak akan bicara beberapa kata seperti mengomentari aksi adiknya di atas panggung tadi. Jika sudah, si kakak bergantian tampil dan si adik menonton.

Ngobrol sama Orang yang Lebih Tua

Suatu hari, Akang main di teman. Sudah lama gak kesana.
Teman Akang : "Akram, main sini. Udah lama nggak main."
Akram : "Ada anak kecil nggak?"
Teman Akang : "Nggak ada. Teteh Salwa-nya kan udah besar."
Akram : "Ah, nggak mau ah kalau nggak ada anak kecil mah."
***
Suatu hari, Akram bertemu dengan teman kantor akang suami.
Teman Kantor : "Hai, Akram!"
Akram : "Halo, Om."
Teman Kantor : "Kita mancing, yuk."
Akram : "Mancing ikan? Dimana? Ayo."
Beberapa saat kemudian...
Akram : "Om, jadi nggak mancingnya?
*Nah lhoh! Nagih dia.

Nasehat

Selama ini berusaha menasehati yang baik-baik. Sependek pengetahuan saya tentang adab dan tatakrama. Makan, minum, masuk rumah, memakai baju pun ada adabnya.

Dhia : "Mi, kok makannya sambil berdiri? Kan nggak boleh?" katanya saat melihat saya makan cemilan sambil berdiri.
Saya : "Oh iya."

Enaknya punya anak yang bisa mengingatkan kalau orang tuanya salah. :')

Yang Sabar...

Akram : "Mi, cepetin masaknya. Sudah lapar nih.
Saya    : "Yang sabar ya, Nak. Ini bentar lagi matang."
Dhia    : "Mi, pinjam hapenya."
Saya    : "Sabar dong, Dhia. Lagi dipakai nih.
..........
Saya : "Akram, cepetan ini makannya dihabisin."
Akram : "Iya, Mi. Sabar."
Saya : "Dhiaaaa, PRnya dikerjakan dulu sayaaang!"
Dhia : "Iya, Mi. Sabar."

*)kena deh!



PS. nanti kalau ingat atau anak-anak berceloteh yang membuat saya ngakak maupun ter-makjleb akan saya tulis lagi.

Kalau manteman, pasti pernah kan mendengar celoteh anak yang bikin terkesan. Sharing dong biar kita tertawa bareng.

Abadikan celoteh anak agar punya ingatan tanpa batas ( kecuali blogspot gak ada lagi ) yang akan tergambar kembali ketika kita menua.

1 comment:

  1. Duh bodor dan harus sabar ya ngajarin anak berceloteh hehe tfs ya Teh^^

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. Tapi mohon maaf, komen dengan link hidup terpaksa saya hapus yaa :)