04 January 2015

Gambar-Gambar Dhia

Dhia sukaaa banget menggambar dan mewarnai. Kalo lagi nggambar, anteng bisa sampe setengah jam. Nggak bisa berjam-jam, karna direcokin ,dirusuhin sama adeknya. :v hahaha

Lagi serius 
Saya selalu bertanya sama Dhia, apa yang ia gambar, dan Dhia selaluuu panjang lebar menceritakan apa yang telah digambarnya. Deng, tapi kadang juga jawabnya singkat hanya beberapa kata. Jadinya, saya harus mancing-mancing agar Dhia bercerita banyak. Tapi, kalo Dhia udah capek menggambar, walaupun ditanya-tanya juga nggak akan jawab.
Yang Dhia lakukan setelah bermenit-menit menggambar,pasti langsung berbaring di tempat tidur. Dan bilang, "Haaaaah, capek." (*pake nada seperti kalo saya habis ngerjain tugas rumah dari pagi sampai sore*) hahaha, ditiru dech sama anak sendiri.

Oiya, yang bikin saya senang melihat-lihat hasil gambarnya adalah setiap Dhia menggambar orang, pasti wajahnya sedang tersenyum. Semoga memang, Dhia selalu senang dan bahagia menjalani kehidupannya.

Pertama kali bisa gambar orang
Trus ..trus.. Dhia juga suka menggambar pelangi. Dari sekian ratus lembar gambar-gambarnya, sering sekali menggambar pelangi. Saya jadi pengen tahu nich, apakah hasil gambar seorang anak mewakili perasaannya. Karena saya pernah lihat di drama korea (* -_- *), anak yang sedang bersedih akan menggambar sesuatu yang menyedihkan pula. :( :(  Contohnya anaknya Ibu Sun di Misaeng.

Pelangi dan senyum

Oiya, pernah denger nggak ?? "Pelajaran" mewarnai di TK atau PAUD itu kurang baik untuk anak usia dini. Katanya, karena mewarnai "membelenggu" imaginasi sang anak.
Kalau menurutku bukan mewarnainya yang membatasi imajinasi anak. Tapi kata-kata kita yang membatasinya. Misalnya, dengan mengatakan : "Lho, kok pohonnya merah, pohon harusnya warnanya coklat untuk batang dan hijau untuk daunnya." atau "Rambut harusnya berwarna hitam, dong." dan semacamnya. Walaupun dikatakan dengan nada yang lembut.
Jadi bagusnya (*mulai dech sok tau*) itu kalau mewarnai hasil gambarnya sendiri.

Saya sering bertanya, kenapa daunnya diwarnain merah. Jawabnya, "Itu, kayak yang di Tinker Bell." Owh, maksudnya sedang musim gugur.

Banyak banget dech gambarnya. Jadi di postingan saya bikin buat menyimpan gambar Dhia yang belum kebuang karena baru kemarin menggambarnya. Kebanyakan, kertas-kertas hvs dan buku tulis yang telah dicorat-coret itu akan terbuang begitu saja. Sayang, saya nggak kepikiran dari dulu untuk memotretnya.

gambar terbaru, masih anget :D
Selalu ada pelangi ^_^



Sebenarnya masih buanyaak lagi yang ada pelanginya, tapi udah kebuang

 Nanti, besok-besok kalau Dhia nggambar kemudian diwarnai, akan saya aplot lagi di postingan ini.

9 comments:

  1. Ka Alinga anakku yg besar jg suka gambar mak. Dulu waktu msh TK banyak gambarnya ku poto n simpen. Skarang malah enggak hihihi.
    BTW ini template hasil utak atik waktu itu yaa..
    Keren ih *pengen belajaar tp suka lieurr duluan*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe, ada masanya sesuatu menyenangkan buat dilakukan (kayak ngumpulin gambar anak sendiri).
      Iya, ini template yang hasil utak-atik waktu itu. Emang lieuuuurr, tapi puas krn hasil nyalira. ;)

      Delete
  2. uwaaa...bagus2 gambarnya mbak,asik banget lihat dhia gambar.khusyuk banget hehehe

    ReplyDelete
  3. Huaah, nice reminder. Dulu kalo adek saya pas TK saya juga hobi protes; kok rambutnya merah? Kok kulitnya ijo?
    Kalo gitu, gak lagi deh. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, iya. bagi orang dewasa mah aneh, Kalo bagi anak2 itu punya cerita sendiri. ;)

      Delete
  4. Dhia umur berapa Mbaaak?? Gambarnya bagus2 banget lhoooo... oiya, krn saya kebetulan guru anak anak usia dini nih, mau komen sedikit ttg pelajaran mewarnai di TK yg katanya membelenggu. Saya setuju dgn pendapat Mbak Uwien, bukan pelajaran mewarnainya yg membelenggu, tp komentar2 rese yg menghalangi anak2 bebas berekspresi. Saya pernah punya anak yg seperti itu, parents nya bilang si anak ini suka meggambar tp sangat benci mewarnai. Tentu saya tandai pesan si parents begitu si anak masuk kelas saya. Ternyata si anak sama sekali tidak benci mewarnai, tetapi dia benci diatur2. Yah mungkin dgn peraturan "rambut musti hitam, pohon musti hijau" tadi ya. Dan selama di kelas saya dia sangat senang jika kami coloring atau painting. Bahkan gak mau diajak stop sebelum gambarnya benar2 selesai diwarnai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Umurnya 5 tahun 6 bulan saat ini.
      Waa bangga padamu, menjadi guru TK/PAUD adalah pengalaman yang sangat berharga.
      Kalau kasusnya seperti itu, memang butuh ketelatenan untuk meyakinkan orang tuanya.

      Delete
  5. Setuju, Mak. Makanya, saya biarkan aja anak-anak mau menggambar dengan warna apa. Gak salah juga kalo anak mewarnai kucing dengan warna pink? ;)

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. Tapi mohon maaf, komen dengan link hidup terpaksa saya hapus yaa :)