Showing posts with label DI Dhia. Show all posts
Showing posts with label DI Dhia. Show all posts

07 January 2015

Membuat Bingkai Foto


Kemarin sore sehabis Ashar, Dhia main di halaman bersama saya dan Akram. Kami main lempar tangkap bola juga lari-larian. Emang nggak kerasa sih kalau mainnya senang. Tau-tau udah setengah enam.

Malamnya Dhia anget, kecapaian mungkin. Atau masuk angin. Dan seperti biasa ketika Dhia panas/deman tidak lantas saya kasih obat. Sebelum tidur saya balur memakai minyak kayu putih sambil dipijat seluruh tubuh. Alhamdulillah Dhia bisa tidur dengan nyenyak. Hanya dua kali bangun minta minum.

Paginya, badan masih anget-anget dikit, tapi udah nggak pusing kata Dhia. Karena itu, kegiatan hari ini yang ringan-ringan aja. setelah makan, Dhia mau bikin bingkai foto dari kertas. Ia meminta saya menyiapkan bahan dan alat-alatnya.

Ini dia bahan-bahannya:

kertas warna, kertas foto/karton (pokoknya kertas yang keras)

lem, gunting, kain flanel
Saya jelasin gimana caranya.

1. Merekatkan kertas warna di atas kertas foto/ kertas karton.
2. Gunting kain flanel dengan bentuk pita seperti gambar di samping.

Kalau ini, saya bantu mengguntingnya karna bentuknya kecil-kecil.
 3. Dhia menempelkan potongan kain flanel di atas kertas warna pink.

4. Terakhir menempelkan hasil nomor 3 di atas kertas warna biru tadi.

Sudah dech, selesai.

Untuk Dhia, mengerjakan ini sekitar setengah jam lamanya. Tapi Dhia tersenyum puas bisa membuat bingkai untuk fotonya sendiri. Tinggal ngeprint foto dan ditempel di situ.










04 January 2015

Gambar-Gambar Dhia

Dhia sukaaa banget menggambar dan mewarnai. Kalo lagi nggambar, anteng bisa sampe setengah jam. Nggak bisa berjam-jam, karna direcokin ,dirusuhin sama adeknya. :v hahaha

Lagi serius 
Saya selalu bertanya sama Dhia, apa yang ia gambar, dan Dhia selaluuu panjang lebar menceritakan apa yang telah digambarnya. Deng, tapi kadang juga jawabnya singkat hanya beberapa kata. Jadinya, saya harus mancing-mancing agar Dhia bercerita banyak. Tapi, kalo Dhia udah capek menggambar, walaupun ditanya-tanya juga nggak akan jawab.
Yang Dhia lakukan setelah bermenit-menit menggambar,pasti langsung berbaring di tempat tidur. Dan bilang, "Haaaaah, capek." (*pake nada seperti kalo saya habis ngerjain tugas rumah dari pagi sampai sore*) hahaha, ditiru dech sama anak sendiri.

Oiya, yang bikin saya senang melihat-lihat hasil gambarnya adalah setiap Dhia menggambar orang, pasti wajahnya sedang tersenyum. Semoga memang, Dhia selalu senang dan bahagia menjalani kehidupannya.

Pertama kali bisa gambar orang
Trus ..trus.. Dhia juga suka menggambar pelangi. Dari sekian ratus lembar gambar-gambarnya, sering sekali menggambar pelangi. Saya jadi pengen tahu nich, apakah hasil gambar seorang anak mewakili perasaannya. Karena saya pernah lihat di drama korea (* -_- *), anak yang sedang bersedih akan menggambar sesuatu yang menyedihkan pula. :( :(  Contohnya anaknya Ibu Sun di Misaeng.

Pelangi dan senyum

Oiya, pernah denger nggak ?? "Pelajaran" mewarnai di TK atau PAUD itu kurang baik untuk anak usia dini. Katanya, karena mewarnai "membelenggu" imaginasi sang anak.
Kalau menurutku bukan mewarnainya yang membatasi imajinasi anak. Tapi kata-kata kita yang membatasinya. Misalnya, dengan mengatakan : "Lho, kok pohonnya merah, pohon harusnya warnanya coklat untuk batang dan hijau untuk daunnya." atau "Rambut harusnya berwarna hitam, dong." dan semacamnya. Walaupun dikatakan dengan nada yang lembut.
Jadi bagusnya (*mulai dech sok tau*) itu kalau mewarnai hasil gambarnya sendiri.

Saya sering bertanya, kenapa daunnya diwarnain merah. Jawabnya, "Itu, kayak yang di Tinker Bell." Owh, maksudnya sedang musim gugur.

Banyak banget dech gambarnya. Jadi di postingan saya bikin buat menyimpan gambar Dhia yang belum kebuang karena baru kemarin menggambarnya. Kebanyakan, kertas-kertas hvs dan buku tulis yang telah dicorat-coret itu akan terbuang begitu saja. Sayang, saya nggak kepikiran dari dulu untuk memotretnya.

gambar terbaru, masih anget :D
Selalu ada pelangi ^_^



Sebenarnya masih buanyaak lagi yang ada pelanginya, tapi udah kebuang

 Nanti, besok-besok kalau Dhia nggambar kemudian diwarnai, akan saya aplot lagi di postingan ini.