1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

28 January 2015

Resolusi Hijau tahun 2015

Perilaku mencintai alam sekitar harus ditanamkan dari lingkungan terdekat yaitu keluarga. Di The Nature Conservancy Program Indonesia saya bisa banyak belajar dan mendapat beragam informasi tentang bagaimana hidup ramah lingkungan.

Sejak tinggal di daerah pegunungan yang alamnya masih asri dan tanah pekarangannya luas, saya berusaha menerapkan perilaku yang ramah lingkungan terutama kepada diri saya sendiri. Tidak mudah ternyata beradaptasi dari gaya hidup kekotaan yang dari hal kecil seperti tempat pembuangan sampah -yang kalau di kota kan sudah ada yang mengambil dan mengumpulkan setiap beberapa hari sekali. Dan saya tahunya hanya membayar iuran dan nggak perlu repot. 

Berikut ini resolusi saya yang berhubungan dengan alam :

Membasmi gulma/rumput pengganggu

Ini hal pertama yang akan saya lakukan yaitu membasmi rumput yang terus saja tumbuh tak terkendali di pekarangan rumah. Jika tidak dibersihkan dalam sebulan saja, akan nampak seperti hutan semak. Sedangkan sebagai IRT dengan dua anak balita anpa ART, tidak mempunyai cukup waktu untuk memotong rumput di tanah seluas 1000 meter persegi. Bisa sih biar cepat yaitu memakai obat pembasmi gulma. Namun membasmi rumput dengan obat pembasmi gulma yang disemprot itu akan membuat tanahnya tidak bagus untuk ditanami. Sedangkan saya inginya setelah pekarangan bersih dari rumput akan saya tanami sayur-sayuran. Baiklah, jalan paling bagus adalah dengan menyewa seorang tukang kebun saja untuk membantu menyingkirkan rumput-rumput liar tersebut.


Pekarangan rumah yang telah ditumbuhi rumput


Menanam bibit sayuran

Ini yang saya lakukan setahun belakangan setelah saya pindah ke rumah kayu. Halaman yang luas sayang sekali jika tidak dimanfaatkan. Maka saya mencoba menanam beberapa tanaman seperti tomat, cabai, daun bawang, labu, jagung, dsb. Sangat menyenangkan ketika bisa memanen hasil tanam sendiri. Tahun ini, saya akan menambah jenis sayur-mayur lagi.



Membuat sumur resapan/bak penampung air hujan

Di daerah tempat saya tinggal sekarang, Citeureup, Cimahi Utara, rata-rata susah air. Di sini, sumber mata air/sumur bisa berjarak satu kilometer jauhnya dari rumah bahkan bisa lebih. Makanya pompa air cepat rusak. Air PDAM juga sering mati, keluh seorang teman yang sumber airnya berlangganan PDAM. Satu-satunya cara untuk mendapatkan air yang bersih melimpah adalah dengan membuat sumur artesis. Tapi, seperti yang anda tahu, biaya membuat sumur artesis tidaklah murah. Jadi saya berpikir untuk membuat bak penampung air hujan. Air hujan yang mengalir dari talang air di salurkan melalaui selang ke dalam bak penampung tersebut. Jadi, air hujan bisa dimanfaatkan untuk cuci-mencuci.

Memilah sampah Organik dan Anorganik

Sebelumnya, sampah organik dan anorganik selalu saya campur menjadi satu. Kemudian dibuang begitu saja ke penampungan sampah di pojok pekarangan. Jika sudah menumpuk agak banyak kemudian dibakar.  Selesai? Ya. Tapi tidak menghasilkan apa-apa. Sampah habis dibakar hanya menghasilkan abu dan CO2. Sampah organiknya akan saya jadikan kompos. Membuat pupuk kompos dari sampah rumah tangga ini sudah saya pelajari beberapa waktu lalu. Sedangkan sampah plastik akan saya pilah mana yang bisa didaur ulang mana yang tidak. 
Saya sudah lama mengetahui bahwa tas cantik ini berasal dari bungkus makanan, kopi, dll. Jadi kenapa saya nggak membuatnya.

Membuat apotik hidup

Pada dasarnya, saya memang sudah lama menerapkan tidak minum obat kimia/ obat warung/ obat dokter ketika sakit. Selagi masih bisa disembuhkan dengan obat tradisional kenapa harus ke dokter? Saya bukan antidokter, tapi lebih ke menjadi dokter pribadi keluarga dengan penanganan yang tepat serta memberikan obat alami yang diambil dari alam. Beberapa macam tanaman obat yang sudah daya tanam antara lain :

Kunyit
Biasanya saya menggunakan kunyit untuk obat sakit perut. Saya lumayan sering mengalami sakit perut entah itu karena telat makan atau saat datang bulan. Kunyit diparut, dicampur dengan air, diperas dan diminum airnya. Ini menjadi obat yang sangat manjur. Atau saat anak kurang nafsu makan, saya membuat nasi kuning menggunakan kunyit. Alhamdulillah pasti anak-anak saya menjadi lahap kembali makannya.

Kencur
Kencur selain untuk bumbu juga bisa menyembuhkan memar akibat terbentur. Yang namanya anak pasti sering jatuh/terbentur dan kulitnya memar saat mereka bermain (kecuali anak yang dilarang oleh orang tuanya untuk bereksplorasi mungkin jarang luka memar) hehehe. Kencur ditumbuk bersama beras, kemudian tempelkan di luka memar.

Daun Sirih
Daun sirih yang dikenal sebagai antioksidan bisa mengobati beberapa penyakit. Antara lain yang sudah pernah saya alami : sakit gigi, kumur-kumur dengan air rendaman daun sirih. Bisa juga untuk mengatasi masalah kewanitaan seperti keputihan dan gatal-gatal.

Mahkota Dewa

Jadi resolusi saya untuk apotik hidup ini, saya akan menambah lagi tanaman obat yang ada di halaman rumah.


Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog 

2 comments:

  1. Waaaah senangnya tinggal di daerah dengan pekarangan luas. Semoga konsisten ya Mba. :D

    ReplyDelete
  2. Mba. Itu luas banget. Wowwww.
    Nanti kalau dah berhasil tanaman2 nya bilang ya Mba. Saya mampir. Ngambilin hasilnya. Hahahaha *dikeplak*

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. :)