Showing posts with label Challenge. Show all posts
Showing posts with label Challenge. Show all posts

30 January 2015

Blog Dhia’s Mom di tahun 2015


Assalaamu’alaikum,

Di penutup bulan Januari ini saya latah juga menuliskan semacam resolusi. Tapi bukan resolusi sih sebenarnya. Cuma keinginan yang mudah-mudahan bisa saya kerjakan dan konsisten di tahun 2015 ini. Ada apa di Blog Dhia’s Mom di tahun 2015?

Kegiatan bersama dua bocah

Sebagai seorang ibu rumah tangga, pastilah kegiatan bersama anak-anak sangat banyak dan saya berfikir mungkin ada orang tua yang mencari referensi kegiatan bersama anak. Nah, di hari Sabtu atau Minggu akan ada postingan tentang anak-anak. Kalaupun tidak sesuai jadwal minimal satu pekan harus ada tulisan tentang kiddos.

Craft

Karena saya suka bermain dengan kain, kertas, lem, gunting, benang jahit dan teman-temannya jadi saya buat posting tentang kerajinan tangan -baik yang saya kerjakan sendiri atau yang dikerjakan oleh anak-anak saya. Dengan label DIY, Crafting, atau DI Dhia.

Fiksi

Rasanya sudah berbulan-bulan saya nggak lagi mengasah nulis fiksi bersama Monday Flash Fiction. Mudah-mudahan nanti bisa posting lagi setiap hari Senin s.d Kamis.

Wordless Wednesday

Semenjak bikin blog khusus berisi foto-foto, saya jadi nggak pernah ikut Wordless Wednesday. Jadi tiap hari Rabu, akan ada postingan yang berisi foto aja atau dengan sedikit kata-kata. Kemudian ada mr.Linky untuk teman-teman yang mau link up.

Bergabung di komunitas positif

Awal tahun ini saya mulai dengan bergabung dengan komunitas IHB (Indonesian Hijab Blogger). Dan lihatlah, sudah nangkring manis. Yeaaay… Ada banner baru di sidebar blog!!
Saya juga bergabung dengan komunitas BEC (Blog English Club). Tujuan saya selain belajar menulis dalam bahasa Inggris tentunya, juga menjalin pertemanan dan silaturahim. Setiap hari Jum’at ada English Friday. Kalau di tahun kemarin, setiap Jum’at saya menulis tentang apa saja yang bisa saya Tafakur-i yang diberi label reflection.

Selain itu semua, saya ingin blog ini lebih personal. Hanya cerita biasa saja. Kemudian akan mengurangi tulisan yang terlalu teoritis. Ta..ta..tapi, tulisan yang diikutsertakan dalam lomba teteeeup nggak akan dihilangkan. ;)

Penginnya seperti itu. Semangat yuk, AKU BISA!! Kamu? :) 


Tulisan ini diikutsertakan dalam Indonesian Hijab Blogger Blogpost Challenge


28 January 2015

Resolusi Hijau tahun 2015

Perilaku mencintai alam sekitar harus ditanamkan dari lingkungan terdekat yaitu keluarga. Di The Nature Conservancy Program Indonesia saya bisa banyak belajar dan mendapat beragam informasi tentang bagaimana hidup ramah lingkungan.

Sejak tinggal di daerah pegunungan yang alamnya masih asri dan tanah pekarangannya luas, saya berusaha menerapkan perilaku yang ramah lingkungan terutama kepada diri saya sendiri. Tidak mudah ternyata beradaptasi dari gaya hidup kekotaan yang dari hal kecil seperti tempat pembuangan sampah -yang kalau di kota kan sudah ada yang mengambil dan mengumpulkan setiap beberapa hari sekali. Dan saya tahunya hanya membayar iuran dan nggak perlu repot. 

Berikut ini resolusi saya yang berhubungan dengan alam :

Membasmi gulma/rumput pengganggu

Ini hal pertama yang akan saya lakukan yaitu membasmi rumput yang terus saja tumbuh tak terkendali di pekarangan rumah. Jika tidak dibersihkan dalam sebulan saja, akan nampak seperti hutan semak. Sedangkan sebagai IRT dengan dua anak balita anpa ART, tidak mempunyai cukup waktu untuk memotong rumput di tanah seluas 1000 meter persegi. Bisa sih biar cepat yaitu memakai obat pembasmi gulma. Namun membasmi rumput dengan obat pembasmi gulma yang disemprot itu akan membuat tanahnya tidak bagus untuk ditanami. Sedangkan saya inginya setelah pekarangan bersih dari rumput akan saya tanami sayur-sayuran. Baiklah, jalan paling bagus adalah dengan menyewa seorang tukang kebun saja untuk membantu menyingkirkan rumput-rumput liar tersebut.


Pekarangan rumah yang telah ditumbuhi rumput


Menanam bibit sayuran

Ini yang saya lakukan setahun belakangan setelah saya pindah ke rumah kayu. Halaman yang luas sayang sekali jika tidak dimanfaatkan. Maka saya mencoba menanam beberapa tanaman seperti tomat, cabai, daun bawang, labu, jagung, dsb. Sangat menyenangkan ketika bisa memanen hasil tanam sendiri. Tahun ini, saya akan menambah jenis sayur-mayur lagi.



Membuat sumur resapan/bak penampung air hujan

Di daerah tempat saya tinggal sekarang, Citeureup, Cimahi Utara, rata-rata susah air. Di sini, sumber mata air/sumur bisa berjarak satu kilometer jauhnya dari rumah bahkan bisa lebih. Makanya pompa air cepat rusak. Air PDAM juga sering mati, keluh seorang teman yang sumber airnya berlangganan PDAM. Satu-satunya cara untuk mendapatkan air yang bersih melimpah adalah dengan membuat sumur artesis. Tapi, seperti yang anda tahu, biaya membuat sumur artesis tidaklah murah. Jadi saya berpikir untuk membuat bak penampung air hujan. Air hujan yang mengalir dari talang air di salurkan melalaui selang ke dalam bak penampung tersebut. Jadi, air hujan bisa dimanfaatkan untuk cuci-mencuci.

Memilah sampah Organik dan Anorganik

Sebelumnya, sampah organik dan anorganik selalu saya campur menjadi satu. Kemudian dibuang begitu saja ke penampungan sampah di pojok pekarangan. Jika sudah menumpuk agak banyak kemudian dibakar.  Selesai? Ya. Tapi tidak menghasilkan apa-apa. Sampah habis dibakar hanya menghasilkan abu dan CO2. Sampah organiknya akan saya jadikan kompos. Membuat pupuk kompos dari sampah rumah tangga ini sudah saya pelajari beberapa waktu lalu. Sedangkan sampah plastik akan saya pilah mana yang bisa didaur ulang mana yang tidak. 
Saya sudah lama mengetahui bahwa tas cantik ini berasal dari bungkus makanan, kopi, dll. Jadi kenapa saya nggak membuatnya.

Membuat apotik hidup

Pada dasarnya, saya memang sudah lama menerapkan tidak minum obat kimia/ obat warung/ obat dokter ketika sakit. Selagi masih bisa disembuhkan dengan obat tradisional kenapa harus ke dokter? Saya bukan antidokter, tapi lebih ke menjadi dokter pribadi keluarga dengan penanganan yang tepat serta memberikan obat alami yang diambil dari alam. Beberapa macam tanaman obat yang sudah daya tanam antara lain :

Kunyit
Biasanya saya menggunakan kunyit untuk obat sakit perut. Saya lumayan sering mengalami sakit perut entah itu karena telat makan atau saat datang bulan. Kunyit diparut, dicampur dengan air, diperas dan diminum airnya. Ini menjadi obat yang sangat manjur. Atau saat anak kurang nafsu makan, saya membuat nasi kuning menggunakan kunyit. Alhamdulillah pasti anak-anak saya menjadi lahap kembali makannya.

Kencur
Kencur selain untuk bumbu juga bisa menyembuhkan memar akibat terbentur. Yang namanya anak pasti sering jatuh/terbentur dan kulitnya memar saat mereka bermain (kecuali anak yang dilarang oleh orang tuanya untuk bereksplorasi mungkin jarang luka memar) hehehe. Kencur ditumbuk bersama beras, kemudian tempelkan di luka memar.

Daun Sirih
Daun sirih yang dikenal sebagai antioksidan bisa mengobati beberapa penyakit. Antara lain yang sudah pernah saya alami : sakit gigi, kumur-kumur dengan air rendaman daun sirih. Bisa juga untuk mengatasi masalah kewanitaan seperti keputihan dan gatal-gatal.

Mahkota Dewa

Jadi resolusi saya untuk apotik hidup ini, saya akan menambah lagi tanaman obat yang ada di halaman rumah.


Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog 

09 January 2015

[English Friday] 2015 is the SPIRIT

Bismillah...

Started this year , which I feel is a passionate spirit . I do not feel the spirit in the past year . Or a little spirit in the last year . The reason , many events that my husband and I experienced a very uncomfortable . It has many drain our minds . Spirit and our hope in the last year also reduced .

In 2015 , the spirit of re- emerging . Eager to learn, improve spirit , the spirit of making friends , and spirit work smart . Because the true existence of a phrase

" Behind the difficulty there is always a convenience "


If last year I was confused when opening the eyes in the morning , puffy eyes , body sluggish due to run a marathon watching Korean dramas until the early hours . ( * start , vent * > _ < ) 
Thank God , for this year -which recently passed for eight days - I 've started to decrease gradually . Although there are still "begadangnya" . But it's not every day .

More passion I felt when I joined the  Blog English Club  founded Mbak Nita , Mas Dani , and Mas Ryan . You know? Every morning , every day , I have many friends chatting . Uyeaah...!!, Whatsapp group every morning from 8 to 2 we will chat with the English . Imagine . If I do not immediately open whatsapp morning for work business ( yeah , You know how it is my job . Hahaha , quasi busy ) then the afternoon will notif tone about 500 unread messages . 
Wow , incredible !! I was having a lot of friends .

Started in 2015 , I was also excited in writing . Whether it's writing in a blog or write to be sent to the print media . Over the last 8 days of no less than 5 emails I send to the media . ( Hihihi #pamer ) What is the content of the emails ? Most of the short stories of children, some opinions and stories about children's lightweight and family . Problem is accepted and published in the print media in recent affairs . I think this time , it is as a learning tool as well . Even though it is also my way of earning revenue expected from there . hehe


Come on, Spirit! Spirit! Spirit! *_^