17 September 2015

Semoga Jakarta Bebas Macet

Saya punya teman yang bekerja di Jakarta, sebut saja Adi. Dia setiap hari berangkat dan pulang kerja dari rumahnya menuju tempat kerja. Setiap hari di "jam kantor", selalu saja jalanan padat -kalau nggak mau dibilang macet ya- dengan antrian kendaraan yang sampai ratusan meter. Tikungan ini padat, pertigaan itu padat, lalu perempatan sana padat juga.

Begitu sampai perempatan, ternyata Polisi Lalu Lintas (Polantas) sedang mengatur kendaraan.

"Aneh juga ,sih." katanya. "Setiap kali macet melanda perempatan selalu ada Polantas yang sedang bertugas. Padahal, perempatan tersebut jika nggak ada orang-yang-pake-seragam-Pramuka-itu (baca : Polantas) selalu lancar jaya, walaupun jumlah kendaraan yang lewat tergolong banyak."

Err…
Bagaimana Polantas menanggapi pernyataan seperti di atas ya?
Hmm, kalau saya amati (ciee amati), cara polisi mengatur kendaraan di perempatan ini kurang tepat. 

Gimana kurang tepatnya?
Misalnya gini, ini saya juga sering ngalamin. Polantas belum membolehkan kendaraan untuk maju jika jalan sebelah sana belum kosong banget. Jadi kita yang berada di jalan sebelah sini harus nungguin lama untuk bisa maju lagi. Kalau seperti ini otomatis kendaraan yang mengantri ,kan semakin banyak. Dan jadilah macet di ruas jalan sebelah sini. Berlaku juga sebaliknya. Untuk ‘ngabisin’ kendaraan ruas jalan sini, akan ada antrian kendaraan di ruas sana.

Ini sama saja dengan traffic light yang timernya lama sampai 150 detik. Uwuwuw! 60 detik aje udeh lama, ini 150 detik, bo’. Bisa nggak, kalo waktunya dikurangin?

Itu saja yang mau saya sampaikan kepada Traffic Management Centre Dilantas Polda Metrojaya.
Mereka sudah bagus dalam menangani pelanggaran. Hal ini bisa dilihat di twitter TMC Polda Metrojaya yang live report dan juga program TV ‘86’ di NET.

Masyarakat bisa ikut live report dengan mengirim twit ke twitternya. Anda juga bisa mengakses informasi terupdate seputar lalu lintas dan lain-lain di http://wim.tmcpoldametro.net/

Demikian. Dan semoga Jakarta bebas macet.

~***~
Tulisan ini untuk :

15 September 2015

Perawatan di Rumah setelah Melahirkan

Perawatan di Rumah setelah Melahirkan? Aku sih YES. Gak tau kalau Mas Anang. hehe. Jadi gini, saya tuh dibesarkan dalam adat dan tradisi orang Jawa. Kedua orang tua saya adalah orang suku jawa tulen. Nggak ada campuran. Orang jawa itu biasanya memegang teguh adat dan tradisi pendahulunya. Termasuk saya yang agak susah meninggalkan tradisi yang diturunkan oleh ibu saya. Walaupun sudah zaman modern dan masyarakatnya sudah mulai berkurang aliran kepercayaan, tetap saja tradisi ketika wanita setelah melahirkan masih terjaga kental di sana. Seperti bagaimana menangani bayi baru lahir, minum jamu-jamuan tradisional dan perawatan tubuh untuk bayi dan ibu. 

Hal tersebut masih saya rasakan ketika tahun 2009 melahirkan anak pertama dan tahun 2012 melahirkan anak ke-dua. Diantaranya yaitu perawatan kulit secara tradisional untuk ibu setelah melahirkan yang bisa kita lakukan di rumah.

Apa saja perawatannya?

Perawatan dari Luar

~ Memakai bedak beras kencur

Bedak beras kencur ini berupa butiran sebesar kelereng, berwarna putih, terbuat dari tepung beras dan kencur. Pemakaiannya diencerkan dengan air dingin, seperti luluran. Pada saat membalurkan bedak beras kencur ini ke seluruh tubuh, yang saya rasakan tuh badan jadi nyaman, segar, rileks (dari aroma kencurnya).

Kalau di kota besar tentu saja sudah jarang banget dijual barang semacam ini. Saya pun kesulitan mencarinya saat tinggal di bandung. Tapi jangan khawatir, kita bisa membuatnya sendiri kok di rumah.


Bahannya :
~ 500 gram beras
~ 250 gram kencur

Cara membuatnya : 
~ Cuci bersih beras, rendam selama 3-4  jam. Setelah direndam, beras ditiriskan. Kemudian haluskan dengan cara ditumbuk atau digiling.
~ Cuci bersih kencur. Haluskan, bisa dengan cara diparut atau ditumbuk.
~ Campurkan tepung beras dan parutan kencur. Aduk rata. Tambahkan air sedikit demi sedikit sampai adonan pas untuk dibentuk bulat-bulat (tidak terlalu encer atau terlalu kering).
~ Bentuk bulatan sebesar kelereng. Lalu jemur di bawah sinar matahari. Pemanasan bertujuan agar bedak beras kencur ini bisa awet  untuk pemakaian berbulan-bulan.

Cara pemakaian : 
~ Ambil 5 butir bedak/lulur beras kencur. Taruh dalam cawan kecil. Tambahkan sedikit air. Campur hingga bedak melebur.
~ Tambahkan perasan jeruk nipis/lemon ke dalamnya. Irisan jeruk lemon ini menambah efek kesegaran di badan.
~ Balurkan ke seluruh tubuh sehabis mandi. Seperti luluran, tapi ini dilakukan sehabis mandi saat badan bersih dari keringat/kotoran.

Khasiat:

Resep ini merupakan resep warisan yang sudah turun temurun dari ibu saya dari nenek saya. Sebagai anak , saya cuma “Sami’na wato’na”  Kerasa di badan pun jadi enakan. hehehe

Karena gak dijelasin sama ibu apa khasiat dari bedak beras kencur ini, akhirnya saya nyari informasi sana sini apa saja khasiat yang terkandung dalam beras dan kencur untuk kulit. Dan ternyata memang WOW banget kegunaannya. Subhanallah...

Beras, ternyata bukan hanya untuk dimakan dan menghasilkan Karbohidrat. Namun, kandungan sari pati beras ini bisa melembutkan kulit. Ingat wanita Jepang yang kulitnya putih dan mulus? Konon mereka selalu membasuh tubuhnya dengan air beras lho saat mencuci beras.

Butir-butir beras yang sudah ditumbuk bisa berguna sebagai scrub alami. Scrub inilah yang bisa mengangkat sel-sel kulit mati. Sehingga kulit menjadi bersih dan halus. 

Sedangkan khasiat kencur adalah untuk menyembuhkan memar. Coba deh ketika anak kita atau kita sendiri terbentur, benjol dan memar. Ambil kencur lalu tumbuk/kunyah dan oleskan pada bagian yang memar. InsyaAllah nggak lama kemudian benjol akan mengempis dan memar di kulit akan berangsur menghilang lebih cepat daripada yang tidak diolesi kencur. Saya jadi inget, kalau anak-anak jatuh sampai benjol dan memar, ibu saya selalu memakai kencur dan beras untuk mengobati ,jadinya benjol dan memar cepat sembuh dan nggak meninggalkan bekas.

Nah, ibu melahirkan tuh badannya seperti hancur lebur kan ya (pasti setuju buat yang sudah pernah mengalami). Badan rasanya remuk, pegal, linu, dan segala rasanya. Pada saat dioles/dilulur memakai beras kencur, nyaman banget rasanya. Badan menjadi segar, capek dan pegal berangsur hilang. Apalagi setelah luluran bedak beras kencur, kita bisa sebentar saja selonjoran sambil baca buku/mendengarkan musik/ melakukan me time.

Hal ini sudah biasa kalau di kampung halaman saya di Purworejo, Jawa Tengah. Sehingga nggak perlu malu saat ada tetangga yang menjenguk bayi dan ibunya. Tapi kalau di sini (Bandung), waktu saya pake luluran ini setelah melahirkan Akram (anak kedua), terus ada tetangga yang menjenguk, mereka heran bahkan ada yang menertawakan. Hahaha

Ya kebayang kan? Seluruh tubuh, mulai muka, tangan dan kaki semuanya putih, camerong, kayak ondel-ondel atau badut Ancol. Hahaha

Minum jamu Beras Kencur

Ada sebagian orang yang anti banget sama yang berlabel “jamu”. Katanya itu mah minuman orang kampung, atau nggak suka karena rasanya, atau alasan lain. Boleh aja kalau Anda dalam keadaan sehat. Tapi saat setelah melahirkan, sebaiknya jangan anti sama minuman satu ini. Karena minuman ini banyak manfaatnya terutama untuk wanita yang habis melahirkan.
Sumber

Manfaat Jamu Beras Kencur :

Meningkatkan nafsu makan.
Mengurangi pegal-pegal di tubuh.
Menyegarkan badan.
Menambah stamina tubuh.
Meredakan rasa nyeri.
Sebagai obat masuk angin.
Mencegah munculnya jerawat di wajah.
Sebagai obat pelangsing alami.
Memelihara kesehatan tubuh.
Menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Perawatan rambut

Setelah melahirkan, rambut ibu menyusui kebanyakan masalahnya adalah rontok dan kusam.Masalah kerontokan rambut ini masih dibilang normal, ya. Jadi tak perlu khawatir berlebihan. Kamu hanya perlu merawatnya saja. Untuk merawatnya agar tetap tebal dan berkilau kembali, busui bisa menggunakan shampoo dan conditioner sesuai jenis rambutnya. Atau bisa juga menggunakan bahan alami seperti minyak kemiri dan seledri.

Naaaaah, banyak banget kan manfaat melakukan  perawatan di rumah setelah melahirkan ?
Itulah rahasia perawatan ala saya. Semoga bermanfaat.

11 September 2015

Giveaway : #OOTD Ala Aku

Assalaamu'alaikum..

September ini, semoga ceria yaa buat semua. Sayang kalau keceriaan September gak dimanfaatkan untuk berbagi. Jadi, saya mau ngadain giveaway (GA) buat temen-temen blogger. Kalau ada pembaca blog ini yang belum punya blog, sabar aja. Mungkin nanti di Instagram ada kuisnya. aamiin

Oke langsung aja ya, tema yang saya usung untuk GA kali ini adalah....

OOTD Ala Aku

whaaaat??!!
Apasih saya, fashion blogger bukan, beauty blogger bukaaan, apalagi fashionista... -_- pfft
Mau pake sok-sokan gelar OOTD ( Outfit of the Day ) segala.  uhuk *keselek biji kedondong* 

Yaa begitulah manusia, kadang nggak waras pengen sesuatu yang beda... wekekeke

Simak syaratnya ya,

Syarat dan ketentuan GA 

1. Pria dan wanita semua usia.
2. Punya blog platform apa aja.
3. Tinggal di Indonesia, atau punya alamat di Indonesia untuk pengiriman hadiah.
4. Dengan ikhlas follow blog ini (tinggal klik 'Join this Site' di samping dan selesai). Like fanpage Grosir Baju bandung Instagram delia_grosirblazer dan follow twitter saya @uwienbudi (mau add fesbuk atau follow Instagram saya juga boleh Kakaaa) hahaha nge-modus.

5. Upload foto OOTD yang paling kamu suka. Ceritakan tentang OOTD ala kamu dalam minimal 300 kata.
Jadi gak harus yang glamour kayak princess Syahrini lah untuk bisa nunjukin OOTD Ala Kamu.
Foto boleh baru atau lama. Belum pernah menang lomba atau diikutsertakan pada lomba OOTD atau sejenisnya. 

6. Penulisan judul blogpost : #OOTDAlaAku : judul postingan
    Di akhir paragraf, sertakan

" Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway #OOTDAlaAku2015 bekerjasama dengan bajukoreawanita.com "

Giveaway #OOTDAlaAku2015 di link ke postingan GA ini.
bajukoreawanita.com di link ke http://bajukoreawanita.com/

7. Daftarkan tuliskan kamu di kolom komentar di postingan ini, ya. Formatnya,
Nama:
Twitter:
Link Postingan :

8. Share tulisan ke twitter dengan format: #OOTDAlaAku2015 #bajukoreawanita  - URL postingan - @uwienbudi dan ke facebook dengan mention saya dan Grosir Baju Bandung

8. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 11-30 September 2015 pk 23:59 WIB
Pengumuman pemenang InsyaAllah tanggal 10 Oktober 2015.

Hadiah:

3 (tiga) produk dari bajukoreawanita.com untuk 3 (tiga) orang pemenang.

1 (satu) stel baju

2 (dua) buah Blazer ala Korean Drama

Pemenang pertama berhak memilih hadiah mana yang disukai.

NB : Tidak menutup kemungkinan hadiah bisa bertambah jika ada sponsor lain.

Okeeey, ditunggu ya partisipasinya… ^^

06 September 2015

Silaturahmi yang Salah Arti

WinWon
Gambarnya gak ada hubungannya sama tulisan. Biarin lah yaa?

Momen lebaran biasanya kita gunakan untuk silaturahim , kan guys? Asiknya ketemu sanak saudara, kakak, kakek nenek, dan teman-teman.
Terus biasanya, kita berkunjung ke rumah sanak family untuk bersilaturahmi.
(Perhatikan kata yang saya tebalkan dan garis bawahi)

Simak dulu cerita ini:

Srini sangat senang saat Lebaran tiba. Ia bisa mudik ke kampung halaman menjenguk orang tua dan pastinya ketemu sanak saudara. Di dalam keluarga besarnya, semua anak wajib pulang saat libur panjang seperti lebaran kali ini. Srini yang anak ragil dan satu-satunya yang belum menikah nggak kerepotan untuk pulang Jakarta-Surabaya.

Hari pertama berkumpul dengan orang tua, dan keenam kakaknya yang semua sudah menikah dan punya anak sangat menyenangkan. Semua tertawa dalam kebahagiaan Idul Fitri. Hari kedua pun sama. Masuk hari ketiga, suasana sudah mulai sedikit berbeda. Tidak lain karena ada beda pendapat antara Srini dan kakak perempuannya. Padahal berawal dari hal yang sepele saja.

"Oalaah..., yang namanya saudara kalau ngumpul kok pasti berantem." kata ibu Srini.
"Udah, ah. Mending jauh-jauhan kalo gini ceritanya." celetuk Srini karena mangkel dan kesel sama kakaknya itu.

***
Pernah nggak denger cerita seperti yang saya tulis di atas? Atau malah pernah mengalaminya sendiri?
Hemmm, coba kita flshback niat kita diawal kita ingin bertemu dengan keluarga. Biasanya, kebanyakan orang memakai kata 'silaturahmi' dan bukan 'silaturahim' dengan maksud menjalin atau merekatkan kembali rasa persaudaraan, ya kan? Kamu sendiri selama ini pake yang mana?

Tahukah manteman.. arti sesungguhnya dari SILATURAHMI dengan SILATURAHIM itu berbeda jauh, walaupun hanya dibolak-balik suku kata di belakangnya?

Informasi ini saya dapat dari guru saya. Saya udah lama tahu sih, kalo penggunaan kata yang benar itu silaturahim, tapi gak nyangka kalo ternyata artinya beda jauuuh.

Dalam bahasa Arab,
SILAH berarti menyambungkan.
dan
RAHIM berarti rasa kasih sayang.

Silaturahim berarti menyambungkan kembali rasa kasih sayang.

Sedangkan
RAHMI berarti rasa sakit saat melahirkan.

Silaturahmi berarti menyambungkan rasa sakit (yang luar biasa) saat melahirkan.

Errr...
Kebayang nggak, manteman? Makanya, nggak heran kalau setiap ketemu saudara (saudara kandung khususnya) adaa aja rasa nggak enaknya keluar. Ternyata dari awal juga udah salah pemakaian katanya. Otomatis doanya juga salah , inget "kata-katamu adalah doa"

Walaupun maksud/niat kita berkata silaturahim dan silaturahmi itu sama.  Tapi tetep aja beda arti sebenarnya.

Well, bagaimana pendapatmu?


This entry was posted in

04 September 2015

Agar Whatsapp Nggak Lemot tanpa Menghapus Percakapan


Sampai saat ini, whatsapp masih menjadi aplikasi favorit saya sebagai sarana berkomunikasi dengan kawan-kawan. Mungkin karena ke-simple-annya dan gak banyak fitur. Masalahnya seiring bertambahnya nomor kontak, dan banyak sekali percakapan jadi terkadang whatsapp suka agak lemot. 

Apakah ini terjadi Cuma di hape saya saja? Yang…..ehm, diciptakan untuk orang-orang yang sabar? kekeke (maksudnya hapenya specnya masih rendah lah)

Salah satu cara biar whatsapp gak lemot yaa menghapus semua percakapannya ,dong. Tapi saya sering merasa sayang kalau percakapannya dihapus. Itu kenangan. Eaaa..eaaa


1.Buka Whatsapp

2.Klik Setelan/setting

3.Selanjutnya klik Akun
4. Setelah klik 'akun' akan muncul seperti ini. Lalu klik 'Penggunaan jaringan'

Scroll sampai paling bawah, pilih ‘Atur Ulang Statistik’ OK

Setelah diatur ulang semua akan kembali ke angka 0 (nol)

Rasakan whatsapp yang berasa lebih cepat loadingnya. Namun pecakapan dan gambar masih tetap ada tersimpan manis di hape.

Jika sudah dengan dua cara ini gak berhasil bikin wa gak lemot, maka cara ketiga ganti hape dengan spec yang lebih tinggi.


*wink-wink*
This entry was posted in

26 August 2015

Fasting Therapy


“Makanlah ketika lapar dan BERPUASALAH ketika SAKIT”

Dari dulu, kita dicekoki dengan kalimat : Makan tiga kali sehari, pagi siang dan malam. Jadi, sampai sekarang sebagian orang berpola seperti itu. Iya gak? Iya, khaan? Saya juga gitu… hahaha

Tapi, sejak beberapa waktu yang lalu (gak jelas mulainya kapan) , saya sudah menerapkan makan teratur. Makan teratur di sini bukan makan pagi jam 6, makan siang jam 12, dan makan malam jam 7 malam. Bukaaan. Tapi makan ketika sudah merasa lapar. Itu.
  Iya… mengingat berat badan yang semakin bertambah, hadeeeh

Mengapa Manusia Butuh Puasa?

Di zaman modern dan serba instan, kita gak akan pernah luput dari berbagai racun yang masuk ke dalam tubuh kita. Saking banyaknya, kita gak sadar bahwa makanan yang kita makan banyak sekali mengandung toksik. Bagitu banyak perasa, pewarna, dan pengawet. Atudaaa, gimana yaa… sangat susah sekarang menghindari yang namanya penyedap. Kalaupun di rumah bolehlaah gak pake penyedap, ta tapi kalo makan di luar... -_- 

Maka dari itulah Allah mewajibkan umat muslim berpuasa, agar zat-zat yang meracuni tubuh dapat dikeluarkan.

Banyak alasan dan latar belakang orang melakukan puasa,

Puasa Agama
Hampir semua agama yang ada di dunia ini mengenal dan mewajibkan penganutnya untuk berpuasa. Umumnya, berpuasa karena perintah agama dengan tujuan penyucian jiwa.

Puasa Ekonomi
Dulu waktu jadi anak kost, hidup sebatang kara tanpa sanak saudara (ini udah berlebihan bahasa nya) saya sering puasa karena gak punya duit. Hahaha
Begitulah alasan berpuasa. yaa karena memang gak ada yang dimakan.

Puasa Sosial
Ini puasa karena empati. Agar dapat merasakan gimana rasanya lapar dan hausnya orang-orang miskin yang kelaparan dan serba kekurangan.

Puasa Politik
Berpuasa untuk protes kepada pemerintah agar suara dan aspirasi didengar. Kita menyebutnya aksi mogok makan .Itulah contoh puasa politik.
Kalo dulu waktu kecil, saya juga pernah gak mau makan karena minta dibeliin sesuatu, gak juga dikasih. Politik anak-anak. 

Puasa Tren
Puasa karena trend dan gaya hidup umumnya untuk selalu menjaga berat badan agar tetap ideal.

Puasa Kesehatan
Alasan lain orang berpuasa adalah karena kesehatan. Kita meyakini bahwa dengan berpuasa tubuh akan tetap sehat.

Puasa Hajat
Dalam masyarakat adat, ketika akan melaksanakan suatu hajat besar beberapa hari sebelumnya melakukan puasa terlebih dahulu. Ini diyakini agar hajat akan berlangsung dengan lancar.

Fasting does not cure any disease, but provides an opportunity to the body to heal it self

Walaupun banyak teori yang mengatakan puasa mampu mengobati berbagai penyakit, namun sebenarnya gak gitu lhoh. Puasa bukan mengobati penyakit. 

Nah lhoh, katanya puasa bisa mengobati penyakit.
Sebentar, jadi gini. Puasa memberikan kesempatan kepada tubuh untuk beristirahat dari rutinitas pekerjaan mengolah makanan dan minuman setiap harinya. Sehingga energy yang biasa digunakan oleh tubuh dalam bekerja mengolah makanan, akan digunakan untuk melakukan perbaikan-perbaikan kerusakan tubuh.
S
aat berpuasa, tubuh mengalami detoksifikasi secara alami. Tidak adanya makanan dalam lambung, membuat organ seperti hati dan limpa “membersihkan diri”. Racun yang dibuang 10 kali lebih banyak.Jadi proses penuaan pun bisa dihambat sementara.

Catet : Bila kita melakukan puasa dengan benar, wajah kita akan tampak lebih berseri.

*wink wink* 

Nulis ini, sebagai reminder juga buat diri saya sendiri. Jadi bersemangat mau rajin puasa lagi.
This entry was posted in

24 August 2015

Where Are You Going To ?

Where Are You Going To ?
Do you know where you’re going to ?
Do you like the things that life is showing you ?
Where are you going to ?
Do you know ?
Do you get what you’re hoping for ?
When you look behind you there’s no open door
What are you hoping for ?
Do you know ?

Tulisan di atas adalah sebait syair yang disenandungkan oleh Diana Ross, yang sekarang dipopulerkan kembali oleh Mariah Carey dan Jennifer Lopez. (sila googling)

Pertanyaan yang diajukan oleh syair lagu ini kurasa sangat mendasar. Pertanyaan yang mempertanyakan kembali , apa yang hendak dilakukan dalam hidup kita? Apakah kita ingin tetap berada dalam keadaan kita yang sekarang (ini sih khusus saya yang masih begini-begini saja) tanpa perubahan yang berarti dari tahun ke tahun, atau kita ingin selalu berubah dan menjadi lebih baik dan lebiiih baiik lagi? Tentunya, pertanyaan ini jawabannya ada pada diri kita sendiri.

Untuk berubah, tantangannya memang sangat besar, dan kita sering tidak kuat menghadapi tantangan itu. Padahal, dengan adanya tantangan itulah yang membuat kita akan menjadi semakin kuat dan lebih baik.

Membangun kebiasaan baik itu sulit luar biasa, contoh sederhananya saja bangun pagi, olahraga rutin setiap pagi, makan makanan yang sehat saja. Tantangannya sungguh luar biasa, saya sendiri seringnya berhenti di tengah jalan. Namun begitu sadar untuk kebaikan diri sendiri, saya akan bangkit lagi dan mencoba lagi. Walaupun berkali-kali gagal lagi -  gagal lagi…

Berbeda dengan mengubah kebiasaan buruk menjadi baik, ketika akan mengubah kebiasaan baik menjadi buruk itu sangatlah mudah.

Semua tergantung Niat dan Keinginan

Ingatkah manteman hadist Arbain yang ke 1?
“Sesungguhnya amal perbuatan itu disertai niat dan setiap orang mendapat balasan amal (perbuatan) sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang berhijrah hanya karena Allah dan RasulNya maka hijrahnya itu menuju Allah dan RasulNya. Barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ia harapkan atau karena wanita yang ingin dia nikahi, maka hijrahnya itu menuju yang ia inginkan.”

Oke, ini memang soal keyakinan. Tapi kita bahas saja dalam konteks keseharian saja.

Perubahan diri kita diperuntukkan kepada siapa? Untuk dipandang atau dipuji orangkah? Untuk perusahaan atau pekerjaankah? Atau untuk tujuan yang lebih besar dari itu? Semua orang seharusnya berpikir –berniat untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Tapi pada kenyataannya tidak semua orang bisa melakukan hal itu. Yang membedakannya hanyalah keteguhan masing-masing orang untuk mencapai tujuannya. Orang yang teguh dan berani mengambil resiko untuk berubah itulah yang akan mendapat kesuksesan. ( Teori banget, tapi emang kenyataanya gitu ,kan? )

Aku mah masih berusaha, masih membenarkan niat, menguatkan azzam, dan mengumpulkan keyakinan agar terus bisa berubah lebih baik secara menyeluruh.

Agar hasil dari niat kita untuk berubah optimal, maka kita harus mendapat dukungan dari orang-orang di sekitar kita, baik itu keluarga maupun komunitas.

Berbuat yang terbaik semampu kita. Pernghargaan, keberhasilan, dan semuanya hanya efek yang kita dapatkan jika kita sudah melakukan yang terbaik.

Semua harus diperjuangkan dan dijemput. Siapkah kita berjuang untuk menjemputnya?
Jawaban itu ada dalam diri kita masing-masing.

Berubah tidak harus menunggu saat tahun baru 1 Januari atau 1 Muharam. tapi SEKARANG.


Ayo, Win, ubah niat, kuatkan azzam, dan berbuatlah yang terbaik. InsyaAllaah semua akan indah pada waktunya.


This entry was posted in

08 August 2015

Belajar Merajut (2)

Lima bulan lalu, saya mulai tertarik belajar merajut. Awalnya sih gak kebayang bakalan bisa bikin benda dari gulungan benang. Cerita pertama kali saya belajar bikin tas rajut ada di sini . 

Sebulan saja belajar, saya sudah merasa bisa. sombong banget, hihihi, padahal nama-nama tusuk dalam merajut juga kagak hafal semua, apalagi kode-kodenya, apalagi membaca polanya, apalagi... apalah apalah. *jedotin kepala ke bantal*

Kayak gitu kok dibilang bisa, cuih. 

Orang normal kalau mau bikin benda rajutan harus pake/baca pola, lha kamuh?? 
Oh well, Selama lima bulan ini, saya bikin tas rajut cuma mbayangin aja gimana hasil akhirnya. Lalu mulai mengira-ira ini pake tusuk apa. Segimana panjangnya juga masih dikira-kira, sekian tusuk untuk sekian centimeter. Gak jarang karena kurang cermat menghitung, rajutan jadi nggak karuan bentuknya. Petat-petot gitu lah. Walaupun sudah lebar, saya bongkar lagi agar rapi dan hasilnya bagus.
Sepertinya mulai detik ini, emang harus belajar baca pola. Dan... BIKIN POLA SENDIRI.

Kata orang dari hobi bisa mendatangkan rezeki....

Baru lima bulan emang, dan saya sudah berani bilang : "Oke fix, saya hobi merajut." 
Setelah sebelum-sebelumnya memilih hobi membaca, menggambar, nonton drama Korea, makan, dan tidur. ckckck

Dan dari hobi saya yang satu inilah, Alhamdulillah saya bisa dapetin uang jajan sendiri. 
Beberapa teman yang tahu kalau saya suka merajut, minta dibikinin benda rajutan kayak syal, baju, sepatu bayi, bahkan baju. Yang terakhir itu saya gak sanggup, saya sarankan mending beli jadi aja baju rajutan, banyak kok dan harganya lebih sedikit dibanding kalo handmade. :)) 

Sementara ini, saya baru bisa bikin tas doang. Dan saya mau pamer. hahaha.

Tas ini, gak tau kenapa jadi banyak yang pesen. Jadi favorit, mungkin, karna warnanya? atau bentuknya ya?
Bandul/ gantungannya berbeda-beda dari beberapa yg pesen.
Dua lagi yang beda warnanya belom jadi.

Tas yang satu ini hasil imajinasi saya atas pesanan temen yg menginginkan tas yang bentuk bagian bawahnya melengkung (enggak kotak), talinya panjang dan bisa dipanjang-pendek, pake resleting dan juga kancing magnet.
Dipilih warna cokelat tua dipadukan cokelat muda/emas karena biar bisa dimecingkan dengan baju apa aja.
Simple dan elegan. 

Kalau yang ini tas hape, ukurannya seukuran hape jaman sekarang.
Kalau main kemana dan bajunya pas gak ada kantongnya, atau takut hapenya cepet rusak kalo ditaruh di saku celana atau lagi males bawa tas, saya pake ini aja. ;) 

Ini seperti yang pertama saya bikin, cuman beda warna doang.

Ya, saya tahu ini belum apa-apa. Seujung kuku juga belum. Tapi banyaknya semangat yang diberikan teman-teman, saya akan terus belajar merajut agar bisa membuat macem-macem rajutan cantik dan keren kayak di foto-foto yang bertebaran di internet ituh.


06 July 2015

Bukber Blogger Bandung Bareng Gurita

Sahabat maya itu nyata adanya di ngeBasReng "Nongkrong Bareng Blogger Bandung" 


Bandung, 3 Juli 2015..... bukber ( buka bersama )yang sangat seru dan asyik!

Saya ceritain dari awal ya.

Sebenernya kemaren itu, saya memutuskan untuk dateng ke Piset Mall Bandung tuch mendadak banget. Memang beberapa hari sebelumnya udah tahu dari teh Nchie Hanie tapi masih selewat aja dan nggak kepikiran buat dateng. Ai pek teh, tiba-tiba hari itu siang itu si gue jadi pengen banget dateng. Seperti ada bisikan dari hati nurani yang terdalam untuk hadir. *sudah tertular lebaynya Bibi Titi Teliti*


Jam 3 saya masih chat tanya sana-sini memastikan boleh ikutan atau enggak. Setelah fix, saya pun chat A'Budi (*perkenalkan suami saya* :D ) minta beliau pulang lebih awal dari kantornya. Ngomel-ngomel sih, tapi tetap diijinin dan beliau pulang tepat jam 16:00. hahaha
Acara jam 16:00, otomatis saya telat. Lhawong dari rumah yang Bandung coret ini jam 16:10. Jarak sini ke Piset Mall Bandung kan jauuuh.
Dengan motor matic kukejar waktu, tetep nggak bisa. Sekenceng apapun saya nge-gas nggak maju juga di Cimindi. Lagi ada insiden orang meninggal di rel kereta, jadi ini yang bikin macet parah. Duh!

Alhamdulillah , sampai juga jam 5 lebih 40. Acara tengah berlangsung sesi bedah buku. Saya nggak menyimak semuanya, tapi sedikit yang saya tangkap. .......saya memang nggak nangkep apa-apa.... krik krik krik

Kemudian dilanjut sambutan hangat dari teh Eka Riani sebagai penyelenggara.

foto punya teh Dey
Kalau yang belum kenal teh Eka, beliau adalah owner kaos Gurita yang ngehits itu lhoh.

Dan Alhamdulillah lagi, suara indah yang paling ditunggu. Adzan Maghrib!
Hidangan sepanjang meja telah disiapkan oleh teh Eka Riani. Subhanallah rasanya, menikmati kebersamaan berbuka bareng temen-temen blogger yang asyik-asyik. Buka bersama kali ini memang sehangat bala-bala, combro, gehu, dan pisang goreng. Sesegar teh manis dan buah semangka.


Setelah berbuka dan sholat maghrib, acara diteruskan dengan game-game yang nggak kalah seru. Rulenya, semua gadget dikumpulkan agar nggak mengganggu kekhusyukan berinteraksi antar blogger ( *emang ada ya ngobrol yang khusyuk?* ), tapi karena semuanya sudah sadar diri, jadi, aturan mengumpulkan gadget ditiadakan. Meskipun begitu di sini nggak ada yang sibuk dengan gadgetnya masing-masing lho. Semuanya berbaur, bersatu, bercanda haha hihi,dan foto-foto bareng.

Lomba serunya ada 2:
- Foto paling NORAK berkelompok, menggunakan properti Gurita kaos bisa ngomong.
- Posting on the spot berkelompok, diposting di salah satu blog.

Sementara dua grup menulis, dua grup lainnya berfoto ria. Melihat ekspresi mereka, saya merasakan hangat di dada. Apalagi melihat para panitia ( teh Nchie Hanie, teh Meti Mediya, Bang Aswi ) senyam-senyum melihat kekocakan teman-teman. Melihat teh Eka Riani, terlihat kebahagiaan di sana. Jadi makin geulis.
(Sampe di sini manteman pengen nangis nggak? Enggak? Ya udah oke sip!)

Di lomba foto dicari foto yang paling norak dan rame dong yaaa.
Ini dia beberapa foto norak kita-kita.

Semua foto dipinjam dari Gurita Kaos Bisa Ngomong

Ganteng-Ganteng Blogger
Pas pemotretan rame pisan, namanya juga bapak-bapak. (#eh, yang belum bapak2 juga ada)
Mereka muka garang, tapi hati selembut hati bang Qomar (penggemar Preman Pensiun pasti tahu) wekekek


Grup Manequin
( teh Erry Andriyati, teh Evi Sri Rezeki, teh Ima Emaknya Alif, kang Isna Fachrurozi, madam Vivera Siregar dan saya)

Ini riweuh! mau digimanain ini manequinnya? Diuyel-uyel ,dimiringin, digendong, digotong. Duh, pokoknya jeprat jepret aja, nanti gampang dipilih ekspresi yang paling norak. 
Mungkin karna diuyel-uyel si Manequin merasa putus asa. Sehingga terjadi insiden itu.
Insiden lepasnya lengan dari bahunya dan karena jatoh jadi jarinya patah dua.
Coba waktu pas kelompok kami bengong kayak sapi ompong lalu ada yang jepret candid ekspresi kami. 
Duh, maafkan kami teh Eka. Kami bersedia patungan mengganti, tapi teh Eka emang bageur. Kami nggak disuruh mengganti dengan manequin yang baru. Tapi kami berusaha buat menyatukan kembali dua jari yang terpisah karena ulah kami tadi. T_T


Ini kelompok apa ya, lupa namanya. UCUL ya kalo gak salah. Diambil dari kata lucu yang dibalik.
Serius, gaya-gaya mereka rame banget. Bahkan teh Dey yang biasanya kalem, jadi ikutan norak juga.

Lihat adek kecilnya, menghayati banget.

Kalau mau lihat kenorakan kami semua, langsung aja ke facebook Gurita Kaos Bisa Ngomong.

Dan Ini dia pemenang foto norak.

Juara ke3 dari total 4 grup. wkwkwk

Juara kedua foto norak

Juara Pertama 


Yang nggak menang gimana dong? Tenang nggak ada yang cedih di sini. Semua dapet hadiah.

Menang lomba blog

Di cie-in atulah, kan dapet kaos yang femeuus gretongan.


Sebenernya, pas dapet kaos Gurita ini saya masih belom ngeh menang apaan. Pas udah nanya ternyata kelompok Manequin yang menang lomba blog. Ini berkat teh Ima yang dengan segenap hati menulisnya sehingga tulisannya menyentuh hati para juri. #eaaa
Sedangkan saya hanya menemani dengan setia di samping teh Ima. hehehe

Pokoknya horeee dech, kemaren itu bertabur hadiah.

Tapi hadiah-hadiah itu, bukan apa-apa tanpa adanya kehangatan di dalam acaranya.
Jadi, acara kemaren itu perfect lah menurutku, nggak jaim-jaiman, nggak cuek-cuekan, nggak ada yang sibuk sendiri, nggak ada yang khusyuk merunduk (baca:main gadget).

Terakhir, dalam tulisan ini saya secara pribadi ngucapin makasih banyak untuk Teh Eka Riani dan Gurita Kaos bisa ngomong, kepada panitia. Semoga dibalas dengan kebaikan yang berlimpah. Aamiin...

Yuk ah, urang sasarengan ngajaga semangat ngeblog. 

05 July 2015

Norak-Norak Bergembira

Halooo, manteman.

Saat ini, saya boleh dibilang lagi norak-norak bergembira. Soalnya, seumur-umur blog saya belum pernah berada di halaman pertama Google dengan kata kunci: Waterboom Cirebon, Waterboom Ade Irma Suryani, Ade Irma Suryani Cirebon. dsb.

Kata kunci yang muncul

Sudah kira-kira sebulan ini pengunjung naik drastis di tulisan saya yang berjudul Waterboom Ade Irma Suryani Cirebon. Bahkan sekarang jadi nomer 1, ngalahin postingan favorit selama berbulan-bulan My Dream Vacation : Korea Selatan .

Saya nggak tahu kenapa bisa gitu. Mungkin karena tempat wisata tersebut sudah mulai buka tanggal 1 Juli 2015 kemarin. Jadi kayaknya pada nyari info tentang tempatnya, deh. Entahlah. Tapi yang penting saya senang, saya senang.

Eh, padahal blogpost ini saya buat 3 bulan yang lalu lho, bulan April. Tapi rame-ramenya baru sekarang. 
Sebagai blogger apalah apalah kejadian semacam ini bener-bener bikin saya pengen nraktir orang-orang. hahaha norak banget!




Pasti seleb blogger yang dulunya pernah nubie juga ngalamin juga. Tapi mungkin nggak senorak saya, ya. hahaha

Ottoke Ottoke ...
Bagaimana saya mengendalikan perasaan ini yang bahkan melebihi perasaan saat nonton drama The Time We Were Not In Love  dan melihat L bersama Ha Ji Won lagi kencan romantis. 
Sampai di sini kayaknya saya udah berlebihan, wkwkwk . Nyadar sih, tapi saya biarkan perasaan itu meluap-luap, ntar juga reda sendiri. :p 

Sayangnya, ini bukan konten berbayar. Hanya dari kesadaran dan keikhlasan hati saja menulisnya. Coba waktu itu saya bertemu sama yang punya proyek yang orang Bandung itu dan menyodorkan kartu nama saya sebagai blogger. Dan menawarkan kerjasama untuk mempromosikan tempat. Dan.... 

"Ah sudahlah gak ada gunanya berandai-andai, anakku", kata ibu peri.

Okesip, manteman, kesimpulannya kartu nama sebagai Blogger itu wajib ada di dompet. 

Demikian ceracau pagi saya kali ini. Mohon dimaklumi, yaaa. hihihi :D