Showing posts with label Giveaway. Show all posts
Showing posts with label Giveaway. Show all posts

25 August 2016

Saya Pejuang ASI Eksklusif dan Saya Bangga

Menyemarakkan Pekan ASI Dunia yang jatuh pada tanggal 1-7 Agustus, ijinkan saya bercerita sedikit tentang perjuangan saya memberikan ASI ekslusif di 6 bulan pertama kedua anak saya. Apa saja yang sudah saya lakukan untuk persiapan dan pelaksanaan pemberian ASI sehingga bisa berhasil.



Yang sudah-sudah, pembahasan tentang ASI vs sufor selalu menjadi pro-kontra para ibu di jagad raya ini. Makanya saya biasanya hanya menyimak saja pembahasan ini dan berusaha memposisikan diri di keduanya. Sehingga saya menulis ini hanya bermaksud berbagi pengalaman sukses dalam memberikan ASI eksklusif.

Persiapan Sebelum Hari Kelahiran Tiba

Jauh sebelum bayi saya lahir, saya sudah berencana bahwa nanti saya hanya akan memberikan ASI tanpa bantuan susu formula di 6 bulan pertamanya. Karena sudah berencana dan bertekad seperti itu, maka dari awal kehamilan anak pertama, saya mencari ilmunya dengan membaca-baca informasi di internet dan juga menanyakan langsung kepada bidan/dokter saat memeriksakan kandungan. Sambil selalu memanjatkan doa agar nanti semuanya berjalan lancar.

Selain mengumpulkan berbagai macam informasi, saya juga menyiapkan "alat"nya (baca:payudara) agar saat nanti digunakan sudah siap. Kalau tidak dipersiapkan dari jauh hari, kemungkinan besar bisa lecet saat menyusui.
Apa saja persiapannya? Antara lain: disaat mandi, bersihkan puting susu dari daerah aerola (daerah yang berwarna gelap). Di area puting ini, biasanya ada kotoran baik itu kulit mati atau daki yang menutupi lubang-lubang kecil tempat keluarnya air susu. Nah, setiap mandi saya bersihkan itu dengan lembut, nggak perlu digosok pake batu kali, ya. hehe
Sambil dibersihkan, juga sambil dipilin-pilin dan ditarik-tarik. Pijatan pilin-tarik ini membuat puting menjadi lebih panjang sehingga nanti pas diberikan ke bayi lebih mudah. Lalu melakukan pijat di area payudara dengan baby oil atau minyak zaitun.

Persiapan lainnya adalah membaca cara menyusui yang baik dan benar. bagaimana posisinya dan segala macam tentang hal teknis menyusui bayi baru lahir. Ini penting karena, posisi atau cara ibu menyusui juga berpengaruh terhadap kesuksesan memberikan ASI.

Mencari informasi tentang makanan yang bisa meningkatkan produksi ASI. Jadi saat trimester ketiga saya perbanyak makan makanan tersebut. Bisa search sendiri bahan makanan apa saja yang bisa meningkatkan produksi ASI. Jangan malas mencari informasi sebanyak mungkin ya, Moms.

Setelah Bayi Lahir

Setelah bayi lahir kedunia, perasaan yang meluap-luap pada saya tak bisa terelakkan. IMD yang saya idamkan tak bisa terlaksana karena Bu Bidan berkata saya sudah terlihat dalam kondisi kelelahan. Jadi proses menyusu pertama bukan saat bayi masih berdarah-darah lalu diletakkan di atas perut saya kemudian bayi akan mencari puting ibunya sendiri. Itu ekspektasi saya sebelumnya. Tapi karena kenyataannya saya kelelahan, pemberian ASI pertama kali dilakukan setelah bayi dibersihkan dan dibedong, sayanya juga sudah bersih dan ganti baju.

Lancar keluar susu yang melimpah? enggak, cyiin. Kedua anak saya, dua-duanya ASI baru keluar di hari ketiga dan kedua pasca melahirkan.

Menurut ibu bidan, (saya mengutip perkataan Bu Bidan saja ya dari tadi, hehe... )
Menurut Bu Bidan, bayi baru lahir itu bisa bertahan tanpa asupan makanan selama maksimal 5 hari karena dalam tubuhnya masih menyimpan cadangan makanan yang berasal dari plasentanya. Saya bersyukur saat tempat bersalin mendukung keputusan kami (saya dan suami) untuk memberikan ASI ekslusif.

Godaan untuk memberikan susu botol, tidak hanya dari ASI saya yang belum keluar, namun dari orang tua saya yang menunggui dan membantu merawat saya saat melahirkan dan setelahnya. Neneknya tentu saja enggak tega melihat anak hanya mengenyot puting yang enggak keluar air susunya. Namun setelah mendengarkan penjelasan suami saya, akhirnya neneknya pun ikut mendukung. Ya, peran lingkungan sangat mempengaruhi kesuksesan memberikan ASI ekslusif.



ASI Tidak Keluar? Apa yang harus dilakukan?

Sudah saya ceritakan di atas, ASI saya juga tidak langsung keluar di hari pertama melahirkan. Hari kedua juga sama, masih belum keluar. Yang ada anak saya sering menangis karena usahanya mendapatkan ASI belum juga menampahkan hasilnya. Hari ketiganya barulah keluar, itupun hanya yang sedikit itu. Yes, colostrum yang berwarna kekuningan dan cuma sedikiiiit banget akhirnya keluar di hari ketiga.

Dari hari 1-3 itu, saya harus berdamai dengan perasaan kasian kepada bayi saya yang cuma mengempeng susu tanpa keluar air susunya. Thats so hardly to me. Tapi walaupun enggak keluar, saya tetap memberikan puting saya agar bisa disedot anak saya. Gerakan mulut bayi ini merupakan rangsangan agar ASI bisa keluar.

Selama 2 hari itu bayi dikasih apa dong? Hanya ditetesi air putih hangat saja agar bibir dan mulutnya enggak kering.

Pokoknya di fase ini, penuh drama banget. Ya begadang karena di malam hari harus tetap memberikan ASI (walaupun belum keluar) 2 jam sekali, ya nahan rasa kasihan ke anak, ya nahan rasa sakit bekas jahitan, dan sebagainya.

ASI Keluar, sudah kelar perjuangannya? Belum, cyiin.

Setelah ASI keluar, semakin hari semakin bertambah banyak saja produksi ASInya. Saya mengalami bengkak di payudara disertai panas dingin. Di fase ini, ASI harus lebih sering diberikan agar bengkak enggak semakin parah dan membuat ibunya sakit. Rasanya lega sekali setelah dihisap habis.

Bengkak karena menampung banyaknya air susu, menjadikannya keras sekali. Saya mengatasinya dengan pijat ibu menyusui. Kebetulan di sekitar tempat tinggal saya ada seorang tukang pijat yang bisa memijat ibu pasca melahirkan dan bayi bayu lahir. Saat pemijatan, payudara dipencet keras, sehingga lubang-lubang kecil di area puting bisa terbuka. Ditandai dengan ASI yang memancar, serta saya lihat lubang-lubang kecilnya jadi bertambah banyak. Pijat pasca melahirkan ini membuat ASI semakin lancar keluarnya. Sedangkan si bayi jadi lebih nyenyak tidurnya.
Mungkin kalau yang tinggal di perkotaan bisa mencari mom and baby spa. Biasanya melayani pijat bayi dan ibunya.

Demikian sekelumit pengalaman saya memperjuangkan ASI eksklusif di 6 bulan pertama. Saya sungkem kepada senior pejuang ASI yang lebih dahsyat perjuangannya. Dan Barakallaah untuk Moms yang memberikan ASI dimudahkan segala-galanya.

Tulisan ini sekalian sharing pengalaman, juga sekalian diikutsertakan dalam Give Away ASI dan Segala Cerita Tentangnya yang diadakan oleh duniabiza.com


15 July 2016

Bercerita Lewat Sebuah Foto

Halo, assalaamu'alaikum..!

Setelah tiga minggu liburan plus lebaran di kampung halaman, saatnya kembali ke "realita" hidup. Kemarin ( saat liburan di rumah ibu ), setiap hari bisa santai-santai, kerjaannya makan makan dan makan, main main dan main, senang-senang aja dehh  pokoknya. Sekarang ( hari ini ), mulai lagi dengan aktivitas seperti sebelum liburan dan lebaran. menyiapkan sarapan dan seragam di pagi hari, nyuci-nyuci, nyapu-nyapu, dan bersih-bersih rumah yang pastinya berdebu setelah ditinggal mudik selama tiga minggu.

Tadi pagi, ada sedikit keriweuhan. Hmm, ternyata drama PPDB ( Pendaftaran Peserta Didik Baru ) belum kelar. Hari ini terakhir kewajiban calon peserta didik melakukan daftar ulang. Tiba-tiba motor yang biasa dipakai ngojeg (baca : nganterin) anak-anak ke sekolah mogok, nggak mau nyala. Ya salam...kalau nggak datang daftar ulang dinyatakan mengundurkan diri. jadi terpaksa harus nyari ojeg beneran yang susahnya minta ampun. Hari sudah siang, ojegnya nggak dateng-dateng. Mau pesan ojeg online lewat applikasi ya kok malu lhawong cuma turun ke bawah dikit.
Akhirnya saya, Dhia dan Akram jalan kaki sampai ke tempat daftar ulang ( sekolahnya Dhia ) yang lumayan jauh kalau dengan berjalan kaki. Kenapa nggak naik angkutan umum? Angkot nggak ada yang lewat jalan sini.

Tapi alhamdulillaah... PPDB berakhir manis. Sudah beres semua. Tinggal nanti hari Senin masuk sekolah hari pertama. Apalagi melihat Dhia memakai seragam barunya. Rasa haru, bahagia, bangga, nggak nyangka anakku sudah SD...



Udah kayak goodday aja, hari ini banyak rasa. :)

Banyak sekali peristiwa yang sudah kita lalui sejak lahir sampai saat ini. Setiap saatnya begitu berharga. Seperti sayang untuk dilewatkan begitu saja. Dengan pemikiran seperti itu, saya jadi hobi memotret. Memotret segala sesuatu yang ( menurut saya ) pantas untuk dipotret. Karna memotret itu tergantung masing-masing orang. maka yang menurut saya pantas dipotret belum tentu menurut orang lain pantas. Pun sebaliknya.

Dan karena bagi saya, memotret itu membekukan peristiwa, mengukir kenangan. Sebisa mungkin di setiap moment saya abadikan dalam foto. Termasuk pas pulang dari kampung halaman, kemarin. Dengan kereta api yang melaju kencang, saya sempatkan memotret pemandangan di sepanjang rel yang dilewati kereta Kutojaya Selatan yang saya tumpangi. Bagi sebagian orang, dalam perjalanan itu lebih baik tidur supaya tidak terasa tau-tau sampai di tujuan.

Kalau saya, walaupun sudah sering menggunakan kereta PP Bandung-Kutoarjo, saya lebih suka menikmati pemandangan di luar jendela. Ada banyak hal yang bisa kita temukan.

Pemandangan saat naik kereta api dari stasiun Kutoarjo Jawa Tengah sampai stasiun Kiaracondong Jawa Barat .

Difoto dengan kamera ponsel di atas kereta yang melaju.






Ada masjid dengan kubah hijaunya. 







16 February 2016

Kaos Gurita Bisa Ngomong "Blogger Itu Hebat"

"Blogger itu hebat. Merangkai kata saja tidak pernah lelah, apalagi merangkai masa depan kita."

( Kaos Gurita Bandung )


Serangkai kalimat di atas biasanya akan disambut dengan celotehan seperti :
"ea eaa eaaa", "uhuuuk", "ihiiiir", "ahaaai"
.....coba, apalagi yaaa. :)

Ini kaos romantis banget, sich. Pikirku. Sudah menyanjung-nyanjung Blogger dengan kalimat "Blogger itu Hebat", terus ditambahin pula dengan kata-kata romantis. Tambah klepek-klepek, dech!

Hari Sabtu lalu sepulang dari Ur Flavor Market, saya mampir ke outlet barunya di Jalan Karapitan no 89 Bandung. Waktu itu sudah hampir Maghrib. Saya, walaupun sudah sering mondar-mandir Cimahi-Bandung, tetap saja nggak hafal jalan. Tetep aja nyasar. Bisa aja sih saya pakai applikasi penunjuk jalan atau peta. Tapi, mending nanya sama orang sih kalau saya mah. Dengan mengandalkan jurus 'banyak bertanya' akhirnya sampai juga selepas maghrib.

Outlet Gurita di waktu malam.
Begitu masuk ke dalam outletnya, saya disambut ramah oleh teteh penjaganya, namanya Dew ( Sebenernya ada beberapa orang, tapi yang lain saya nggak tahu namanya). Kalau setiap toko baju penjaganya ramah gini pasti calon pembeli juga akan nyaman milih-milih bajunya. Karena sudah merasa nyaman, jadi untuk pilih-pilih produknya (dan foto-foto) pun nggak kikuk. hehehe.

Blogger belajar narsis, :v :v :v 
Nggak berapa lama setelah saya, rombongan sepertinya satu keluarga terdiri dari ayah ibu dan tiga anaknya masuk ke dalam outlet. Mereka membeli beberapa kaos. (Nggak) Iseng saya bertanya sama ibu-ibu tiga anak itu, katanya buat oleh-oleh. Mereka orang Jakarta yang lagi menghabiskan weekend di Bandung. Jadi ternyata, kaos Gurita ini sekarang sudah jadi oleh-oleh khas dari Kota Bandung. wow wow keren ya!!

Di Outlet Gurita Karapitan ini, nggak cuma kaos saja. Beberapa produk dipajang dengan manisnya di rak dan sudut ruangan. Ada topi, pin, gantungan kunci, tempelan kulkas yang semuanya bisa "ngomong" seperti ciri khas Kaos Gurita Bisa Ngomong. Dan yang manis banget adalah tas jeans dengan gambar gurita yang imut-imut banget itu. Sumpah aku pengin! :D

Harus Tahan gebuk, man!!
Hidungku nggak PESEK :v 
PIN
Demi kepentingan, muka harus diedit. heuheu
Oiya, selain kaos 'Blogger itu Hebat' ada satu lagi keluaran terbaru dari Gurita di bulan ini. Adalah kaos yang bertuliskan:

 Blogger  Indonesia itu Romantis
Menulis sepanjang hari aja mampu, apalagi mengisi hari-hari kamu... 

#eaaa :D 


Saya penasaran sekali sama dua kaos ini. Jadi dari pada saya hanya bertanya-tanya dalam hati, mendingan saya bertanya langsung sama teh Eka Riani, ownernya. Saya pertama kali bertemu langsung dengan teh Eka pada bulan Ramadhan tahun kemarin. Dari sana saya semakin kagum sama sosok beliau. Salah satu pebisnis wanita yang juga menginspirasi saya.

Alhamdulillah disela-sela kesibukannya, teh Eka mau menjawab pertanyaan dari saya blogger yang lagi berusaha narsis ini.

Di bawah ini adalah hasil wawancara online saya dengan teh Eka. Saya tuliskan sesuai dengan apa yang teh Eka jawab, nggak ditambah ataupun nggak dikurangin. Awalan dan akhiran skip aja dech ya.

Tanya :
Bagaimana sejarah kaos gurita khususnya yang tema Blogger hebat dan Romantis ini akhirnya bisa launching. Dan dari mana ide kata-katanya?

Jawab:
Kaos ini terinspirasi dari gaya bahasa gaul ala masa kini yang berisi gombalan-gombalan. Terus kenapa saya bikin untuk blogger? Karena kaos terdahulu "Sumpah Aku Ini Blogger" sering dipakai oleh blogger saat meliput atau diundang memberikan review. Buat kaos gurita, ini suatu kehormatan. Akhirnya saya simpulkan bahwa blogger itu butuh identitas berupa kaos yang memang mencerminkan dunia mereka dan mereka senang memakainya. Kalo kaosnya itu-itu terus, memakainya akan bosen, jadi disesuaikan perkembangan jaman eh perkembangan bahasa deh hehe...

Tanya :
Apakah ke depannya kaos Gurita akan melayani pemesanan kaos dengan kata-kata dari calon pembeli? Karena selama ini saya lihat banyak yang bertanya (termasuk ke saya, hehe) "Bisa nggak kalo pesan dengan kata-kata gini :(disambung dengan kalimat yang diinginkan mereka)".

Jawab :
Sudah pernah melayani keinginan membuat kaos satuan dengan kata-kata pribadi. Tapi saat dihitung biaya produksinya sangat tinggi. Akhirnya tidak terlalu gencar dipromosikan. Salah satu admin blogger bandung pernah memesan kaos satuan ini dengan tulisan "Blogger Indonesia Paling Ganteng". Siapa coba...

Teh Eka Riani

Tanya :
Bagaimana Blogger dimata teh Eka?

Jawab :
Di mata saya, blogger itu sahabat. Mungkin karena sebenernya saya suka tulis-menulis juga. Udah gitu, banyak hal yang bisa saya lakukan padahal sebelumnya belum pernah mengerjakan hal tersebut berkat bantuan tulisan-tulisan para blogger. Bener-bener pemberi cahaya di kegelapan deh. Contohnya waktu saya nekad mau piknik ke suatu pulau kecil tanpa punya kontak atau teman yang tau rutenya. Akhirnya saya bisa sampai dengan selamat bersama rombongan berkat panduan dari sebuah blog. Anggota rombongan saya sampai heran, kok bisa yakin begitu menempuh perjalanan. Belum lagi kalau namanya nyari resep, nyari obat, dll. Saya ingin seperti blogger yang memberi manfaat bagi orang lain. Gurita ingin jadi sahabat juga buat para blogger.

Dengan tiga pertanyaan di atas saya rasa cukup menjawab rasa penasaran saya walaupun sebenarnya masih banyak yang ingin saya pelajari dari beliau.


Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Kaos Gurita Sayang Blogger


Outlet Kaos Gurita Kaos Bisa Ngomong
Jalan karapitan no 89 Bandung, Jawa barat
Indonesia
website : www.kaosgurita.com
facebook : Gurita Kaos Bisa Ngomong


10 October 2015

Ciptakan Peluang Usaha dari Blog


Hari ini, 10 Oktober 2015... mungkin jadi hari yang paling riweuh dalam bulan ini.
Yap, hari ini adalah hari dimana saya harus nentuin pemenang giveaway yang saya adain sekaligus bikin postingan buat pengumumannya. Terus, aku baru inget (sebenernya inget dari kemaren-kemaren , sich. Ini mah didramatisir doang :D ) kalo  giveaway mbak Uniek idolaku itu deadlinenya hari ini juga.

Fyuuuh... !! Olala uyeye kann?

Yang jadi bikin riweuh pake banget itu, karena pergelangan tangan kananku kok ya ndilalah terkilir, atau kesleo gitu. Kemaren siang pas pulang jemput anakku yang sekolah TK, hampir ngguling ke kanan. karena nahan motor biar nggak ngguling bersama anak-anak, jadi saya tahan. Nah disitulah kejadian tangan sampe terkilir. Bahkan nggak bisa ngangkat sendok makan.

Jadi beibeh, saya ngetik ini dengan tangan kiri saja. Pasti typo dimana-mana.
Kemarin malem sudah dipijit, sih, sama teh Nining -tukang pijat andalanku. Tapi katanya, harus diistirahatkan dulu tangan kanannya. (*sampai di sini saya merasa lebay* hahaha)

Terus, kenapa saya maksain ngetik kalo masih sakit tangan?
Saya nggak mau laaaaah melewatkan Giveaway mbak Uniek. Ini kesempatan saya untuk bercerita kepada manteman behind the scene blog ini. Sekaligus menciptakan peluang ..mmm.. peluang mendapatkan hadiah yang lucu-lucu itu. qiqiqi

Trims mbak Uniek, karna giveawaynya panjenengan, aku bisa nulis ini. ;)

Blog ini dibuat akhir tahun 2012. Waktu itu saya resign dari pekerjaan yang baru saya geluti selama kurang lebih empat tahun, menjadi pendidik di salah satu TK (Taman Kanak-Kanak) di Kota Cimahi. Karena melahirkan anak kedua saya (Akram) jadi merasa repot kalau harus ngurusin anak orang lain sementara anak saya ntar nggak keurus.
Jadi usia blog ini kurang lebih seusia dengan anak kedua saya. Sekitar tiga tahunan.

Awalnya, saya nggak tau blog ini untuk apa, mau diisi dengan tulisan yang bagaimana, dan lain sebagainya. Blog ini saya biarkan nganggur tanpa tulisan selama berbulan-bulan. Kalaupun ada postingan, itupun hanya beberapa paragraf (ini udah saya umpetin di draft tapi sebagian masih nongkrong berjamur).

Ya begitulah. Yang saya rasakan selama ini, membangun sebuah blog itu butuh kerja keras. Baik dalam menulis sehingga menghasilkan tulisan yang bisa dimengerti oleh pembaca, dan juga kerja keras dalam memanage blog dengan benar.

Blog ini saya namakan bundadhia ya karna saya ini emaknya Dhia. Yes, sesimpel itu. Ingat lagi kalimat di atas, saya gak tau mau diapakan dan gunanya buat apa blog ini.

Setelah baca-baca, blog walking (yg selalu jadi silent rider), dan belajar dari para master blog, saya mulai numbuh PeDenya. Kemudian memberanikan diri ikut di lomba blog. Lomba blog mewajibkan peserta mempunyai Twitter. Saya belajar gimana membuat akun twitter. Waktu itu nggak tau yang namanya mention dan hashtag itu yang bagaimana. bhahaha pokoke masih "unak-nunuk" banget lah.

Menciptakan Peluang?

Dari waktu ke waktu, saya terus dan masih saja belajar. Waktu melihat tayangan video Youtube ini, saya jadi mikir gini : semua dari kita itu sebenernya punya peluang yang sama untuk berhasil.

Lho? 

Iya, peluangnya itu hanya 20% dari kerja keras dan atau kerja cerdas. Yang membedakan kenapa hasilnya berbeda adalah kerja nya tadi. Bagaimana dan segimana kerjanya akan menentukan hasilnya.

Kita tonton videonya dulu, yuk.


See? 

Lihatkan? Bagaimana orang-orang di dalam video itu? Mereka menciptakan peluang mereka dengan banyak action. Para pedagang, haruslah banyak menawarkan barang dagangannya. Ingat lagi, peluangnya hanya 20%. Jadi misalkan menawarkan kepada 10 orang, peluang yang didapat hanya 2 orang yang tertarik, membeli atau cuman megang dan ngelirik doang.

Agar menarik pembeli, dibuatlah suatu pemasaran yang kreatif. Ini nih yang wajib saya contoh dari online shop yang bertebaran di internet.

Dari video tersebut, saya pun jadi terinspirasi untuk menciptakan peluang bagi usaha tas rajut saya. Yaaa, selama lima bulan ini saya jualan tas rajut handmade. Pemasarannya saya lakukan sendiri. Hanya face to face kepada teman-teman dekat. Jelas, peluangnya lebih sedikit jika dibanding kalau saya membuat blog atau web untuk tas rajut.


Karena belum punya web online shop, jadi saya sisipkan aja tas rajut handmade saya itu di dalam tulisan di blog ini. Upload foto ke sosial media seperti facebook, twitter, dan instagram juga berpengaruh dalam menciptakan peluang. Terus, peluangnya akan semakin banyak jika saya 'simpan' tas rajut buatan saya di Tokopedia. Tokopedia kan tempatnya semua barang. Yang jual banyak. Baaaanyak!

Begitulah ke depannya saya akan menciptakan peluang. Yuk, ciptakan peluangmu sendiri.

Cheers!!
dari saya yang tangannya lagi keseleo
(*duh, modus banget pengen dido'ain*) :v :v :v


Pengumuman Pemenang Giveaway #OOTD Ala Aku

Assalaamu'alaikum...

Hari ini waktunya saya ngumumin pemenang Giveaway pertama saya yang disponsori oleh Baju Korea Wanita, ya manteman.

Terima kasih buat manteman yang sudah ikutan meramaikan Giveaway ini. Semoga dibalas dengan kebaikan yang berlimpah oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Tulisan peserta giveaway bagus-bagus, tapi karena kenang-kenangannya cuma ada tiga, jadi ada yang dapat dan nggak. Semoga dilain waktu saya bisa menyelenggarakan lagi giveaway dengan hadiah yang lebih banyak.

Di akhir penilaian, saya dan juri satunya lagi -yang nggak mau disebut namanya, sempat kebingungan. Ada lima tulisan yang bikin kami terpukau. Foto OOTD nya juga bagus dan cerita dibaliknya juga keren.
Tapi kami harus memilih 3 diantara ituuuh (Oh My). Saya sampai merenung semalem, berdoa agar pilihan kami nggak salah.

Tapi diluar semua itu, saya yakin manteman blogger nggak akan ada rasa kecewa. Menang ya syukur, enggak ya nggak papa bukan rezeki. Iya kan? kan? kan? :D

Oiya, sebagai rasa penghargaan saya kepada teman-teman semua, saya ijin fotonya untuk dipajang di sini. Dan inilah, foto OOTD yang cakep-cakep bingiits. cekidot





































Tuh kan bagus-bagus semua ^_^, sebenarnya kita itu bisa menjadi diri kita sendiri dengan apa yang kita kenakan. Dan menjadi cantik dengan rasa percaya diri.

Dan yang berhak mendapat kenang-kenangan dari Baju Korea Wanita adalah:

Safira Nisa (@safiranys) : berhak memilih dari ketiga hadiah yang ia suka.
Hilda Ikka (@newHildaIkka)
Istiadzah Rohyati (@istiadzah)

Selamat yaaa untuk kita semua, pemenang akan saya hubungi lewat pesan pribadi.

Untuk yang belum beruntung kali ini, jangan kecewa ya. InsyaAllah mudah-mudahan saya bisa bikin Giveaway lagi.

Best Regards.
dari akuuh yang tangan kanannya lagi keseleo terus ngetik ini pake satu tangan aja~~
(Win, emang penting ya??! -__-) #dziiigh