13 March 2017

[Jalan Bareng Bocah] Kolam Renang Paling Murah di Kota Cimahi

Kolam renang paling murah di Cimahi, tiket masuknya cuma 5000 rupiah. Ada lho. Ada!!



Pada umumnya, kolam renang di Cimahi Jawa Barat sini harga tiket masuknya sudah 15 hingga 25 ribu rupiah. Namun kolam renang Tirta Kangguru masih tetap konsisten dengan harga murahnya yaitu Rp 5000. Malahan dua tahun lalu, kolam ini masih mengenakan tarif 3000 rupiah. Tapi biar harganya nggak keterlaluan murahnya jadi dinaikin dua ribu (mungkin ini mah). Buka setiap hari kecuali hari Senin.

Saya pertama kali ke sini sekitar 7 tahun yang lalu dan langsung jatuh cinta sama tempatnya. Soalnya, kolam ini jadi berasa kolam renang pribadi karena sangat sedikit pengunjungnya. Airnya juga jernih, pemandangan sekitar kolam masih banyak pepohonan. Sejak saat itu kami rutin tiap pekan ke sini, kecuali kalau si Akang lagi keluar kota atau lagi ada acara. 



Fasilitas
Kolam renang ada dua. Satu kolam besar dan luas dengan kedalaman 115 - 300 cm. Satu kolam kecil berbentuk lingkaran untuk anak-anak, kedalamannya kurang lebih 70 cm. 
Saung tempat menaruh barang. Meja dan kursi yang berjajar di pinggir kolam.
Kamar mandi dan kamar ganti. Kamar mandi hanya satu. Pancuran air untuk bilas ada 2. Kamar ganti ada 4.
Kantin. Setelah berenang bisa pesan teh manis hangat atau memesan makanan lainnya.
Selain itu, ada mainan anak-anak seperti ayunan.
Bagi keluarga yang mau piknik juga bisa. Tinggal bawa tikar dan perbekalan. Gelar tikar di atas rumput hijau di bawah pohon rindang, lalu makan bersama keluarga. Duh asyiknya. 

saat sepi

Kalau lagi ramai.

Perbandingan harganya yang jauh dari yang lain membuat kolam renang kangguru jadi perbincangan banyak orang. Makanya sekarang udah nggak terlalu asyik karena sudah ramai pengunjung terutama di hari Minggu. Kalau ingin sepi, pilihannya hanya hari kerja saja. Paling enak di hari Selasa. Air masih bersih karena hari Seninnya dikuras.

Dari dulu, tidak ada yang berubah kecuali lahan parkirnya yang sudah lebih luas dari sebelumnya.



Dimana?
Di jalan pesantren. Dari jalan pesantren ke ataaas terus. Setelah pertigaan (jalan jati/arah pemkot) sudah gak jauh lagi. Lihat google map aja ya biar lebih jelas. 

Letaknya di dalam kampus TEDC yang dulu yang sekarang dijadikan balai pelatihan. Masuk ke dalam gerbang yg dijaga oleh satpam. Bilang aja ke satpam mau ke kolam renang. Jika baru pertama kali, sebaiknya bertanya ke satpam atau melihat google map. :)




Minusnya, kolam renang Tirta Kangguru ini memang tidak ada fasilitas mainan di kolam kayak  perosotan, ember tumpah dll seperti di kolam renang sekitarnya. Juga nggak menyediakan sewa ban atau pelampung. Wajar lah ya jadi bayarnya murah :) . Minusnya lagi, kamar mandi wanita hanya ada satu, jadi yang kebelet pipis dan masih ada yang mandi harap bersabar. Kamar mandi juga enggak terlalu bersih. Pintu masuk ruang ganti wanita kurang tertutup.

Tapi semuanya nyaman sih menurutku dengan harga semurah itu dibandingkan kolam renang sekelasnya (yang gak ada banyak wahana air). Sekeluarga cuma 20 ribu, bo'. Dimana lagi coba di Kota Cimahi ada kolam renang murah gini. 

Cerita lain ---> Jalan Bareng Bocah

11 March 2017

Menyiapkan Anak Menjadi Generasi 4G

Assalaamu'alaikum...
Hidup di era digital saat ini merupakan satu tantangan besar bagi kita orang tua. Khususnya saya yang saat ini masih mempunyai anak balita. Dimana-mana sekarang anak balita sudah pandai mengoperasikan gadget. Sepertinya sudah menjadi kebutuhan ya, apalagi di lingkungan dan teman sepermainan mereka yang rata-rata dibekali gadget oleh orang tuanya. Mau gak mau kami juga mengenalkan gadget dari anak usia 2 tahun. Bukan ikut-ikutan sih, melainkan karena kami sebagai orang tuanya sadar betul bahwa "memang sudah zamannya".

pict source : Melati bangsa Official Web


Saya baru saja ikut seminar bunda Elly Risman tentang 7 pilar pengasuhan. Beliau memaparkan bagaimana internet bisa merusak generasi muda kita. Saya miris sekali dengan kejadian-kejadian yang luar biasa membuat saya banyak-banyak Istighfar. Bagaimana trend-trend anak muda saat ini aneh-aneh kelakuannya. Astaghfirullah...
Banyak sekali muncul "chalange-challange gila" yang sama sekali sulit dipercaya. Tapi itu memang ada. Rasanya tidak perlu saya share di ruang publik karena justru akan memicu orang penasaran. 

Lalu, bagaimana saya menyiapkan anak-anak kami untuk menjadi generasi 4G, menyambut kebebasan berinternet?

Membatasi

Saya sebagai ibunya mempunyai kontrol penuh terhadap anak-anak saya. Saya sebagai Baby Sitternya Allah, harus benar-benar mendidik mereka dengan benar. Membatasi anak-anak menggunakan gadget dan terutama internet adalah salah satunya. Setiap hari, maksimal anak menggunakan gadget (baik itu untuk nonton atau main games) selama 2 jam. Nggak boleh lebih. Jadi dalam satu pekan tidak akan lebih dari 14 jam.

Tidak Memfasilitasi

Saya di rumah tidak menggunakan TV berlangganan yang notabene dapat mengakses channel-channel yang yaaa Anda pasti tahu sendiri. TV berlangganan secara bebas menayangkan tayangan dewasa sepanjang hari. Bahaya kan kalau diakses sama anak-anak. Bahkan sekarang, konten dewasa juga sudah merambah Disney yang biasanya diakses oleh anak-anak.

Tidak menyediakan wifi di rumah. 
Wifi untuk gadget mereka tidak saya fasilitasi penuh. Jika mereka ingin menonton Youtube dari laptop pribadi mereka, saya memastikan mereka tidak sembunyi-sembunyi menontonnya.

Tidak memberi mereka handphone.
Anak sulung saya saat ini berusia hampir 8 tahun. Saya belum memberinya ponsel pintar secara penuh walaupun teman-temannya ada yang sudah diberi ponsel. Saya hanya memberi izin mereka menggunakan smartphone milik saya yang saya pasang aplikasi khusus agar mereka hanya bisa mengakses tertentu saja di HP.

Menggunakan Internet untuk Belajar

Saya yang masa kecil tumbuh di era 90-an. Agak kaget juga dengan pelajaran anak kelas satu SD saat ini. Dimana mata pelajarannya seperti saat saya kelas 4 SD jaman dulu. Untuk mengulang pelajaran dari sekolah, kami browsing menggunakan jaringan internet yang sudah 100% 4G. Saya dan anak sama-sama belajar dengan mencarinya di internet. Smartfren dengan jaringan yang sudah 100% 4G sangat membantu kami dalam belajar.

Dengan kapasitas saya yang hanya ibu rumah tangga biasa. Mencerdaskan bangsa dimulai dari rumah, dimulai dari anak sendiri, dimulai dari hal yang terdekat yaitu ANAK SAYA. 

Orang-orang bolehlah mencerdaskan bangsa dengan mengadakan berbagai kegiatan sosial yang sangat bermanfaat. Tapi saya, dimulai dari rumah adalah terpenting. Karena jika satu ibu saja bertindak untuk membimbing, memperhatikan anak dengan baik dalam menggunakan internet, jika seribu ibu melakukan hal yang sama maka kita bisa bayangkan yang akan terjadi.

***
Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog on the spot Community Gathering  Generasi 4G Smartfren.


04 March 2017

Warung Nasi Lengko di Cirebon

Cirebon adalah kota kedua tempat saya mudik setelah Purworejo. Karena di sana Akang menjalani masa kecilnya bersama nenek (ibu dari ayah mertua). Jadi saya merasa kangen ke Cirebon selayaknya saya kangen rumah di Purworejo.

Ada banyak alasan untuk kembali lagi datang ke Cirebon. Utamanya adalah keluarga Kang Budi ada di sana. Kedua, karena saya jatuh cinta sama nasi Jamblang dan nasi Lengko khas Cirebon. Kalau Nasi Jamblang rasanya tak tergantikan dimanapun tempatnya. Sementara nasi Lengko, kang Budi kadang membuat sendiri di rumah dengan bahan seadanya.

Pernah waktu hamil Akram ( kalau saya nggak salah inget ). Saya kepengin nasi Lengko. Mau ke Cirebon, saya masih hamil muda, jadi enggak tenang kalau mau pulang, nggak mau ambil resiko. Walaupun Cimahi-Cirebon cuma 3-4 jam tapi namanya hamil muda apalagi punya balita ( waktu itu Dhia masih usia 2 tahun ) kebayang repotnya. Akhirnya sama kang Budi dibikinlah nasi Lengko abal-abal. Walaupun abal-abal tapi udah bisa mengobati rasa penasaran sama yang namanya nasi Lengko.

Nasi Lengko khas Cirebon ala-ala kang Budi
Beginilah penampakan nasi lengko ala kang Budi. Bahannya seadanya beli di warung. Nasi putih hangat ditambahkan di atasnya : irisan tempe goreng; irisan ketimun, bawang goreng dan kecap manis secukupnya. Nasi Lengko bikinan sendiri ini sudah merupakan garis besar yang ada di nasi lengko sesungguhnya. Rasanya pun enak karena dibuat penuh cinta (halagh).

Akhirnya Makan nasi Lengko yang Asli Cirebon!

Jadi waktu ke Cirebon bulan lalu, kami sempatkan mencari warung makan yang menjual nasi lengko. Diantar oleh kakak sepupu, sampailah kami di warung nasi Lengko H. Barno yang katanya selalu ramai. Alamatnya di jalan Padongan Cirebon. Entah arah dan jalan menuju ke sini saya tidak tau dengan jelas soalnya jalanan di Cirebon susah dihafalin sih. Sekarang kan sudah zaman canggih, tinggal buka Google Map aja yes. ;)

warung nasi lengko khas Cirebon
Kata kakak sepupu, di sinilah warung nasi Lengko yang lumayan rame. Benar juga sih, pas kami datang sebagian meja sudah berisi tamu. Pas kami sudah kenyang dan mau keluar, hampir semua meja terisi pengunjung.

Sesuai keinginan, saya memesan Nasi Lengko. Waaah asyik akhirnya kesampaian mencicipi nasi Lengko yang original. ( qiqiqi ) . Tidak lama kemudian, pesanan datang. Sepiring nasi Lengko dan seporsi sate daging sapi terhidang di meja. Sekadar informasi, sate hanya sebagai lauk pelengkap saja. Nggak pesan juga tidak apa-apa.

Beginilah penampakan nasi Lengko original Cirebon. Selain tiga bahan utama yaitu nasi putih, tempe goreng, ketimun, dan bawang goreng, ada juga toge alias kecambah; kucai atau batangnya bawang; serta bumbu kacang. Dari platingnya enggak terlalu sip kalau menurut saya. Wajar sih, soalnya ini kan bukan makan di restoran atau cafe yang mengedepankan tampilan. Di sana judulnya juga warung makan.

Soal rasanya ( setelah ditambahkan kecap) hampir sama dengan yang kang Budi buat, sama enaknya. Cuma menurut saya, kurang bawang gorengnya aja. Di piring dengan nasi menjulang, saya cuma bisa menemukan bawang goreng beberapa helai saja. Ini soalnya saya kan suka bawang goreng, kalau makan wajib ada bawang gorengnya. ( *kalau gitu bawa dari rumah bawang gorengnya, Wien!)



Namun, kalau soal kenyang, makan seporsi nasi Lengko sama satenya bisa tahan nggak makan malam. Asli kenyang banget! Saya hampir tidak bisa menghabiskannya kalau nggak dibantu sama Akang.

Sate


Satenya merupakan sate daging sapi dengan bumbu kacang. Seperti sate-sate pada umumnya.



Minumnya, disediakan minuman gratis teh tawar. Jika ingin yang segar ada kok seperti teh botol dan sebagainya.

Es Durian

Saya penasaran juga nih sama es durennya. Maka saya memesan satu porsi es duren. Ternyata isinya daging durian yang topingnya eskrim santan atau yang kita kenal dengan es dung-dung.

es duren
Harga :

Seporsi Nasi Lengko : Rp 18.000
Seporsi sate sapi isi 10 pcs : Rp 40.000
Seporsi es duren : Rp 20.000

Kalau menurut saya, harga segini termasuk lebih mahal dibandingkan harga di warung-warung makan di Cirebon pada umumnya. Ingin mencoba? Sila mampir di warung nasi Lengko Haji Barno di jalan Pagongan Cirebon.  :)

03 March 2017

Daftar Harga Printer HP Berkualitas Yang Tersedia di Pasaran Saat Ini

Sebenarnya saya lagi pengen beli printer untuk mendukung pekerjaan saya. Emang kamu punya kerjaan , Wien? ahahaha.... Memang sih keliatan dari luar (tetangga) aku mah cuma ibu rumah tangga yang lebih banyak ngerem di rumah. Tapi, gini-gini juga saya teh kerja dan punya penghasilan sendiri atuh. ( kali-kali sombong kekeke )
Kantor saya ya di rumah. Diantara tumpukan keranjang setrikaan baju yang tingginya udah kayak puncak Jaya Wijaya; diantara bunyi mesin cuci yang berderit manja; dan diantara derai tawa serta tangis anak. Yang bilang bahwa saya di rumah cuma klempurak-klempuruk alias nambru di rumah,  yang bilang saya cuma gegoleran aja di rumah, mau dilihatin print out tabungan saya? ( tulisan minta dikepret ini hahaha ).
Mau cerita dikit, beberapa waktu lalu saya bekerjasama dengan sebuah agency yang mengharuskan kerjasama dan kontrak dan segala macemnya diprint - lalu discan - lalu kirim lagi. Kerasa repotnya kalau harus bolak-balik ke warnet buat nge-print. Jadi emang sejak itu saya udah ngincer-ngincer printer yang harganya bersahabat namun spesifikasinya oke dan bisa dipakai sama emak-emak yang gaptek kayak saya. 
tipe-tipe printer untuk di rumah

Kebetulan di mataharimall.com lagi ada banyak discon printer yang harganya mulai dari limaratusribuan. Semestakung... semesta mendukung! Alhamdulillaah... thanks to Alloh.
Sebelum membeli printer dan perabot elektronik lainnya, saya tentu harus cermat memperhatikan harga dan spesifikasinya. Saya berniat membeli printer pengennya sih merk HP karena saya kan perlu banget tuh untuk kebutuhan cetak-cetak dokumen. Lalu akang suami pun juga butuh karena sewaktu-waktu diminta print out segala macem dokumen kantor yang seabrek namun posisi sedang di rumah.
Setelah browsing, saya mendapatkan informasi harga dan spesifikasinya. Khususnya printer HP, ada beberapa varian yang tersedia di pasaran.
Ingin tahu tentang daftar harga printer HP yang kini beredar di pasaran?
Yuk simak dulu ulasan saya yang satu ini!
HP Deksjet 2132 All in One
Varian printer HP yang satu ini multifungsi karena bisa digunakan untuk print, scan, dan copy dokumen. Itulah sebabnya kita bisa mengandalkan HP Deskjet yang satu ini untuk menyelesaikan pekerjaan secara efisien. Kecepatan cetaknya mencapai 5,5 halaman warna atau 7,5 halaman hitam putih per menit. Hargaprinter HP Deskjet ini pun tergolong terjangkau mulai dari 600 ribu rupiah.
HP Deskjet 2135

Seri HP Deskjet 21235 juga memiliki kemampuan print, scan, dan copy yang tak kalah dengan printer merek lainnya. Resolusi mencapai 4.800 dpi bisa menghasilkan kualitas print yang sangat baik. Ukuran yang tidak terlalu besar membuat printer ini cocok ditempatkan di mana saja. Dapatkan HP Deskjet 2135 dengan harga tak sampai 700 ribu rupiah.
HP Deskjet 1112
Jika kita hanya membutuhkan printer dengan kemampuan cetak saja, maka HP Deskjet 1112 yang bisa menjadi andalan kita. Jenis printer yang satu ini memiliki bentuk minimalis dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Resolusi sebesar 1.200 x 1.200 dpi lebih dari cukup untuk mendukung kapasitas print-nya. Siapkan budget sebesar 460 ribu bila ingin memiliki HP Deskjet 1112.

HP 2545

Ada teknologi baru yang disematkan pada HP 2545. Selain kemampuan print, copy, dan scan yang memadai, ada pula fitur wifi. Proses scanning dan cetak dokumen jadi lebih mudah jika HP 2545 terhubung secara wireless dengan gadget atau laptop. Proses instalasinya pun tergolong mudah dan tidak membuang-buang waktu. Rasakan kecanggihan printer yang satu ini dengan harga 1 jutaan rupiah saja.

 Tuh, harganya lumayan bersahabat kan? Harga printer HP yang bersahabat akan bikin kita tetap hemat ketika membelinya. Kecanggihan printer HP siap membantu kita menuntaskan pekerjaan saya secara praktis dan hemat waktu.

01 March 2017

[Jalan Bareng Bocah] Cirebon Waterland Ade irma Suryani

Hai Assalamu'alaikum teman-teman.
Asik sudah tanggal 1 lagi. Yeaay! Tanggal muda biasanya pada jalan-jalan kemana? Udah berencana jalan kemana, nih? Jalan Bareng Bocah kali ini mau cerita pengalaman kami waktu main bareng keluarga di Cirebon Waterland Ade Irma Suryani.  Yang bulan ini berencana ke CIrebon, gak ada salahnya mampir ke sini. Tempat wisata di Cirebon yang ramah anak banget. Plus sudah ada penginapannya juga dengan view laut.

Saya dulu pernah nulis tentang waterboom Ade Irma Suryani tapi jauh sebelum pembukaannya. Baca di sini : Waterboom Ade Irma Suryani .
Paman saya yang kerja di sana, memudahkan kami bisa masuk melihat-lihat tempat ini sebelum dibuka untuk umum.

Saat sedang dibangun aja udah kelihatan bakalan jadi tempat wisata yang kece, apalagi sekarang. Tempatnya asyik dan nyaman untuk kumpul keluarga.


Kawasan Ade Irma Suryani sekarang, sejak diresmikan menjadi Cirebon Waterland Juli 2015 menjadi kawasan yang ramai dikunjungi wisatawan. Jika kita googling dengan kata kunci Ade Irma Suryani Cirebon, yang muncul adalah foto-foto cantik. Padahal dulunya ini adalah kawasan termasuk kumuh, secara kan kawasan nelayan dan digunakan untuk menjemur ikan pasti bau amis.

Cirebon Waterland Ade Irma Suryani (CWAIS) buka dari pukul 06.00-21.00 WIB. Berada dekat dengan kawasan pelabuhan Cirebon. Beralamat di Jalan Yos Sudarso No.1, Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat 45111

Tiket masuknya per orang Rp 30.000 (per Januari 2017) tapi belum termasuk tiket masuk ke Waterboom. Kalau belum yakin mau main air mendingan jangan langsung beli tiket berenang. Kita bisa membeli saat mau masuk waterboomnya saja. Di dalam ada kok loketnya. Sayang kalau sudah dibeli tapi enggak kepakai.



Setelah melalui pintu masuk, pengunjung disuguhi pemandangan waterboom yang luas dan membuat kita pengen nyebur aja. Udara yang panas membuat air menjadi sangat menggoda. Di dekat pintu masuk, ada banyak penjual minuman dingin dan berbagai jenis makanan ringan sampai makanan berat.

Foodcourt 

Jalan sedikit, kita akan melihat berbagai wahana permainan anak-anak seperti sepeda layang, sepeda air, mobil gowes, dll. Untuk mencoba permainan tersebut, pengunjung harus membeli tiket lagi. Harga tiketnya mulai dari 20 ribu hingga 35 ribu rupiah.

Beli tiketnya di sini




Jika permainan ini dirasa sudah biasa, mending langsung masuk aja ke dermaga. Sebelum ke dermaga, pengunjung melewati cottage-cottage yang keren untuk background selfie atau  berfoto bareng keluarga.

Sebagian cottage

Cottage dari segala sudut memang kelihatan sangat menarik. Gak heran pada pengen selfie di sini. Kalau sedang weekend, perlu kesabaran untuk dapat foto yang nggak bocor (nggak ada penampakan orang lain). Bangunan berderet rapi dan unik ini bisa disewa untuk menginap. Biaya sewanya mulai dari satu juta rupiah sampai 2,5 juta. Kami nggak perlu menginap di sini karena ada rumah keluarga di dekat sana.

Setelah melewati cottages, saya sarankan masuk ke dermaga. Di tengah laut, kita bisa menikmati angin dan pemandangan laut jawa yang airnya bak susu coklat. Untuk bisa sampai ke tengah laut, kita harus membayar lagi Rp 10.000 dengan mendapat minuman gratis. Atau Rp 5000 tapi tidak dapat minuman.




Di tengah laut, kalau mau kita bisa naik perahu untuk berkeliling lebih ke tengah lagi. Tapi saya merasa serem juga mau naik karena tidak disediakan pelampung seperti di Floating Market.

Kami cukup puas menikmati angin di tengah laut sambil mengambil foto keluarga maupun video. Vlog? Ehhmm, saya belum terlalu PD untuk bikin vlog. Video hanya untuk dokumentasi pribadi saja. hehe




Setelah puas, kami keluar dari dermaga. Melewati cottage. Di sini, anak-anak selalu bertanya apa yang dilihatnya. Ada ikan yang lari-larian di atas lumpur. Ada cacing besar sekali di atas lumpur. Ada burung juga di atas lumpur. Anak-anak sekalian mengenal berbagai maca benda. Sambil jalan-jalan sambil belajar.

Sebenarnya, saya pengen masuk ke "Kapal Tomodachi". Tomodachi yang di depannya ada patung laksamana Cheng Ho ini merupakan restaurant. Sejarahnya, dulu kapal Tomodachi yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho dari Cina Daratan singgah di Cirebon ini dan menyebarkan agama Islam di Cirebon. Sayang keluarga besar dan anak-anak enggak mau masuk dan memilih langsung nyebur ke waterboom. jadi saya penasaran deh. Kesempatan berikutnya, saya harus masuk ke Tomodachi tersebut.



Tiket masuk ke Waterboomnya Rp 35.000 per orang. Duo bocah berenang sama ayahnya. Saya memandang dari luar area kolam. Membiarkan anak-anak bersenang-senang dengan ayahnya agar mereka makin dekat. Sementara itu ibunya nyantai dulu sambil makan-makan. Padahal disamping alasan agar tercipta bonding ayah-anak, karena sayanya enggak bawa baju ganti. kekeke



Waterboomnya ada dua buah yang dihubungkan dengan jembatan penyebrangan untuk berpindah dari kolam satu ke kolam satunya.



Di dalam kolam sama sekali enggak teduh, Sis. Setelah main air, kulit menghitam karena terlalu lama mainnya. Untuk emak-emak putih, sebaiknya pakai sunblock dulu deh dari pada belang. :D
Walaupun di waterboomnya panas, tapi di luar area waterboom ada pohon rindang untuk berteduh dan bangku untuk duduk.

Gimana? Menarik untuk dijadikan list saat berkunjung ke Cirebon?
Pulang dari sini, kita bisa mampir makan di Nasi Jamblang Bu Sri yang letaknya gak jauh dari Cirebon Waterland Ade Irma Suryani.

24 February 2017

Pakaian Casual untuk Muslimah


Sebenarnya dulu sebelum terjun ke dunia bloging, saya tidak terlalu mengamati dan tertarik pada bidang fashion. Dalam trend berpakaian pun saya tidak selalu mengikuti perkembangan mode. Makanya pakaian saya pun tidak modis (menurut saya sih). Semuanya biasa aja ala emak-emak rumahan gitu deh. Tapi walaupun begitu, saya suka banget kalau lihat wanita lain yang berpakaian modis, rapi, dan serasi. Enak gitu lihatnya, nggak bosen. Apalagi yang langsing-langsing. #eh

Mungkin emang sudah bawaan orok kali ya, jadi saya mah enggak PeDe-an kalau memakai yang "aneh" dikit dari yang biasa saya kenakan saat bepergian maupun sehari-hari. Pakaian yang saya kenakan enggak akan jauh dari rok-atasan-jilbab. Masih belum siap menjadi pusat perhatian, cyiin, kalau mau pakai yang mevvah. #aadeziiigh

Namun seiring berjalannya waktu, saya yang cuek bebek dengan yang berbau trend mode, cuek soal penampilan, dan masih malu-malu embek, kini dikit demi sedikit mencoba style pakaian yang berbeda. Tapi masih sesuai dengan selera saya yang casual.

Dalam memakai baju, saya senangnya yang nyantai, yang penting enak/nyaman dipakai. Soal pilihan warna, saya lebih suka warna-warna pastel atau yang soft dan kalem. Kalau warna gonjreng / mencolok rasanya enggak sesuai dengan selera saya.

Sekadar informasi, kata dokter David Budi (pakar aestethic di DF Clinic) , pilihan dan cara berpakaian kita itu juga pengaruh dari hormon dalam tubuh lho. Keseimbangan hormon akan mempengaruhi bagaimana ia memilih pakaian dan memilih warna. Ada yang sukanya warna kalem kayak saya, ada yang sukanya hitam yang seluruh lemari isinya monokrom (kalau nggak hitam ya putih), ada yang isi lemari pakaiannya colourfull

Hmm, betul sekali soal fashion memang tergantung selera masing-masing orang, yes.

Sebagai muslimah, pakaian yang saya kenakan harus juga mencirikan kepribadian seorang muslimah, Sampai sekarang masih terus berusaha konsisten untuk mengenakan pakaian yang syar'i, yang tidak ketat dan kerudungnya menutup dada, namun kadang masih suka pakai celana. Saya nggak ingin kesan muslimah itu gak perhatian sama diri sendiri. Kesannya malah suaminya enggak bisa ngurus. Eemmm, paling enggak saat di rumah atau saat ketemu teman enggak yang kuleuheu'-kuleuheu' teuing atulah. Maka demi suami jugalah, saya jadi sedikit mengikuti trend tapi tetap harus sesuai kepribadian saya.

Dan inilah gaya berpakaian saya di tahun 2016 yang lalu. Saya akan sedikit mengulas OOTD saya, (Win, sok-sokan banget ih// haha biarin!)

Yang pertama ini adalah favorit saya. Sering banget bepergian dengan setelan seperti ini. Yang saya pakai ini terdiri dari :
Inner warna hitam, outter yang sebenarnya tidak berlengan dengan detail kancing sampai atas, kerudung motif segiempat. Outfit ini nyaman dipakai saat travelling atau ke acara semi resmi juga masih bisa masuk. Tinggal aksesorisnya aja yang di-mix and match. Misal saat travelling kayak gini memakai tas ransel dan sepatu cats. Saat ke acara semi resmi, memakai slingbag/handbag dengan sepatu fantofel.



Yang kedua, bisa dilihat kerudungnya masih sama. Ini memang kerudung favorit yang paling enak dipakai. Outer tanpa kancing, panjangnya sampai lutut. Kaos warna abu biar matching sama outernya. Celananya tidak terlalu kelihatan ya? Itu sebenarnya celana cutbray jadul warna biru dongker. matching juga sama outernya.


Yang Ketiga
Kita ketemu kerudung segiempat lagi. baju bahan warna pastel, celana panjang warna hitam. Sepatu boot warna cokelat tua. Ikat pinggangnya dengan pita ukuran besar ( yang dadakan potong dari persediaan pita di rumah.)

lagi-lagi warna pastel

Yang keempat
Outfit super  nyantai. Namanya juga lagi mantai. Cukup dengan kaos lengan panjang, rok jersey yang lebar banget sehingga nyaman untuk jalan-jalan, dan kerudung/bergo/khimar XL dengan warna senada dengan roknya. Bergo ini memang nyaman banget. Bahannya tipis tapi enggak menerawang. Praktis langsung pakai, kalau mau sholat jadi gampang banget bongkar-pasang.
abaikan perut, foto belum siap jadi lupa nahan napas
Bergo beli di koleksi jilbab khimarnya Tokopedia. Almost bergo dan khimar harga masih banyak yang di bawah seratus ribu lho. Ada juga yang seratusribu dapat tiga buah. Masih lebih murah ketimbang beli di pasar minggu Brigift.

Ada begitu banyak pilihan fashion muslim di Tokopedia. Terutama bagi yang pengen modis tapi budget minim, Tokopedia bisa membantumu. Walaupun harganya murah, tapi barang tidak murahan ya.

Sebentar lagi gajian. Siap-siap borong hijab dan pakaian muslimnya yuuuk!
Di Tokopedia ada banyak. Baaanyaaak!


19 February 2017

Abadikan Celoteh Anak

Saat anak berusia di bawah lima tahun adalah masa "repot" mengurus bocah. Masa dimana seorang SAHM (stay at home mom ) seperti saya, terkuras energinya untuk mengomel. Iya , mengomel.  Jangan salah, mengomel bukan lagi pandangan negatif untuk ibu. Jangan takut dibilang cerewet karena ngomelin anak ( dan atau suami ). Dimasa ini orang tua harus banyak bicara agar anaknya juga bisa bicara. Kita juga perlu menanamkan berbagai kecakapan demi perkembangan yang sesuai usianya.

Disaat yang bersamaan, ini adalah masa dimana penuh canda tawa penuuh keceriaan dan kenangan manis. 



Ingat tidak , Ma'am? Disaat kita ngomelin anak kadang mereka membalikkan apa yang kita katakan ke anak? Dan momentnya itu lho pas banget dan selalu "dziiigh!" *satu bogem mendarat di pipi*
Termasuk juga celotehan mereka. Saya sendiri sering terkekeh kalau dua bocah kesayangan sedang ngobrol di ruang sebelah tanpa campur tangan saya. 

Maka dari itu, saya akan mengabadikannya di tulisan ini. Karena biasanya dari kita (ah apa cuma saya aja? ) kalau gak ditulis akan terkikis dengan memori lainnya. Ahiw, Wien susah amat mau bilang pikun. haha

Mumpung saya ingat, berikut ini beberapa celotehan anak yang sering membuat saya ngakak, kadang membuat saya merasa makjlebb.

Akram (4 tahun), Dhia (7 tahun), saya (29 tahun)

Korban Iklan

Akram : "Mi, mau minum susu pakai gelas ini." menyodorkan cangkir plastik yang biasa buat bayi yang ada tutupnya.
Saya    : "Lhoo, kok pakai ini kayak adik bayi aja."
Akram : "Kan, biar kayak di iklan."
***
Akram : "Mi, ini harus digini - gini- gini." memperagakan klik - tarik - tuang.
Saya    : "Waah, kok tahu, Dek?"
Akram : "Kan, ada di iklan."
***
Akram : "Mi..mi..mi.. coba lihat." Akram meminta saya memperhatikan dia. Lalu dia meneruskan kalimatnya begini : "Siapa yang bisa ngomong Jepang? Saya, Pak. Jeppaaang!! Zonk"
Saya & Dhia : tertawa terbahak-bahak
***
Akram : "Suatu hari , Bunda. Ada seekor kelinci...sama lebah. Lebahnya galak. Kelincinya digigit."
Dhia    : "Terus terus kelincinya gimana?"
Akram : "Kelincinya jadi besar. Kayak balon. Tapi banyak bulunya."
Saya yang di ruang sebelah : ngikik
***
Akram : " Hai, aku Chilo."
Dhia    : " Hai, aku Chila."
*)Tahukah Anda ini iklan apa?

Panggung Sandiwara

Sering kejadian begini:
Akram dan Dhia lagi akur banget. So sweet kalau mereka lagi akur. Mereka akan membuat tumpukan bantal. Lalu mereka bergantian tampil di atas panggung (bantal) tadi.
Di saat adiknya naik tampil di atas panggung-panggungan tersebut, si kaka di depannya menonton dengan perhatian penuh. Lalu setelah selesai, si kakak akan bicara beberapa kata seperti mengomentari aksi adiknya di atas panggung tadi. Jika sudah, si kakak bergantian tampil dan si adik menonton.

Ngobrol sama Orang yang Lebih Tua

Suatu hari, Akang main di teman. Sudah lama gak kesana.
Teman Akang : "Akram, main sini. Udah lama nggak main."
Akram : "Ada anak kecil nggak?"
Teman Akang : "Nggak ada. Teteh Salwa-nya kan udah besar."
Akram : "Ah, nggak mau ah kalau nggak ada anak kecil mah."
***
Suatu hari, Akram bertemu dengan teman kantor akang suami.
Teman Kantor : "Hai, Akram!"
Akram : "Halo, Om."
Teman Kantor : "Kita mancing, yuk."
Akram : "Mancing ikan? Dimana? Ayo."
Beberapa saat kemudian...
Akram : "Om, jadi nggak mancingnya?
*Nah lhoh! Nagih dia.

Nasehat

Selama ini berusaha menasehati yang baik-baik. Sependek pengetahuan saya tentang adab dan tatakrama. Makan, minum, masuk rumah, memakai baju pun ada adabnya.

Dhia : "Mi, kok makannya sambil berdiri? Kan nggak boleh?" katanya saat melihat saya makan cemilan sambil berdiri.
Saya : "Oh iya."

Enaknya punya anak yang bisa mengingatkan kalau orang tuanya salah. :')

Yang Sabar...

Akram : "Mi, cepetin masaknya. Sudah lapar nih.
Saya    : "Yang sabar ya, Nak. Ini bentar lagi matang."
Dhia    : "Mi, pinjam hapenya."
Saya    : "Sabar dong, Dhia. Lagi dipakai nih.
..........
Saya : "Akram, cepetan ini makannya dihabisin."
Akram : "Iya, Mi. Sabar."
Saya : "Dhiaaaa, PRnya dikerjakan dulu sayaaang!"
Dhia : "Iya, Mi. Sabar."

*)kena deh!



PS. nanti kalau ingat atau anak-anak berceloteh yang membuat saya ngakak maupun ter-makjleb akan saya tulis lagi.

Kalau manteman, pasti pernah kan mendengar celoteh anak yang bikin terkesan. Sharing dong biar kita tertawa bareng.

Abadikan celoteh anak agar punya ingatan tanpa batas ( kecuali blogspot gak ada lagi ) yang akan tergambar kembali ketika kita menua.

13 February 2017

[Jalan Bareng Bocah] Review Kamar Super Deluxe Hotel Galeri Ciumbuleuit



Saya pernah menulis di blog ini keinginan untuk berbulan madu. Bulan madunya gak jauh-jauh sih, pengen nginep di hotel sekitar Lembang aja. Walaupun waktu itu nulisnya karena advertorial, tapi ternyata Gusti Allah mengabulkannya. Seminggu yang lalu, saya bisa bulan madu nginep di hotel. Enggak berdua sih, tapi bersama dua bocah nginepnya.
Mbook....senang hatiku Mbook! *norak-norak bergembira*

Lhah, gimana atuh hanimun bareng krucil? Ena-enanya gimana? haha

Bisaaaa... Karena di room Super Deluxe Hotel Galeri Ciumbuleuit ini ruangannya luaaasss. Dengan luas sekitar 48 meter persegi, ada banyak fasilitasnya seperti :
- Dua kamar tidur.
Satu kamar dengan double size bed (ukuran besar) dan satu kamar tidur lainnya adalah kamar anak-anak dengan single bed . Walaupun single bed tapi masih muat untuk tidur dua anak. Jadi kami nggak perlu minta kasur tambahan.



baca : Cerita Awal Pernikahan dan Bulan Madu

kamar tidur 1, dengan double bed

Inilah kamar hotel yang selama ini kami cari-cari. Cocok banget untuk kami yang anak-anaknya nggak biasa dititipkan ke orang tua/mertua dan atau pengasuh. Yay! bisa honeymoon tanpa meninggalkan anak-anak di rumah. Malah jadinya Jalan Bareng Bocah. Asiiik.



- Living room
Living roomnya cukup luas dengan TV kabel layar datar. Anak-anak bisa nonton film anak sampai mblenger. Oh ya, TV ada satu lagi di kamar tidur. Jadi saya nggak berebut channel TV sama anak-anak.
- Kamar mandi
Kamar mandinya dengan bathtub dan shower.


- Fasilitas standart hotel bintang 4 lainnya seperti :  working desk, kulkas, AC, minibar, coffee makerhair dryer , telepon dan wifi.
Di lemari penyimpanan ada brankas untuk menyimpan barang berharga agar tetap aman saat ditinggal jalan-jalan ke luar hotel misalnya.
Ada juga layanan laundry/binatunya.

Semua fasilitas disiapkan untuk tiga orang mulai dari sandal, alat mandi dan minuman,


Ada satu cerita menggelikan. Jam lima pagi di saat hotel masih sepi, ruangan di lobi masih gelap, lampu-lampu belum nyala dan gak banyak yang belum bangun. Kami berempat sudah keluyuran dong menjelajah hotel. Niatnya mau nge-gym. Ternyata area gymnastic dan kolam renang yang berada di lantai 5 itu masih tutup. hahaha.
Sebelumnya memang tidak membaca secarik kertas yang menempel di pintu kacanya sih kalau gym dan kolam renang buka mulai pukul tujuh pagi sampai sembilan malam. Pas giliran mau olahraga, kami malu sendiri karena sudah ramai. Yang nge-gym ciwi-ciwi tcantik dan keren sedangkan kami kuleuheu' pisan. Mungkin ini juga yang dari dulu saya enggan daftar member di club gymnastic. *lah alesyaaaan mu kui Win*

Yaudah sih karena udah di bawah, jadi main di taman bermain aja yang ada di depan hotel. Sayang taman bermainnya kurang bervariatif. Tapi anak-anak tetep enjoy.

taman bermain

Terus karena nggak jadi nge-gym akhirnya malah nyemplung ke kolam renang. Walaupun cuaca lagi dingin dan berangin (saat itu) gak ngaruh kalau anak-anak mah. Nyemplung sebentar aja sekadar basah-basahan. Yang biasanya kalau di kolam renang bisa satu jam lebih, kali ini nggak sampai setengah jam. Rekooor.

Habis itu buru-buru ke kamar lagi karena kedinginan. Biar gak masuk angin berendam lama di bathtub dengan air hangat.

kolam renang ada 1 untuk anak dan 1 untuk dewasa

Sarapan.

Menu sarapannya banyak dan bervariasi. Mau apa tinggal pilih aja. Menu untuk anak sampai dewasa ada, jadi kami nggak usah bingung nyari makan yang cocok dengan selera anak-anak. Anak balita juga bisa menikmati. Omelet, sereal dan roti selai? Jus, buah dan salad?  Nasi dan mie goreng? Nasi putih dengan lauk-pauk dan sayur? Bubur ayam? dipilih dipilih dipiliiih. :D
Kalau mau beli keperluan lain kita tinggal beli di minimarket yang ada di lobi hotel.
Minusnya, di dalam lingkungan hotel, saya nggak nemuin mesin ATM. Pas kami perlu uang cash harus keluar hotel.

Oiya, ada biaya tambahan Rp 45.000 untuk sarapannya. Kenapa ada biaya tambahan? Karena kami berempat, sementara free breakfast nya cuma untuk 3 orang.
Over all pelayanannya sangat bagus kalau menurut saya mah. Kebersihan terjaga, kenyamanan asli nyaman banget.

Berada di sini berasa seperti di rumah (eh lebih bagusan di sini ding ;p ). Dengan ruangan seluas itu anak-anak masih bisa main dengan bebas. Asli! Fasilitasnya, kenyamanannya membuat kita gak mau pulang. hihihi

living room

Kamar Super Deluxe tempat saya nginep ada di lantai 19. Dari kamar, terpampang pemandangan kota Bandung Utara yang indah baik di siang atau di malam hari. Galeri Ciumbuleuit juga strategis banget karena dekat dengan tempat-tempat wisata yang ngehits di Bandung seperti Cihampelas Walk, Paris van Java, dekat FO dan cafe, dll.

view dari lantai 19


Galeri Ciumbuleuit Hotel and Apartment
Jalan Ciumbuleuit no 42A Ciumbuleuit, Kota Bandung
Publish rate untuk kamar Super Deluxe Rp 1.100.000 per malam.
Tapi kalau pesannya dari aplikasi **** , harga bisa lebih murah dengan kamar yang sama. Ratenya bisa sampai 400-700 ribuan per malamnya untuk kamar Super Deluxe.
Weekday lebih murah dibanding weekend.
Untuk harga segitu, termasuk murah dengan pelayanan dan kenyamanan yang oke.

Jadi untuk yang mau nginep disekitar Dago dan pusat Kota Bandung dengan lebih dari dua orang, Galeri Ciumbuleuit recomended banget.

09 February 2017

Prestasi itu...

Saya suka takjub melihat ibu rumah tangga/wanita yang sukses dalam bidang apapun. Ada yang sukses bisnis onlinenya. Ada yang sukses menjadi pembicara dan diundang dimana-mana. Ada yang sukses dari MLM sehingga berpenghasilan berjuta-juta. Dan masih banyak lagi prestasi-prestasi yang bisa dicapai oleh seorang wanita/ibu rumah tangga.

Suka ngiri nggak sih dengan prestasi-prestasi orang lain? Kalau aku sih sering gak tau kalau mas Goblin.  Haha
Tidak apa-apa itu kan manusiawi. Melihat orang lain lebih berprestasi pasti ada rasa iri walaupun kadarnya tiap orang berbeda. Yang membedakan, irinya itu akan dibawa kemana? Mau ngiri sampai nggak bisa tidur atau irinya akan membuat diri kita mempunyai semangat untuk berprestasi juga? Tapi kade jika irinya membuat kita jadi tidak semangat dan malas gerak. Hehehe

Setiap orang merasa prestasi itu relatif banget. Ada yang berfikir bahwa prestasi itu ketika sudah bisa mendarat di bulan atau nginep di planet mars. Ada pula merasa berprestasi ketika punya karier yang tinggi dan pendapatan selangit. Tapi, ada juga yang berfikir, prestasi itu ketika bikin telor ceplok tanpa gosong dan keasinan. Sesederhana itu. Tergantung dari perspektif masing-masing orang.

Tadi waktu nyetrika, saya kepikiran membuat tulisan ini. Saya pikir, ketika saya selesai nyetrika sehingga keranjang setrikaan kosong hari itu, itulah prestasi. Muahaha... *receh banget anaknya

Jadi prestasi itu....

Ketika pagi-pagi sudah selesai masak sebelum yang lain bangun.
Bisa masak untuk bekal makan siang suami itu rasanya hore-hore bergembira. Yang biasanya pagi-pagi sarapannya cuma roti oles plus susu, memasak menu komplit semacam sayur sop dan tempe goreng, itulah prestasi!

Ketika tumpukan setrikaan di keranjang yang sudah semacam gunung di Indonesia (sambung-menyambung dari Sabang sampai merauke ) sudah kosong dan sudah kembali di lemari dengan keadaan rapi. Itulah prestasi!

Ketika rumah sudah rapi sebelum suami pulang ke rumah, itulah prestasi. Rumah dengan dua bocah yang kreatif pasti bisa dibayangkan kondisinya setelah seharian dijadikan hutan, lautan, atau panggung hiburan. Selimut yang menjelma jadi kapal, bantal yang menjelma jadi benteng pertahanan, dan mainan yang tersebar ke segala penjuru rumah. Bisa rapi lagi, lantai kinclong wangi tepat sebelum suami pulang, itulah prestasi!

Bikin omelet/telur dadar dengan bulat sempurna tanpa retak, itulah prestasi.

Ngangkat galon dan masangin ke dispenser sendiri, itulah prestasi.

Bikin telor ceplok tanpa gosong dan keasinan, itulah prestasi. (eh tadi udah disebutkan ya)

Nyuruh si kakak ngerjain PR dalam sekali ngomong, itulah prestasi.
Si kakak biasanya susah kalau disuruh ngerjain PR, harus berkali-kali ngomong. Apakah saya aja di sini?

Ngangkat jemuran saat tiba-tiba hujan gede, itulah prestasi.
Ini biasanya mau ngangkat jemuran ribut nyari kerudung dulu di mana, keburu bajunya basah atuh euy. haha

Dalam sehari saja, tidak nginjak ranjau darat ( lego dan mainan-mainan kecil ), itu juga prestasi.

Tahan godaan jajan bala-bala hangat dalam sehari, itulah prestasi.

Apa lagi? Tambahin di kolom komentar, yaa... ;)

Dan mari kita tepuk tangan atas prestasi ini, hahaha

Virsky - Hopak / Вірський - Гопак (ukrainian dance)
make funny GIFs like this at MakeaGif

01 February 2017

[Jalan Bareng Bocah] Floating Market Lembang

Hai, Assalaamu'alaikum teman-teman.
Dalam seri Jalan Bareng Bocah kali ini saya akan bercerita saat kami main ke Floating Market Lembang Jawa Barat. Banyaaak sekali referensi tentang tempat wisata satu ini. Tapi seperti yang selalu saya bilang, setiap pengalaman punya cerita tersendiri, punya kisah yang berbeda. ;) 
Floating Market ini surganya bagi pecinta kuliner. Soalnya di pasar terapungnya itu ada aneka makanan. Kita bisa mencicipi dari yang biasa seperti jagung bakar, seblak sampai yang jarang dijual di Bandung seperti tahu gejrot.

Dari pengamatan saya (*halah) , kebanyakan pengunjungnya dari luar kota Bandung. Bisa dilihat di tempat parkir lebih banyak kendaraan dengan plat non D. Saya juga beberapa kali mengobrol dengan sesama pengunjung. Kata mereka, tempat ini menarik sekali. Udaranya sejuk dan pemandangannya indah. Aaah, saya pun jatuh cinta sama Floating Market. Walaupun cuaca tidak menentu, kadang panas lalu tiba-tiba hujan, bersyukur sekali bisa motret pemandangan indah dengan langit cerah.

Floating Market. View dilihat dari dermaga.


Waktu itu, kami berempat saja. Dengan dua motor otok-otok kami, saya boncengan dengan Dhia sedangkan kang Budi bareng Akram. Rencana awal jalan bareng bocah sebenernya enggak ke sana. Cuma mau ke tempat wisata yang deket-deket aja dari rumah di Cimahi. Sambil menikmati udara Cimahi yang sejuk sambil lihat-lihat tempat mana yang asyik buat main. Makin jalan ke atas lewat jalan Kolonel Masturi, eh ternyata malah bablas sampai di Floating Market. :D 

Jam buka floating market pukul 09.00 - 19.00 wib. Kami sampai di sana sekitar pukul setengah 12. Pas masuk di depan gerbang akan ditarik biaya parkir. Jadi siapkan uang pas sebelum masuk. Parkir motor Rp 5000. Kalau mobil sepertinya Rp 30.000
Harga 1 tiketnya Rp 15.000 yang bisa ditukar dengan minuman seperti kopi, coklat, jus jeruk, dll. Capek habis memotoran selama kurang lebih satu jam, kami nyeruput minum sambil ngemil dan foto-foto.



Setelah duduk-duduk sebentar, kami jalan ke dermaga melihat ikan. Bagi dua bocah itu, melihat ikan besar-besar sangatlah menakjubkan. Dan itulah tujuan saya Jalan Bareng Bocah, memberikan mereka hiburan dan pengalaman baru. Bukan sekedar memuaskan hasrat jalan-jalan orang tuanya. eh

Melihat ikan besar-besar, keluarlah celotehan mereka: 
"Ikannya buanyaaak. Guede-guedeee! Mau ngasih makan ikan dong, Mi." kata Akram.
Lalu saya keluarin roti dari dalam tas. 
Begitu dilempar secuil roti, ikan-ikan itu langsung menyerbu dan makan dengan lahap.
Duo bocah memekik girang. Begitu pun anak-anak kecil yang juga ngasih makan ikan.

Saya biarkan mereka "bercengkerama" sama ikan untuk beberapa waktu agar mereka puas. Setelah mereka minta untuk pindah dari kolam baru kami ajak bocah berjalan menyusuri area Floating Market. 

"Ikan-ikannya gendut ya Mbak Dhia, kayak Ummi."
Akraaam, plis deh -_- *lol


"Waaa, ada perahu. Ayo kita naik!" kata Dhia sambil menyeret lengan saya.
"Baiklah. Tapi di kereta air ngantrinya panjang. Pasti akan lama. Gimana kalau naik becak air atau sampan?"

Setelah beberapa negosiasi dengan anak, akhirnya memilih naik sampan. Sekalian olahraga sambil mendayung. Tapi gak disangka, mendayung itu capek juga ya. Mana keseimbangan juga harus dijaga. Gak bisa banyak derak di atas sampan mah. Salah-salah nanti sampannya terbalik.



Naik sampan ini bayar Rp 70.000 untuk sewa 1 sampan. Maksimal yang naik 4 orang. Bayarnya pakai koin. Agak ribet juga sih sistem koin gini. Tiap kali mau masuk ke wahana atau beli makanan harus bolak-balik menukarkan koin.


Capek naik sampan, kami menyusuri pasar terapung. Karena tujuan kami ke Floating Market bukan untuk makan, jadi pilih cemilan aja yang dirasa agak aneh. Harga di sini bisa dua kali lipat dari harga normal kalau membeli di luar. Yaaa, harus cermat aja. Karena kalau enggak bakal seperti cerita teman saya. Untuk beli makanan tau-tau habis sejuta. 



Setelah ngemil sebentar, duo bocah itu mengajak kami jalan mengelilingi area. Mereka melihat wahana outbond. Ada banyak permainan-permainan outbond seperti flying fox dan sebagainya. Merasa udah nggak aneh lagi mereka lanjut jalan lagi. Sambil jalan sambil foto-foto tentunya. 

Sayang waktu itu mendung lalu disusul hujan deras. Gagal deh mengeksplor Floating Market dalam sehari. Karena hujan nggak kunjung reda, kami putuskan pulang. Sudah pukul empat sore pula. 

Lain kali ke Floating market lagi ya, cah (bocah). Nggak bisa sekali datang bisa kejamah semua area nih, tandanya harus balik lagi. *wink