Showing posts with label Cirebon. Show all posts
Showing posts with label Cirebon. Show all posts

04 March 2017

Warung Nasi Lengko di Cirebon

Cirebon adalah kota kedua tempat saya mudik setelah Purworejo. Karena di sana Akang menjalani masa kecilnya bersama nenek (ibu dari ayah mertua). Jadi saya merasa kangen ke Cirebon selayaknya saya kangen rumah di Purworejo.

Ada banyak alasan untuk kembali lagi datang ke Cirebon. Utamanya adalah keluarga Kang Budi ada di sana. Kedua, karena saya jatuh cinta sama nasi Jamblang dan nasi Lengko khas Cirebon. Kalau Nasi Jamblang rasanya tak tergantikan dimanapun tempatnya. Sementara nasi Lengko, kang Budi kadang membuat sendiri di rumah dengan bahan seadanya.

Pernah waktu hamil Akram ( kalau saya nggak salah inget ). Saya kepengin nasi Lengko. Mau ke Cirebon, saya masih hamil muda, jadi enggak tenang kalau mau pulang, nggak mau ambil resiko. Walaupun Cimahi-Cirebon cuma 3-4 jam tapi namanya hamil muda apalagi punya balita ( waktu itu Dhia masih usia 2 tahun ) kebayang repotnya. Akhirnya sama kang Budi dibikinlah nasi Lengko abal-abal. Walaupun abal-abal tapi udah bisa mengobati rasa penasaran sama yang namanya nasi Lengko.

Nasi Lengko khas Cirebon ala-ala kang Budi
Beginilah penampakan nasi lengko ala kang Budi. Bahannya seadanya beli di warung. Nasi putih hangat ditambahkan di atasnya : irisan tempe goreng; irisan ketimun, bawang goreng dan kecap manis secukupnya. Nasi Lengko bikinan sendiri ini sudah merupakan garis besar yang ada di nasi lengko sesungguhnya. Rasanya pun enak karena dibuat penuh cinta (halagh).

Akhirnya Makan nasi Lengko yang Asli Cirebon!

Jadi waktu ke Cirebon bulan lalu, kami sempatkan mencari warung makan yang menjual nasi lengko. Diantar oleh kakak sepupu, sampailah kami di warung nasi Lengko H. Barno yang katanya selalu ramai. Alamatnya di jalan Padongan Cirebon. Entah arah dan jalan menuju ke sini saya tidak tau dengan jelas soalnya jalanan di Cirebon susah dihafalin sih. Sekarang kan sudah zaman canggih, tinggal buka Google Map aja yes. ;)

warung nasi lengko khas Cirebon
Kata kakak sepupu, di sinilah warung nasi Lengko yang lumayan rame. Benar juga sih, pas kami datang sebagian meja sudah berisi tamu. Pas kami sudah kenyang dan mau keluar, hampir semua meja terisi pengunjung.

Sesuai keinginan, saya memesan Nasi Lengko. Waaah asyik akhirnya kesampaian mencicipi nasi Lengko yang original. ( qiqiqi ) . Tidak lama kemudian, pesanan datang. Sepiring nasi Lengko dan seporsi sate daging sapi terhidang di meja. Sekadar informasi, sate hanya sebagai lauk pelengkap saja. Nggak pesan juga tidak apa-apa.

Beginilah penampakan nasi Lengko original Cirebon. Selain tiga bahan utama yaitu nasi putih, tempe goreng, ketimun, dan bawang goreng, ada juga toge alias kecambah; kucai atau batangnya bawang; serta bumbu kacang. Dari platingnya enggak terlalu sip kalau menurut saya. Wajar sih, soalnya ini kan bukan makan di restoran atau cafe yang mengedepankan tampilan. Di sana judulnya juga warung makan.

Soal rasanya ( setelah ditambahkan kecap) hampir sama dengan yang kang Budi buat, sama enaknya. Cuma menurut saya, kurang bawang gorengnya aja. Di piring dengan nasi menjulang, saya cuma bisa menemukan bawang goreng beberapa helai saja. Ini soalnya saya kan suka bawang goreng, kalau makan wajib ada bawang gorengnya. ( *kalau gitu bawa dari rumah bawang gorengnya, Wien!)



Namun, kalau soal kenyang, makan seporsi nasi Lengko sama satenya bisa tahan nggak makan malam. Asli kenyang banget! Saya hampir tidak bisa menghabiskannya kalau nggak dibantu sama Akang.

Sate


Satenya merupakan sate daging sapi dengan bumbu kacang. Seperti sate-sate pada umumnya.



Minumnya, disediakan minuman gratis teh tawar. Jika ingin yang segar ada kok seperti teh botol dan sebagainya.

Es Durian

Saya penasaran juga nih sama es durennya. Maka saya memesan satu porsi es duren. Ternyata isinya daging durian yang topingnya eskrim santan atau yang kita kenal dengan es dung-dung.

es duren
Harga :

Seporsi Nasi Lengko : Rp 18.000
Seporsi sate sapi isi 10 pcs : Rp 40.000
Seporsi es duren : Rp 20.000

Kalau menurut saya, harga segini termasuk lebih mahal dibandingkan harga di warung-warung makan di Cirebon pada umumnya. Ingin mencoba? Sila mampir di warung nasi Lengko Haji Barno di jalan Pagongan Cirebon.  :)

16 February 2016

Nasi Lengko, Jika Aku Kangen Cirebon

Bisa dikatakan, tempat mudikku yang ke dua adalah Kota Cirebon. Sejak menikah dengan Abudi 7 tahun silam, saya udah berkali-kali main ke sana. Walaupun Kota Cirebon itu hawanya puanaaas, tapi begitu ngangenin. Entahlah, ada magis tersendiri yang membuat saya pengen tiap tahun kesana. -tapi gak kesampaian hiks.

Terakhir ke Cirebon itu sekitar 2 tahun yang lalu. Lama yaaaa -_-

Makanya, untuk mengobati kerinduan dengan kota udang itu, saya bikin satu kuliner khasnya.

Banyak sih sebenernya jajanan dan atau kuliner yang khas banget Cirebon a.l.: nasi jamblang, docang, krupuk mlarat banjur, dan lain sebagainya. Tapi yang paling memungkinkan untuk dibuat saat lapar adalah Nasi Lengko. Nasi Lengko ini praktis banget dan cepet bikinnya.

Nasi Lengko Khas Cirebon
Melihat fotonya aja pasti udah bisa ditebak bahannya apa aja. Yup!
Bahannya antara lain :
- (tentu saja) nasi putih
- tempe goreng
- ketimun
- bawang goreng
- kecap manis
Udah itu aja sudah cukup untuk bisa dinamakan nasi Lengko. Kalau yang versi asli di sana sih ada tambahan lagi bahan-bahan yang lain seperti daun bawang atau batangnya bawang (duh apa ya namanya).

baca juga: Waterboom Ade Irma Suryani Cirebon

Cara penyajiannya gampang banget kok.
Taruh nasi putih di piring. Susun di atasnya potongan tempe goreng dan ketimun. Taburi dengan bawang goreng renyah. Terus terakhir kecap manis. udah jadi. Tinggal ammm.

Kerinduan akan Kota Cirebon sedikit terobati dengan makan siang Nasi Lengko ini. Yang penasaran bikin aja sendiri di rumah yaaa.

Kamu kangen kota-mu? Biasanya ngapain?
(Ide untuk Giveaway saya yang akan segera datang.)