06 July 2015

Bukber Blogger Bandung Bareng Gurita

Sahabat maya itu nyata adanya di ngeBasReng "Nongkrong Bareng Blogger Bandung" 


Bandung, 3 Juli 2015..... bukber ( buka bersama )yang sangat seru dan asyik!

Saya ceritain dari awal ya.

Sebenernya kemaren itu, saya memutuskan untuk dateng ke Piset Mall Bandung tuch mendadak banget. Memang beberapa hari sebelumnya udah tahu dari teh Nchie Hanie tapi masih selewat aja dan nggak kepikiran buat dateng. Ai pek teh, tiba-tiba hari itu siang itu si gue jadi pengen banget dateng. Seperti ada bisikan dari hati nurani yang terdalam untuk hadir. *sudah tertular lebaynya Bibi Titi Teliti*


Jam 3 saya masih chat tanya sana-sini memastikan boleh ikutan atau enggak. Setelah fix, saya pun chat A'Budi (*perkenalkan suami saya* :D ) minta beliau pulang lebih awal dari kantornya. Ngomel-ngomel sih, tapi tetap diijinin dan beliau pulang tepat jam 16:00. hahaha
Acara jam 16:00, otomatis saya telat. Lhawong dari rumah yang Bandung coret ini jam 16:10. Jarak sini ke Piset Mall Bandung kan jauuuh.
Dengan motor matic kukejar waktu, tetep nggak bisa. Sekenceng apapun saya nge-gas nggak maju juga di Cimindi. Lagi ada insiden orang meninggal di rel kereta, jadi ini yang bikin macet parah. Duh!

Alhamdulillah , sampai juga jam 5 lebih 40. Acara tengah berlangsung sesi bedah buku. Saya nggak menyimak semuanya, tapi sedikit yang saya tangkap. .......saya memang nggak nangkep apa-apa.... krik krik krik

Kemudian dilanjut sambutan hangat dari teh Eka Riani sebagai penyelenggara.

foto punya teh Dey
Kalau yang belum kenal teh Eka, beliau adalah owner kaos Gurita yang ngehits itu lhoh.

Dan Alhamdulillah lagi, suara indah yang paling ditunggu. Adzan Maghrib!
Hidangan sepanjang meja telah disiapkan oleh teh Eka Riani. Subhanallah rasanya, menikmati kebersamaan berbuka bareng temen-temen blogger yang asyik-asyik. Buka bersama kali ini memang sehangat bala-bala, combro, gehu, dan pisang goreng. Sesegar teh manis dan buah semangka.


Setelah berbuka dan sholat maghrib, acara diteruskan dengan game-game yang nggak kalah seru. Rulenya, semua gadget dikumpulkan agar nggak mengganggu kekhusyukan berinteraksi antar blogger ( *emang ada ya ngobrol yang khusyuk?* ), tapi karena semuanya sudah sadar diri, jadi, aturan mengumpulkan gadget ditiadakan. Meskipun begitu di sini nggak ada yang sibuk dengan gadgetnya masing-masing lho. Semuanya berbaur, bersatu, bercanda haha hihi,dan foto-foto bareng.

Lomba serunya ada 2:
- Foto paling NORAK berkelompok, menggunakan properti Gurita kaos bisa ngomong.
- Posting on the spot berkelompok, diposting di salah satu blog.

Sementara dua grup menulis, dua grup lainnya berfoto ria. Melihat ekspresi mereka, saya merasakan hangat di dada. Apalagi melihat para panitia ( teh Nchie Hanie, teh Meti Mediya, Bang Aswi ) senyam-senyum melihat kekocakan teman-teman. Melihat teh Eka Riani, terlihat kebahagiaan di sana. Jadi makin geulis.
(Sampe di sini manteman pengen nangis nggak? Enggak? Ya udah oke sip!)

Di lomba foto dicari foto yang paling norak dan rame dong yaaa.
Ini dia beberapa foto norak kita-kita.

Semua foto dipinjam dari Gurita Kaos Bisa Ngomong

Ganteng-Ganteng Blogger
Pas pemotretan rame pisan, namanya juga bapak-bapak. (#eh, yang belum bapak2 juga ada)
Mereka muka garang, tapi hati selembut hati bang Qomar (penggemar Preman Pensiun pasti tahu) wekekek


Grup Manequin
( teh Erry Andriyati, teh Evi Sri Rezeki, teh Ima Emaknya Alif, kang Isna Fachrurozi, madam Vivera Siregar dan saya)

Ini riweuh! mau digimanain ini manequinnya? Diuyel-uyel ,dimiringin, digendong, digotong. Duh, pokoknya jeprat jepret aja, nanti gampang dipilih ekspresi yang paling norak. 
Mungkin karna diuyel-uyel si Manequin merasa putus asa. Sehingga terjadi insiden itu.
Insiden lepasnya lengan dari bahunya dan karena jatoh jadi jarinya patah dua.
Coba waktu pas kelompok kami bengong kayak sapi ompong lalu ada yang jepret candid ekspresi kami. 
Duh, maafkan kami teh Eka. Kami bersedia patungan mengganti, tapi teh Eka emang bageur. Kami nggak disuruh mengganti dengan manequin yang baru. Tapi kami berusaha buat menyatukan kembali dua jari yang terpisah karena ulah kami tadi. T_T


Ini kelompok apa ya, lupa namanya. UCUL ya kalo gak salah. Diambil dari kata lucu yang dibalik.
Serius, gaya-gaya mereka rame banget. Bahkan teh Dey yang biasanya kalem, jadi ikutan norak juga.

Lihat adek kecilnya, menghayati banget.

Kalau mau lihat kenorakan kami semua, langsung aja ke facebook Gurita Kaos Bisa Ngomong.

Dan Ini dia pemenang foto norak.

Juara ke3 dari total 4 grup. wkwkwk

Juara kedua foto norak

Juara Pertama 


Yang nggak menang gimana dong? Tenang nggak ada yang cedih di sini. Semua dapet hadiah.

Menang lomba blog

Di cie-in atulah, kan dapet kaos yang femeuus gretongan.


Sebenernya, pas dapet kaos Gurita ini saya masih belom ngeh menang apaan. Pas udah nanya ternyata kelompok Manequin yang menang lomba blog. Ini berkat teh Ima yang dengan segenap hati menulisnya sehingga tulisannya menyentuh hati para juri. #eaaa
Sedangkan saya hanya menemani dengan setia di samping teh Ima. hehehe

Pokoknya horeee dech, kemaren itu bertabur hadiah.

Tapi hadiah-hadiah itu, bukan apa-apa tanpa adanya kehangatan di dalam acaranya.
Jadi, acara kemaren itu perfect lah menurutku, nggak jaim-jaiman, nggak cuek-cuekan, nggak ada yang sibuk sendiri, nggak ada yang khusyuk merunduk (baca:main gadget).

Terakhir, dalam tulisan ini saya secara pribadi ngucapin makasih banyak untuk Teh Eka Riani dan Gurita Kaos bisa ngomong, kepada panitia. Semoga dibalas dengan kebaikan yang berlimpah. Aamiin...

Yuk ah, urang sasarengan ngajaga semangat ngeblog. 

05 July 2015

Norak-Norak Bergembira

Halooo, manteman.

Saat ini, saya boleh dibilang lagi norak-norak bergembira. Soalnya, seumur-umur blog saya belum pernah berada di halaman pertama Google dengan kata kunci: Waterboom Cirebon, Waterboom Ade Irma Suryani, Ade Irma Suryani Cirebon. dsb.

Kata kunci yang muncul

Sudah kira-kira sebulan ini pengunjung naik drastis di tulisan saya yang berjudul Waterboom Ade Irma Suryani Cirebon. Bahkan sekarang jadi nomer 1, ngalahin postingan favorit selama berbulan-bulan My Dream Vacation : Korea Selatan .

Saya nggak tahu kenapa bisa gitu. Mungkin karena tempat wisata tersebut sudah mulai buka tanggal 1 Juli 2015 kemarin. Jadi kayaknya pada nyari info tentang tempatnya, deh. Entahlah. Tapi yang penting saya senang, saya senang.

Eh, padahal blogpost ini saya buat 3 bulan yang lalu lho, bulan April. Tapi rame-ramenya baru sekarang. 
Sebagai blogger apalah apalah kejadian semacam ini bener-bener bikin saya pengen nraktir orang-orang. hahaha norak banget!




Pasti seleb blogger yang dulunya pernah nubie juga ngalamin juga. Tapi mungkin nggak senorak saya, ya. hahaha

Ottoke Ottoke ...
Bagaimana saya mengendalikan perasaan ini yang bahkan melebihi perasaan saat nonton drama The Time We Were Not In Love  dan melihat L bersama Ha Ji Won lagi kencan romantis. 
Sampai di sini kayaknya saya udah berlebihan, wkwkwk . Nyadar sih, tapi saya biarkan perasaan itu meluap-luap, ntar juga reda sendiri. :p 

Sayangnya, ini bukan konten berbayar. Hanya dari kesadaran dan keikhlasan hati saja menulisnya. Coba waktu itu saya bertemu sama yang punya proyek yang orang Bandung itu dan menyodorkan kartu nama saya sebagai blogger. Dan menawarkan kerjasama untuk mempromosikan tempat. Dan.... 

"Ah sudahlah gak ada gunanya berandai-andai, anakku", kata ibu peri.

Okesip, manteman, kesimpulannya kartu nama sebagai Blogger itu wajib ada di dompet. 

Demikian ceracau pagi saya kali ini. Mohon dimaklumi, yaaa. hihihi :D

03 July 2015

Berapa Biaya Tambal Gigi?

Ini pertama kali saya ngajak anak-anak ke dokter gigi. Kebanyakan dari kita kalau ke dokter gigi kan kalau sudah sakit banget, kalau enggak biasanya males-malesan.  Atau takut biaya tambal gigi yang mahal.  (ini sih saya, hehe) 
Selain males, juga karena malu sebab giginya bolong di sana sini. Padahal tujuan ke dokter (seharusnya) adalah memperbaiki gigi itu sendiri, kan. Dan juga memeriksa adakah gigi yang mulai rusak.

Sebenernya, Dhia udah dari beberapa bulan yang lalu ngotot minta dianter ke dokter gigi, tapi salahnya saya nggak juga nurutin permintaannya. Padahaaal periksa gigi itu kan minimal 6 bulan sekali. Padahal lagi, waktu itu giginya udah bolong loh gerahamnya. Doooh *tepok jidat*

Baru kemaren pas Dhia udah bener-bener sakit gigi, hati nurani saya tergerak buat membawanya. (hadeeeuuh, *dibanjur capucino cincau*)


Diperiksa giginya
Jam 9 kami berangkat ke Puskesmas. (apa??puskesmas??)

Iya, Puskesmas aja yang deket dan murah. Sebelum mendaftar saya tanyakan dulu ada dokter giginya atau nggak. Sebenernya punya kenalan dokter gigi dr. Yanti yang praktek di RS Mitra Kasih Cimahi. Tapi kalau di RS pasti biayanya berlipat dibanding di Puskesmas. Karena mereka belum saya daftarin BPJS, jadi untuk berobat masih bayar. huhuhu

(yaelaaah ceu' ! Demi anak, kok yaa perhitungan banget!
Mungkin seperti itu ya, para pembaca yang budiman berkata dalam hati, hahaha


Baik, lanjut ceritanya dulu.

Karena belum pernah periksa di Puskesmas yang ini, jadi saya ngisi data anak-anak dulu. Kata ibu yang jaga pendaftaran, bilang gini : "Waah, kok bisa tanggalnya berdekatan gini? Cuman beda sehari. Dhia lahir 2 Juni, Akram lahir 3 Juni." Si gue nyengir doang

Setelah itu, bayar 6000 per anak untuk biaya pendaftaran dan kartunya. Karena 2 anak jadi bayarnya 12.000. heuheu 

Waktu itu Puskesmas kosong nggak banyak pasien (karena sudah siang mungkin) jadi Dhia langsung masuk ruang Poli Gigi.
Disana bertemu dengan dokter gigi yang masih muda dan cantik banget. ( pasti pada nanya siapa namanya :p )

Dhia sangat kooperatif saat diperiksa.
Kata Bu Dokter, "Nggak boleh sering-sering makan permen, cokelat, dan eskrim, ya Dhia." (padahal ini kesukaan Dhia *puk-puk Dhia*)).
Dokter kalau meriksa anak-anak, gaya ngomongnya juga sangat bersahabat dengan anak-anak, ya. Sehingga anak-anak juga nyaman :))

Setelah diperiksa, ternyata gigi gerahamnya sudah lubang agak gede pantesan sakit. Gigi geraham bawahnya yang sakit dibersihkan dulu. Karena ada keluhan sakit jadi nggak langsung ditambal permanen ,tapi tambal sementara dulu. Minggu depan kontrol lagi untuk ditambal permanen.

Kenapa nggak dicabut?
Karena Dhia kan masih 6 tahun, sementara gigi geraham dewasa tumbuh di usia 12-15 tahun. Masih lama. Kalau dicabut nanti rahangnya bisa bergeser, karena gigi yang masih ada akan mendesak daerah kosong (gigi yang dicabut). Jadinya belom boleh dicabut. Gitu kata Dokternya. Kecuali jika gigi dewasa sudah mendesak pengen tumbuh.

Membersihkan 2 gigi dan tambal sementara ditarif  20.000 rupiah. 

Biar sekalian, Akram juga ikut saya periksakan giginya -walaupun nggak sakit. Umur 3 tahun memang masih kurang kooperatif. Mangapnya sih bagus, tapi lidahnya gak bisa diem, hahaha

Setelah diperiksa, Akram juga ada gigi yang bolong kiri dan kanan.
Langsung deh ditambal gigi yg sebelah kanan karena nggak ada keluhan sakit.

Akram tambal satu gigi biayanya Rp 12.500.

Akram lagi diperiksa gigi.
Seminggu kemudian.....

Dateng lagi ke Puskesmas untuk kontrol.
Dateng jam setengah sepuluh, waaa banyak banget pasiennya. Tapi yang ngantri di Poli Gigi sedikitan. Setelah 2 pasien baru Dhia dan Akram diperiksa.

Gak banyak cingcong penambalan gigi berjalan dengan sempurrnaaa. Tambalan sementara dibuang dulu, dibersihkan , baru kemudian ditambal dengan tambalan permanen. Ditambah lagi menambal satu gigi geraham atas yang nggak sakit.
Sedangkan Akram, kontrol kali ini menambal satu gigi geraham satu lagi yang sebelah kiri.

Biaya yang dikeluarkan untuk tambal 3 gigi Dhia dan 1 gigi Akram Rp 50.000 (Jadi satu gigi 12.500 rupiah.) ditambah biaya pendaftaran Rp 10.000 untuk 2 orang..

FYI. Kalau mau tambalan yang lebih (mahal) bagus lagi, bisa ke dokter gigi. Satu gigi biasanya 100.000 untuk tambalan biasa (sama aja kayak tambal biasa di Puskesmas), dan 150.000 untuk tambalan laser. Sedangkan cabut gigi, kalau di klinik 150-250 ribu per gigi.

Jadi untuk emak-emak yang menganut paham "Emak Irits" kayak saya, jadi mending ke Puskesmas aja, dech. hehehe

Kontrol lagi. Dokter gigi itu telaten banget, ya.
. Kesimpulan: Dokter gigi itu telaten banget. Cocok dijadiin mantu. :)))  #Apaseeeh! hahaha

Biaya tambal gigi bisa berbeda-beda tergantung tempat.

01 July 2015

Cara Menabung yang Antimainstream


Sumber : www.behance.net
Assalaamu'alaikum..

Menabung itu harus. Titik.

Nggak ada alasan untuk nggak menabung. Karena dengan menabung, kita berasa punya uang. *yaiyalaah*

Saya sering bertanya-tanya ( namanya orang melankolis itu suka sering kepikiran pertanyaan yang agak njelimet) , Kenapa nabung itu identik dengan buka rekening tabungan di Bank??

Padahal sebenarnya, nabung itu nggak melulu setor - tiap - awal - bulan - habis - terima - gaji, kan? Ada cara menabung yang nggak biasa. Selain nabung setor tunai di bank, deposito, reksadana, asuransi, dan apalah-apalah yang biasa dilakukan para elite orang kelas atas.

Simak bagaimana saya menabung. Cara menabung saya ini sederhana dan antimainstream (*euleeeuuuh... ngakunya*)

1. Nabung Akhirat
Ini memang tabungan yang nggak bisa diambil. Tapi balasannya sampai 10 kali lipat dari tempat yang nggak terduga. Bisa jadi usahanya dilancarkan, kerjanya dimudahkan, dan rezeki terasa berlimpah. Mau apa mau?

2. Gadai Emas
Emas adalah barang yang nggak akan pernah turun nilainya. Walaupun sedang krisis moneter, walaupun dolar naik rupiah turun, walaupun batu akik (seolah) sedang berada di atas emas. dan bla bla bla..

Gadai emas ini kalau penjelasan sederhananya kayak kita nyicil beli emas gitu, tapi emasnya disimpan di Bank ( nggak dipegang sama kita ) jadi tetap aman. Gadai emas ini emasnya dalam bentuk batangan, dan bisa dibayar mulai dari 1 gram.

Perbedaannya sama nabung uang, kalau nabung uang bisa kena inflasi sementara emas tidak. Seperti kita tahu sendiri kan, nilai uang dari tahun ke tahun mengalami penurunan sedangkan tabungan di bank nambahnya nggak banyak-banyak amat. (*ini sih eikeh*)

3. Hindari Investasi Bodong
Sudah banyak teman yang ketipu sama investasi abal-abal ini. Mereka diiming-imingi uang akan berlipat ganda dalam kurun waktu sekian bulan. (lu kata pesugihan? bisa berlipat ganda hohoho)
Namun pada akhirnya, modal yang mereka bayarkan tidak kembali seperti yang dijanjikan, bahkan dibawa kabur sama si penipu. Waladalah...!

4. Coba cara saya
Apa kamu termasuk yang setor ke bank di awal bulan dan menggesek ATM di akhir bulan?
Jika Ya, mungkin kamu yang termasuk nggak tahan godaan belanja di pertengahan bulan. Jika itu terjadi segera rubah kebiasaan itu, yes.

Kamu bisa contoh kebiasaan saya ini, lho. Yaitu,

Simpan uang di tempat-tempat yang AMAN seperti :

- Di bawah lipatan baju.
- Di bawah kasur.
- Di dalam saku celana yang baru dikemudian dilipat dan disimpan dalam lemari.
- Di dalam kantong jaket.
- Di dalam dompet, tapi selipkan di bagian card holder.
- Di dalam tas.

Kebiasaan saya menyimpan uang di segala penjuru rumah ternyata ada manfaatnya juga ketika TANGGAL TUA sementara uang dalam dompet sudah ludes. Biasanya sih, ujug-ujug "nemu" lembaran uang entah itu di bawah baju, bawah kasur, dalam saku celana, dalam saku jaket, atau di dalam tas. Jadi, saya nggak perlu pergi ke ATM untuk mengambil uang yang pada saat awal bulan baru saya setorkan ( kalau keperluan cuma sekedar beli sayur dan sabun) .

Pssssstt !
Ini mah cara apalah apalah yang dilakukan untuk mensiasati gaji suami yang sangat pas-pasan. Kalau yang penghasilannya sudah di atas rata-rata pendapatan perkapita maaah ,ya nabungnya nggak kayak gini atuh, nyimpennya pasti dengan DEPOSITO ( ada tuch di Cermati.com ) atau investasi sekaligus ASURANSI JIWA atau apalah apalah yang pake angka 0 nya juga berderet.

Tinggal masuk ke webnya dan segala informasi lengkap ada di sana. Banyak pilihan produknya termasuk deposito. Yang lainnya ada kartu kredit, kredit tanpa agunan, kredit multi guna, atau yang mau kredit motor juga bisa. Ada lagi tabungan dan tabungan berjangka.

Di Cermati.com juga banyak artikel-artikel tentang keuangan yang bisa bikin saya tambah pinter dan melek finansial.

Banyak pilihan produk
 Bandingkan dan ajukan produk deposito terbaik di Indonesia.
Ah sudahlah segitu aja ngomongin deposito yang angkanya bikin saya kliyengan ituh. hehehe
Lebih baik langsung aja meluncur ke websitenya. Oke sipp!

Demikian sedikit tips menabung dari saya. Semoga bermanfaat.
Dan sebagai penutup, mari membiasakan menyimpan uang di segala penjuru rumah supaya kalau ada maling ,susah menemukan uangnya.  #ahaii

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Share Tips Menabungmu bersama Blog Emak Gaoel dan Cermati"


30 June 2015

Makanan Selingan Sehat untuk Batita

Diberi kepercayaan memiliki dua anak putri dan putra membuat saya banyak belajar dari mereka. Banyak sekali.

titipan yang sangat berharga :') 
Dimanapun orang tua di dunia ini, pasti ingin memberikan yang terbaik untuk putra-putrinya. Betul? Mulai dari pola asuh, kasih sayang, nutrisi/gizinya, juga pendidikannya. Pokoknya everything, pengennya melakukan yang terbaik. Ya kan..ya kan?
Saya mau bahas satu hal saja, nutrisi/gizinya. Pernah nggak? merasa bahwa sebagai orang tua kadang  nggak bisa memenuhi kebutuhan gizi anak? Kalau saya iya. hehe.. Padahal sudah segala macem makanan bergizi saya berikan. Mulai dari yang home made sampai pabrikan yang harganya bikin longgar dompet saya. hihihi

Sangat penting untuk diketahui, dalam 1000 hari pertamanya, nutrisi yang masuk ke dalam tubuh anak sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya dikemudian hari. 1000 hari ini dimulai sejak bayi masih dalam kandungan, bukan saat begitu bayi lahir. Jadi ibu yang sedang merencanakan kehamilan atau sedang hamil muda, banyak-banyak mengkonsumsi makanan yang halal dan thoyib agar bayi mendapatkan gizi yang cukup untuk pertumbuhan.

Menurut rekomendasi dari WHO ( World Health Organization ) kecukupan gizi pada bayi setelah lahir ini mencakup 3 hal : inisiasi menyusu dini (IMD) , ASI eksklusif, dan makanan pendamping ASI.

Inisiasi Menyusu Dini ( IMD )
Bagi ibu yang sudah punya baby , pasti sudah nggak aneh lagi. IMD dilakukan segera setelah bayi dilahirkan. Bisa sebelum atau sesudah bayi dan ibu dibersihkan dari darah dan segala macam kotoran. Dulu waktu Akram, ASI diberikan setelah semuanya bersih dan beres. Namun sayang, ASI tidak langsung keluar. Walaupun belum keluar ASI pada saat itu, saya tetap menolak susu botol yang disarankan oleh bidan.
“Kasihan bayinya, Bu.” kata asisten bidan yang hendak memberikan susu botol.
Sempat galau juga sih, namun saya tetap pada pendirian untuk tidak memberikan susu sapi.
Yang pertama masuk ke dalam tubuhnya harus air susu dari tubuh saya sendiri. Saya tidak takut bayi saya akan kelaparan atau gimana, karena pengalaman dari anak pertama saya juga demikian. ASI tidak keluar selama sehari semalam sampai bayi menangis terus. Bersyukur bidan yang menangani waktu itu mendukung saya dan memberikan penjelasan bahwa bayi yang baru lahir masih mempunyai cadangan makanan dalam tubuhnya selama maksimal 5 hari.
IMD saya yang kedua Alhamdulillah berhasil juga.

ASI Eksklusif selama enam bulan pertama
ASI eksklusif bagi saya –karena tidak bekerja, sangat mudah dilalui. Beda halnya dengan ibu bekerja. Butuh perjuangan yang keras untuk bisa melewati tahap ini. Makanya saya selalu mensupport teman-teman yang bekerja agar tidak menyerah. Karena (kalau dari cerita mereka) berat sekali godaan yang harus dilalui. *hug para working mom yang bekerja keras demi terpenuhinya ASI Eksklusif*
Ayolah, stop men-judge ibu bekerja sebagai ibu yang jahat. L

MPASI dan tetap melanjutkan memberikan ASI
Anak pertama saya termasuk picky eater, kalau makan maunya itu-ituuu saja. Kalau nggak ayam goreng, sosis goreng, sop pake bakso daging, telur dan nugget. Nggak mau makan sayur sama sekali. Akibatnya, Dhia ini perawakannya kurus (wasting) dan perawakannya juga pendek (stunting). Ini mungkin ada faktor keturunan juga, karena saya juga pendek dan kurus. Dulu. :D
Ternyata hal ini yang dinamakan gizi salah. Tapi menurut saya nggak semua yang kurus dan pendek karena gizi salah. Kembali lagi ke faktor keturunan tadi.

Gizi salah berbeda dengan gizi buruk, dimana gizi salah berarti kekurangan atau kelebihan zat gizi tertentu. Seperti kasusnya Dhia, berlebih pada Proteinnya sedangkan zat gizi yang lain sangat kurang. :(

Tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama pada anak kedua, jadi saat Akram mulai berusia enam bulan, saya biasakan memberinya makanan pendamping ASI (MPASI) yang beragam seperti buah dan sayur. Saya juga memberikan MPASI yang telah difortifikasi. Nggak papa instant juga, walaupun instant pada produk Milna ini tidak ditemukan pengawet. Namun dengan pengemas berupa aluminium voil , membuat produk bertahan dan aman sampai 18 bulan.

Apa itu Fortifikasi?
Fortifikasi merupakan upaya menambahkan zat gizi mikro (seperti vitamin dan mineral) ke dalam zat pangan. Seperti bubur bayi Milna yang mengandung zat gizi mikro untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Kenapa harus? Karena bayi 6 bulan ke atas perutnya masih kecil, sedangkan kebutuhan gizinya sangatlah banyak. Contohnya untuk memenuhi kebutuhan zat besi sebesar 8 mg, didapatkan kalau bayi mengkonsumsi 3 potong daging setara 150 gr. Whoaaa, mungkinkah untuk anak usia 6 bulan? Makanya....

Setelah Akram satu tahun saya berlanjut memberinya makanan selingan atau kudapan. Disini saya tidak terlalu ketat dalam pantangan makanan terutama jajanan apa yang masuk. Mau itu eskrim, coklat, permen sampai basreng dan cimol. :D
Tapi, tetap saja saya imbangi nutrisi untuk Akram dengan makanan selingan yang sehat, bergizi, dan mudah disiapkan. Dan paling utama adalah HALAL. Karena Akram suka sekali makan biskuit ( minum teh juga harus ada biskuit ) dan agar-agar/puding, jadi pilihan saya pada biskuit dan puding Toddler Milna.

Ada tiga varian rasa yang lezat dari puding instan Milna, yaitu rasa vanila, rasa cokelat, dan rasa stroberi. Sedangkan  biskuitnya  ada rasa keju dan rasa coklat.
semuanya Akram suka


Kandungan Gizi Dalam Toddler Biskuit dan Toddler Puding Milna

Puding Milna : mengandung 10 Vitamin dan Kalsium yang berperan dalam pembentukan tulang serta mempertahankan kepadatan tulang dan gigi. Juga mengandung Karbohidrat, Protein, Lemak, Natrium dan Inulin.


Biskuit : kandungan dalam 3 keping biskuitnya sama dengan energi 1 gelas susu dan 6 keping biskuitnya sama dengan Kalsium 1 gelas susu.


Cara Membuat Puding Milna

Cara membuat puding Milna sangat mudah dan praktis.

 1. Tuangkan 1 bungkus bubuk puding ke dalam wadah dan tuangkan 300 ml (sekitar 2 cangkir kecil) air mendidih. Tambahkan gula bila perlu.

2. Aduk merata sampai bubuknya larut .

3. Segera tuangkan ke dalam cetakan atau wadah kesukaan si kecil. Biarkan dingin.

4. Puding siap disajikan.
Teksturnya sangat lembut dan manisnya pas tanpa ditambah gula.

Kegiatan Anak Bersama Milna

Banyak sekali aktivitas harian anak yang bisa sekaligus sebagai sarana anak belajar dan saya sebagai orang tua bisa sambil membentuk karakter anak. :)

Mencetak Puding
Untuk anak yang berusia 2 tahun, memindahkan adonan puding dari mangkok ke dalam cetakan membantu menstimulasi motoriknya. Lihat, betapa seriusnya Akram memindahkan puding sedikit demi sedikit. ^^
Hati-hati dengan air panasnya saat menyiapkan puding agar tidak mengenai anak-anak.

Serius banget dan penuh konsentrasi.
Bermain Teka-Teki
Di bagian belakang kotak puding Milna, terdapat gambar yang bisa digunakan untuk bermain mencari jalan. Mencari jalan menuju gambar puding merupakan stimulasi untuk melatih daya pikirnya. Gambar-gambar pendukungnya juga bisa digunakan untuk memperkenalkan anak-anak kepada nama benda, seperti pohon, gunung, batu, awan, sungai, dll.


Bercerita dan Berimajinasi
Kalau di kotak kemasan biskuitnya , ada gambar binatang yang lucu-lucu. Bisa digunting dan menjadi mainan. Kita bisa mendongeng dengan tokoh para binatang ini. Anak-anak sangat senang dengan dongeng dan cerita.

Mengenal Angka dan Huruf
Lho kok?
Iya, biskuit Toddler Milna ini di setiap kepingnya ada angka dan hurufnya. Jadi, setiap kali Akram mau makan, dia sudah hafal angka lalu menyebut angka atau huruf apa yang tertera di atas biskuit.

Kreasi Puding Milna



Walaupun sering makan puding, Akram nggak pernah bosen. Dalam video ini adalah momen saat Akram makan puding coklat. Semangkuk puding cepat sekali habisnya. Saya sampai tidak sempat mengambil videonya dari awal. :D



Walaupun begitu , kadang saya kreasikan sedikit agar berbeda. Salah duanya (yang telah saya ambil gambarnya) saya tampilkan di bawah ini.

Milna Ice Blend
Bahan : 
- puding Milna rasa coklat
- es batu
- susu kental manis coklat 
- air
Cara membuat :
Blender semua bahan. Tuang ke dalam wadah kesukaan si kecil. Tambahkan cocochips dan misis warna-warni jika anak suka.
Seger diminum di siang hari yang panas.
  
ini nggak dikasih apa-apa, tapi Akram suka

Pudding IceCream
Buat puding Milna seperti biasa, tambahkan susu kental manis 50 ml.
Bekukan dalam freezer.
Susun irisan semangka (atau buah-buahan yang lain ) ke dalam wadah, masukkan eskrim puding rasa stoberi, coklet, dan vanila di atasnya. Letakkan beberapa buah Arbei.
Eskrim puding yang lembut dan manis siap dinikmati.




Saya sangat berterimakasih kepada Kalbe Nutritionals yang telah menyediakan produk-produk berkualitas dan aman serta menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat.. Sesuai dengan misinya : "We provide wellness to millions"
Kalbe Nutritions selalu memberikan yang terbaik untuk konsumen dan masyarakat. Melalui layanan customer care bebas pulsa di 0800-140-2000 ,saya bisa bertanya dan berkonsultasi tentang kesehatan.  Saya juga bisa memesan produk Kalbe yang langsung diantar ke rumah lewat layanan pesan antar di 500880 atau pesan online di KALBE e-Store.

Oiya, saat ini tengah berlangsung kompetisi Bayi Hebat Milna 2015 untuk anak usia 6 bulan sampai dengan 3 tahun. Raih hadiah juataan Rupiah dan kesempatan menjadi cover majalah dengan membeli paket Milna seharga 40 ribu dan mendaftar. Kompetisi ini berlangsung sampai bulan Agustus 2015.
contoh paketnya




21 June 2015

Memilih Ayam Segar

*Judulnya khas emak-emak banget ya? hehehe*

ayam boilr
"Ayam goreeeeng.....! Saya suke..saya suke." teriak Dhia dan Akram menirukan Upin-Ipin. :D

Ayam itu bahan makanan yang gampang diolah. Mau itu digoreng, diopor, dibikin ayam krispy, dimasak ayam kecap, atau dibalado, semuanya deh pokokmen sukak. 

Selain karena enak, juga saya gampil banget masaknya. Jadi tiap kali saya ke pasar tradisional maupun ke pasar swalayan pasti nyari daging ayam, paling enggak seminggu sekali (kalau lagi banyak duit ). Soalnya sekarang harga ayam lagi melonjak-lonjak naik. (*molaaii curhat*) hahaha

Kalau pas lebaran, pasti lebih banyak nih yang beli. Makanya jadi ada segelitir pedagang yang curang dengan mengelabuhi pembeli. Segala macam cara mereka pake dari menambahkan formalin agar ayam awet sampai melumuri dengan darah segar, agar daging ayam terlihat (masih) segar.

Sebagai pembeli, kita juga harus cerdas dong, harus bisa membedakan mana ayam yang masih benar-benar segar dan mana yang enggak.

Ini cara saya membedakan dan memilih daging ayam segar

1. Dari penampakan luar, kalau dilihat sekilas, warna kulit putih pucat (tapi nggak putih banget). Bukan orange atau kemerahan. 

2. Kemudian periksa dengan membolak-balik si ayam.
Jika ada warna kebiru-biruan di sana-sini, itu artinya ayam sudah nggak segar. Banyak darah bekunya, biasanya di bagian paha, sayap dan ceker ada biru-biru gitu di bawah kulitnya.

3. Dagingnya berwarna putih bukan merah.
Jika daging berwarna merah, tandanya sudah tidak segar.

4. Terkadang masih ada darah segar yang mengalir. 
Darah ini akan hilang jika dicuci. Sedangkan yang udah nggak segar, darahnya menempel di kulit atau di dalam daging, nggak hilang kalau dicuci.

5. Bau-in. Dekatkan sedikit hidung ke daging ayamnya.
Baunya masih segar daging, kalau yang udah lama baunya udah berubah. Aah, ini butuh keahlian khusus, hehehe.

Kalau yang baru pertama kali beli ayam, kemungkinan milihnya ya yang gemuk atau lebih besar. Padahal besar nggak menjamin dagingnya banyak. Lebih besar bisa jadi karena banyak gajih/lemak nya.

Perhatikan kalau perlu pegang kulitnya apakah kulitnya tebal atau nggak. 
Kalau tebal, gajihnya dibawah jaringan kulit akan sangat banyak.

Ingat gajih/ lemak nggak bagus buat tubuh. *lirik gajih di perut :( *

Kelebihan membeli ayam di Supermarket dari pada di Pasar Tradisional

1. Sering ada discon gede-gedean.
Penting!

2. Harganya lebih murah dari pasar tradisional.
Penting juga! :D
Kemarin sebelum punggahan Ramadhan, saya ke pasar tradisional dulu (Pasar Antri Baru dan Pasar Atas kalo di Cimahi)
Harganya mencapai 32.500
Sedangkan di Yogya Swalayan, harga 33.000 discon menjadi 24.650.
Kalau di Cimahi yang sering discon setau saya mah di Superindo Cibabat sama Yogya swalayan.. (Belinya kalo pas lagi discon doang, ya buk? ) hohoho

3,Tempat lebih bersih
Khususnya di pasar tradisional daerah Cimahi, sih. Mungkin kalau pasar tradisional lebih bersih, saya mau belanja ayam dan daging-dagingan di sana.

4. Kebersihan ayam juga bagus.
Saya suka membanding-bandingkan. Kalau di swalayan ayamnya bener-bener bersih, kalau di pasar tradisional seringnya masih banyak bulu-bulu halusnya yang masih nempel.

Hmm, ini bukan berarti saya anti pasar tradisional, justru saya menyarankan belanja di pasar tradisional agar perputaran uang nggak di satu pemilik. Dengan belanja di pasar tradisional juga membantu para pedagang. Kalau belanja selain ayam (sayuran misalnya) saya tetap di pasar tradisional, kok.

Ok fix, mari belanja ayam. Dan tetap jadi konsumen cerdas.
This entry was posted in

16 June 2015

Takut Kucing

Dulu sekali saya pikir, takut kucing itu hal yang wajar dan normal. Tapi ternyata setelah saya baca sana sini ,itu termasuk salah satu jenis phobia spesifik (sederhana) . Nama ilmiahnya Ailurophobia.

Hyakampun saya nggak normal dong? hahaha



Saya nulis ini dengan tangan dingin dan gemetaran, detak jantung bertambah cepat dan sesekali juga bergidik.
Butuh keberanian buat ngomongin yang satu ini. KUCING, miaauw .. aaawww!!
#lebay
Padahal waktu itu udah sembuh lhooh..

Bagi kebanyakan orang, kucing itu binatang yang lucu dan menggemaskan. Tapi kalau saya bertemu dengan kucing, saya bisa langsung loncat ke atas kursi dan menjerit. Pernah dulu, kucing tetangga main ke rumah, karena pintu depan nggak ditutup jadi si kucing bisa masuk. Waktu itu, saya ngejeritnya kayak lihat kuntilanak makan bakmi.
Bagi saya memang kucing itu terlihat sangat MENAKUTKAN. Errr, bulu-bulunya....matanya yang sok imut... ekornya iiiiy bikin geli, apalagi kalo pas cakar-cakaran sama temennya.
Sorry banget buat yang pecinta kucing. Sebenernya saya pun pengen banget lhoh pelihara. Tapi belum 100% ilang takutnya. :(

Trauma Masa Kecil

Katanya sih, phobia sama kucing ini karena trauma masa kecil. Tapi emang iya kok. Saya ngalamin sendiri.

Ceritanya dulu waktu umur 5 tahunan kalau nggak salah, saya tidur siang di ranjang. Kalau rumah jaman dulu apalagi di desa, pintu depan tuh kalau siang selalu terbuka. Pas bangun tidur, kucing gemuk warna putih sudah ada di dekat saya. Kucingnya juga lagi tidur, mungkin ceritanya nemenin gitu kali yaa.

Memang seinget saya kucing itu sering main di sekitar rumah. Bangun-bangun, saya langsung ngejerit.

Setelah kejadian itu, saya nggak serta merta jadi langsung takut kucing. Bahkan bertahun-tahun. Saya baru menyadari bahwa saya phobia setelah saya menikah.

Suami saya bilang kalo saya mempunyai ketakutan yang berlebih terhadap kucing. Sampai ngejerit dan naik-naik ke atas kursi. hahaha lucu kali ya kalo orang lain yang lihat.

*garuk-garuk tembok*

Saya pengen sebenernya memelihara kucing, ngelus-elus, ngasih makan, ngajak main, dll.. ta.. tapi...

(ah, udah! udah tahu alesannya)

Nurun Ke Anak

Ini sebenernya yang bikin saya sedih. Kenapa ketakutan saya jadi nurun ke anak-anak saya? :(

Iya memang begitu biasanya, karena anak 'kan seharian selalu bersama saya. Jadi kelakuan saya pasti dilihat sama anak-anak. Padahal saya sudah wanti-wanti sama suami, anak-anak tolong ajakin main, ngelus, dan ngasih makan kucing tetangga.

Iya, saya bilang gitu. Awalnya anak-anak mau deket-deket kucing. Mereka mau ngelus dan nggendong, sementara saya ngumpet di kamar -dan naik ke atas ranjang!
Lama-lama anakpun melihat perlakuan saya terhadap kucing. Kalau ada kucing masuk rumah selalu disuruh keluar. *duh cemen banget!

Jadilah , anak-anak kalo liat kucing jadi ribut.

Upaya Penyembuhan

Saya nggak periksa atau konsul ke dokter untuk urusan phobia ini, sich. Karena menurut saya masih bisalah ditangani sendiri. Ini yang sudah saya lakukan :

1. Hypnoterapi
Waktu awal nikah, kebetulan waktu itu masih suka ikutan kelas Hypnoterapi, mentornya temen sendiri. Jadi, bisa lah dikit-dikit "self-talk" atau bicara sama diri sendiri, memberikan motivasi, memberikan sugesti bahwa kucing itu binatang yang lucu, imut , menggemaskan dan nggak berbahaya.
Saya dibantu suami juga saat hypnoterapi ini. Diiringi musik kontemplasi dan suara lembut sang suami, memberikan saya keberanian lebih setelah selesai hypno.
Ini saya lakukan terus menerus dan rutin minimal seminggu sekali.
Waktu itu saya udah berani

2. Didekatkan dengan Kucing
Udah tahu saya takutnya minta ampun. Sama suami saya malah sering dibawain kucing dan ditunjukin ke muka saya. Dalam jarak kurang dari 1 meter, pemirsah.
Tapi, lama kelamaan memang berkurang sih takutnya. Karena sudah mulai terbiasa dikagetin dan ditakut-takutin pake kucing.

Beberapa bulan (saya lupa pastinya berapa bulan karena sudah 7 tahun yang lalu) setelah hypno dan dipaksa dekat sama kucing, saya mulai nggak takut lihat kucing. Sudah berani nyuruh keluar si ucing  karena sebelumnya selalu nyuruh orang lain.
Waktu itu, juga udah berani berdiri dengan jarak satu meter dari kucing. Dan lama-lama pernah saya ngelus kucing sekali lho, bulunya lembut, tapi geli juga kerasa tulang punggungnya.
Lalu berani ngasih makan. :D

Kambuh Lagi

Emang bisa ya kambuh lagi? Saya kurang tahu pasti secara teori , sih. Tapi itu yang terjadi sama saya. Setelah lama nggak berinteraksi lagi sama kucing, saya kok ketakutannya ada lagi. Bahkan pernah sampai ada kucing di ruangan, saya nggak berani masuk. *yak ampuuun

Jadi, memang harus dilakukan secara konsisten, ya agar ketakutan itu hilang seluruhnya.
Saya jadi pengen ngadopsi kucingnya teh Evi Sri Rezeki, deh kalo gini.

Setelah pindah ke rumah kayu ini, kadang ada kucing nggak tahu punya siapa suka dateng dan tidur di teras kalo malem. Siangnya pergi lagi nyari makan. Kadangkala, saya kasih makan ikan asin atau kepala ikan.

Disitu saya interaksi dengan kucing lagi.

Yang bikin saya heran, ini kucing dateng-dateng perutnya gede, semakin hari makin gede. dia hamil ternyata, nggak tahu deh siapa yang ngehamilin. bwahaha

Oiya, saya sudah berani lho, memfoto kucing dari deket.

Ini yang lagi hamil.


Jadi, manteman yang punya ketakutan atau phobia, nggak usah berkecil hati akan terkukung selamanya dalam ketakutan itu. Percayalah, ketakutanmu akan bisa hilang dengan usaha menyembuhkan diri.

Lawan ketakutan, karena yang bisa menyembuhkan sebenarnya adalah diri sendiri.

Cheers!!

13 June 2015

Mempersiapkan Ramadhan

Assalaamu'alaikum...

Ramadhan sudah di depan mata. Harumnya sudah kerasa sangaaaat dekat. Meskipun begitu, kita tetap berdoa agar disampaikan kepada bulan yang mulia , bulan Ramadhan sebagaimana do'a kita sebulan yang lalu:

"Allaahumma baariklana fii rajaba wa sya'ban wa balighna ramadhaan."

"Ya Allah, berkahilah aku di bulan Rajab dan Sya'ban dan sampaikanlah pada bulan Ramadhan."

Lalu, persiapan apa yang sudah kita lakukan untuk menyambutnya?
Apa kita santai saja? Atau dengan penuh kebahagiaan menyambut dan mempersiapkan segala sesuatunya>

Ibarat ada seorang yang kita cintai, mau datang ke rumah kita. Apa yang dilakukan? Tentu bebersih rumah mungkin. Atau berdandan yang bersih dan wangi. atau menyiapkan makanan yang enak.

Begitu pula Ramadhan yang kita cintai. Kita bisa mempersiapkannya jauh sebelum Ramadhan sebenernya. Tapi, sekarangpun belum terlambat.

1. Kaji Ilmu Mengenai Ramadhan
2. Perbanyak Puasa Sunnah
3. Giatkan Sholat Sunnah
4. Perbanyak Taubat kepada Allah
5. Pelajari Do'a dan Dzikir yang disunnahkan
6. Rencanakan Target Ramadhan
7. Siapkan Fisik dan Harta Sebelum Ramadhan


Perlu juga me"warning" anak sebelum tiba waktunya. Seperti waktu saya kecil dulu, ibu saya berkali-kali bilang kalo sebentar lagi Puasa, sebentar lagi Ramadhan. Jadi saya sebagai anak kecil nggak tahu apa-apa juga ikut merasa bungah (senang sekali).

Kepada Dhia saya berkata, : "Mbak, sebentar lagi Ramadhan, lho. Mbak Dhia nanti ikutan puasa juga, ya?"
Kadangkala Dhia mengangguk, kadangkala jawabannya menggeleng. Masih labil kurasa, hehehe


Semoga Ramadhan yang tinggal 4 hari lagi bisa kita nikmati sebulan penuh dengan sebaik mungkin, sehingga kemenangan akan kita rasakan. Kemenangan mengalahkan hawa nafsu.

Marhaban ya Ramadhan...

Belajar Membuat Roti Panggang

Mau cerita waktu Dhia lagi belajar bikin roti panggang, ah.

Jadi, Dhia tuh sekarang udah mulai-mulai penasaran sama urusan dapur. Tiap kali saya mau masak pasti ngintilin aja. Nanya ini itu. Kadang bikin pernyataan 'aneh' :

"Mi..., Dhia bisa , kok."

Aku tahu maksudnya pengen motong-motongin tahu kuning yang mau kumasak. Saya pura-puranya nggak paham apa yang Dhia maksud. Dhia masih bilang gitu aja berkali-kali. Ya sudah saya kasihkan pisaunya. 

"Pegang pisaunya hati-hati, ya Iya;. Tajam. Kalau kena jarimu bisa berdarah."

Bener nggak ya pernyataanku ini? Entahlah. Tapi untunglah Dhia nggak parno duluan. Nggak langsung naruh pisaunya kembali. Justru malah semangat motong-motongin tahu setelah mengiyakan kata-kataku.

Terus pagi ini (sebenernya udah beberapa hari yang lalu sih, tapi nulisnya baru hari ini) ceritanya mau sarapan sama roti panggang. 
Ada persediaan roti tawar, mentega, coklat meses. Seperti yang sudah diduga, Dhia juga mau ikut nimbrung oles-oles dan tabur-tabur.
Oh well biar saja Dhia yang lakukan. Sementara saya nyiapain yang lain. 

Ceritanya ini Dhia yang ngoles-oles+naburin. Hehe, saya satu yang paling kanan. Yang lainnya Dhia sama Akram. 

Aku tuh sebenernya masih merasa takut-takut gitu. Ya gimana ya, oven kan panas kalo udah dinyalain. Tapi, anaknya pengen belajar.

Setelah roti beres dioles mentega dan ditabur meses. Kemudian masuk-masukin, Mbaaaak.

Abaikan oven yang dibersihinnya setahun sekali itu. Gosong sana-sini :D

"Perhatikan, ya Iya'." Dhia memperhatikan angka baik-baik. Aku meneruskan instruksiku. 
"Puter di sini. Pas in di angka ini. Baru nyalain." 

Nyeklekkin sendiri. Ini pertama kali. Kloter keduanya udah bisa sendiri.

Atur di 150 derajat. Waktunya 15 menit. Pemanasan atas bawah. Setelah bunyi "Thiiing!" pengen buru-buru mbuka ocen dan ngambil roti panggangnya.
Saya masih khawatir, soalnya panas. Sedangkan sarung tangan anti panasnya entah kemana (Akibat naro dimana aja.) 


Lho kok cuma tiga?

Tenang, setelah ini masih bikin lagi kok. Sampai 3 kali malah. :)))

Sudah mulai tahun kemarin sebenernya saya ngasih "cooking class" untuk krucils saya. Tapi nggak semua diabadikan memang. Cuman beberapa aja yang keliatan 'jadi'. wkwkwk 

*Pencitraan banget!*


Kenapa Dhia penasaran?

Jadi setiap saya masak, kalau saya lagi butuh piring, mangkok, sendok, dll saya sering minta tolong Dhia buat ngambilin. Walaupun lagi main, mau aja kalo disuruh-suruh.
Duuuh, nurut banget sih anakku. ( muji anak sendiri )

Kalau ditanya manfaatnya apa ngasih 'pelajaran' memasak. Bagiku, itu diperlukan agar Dhia nya ngerti caranya bikin sesuatu. Seperti yang ibu saya ajarkan dulu. Agar anaknya nggak manja.

Itu.

Cimahi, 13 June 2015 pkl 1:39 WIB di pagi yang menggigil.