08 February 2015

Jalan-Jalan ke Kota Bersama Daihatsu Sirion

Sejak bisa menyetir kira-kira dua tahun yang lalu , suami saya, jadi suka banget ngajakin saya dan anak-anak jalan-jalan pake mobil (*jalan-jalan pake mobil?)
Mau ke rumah nenek naik mobil, cuman mau ke ATM naik mobil, bahkan mau ke swalayan juga naik mobil. Katanya, biar mudah bawa barang belanjaan. Iya juga sich, kalau naik motor rempong bawanya, ciiinn.

Okelah, namanya juga baru bisa nyetir. Jadi masih seneng-senengnya. Masalahnya, kalau ke rumah nenek, kita harus melewati gang sempit berbelok yang cuma muat dilewati satu mobil saja. Kebayang nggak kalau jadi saya yang duduk di samping supir, asli "sport jantung" !. Deg-deg plasss dech pokoknya. Udah ya jalanan sempit, berasa mau nyerempet karena mepet banget sama tembok rumah orang atau kalau-kalau roda mobil masuk got. Saat jalannya belak-belok agak susah juga karena mobil yang kami tumpangi body-nya lumayan lebar dan panjang.

Jadi kebayang kalau pake Daihatsu Sirion. dech. Mobil model hatchback aka city car ini dengan body-nya yang ramping -lebar 1,665 meter, pasti lancar jaya kalau lewat jalanan sempit.

Performance Sirion ( pic source )

tampak belakang ( pic source )
Bagi keluarga muda seperti kami, jalan-jalan bersama keluarga kecil adalah hal wajib. Minimal dua minggu sekali pergi ke pusat kota Cimahi / Bandung untuk refreshing. Refreshing kok ke kota?? Fyi, rumah saya berada di pelosok desa daerah pegunungan yang sejuk dan adem. Agar tidak jenuh harus ke kota untuk sekedar ke taman bermain misalnya, atau ke pusat perbelanjaan untuk cuci mata. :p ( kami kemudian menyebutnya 'turun gunung' )
Melewati jalan-jalan di kota Cimahi dan Bandung yang sering macet, naik Sirion pasti masih bisa selap-selip. hohoho

Apalagi kemampuan menyetir suami saya yang makin hari makin lihai saja. Makin nyaman buat saya dan anak-anak sebagai penumpang. Sekarang sudah nggak sport jantung lagi. Terus terus Daihatsu Sirion ini bisa memuat 4-5 orang penumpang. Tuh kan pas banget dengan keluarga kecil saya yang berjumlah empat orang. Masih bisa nambah satu lagi buat adeknya Akram kelak. :D
*kemudian berdoa sepenuh hati* >_<

Interior Daihatsu Sirion ( pic source )
 Suamiku bilang : "Oke juga Sirion ini. Tapi, kita kalau pergi-pergi selalu banyak barang bawaan kayak bantal, selimut, baju dan mainan anak-anak. Mau disimpan dimana?"

Tenang, Bi. Di bangian belakang masih ada space buat kita naro barang bawaan. *Lalu saya segera kasih liat fotonya. (Udah kayak sales promotion girl aja, wuahaha)

muat buat naroh selimut dan koper ( pic source )
Atau bisa dilipat supaya lebih luas seperti ini.

anak-anak bisa tiduran di belakang ( pic source )
Wah, senengnya kalau punya mobil kayak gini. Bisa diajak jalan-jalan keliling kota.

Jadi pengin banget merasakan sensasi slalom bersama Daihatsu Sirion. Meskipun belum bisa nyetir, kan ada suamiku yang selalu siap sedia menjadi sopir pribadi. hihihi


02 February 2015

Acara Minum Teh dan Eksperimen

Pagi ini, Akram bangun lebih awal dari Mbaknya. Belum cuci muka dan apa-apa langsung bilang dengan suara yang belum fasih minta teh manis.

" I-num... Nteh... Anyis "

Saya mbatin, Akram habis ngimpi tentang teh manis gitu? Biasanya begitu bangun minta minum air putih kemudian minta segelas susu plus biskuit.

Lalu saya nyolokin air (*nah lhoh apa maksudnya ini?) -maksudnya nyolokin dispenser. Sambil nungguin air panas, Akram minta saya untuk menyalakan tipi, ngak saya turutin. Kemudian nunjuk-nunjuk minta diambilin tablet yang saya taro di atas lemari, nggak saya turutin juga. Lalu ke meja komputer minta dinyalain, nggak juga saya turutin.
Karena nggak juga terkabul keinginannya, Akram ngebangunin Dhia dengan cara digabruk (bahasa Indonesianya apa ya? semacam ditindihin gitu lah). Akhirnya mbak Dhia bangun juga setelah guling-guling hampir ngambek karna diganggu tidurnya.

Dhia dan Akram mendekati saya, setiap bangun tidur pasti minta disayang-sayang (dipeluk; dicium; ditanya-tanya tidurnya nyenyak apa enggak, bla bla bla) #Ahaaaiy

Air di dispenser udah panas. saya pun ngeluarin nampan, dua buah gelas, gula, dan teh celup.

"Ayooo ke depan (maksudnya ke teras depan), kita bikin teh celup yuuk!!" kata saya.

Anak-anak ngintil saya di belakang. Kemudian duduk manis di dekat nampan.

Acara minum teh di pagi hari pun dimulai.

Mereka celup-celup bergembira
Gulanya dua sendok aja , ya Mbak Dhia.

Kemudian terjadilah drama, wekekeke

"Mencari biskuit yang hilang"


  Kebiasaan makan biskuit dicelupin ke susu/teh manis 

 Eksperimen dengan teh manis

Oiya, beberapa waktu yang lalu (nggak jelas kapan yang pasti sebelum sebelum 2015) Dhia juga sudah pernah bikin teh manis sendiri. Saya cuma membantu menyediakan air panasnya aja. Kalau sekarang Dhia sudah berani nuangin air panas ke dalam gelas sendiri.

Waktu bikin teh manis itu, Dhia nanya-nanya :

"Kok nggak manis, ya Mi?" --> "Karena belum dikasih gula, Ia"
"Waah, kalo udah dikasih gula jadi manis, Mi!" --> "Berarti, rasa gula apa? Manis"

"Mi, lihat! Sendoknya bengkok!" kata Dhia dengan mata berbinar. Kemudian berulang-ulang ia mengangkat sendok dari gelas lalu menyelupkannya lagi, angkat lagi, celupkan lagi. lalu tertawa cekikikan.

Dhia, itu namanya pembiasan (saya jelaskan apa adanya :D ). Lihat deh, sendoknya nggak bengkok kan kalau di luar gelas, tapi kalau dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air, kita melihatnya seolah-olah sendoknya bengkok/patah.

"Ooo, begitu ya Mi" Dhia manggut-manggut.

Lalu...

"Waaaaw... gede buangeet!!" Dhia memekik.

"Apanya, Ia'?"

Dhia meletakkan gelas berisi teh manis itu di depan matanya, lalu berkata, "Ummi keliatan gede banget. Tanganku juga!"

"Wah, iya. Gelasnya bisa jadi kaca pembesar. Coba yuk kita lihat barang-barang yang lain."

Lalu Dhia mengambil beberapa mainannya dan mengamati dari balik gelas kaca berisi air teh hingga akhirnya teh manisnya habis.

Jadi, dari hal-hal kecil yang kita temui sehari-hari bisa jadi bahan pembelajaran buat anak balita, ya Manteman.








30 January 2015

[English Friday] : Grab a Tool from Doraemon's Magic Pocket

Ouwoo... I love Friday as same as I love BEC ;)  (#majas hiperbola)

Do you know that I like Doraemon?
I've loved it since 8 years. Sometimes, I to watch the films with my children. Doraemon gives a lot of me in childhood. That makes me a lot of imagination.
And more fun, English Friday challenge is to grab a tool from Doraemon's magic pocket . I think a great challenge. :)
From the past, I wanted to take one tool of magic bag Doraemon, but no one has ever offered. *lol*
sumber

I think, I'll take the "door anywhere" (but it has many eyes) I have to fight with other BEC members. :p
Then the time machine / tablecloth time but this is not allowed by admin BEC.
Okay, I just grab the magical pocket. Huuu ... !! * then dibanjur cappuccino cincau *
Okay okay. Now, just one tool I want to take from the pockets of Doraemon is "any cooking appliance"

Why did I choose this tool? Why...?? *lebay*
Wasnt I love to cook and make various kinds of snacks?

Do you know? Cook requires a lot of time and effort? With this tool I can supply various kinds of delicious dishes for my family quickly.
If I were hungry, I just mention the food, then it has been available in the tool.

*Rotfl* Imagine it also makes me happy.

I do not need go to market for shopping groceries, vegetables, etc.

That was a wild mind a housewife. It will be different when asked for fathers, students, or to children.
If you know what you want to take? Let dreaming together and tell me.

Blog Dhia’s Mom di tahun 2015


Assalaamu’alaikum,

Di penutup bulan Januari ini saya latah juga menuliskan semacam resolusi. Tapi bukan resolusi sih sebenarnya. Cuma keinginan yang mudah-mudahan bisa saya kerjakan dan konsisten di tahun 2015 ini. Ada apa di Blog Dhia’s Mom di tahun 2015?

Kegiatan bersama dua bocah

Sebagai seorang ibu rumah tangga, pastilah kegiatan bersama anak-anak sangat banyak dan saya berfikir mungkin ada orang tua yang mencari referensi kegiatan bersama anak. Nah, di hari Sabtu atau Minggu akan ada postingan tentang anak-anak. Kalaupun tidak sesuai jadwal minimal satu pekan harus ada tulisan tentang kiddos.

Craft

Karena saya suka bermain dengan kain, kertas, lem, gunting, benang jahit dan teman-temannya jadi saya buat posting tentang kerajinan tangan -baik yang saya kerjakan sendiri atau yang dikerjakan oleh anak-anak saya. Dengan label DIY, Crafting, atau DI Dhia.

Fiksi

Rasanya sudah berbulan-bulan saya nggak lagi mengasah nulis fiksi bersama Monday Flash Fiction. Mudah-mudahan nanti bisa posting lagi setiap hari Senin s.d Kamis.

Wordless Wednesday

Semenjak bikin blog khusus berisi foto-foto, saya jadi nggak pernah ikut Wordless Wednesday. Jadi tiap hari Rabu, akan ada postingan yang berisi foto aja atau dengan sedikit kata-kata. Kemudian ada mr.Linky untuk teman-teman yang mau link up.

Bergabung di komunitas positif

Awal tahun ini saya mulai dengan bergabung dengan komunitas IHB (Indonesian Hijab Blogger). Dan lihatlah, sudah nangkring manis. Yeaaay… Ada banner baru di sidebar blog!!
Saya juga bergabung dengan komunitas BEC (Blog English Club). Tujuan saya selain belajar menulis dalam bahasa Inggris tentunya, juga menjalin pertemanan dan silaturahim. Setiap hari Jum’at ada English Friday. Kalau di tahun kemarin, setiap Jum’at saya menulis tentang apa saja yang bisa saya Tafakur-i yang diberi label reflection.

Selain itu semua, saya ingin blog ini lebih personal. Hanya cerita biasa saja. Kemudian akan mengurangi tulisan yang terlalu teoritis. Ta..ta..tapi, tulisan yang diikutsertakan dalam lomba teteeeup nggak akan dihilangkan. ;)

Penginnya seperti itu. Semangat yuk, AKU BISA!! Kamu? :) 


Tulisan ini diikutsertakan dalam Indonesian Hijab Blogger Blogpost Challenge


28 January 2015

Resolusi Hijau tahun 2015

Perilaku mencintai alam sekitar harus ditanamkan dari lingkungan terdekat yaitu keluarga. Di The Nature Conservancy Program Indonesia saya bisa banyak belajar dan mendapat beragam informasi tentang bagaimana hidup ramah lingkungan.

Sejak tinggal di daerah pegunungan yang alamnya masih asri dan tanah pekarangannya luas, saya berusaha menerapkan perilaku yang ramah lingkungan terutama kepada diri saya sendiri. Tidak mudah ternyata beradaptasi dari gaya hidup kekotaan yang dari hal kecil seperti tempat pembuangan sampah -yang kalau di kota kan sudah ada yang mengambil dan mengumpulkan setiap beberapa hari sekali. Dan saya tahunya hanya membayar iuran dan nggak perlu repot. 

Berikut ini resolusi saya yang berhubungan dengan alam :

Membasmi gulma/rumput pengganggu

Ini hal pertama yang akan saya lakukan yaitu membasmi rumput yang terus saja tumbuh tak terkendali di pekarangan rumah. Jika tidak dibersihkan dalam sebulan saja, akan nampak seperti hutan semak. Sedangkan sebagai IRT dengan dua anak balita anpa ART, tidak mempunyai cukup waktu untuk memotong rumput di tanah seluas 1000 meter persegi. Bisa sih biar cepat yaitu memakai obat pembasmi gulma. Namun membasmi rumput dengan obat pembasmi gulma yang disemprot itu akan membuat tanahnya tidak bagus untuk ditanami. Sedangkan saya inginya setelah pekarangan bersih dari rumput akan saya tanami sayur-sayuran. Baiklah, jalan paling bagus adalah dengan menyewa seorang tukang kebun saja untuk membantu menyingkirkan rumput-rumput liar tersebut.


Pekarangan rumah yang telah ditumbuhi rumput


Menanam bibit sayuran

Ini yang saya lakukan setahun belakangan setelah saya pindah ke rumah kayu. Halaman yang luas sayang sekali jika tidak dimanfaatkan. Maka saya mencoba menanam beberapa tanaman seperti tomat, cabai, daun bawang, labu, jagung, dsb. Sangat menyenangkan ketika bisa memanen hasil tanam sendiri. Tahun ini, saya akan menambah jenis sayur-mayur lagi.



Membuat sumur resapan/bak penampung air hujan

Di daerah tempat saya tinggal sekarang, Citeureup, Cimahi Utara, rata-rata susah air. Di sini, sumber mata air/sumur bisa berjarak satu kilometer jauhnya dari rumah bahkan bisa lebih. Makanya pompa air cepat rusak. Air PDAM juga sering mati, keluh seorang teman yang sumber airnya berlangganan PDAM. Satu-satunya cara untuk mendapatkan air yang bersih melimpah adalah dengan membuat sumur artesis. Tapi, seperti yang anda tahu, biaya membuat sumur artesis tidaklah murah. Jadi saya berpikir untuk membuat bak penampung air hujan. Air hujan yang mengalir dari talang air di salurkan melalaui selang ke dalam bak penampung tersebut. Jadi, air hujan bisa dimanfaatkan untuk cuci-mencuci.

Memilah sampah Organik dan Anorganik

Sebelumnya, sampah organik dan anorganik selalu saya campur menjadi satu. Kemudian dibuang begitu saja ke penampungan sampah di pojok pekarangan. Jika sudah menumpuk agak banyak kemudian dibakar.  Selesai? Ya. Tapi tidak menghasilkan apa-apa. Sampah habis dibakar hanya menghasilkan abu dan CO2. Sampah organiknya akan saya jadikan kompos. Membuat pupuk kompos dari sampah rumah tangga ini sudah saya pelajari beberapa waktu lalu. Sedangkan sampah plastik akan saya pilah mana yang bisa didaur ulang mana yang tidak. 
Saya sudah lama mengetahui bahwa tas cantik ini berasal dari bungkus makanan, kopi, dll. Jadi kenapa saya nggak membuatnya.

Membuat apotik hidup

Pada dasarnya, saya memang sudah lama menerapkan tidak minum obat kimia/ obat warung/ obat dokter ketika sakit. Selagi masih bisa disembuhkan dengan obat tradisional kenapa harus ke dokter? Saya bukan antidokter, tapi lebih ke menjadi dokter pribadi keluarga dengan penanganan yang tepat serta memberikan obat alami yang diambil dari alam. Beberapa macam tanaman obat yang sudah daya tanam antara lain :

Kunyit
Biasanya saya menggunakan kunyit untuk obat sakit perut. Saya lumayan sering mengalami sakit perut entah itu karena telat makan atau saat datang bulan. Kunyit diparut, dicampur dengan air, diperas dan diminum airnya. Ini menjadi obat yang sangat manjur. Atau saat anak kurang nafsu makan, saya membuat nasi kuning menggunakan kunyit. Alhamdulillah pasti anak-anak saya menjadi lahap kembali makannya.

Kencur
Kencur selain untuk bumbu juga bisa menyembuhkan memar akibat terbentur. Yang namanya anak pasti sering jatuh/terbentur dan kulitnya memar saat mereka bermain (kecuali anak yang dilarang oleh orang tuanya untuk bereksplorasi mungkin jarang luka memar) hehehe. Kencur ditumbuk bersama beras, kemudian tempelkan di luka memar.

Daun Sirih
Daun sirih yang dikenal sebagai antioksidan bisa mengobati beberapa penyakit. Antara lain yang sudah pernah saya alami : sakit gigi, kumur-kumur dengan air rendaman daun sirih. Bisa juga untuk mengatasi masalah kewanitaan seperti keputihan dan gatal-gatal.

Mahkota Dewa

Jadi resolusi saya untuk apotik hidup ini, saya akan menambah lagi tanaman obat yang ada di halaman rumah.


Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog 

23 January 2015

English Friday : How Gadget Affects My Life

Fokusnya ke gadget, abaikan peyeknya ^_^

Whoaa .. It's Friday again . Days like so fleeting , yes . This week's challenge theme is " How Gadget Affects Our Life " .

Well , I will discuss it from the point of view of a housewife .

I am a housewife with two children under five . Often , I 've been using task time with children . With the gadget might reduce it a lot more. There is a saying , which is much closer gadgets and keep close . But for me , it applies only slightly .

Gadgets already as something integral .
But for me , it is not always like that . When I was with the kids in the sense it is a special time for them , I get rid of the gadgets .

Gadgets means to make friends .
As a housewife who daily live at home , it is important to say hello to friends who are at great distances .

Gadgets have helped my children to learn.
Parents may exist that prohibit their children to touch gadget , I let the kids play with it with equal portions of time with other activities , not connected to the internet , and contains educational games only.


How much gadgets affect my life ?
If I do not use gadgets , of course, would be the people who do not know all of you .
But sometimes gadgets do not affect , anyway .

So , which is it ?
I'm confused.
~~~~~ ^_^ ~~~~~

Thank for Grammar Nazy for your sharing at Blog English Club learning group.

Walaupun dengan terbata membaca kata-demi kata di grup BEC yg notabene memakai bahasa Inggris, sikit-sikit ada mungkin yang masuk di kepala.

Fiuuuh...! -__- 

21 January 2015

Main Air

Catatan hati seorang Akram

Halo Om dan Tante,

Namaku Akram. Umur 2 tahun 6 bulan. Aku lagi galau dan muncul banyak pertanyaan dalam benakku.

Kenapa, ya, orang dewasa selalu bilang JANGAN saat anak seumurku sedang melakukan sesuatu. Kayak misalnya, temenku tuh yang namanya Nala, dia dong selalu dibilangin jangan sama mamahnya. Sini aku ceritain ya, Om Tante..

Waktu itu aku dan Nala lagi asyik-asyiknya main di dalam rumah. Tiba-tiba mamahnya Nala bilang :

"Aduuh, kenapa mainannya diberantakiiin?!! Jangan ditumpahin semuanya, doong. Mamah capek beresinnya. Sana maen di luar sana."

Lalu aku dan Nala keluar dari rumah karena mamahnya Nala mau nyapu lantai dan beberes. Aku dan Nala menatap gedung-gedung dan rumah yang telah kami tata dengan kejeniusan kami. Sekarang sudah diberantakin sama Mamahnya Nala.

Aku dan Nala sekarang udah di luar. Lari-larian dan menggali lubang di tanah. Sungguh luar biasa. Di dalam tanah ada makhluk kecil panjang yang menggeliat-nggeliat. Dan akhirnya aku tahu apa itu namanya.

"Ya ampuuun, Nala-Akram, jangan mainan tanah!! Banyak cacingnya, iih jijik. Nanti kalau sakit perut gimana coba? Kalau udah sakit siapa yang repot? Cepetin masuk rumah sudah mendung tuh, mau hujan."

Aku dan Nala saling berpandangan. Sementara itu titik-titik air dari langit mulai turun. Akupun bersorak riang : "U-jan! U-jan! U-jan!"

Lalu aku dan Nala melompat-lompat kegirangan. Belum sempat main hujan Mamah Nala bilang lagi:
" Hei, jangan hujan-hujanan. Nanti masuk angin."

Aku nggak ngerti dech masuk angin itu apa, tapi kami menurut saja. Lalu masuk ke rumah kembali. Eh Mamah Nala bilang lagi, dong.

" Ya ampuuun, baru aja Mamah nge-pel. Lihat. Sudah kotor lagi. Main di luar sana."

 Nala yang lebih gede dari aku dan udah lancar ngomong bilang ke Mamahnya : " Katanya tadi disuruh masuk, Mah? Udah masuk disuruh keluar. Gimana, sich?"

Hadeeeeuh... nggak ngerti deh sama orang dewasa.

Main Air

Tahu nggak, Om Tante? Aku tuh penasaran banget sama yang namanya air (aku tahu namanya karena Ibuku yang bilang). Kalo aku lagi bereksperimen dengan air, pasti Ibuku selalu ngomong :

"Astaghfirullah, Akram. Kenapa ditumpahin airnya?" Sambil menggelengkan kepalanya dan membawa kain lap.

Setelah itu, aku nggak selalu inget kejadian setelahnya Ibuku ngomelin apa ke aku, karena aku merasa sangat bersalah.

Padahal saat itu aku lagi nyobain kalau air ini di tuangin ke meja, ke lantai, ke baju, ke mainan bentuknya jadi apa. Ini karena waktu aku minum dari gelas bentuknya itu kayak gelas, terus pas udah masuk ke mulutku rasanya dingin. Eh, kok bisa masuk ke badanku, ya? Menakjubkan banget ,kan?

Pernah dong, aku minta minum ke Ibu. Karena kebanyakan, jadi nggak habis. Terus aku pengin masukin air ke badanku, tapi pake tangan. Ya udah aku ambil air di gelas pake tangan. iiiii, rasanya dingin, tanganku jadi basah. Kucelup lagi- lagi- daaan lagi.

Aku penasaran banget deh kalau krayonnya Mbak Dhia dicelupin ke air, kira-kira bakalan jadi apa ya? Eh, tahunya Mbak Dhia malah marah-marah ke aku. Salahku apa coba?

Pokoknya banyak, dech yang pengen aku lakuin sama air.

 "Astaghfirullah, Akram. ckckck" Seperti biasa, ibuku langsung datang. Aku sudah takut dimarahin. tapi kok Ibu malah tersenyum. Hemm, kayaknya Ibu lagi seneng nich.

Eh, Ibuku malah bawain air ke depan rumah, katanya aku bisa main air di depan rumah sepuasnya. Horeee!! Aku bisa  bisa mandiin si gajah dan main air sepuasnya.

mandiin gajah

Mbak Dhia jadi ikutan juga

basah semua
~~~ Itulah perkataan imaginer Akram yang bisa saya tulis. Entah aslinya seperti apa. Yang pasti, saat "main air", menumpahkan kopi, menumpahkan baju dari keranjang setrikaan, Akram kelihatan begitu asyik.


This entry was posted in

16 January 2015

[English Friday] My Wildest Dreams

Already Friday, it 's time to write a note with English .

When talking about dreams , I could mention dozens of desire to be achieved in the future . But , if I was the only mention of it will be achieved ? do not! All it would require a hard work and never give up.

So far , the dream that I have achieved more that I just say with " slengekan " aka playfulness .

As an example :

I 've nyeletuk : " Bi  (call to my husband), seems good when we live in wooden houses spacious yard and garden so that I could gardening . " I say it's about three or four years ago.

And now, I actually live in a wooden house with a spacious yard . I did not realize is the process towards this . Amazed once when remembering it all . And many other examples as well .

Meanwhile the real dream yet to be realized with the full fight and even as still much to be achieved .

Oh well... So my wildest dreams are met , a photo together and eat at the same table with Ji Chang Wook (main actor in the Korean drama Healer).

~ Then washed Cappuccino Cincau~
*LOL*
sumber : AsianWiki


13 January 2015

Ngomongin Baju Warna Putih

"Lebaran berapa bulan lagi, sich?"
Tiba-tiba Dhia nyeletuk gitu. Saya dan Abi langsung ngikik mendengarnya. Iya soalnya nadanya seperti ibu-ibu sedang nunggu angkot yang lagi ngetem. "Lama banget sich, nungguin apa?" hahaha

Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri rasanya baru kemarin aja ya, eh pas lihat kalender ternyata sudah enam bulan yang lalu. Yang artinya, sebentar lagi (yeaa enam bulan lagi!!!) Lebaran akan kembali kita jumpai, insyaAllah.

Dan kalau ngomongin tentang moment-moment semisal lebaran, Idul Fitri, Idul Adha nggak akan jauh-jauh dari mudik, kue nastar, dan baju baru. Ya nggak??
Sebagian orang akan mengenakan baju baru terutama warna putih di hari itu.

Kenapa, ya suka memakai warna putih?

Putih sendiri artinya suci (Inget nggak dulu waktu Pramuka... merah=berani, putih=suci, hehehe). Yup, warna putih sering diidentikan dengan kesucian. Makanya kenapa mukena (perlengkapan ibadah shalat umat Islam) pada dasarnya berwarna putih -walaupun trend telah mengubahnya menjadi mukena berwarna-warni dan bermotif pula- ya, karena itu tadi. Selain itu karena warna putih akan sangat terlihat jika ada noda sedikit saja.

Penggunaan Pakaian Warna Putih

Di hari pertama lebaran, hari yang menurut kita adalah hari yang suci, penginnya juga semuanya serba putih. Tak terkecuali dengan keluarga kecil saya. Di hari pertama, kami semua mengenakan pakaian putih. Akram dan Abi mengenakan baju koko, Dhia mengenakan stelan baju muslim anak, sedangkan saya mengenakan outerwear (luaran) putih. Hihi, bajunya nggak baru semua, sich, yang penting bersih dan suci, juga rapi dan wangi. 

Baju lebaran tahun lalu
Warna putih juga identik dengan pengantin, biasanya saat Ijab Qabul (Muslim) atau pun saat pemberkatan (bagi umat Nasrani) pengantin wanita juga memakai gaun putih kan? Mereka tampak anggun dengan warna putih. ;) 

Selain kedua moment di atas, ada juga moment yang menurut saya cocok memakai baju warna putih. Misalnya ke kantor ( yang tidak menyediakan seragam ). Bagi wanita memakai white dress akan lebih memperlihatkan ke-elegan-nan nya dibanding kalau memakai motif bunga-bunga. Atau acara-acara resmi maupun semi resmi seperti seminar dan bertemu dengan client.

ilustrasi
sumber foto : zalora.co.id
Sebagai wanita, sewajarnya saya suka kalau pergi ke toko baju dan memilih-milih pakaian walaupun setelahnya kaki pegel-pegel.
Menghindari pegel kaki, kemarin saya melihat-lihat di beberapa toko online, ternyata banyak juga koleksi white dress di Zalora. Saya cirian yang satu ini. Cocok nggak ya, sama badan saya yang ....Oh my... (yaach, Anda tahu sendiri lah) sambil liat kaca dan mbatin [mau bilang gendut aja susah bener], *rotfl*
Sumber : Zalora

Walaupun lebaran masih terbilang lama, tapi bagiku sudah sebentar lagi persiapannya boleh dong dari sekarang-sekarang. hihihi
Diantaranya beli baju, dan persiapan mental terutama (red, keimanan) menghadapi puasa Ramadhan. ;)

09 January 2015

[English Friday] 2015 is the SPIRIT

Bismillah...

Started this year , which I feel is a passionate spirit . I do not feel the spirit in the past year . Or a little spirit in the last year . The reason , many events that my husband and I experienced a very uncomfortable . It has many drain our minds . Spirit and our hope in the last year also reduced .

In 2015 , the spirit of re- emerging . Eager to learn, improve spirit , the spirit of making friends , and spirit work smart . Because the true existence of a phrase

" Behind the difficulty there is always a convenience "


If last year I was confused when opening the eyes in the morning , puffy eyes , body sluggish due to run a marathon watching Korean dramas until the early hours . ( * start , vent * > _ < ) 
Thank God , for this year -which recently passed for eight days - I 've started to decrease gradually . Although there are still "begadangnya" . But it's not every day .

More passion I felt when I joined the  Blog English Club  founded Mbak Nita , Mas Dani , and Mas Ryan . You know? Every morning , every day , I have many friends chatting . Uyeaah...!!, Whatsapp group every morning from 8 to 2 we will chat with the English . Imagine . If I do not immediately open whatsapp morning for work business ( yeah , You know how it is my job . Hahaha , quasi busy ) then the afternoon will notif tone about 500 unread messages . 
Wow , incredible !! I was having a lot of friends .

Started in 2015 , I was also excited in writing . Whether it's writing in a blog or write to be sent to the print media . Over the last 8 days of no less than 5 emails I send to the media . ( Hihihi #pamer ) What is the content of the emails ? Most of the short stories of children, some opinions and stories about children's lightweight and family . Problem is accepted and published in the print media in recent affairs . I think this time , it is as a learning tool as well . Even though it is also my way of earning revenue expected from there . hehe


Come on, Spirit! Spirit! Spirit! *_^