Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts

08 September 2016

Periksa Gigi Anak di Puskesmas

Setelah setahun berlalu, saya baru bisa periksa gigi anak di Puskesmas Citeureup Kota Cimahi beberapa hari lalu. Harusnya 6 bulan sekali kan ya. Saya undur-undur terus karena setiap kali mau periksa gigi, jatah pasien di Poli Gigi sudah penuh walaupun saya dan anak-anak datang untuk mendaftar pukul 8 pagi . Aturan sekarang memang gitu (gak tahu kalau Puskesmas lain), setiap harinya ( Senin - Jum'at ) Poli Gigi dijatah hanya untuk 15 pasien. Jadinya kalau enggak cepet-cepetan mendaftar, pasti kehabisan nomor pendaftaran dan harus datang lagi esok hari. Ya kalau enggak kesiangan lagi. hehehe

Akram lebih kooperatif dibandingkan tahun lalu
Akram Sudah Lebih Bisa Diajak Kerjasama

Kalau setahun lalu Akram masih susah diarahkan. Disuruh lidahnya jangan gerak-gerak malah digerakin. Kalau sekarang sudah kooperatif banget. Disuruh sama dokter jangan ditutup dulu mulutnya, A pun tetap membuka mulutnya. (Kalau saya mah pasti udah pegel banget mulutnya, haha)

Baca pengalaman tambal gigi tahun lalu : Berapa Biaya Tambal Gigi

Kali ini, gigi Akram yang ditambal cuma satu. Gigi gerahamnya saja. Sebetulnya ada dua yang bolong, cuma satu lagi sudah terlalu lebar jadi enggak bisa ditambal lagi. Gigi depannya? Jangan ditanya, ada 4 bijik yang caries. Huhuhu, gak bisa terhindarkan karena Akram senengnya makan coklat dan minum susu.

Tambalan Dhia

Tambalan gigi Dhia setahun lalu sudah lepas, setiap kali makan selalu ada makanan yang masuk. Bersyukur kemarin masih bisa ditambal bolongnya. Oiya, tambalan untuk anak memang enggak tahan lama ya... karena Dokter memakai bahan tambalan yang aman untuk anak. Kalau memakai tambalan yang keras takutnya enggak aman untuk anak.
So far, geraham atas masih bagus dan gak ada bolong. Gigi lain selain yang ditambal juga masih bagus semua. Gigi seri atas belum kelihatan tumbuh, tapi 2 dari 4 sudah mulai goyang sedikit artinya bentar lagi akan tumbuh. Walaupun sudah gripis (caries) dan sudah mulai goyang, kata dokter belum perlu dicabut. Nanti kontrol lagi saja 6 bulan lagi.

Pulang sekolah langsung ke Puskesmas


Ada Layanan Pendaftaran Melalui SMS

Sekarang di Puskesmas Citeureup sudah ada pendaftaran melalui SMS. Tapi saya kurang tahu kalau Puskesmas yang lain. Sudah gak harus dateng pagi-pagi untuk mendapatkan nomor antrian. Tinggal SMS aja mulai dari pukul 7 pagi sampai pukul 10.

Dhia juga daftarnya dengan sms. Kirim SMS pukul 7, datang ke Puskesmasnya setelah pulang sekolah pukul setengah 10.



Cara mendaftar melalui SMS di Puskesmas Citeureup

Ketik : DAF <spasi> Kode Poli <spasi> Nomor Rekam Medik <spasi> Jenis Pembayaran
Kirim ke : 0852 2006 4973
Pukul 07.00 - 10.00 WIB

Kode Poli saya tulis di bawah ini.
Nomor rekam medik :
Nomor yang tertera pada kartu pasien. Saat mendaftar, kita akan dikasih kartu, nah disitu tercantum nomer rekam medik kita.
Atau Nomor yang ditempel pada KTP/Kartu JKN ( Askes/BPJS/Jamkesmas/KIS)
Jenis pembayaran :
J untuk pengguna JKN dan BPJS
U untuk Umum

Kode dan jadwal Poli di Puskesmas Citeureup

1. Poli Umum
Hari Senin s.d. Jum'at
Kode yang dipakai untuk sms pendaftaran : PUM
Di Poli Umum melayani pemeriksaan dan pengobatan, tindakan medis sederhana, dan KIR Dokter.

2. Poli Gigi
Hari Senin s.d Jum'at
kode : PGI
Melayani pemeriksaan dan perawatan gigi

3. Poli Dots
Hari Rabu
Kode : PDO
Melayani konseling deteksi dini TB paru dan pengobatan TB secara gratis.

4. Poli MTBS
Hari Senin s.d Sabtu
Kode : PMT
Melayani pemeriksaan BALITA.

5. Poli KIA
- Pemeriksaan ibu hamil, kode : PKH, setiap hari Senin dan Kamis
- KB, kode (PKK), hari Rabu
- Imunisasi, kode : PKIM, setiap Selasa

6. Poli PTM
Hari Kamis
Kode : PPT
Melayani deteksi dini PTM, senam Prolanis tiap Sabtu ke 2&3

7. Poli Konseling
Kode : PKO
Hari Senin s.d. Sabtu
Konsultasi : gigi, gizi, KIA, Sanitasi, penyakit menular, penyakit menular.

Oiya, di Puskesmas Citeureup kota Cimahi ini juga ada Labolatoriumnya. Melayani pemeriksaan Kolesterol, Asam urat, Urine lengkap, Hb, gula darah, golongan darah.

Contoh format yang benar : DAF PUM 39613 J

Contoh format yang salah : DAFTAR ATAS NAMA MUKIDI

Jika format yang dikirim betul, sms balasan akan seperti ini :

(Terdaftar dalam antrian Poliklinik Umum) Nomor urut pendaftaran 020, harap datang sebelum jam 10.00. Terima kasih.
Periksa Gigi setiap enam bulan sekali.

Jawaban format yang salah :
CEK FORMAT SMS ANDA : DAF <spasi> Kode poli <spasi> Nomor kartu <spasi> Jenis Pembayaran.
Terima kasih.
Buang sampah pada tempatnya.

Alur Pendaftaran Pasien dengan SMS

Pasien datang --- > menunjukkan SMS/No Antrian --- > Operator mencetak data pasien --- > Petugas rekam medik mengambil kartu  rekam medik dan menyimpan sesuai nomor antrian --- > pasien menunggu di Poli masing-masing --- > Pemeriksaan oleh Dokter/Perawat/Bidan --- > Resep diserahkan di Apotik --- > pasien pulang.

Puskesmas, sebagai Pusat Kesehatan Masyarakat memang sangat membantu rakyat jelata seperti saya ini. Kalau pelayanan dan fasilitasnya oke kenapa enggak periksa gigi anak ke Puskesmas? Selain dekat juga biayanya murah.

25 August 2016

Saya Pejuang ASI Eksklusif dan Saya Bangga

Menyemarakkan Pekan ASI Dunia yang jatuh pada tanggal 1-7 Agustus, ijinkan saya bercerita sedikit tentang perjuangan saya memberikan ASI ekslusif di 6 bulan pertama kedua anak saya. Apa saja yang sudah saya lakukan untuk persiapan dan pelaksanaan pemberian ASI sehingga bisa berhasil.



Yang sudah-sudah, pembahasan tentang ASI vs sufor selalu menjadi pro-kontra para ibu di jagad raya ini. Makanya saya biasanya hanya menyimak saja pembahasan ini dan berusaha memposisikan diri di keduanya. Sehingga saya menulis ini hanya bermaksud berbagi pengalaman sukses dalam memberikan ASI eksklusif.

Persiapan Sebelum Hari Kelahiran Tiba

Jauh sebelum bayi saya lahir, saya sudah berencana bahwa nanti saya hanya akan memberikan ASI tanpa bantuan susu formula di 6 bulan pertamanya. Karena sudah berencana dan bertekad seperti itu, maka dari awal kehamilan anak pertama, saya mencari ilmunya dengan membaca-baca informasi di internet dan juga menanyakan langsung kepada bidan/dokter saat memeriksakan kandungan. Sambil selalu memanjatkan doa agar nanti semuanya berjalan lancar.

Selain mengumpulkan berbagai macam informasi, saya juga menyiapkan "alat"nya (baca:payudara) agar saat nanti digunakan sudah siap. Kalau tidak dipersiapkan dari jauh hari, kemungkinan besar bisa lecet saat menyusui.
Apa saja persiapannya? Antara lain: disaat mandi, bersihkan puting susu dari daerah aerola (daerah yang berwarna gelap). Di area puting ini, biasanya ada kotoran baik itu kulit mati atau daki yang menutupi lubang-lubang kecil tempat keluarnya air susu. Nah, setiap mandi saya bersihkan itu dengan lembut, nggak perlu digosok pake batu kali, ya. hehe
Sambil dibersihkan, juga sambil dipilin-pilin dan ditarik-tarik. Pijatan pilin-tarik ini membuat puting menjadi lebih panjang sehingga nanti pas diberikan ke bayi lebih mudah. Lalu melakukan pijat di area payudara dengan baby oil atau minyak zaitun.

Persiapan lainnya adalah membaca cara menyusui yang baik dan benar. bagaimana posisinya dan segala macam tentang hal teknis menyusui bayi baru lahir. Ini penting karena, posisi atau cara ibu menyusui juga berpengaruh terhadap kesuksesan memberikan ASI.

Mencari informasi tentang makanan yang bisa meningkatkan produksi ASI. Jadi saat trimester ketiga saya perbanyak makan makanan tersebut. Bisa search sendiri bahan makanan apa saja yang bisa meningkatkan produksi ASI. Jangan malas mencari informasi sebanyak mungkin ya, Moms.

Setelah Bayi Lahir

Setelah bayi lahir kedunia, perasaan yang meluap-luap pada saya tak bisa terelakkan. IMD yang saya idamkan tak bisa terlaksana karena Bu Bidan berkata saya sudah terlihat dalam kondisi kelelahan. Jadi proses menyusu pertama bukan saat bayi masih berdarah-darah lalu diletakkan di atas perut saya kemudian bayi akan mencari puting ibunya sendiri. Itu ekspektasi saya sebelumnya. Tapi karena kenyataannya saya kelelahan, pemberian ASI pertama kali dilakukan setelah bayi dibersihkan dan dibedong, sayanya juga sudah bersih dan ganti baju.

Lancar keluar susu yang melimpah? enggak, cyiin. Kedua anak saya, dua-duanya ASI baru keluar di hari ketiga dan kedua pasca melahirkan.

Menurut ibu bidan, (saya mengutip perkataan Bu Bidan saja ya dari tadi, hehe... )
Menurut Bu Bidan, bayi baru lahir itu bisa bertahan tanpa asupan makanan selama maksimal 5 hari karena dalam tubuhnya masih menyimpan cadangan makanan yang berasal dari plasentanya. Saya bersyukur saat tempat bersalin mendukung keputusan kami (saya dan suami) untuk memberikan ASI ekslusif.

Godaan untuk memberikan susu botol, tidak hanya dari ASI saya yang belum keluar, namun dari orang tua saya yang menunggui dan membantu merawat saya saat melahirkan dan setelahnya. Neneknya tentu saja enggak tega melihat anak hanya mengenyot puting yang enggak keluar air susunya. Namun setelah mendengarkan penjelasan suami saya, akhirnya neneknya pun ikut mendukung. Ya, peran lingkungan sangat mempengaruhi kesuksesan memberikan ASI ekslusif.



ASI Tidak Keluar? Apa yang harus dilakukan?

Sudah saya ceritakan di atas, ASI saya juga tidak langsung keluar di hari pertama melahirkan. Hari kedua juga sama, masih belum keluar. Yang ada anak saya sering menangis karena usahanya mendapatkan ASI belum juga menampahkan hasilnya. Hari ketiganya barulah keluar, itupun hanya yang sedikit itu. Yes, colostrum yang berwarna kekuningan dan cuma sedikiiiit banget akhirnya keluar di hari ketiga.

Dari hari 1-3 itu, saya harus berdamai dengan perasaan kasian kepada bayi saya yang cuma mengempeng susu tanpa keluar air susunya. Thats so hardly to me. Tapi walaupun enggak keluar, saya tetap memberikan puting saya agar bisa disedot anak saya. Gerakan mulut bayi ini merupakan rangsangan agar ASI bisa keluar.

Selama 2 hari itu bayi dikasih apa dong? Hanya ditetesi air putih hangat saja agar bibir dan mulutnya enggak kering.

Pokoknya di fase ini, penuh drama banget. Ya begadang karena di malam hari harus tetap memberikan ASI (walaupun belum keluar) 2 jam sekali, ya nahan rasa kasihan ke anak, ya nahan rasa sakit bekas jahitan, dan sebagainya.

ASI Keluar, sudah kelar perjuangannya? Belum, cyiin.

Setelah ASI keluar, semakin hari semakin bertambah banyak saja produksi ASInya. Saya mengalami bengkak di payudara disertai panas dingin. Di fase ini, ASI harus lebih sering diberikan agar bengkak enggak semakin parah dan membuat ibunya sakit. Rasanya lega sekali setelah dihisap habis.

Bengkak karena menampung banyaknya air susu, menjadikannya keras sekali. Saya mengatasinya dengan pijat ibu menyusui. Kebetulan di sekitar tempat tinggal saya ada seorang tukang pijat yang bisa memijat ibu pasca melahirkan dan bayi bayu lahir. Saat pemijatan, payudara dipencet keras, sehingga lubang-lubang kecil di area puting bisa terbuka. Ditandai dengan ASI yang memancar, serta saya lihat lubang-lubang kecilnya jadi bertambah banyak. Pijat pasca melahirkan ini membuat ASI semakin lancar keluarnya. Sedangkan si bayi jadi lebih nyenyak tidurnya.
Mungkin kalau yang tinggal di perkotaan bisa mencari mom and baby spa. Biasanya melayani pijat bayi dan ibunya.

Demikian sekelumit pengalaman saya memperjuangkan ASI eksklusif di 6 bulan pertama. Saya sungkem kepada senior pejuang ASI yang lebih dahsyat perjuangannya. Dan Barakallaah untuk Moms yang memberikan ASI dimudahkan segala-galanya.

Tulisan ini sekalian sharing pengalaman, juga sekalian diikutsertakan dalam Give Away ASI dan Segala Cerita Tentangnya yang diadakan oleh duniabiza.com


04 March 2016

Ulang Tahun di Sekolah, Berbagi Kegembiraan

Hari ini syukuran ulang tahun Dhia di sekolahnya. Persiapannya -yang walaupun sederhana tapi teteup riweuh- bisa dibaca di sini.

Dimulai pukul tiga dini hari, masak nasi kuning. Mau bikin tigapuluhan pcs, jadi dua kali kloter masak pakai mejikom. Sambil nunggu nasi kuning mateng, ngegoreng pelengkapnya sambil ngantuk-ngantuk. Lalu ngemasin ke wadah mika yang saya beli kemarin. Udah kayak mau jualan nasi kuning. lol
Nasi Kuning

Pukul enam pagi, belum semuanya beres. Distop karna harus membangunkan, nyiapin dan nganterin Dhia berangkat ke sekolah. Setelah nganter Dhia, saya kembali ke rumah untuk merampungkan persiapan.
Acaranya dimulai pukul 10:00, jadi saya masih punya waktu untuk kembali melengkapi segala sesuatunya. Bingkisan sudah beres. Hadiah untuk game dan kuis, cek.  Korek api, cek. Pisau, cek. Tissiu, cek. Kemudian saya kembali lagi ke sekolah pukul setengah sepuluh.

Jam sepuluh teng, bertepatan anak-anak TK masuk setelah istirahat, acara pun dimulai. dari awal sampai akhir dipandu sama Ibu Guru. Saya bagian dokumentasi aja. :D

Roundown acara ulang tahun di sekolah tadi siang adalah sebagai berikut :

1. Bernyanyi

2. Games
Gamesnya berupa pertanyaan-pertanyaan mudah dari Bu Guru. Hadiah games ini adalah susu cair Morinaga Chil-go! Semua antusias ingin mendapatkan hadiah dengan menjawab pertanyaan dan juga bernyanyi maju ke depan.
games menjawab pertanyaan dan bernyanyi di depan

3. Tiup Lilin


4. Potong Kue
Berbagi potongan kue ulang tahun kepada semua teman-teman. Senangnya kuenya jadi habis. ^_^
Dhia dan Akram

5. Berbagi bingkisan
Bingkisan yang sederhana ini buktinya mampu membuat anak-anak bergembira. Satu persatu teman-teman Dhia mengucapkan selamat dan memberikan kado. ^_^
saat membagikan bingkisan

"Terima kasih teman-teman atas hadiah kegembiraan hari ini."
Terima kasih juga untuk Bu Rina dan Bu Hanna yang dengan sabar mendampingi Dhia di sekolah.


***
Acara ini terselenggara berkat kerjasama dengan susu cair pertumbuhan Morinaga Chil-Go! 

"Berbagi Keceriaan, Berbagi Morinaga Chil-Go!"

Dhia bersama tumpukan kado dari teman-teman
***
Selain moment berbagi saat ulang tahun di sekolah, Dhia juga berbagi Morinaga Chil-Go! kepada teman-teman di sekitar lingkungan rumah. Anak-anak saya sudah saya biasakan berbagi sejak kecil. Jadi, mereka senang aja membagi-bagikannya, walaupun susu Chil-Go! sangat mereka sukai.

Sambil membagikan, sekalian memperkenalkan Morinaga Chil-Go! kepada Mamah-Mamahnya. Ternyata masih ada yang belum tahu, nih. Saya jelaskan kepada mereka bahwa susu Morinaga Chil-Go! ini adalah produk dari Kalbe. Sontak mamah-mamah yang lagi duduk 'ngariung' ( ngumpul ) menjawab "Ooooh'"
Mereka sudah sangat familiar dengan kata Kalbe ternyata. Karena Kalbe memang sudah lama berada di Indonesia. Makanya tak heran kalau banyak yang percaya dengan produk-produknya yang terkenal bagus.

Sambil duduk bersama sambil ngobrolin tentang tumbuh kembang anak, ngobrolin Morinaga Chil-Go! yang telah ditambahkan ke dalamnya prebiotik, protein, 9 vitamin dan 6 mineral, juga ngobrolin segala macem termasuk harga jengkol yang tetap dan harga bawang yang makin naik makin naik aja.
^_^

~Berbagi sehat, berbagi Morinaga Chil-Go!~

20 May 2015

Tega Menyuruh Anak

Saya udah lupa-lupa inget, waktu kecil kalau disuruh sama ibu langsung nurut dan dikerjakan atau enggak. Tapi yang jelas ibu saya sering banget nyuruh-nyuruh. Sedari saya masih SD sering disuruh ke warung membeli garam atau obat nyamuk. Padahal tengah asyik-asyiknya bermain sama teman.

Setelah saya SMP, saya sudah mulai disuruh mencuci baju seragam sekolah, kaos kaki, dan sepatu sendiri. Sering disuruh untuk membersihkan rumah dan menyapu halaman dan membantu mencuci piring ( minimal piring bekas makan sendiri ) setelah makan. Seingat saya sih, kadang saya nurut terkadang juga saya menggerutu ngerjainnya, kadang malah membangkang nggak mau sama sekali.

Waktu sekolah SMA, ibu mulai nyuruh saya untuk ngiris-ngiris bawang di dapur, mbantuin ibu masak. Kalo udah gini, saya nangis karena bawang. hehehe
Tak jarang juga kena pisau.

Itu dulu. Saya rasa, perasaan anak-anak rata-rata begitu kalau disuruh sama orang tuanya.

Setelah saya merasakan yang namanya melahirkan, apapun permintaan, keinginan ibu dan bapak langsung saya kerjakan. Dari hal-hal kecil sampai hal besar. Kalau saat ibu meminta saya belum bisa mengabulkan, saya pasti bertekad suatu saat bisa mengabulkan permintaannya.

Tega Menyuruh

Saat ini, Dhia umurnya hampir 6 tahun. Sejak kecil, saya biasakan untuk meminta tolong kepadanya (bahasa halus dari menyuruh). Awalnya dari hal-hal kecil saja. seperti menyuruhnya mengambil mainannya.
"Dhia, tolong ambil boneka itu."
Nah, dari sini awal mulanya. Menggunakan kalimat perintah sederhana yang bisa dimengerti anak ( usia 1,5 tahun ).

Setelah itu bisa ditambah lagi tahapannya. Seperti menutup pintu, mengambilkan barang, menyimpan batrang ke tempatnya semula, dsb.
"Dhia, tolong tutup pintunya."
Dan tidak lupa, setiap kali menyuruhnya, tidak lepas dari kata TOLONG.

Jadi, saya mulai dengan hal sederhana saja. Sehingga sampai diusianya sekarang, Dhia sudah mandiri dan bisa disuruh-suruh. :)
( aaah, pake bahasa yang lebih lembut saja ya. BISA MEMBANTU IBUNYA )

Ngangkatin jemuran
Kalau Akram juga sama. Di usianya yang hampir 3 tahun. Kalau dimintai tolong saya, Abi, atau Dhia, selalu langsung dikerjakan.

Iya, saya memang tega nyuruh-nyuruh anak. Tapi, saya mending seperti ini dari pada memanjakan anak atau nggak pernah menyuruhnya.

Saya tahu sekarang kenapa ibu saya dulu sering banget nyuruh saya. Iya, demi kemandirian saya juga. Begitu pula yang ingin saya terapkan kepada anak. Karena saya sadar, saya nggak akan selamanya bersama-sama mereka.

Itu kalau kata saya mah.

Kalau manteman bagaimana? Menerapkan pola asuh yang sama seperti saya atau nggak tegaan sama anak sehingga apa-apa selalu melayaninya?



19 April 2015

#K3BKartinian : Dua Sieomeoni Dua Cerita Berbeda

Assalaam'alaikum...

Dalam rangka #K3BKartinian tahun ini, posting serentak yang diusung adalah tema tentang "Ibu Mertua" atau dalam bahasa Koreanya, SiEomeonim. Postingan ini sangat berpotensi memunculkan curahan hati yang sudah begitu lama terpendam. *ditebelin biar dramatis* :))

Sudah lama sebenernya pengen cerita tentang ibu mertua, cuman selalu gagal karena ... (titik-titik).
Jadi, kalau manteman nggak mau baca curhatan dari saya ini, mending skip aja ke bawah dan langsung tulis komentar : "Postingannya sedih kakak, jangan lupa BW balik ya." hahaha

Kalau mau lanjut baca, ya monggo. Semoga cerita saya ini bisa minimal membuat manteman so happy dengan sieomeonim masing-masing.

1. Ibu Mertua Kandung

Saya menikah dengan Abudi sudah hampir 7 tahun. Dan selama itu saya belum pernah bertemu ibu mertua saya, karena beliau sudah meninggal sejak Abudi berumur 2 tahun. Menurut cerita dari suami saya, tidak banyak kenangan yang bisa diingat karena masih kecil sekali. Hanya dari cerita nenek , bibi/tante lah kenangan-kenangan akan Almarhumah bisa didapat. Tidak banyak juga foto yang masih tertinggal.

Dari cerita bapak mertua, bibi, uwak, dan Abudi, beliau adalah anak terpandai diantara saudara-saudaranya dan paling lemah lembut diantara saudara-saudaranya. Almh adalah orang yang berbudi pekerti baik, saaangaaat baik kepada siapapun. Sangat baik kepada suaminya dan kepada mertuanya juga. Hingga dari seluruh cerita yang saya dengar tidak ada satupun cerita tentang keburukannya. Subhanallah.
.....dan yang bikin saya kaget campur haru dan meleleh adalah ketika Abudi dan bapak mertua bilang, bahwa sifat saya yang pendiam ini mirip dengan Almarhumah ibunya. ( Ah, eomeonim... pantaskah saya disamakan dengannya. )

"Eomeonim, semoga bahagia dalam haribaan-NYA." aamiin

2. Ibu Mertua Sambung

Yang saya kenal sekarang adalah ibu mertua sambung atau ibu tiri dari Abudi. Tidak bermaksud mendiskriminasikan sebutan "Ibu Tiri" dan tidak pula bermaksud men-generalisasi-kan bahwa "Ibu tiri hanya cinta kepada ayahku saja." *sing a song*
Ada juga ibu tiri yang baiknya luar biasa melebihi ibu kandung. Ada, tapi sangatlah jarang yang seperti itu.

Mungkin kalau dipandang dari kasat mata, saya ini termasuk menantu yang kurang baik. Sampai hampir 7 tahun saya menjadi menantunya, kunjungan ke rumah ibu mertua saya masih bisa kehitung sama jari tangan. Padahal rumah juga masih di kawasan Bandung, tapi memang agak jauh kalau dijangkau dengan motor. Selain itu, sikap ibu mertua yang kurang welcome membuat merasa tidak nyaman.

Makanya, saya itu merasa iri banget... BANGET!! T_T
( Padahal kata guru Agama dan PPKN sifat iri itu gak boleh, kan ya? :( )
Kalau ada teman-teman yang ibu mertuanya baik dan perhatian sama menantu perempuannya. Seperti teh Eka Riani pemilik kaos Gurita yang umroh bareng ibu mertuanya. Atau seperti teman yang dikasih hadiah rumah sama ibu mertuanya.
 Aaah, jangankan hal yang istimewa seperti itu, hal kecil semacam belanja ke pasar bareng ibu mertuanya, memasak di dapur bareng ibu mertuanya, atau seperti cerita teh Dydie Prameswari yang pernah pagi-pagi dianterin masakan sama ibu mertuanya. Duuuh, senang banget yaaa... :(

Walaupun begitu, saya tetap berdoa : Semoga ibu mertua saya dibukakan pintu hatinya, dan dilembutkan perasaannya. Sehingga orang-orang disekitarnya bisa menyayanginya dengan hati yang ikhlas.

*nah curhatnya sudah mendalam banget kan?*

*plak plak* dikeplak biar sadar

Ta..tapi kalau hidup ini hanya memandang kesedihan dan kekurangan mah gak akan bahagia atuh. Jadi tetap bersyukur aja , ya Win. Semua diambil hikmahnya aja. Pasti ada pembelajarannya.
Terus terus, kalau saya melihat cerita-cerita manteman saya yang dapat cobaan yang lebih besar lagi, saya merasa : Apa yang saya alami belum apa-apa dibanding mereka dengan permasalahannya masing-masing. Jadi, tetap tersenyum dan fokus sama tujuan hidup kita aja ya cyiiin!

Udah ah, gitu aja yang bisa saya ceritain. Nggak bisa detail karena ntar jatuhnya ke ghibah.
Selamat Kartinian untuk kita para perempuan Indonesia.

Cimahi, 19 April di siang yang haredang.