04 September 2019

Arisan di Crowne Plaza Hotel

Arisan mah biasa buat emak-emak yha khaaan? Yang enggak biasa tuh arisannya di hotel bintang lima. Buat emak-emak bukan sosialita kayak saya, ini pertama kalinya saya menghadiri arisan di tempat mewah. Arisannya pun bukan sembarang arisan. Ini arisan ilmu kolaborasi Emak-Emak Blogger dan Sisternet.

Emak dan sister tau 'kan hotel Crowne Plaza Bandung? Itu loh hotel bertaraf internasional yang terletak di pusat kota Bandung. Kalau dari jalan Braga tinggal jalan sedikit aja sudah sampai.

Baca juga: Keseruan Blogger Day di Hotel Crowne Plaza Bandung

Arisan Ilmu kali ini, KEB menggunakan tempat di  Mountain View Poolside Bar yang ada di lantai 5-nya. Sesuai dengan namanya, ruangan semi terbuka dengan pemandangan kolam renang dan pegunungan yang keren banget.



Emaks dan sisters yang memakai dresscode bernuansa pink tampak fresh dan anggun. love dech pokoknya. 

Acara dibuka oleh MC mbak Alaika Abdullah. Dilanjut sambutan dari MakPon (Founder) Kumpulan Emak Blogger -Mira Sahid, serta Adelia Pandjaitan ( Sisternet-XL Axiata ).



Acara berlangsung seru dan interaktif. Membahas tentang topik yang lagi "in" sekarang ini, yaitu Optimasi Media Sosial Dengan Vlog. Sharing dari emak kece Yashinta Astuti ini insyaAllah aku tulis di artikel selanjutnya, ya. :)


Pembahasannya seru, menambah ilmu lagi khususnya buat saya yang lagi mulai belajar edit video dan mulai mengisi konten media dengan video pendek.



Yang spesial banget hari itu, adalah brunch persembahan hotel Crowne Plaza Bandung. Hidangannya banyak banget! Dan inilah beberapa diantara banyak menu hidangannya.
- Barbeque
Terdiri dari sosis dan daging ayam. Ada pula jagung dan terung sebagai pelengkap.

- Dimsum
Di sebelah barbeque stall tersedia dimsum yang enak banget.

- Salad bar
Isi saladnya banyak macemnya, sausnya juga.
- Bebek panggang






- Main course
Ada nasi putih, mie goreng aceh, tumis labu, aneka seafood, rolade ayam dengan saus jamur, iga bakar asam padeh.



- Pancake dan wafel
- Aneka gorengan
- Aneka jajan pasar
- Es kelapa jeruk
- Buah-buahan
- Berbagai macam roti dan kue



- Kopi, teh, dan jus tentu saja selalu ada dari awal acara sampai acara berakhir.



Kayaknya ada yang belum saya sebutkan, deh. Tapi ini juga udah banyak banget. Sampai bingung mau makan yang mana dulu. :)

Mending tonton videonya di youtube untuk lihat menu komplitnya.



Terima kasih Kumpulan Emak Blogger dan Sisternet. Arisan ilmu kali ini jadi istimewa dengan perpaduan yang sempurna antara venue acara, hidangan istimewa dan jalannya acara.

Sampai jumpa lagi di event selanjutnya. :)

03 September 2019

Mengelola Keuangan untuk UMKM bersama Ibu Berbagi Bijak

Ketika membangun sebuah usaha kecil rumahan, yang terpikir oleh saya adalah mulai aja dulu. Seperti usaha membuat BusyBook yang saya rintis 6 tahun silam. Tapi memulai tanpa persiapan ternyata salah karena bisa berdampak tidak berkembangnya usaha tersebut.



Seperti yang biasanya terjadi pada UMKM yang dibangun para ibu (termasuk saya), misalnya.
- Tidak menggaji diri sendiri.
Yang terpikirkan karena ini usaha sendiri, ya suka-suka saya,nggak digaji pun tak apa. Ternyata salah, ya.. Tetep harus menggaji diri sendiri.
- Tidak mencatat pemasukan dan pengeluaran.
Rempong ya cyiin harus mencatat arus kas keluar masuk, apalagi yang usahanya masih segala dikerjakan sendiri.
- Mencampurkan antara uang usaha dengan uang keperluan sehari-hari.
Beli bahan, alat, dan sebagainya kemudian memproduksi barang, dapat pembeli, lalu uangnya buat belanja sayur atau bayar sekolah.
- Memakai Feeling Analis bukan Financial Analis
Ibu-ibu rata-rata kalau berbisnis tuh pakai "perasaan".

Alhasil, usaha kita bukannya jadi bisnis yang semakin besar malah jadi busynis. hehehe. Cuma capek riweuh dan sibuknya aja, hasilnya atau keuntungannya kagak ada.

Beruntung banget hari Rabu tanggal 28 Agustus 2019, saya diundang oleh The Urban Mama untuk mengikuti workshop Ibu Berbagi Bijak bertema Pengelolaan Keuangan untuk UMKM bersama financial planner idola ibu-ibu. Siapa lagi kalo bukan mbak Prita Ghozie.


Acara ini yang dipersembahkan oleh VISA ini telah dilaksanakan mulai tahun 2017. Dengan tujuan mengedukasi para ibu sebagai "mentri keuangan" rumah tangga supaya melek financial.

Acara diawali dengan sambutan oleh presiden direktur PT Visa Wordlwide Indonesia, bapak Riko Abdurrahman.

"Ibu Berbagi Bijak ini merupakan program dari VISA untuk mengedukasi para ibu supaya mempunyai literasi keuangan yang baik. Dimulai sejak tahun 2017. Sementara di seluruh dunia VISA telah melakukan program edukasi seperti ini sejak tahun 1995, namanya Practical Money Skill. Dimana telah mencapai sekitar 33 juta orang lebih dari 30 negara. Sementara Ibu Berbagi Bijak telah mengedukasi ibu-ibu lebih dari 300.000 orang di seluruh Indonesia."

Dilanjutkan sambutan dari Ketua Komunitas Benua Balantik, bapak Muhammad Fadli. Serta bapak Teguh Rahayu dari OJK.



Mengelola Keuangan untuk UMKM bersama Prita Ghozie


Masuk ke pembicara utama yaitu mbak Prita Ghozie. Seperti biasa, pemaparan mbak Prita selalu bikin JLEB aja. Sudah beberapa kali saya ikut workshopnya selalu terpukau dengan penjelasannya.

Mbak Prita memberi tips-tips mengelola keuangan untuk UMKM. Supaya usaha ibu-ibu bukan sekedar busynis atau sekedar mengisi waktu luang, ini beberapa tips yang bisa diterapkan untuk kita-kita para ibu yang punya usaha:

1. Pahami Modal dan Kebutuhan Dasar
Sebagai seorang wirausaha, kita harus memahami hal ini. Modal dan kebutuhan dasar sebuah usaha yaitu:
- Modal investasi awal
- Modal kerja operasional
- Biaya tetap

Modal investasi awal, bisa berupa: properti, fasilitas pendukung, dan pelatihan tenaga kerja. Sementata modal kerja operasional berupa: bstang dagangan dam barang pendukung. Sedangkan untuk biaya tetap berupa: biaya listrik, telepon, internet, biaya pemasaran, dan biaya pegawai.



2. Pikirkan Alternatif Sumber Pendanaan
Menurut Mbak Prita, ada beberapa pilihan lembaga untuk dijadikan alternatif sumber dana, yaitu Bank, Lembaga Keuangan Multi Finance, P2P Lending (Pinjaman Online).
Jika memilih menggunakan Pinjaman Online, pastikan sudah terdaftar dai OJK dan dibawah pengawasan OJK.

3. Arus Kas Usaha
Namanya usaha, pasti inginnya untung, bukan? nah apakah usaha yang selama ini dikerjakan itu untung(profit) atau rugi(loss) atau break even alias nggak rugi dan nggak untung? Maka dari itu perlu dilakukan Financial Analysis secara rutin pada usaha kita. Profit, loss atau break even itu dianalisa berdasarkan laporan keuangan, adanya neraca, laporan rugi laba dan pencatatan arus kas dalam laporan keuangan.



Acara dilanjut dengan edukasi tentang Fintech bermasalah oleh bapak Teguh Rahayu dari Kepala Bagian Edukasi & Perlindungan Konsumen OJK regional Jawa Barat.


Banyak sekali kejadian ketika meminjam pada fintech bukan berdasarkan pada kebutuhan produktif, malah lebih banyak untuk kebutuhan konsumtif dan gaya hidup. Kalau kata anak milenial nih mau pansos tapi dengan cara utang. Hemm ini akan menjadi bom waktu yang nantinya malah sangat sangat merugikan. Sebaiknya, hindari deh berhutang ke fintech ilegal deh. Karena apa? Melakukan pinjaman di fintech ilegal itu berbahaya. Banyak dengar cerita dari orang-orang bahwa cara penagihan dengan teror, mengintimidasi, penagihan yang malah mengganggu teman-teman si peminjam; bunga dan denda yang tinggi; lalu data pribadi dapat di akses kan ngeri, dan yang lebih parahnya lagi tidak dapat diadukan ke OJK.



Demikian yang bisa saya bagi, semoga bermanfaat untuk kita semua. Terima kasih VISA untuk acara Ibu Berbagi Bijak ini, serta the Urban Mama.

22 August 2019

Tips Melahirkan Sehat dan Lancar

Adududuuu gimana banget gitu yaa pakai judul Tips Melahirkan Sehat dan Lancar (?) Kesannya seperti yang sudah ekspert aja. heuheu... Padahal akutu baru tiga kali hamil dan melahirkan, kok. Dan alhamdulillah semua lancar (atas ijin Allah SWT). MasyaAllah...

Walaupun judulnya tips, namun sesungguhnya ini sekedar curhat aja, ya manteman. Berawal dari pertanyaan teman-teman yang menjenguk waktu aku lahiran maupun pertanyaan di media sosial lewat pesan pribadi yang menanyakan gimana sih caranya kok bisa melahirkan dengan lancar, cepat, sehat, nggak drama. Dengerin yang pada curhat, aku merasa kasihan sekaligus nggak enak hati. Ya kan masalahnya bahwa semua orang percaya bahwa setiap kehamilan dan persalinan punya ceritanya masing-masing. Punya perjuangannya masing-masing. Jadi aku nggak enak juga kalau membahas hal ini di media sosial, takut pro kontra apalagi ada yang tersinggung. Aku selalu menghindari postingan yang menjadi perdebatan sih selama ini.



Tapi semakin kesini kok makin banyak ya yang ngeDM. Kebanyakan menemukan tulisan ku di blog ini yang bercerita tentang melahirkan. Pertanyaan-pertanyaan yang masuk, selalu aku balas sebisaku, biasanya saat aku lagi santai nggak lagi ngasuh anak-anak. Aku pikir mending ditulis aja di blog supaya kalau ada yang bertanya lagi, aku tinggal kasih link ini.

Tips Melahirkan Sehat dan Lancar


1. Mulailah dengan yang Baik

Melahirkan sehat dan lancar, menurutku berawal dari yang baik. Tahu nggak maksudku? Saat berhubungan badan dengan suami. Ketika ingin melalui sebuah kehamilan dan persalinan yang sehat dan lancar, tentunya aku meminta kepada yang Menciptakan supaya diberikan kelancaran dan kesehatan nanti. Maka ketika aku dan Abudi berhubungan selalu berdo'a.

Begini do'anya: "Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa".
Artinya: Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.

baca juga: Cerita Melahirkan Anak ke-3

2. Meminta Ridho dan Do'a Kedua Orang Tua

Khususnya do'a dan ridhonya ibu. Aku dari pas hamil anak pertama sampai hamil anak ketiga, begitu tespek menunjukkan garis dua, orang yang aku kasih kabar gembira ini (setelah suami) adalah ibu. Karena aku tinggal jauh dari orang tua, maka segera aku telepon ibu. meminta do'anya adalah kunci sehat dan lancar kehamilan dan persalinanku.

Begitu pula ketika "Gelombang Cinta" sudah mulai menunjukkan gejalanya,kontraksi pembukaan terasa artinya sudah mendekati persalinan. Lagi-lagi karena jauh dari ibu, saya hanya bisa menelepon beliau (Kecuali saat melahirkan anak pertama, saya melahirkan di kampung halaman.) Nggak cuma mengabari, aku juga meminta maaf kepada beliau. Barangkali ada dosa-dosa yang nggak kerasa kita lakukan sehingga menyakiti hati ibu.

Gimana kalau ibunya udah nggak ada? Kirimlah do'a kepada ibumu.

3. Tidak Mempersulit Urusan Orang Lain

Ketika tidak hamil aja, kita jangan sampai mempersulit urusan orang lain apalagi ini saat hamil. Urusan apa misalnya? Apapun. Misal , masih ada hutang dengan orang lain, usahakan segera lunasi.
Jika ada yang lebih mudah, janganlah dipersulit.

Baca juga: Berapa Biaya Melahirkan di Cimahi

4. Mengingatkan Suami agar Selalu Berdoa dan Tidak Menyakiti Binatang

Aku selalu bilang ke Abudi, "Bi, inget yaaa istrimu ini sedang hamil. Jaga ucapan. Jangan asal njeplak aja kalau ngomong."
"Jangan membunuh binatang, kecuali dengan membaca Basmallah dan momohon ampun ke Allah."

5. Perbanyak Membaca Al-Qur'an surah Yusuf dan surah Maryam.

Dari kehamilan pertama sampai ketiga, setelah selesai sholat aku sempatkan membaca surat Maryam atau surat Yusuf. Nggak selalu tamat satu surat dalam sekali duduk, sih. Kadang setengah, lalu disambung lagi nanti.
Nggak sempat?? ya itu sih pilihan ke masing-masing ibu hamil yaa. :)

6. Jangan Sembarangan Berkata

Katanya, ibu saat hamil itu ucapan yang keluar dari mulutnya langsung menembus langit. Do'a ibu hamil juga mustajab banget, makanya jangan sembarangan berucap apalagi terkait sang jabang bayi.
Contohnya gini (ini saya tidak mengarang, ini kisah nyata)

Seorang ibu hamil berkata bahwa dia ingin melahirkan pada hari Maulid Nabi. Ini karena HPL(Hari Perkiraan Lahir) memang dekat hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Ndilalah, tiga hari(atau 2 hari ya saya lupa) sebelum Maulid Nabi, dia sudah merasakan kontraksi pertamanya. Setelah diperiksa memang sudah ada pembukaan. Namun ditunggu sehari-dua hari kok belum juga nambah pembukaannya. Setelah menunggu, Alhamdulillah bayi lahir dengan sehat dan selamat PAS pada hari Maulid Nabi. Si ibu baru teringat pernah berucap ingin melahirkan pada saat Maulid Nabi.

Lalu, gimana dong sebaiknya?
Ucapkan kepada bayi dalam kandungan "Nak, sehat-sehat ya di dalam. Kapanpun waktunya, kalau sudah waktunya kamu keluar dari perut ibu, lahirlah dengan sehat dan selamat, ya."

"Duh, gak sabar pengen cepet-cepet ketemu sama anakku (yang ada dalam kandungan)." Allakulihal, sang bayi sudah lahir saat usianya 5-6 bulan. Namun Allah lebih sayang sama bayi tersebut.

Banyak sebenarnya kisah-kisah yang bisa kita ambil hikmahnya. Jika manteman punya kisah berhikmah, silahkan tuliskan di komentar ya. Semoga yang membaca mengambil pelajaran dari kisah tersebut.

Eh, kok tipsnya semuanya masalah ghaib ya(?) heu heu

Menurut aku yang nggak fakir ilmu ini,  jika persiapan fisik sudah dipersiapkan dengan sangat baik, nutrisi ibu hamil yang baik, dokter juga dokter terbaik, konsultasi dengan ahli gizi pun sudah, persiapan persalinan dengan rumah sakit terbaik pun sudah, namun kehamilan dan persalinan tidak lancar mungkin ada hal-hal ghaib yang menghambatnya. Hal ghaib yang aku maksud disini bukan jin, makhluk halus, apalagi hantu ya, tapi ghaib disini maksudnya hal yang tidak nampak, yang tersembunyi. Cobalah tips-tips di atas.

Demikian teman-teman, tips melahirkan sehat dan lancar ala uwien. Jika kalian selesai membaca ini dan menyimpulkan "intinya banyak berdoa", ya memang itu intinya. Karena apapun tanpa do'a is nothing. Sekali lagi ini menurutku. Jika pemikiran kalian berbeda ya silahkan saja. Karena berbeda itu tidak apa-apa. :)

Baca juga: Suplemen Ibu Hamil Trimester 1

Buat teman-teman yang sedang hamil, atau yang sedang menantikan harinya persalinan.... Semoga kalian semua diberikan kesehatan dan kelancaran yaa.

Agustus, 22 - 2019
Cimahi yang sedang mendung syahdu

with love :)
Uwien

17 August 2019

[Review] Sheet Mask SHINETREE

Halo semuaa... :) Kemarau ini panasnya dan debunya Subhanallah ya ampun bikin kulit kering. Apalagi kalau habis panas-panasan, jemput anak sekolah, dll. Muka pun gak luput berasa keringnya. Makanya hari ini aku pakai mask sheet SHINETREE rasa lemon. (((rasa))) 🤣



SHINETREE Lemon Fresh Fruit Mask

Masker ini katanya mengandung ekstrak buah jeruk limun yang dapat membantu mencegah kulit kering, memberikan kelembapan, menenangkan, dan mengontrol minyak berlebih.

Yeaa, cocok banget untuk kondisi kulit ku saat ini. Terasa kering tapi berminyak.  👌

Cara pakai:
Cara pakainya seperti biasa aja. Bersihkan wajah lalu keringkan. Pakai dan tempelkan lembar masker pada wajah.
Gunakan selama 10-20 menit.

Apa yang aku suka? 💕
- Aromanya segar. Wangi jeruk segar bikin kulit juga ikut syegeerr.
- Setelah pemakaian, kulit jadi enakeun adem lembut

Apa yang aku gak suka? 🤔🙏
- Essence-nya dikit, sisanya nggak terlalu banyak. Cuma segini nih sisanya.
- Lembar maskernya keras dan tebal, jadi nggak terlalu nempel di kulit.


Segitu aja ya review SHINETREE Lemon Fresh Fruit Mask. Kalau ada rekomendasi mask sheet tolong komen di bawah dan kalau suka jangan lupa share, ya.

14 August 2019

Nonton Drama Korea At Eighteen Sampai Ngepoin Ong Seong Woo

Nonton drama Korea At Eighteen sampai ngepoin Ong Seong Woo. Dasar aku 🤣

***

Sebenarnya, awal aku nonton At Eighteen gak punya ekspektasi yang tinggi. Berawal dari ke-gabut-an nungguin Hotel Del Luna yang belum juga diupload episode terbaru di web, aku scrolling Viu sambil gegoleran. Terus nemu drama At Eighteen. Waktu itu, aku pertama nonton masih 2 episode (saat aku nulis tulisan ini udah tayang 8 episode). Aku asal klik aja. Pas udah ditonton, eeeeh malah suka! lol



Cerita At Eighteen atau Moment in eighteen ini ringan, bercerita kehidupan sehari-hari remaja high school. Ya gitu deh, seputar permasalahan anak SMA yang warna-warni. Buatku ini seperti mengingat masa-masa putih abu abu dulu. ahaaii
Walaupun gak ada ceritanya yang mirip blas.

At Eighteen bercerita tentang Choi Joon Woo seorang anak laki-laki berusia 18 tahun yang terbiasa sendiri. Ibunya seorang single parent dan masih sangat muda. Ayahnya belum diketahui siapa gerangan, enggak/belum diceritain di dramanya. (Menurut analisa sotoy ku, ayah kandungnya juga konglomerat seperti ortu teman-temannya). Ia terpaksa dipindahkan ke sekolah lain karena kasus kekerasan dan pencurian yang sebenarnya tidak dilakukannya. Joon Woo rela pindah dekolah demi sahabatnya.

Di sekolah yang baru, Joon Woo bertemu dengan Yoo Soo Bin. Yoo Soo Bin seorang gadis manis yang sangat penurut. Segala perintah ibunya ia turuti. Namun setelah bertemu Joon Woo, ada sedikit perubahan dalam hidupnya.

Yang menarik adalah chemistry keduanya itu lho, menurutku 'dapet'. Cengar cengir dan ekspresinya pas banget kayak abak ABG. Jadi yang nonton senyum-senyum sendiri. Sweet banget. hihihi

Aku dibuat penasaran dan karena At Eighteen ini aku jadi nungguin hari Senin dan Selasa deh.
(bukannya elo selalu nungguin hari Senin sampai Minggu cuma buat nonton drama on going ya Win?!) 😌😌



Aku sabar menunggu episode 9 tayang, dimana saat eps 8 Joon Woo dan Soo Bin lagi mau ngedate pertama kali di bioskop malah Soo Bin nangis setelah membaca pesan singkat.

Kenapa sih mbak Soo Bin? Jangan-jangan kamu dikasih tau kalau Joon Woo cuma main-main sama kamu ya? huhuhu

Walaupun ini cerita anak remaja, teteup selalu ada pelajaran yang aku ambil dari segi parentingnya.

1. Tentang Ma Hwi Young, sosok sempurna di sekolah. Pintar, kaya, tampan, serba bisa. Pokoknya perfect pisan lah. Dibalik sosok sempurna itu, ternyata ia menyimpan banyak masalah. Tekanan dan tuntutan dari orang tuanya lah yg membuat dia harus perfect walaupun menggunakan segala macam cara. Ortu yang selalu turun tangan menyelesaikan masalah anak itu nggak baik buat anak.

2. Tentang Soo Bin yang terlalu menuruti kmauan ibunya, sampai kegiatan dan les apa aja pun ibunya yg tentuin. Yg perlu dicatat, anak itu punya kehidupan sendiri. Dia bisa memilih mana yg membuatnya bahagia. Jangan karena ambisi orang tua jadi memaksa anak melakukan sesuatu yg merenggut kebahagiaan mereka.

3. Tentang Choi Joon Woo
Dia tumbuh dengan baik (walaupun tanpa sosok ayah) karena cinta kasih ibunya.

***
OST At Eihgteen

Aku suka OSTnya. Dari situ aku jadi kepo siapa sih yang nyanyi lagu itu? Eh ternyata... penyanyinya adalah si pemeran utama (Choi Joon Woo). Ya ampuuun, wowowow...! Judul OSTnya adalah Our Story. Tonton sendiri deh di youtube. :)



Dari situ aku ngepoin deh siapa aja pemainnya. Aku mah gitu, tiap kali nonton drama yang cucok terus nyari tahu pemainnya.

Ong Seong Wu berperan sebagai Choi Joon Woo
Kim Hyang Gi berperan sebagai Yoo Soo Bin
Shin Seung Ho berperan sebagai Ma Whi Young.

Kalo Kim Hyanh Gi, aku pernah lihat aktingnya waktu main di Along with God.

Sementara Ong Seong Wu ... Ternyata dia seorang penyanyi jebolan Produce 101. Ternyata dia mantan anggota boyband Wanna One, ternyata oh ternyata... Kirain siapa gitu da akutu baru lihat dia pertama kali di drama. Tapi emang bener dugaabku yg belum pernah lihat Ong Seong Wo main drama. At Eighteen rupanya debut pertamanya sebagai aktor. keren

Maklum ya sis, aku yang nggak pernah ngikutin Produce 101 dan dunia idol, enggak bakal tau Ong Seong Woo itu siapa. hihi

Kayaknya ntar kalo ada waktu senggang bakalan nonton Produce 101 season 2 deh. lol

Yeorobeun, kalian udah nonton At Eighteen apa belum?

03 August 2019

Stok Obat-Obatan Seorang Ibu Rumah Tangga


Sebagai ibu rumah tangga dengan 1 suami, 3 bocah, dan tanpa pembantu, (semoga) bisa kalian bayangin kerjaan aku di rumah yang nggak ada habisnya. eiimm... di sini selain ibu rumah tangga, aku juga parttime sebagai freelancer. Kerjaannya sih "cuma" nulis-nulis aja di blog ini. Namun kadang aku keteteran bagi waktu antara anak, suami, kerjaan, dan urusan domestik rumah tangga itu sendiri.

Waktu habis untuk ngasuh anak, masak, beres-beres, nyeseuh, gegeroh, dan sebagainya.

Kenapa nggak bayar pembantu aja sih?
Itu pertanyaan yang sederhana tapi nylekit dan basi dan ngeselin. hahaha
Yha kalo guweh banyak duit, gak bakal gue jadi irt nyambi jadi freelancer, Malih! Gue bakalan habisin waktu buat anak-anak doang, kerjaan gue yang lain adalah belanja dan jalan-jalan ngabisin duit!
*jawabnya ngegasss*

Yha karena gue masih butuh duit tambahan makanya gue jadi bloger partime. Dan gue merasa sayang aja duitnya buat menggaji pembantu.

baca juga: Jadi Wanita Karier atau Ibu Rumah Tangga?

So, dengan banyaknya kerjaan yang membuat saya sering esmosi itu... aku jadi sering banget merasa sakit kepala, encok pegal linu di badan, maupun masuk angin. Oh itu tuh udah kayak makanan tiap hari deh pokoknya. Hingga aku stok dan restok tiap bulan obat-obatan ini.

Apa aja itu?

Oh iya, ini bukan sponsored post yaa ... Jadi merek apapun yang aku sebut di sini, murni karena aku emang pakai dan cocok.

1. Salonpas

Koyo penghilang pegal linu ini wajib ada di kantong obatku. Hampir tiap malam aku pakai di kening, pelipis, leher, tangandan betis. 

Kenapa aku suka pakai Salonpas? karena gampang pakainya. Trus karena aku harus ngelonin bayi, si Salonpas ini aman dibandingkan penghilang pegal yang berbentuk cream. Salonpas gak bakal bikin bayi ketempelan panasnya. 

Paginya... sakit kepala dan pegal di kaki akan hilang gak ada bekasnya.

Apalah aku tanpa Salonpas ~~~~~


2. Biogesik dan Panadol

Dua obat sakit kepala ino untuk diminum. Biasanya aku minum ketika udah nggak kuat nahan sakit. Kalau pusingnya cuma dikit doang, cukup pakai koyo aja.

Panadol sudah dari dulu banget. Namun semenjak hamil dan menyusui, aku pakai Biogesic yang masih aman untuk bum dan busui. 

Dua obat ini ampuh menghilangkan nyeri dan sakit kepala yang aku alami.

3. Freshcare

Kalau udah masuk angin, biasanya aku minta tolong ke suami atau ke anak pertama buat ngoles-ngolesin Freshcare ke punggung. Kayak dikerok gitu, tapi ini mah cuma dioles-oles doang. Pakai freshcare bikin angin di badan keluar. Biasanya pas dioles gitu, aku bersendawa berkali-kali.

Rasanya di badan hangat. Membuat tidur pulas. 

Freshcare juga membantu ngilangin sakit kepala dan sakit leher. 

Yaampiiyuuuun banyak banget ya keluhan seorang ibu rumah tangga. Ada yang sama kayak aku nggak sih? Coba ceritain biar aku gak merasa sendiri. hehehe

28 July 2019

Pentingnya Memiliki Asuransi dari Sudut Pandang Orang Tua

"Masa depan memang sebuah misteri
tapi pilihan kita di masa kini 
adalah jalan 
takdir pada masa mendatang"

Halo semua... Semoga dalam keadaan sehat walafiat yaa semuanya.

Menjadi orang tua dari tiga anak tentunya banyak yang saya pikirkan. Karena tanggung jawabnya seumur hidup, bahkan (sependek pengetahuan saya) setelah wafat pun kita masih dimintai pertanggung jawaban atas didikan kita kepada anak-anak. Begitu berat tanggung jawab sebagai orang tua berarti Allah mempercayai kita untuk mengemban amanah ini. Allah menitipkan anak-anak kepada kita untuk dididik sebaik mungkin. Maka dari itu, semenjak bayi lahir, bahkan sebelum lahir, sebagai orang tua pastilah memikirkan bagaimana masa depan mereka kelak. Dari keimanannya (tentu saja), nutrisinya, tumbuh kembangnya, akhlaknya, kesehatannya, pendidikannya, pernikahannya, dan seterusnya dan seterusnya.

pic source: pixabay

Anak-anak saya saat ini masih kecil-kecil, namun saya dan suami tentu sudah menyiapkan banyak plan A, B, C dst untuk mereka. Kami dengan semangat bertekad untuk selalu menjaga kesehatan,  Memohon ke Allah juga selalu disehatkan, panjang umur, diberi keselamatan, diberikan panjang umur sehingga bisa membersamai anak-anak insyaAllah sampai tua. aamiin

Namun yang namanya sakit, bisa menyerang siapa saja walaupun sudah menjaga pola hidup sehat,. Seorang dokter sekalipun juga bisa sakit. Disamping upaya-upaya menjaga kesehatan, kami juga mengupayakan memiliki asuransi.

Memiliki asuransi, bukan berarti berfikir negatif/buruk tentang masa depan. Walaupun ikut asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi jiwa atau asuransi apapun, namun tetap doanya adalah selalu sehat jasmani dan rohani, selamat lahir batin, serta dijauhkan dari marabahaya. Ya kan? Ya dong.

Ikut asuransi itu (kalau saya) niatkan membantu orang lain yang sakit dan membutuhkan biaya. Jika niatnya begini, insyaAllah dicatat dengan niat sedekah. Dengan banyak sedekah, Tuhan pun menjaga dan selalu melindungi kita.

Sebagian orang pernah bilang, ah ikutan asuransi cuma buang-buang uang saja. Nggak ada manfaatnya. Kalau menurut saya, dengan kita tidak menggunakan asuransi tersebut/tidak mengklaim, sebenernya itu harus disyukuri dong. Dengan kita tidak meng-klaim, berarti 'kan kita berada dalam keselamatan dan kesehatan. Betul tidak?

Sebagai contoh, saya membelikan asuransi kecelakaan untuk anak pertama dan kedua yang masih sekolah SD. Asuransi ini bisa diklaim apabila terjadi apa-apa sama si anak, misalnya sakit hingga dirawat, main sama temennya lalu celaka. naudzubillah kan? Saya berdoanya, tentu saja jangan sampai mengklaim asuransi tersebut. Biarlah asuransinya "hilang" sementara anak-anak saya tetap selamat dan sehat selalu. 

Alhamdulillah, selama ini, baik saya, suami, dan anak-anak belum pernah sakit parah sampai dirawat di Rumah Sakit. Alhamdulillah wa syukurillah. Pernah separah-parahnya saya sakit itu waktu didiagnosa sama dokter kena gejala Tipus. Badan lemas hingga harus diinfus. Namun itu mah cuma sesiangan (maksudnya dari siang sampai sore) aja di klinik dekat rumah dan biayanya nggak sampai 300.000. Alhamdulillah masih bisa bayar sendiri.

pic source: pixabay

Sewaktu melahirkan, alhamdulillah selalu lancar dan selamat. Tiga kali melahirkan di bidan dekat rumah saja yang biayanya bisa dibayar sendiri. Sebenernya bisa dicover dengan BPJS, sih. Namun, kami memilih bayar dengan biaya sendiri saja. Bukan sok kaya atau gimana, kami bersyukur banget persalinan berjalan lancar nggak ada yang aneh-aneh.

Perlu nggak memiliki asuransi diluar BPJS? Kalau menurut saya itu perlu dan penting, namun kembali lagi kepada kemampuan masing-masing keluarga, kan? Anda bisa memilih asuransi sesuai kebutuhan maupun sesuai budget. Emang bisa? bisa dong. Di LifePal kita bisa memilih asuransi sesuai kebutuhan, seperti: asuransi lima penyakit, asuransi tipus, asuransi demam berdarah, dll. 

Dengan adanya BPJS Kesehatan, asuransi kesehatan milik pemerintah ini, membuat orang-orang yang sakitnya parah sampai memerlukan biaya yang banyak untuk berobat menjadi teringankan bebannya. Selain punya BPJS juga perlu punya asuransi kesehatan lain, karena nggak semua biaya tercover sama BPJS. Seperti cerita mamah mertua saya. Beliau operasi pemasangan ring pada jantungnya. Dari awal pemeriksaan, operasi, pasca operasi semua ditanggung BPJS. Biaya kontrol rutin juga tercover BPJS. Sangat terbantu untuk biayanya karena punya asuransi kesehatan yang lain. Bayangin aja kalau membayar dengan biaya sendiri, pasti sudah habis banyak, mana papa mertua masih ada tanggungan anak yang sedang kuliah.

Jadi intinya, sebagai orang tua tetap harus punya asuransi, minimal banget asuransi kesehatan dan asuransi pendidikan.

Menurut kalian, teman-teman pembaca blog ini, ikut asuransi penting nggak sih? Asuransi apa saja yang kalian punya? boleh dong sharing di komentar. :)

27 July 2019

Mesin Cuci Nggak Muter Kenapa Ya?

Tadi pagi saya dibuat kelabakan karena mesin cuci nggak mau muter (tidak mau berputar), nggak mau ngegiling cucian. Iya lah kelabakan, lhawong cucian udah sekeranjang penuh, baju-baju seragam anak-anak belum pada dicuci. *mungkin dia lelah, Wien! 



Hemm.. mau nyuci secara manual hoream pisan, males tenan ih. Udah terbiasa dengan mesin cuci selama 6 tahun kebelakang membuat aktivitas ngucek baju jadi membosankan. Semembosankan apa? Saya kalai ngucek pakai tangan tuh jadi ngantuk. Pernah nih waktu di rumah Simbok, aku ngucek baju sambil merem-merem tidur ayam pas lagi nyuci. hahaha separah itu bo'

Awalnya saya kira karena bajunya kebanyakan, si mesin cuci kepenuhan sampai nggak mau muter. Saya coba kurangi bajunya jadi setengah. Ternyata nggak mau juga. Wah curiga sensor airnya rusak nih!  Duuuh, jangan dooong. Mesin cuci kesayanganku.

Gak mau lama-lama dalam kegalauan, aku langsung bertindak. Seperti biasa, tiap kali ada peralatan rumah tangga yang rusak, saya selalu panggil suami buat benerin. Untungnya punya suami yang mau-an dan bisa-an.

"Bi, ini mesin cuci nggak mau muter kenapa ya? Tolong benerin dong."

Abudi yang lagi ngotak-atik benerin laptopku yang gak mau nyala itu segera bergerak.

Oiya, mesin cuci yang saya pakai itu merek Polytron yang Zero Press. Mesin cucinya satu tabung dan udah otomatis.

baca : Review Mesin Cuci Polytron Zerro Press

Sebelum membuka mesin mesin cucinya, Abudi searching dulu di youtube. Kalau menurut informasi di youtube, kenapa mesin cuci otomatis nggak mau muter cuma ada satu kemungkinan, selangnya putus. Selang apa? selang untuk water level. ya pokoknya ada selang kecil yang susah dijelasin apa namanya. hahaha maafkeun. aku kasih fotonya aja ya selang yang mana.



Pas udah dibongkar mesinnya dan dikencengin selangnya (sebelumnya emang agak longgar) lalu dicoba lagi diisi pakai air. Ternyata..  enggak bisa! hadeh

Perbaikan pertama sesuai video di youtube enggak bisa. Terus dicek-cek bagian sensor airnya. Saya sempat khawatir nggak bisa diperbaiki. Dunia kewarasan akan berkurang satu. ckckck

Akhirnya ... pas udah cek lebih teliti, ketemu. Ternyata kabelnya ada yang putus.




Alhamdulillah sudah ketemu penyebab kenapa mesin cuci nggak mau muter. Cuma putus kabel mah gampil. Tinggal sambungin doang dan beres.

Udah disambungin kabelnya mah, langsung bisa kembali seperti semula.
Horeeee!!!

Makasih my baby paus. :* 

24 July 2019

Ternyata NYOLOT itu Sebuah Kebahagiaan yang HQQ jika ...

11 tahun menikah dengan ABudi... Akhirnya aku di hari ini aku baru merasakan, bahwa: NYOLOT itu sebuvvah kesenangan yang HQQ. hahaha.. mon maap bahasanya alay. Aku pun baru nyadar kalo aku tu alay. Padahal dulu mah enggak. 🤣

Whyyyyy???!
Kenapa hal kayak gitu bisa jadi kebahagiaan?
Because, ketika aku nyolot tuh bukan karena benci atau marah sama suami. Tapi lebih ke ngeluarin isi pikiran. Tapi sambil ngegasss ngomongnya! (*sama aja atuh, Malih!)

Bahwa aku kayak gitu, tapi kami enggak bertengkar, nggak lagi ngambek-ngambekan. Dan tetep kelonan.

Absurd nggak sih? hemm

11 tahun menikah ...

Ketika aku nyolot, Abudi justru malah bereaksi tertawa ngakak. Lucu, katanya.

#RelationshipGoal banget!

11 tahun menikah ...

Telah aku rasakan ketika ngobrol sama pasangan bilang: "Aing mah!" dan "Kumaha dinya we lah" itu hal yang no worry.
lol

11 tahun menikah ...

Aku nggak musti berbicara lemah lembut seperti awal-awal nikah. hahaha 😆😆

Sebodo amat!

11 tahun menikah ...

Jadi... Ternyata NYOLOT itu adalah sebuah kebahagiaan yang hakiki jika pasanganmu baik-baik aja.
Dan tetap saling mencintai.

Catatan 13 Juli 2019

*jangan coba-coba di rumah :))

11 Tahun Anniversary

13 Juni 2019

Selepas senja ...

Aku berdua Abudi tengah duduk-duduk santai di emperan rumah. Menikmati hembusan angin malam yang menentramkan.

Aku menghela napas

"Kenapa?" katanya

"Mungkin aku hanya lelah saja."

Aku kembali menghirup dalam-dalam sepoi angin malam ini. Merasakannya menelusup melalui hidung lalu menyebar ke sekujur tubuhku.

Suara tiga bocah terdengar riuh dari dalam rumah. Tiga malaikat yang Allah kirim untuk membahagiakan kami. MasyaAllah tabarakallah...

Dari toa masjid, terdengar alunan merdu Al-Qur'an pertanda sebentar lagi adzan Isya'.

Aku menyandarkan kepalaku ke pundaknya.

"Seandainya aku mati muda, apakah kau akan menikah lagi?" kalimat itu tiba-tiba meluncur dari bibir ini.

Abudi diam.

Dia tahu aku hanya sedang gundah dan dirundung gelisah. Ia melingkarkan tangan kirinya ke bahuku.

Ia menghela napas pelan. Lalu mengusap rambutku.

"Hei... sudah berkali ku bilang. Aku itu korban kekejaman ibu tiri. Walaupun kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi kelak kemudian hari, satu yang mau aku tegaskan; aku tak ingin anak-anakku mempunyai ibu-tiri seperti yang aku alami. Kau sudah tahu semua kemalanganku karena punya ibu tiri. Sebaik-baiknya ibu tiri, pasti lah berbeda perlakuannya dibanding ke anak kandung."

Aku meringkuk di ketiaknya. Menghirup wangi tubuhnya yang segar. Aku suka.

#11TahunAnniversary