23 February 2016

6 Barang yang Harus Dibawa Saat Mengajak Balita ke Acara Sekolah

Besok sekolah Dhia ada acara outing atau program sekolah yang mengambil tempat di luar lingkungan sekolah sebagai tempat belajar. Ini bukan pertama kalinya sekolah Dhia ngadain outing. Sebelum-sebelumya udah pernah.

Outing kali ini bertemakan Polisi Sahabat Anak ( PSA ) jadi kita akan pergi ke Taman Lalu Lintas di Bandung. Terus, karna besok masih hari kerja, jadi Akram (3,5 tahun) mau nggak mau harus ikut juga. Gak mungkin kalau Abudi suruh ngasuh.

Biar outing besok tetap lancar, bahagia, dan bebas tantrum, ini 6 barang yang harus dibawa saat mengajak balita ke acara outing sekolah :

1. Baju Ganti
Gak ada yang tau kemungkinan yang terjadi. Jadi saya selalu bawa baju ganti kalau membawa Akram ke acara outing sekolah. Bisa aja si anak tiba-tiba ngompol, ini buat yang udah gak bawa-bawa WC(baca:diapers sekali pake alias penampung pipis) kemana-mana. Atau si anak tiba-tiba mabok darat dan muntah-muntah. Atau pas minum ketumpahan susu. dan lain-lain. Bisa repot kalo nggak bawa baju ganti.

2. Tissu Basah dan Kering
Terdengar sepele ya? Tapi pernah waktu kapan saya nggak bawa ini jadinya ngelap tangan kotornya, ngelap mulut yang belepotan, dan ngelap-ngelap yang lain pake kerudung. bwahaha... habisan nyari-nyari yang jualan tissu nggak ada. Yaudah kerudung merangkap lap deh. -__-

3. Kantong Kresek
Kresek kecil dan kresek gede. 
Buat apaaa???
Kresek kecil ini buat jaga-jaga barangkali si anak mabuk darat. Kalau nggak bawa kantong kresek sendiri, terus si anak muntah-muntah...kan jadi mengganggu yang lain. Inget ya..ini acara outing sekolah bukan pake mobil pribadi (biasanya nyarter angkot kalau jaraknya cuma Cimahi-Bandung mah).
Kresek besar, buat nyimpen sampah. Kalau di tempat outing susah nemu tempat sampah, kita bisa nyimpen sampah di kresek sampai ketemu dengan tong sampah. Jadi kan nggak mengotori tempat tersebut.
Lihat yang lainnya bebas membuang sampah dimanapun, ngapain susah-susah nyimpen sampah di kresek. Lah, mulai dari diri sendiri aja dulu ya. :) 

4. Obat-obatan
Umumnya sih obat-obatan P3K seperti minyak kayu putih buat masuk angin, obat memar kalau-kalau anak jatuh pas bermain, dan hansaplas untuk menutup luka.
Outing bareng anak-anak TK itu rawan banget lecet. Karena mereka seneng banget lari-larian. Apalagi di ajak ke alam terbuka gini. Beuuh, makin aja pecicilannya mencapai derajat tak dapat terhindarkan. Gak bisa dilarang, kasihan anaknya dong lihat yang lainnya puas bermain. Jadi kalau saya mending membawa P3K dari pada melarang anak ikut bermain karena takut lecet.

5. Makanan dan Minuman
Kalo nggak bawa "senjata" ini bisa-bisa anak tantrum karna laper dan haus. Mungkin ada yang berpikir : ah disana juga banyak yang jual makanan dan minuman, ntar beli aja di tempat.
Tapi sebaiknya bawa beberapa dari rumah. Jadi sewaktu-waktu anak balita minta minum dan ngemil langsung bisa keluarin dari tas. Dan tentu saja harga ditempat outing biasanya lebih mahal.
Kalau anak masih ngedot, jangan sampai ketinggalan dotnya atau susunya. Bisa berabe, cyin.

Terus yang ke 6. Bawa bekal uang yang cukup.
Ini sih udah pasti atuuuh.
Di tempat rekreasi pasti banyak barang-barang yang menarik perhatian si adek ataupun kakaknya. Bekal uang yang cukup untuk jaga-jaga aja sih ( kalau anaknya lempeung seperti anak saya. Kalau saya bilang nggak beli, ya mereka mau nurut tanpa mengeluarkan tangisan dan tantrum.)

Itu sih yang biasa saya bawa kalau ngajak balita keluar. Nyiapinnya juga dari sehari sebelumnya biar nggak riweuh di pagi harinya.

Punya pengalaman serupa? sharing yuk!

16 February 2016

Kaos Gurita Bisa Ngomong "Blogger Itu Hebat"

"Blogger itu hebat. Merangkai kata saja tidak pernah lelah, apalagi merangkai masa depan kita."

( Kaos Gurita Bandung )


Serangkai kalimat di atas biasanya akan disambut dengan celotehan seperti :
"ea eaa eaaa", "uhuuuk", "ihiiiir", "ahaaai"
.....coba, apalagi yaaa. :)

Ini kaos romantis banget, sich. Pikirku. Sudah menyanjung-nyanjung Blogger dengan kalimat "Blogger itu Hebat", terus ditambahin pula dengan kata-kata romantis. Tambah klepek-klepek, dech!

Hari Sabtu lalu sepulang dari Ur Flavor Market, saya mampir ke outlet barunya di Jalan Karapitan no 89 Bandung. Waktu itu sudah hampir Maghrib. Saya, walaupun sudah sering mondar-mandir Cimahi-Bandung, tetap saja nggak hafal jalan. Tetep aja nyasar. Bisa aja sih saya pakai applikasi penunjuk jalan atau peta. Tapi, mending nanya sama orang sih kalau saya mah. Dengan mengandalkan jurus 'banyak bertanya' akhirnya sampai juga selepas maghrib.

Outlet Gurita di waktu malam.
Begitu masuk ke dalam outletnya, saya disambut ramah oleh teteh penjaganya, namanya Dew ( Sebenernya ada beberapa orang, tapi yang lain saya nggak tahu namanya). Kalau setiap toko baju penjaganya ramah gini pasti calon pembeli juga akan nyaman milih-milih bajunya. Karena sudah merasa nyaman, jadi untuk pilih-pilih produknya (dan foto-foto) pun nggak kikuk. hehehe.

Blogger belajar narsis, :v :v :v 
Nggak berapa lama setelah saya, rombongan sepertinya satu keluarga terdiri dari ayah ibu dan tiga anaknya masuk ke dalam outlet. Mereka membeli beberapa kaos. (Nggak) Iseng saya bertanya sama ibu-ibu tiga anak itu, katanya buat oleh-oleh. Mereka orang Jakarta yang lagi menghabiskan weekend di Bandung. Jadi ternyata, kaos Gurita ini sekarang sudah jadi oleh-oleh khas dari Kota Bandung. wow wow keren ya!!

Di Outlet Gurita Karapitan ini, nggak cuma kaos saja. Beberapa produk dipajang dengan manisnya di rak dan sudut ruangan. Ada topi, pin, gantungan kunci, tempelan kulkas yang semuanya bisa "ngomong" seperti ciri khas Kaos Gurita Bisa Ngomong. Dan yang manis banget adalah tas jeans dengan gambar gurita yang imut-imut banget itu. Sumpah aku pengin! :D

Harus Tahan gebuk, man!!
Hidungku nggak PESEK :v 
PIN
Demi kepentingan, muka harus diedit. heuheu
Oiya, selain kaos 'Blogger itu Hebat' ada satu lagi keluaran terbaru dari Gurita di bulan ini. Adalah kaos yang bertuliskan:

 Blogger  Indonesia itu Romantis
Menulis sepanjang hari aja mampu, apalagi mengisi hari-hari kamu... 

#eaaa :D 


Saya penasaran sekali sama dua kaos ini. Jadi dari pada saya hanya bertanya-tanya dalam hati, mendingan saya bertanya langsung sama teh Eka Riani, ownernya. Saya pertama kali bertemu langsung dengan teh Eka pada bulan Ramadhan tahun kemarin. Dari sana saya semakin kagum sama sosok beliau. Salah satu pebisnis wanita yang juga menginspirasi saya.

Alhamdulillah disela-sela kesibukannya, teh Eka mau menjawab pertanyaan dari saya blogger yang lagi berusaha narsis ini.

Di bawah ini adalah hasil wawancara online saya dengan teh Eka. Saya tuliskan sesuai dengan apa yang teh Eka jawab, nggak ditambah ataupun nggak dikurangin. Awalan dan akhiran skip aja dech ya.

Tanya :
Bagaimana sejarah kaos gurita khususnya yang tema Blogger hebat dan Romantis ini akhirnya bisa launching. Dan dari mana ide kata-katanya?

Jawab:
Kaos ini terinspirasi dari gaya bahasa gaul ala masa kini yang berisi gombalan-gombalan. Terus kenapa saya bikin untuk blogger? Karena kaos terdahulu "Sumpah Aku Ini Blogger" sering dipakai oleh blogger saat meliput atau diundang memberikan review. Buat kaos gurita, ini suatu kehormatan. Akhirnya saya simpulkan bahwa blogger itu butuh identitas berupa kaos yang memang mencerminkan dunia mereka dan mereka senang memakainya. Kalo kaosnya itu-itu terus, memakainya akan bosen, jadi disesuaikan perkembangan jaman eh perkembangan bahasa deh hehe...

Tanya :
Apakah ke depannya kaos Gurita akan melayani pemesanan kaos dengan kata-kata dari calon pembeli? Karena selama ini saya lihat banyak yang bertanya (termasuk ke saya, hehe) "Bisa nggak kalo pesan dengan kata-kata gini :(disambung dengan kalimat yang diinginkan mereka)".

Jawab :
Sudah pernah melayani keinginan membuat kaos satuan dengan kata-kata pribadi. Tapi saat dihitung biaya produksinya sangat tinggi. Akhirnya tidak terlalu gencar dipromosikan. Salah satu admin blogger bandung pernah memesan kaos satuan ini dengan tulisan "Blogger Indonesia Paling Ganteng". Siapa coba...

Teh Eka Riani

Tanya :
Bagaimana Blogger dimata teh Eka?

Jawab :
Di mata saya, blogger itu sahabat. Mungkin karena sebenernya saya suka tulis-menulis juga. Udah gitu, banyak hal yang bisa saya lakukan padahal sebelumnya belum pernah mengerjakan hal tersebut berkat bantuan tulisan-tulisan para blogger. Bener-bener pemberi cahaya di kegelapan deh. Contohnya waktu saya nekad mau piknik ke suatu pulau kecil tanpa punya kontak atau teman yang tau rutenya. Akhirnya saya bisa sampai dengan selamat bersama rombongan berkat panduan dari sebuah blog. Anggota rombongan saya sampai heran, kok bisa yakin begitu menempuh perjalanan. Belum lagi kalau namanya nyari resep, nyari obat, dll. Saya ingin seperti blogger yang memberi manfaat bagi orang lain. Gurita ingin jadi sahabat juga buat para blogger.

Dengan tiga pertanyaan di atas saya rasa cukup menjawab rasa penasaran saya walaupun sebenarnya masih banyak yang ingin saya pelajari dari beliau.


Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Kaos Gurita Sayang Blogger


Outlet Kaos Gurita Kaos Bisa Ngomong
Jalan karapitan no 89 Bandung, Jawa barat
Indonesia
website : www.kaosgurita.com
facebook : Gurita Kaos Bisa Ngomong


Nasi Lengko, Jika Aku Kangen Cirebon

Bisa dikatakan, tempat mudikku yang ke dua adalah Kota Cirebon. Sejak menikah dengan Abudi 7 tahun silam, saya udah berkali-kali main ke sana. Walaupun Kota Cirebon itu hawanya puanaaas, tapi begitu ngangenin. Entahlah, ada magis tersendiri yang membuat saya pengen tiap tahun kesana. -tapi gak kesampaian hiks.

Terakhir ke Cirebon itu sekitar 2 tahun yang lalu. Lama yaaaa -_-

Makanya, untuk mengobati kerinduan dengan kota udang itu, saya bikin satu kuliner khasnya.

Banyak sih sebenernya jajanan dan atau kuliner yang khas banget Cirebon a.l.: nasi jamblang, docang, krupuk mlarat banjur, dan lain sebagainya. Tapi yang paling memungkinkan untuk dibuat saat lapar adalah Nasi Lengko. Nasi Lengko ini praktis banget dan cepet bikinnya.

Nasi Lengko Khas Cirebon
Melihat fotonya aja pasti udah bisa ditebak bahannya apa aja. Yup!
Bahannya antara lain :
- (tentu saja) nasi putih
- tempe goreng
- ketimun
- bawang goreng
- kecap manis
Udah itu aja sudah cukup untuk bisa dinamakan nasi Lengko. Kalau yang versi asli di sana sih ada tambahan lagi bahan-bahan yang lain seperti daun bawang atau batangnya bawang (duh apa ya namanya).

baca juga: Waterboom Ade Irma Suryani Cirebon

Cara penyajiannya gampang banget kok.
Taruh nasi putih di piring. Susun di atasnya potongan tempe goreng dan ketimun. Taburi dengan bawang goreng renyah. Terus terakhir kecap manis. udah jadi. Tinggal ammm.

Kerinduan akan Kota Cirebon sedikit terobati dengan makan siang Nasi Lengko ini. Yang penasaran bikin aja sendiri di rumah yaaa.

Kamu kangen kota-mu? Biasanya ngapain?
(Ide untuk Giveaway saya yang akan segera datang.)

14 February 2016

Ur Flavor Market, Tempatnya Makanan Unik

"Keliatannya enak, nich!"
Etapi, aku kan lagi diet.
"Aaah, tapi kapan lagi nyicipin makanan di Ur Flavor Market ini?"
Inget woi, ntu badan udah bulet kek gitu.
"Dietnya kan bisa besok lagi. Ah udah ah, makan aja!"
(Konflik batin yang lagi berusaha diet. Tapi dietnya besok lagi besok lagi.)

Gimana saya gak tergoda cobak, makanan unik-unik ada di sini. Dari yang ala-ala masakan barat sampai masakan khas Indonesia seperti bala-bala. Minumannya juga unik-unik seperti susu almond, green tea, dll. Dan yang paling gak nahan godaannya adalah es krim pot dan Hey Banana (pisang yang dilumuri coklat). Yummy banget!!

Lihat dulu nih foto-fotonya.

es krim pot dan es krim kuburan

green tea from Flavious Tea

Hey Banana

Masih baaaanyak lagi makanan, cemilan dan minuman yang gak kalah yummy.
Yang lagi di sekitaran Bandung, gak ada salahnya mampir kesini ke Trans Studio Mall, jalan gatot Subroto Bandung. Masih ada sehari lagi nih, karna Ur Flavor Market ini diadain dari tanggal 10-14 February 2016.

Setelah kenyang makan-makan, saya dengerin dengan seksama wejangan dari dr. David Budi ( DF Clinic ).
" Boleh suka eskrim dan cokelat, asal makanan yang kita makan dalam sehari itu juga seimbang antara karbohidrat, protein, dan vitaminnya. Kebiasaan kita, dalam sehari biasanya karbohidratnya terlalu mendominasi, sedangkan nutrisi yang lain kurang."

Iya juga sih. Contoh menu makan saya : sarapan : bubur ayam (karbohidrat); makan siang : nasi, tumis kangkung, perkedel (karbohidrat masih mendominasi); makan malam karna lagi hujan dan dingin enaknya makan mi rebus pake telor (duh, ini maaah karbo lagi). huhuhu

Dokter menambahkan, " Boleh makan yang digoreng-goreng asal nge-gorengnya pakai minyak goreng dari kelapa (kalau bahasa Jawa-nya lengo Bothok), bukan kelapa sawit."
Umumnya, masyarakat di Indonesia memakai minyak goreng kelapa sawit untuk memasak segala macam makanan. Minyak goreng kelapa sawit itu seperti olive oil yang kalau digoreng justru akan rusak. Nah nah pada bengong, kan? Pengetahuan baru buat kita-kita, nih.

Selain dr. david, ada dua nara sumber lagi mbak Ika Rahma Dapur hangus dan mas Putra Agung TFX. Membahas tentang Food Fotography dan Food Blogger.

Mbak Ika, Dokter David, Mas Putra

" Memotret makanan yang paling umum itu biasanya pakai high angle," ujar mbak Ika.

Menurut mbak Ika, memotret makanan dibilang berhasil jika orang yang melihat foto kita akan ngiler, ngeces dan pengin makan makanan itu. Oiya tips dari mbak Ika lagi, hindari memotret makanan dari sudut 30-45 derajat . Karena hasilnya nggak akan maksimal. Contohnya kalau motret gelas berisi air di atas meja, difoto dengan sudut 45 derajat, hasilnya seperti airnya akan tumpah. Coba aja.

Kalau dari mas Putra, sebagai food blogger, menuliskan review itu bersifat subjektif. jadi tergantung selera masing-masing. Sukanya menjadi food blogger adalah bisa mencicipi makanan dengan gratis. hehe. Dukanya, biasanya badannya juga menyesuaikan, melar.

Sebelum ditutup, ada pembagian doorprice. Seperti biasanya, acara gak rame kalo gak ada doorpricenya, hahaha (*bercanda ini mah* :D )
Acara yang berlangsung selama satu jam itu berasa sangat cepat. Yaaaaa, udahan lagi.

Acara ini disponsori oleh Blogger BDG, Kaos Gurita kaos bisa ngomong, Syaamil Qur'an, dan Smartfren 4G LTE.

Ayok yang hari ini ada di sekitaran Bandung, jangan lupa mampir ke Ur Flavor Market. Icip-icip makanan yang enak-enak. Udaaah, dietnya bisa besok lagi. #eh














11 February 2016

Treatment di DF Clinic? Mauuu!

Sejak bergabung dengan grup facebook BloggerBDG sekitar tujuh bulan yang lalu, jadi banyak undangan acara-acara yang mengundang Blogger. Dari undangan nonton film terbaru, launching brand tertentu, sampai acara keren yang sebenarnya kalau dinominalkan pakai uang tuh banyak. Buaanyaaak!

Tapi untuk anggota BloggerBDG, acara-acara seperti itu gratis bahkan pulang dapet goddiebag. mhihihi.. (*duh yaa, gudibeg disebut-sebut* :p )

Iya nih, BloggerBDG (yang sekarang sudah menjadi komunitas) memang memfasilitasi anggotanya untuk mendapat banyak keuntungan dari ngeblog. Jadi ngeblognya agar lebih profesional dan lebih terlatih menuliskan reportase yang ala Blogger (unik, beda dengan reportase wartawan dan media massa). Seperti ituuh.

Blogger BDG
Pun di bulan Februari ini, BloggerBDG tengah ngadain kerjasama bareng DF Clinic. Blogger yang terpilih, akan jadi "brand ambasador"nya klinik kecantikan ini dan mendapat benefit treatment 3 bulan gratis. GRAATIISS! *)dicapslock biar drama. :)

Blogger mana yang nggak ngences dikasih gratis untuk mencoba treatment yang bagus banget (Blogger juga manusia, kadang cinta gratisan juga. :D )

Seperti yang didengung-dengungkan oleh teman-teman yang sudah pernah mencoba dan merasakan sendiri. Kayak teh Nchie Hanie, teh Evi Sri Rezeki, teh Efi Fitriyah, dan lain-lain. DF Clinic sangat sangat sangat profesional, makanya saya nulis ini untuk mengikuti seleksi tersebut. Semoga saja saya lolos. :D :D

Terus, terus.... Semalam saya main-main ke semua blog yang pernah nge-review DF Clinic termasuk blognya teh Evi Sri Rezeki. Saya baca dari awal sampai akhir teh Evi melakukan perawatan di DF Clinic (ada 5 postingan kalau gak salah). Ternyata saya punya masalah yang sama dengan teh Evi yaitu bopeng bekas jerawat karena kebiasaan pencet-pencet jerawat. Selain itu jerawat batu yang masih suka muncul kalo saya nggak kuat nahan godaan makan ikan asin atau seafood. Tapi meskipun problemnya sama, katanya treatmentnya bisa berbeda, lhoh. Soalnya akar permasalahan kulit satu dan lainnya belum tentu sama. Dari situ makin yakin aja kalau perawatan di DF Clinic itu nggak main-main. Tiap 'pasien' ditangani secara berbeda walaupun masalahnya sama. Dokternya, peralatannya, beautiesnya, para nurse dan terapiesnya, obat-obatannya, dsb dsb semua berstandart tinggi dan berlisensi. Mantaaaap. *lap ences*

Eh ngomong-ngomong, DF Clinic juga ada Body Treatments-nya juga katanya. Ada spa dan sliming. Hmmm, yang terakhir ini, saya ingin DF Clinic membantu saya biar nggak gemuk banget kayak sekarang. Bisa nggak yaaa? (*minta diiyain*)
Seenggaknya diet apa atau pola makan yang kayak gimana yang harus saya terapkan. Pasti dokter di DF Clinic punya solusinya. Yakin.
Jika saya berhasil, saya harus bawa suami saya ke sini, biar bodynya nggak makin melar. Gak cuma itu, biar sehat juga sih sebenarnya. Soalnya kalau nggak ada coach-nya pasti susah untuk berhasil, kan.

FYI, saya ini sering merasa kalau orang-orang ( kecuali teman sekolah ) setiap kali tahu tahun kelahiran saya tuh pasti kaget. Baik itu secara langsung maupun enggak. Tahu dari mana? Saya tahu dari ekspresi mereka. (*visual banget saya orangnya, muehehe)

Antara mimpi dan kenyataan. #ahay
Emang sih, kulit muka saya terlihat lebih tua. Bekas jerawat, pori-pori besar, minyak di wajah udah kayak bungkus gorengan, dan bla bla bla. Bukannya saya gak pernah melakukan perawatan, rajin malah. Tapi mungkin produknya yang nggak cocok atau gimana saya nggak tahu. Saya jadinya sering gonta-ganti. Pernah dulu sekali melakukan perawatan di salon kecantikan. Muka jadi mulus emang, tapi pas berhenti kembali seperti semula bahkan jerawat tumbuh lebih merajalela.

BloggerBDG... DF Clinic... Ubah mimpiku menjadi nyata. Bisa kan? Bisa kan? Bisa kan?


08 February 2016

Jawaban Dokter tentang Gay dan Lesbian

" Dok, bagaimana dengan seorang gay, lesbian, dan penyimpangan seksual lainnya? Apakah itu juga ada faktor dari guideing puberty yang salah? Atau faktor asupan nutrisi saat masa pertumbuhan juga mempengaruhi?" Sebuah pertanyaan terlontar dari salah seorang ibu peserta seminar "Menjadi Ibu Bijak" beberapa waktu yang lalu.

Kemudian dr. David Budi menjawab dalam konteks materi yang beliau bawakan "Guiding Pubertas" bukan dalam konteks agama ya manteman ;) . Penasaran jawabannya seperti apa? Tonton video ini.


Di Auditorium Prodia Bandung ini, saya mendapat buanyaaaaaak sekali ilmu-ilmu baru yang sebelumnya saya nggak paham banget, sejak menghadiri seminar ini saya seperti ada yang menepuk pundak saya sambil bilang begini : " Ini PR kamu Win. Kamu sebagai orang tua, dari anak perempuan dan laki-lakimu itu. Jaga mereka baik-baik. Jangan asal-asalan, asal ngasih makan dan asal mendidiknya."

Nggak nyesel tanggal 23 Januari 2016 yang lalu hadir dengan ninggalin anak-anak yang minta ditemani jalan-jalan di jalan Wastukencana no 18 Bandung. Selain dapat ilmu yang keren banget, juga sekalian ketemu dengan teman-teman.

Seminar kemarin itu, ada 5 materi yang disampaikan oleh para profesional di bidangnya masing-masing.

1.  Dokter Yovi menyampaikan Deteksi Dini Gangguan Pertumbuhan Anak
2.  Dokter Siti Nur Fatimah menyampaikan Nutrisi Untuk Tumbuh Kembang Optimal
3.  Dokter David Budi menyampaikan Guiding Puberty 
4.  Dokter Jenny Meilinawaty menyampaikan How to Maintain Sexual Desire on Your Marriage Life 
5.  Bapak Jahja B. Soenarjo menyampaikan Life Balance Quadrant 

Semua materinya sudah ada di google drive. Manteman bisa membacanya di sini. :) 

Sayang sekali, sayaaaaang sekali... Peserta yang hadir di seminar dengan tema "Menjadi Ibu Bijak" kemarin itu menurut saya masih sedikit. Kursi masih banyak yang kosong. Padahal sayang karena materinya sumpah kece tornado (kece badai udah terlalu mainstream).

Semoga seminar yang diadakan oleh Yayasan Kharisma Satria Kirana berikutnya bisa lebih banyak lagi yang hadir. Catat tanggalnya ya, karna seminar ini akan diadakan secara berkala di Bandung atau Jakarta. Seminar berikutnya di bulan Maret.

Seminar Charity peduli sesama bertujuan menggalang dana. Seluruh pendapatan dari seminar ini berfokus untuk membantu para jompo yang tidak mampu, tidak punya keluarga, atau yang sangat kekurangan di daerah Bandung, tepatnya di desa Cileutik Cicaheum.

Pengen tahu lebih banyak tentang program Charity ini? Silahkan manteman lihat Proposalnya.



***
Ada satu tulisan bagus yang saya sadur dari grup Charity Peduli Sesama Yayasan Kharisma Satria Kirana :

Di Jepang dulu pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan. Mereka yang dibuang adalah orang tua yang sudah tidak berdaya sehingga tidak memberatkan kehidupan anak-anaknya.
Pada suatu hari ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya ke hutan, karena si Ibu telah lumpuh dan agak pikun.

Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya. Si Ibu yang kelihatan tak berdaya berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya lalu mematahkannya dan menaburkannya di sepanjang jalan yang mereka lalui.

Sesampai di dalam hutan yang sangat lebat, si anak menurunkan Ibu tersebut dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih karena ternyata dia tidak menyangka tega melakukan perbuatan ini terhadap Ibunya.
Justru si Ibu yang tampak tegar, dalam senyumnya dia berkata: “Anakku, Ibu sangat menyayangimu. Sejak kau kecil sampai dewasa Ibu selalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini rasa sayangku tidak berkurang sedikitpun. Tadi Ibu sudah menandai sepanjang jalan yang kita lalui dengan ranting-ranting kayu. Ibu takut kau tersesat, ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai dirumah”

Setelah mendengar kata-kata tersebut, si anak menangis dengan sangat keras, kemudian langsung memeluk ibunya dan kembali menggendongnya untuk membawa si Ibu pulang ke rumah.

Pemuda tersebut akhirnya merawat Ibu yang sangat mengasihinya sampai Ibunya meninggal.
‘Orang tua’ bukan barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat tidak berdaya. Karena pada saat engkau sukses atau saat engkau dalam keadaan susah, hanya ‘orang tua’ yang mengerti kita dan batinnya akan menderita kalau kita susah. ‘Orang tua’ kita tidak pernah meninggalkan kita, bagaimanapun keadaan kita, walaupun kita pernah kurang ajar kepada orang tua. Namun Bapak dan Ibu kita akan tetap mengasihi kita.

Mari kita merenungkan, apa yang telah kita berikan untuk orang tua kita, nilai berapapun itu pasti dan pasti tidak akan sebanding dengan pengorbanan ayah ibu kita.
Muliakan ia selagi masih hidup, dan doakan jika telah tiada.

Pengusaha baja/Pemilik PT. Artha Mas Graha Andalan. 
Ketika ditanya rahasia suksesnya menjadi Pengusaha, jawabnya singkat:
“Jadikan orang tuamu Raja, maka rezeki mu seperti Raja”.

Pengusaha yang kini tinggal di Cikarang ini pun bercerita bahwa orang hebat dan sukses yang ia kenal semuanya memperlakukan orang tuanya seperti Raja. Mereka menghormati, memuliakan, melayani dan memprioritaskan orang tuanya. 
Lelaki asal Banyuwangi ini bertutur, “Jangan perlakukan Orang tua seperti Pembantu".
Orang tua sudah melahirkan dan membesarkan kita, lha kok masih tega-teganya kita minta harta ke mereka, pada hal kita sudah dewasa. Atau orang tua diminta merawat anak kita sementara kita sibuk bekerja. Bila ini yang terjadi maka rezeki orang itu adalah rezeki pembantu, karena ia memperlakukan orang tuanya seperti pembantu. Walau suami/istri bekerja, rezekinya tetap kurang bahkan nombok setiap bulannya.

Menurut sebuah lembaga survey yang mengambil sampel pada 700 keluarga di Jepang, anak-anak yang sukses adalah : mereka yang memperlakukan dan melayani orang tuanya seperti seorang Kaisar. Dan anak-anak yang sengsara hidupnya adalah mereka yang sibuk dengan urusan dirinya sendiri dan kurang perduli pada orang tuanya.

Tapi juga JANGAN mendekati orang tua hanya untuk mendapatkan hartanya.

Mari terus berusaha keras agar kita bisa memperlakukan orang tua seperti raja. Buktikan dan jangan hanya ada di angan-angan.

Beruntunglah bagi yang masih memiliki orang tua, masih BELUM TERLAMBAT untuk berbakti. Sebelum mereka kembali keharibaan Allah. UANG bisa dicari, ilmu bisa di gali, tapi kesempatan untuk mengasihi orang tua kita takkan terulang kembali.

***



25 January 2016

4 Hal Penyebab Anak Kecanduan Game Online

Kalau membandingkan pendidikan anak di zaman dahulu dengan zaman sekarang, saya yakin nggak akan ada habisnya. Dulu, bermain, ya bermain secara fisik. Sedangkan sekarang, sekarang sudah zaman teknologi, zaman gadget. Dimana lebih dari 70 juta penduduk Indonesia adalah pengguna internet. Dan Gadget yang beredar ( smartphone, tablet, Ipad, dsb ) jumlahnya adalah tiga kali lipatnya. Artinya, setiap pengguna internet rata-rata mempunyai gadget lebih dari satu. Yang mengejutkan ( saya aja mungkin yang terkejut, haha ) anak-anak Indonesia, bermain game lebih dari 15 jam dalam satu minggu. ( Riset Yayasan Kita dan Buah Hati tahun 2013-2015)

Kalau saya ditanya pernah main game? PERNAAAH.
Bagaimana rasanya? ASYIIIIK.
Terus? Pengennya main melulu. Rasanya puas, merasa hebat karena bisa menyelesaikan tantangan demi tantangan.
Apalagi? Oiya saat berhasil, saya bisa dapet berbagai macam hadiah. Bikin tambah senang deh.

Ouuugh, jadi kira-kira seperti itu juga yang dirasakan anak-anak saat nge-game (di gadged).Mereka dapat penghargaan, mendapatkan keasyikan dan kesenangan. Pengennya main lagi, lagi, dan lagi. 

Saya pernah (mendekati) kecanduan game baru-baru ini, artinya saya suka ngegame setelah dewasa (ya, karena jaman saya kecil Alhamdulillah nggak punya fasilitasnya) Jadi, dampak-dampak negative dari games sendiri nggak terlalu mempengaruhi kehidupan saya.
Yakin? Iya, setidaknya saya merasa begitu. (((merasaaa)))

Menurut penuturan Bunda Dai, beliau yang juga mantan pecandu game selama 9 tahun. Sangat suka memainkan game The Sims. Setelah berkeluarga dan mempunyai anak, beliau sadar juga.

"Ntar kalau main game melulu, anak saya siapa yang jagain, keluarga siapa yang ngurus." tutur Bunda Dai

Tapi bayangkan, anak yang sedari kecil sudah dikasih gadged akan mendapatkan dampak yang bisa mempengaruhi masa depannya. Seperti yang kang Mumu tuturkan, sedari kecil orang tuanya sibuk, sehingga dia tidak terlalu mendapatkan perhatian dan merasa kesepian. Jadi pelariannya adalah ke game. Saat nge-game itu, Mumu kecil yang masih duduk di bangku SD kelas 4 merasa mendapat perhatian dari sesama Gamers, merasa kuat dan hebat saat bisa mengalahkan lawan-lawannya. Karena mendapatkan keasyikan dan kesenangan itulah dia terus-terusan bermain games. Sampai akhirnya Mumu SMP sudah kecanduan games. Apa dampaknya? Mumu mulai mencuri, berbohong, dan -menurut pengakuannya, Mumu SMP sudah melihat konten pornografi dari gambar-gambar dalam games.
Berhenti sampai disitu? Enggak.
Mumu SMA semakin dalam kecanduan games, kecanduan pornografi, semakin berani dalam mencuri, berbohong, bahkan sampai berjudi.

Kisah Mumu yang kecanduan games berlanjut sampai dia kuliah. Kuliahnya terhenti lantaran kerjaannya hanya nge-game dan nge-game saja. Dampak negativenya pun semakin bertambah sampai lupa ibadah, kesehatan menurun, dan tidak bersosialisasi.

Hingga pada akhirnya, Mumu sadar dan tobat jadi Gamers.

*Bentar-bentar.. Mumu ini siapa, Win?

Beliaulah yang menciptakan aplikasi keren bernama KAKATU. Muhammad Nur Awaludin atau biasa dipanggul Mumu. Apa aplikasi Kakatu? Kakatu adalah media parenting untuk mengontrol dan mengedukasi penggunaan gadget. Saksikan video di bawah ini.
Review di post selanjutnya,ya :) 



***
Sebagai orang tua, apakah bangga anaknya mempunyai gadget sendiri? Bangga bisa membelikannya? Merasa senang karena anaknya anteng diem di rumah lantaran asyik dengan gadgetnya? Anak-anak suka berlama-lama dengan gadget? Marah saat dilarang main games?
Jika jawabannya iya, manteman selayaknya merasa khawatir. Karena mereka telah menunjukkan gejala awal ciri-ciri kecanduan games.

Masih berpikir : "Ah,cuman maen game ini kok." atau "Anakku mah baik-baik saja ah, gak sampai yang gimana-gimana."

Mengutip pernyataan Bunda Elly Risman :
"Bahaya yang paling besar bukanlah anak yang bermain game seharian atau mengakses pornografi, tapi bahaya terbesarnya adalah bahaya yang tidak pernah orang tua sadari bahwa itu adalah bahaya."

Seminar Bunda Elly Risman hari Kamis tanggal 14 Januari kemarin memang membuat saya -dan para peserta seminar tertawa terbahak-bahak . Tertawa sekaligus menangis. Ya! Kami menertawakan diri kami sendiri. Menertawakan kelakuan kami saat menghadapi anak-anak kami. Apa yang dikatakan Bunda Elly benar-benar terjadi, hampir semuanya benar. Ternyata kami segitu menggelikannya dalam mendidik anak.



Lalu, apa yang bisa kita lakukan agar anak nggak kecanduan games? Setidaknya main game-nya sekedar main aja, nggak sampai kecanduan.
Pilihlah Games:
~ Cari yang sesuai dengan usia
~ Cek rating games

Hal dibawah ini bisa menjadi penyebab awal mula anak-anak kecanduan games:

1. Kurang Perhatian Orang Tua dan Keluarga
Ayah-Bundanya sibuk bekerja atau sibuk dengan urusannya masing-masing, sehingga perhatian kepada anak hanya sekadarnya saja. Tidak adanya perhatian orang tua, membuat sang anak akan mencari perhatian lain di luar rumah. Bisa dari kenakalannya (agar diperhatikan) atau mencari teman. Mumu kecil juga seperti itu, ia kesepian di rumahnya, makanya pelariannya adalah bermain game ( PS, Nintendo, dll ).

2. Orang Tua Kurang Berdialog dan Bersentuhan dengan Anak
Menurut penuturan Bunda Elly Risman, kesalahan orang tua saat berbicara dengan anak mereka adalah : terburu-buru, memerintah, menyalahkan, meremehkan, membandingkan, melabeli anak , mengancam, menasehati, membohongi, menghibur, mengkritik, menyindir, dan menganalisa.

3. Orang Tua Menyediakan gadget untuk ngeGame
Pembaca yang budiman, khususnya yang sudah mempunyai putra/putri, pernahkah melihat anak gelisah mencari gadget ayah bunda? Sebagian teman-teman wali murid di sekolah Dhia banyak yang mengaku demikian, merasa mereka bangga bisa menyediakan gadged, tablet, PS, Nintendo, dan sebagainya.
Inilah tantangan terbesar orang tua zaman sekarang. Bagaimana teknologi yang ada digunakan dengan sebaik-baiknya. Tidak justru malah merusak anak-anak dengan bermain game di gadget -dengan berbagai alasan. Sayangnya, tidak semua orang tua menyadari akan bahaya game ini. Berbagai alasan dan pembelaan pun dilontarkan.

Kalau begitu "say NO to gadget" aja dong. Beres. 
Sekali lagi, di zaman sekarang ini, kita tidak bisa terlepas dengan yang namanya gadget.

4. Orang Tua Juga Main Games
Orang tua sebagai role model bagi sang anak juga menentukan anak suka main gadget atau tidak. Saat bersama anak, orang tua malah asyik berchatting ria atau bermain sosmed, atau malah nge-game. Disaat yang bersamaan, anak hanya duduk diam di pojokan. Lalu apa yang selanjutnya terjadi? Anda bisa membayangkan sendiri.



Terus, kalau sudah terlanjur anak suka main game gimana dong? Kan nggak serta merta anak bisa berhenti begitu saja.

Menjawab rasa cemas dari para orang tua yang gadget sudah menjadi barang penting dalam kesehariannya, Yayasan Kita dan Buah Hati, Abah Ambu, Kakatu, Telkom, dan lain-lain telah melaunching Gerakan Gadget Sehat ( GGS ). Di Auditorium FK Unpad, jalan Prof Eyckman no 38 Bandung itu muncul sebuah kepedulian terhadap perkembangan generasi muda yang akan datang.

"Kita sama-sama mengajak masyarakat, para orang tua khususnya untuk peduli terhadap penggunaan gadget secara aman dan sehat untuk anak-anak." sambut bapak Aries Mustain ( Chief Telkom Digital Service ).

Harapan kami para orang tua di era gadget, ke depannya kang Mumu dan kawan-kawan lewat aplikasi KAKATU bisa lebih mengembangkan aplikasinya tidak hanya bisa digunakan di android dan Iphone, tapi juga di PC maupun laptop.



Gadget saya (yang suka dimainin anak) terhubung ke internet. Saya takut dia mengklik sembarangan.
Tagihan kartu kredit saya tiba-tiba membengkak padahal tidak dipakai, ternyata anak membeli game berbayar dari gadget saya.

Mungkin sudah saatnya Ayah-Bunda menginstall aplikasi KAKATU di gadget Anda. :)))

*) Sumber foto dari fanpage Kakatu

16 December 2015

Wordless Wednesday : Green

Hello, Desember!!

Katanya kalo sudah nulis status seperti di atas itu udah kekinian banget. hahaha
Aku mah baru sekarang (di blog ini) tauk nulis "Hello Desember!" Padahal ini udah pertengahan bulan, yes.

Kalau di negara empat musim di belahan bumi bagian utara, Desember udah masuk musim dingin ceunah. Kalau di belahan bumi bagian selatan, saat ini sedang musim panas.
Lha, kalau di Indonesia sendiri, sekarang sudah hujan setiap hari, ya kan? Berarti udah masuk musim penghujan.

Udah gak aneh ih musim penghujan, musim kemarau. Mbok ya sekali-kali pengen ngerasain tinggal di negara empat musim, biar bisa poto-poto daun maple yang sedang berguguran dan salju yang baru turun. (aamiin ya Allaah...aamiin)
Tapi masak iya karna pengen kekinian jadi mau nyebut winter in Indonesiah hanya karna pagi-pagi di sini dinginnya poool, megang air udah kayak megang air dari kulkas, dan tentu saja jadi malas mandi pagi. #jiaaah banget.
Yang ada, ini lagi musim mangga, bok. Sekilo udah sepuluhribu lho di pasar.  Kalo musim rambutan kayaknya belum nampak tuh. Bentar lagi keknya. Sabar.

Oiya, beidewei... Saya senang banget kalau musim hujan. Soalnya rerumputan di halaman pada numbuh lagi. Walaupun dalam waktu yang bersamaan, saya cedih karena rumputnya cepet banget gondrongnya. Jadi mood motongin rumput gak sebanding dengan kecepatan tumbuhnya rumput.

Tapi objek foto yang ijo-ijo dan syeger-syeger bisa dengan mudah saya dapatkan cuma modal kukurusukan / blusukan di halaman depan, samping, dan belakang rumah. Saya suka moto yang ijo-ijo soalnya syeger aja gitu, dan moodnya kembali naik kalo udah lihat yang ijo-ijo.

Judulnya wordless, tapi kata pengantarnya udah segambreng. Yaudin, ini saya aplot foto-foto yang saya ambil beberapa hari ini. Temanya : Green.

Lihat juga : Rumput Liar Berbunga Cantik

Saya senang nge-share hasil jepretan #asaljepret saya ke Instagram. Monggo mampir kesana dan jangan lupa di follow. (modus dikit)

embun pagi
Seperti buah buni, tapi bukan
Sepertinya rasanya enak asem-asem gitu. Tapi saya nggak berani nyoba, takut mabok atau keracunan.

Tanaman Arbei yang saat kemarau hampir nggak berbunga
dan berbuah, begitu hujan kembali seger dan mulai berbuna lagi.

Ini waktu saya kecil, dipake buat jadi cabe
saat bermain masak-masakan.

bunga Iris


ilalang

Ilalang lagi
 Ini juga lagi happening, nih. Setelah heboh kebun bunga di Yogjakarta itu, kini ilalang menjadi sasaran. muahaha
Saya gak perlu jauh-jauh nyari padang rumput ilalang. Ini ada di halaan samping tempat tinggal saya. Yang mau foto-foto sama rumput sini sini. *dikeplak*
Biarin atuh, kan pada nggak tahu rumah saya dimana.. :p

Ini mirip tanaman Kumis Kucing, ya.
Tapi ini bukan. Cuma rumput aja ini mah.
Rumput liar, gak tahu namanya
(payah banget dalam pengetahuan akan rerumputan)
Jangan lupa follow IG saya ya Kakak. :) @uwienbudi

~*~*~*~

Tentang Wordless Wednesday

Jika kamu mau ikutan, buat postingan berupa foto di hari Rabu dengan sedikit kata atau tanpa kata. Tapi kalau saya sih, banyak kata bahkan kalimat juga boleh, kok. :) Bebas aja. (hahaha gak sesusai sama judulnya dong ceu')

Lalu, isi mr. Linky yang ada di bawah ini. Link/URL yang ditulis adalah URL postingan untuk Wordless Wednesday saja, bukan home blog, yeaa.

Manfaatnya apa? Link blog kamu nyantol di blog saya. Mayan buat nambahin viewers, kan. Bisa menjalin silaturahim juga diantara kita. Siapa tahu jadi lebih ikrib. :)
Dan yang pasti, senang-senang aja sih.



08 December 2015

Membuat Tempat Jarum Pentul

Assalaamu'alaikum...

Sudah musim hujan, yaaa. Di Cimahi sendiri, kalau siang selalu diguyur hujan. Dari rintik-rintik hingga hujan gede. Seringnya saat jemput Dhia sih kehujanan.. ((( yeaah, ojekkers )))
Makanya harus pinter-pinter jaga kesehatan diri sendiri dan keluarga.
*ini pasti mau ngomongin tips kesehatan* 

hmmm... ney ney ney..

Saya mau ngomongin jarum pentul. Gak nyambung ya sama intronya . (yowes benlah)

Sebagai wanita berhijab, jarum pentul mungkin menjadi barang wajib yang musti dimiliki sebagai alat pendukung pemakaian hijab. Khususnya kita para wanita yang suka menggunakan hijab segiempat , pashmina, dll yang bukan merupakan hijab instant perlu mempunyai jarum organizer agar jarum pentuk tidak tercecer dan menghilang saat diperlukan. Kita bisa membuatnya sendiri, lho.

Jujur. Sampai sekarang -setidaknya sampai tulisan ini dibuat, saya masih belum bisa memecahkan permasalahan klasik ini. Judulnya : "Menghilangnya Semua Jarum Pentul Saat Saya Hendak Bepergian."
Kemanakah hilangnya??? Entah kemana. Nyelip-nyelip mungkin. Ya gimana nggak keslip-selip , hawong cuman digeletakkan begitu saja di atas meja.
Apa mereka sembunyi?
(*mulai berkhayal kalau benda-benda mati bisa bergerak sendiri saat gak ada orang.)

Saya yang lebih suka memakai kerudung segiempat saat bepergian terutama saat kondangan, acara resmi atau semacamnya, sangat membutuhkan jarum pentul ini. Anehnya, begitu saya mau pakai kerudung, semua jarum pentul yang biasanya tergeletak gitu aja di meja rias, tiba-tiba raib semua. Dor..!!!
Padahal saya sering banget lho beli jarum pentul tiap kali ke pasar pemkot atau pasar minggu Brigif. Tapi yang tersisa ya cuma lingkarannya aja (wadahnya yang berbentuk lingkaran itu lho)

Karena kejadian selama bertahun-tahun itu, saya jadi kepikiran untuk membuat 'Jarum Pentul Organizer' yang tinggal jleb kalo udah selesai pake. Saya pernah lihat waktu teman saya yang seorang perias/ make up artist dan kerudung, membawa-bawa -lebih tepatnya melekatkan di pergelangan tangannya. Lebih mirip kayak jam tangan gitu. Dengan bentuk hati dan pentulan jarum yang nempel, benda itu saya pikir apa. Baru setelah beberapa saat mengamati, saya tahu kegunaannya.

Jadinya, sambil beberes ruangan nge-craft subuh-subuh, saya nyambi bikin tempat jarum pentul ini.
Saya bikin satu bentuk aja dulu yang paling gampang dan sederhana. Nanti-nanti kalo sempet saya bikin bentuk lain deh. Bentuk hati dan hello kitty pasti lucu.

Bahan yang harus disiapin:
- kain flanel 3 warna (saya pilih biru, hijau, dan oren)
- jarum dan benang jahit
- gunting
- dakron

Cara membuatnya:
- Potong kain flanel berbentuk persegi, masing-masing warna 2 buah.

- Jahit pinggirnya satu persatu dengan tusuk feston.


- Setelah berbentuk seperti ini, gabungkan semua sisinya. Etapi sisain satu sisi untuk memasukkan dakron.
- Lalu masukkan dakron ke dalamnya sampai penuh dan padat.

- Terakhir rapatkan satu sisi yang tersisa.

Walaaa, jadi deh.

Beneran, lhoh. Setelah saya punya ini, jarum pentul gak pernah ngilang-ngilang misterius lagi. mhahaha
*elus-elus kotak ini*

Ada yang suka pake jarum pentul saat berkerudung? Yuk bikin. ^^

*) Bahan-bahannya bisa didapat dengan mudah di toko alat-alat jahit
**) Gampang banget bikinnya, kan?
***) Kalo yang gak bisa tusuk feston, pakailah tusuk apapun yang kamu bisa.
****) Kalo nggak bisa tusuk apapun, terus gak sempetlah bikin-bikin yang kayak gini.. mending beli aja sinih. ;p

02 December 2015

Nggak Alergi Susu Lagi Berkat Morinaga Chil-Go!

Saya agak khawatir juga, ketika Akram (yang waktu itu berumur dua tahun) sering banget diare/mencret setelah minum susu cair UHT. Kejadiannya setelah disapih dari ASI. Karena kebutuhan nutrisi dari susu juga masih diperlukan untuk pertumbuhannya, saya jadi galau berat karena sudah mencoba berbagai produk susu pertumbuhan, belum ada saja yang “cocok”.


“Gimana, nih? Setiap kali habis minum susu –baik itu susu bubuk, susu kental manis, maupun susu cair siap minum, Akram selaaalu saja mencret.”

Kalau seperti ini terus, jangankan untuk naik berat badannya… yang ada justru semakin turun.

Berminggu-minggu  bahkan berbulan-bulan saya galau berkepanjangan. Apa dede Akram alergi sama susu sapi ya? Apa alergi protein tinggi? Pasalnya tiap makan tempe juga mencret. Makan telur juga. Atau cuma sistem pencernaannya saja yang belum siap menerima berbagai macam makanan dan minuman?

Saya semakin khawatir sebab Akram belum juga lancar ngomongnya didua tahun usianya. Bisa jadi karena alerginya ini, makanya dia telat ngomong.

Saking penasarannya, saya tanya sana tanya sini. Dari baca-baca di internet, tanya ke dokter anak, dan tanya teman-teman yang anaknya juga alergi susu dan protein tinggi. Saran teman-teman mah, dibawa ke dokter spesialis anak dan dokter alergi agar diperiksa dan diterapi. Tapi, dengan kondisi saya waktu itu yang baru saja mengalami kebangkrutan yang luar biasa besar, untuk konsultasi dan periksa ke dokter anak itu suatu hal yang nggak memungkinkan. Sedangkan BPJS anak masih belum dibuat juga. Akhirnya saya hanya bisa menunggu, menunggu sampai usianya tiga tahun kemudian saya cobakan lagi susu sapi.

3 Tahun Masih Mencret Setelah Minum Susu UHT

Begitu masuk di usia tiga tahun saya berikan lagi susu cair. Hasilnya? Masih mencret. Duh. Kudu kumaha ieu teh? (harus gimana ini ya?)

Sebulan yang lalu (usia Akram sudah 3 tahun 4 bulan), saya diperkenalkan sama seseorang dengan susu cair pertumbuhan produksi Kalbe dan Morinaga. Adalah Morinaga Chil-Go! Susu cair pertumbuhan untuk usia 1-12 tahun. Saya awalnya ragu karena alasan di atas. Saya tepis keraguan, lalu saya kasihkan ke Akram, saya menunggu beberapa jam… sehari semalam… perut Akram nggak bereaksi (mencret). Hari berikutnya saya berikan lagi satu botol. Eh, lhoh?? (*terbengong-bengong, melongo, ndlongop*) nggak mencret, Tanteeee!

Foto di bawah ini saya ambil begitu Akram nyobain Morinaga Chil-Go! 
Akram begitu nyoba langsung suka. Habis enyaaak!

Saya surprise luar biasa. Pas saya baca kandungan gizinya, ternyata Morinaga Chil-Go! Mengandung Prebiotik Inulin 1000 MG. Apa sih itu? Setelah saya baca lagi, ternyata itu merupakan prebiotik ( makanan bagi bakteri baik ) dan serat pangan yang fungsinya membantu kesehatan saluran cerna si anak. *manggut-manggut*
Selain itu, Morinaga Chil-Go! juga mengandung Kolin dan Inisitol. Zat gizi ini berperan penting dalam membantu anak menyimpan memori dalam otaknya, membantu dalam berpikir, berbicara, dan gerak sadar anggota tubuh. 
Kandungan gizi Morinaga Chil-Go!

Selain karena minum susu Morinaga Chil-Go! peran penting dalam membantu Akram berbicara adalah stimulus dari saya sebagai orang terdekatnya (selain ayahnya). Jadi, setelah tiga tahun Akram bicaranya belum jelas, saya banyak mengajaknya berbicara –berbicara aaaapaa saja. Dan sekarang, setelah 5 bulan saya gencar memberinya stimulasi, kosakatanya sudah bertambah sangat banyak.

Dua permasalahan pada anak kedua saya ini, selesai. Keduanya terbantu dengan nutrisi dari Morinaga Chil-Go!
Oiya, sekarang Akram bertambah berat badannya, lhoh! Makin montok. ^^

Beda anak, beda cerita.

Dhia ( anak pertama saya ) setelah disapih langsung mendapat “susu sambung” dari susu bubuk. Saya memberinya susu lantaran Dhia termasuk pilih-pilih makanan. Maunya cuma beberapa jenis makanan aja. Sebelum langganan minum Morinaga, sebelumnya Dhia juga suka mencret kalau minum susu. Sudah coba beberapa merk tapi gak ada yang “cocok”. Kemudian pilihan berakhir pada Morinaga Chil-Kid
Ini Dhia umur dua tahunan, minum susunya Morinaga Chil-Kid.

Setelah sekolah, saya ganti dengan Morinaga Chil-School. Karena di usia sekolah, anak butuh nutrisi yang membantu daya ingat atau daya pikir otaknya sekaligus yang bisa menjaga kekebalan tubuhnya.

Morinaga Chil-School setiap hari untuk pertumbuhan anak.
Keraguan muncul saat hendak membekali Dhia dengan susu cair Morinaga Chil-School ke sekolah. Karena, susu bubuk kan begitu dibikin harus langsung dihabiskan. Kalau dilama-lama kuatir jadi gak bagus buat tubuh.

Kabar gembiranya, kini Morinaga susu pertumbuhan sudah ada susu cairnya yang siap diminum kapan aja dan dimana aja. Susu cair ini diciptakan sebagai pendamping Morinaga Chil-Kid dan Morinaga Chil-School. Dhia jadi bisa bekal susu kemanapun pergi. Ke sekolah, les renang, bermain, atau piknik, pokoknya wherever she go, ya Morinaga Chil-Go! ^_^

KALBE Nutritionals emang jago banget dalam inovasi produk-produk makanan dan minuman kesehatan. Produknya pun dijamin berkualitas tinggi. Seperti yang kita kenal dan memang sangat terkenal itu. Iklannya sering muncul kok di televisi, antara lain : Prenagen, Milna, Morinaga, Zee. Entrasol, Fitbar, Nutrive Benecol, dan Diabetasol, itu semua merupakan produk dari KALBE Nutritionals.

Untuk mendekatkan diri dengan pelanggan setianya, KALBE Nutritionals juga menyediakan layanan konsumen bebas pulsa. Seperti misinya : "We providewellness to millions".
KALBE Customer Care

Kemana Aja Bareng Morinaga Chil-Go! ?

Sepertinya, dalam sesi ini lebih baik Dhia sendiri dech yang bercerita. 
"Dhia sini, sayang!" panggilku.
*Dhia mendekat dan mulai bercerita*

Hallo, kakak-kakak semua... Namaku Dhia, umurku 6 tahun. Sekarang kelas TK B. Kemanapun Dhia pergi, ummiku selalu membawakan aku susu Chil-Go ini (#aku : Dhia taunya Chil-Go aja sih, Nak.)

*) Berangkat Sekolah
Sekolah bekal susu cair dong biar tetep semangat di sekolahnya.


*) Piknik
Hari libur, Abi dan Ummiku ngajakin piknik. Kami bawa bekal nasi dan lauk-pauknya dari rumah. Sampai tempat piknik, kami menggelar tikar. Aku dan Akram lari-larian di rumput. Syenangnyaa. 
Piknik juga wajib bawa Morinaga Chil-Go! 

*) Lomba mewarnai
Kalau nggak bekal susu, bisa haus ntar aku.
Waktu lomba mewarnai tingkat TK

 "Mi, Mi... Akram mau ikut bercerita." si kecil nimbrung pengen cerita juga.

Hallo kakak-kakak, namaku Akram. Usiaku 3 tahun. Akram kemaren jalan-jalan sama Ummi sama mbak Dhia. Lihat-lihat kelinci dan banyak mainan. Assyik! Dan bekal susu kesukaan Akram.

Kedua anak ini kemudian lanjut bermain lagi... :))) Segitu aja ceritanya??? hihi

Banyak banget aktivitas yang melibatkan susu Morinaga Chil-Go! sebagai pendukung aktivitas si kecil. Terutama saat bepergian. Di rumah sendiri,  saat saya malas mbikinin mereka susu bubuknya ,anak-anak sehari bisa ngabisin 3-4 botol Morinaga Chil-Go!.

Penyajian Morinaga Chil-Go!

Ada banyak cemilan dan makanan yang bisa dicampurkan dengan susu cair pertumbuhan Morinaga Chil-Go!. Tapi anak-anak lebih suka disajikan dingin dengan memasukkannya ke kulkas. Terasa lebih segar saat cuaca panas disiang hari. Atau disimpan di Freezer dan disajikan beku.
Bekukan dalam freezer.
 Saat-saat penyajian Morinaga Chil-Go! yang biasanya saya lakukan:

1. Sarapan sereal bergizi dicampur dengan susu Morinaga Chil-Go!
Sereal + susu Morinaga Chil-Go!
2. Disajikan bersama bekal sekolah
Potongan buah + Susu Morinaga Chil-Go!

3. Teman makan Jely
 dan masih banyak lagi.

Anak-anak suka cemilan dan es krim. Agar kudapannya lebih bergizi dan enak, saya campur bahan pembuatnya dengan susu cair pertumbuhan Morinaga Chil-Go!

# Eskrim Morinaga Chil-Go!

Potong dadu agar-agar kristal rasa leci. Simpan di gelas.
Taruh eskrim stroberi dan vanila di atasnya.
Taburi coklat cha-cha warna-warni.

Membuat eskrimnya,
Bahan-bahan:
- Setengah kaleng susu kental manis.
- Dua botol susu Morinaga Chil-Go! rasa Stroberi. (Untuk eskrim yang vanila menggunakan yang rasa vanila juga.)
- 1 sdt tepung maizena.
- 2 sdt gula pasir
- 1 butir telur (pake putihnya aja)
Kocok gula dan telur pake mixer sampai putih dan mengembang. Terus masukkan susu kental manis dan susu cair Morinaga Chil-Go!
Kocok lagi sampai tercampur rata.
Panasin adonan eskrim di atas sampai mendidih. Angkat. Sambil menunggu dingin aduk-aduk.
Masukan dalam freezer.

# Puding Susu
Udah gak aneh lagi yaaaa. Semua orang kayaknya tau cara bikinnya. Pake puding instant, rebus seperti biasa dan tambahkan susu cair Morinaga Chil-Go!
Saya bikinnya yang standart banget nih.


 # Banana Oatmeals
Bahan-bahan:
- Pisang nangka 3 biji
- outmeals 1 mangkuk kecil (100 g)
- Susu cair Morinaga Chil-Go! rasa cokelat
Cara membuatnya:
- Lumatkan pisang menggunakan sendok (jangan terlalu lembut)
- Campur dan aduk rata pisang dengan oatmeals
- Tambahkan susu cair sedikit demi sedikit sambil diaduk
- Tuang adonan menggunakan sendok makan ke dalam loyang
- Panggang selama 20 menit pada suhu 180

Saya bersyukur sekali, karena berkat Morinaga Chil-Go! anak-anak saya nggak alergi lagi.