21 September 2015

Irma Rahayu Bicara tentang Poligami, KDRT, dan Perselingkuhan

Saat Wanita Bicara

Ketika mau bicara tentang Poligami, KDRT, dan Perselingkuhan. Apa yang terpikir dalam hati manteman? Tabu? Pamali? Ora ilok? Atau belum juga ngomong, udah "diserang" duluan?



Topik ini memang sangat sangat sensitif khususnya di kalangan ibu-ibu. Tapi hal itu tak membuat duo ini gentar. Wanita-wanita dengan seabrek ilmu, segudang pengalaman, dan jatuh bangun menjalani kehidupan membuat mereka menjadi wanita yang luar biasa saat ini.

Duo wanita itu adalah Irma Rahayu dan Aisya Maharani, mereka akan berbicara mengenai Poligami, KDRT, dan Perselingkuhan dalam road show Woman Talk.

Acara ini berlangsung di meeting room Hotel Narapati Indah Bandung pada hari Sabtu kemarin, tanggal 19 September 2015. Nggak cuma dihadiri wanita saja, ada juga bapak-bapak dari Blogger BDG. Peserta yang hadir sekitar lima puluh orang. Selain warga Bandung, ada juga yang dari Jakarta bahkan Cirebon.

"Temanya menarik. Jadi penasaran mau ikut." ujar peserta dari Cirebon.

Saya sampai di hotel jam sembilan kurang lima menit. Setelah registrasi, sambil menunggu open gate , saya duduk bersama Blogger BDG yang sudah hadir. Sambil pepotoan dan menikmati suasana Hotel Narapati yang eleghan.

Acara ini dimulai pukul 09:30 WIB. Dibuka secara singkat oleh MC Febrianti Almeera. Nggak pake lama, langsung masuk pada materi.

Materi pertama Woman Talk disampaikan oleh Aisha Maharani. Wanita cantik yang lebih akrab disapa Teh Ais ini adalah pendiri Halal Corner dan inspirator Halal is My Way.

Aisha Maharani


Teh Ais membahas masalah Poligami , KDRT, dan Perselingkuhan dalam ranah Fiqih dan Hukum Negara Republik Indonesia.

Di sesi ini, peserta benar-benar diedukasi mengenai tiga hal di atas. Bagaimana menyikapi. Apa yang harus dilakukan, bagaimana seandainya menjadi korban, dan bagaimana menyembuhkan.
(Mungkin akan saya bagi ke pembaca di postingan berbeda.)

Salah satu slide materi yang dijelaskan teh Ais.
Nah loh, perempuan harus tahu juga nih. Simak ya para bapak.
Teh Ais nggak cuma menyampaikan teorinya. Beliau juga bercerita pengalamannya yang berkaitan dengan tiga hal itu.

Teh Ais menegaskan ,"Islam, telah memuliakan wanita. Jadi sebagai wanita, kita juga harus menghargai diri sendiri. Banyak belajar agar menjadi wanita yang mulia bukan hanya di dunia, tapi juga kelak di akherat."

Disini saya jadi banyak melongonya, berasa banyak banget yang belum aku tahu , gitu. Makanya Alhamdulillah saya bisa ikut di acara ini. Teh Ais menyampaikan secara blak-blakan hal tersebut  sama kita-kita yang hadir. Serius, bikin merinding dan berkali-kali, tapi Subhanallah... TERCERAHKAN.

Belum habis puyeng pala belbi mendengar banyak kisah dari teh Ais, acara kemudian berlanjut ke materi selanjutnya.

Ialah Irma Rahayu. Seorang Soul Healer dan founder Emotional Healing Indonesia. Sebelumnya, saya sama sekali belum tahu tentang teh Irma. Karna esoknya mau dateng ke acaranya jadi saya banyakin searching di internet saja tentang beliau. Sedikitnya saya bisa tahu dari website http://irmarahayu.com/

Irma Rahayu
Begitu teh Irma maju ke depan (((emang di kelas maju ke depan?))) pusing pala belbi gue langsung lenyap. *Tuh saya jadi kebawa-bawa pake 'gue' dech. hahaha*

Opening nya aja udah bikin saya cenghar (bahasa Indonesianya seger, atau melek mata) dan membuat semua yang ada di ruang itu tertawa lepas. Suasana mencair. Pembawaan beliau yang ceria, apa adanya dan kocak membuat saya nyaman dan siap menerima ilmu dari beliau. *eciee* (ini kalo teh Irma baca mungkin akan bilang "Lu kata gue pelawak?! Kocak.")

Lain teh Ais lain pula teh Irma. Kalo teh Ais pembawaannya kalem, keibuan, dan lemah lembut. Sedangkan teh Irma "bergaya" anak muda yang gaul abis.

Tapi emang iya sich, beliau tuh nggak kelihatan kalo usianya udah empat puluhan, lho. Masih awet muda. Baby face pokoknya mah, masih kayak under thirty .

Begitu mbahas wajahnya yang imut ituh, beliau bilang : "Gue kan senang. Makanya gue awet muda. Emangnya elloooh...ellooh...ellloh."
Beliau menambahkan, "Makanya lihat tuh wajah-wajah tua, pasti banyak masalah."
Bhahahahaa
*tutupin wajah ah*

Wanita yang sering dipanggil Emak oleh para "pengikutnya" ini menjelaskan tentang Poligami, KDRT, dan Perselingkuhan dalam ranah emosi. Iya , secara beliau ini kan pakar emosi. Tempatnya menyelesaikan masalah, tempatnya curhat, tempat larinya orang-orang yang "bermasalah" dalam emosinya. Jadilah beliau kerap dijuluki TPA (Tempat Pembuangan Akhir).

Salah satu slide yang diberikan oleh teh Irma tentang perselingkuhan.
Catet ya.
"Kejahatan terbesar dalam relationship adalah PERSELINGKUHAN"

Penyebab perselingkuhan itu 50% dari suami, sedangkan 50% nya itu istrinya ikut andil sebagai penyebab suami berselingkuh.

Ada cerita dari cliennya teh Irma. Si clien wanita itu cerita panjang lebar selama hampir sejam tentang suami beserta rumah tangganya. dan nggak ngasih teh Irma untuk bicara. Setelah sejam kurang lima menit, saat waktu konsultasi hampir habis, teh Irma cuma ngomong satu kalimat : "Pantes suami Lo selingkuh, Lo nya sendiri kayak gini."

Nah, kita para wanita hendaknya evaluasi dulu, sebelum menyatakan diri sebagai korban perselingkuhan. Siapa tahu wanita/istrilah yang salah.

Selalu curiga terhadap suami/istri juga nggak baik. Jadi harus ada rasa saling percaya dan komunikasi yang baik.

Lugas, apa adanya dan "nendang" banget.

Emang teh Irma ini, makjleb bangetlah kalo ngasih solusi sama orang atau menjawab permasalahan dan kegalauan yang diceritakan peserta yang hadir.

Dan masih banyak poin-poin penting yang lain. Penasaran mau ikut? Nanti tanggal 27 September 2015, akan ada lagi road show Woman Talk. Bertempat di gedung UNAIR Surabaya.
Pastikan sudah daftar dari sekarang-sekarang ,ya. Ayo Arek Suroboyo, ojo sampe ketinggalan. ;)



Manteman bisa daftar ke media relationshipnya teh Irma. Bisa telepon, sms, whatsapp ke 0818 725 880 (Laura).

Praktek Healing

Oiya, satu hal yang nggak terlupakan banget itu teh Irma nge-healing para peserta. Sayang ih gak ada fotonya. Saat itu, saya nggak sempet motret pas moment healingnya. Saya kan ikut dihealing. Jadi pasti sibuk ngelap ingus, eh air mata.

Menurutku , acara roadshow Woman Talk ini sangat recomended untuk diikuti. Suatu kolaborasi yang mancap, mancaap, mancaaaap!!! Antara teh Ais dan teh Irma ini. *jempol keluarin semua*

Gak kerasa jam dua belas siang. MC pun mengambil alih acara serta menyilakan peserta untuk ISOMA (istirahat, sholat, makan). Lagi, saya menikmati fasilitas di hotel Narapati. Toiletnya bersih, mushola dan alat ibadahnya bersih, tempat makannya bersih serta makanannya enak.

Jam satu, peserta kembali masuk meeting room. Sekarang masuk sesi siang.
Acara diisi dengan game dan pemberian door price.

Sesi Siang

Lanjut ke acara berikutnya setelah game, yaitu sesi tanya-jawab. Berbagai pertanyaan masuk dari peserta. Dijawab dengan lugas nggak bertele-tele oleh teh Irma dan dijawab berdasarkan Fiqih oleh teh Ais. Di sesi ini kalo aku bilang bebas curhat apa aja sama pembicara.

Pertanyaannya apa? Banyaaak. Dan sayangnya nggak saya tulis atau rekam, waktu itu.
Tapi aku pilih satu aja ya yang aku inget. Ada satu perempuan -sebut saja Mawar, dia nggak tahan melihat kondisi rumah tangga kakak perempuannya. Kakaknya Mawar ini mengalami kekerasan (sering dikata-katain oleh suaminya dengan kata-kata kotor dan kasar. Namun anehnya kakak Mawar ini tetap bertahan, bahkan bilang nggak papa. Bagaimana agar kakak Mawar ini sadar ?
Jawab teh Irma : Jika kekerasan terjadi setiap hari, dan terus menerus dalam waktu yang lama, bisa jadi candu buat si korban. Jadi kalo nggak dikasarin atau disiksa, dia akan merindukan siksaan. Udah jadi addict atau pecandu.

Itulah mengapa KDRT sangatlah berbahaya. Apalagi jika sampai terlihat oleh sang anak. Anak akan meniru kelak jika sudah berkeluarga.

Sesi tanya jawab
Penutup

Acara selesai jam tiga sore. Setelah itu sesi pemotretan untuk para blogger dan foto bersama dengan seluruh peserta.
Foto bareng Blogger BDG (minus teh Ligya karna ijin pulang duluan)


Saya memberanikan diri untuk konsul singkat di akhir pertemuan. Entahlah, saya nggak bisa banyak ngomong. Meleleh gitu aja waktu bertatap muka dengan teh Irma. huhuhu

Dan teh Irma nasehatin saya gini : "Nikmatin apa yang terjadi sama hidup, lo. Karna nggak semua orang bisa merasakan kebahagiaan seperti yang lo rasakan."

foto : Nola (http://labollatorium.blogspot.co.id/)












20 comments:

  1. Yang di banjarmasin cm bs baca hasil liputannya..hehehe inspiring bgt mba.. makasih ya share nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga ntar ada Talk Show nya ya di Banjarmasin.

      Delete
  2. waduh, asik ya dapet kesempatan konsultasi, saya juga pengen sebenarnya tapi inget anak di rumah pengen buru2 pulang...awalnya saya juga mikir ini talkshow apaan sih teh irma becanda melulu eh ternyataa emang semua yg dikatakannya ebner banget ttg energi negatif ortu bisa pengaruh ke anak, semuanya bener banget, jadi berkaca aja ke hidup sendiri...aduh saya berasa ga maksimal deh sebenarnya pengennya mah ikut healing nya lagi tp mahall kali yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga tadinya mau langsung pulang karna ninggalin anak dari pagi. Tapi, ini moment gak sebulan sekali, gapapa lamaan dikit.

      Delete
  3. Waa asik ya bisa konsul langsung dapet kata2 mutiara yang dalem banget :)

    ReplyDelete
  4. iiii asik banget yaaaaa.. aku melewatkan kesempatan ini.... tp alhamdulillah bs baca liputannya jd ilmunya gak ketinggalan...

    iya mak komunkasi penting sekali ya....

    saya ama suami komitmen semarah apapun harus berusaha dinginkan kepala dan komunikasi kuncinya.....

    ReplyDelete
  5. Teh Irma emang kereennn.. saya sudah lama jadi follower twitternya(emang pertama tau lewat twitter) dan langsung follow karna bahasanya yang lugas, gaul dan benerrr.. bahkan gak nyangka Teh Irma udah umur 40an^^

    ReplyDelete
  6. Komunikasi memang sangat diperlukan agar bisa memagari pasangan untuk tidak berbuat perselingkuhan ya mba? :)
    kalau poligami itu sebenarnya bagaimana hukumnya mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kalo itu jawabannya panjang. Gak cuma dengan jawaban "halal" aja tapi (tapinya panjang banget) banyak syarat2 yang harus dipenuhi.

      Delete
  7. tgl 27 sept ini di UNAIR? wouwww..bikin galau deh krn kebetulan lagi mudik di LA, antara pengen ikutan dan rencana long trip ke Bondowoso

    ReplyDelete
  8. Asik ya bisa kumpul bareng di Bandung, dari Jakarta dan Cirebon bisa Ke Bandung ke acara yang sama. Pembahasannya juga menarik.. Bener kata Teh Irma, biarkan semuanya mengalir sendiri dan bahagia akan mengikuti :D

    ReplyDelete
  9. yg di Surabaya aku kayaknya mau datang mbak..bahasannya seru banget ini :)

    ReplyDelete
  10. Poligami boleh-boleh saja asal sang istri memeberi ijin :D

    ReplyDelete
  11. besok sudah datang Idul Adha yang kita tunggu ya gan?? Semoga anda yang beragama islam menjalankan Puasa Arafah hari ini, keep posting, thanks. Salam.

    ReplyDelete
  12. Udah tau Irma lama dulu via twitter. Beliau mualaf & pernah ditinggal suami hingga coba bunuh diri bbrp kali. Tak heran motivasinya selalu tegas krn tidak mau ada perempuan yg lemah spt dirinya dulu. Perempuan harus mau instropeksi & bangkit jg mengalami kegagalan. Sosoknya memang menyeruak diantara motivator2 laki2 yg spertinya ideal tp byk beristri lebih dari 1. Tp, jika tidak ada keluhan dari keluarga istri pertama, pendapat Irma ttg poligami itu sendiri gmn ya? Agama kan tidak melarang?

    ReplyDelete
  13. Minggu besok aku hadir roadshow nya di Surabaya ^^

    ReplyDelete
  14. Nice share nih juragan.. keep posting, semoga postingannya selalu memberikan banyak manfaat untuk banyak orang. amiiinnn.. ^_^

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. Tapi mohon maaf, komen dengan link hidup terpaksa saya hapus yaa :)