1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

25 May 2015

Memilih Sekolah TK

Memilih sekolah TK untuk anak menurut saya nggak bisa sembarangan. Karena, di sekolah TK ini dia akan banyak belajar berinteraksi dengan lingkungan baru, teman-teman baru, dan mengenal orang dewasa baru ( ibu/bapak guru ).

Kemarin saya juga nyari-nyari TK untuk Dhia. Karena tahun ini dia sudah 6 tahun. Waktu umurnya 4 tahun sempat saya sekolahkan di KidsClub . Semacam kelompok bermain gitu. Terus setahun ini saya istirahatkan dari dunia sekolah agar Dhia nggak bosen. Secara dari Dhia masih bayi usia 7 bulan, setiap hari saya bawa ngajar di TK.

Awalnya saya dan suami sudah berunding untuk Dhia akan kami coba Home Schooling saja. Yang bertindak sebagai pembimbingnya ya saya sendiri ( dibantu suami tentu saja ). Tapi, setelah dipertimbangkan lagi, akhirnya kami memutuskan Dhia untuk sekolah saja. Pertimbangannya karena Dhia di rumah jarang bermain keluar bersama teman sebayanya. Jadi alangkah lebih baik kalo Dhia pergi ke sekolah dan bertemu banyak teman di sana.

Ada 3 TK sebagai kandidat untuk sekolah Dhia.

1. TK yang dekat sama rumah

Ini jaraknya sekitar 100 meter. Kalau berangkat sekolah, tinggal jalan kaki bentar udah nyampe.
Tapi, di sini halamannya nggak luas. Nggak ada alat bermain di luar ruangan seperti ayunan, perosotan dan semacamnya. Ruangannya cukup luas sih. Tapi, di sini juga muridnya buanyaaak. Ada 40 anak. whoaaa. Sedangkan pembimbing/gurunya cuma bertiga.
Terus, untuk masuk ke kelasnya harus naik anak tangga yang lumayan tinggi, karena letak tanahnya lebih tinggi dari jalan raya.

Yang bikin nggak nyaman juga, ibu-ibunya (orang tua murid) pada nungguin di depan kelas. Jadi saat saya masuk menemui guru, saya harus banyak bilang permisi.

Biaya masuknya standar 1 juta, kayak TK-TK lain di Cimahi.

*mikir-mikir dulu* next ke TK yang lain.

2. TK agak jauh dari rumah.

Jika Dhia sekolah di TK ini, kalau berangkat harus naik kendaraan.
Halamannya lumayan luas. Peralatan bermain di luar ruangan komplit banget.
Biayanya lebih murah dari pada TK yang pertama.

Tapi, saya belum melihat proses belajar di TK ini seperti apa. Karena pas saya survei, TK sedang libur.
Jadi saya belum bertemu dengan guru, dan belum melihat ruang kelasnya juga.

3. TK yang jauh banget dari rumah

( Ini saya namain TKnya kok gituya? gak disebutkan nama TKnya. hehehe.. tolong jangan protes *plakk* )

Ini TK nya baguuus banget. Tapi emang jauh juga dari rumah. Kalau yang pertama, nggak sampai 5 menit sudah sampai. Yang kedua, kurang lebih 10 menit naik kendaraan. Kalau yang ketiga ini, hampir 30 menit naik kendaraan.

Halamannya luaaas. Alat bermain komplit. Gurunya baik-baik. Ruang kelasnya bersih dan luas. Satu guru "megang" maksimal 10 anak.

Biaya masuk 5 kali lipat TK pertama, setara dengan fasilitas dan kualitasnya memang, sih.

Jadi, TK mana yang saya pilih? nanti di cerita saya selanjutnya aja.

Tips Memilih Sekolah TK
Saya tulis secara acak saja. Dan ini juga tips ala-ala saya

1. Sekolah memiliki halaman yang luas
Anak-anak membutuhkan tempat bermain dan menyalurkan tenaganya, berlari, melompat, memanjat dan aktivitas lain yang memancing/menstimulasi motorik kasarnya. Ini membutuhkan tempat yang luas.


2. Ruang kelas yang luas dan bersih
Selain halaman, ruangan kelas tempat "bermain" anak juga harus luas dan bersih. Kalaupun nggak luas banget, yang penting bisa ditolerir aja. Jangan sampai anak bermain (baca : belajar) bersempit-sempitan. Misalnya, ruangan 3x3 meter untuk 20 anak. Itu saya pernah lho menemukan, waktu kunjungan TK lain (waktu masih ngajar).

3. Kegiatan Bermain dan Belajar
Jadi sebelum mendaftar, sebaiknya main dulu ke sekolah, melihat bagaimana keseharian kegiatan bermain dan belajarnya. Nggak cukup dengan menanyakan program ke gurunya saja. Tapi melihat praktek keseharian secara langsung.
Ini karena saya nggak kerja, sih. Jadi masih bisa melakukan ini. Kalau orang tua bekerja, mungkin cukup dengan menanyakan kepada gurunya

4. Pembimbing/Guru/Pendamping Guru
Sekolah yang bagus, pasti punya standart untuk menjadi guru TK. Karena ada lhooh, TK informal yang gurunya hanya tamatan SMP. Guru yang baik tahu bagaimana menyikapi anak didiknya.
Jangan sampai, anak-anak dibentak dan sering dimarahi oleh guru karena lamban dalam memahami sesuatu, dengan dalih agar anaknya cepat bisa.

5.Alat bermain yang memadai
Baik permainan di dalam maupun di luar ruangan. Setidaknya ada alat untuk bermain. Lebih bagus kalau alat bermain edukatif.



Sepertinya ribet banget ya saya?


16 comments:

  1. Saya juga pernah nulis hal yang sama Mak.. hihi sharing juga ya Mak http://www.tettytanoyo.com/2015/05/mempertimbangkan-anak-masuk-TK.html

    Salam kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks for sharing, Mak. Saya baca ah

      Delete
  2. Hehehe... menurut saya itu tidak ribet kok, Mbak, tentu pertimbangan semacam ini penting agar anak yang akan sekolah TK menemukan tempat belajar dan bermain yang menyenangkan.

    ReplyDelete
  3. Pengennya sih TK nya deket dari rumah, harganya murah dan gurunya sabar dan baik laaah...
    *ngomong aja ama tembok*
    Semoga segera bisa didapatkan TK yang sesuai kata hati yah mak :))

    ReplyDelete
  4. Saya dulu nyari TK utk Marwah gak ribet sih heheh gak seribet sekarang pas saya nyari sekolah SD nya, kriteria TK asalkan deket rumah dan kuailtasnya bagus, dan kebetulan ada deket rumah :)

    Semoga cepet dapet TK sesuai dengan harapan yaa mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Nyari SD juga harus banyak pertimbangan ya

      Delete
  5. wah nice info mba

    btw blognya keren... asli ga boong
    mampir2 lah ke blog ala-ala gue di www.travellingaddict.com

    ReplyDelete
  6. klw saya sih kayaknya mementingkan moralnya dulu. Soalnya sifat dari seseorang itu terbentuk dari 1-5 tahun. Klw lingkungannya anak nakal maka sifatnya sampai besar cenderung nakal. Jadi sebisa mungkin cari sekolah yang mengutamakan pembentukan karakter moral dan agama

    ReplyDelete
  7. TK mahal nggak menjamin kok, yang penting anaknya senang. Semoga dapat yang sesuai :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, Mak. catet : yg penting anaknya senang

      Delete

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. Tapi mohon maaf, komen dengan link hidup terpaksa saya hapus yaa :)