1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

27 April 2015

Ide Hebat : Outbond dan Kebun untuk Anak-Anak Kurang Mampu

Kegiatan piknik, rekreasi atau tamasya sangat disukai oleh anak-anak. Sepertinya sudah menjadi hal wajib bagi sekolah untuk menyelenggarakannya setiap akhir tahun pelajaran. Di wilayah sekitar tempat tinggal saya, memang sudah banyak tempat-tempat wisata alam (anda bisa searching sendiri di Google) yang berada di kawasan Cimahi-Bandung. Namun lihat harga masuknya atau biaya paket outbond-nya. Kalau untuk kalangan ekonomi bawah, ya bikin eungap (*”susah napas”). Alhasil, wali murid TK harus menabung dari awal tahun pelajaran yang kemudian pada akhir tahun bisa digunakan untuk berpiknik. 

Dari sekian ratus jumlah sekolah Taman Kanak-Kanak/Paud/TPA/RA di Kota Cimahi, rata-rata memilih untuk pergi piknik plus ada kegiatan outboundnya. Ini untuk kalangan ekonomi menengah - atas. Nah, bagaimana untuk yang ekonomi bawah. Mereka memilih ke kolam renang yang dekat-dekat saja dengan biaya yang masih terjangkau.

Berangkat dari hal itu, saya jadi kepikiran sebuah ide untuk membuat sebuah tempat piknik berbasis outbond dan kebun sayuran. Sehingga anak-anak yang orang tuanya tidak mampu membayar biaya tempat outbond bergengsi, bisa tetap merasakan sebuah kesenangan dengan biaya murah. Selain itu, anak-anak bisa belajar menanam sayuran dan mengenal jenis-jenis sayuran langsung dari kebun –kalau di sekolah belajar mengenal sayuran hanya lewat gambar.

Kondisi Medan

Jika saya gambarkan secara naratif, tempat tinggal kami adalah sebuah gubug kayu ‘rumah panggung’ yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 1000 meter persegi. Kalau tanah seluas ini berada di tengah kota, bisa dibuat kos-kosan dan menghasilkan pasif income yang akan mengalir terus.
Gubug yang menghadap ke arah selatan ini berada di wilayah Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat. Jadi kalau saya berdiri di teras rumah, akan terlihat city view Kota Cimahi yang cantik. Udaranya masih sejuk/dingin karena jauh dari kawasan industri dan tanahnya subur. Jika anda jalan lagi ke atas dari tempat tinggal saya, akan banyak sekali ditemui kebun-kebun sayur dan tanaman produktif.

Di depan rumah ada bangunan bekas material kayu yang dulunya menerima pembuatan kusen. Di samping rumah, adalah lahan kosong yang lumayan luas, namun dipenuhi rumput yang tumbuh menjulang tinggi.

Dibelakang rumah adalah tanah milik AURI yang dimanfaatkan untuk perkebunan sayur seperti brokoli, sawi, dll. Di samping kiri rumah, adalah jalan aspal mulus yang sarat dengan kendaraan bermotor. Jadi walaupun di gunung, tapi sudah ramai.

Yang jadi sorotan permasalahannya adalah rata-rata murid TK itu sangat suka jika diajak belajar di luar ruangan, seperti olahraga, berkebun, jalan-jalan, dsb. Karena saya pernah mengajar di TK/PAUD jadi ingin menyediakan fasilitas untuk anak-anak ini bisa belajar dan bermain di luar ruangan dengan murah dan aman. Setiap liburan semester atau kenaikan kelas, bisa dijadikan alternative untuk orang tua yang kurang mampu. Saya kasihan jika melihat wali murid yang kurang mampu dibebani dengan biaya besar hanya untuk piknik sehari saja. Itu.

Langkah-Langkah yang akan saya kerjakan

Pertama,  membesihkan tahan dari rumput liar yang telah memenuhi sebagian besar lahan. Ini harus punya budget sekitar 200-250 ribu sebulan untuk menyuruh orang membersihkan rumputnya.

Kedua, material kayu yang terbengkalai. Sayang sekali kalau dibiarkan begitu saja. Padahal kalau saja ada seorang tinker yang punya alat-alat pertukangan, pasti kayu-kayu ini sudah jadi barang yang berguna. Seperti bapak saya yang tiap ke sini pasti membuat barang-barang seperti meja belajar.

Ketiga. Berangkal yang disimpan sama orang di halaman depan ini sangat mengganggu pemandangan, kan? Coba ini disulap dibikin sesuatu atau apalah gitu.

Kayu-kayu bekas dan rumput liar.


Ide dan Keinginan

Beberapa waktu lalu, kami (saya dan suami) berencana membuat semacam ‘rumah kaca’ yang akan ditanami bermacam-macam tanaman, dari sayur-mayur sampai tanaman obat. Tapi, keinginan tinggal keinginan. Suami saya banyak kegiatan juga selain kerja. Jadi, belum terwujud keinginan itu sampai sekarang.

Nah, berhubung putuputrayasa.com sedang mengadakan lomba ide hebat, jadi saya mengembangkan ide dari ide menanam sekadar untuk keperluan pribadi menjadi sebuah idehebat yang bisa jadi peluang usaha juga untuk kami.

*drum rol*

Daaaan, ini dia idenya.

Menjadikan lahan dan tempat tinggal kami sebagai sebuah kebun dan tempat outbond untuk anak-anak TK (Taman Kanak-Kanak). Disamping itu, teras rumah kami bisa dijadikan semacam taman bacaan atau perpustakaan kecil.

Tempat outbond sekaligus wisata kebun, petik-petik buah stroberi, atau berocok tanam di daerah Bandung sendiri sudah banyak. Skalanya pun bukan lagi ecek-ecek tapi pengunjungnya kebanyakan juga dari luar kota seperti Jakarta. Dan harga tiket masuknya pun untuk kalangan ekonomi menengah ke atas.

Keinginan saya adalah menyediakan fasilitas outbond untuk anak-anak dan kebun untuk belajar mereka bercocok tanam. Dengan biaya yang murah. Karena segmen pasar yang ingin saya masuki adalah kalangan menengah ke bawah, jadi anak-anak dari sekolah TK di sekitar sini, bisa sering-sering outing atau belajar di luar kelas.

Outbond

Mempersiapkan Tempat Outbond
Langkah pertama adalah membersihkan tanah dari rumput-rumput yang tumbuh menjulang tinggi itu. Ini pasti butuh beberapa hari. Mungkin sekitar satu minggu-an. Waah, kalau gitu budgetnya nggak cuman 250 ribu dong, ya. Katakanlah 2 orang yang mengerjakan. 2 x 7 hari x 50.000 = 700.000 rupiah. Hmm
Kemudian membagi area-area untuk menentukan jenis game apa yang bisa dimainkan oleh anak-anak.

Menentukan Jenis-Jenis Game
Untuk anak usia 4-7 tahun banyak permainan yang bisa kita pilih. Jenis permainannya juga yang termasuk low game atau yang hanya have fun dengan sedikit tantangan. Beda dengan outbond dewasa yang lebih banyak tantangannya. Game yang bisa saya pilih atau yang bisa dikondisikan, antara lain :
- Snake Balloon
- Guiding Blind
Mencari Harta Karun
- Menangkap Ikan
-          Dan lain sebagainya
Untuk detail permainannya, ada di sini.

Menyiapkan Peralatan Outbond
Untuk menyiapkan peralatan dan perlengkapan outbond bagi anak-anak, bisa dilakukan setelah menentukan apa saja jenis permainannya. Misalkan seperti Menangkap Ikan, yang disiapkan adalah kolam buatan, ikan-ikan kecil dan alat penangkap ikan. Untuk Snake Balloon , yang perlu disiapkan hanya balon dan pompa saja.
Peralatan outbond bisa dipersiapkan secara insidental saja. Karena peralatan yang dipakai selain murah juga mudah didapatkan.

Nah, jika sudah maka hal yang akan dilakukan adalah promosi. Promosi dilakukan ke sekolah-sekolah TK/PAUD/TPA/RA di sekitar wilayah Cimahi. Karena saya pernah mengajar jadi saya bisa menyebarkan ini ke teman-teman sesame pendidik di HIMPAUDI.

Pertanyaannya, seberapa besarnya tempat outbond ini nantinya dalam menyaingi tempat-tempat rekreasi berbasis alam yang sudah besar? Saya tidak berniat menyaingi, karena tempat outbond ini ditujukan untuk kalangan menengah ke bawah, jadi segmen pasarnya juga berbeda dengan tempat outbond kalangan atas. Itu.

Kebun Kecil


Untuk menunjang mereka belajar, kami harus menyiapkan hal-hal seperti :
Menentukan jenis tanaman apa yang mudah dipelajari oleh anak usia TK ( 4-7 tahun).
Membuat rumah kaca sederhana sebagai tempat penyemaian bibit.
Mengolah tanah sehingga siap ditanami bibit.
Menyediakan tempat untuk pembuatan pupuk kompos, sehingga anak-anak bisa melihat dan belajar juga, kalau sampah juga bisa dijadikan pupuk.

Perpustakaan Mini

Perpustakaan mini ini memang tidak bernilai bisnis. Semata digunakan untuk istirahat saat anak-anak lelah dan ingin membaca. Perpustakaan mini ini bisa memanfaatkan sedikit ruang di teras rumah dan buku-buku anak koleksi pribadi. 


Bisa diakali dengan menggelar karpet seperti ini. Kemudian menata buku-buku di rak-rak yang bisa dibuat sendiri.




Saya masih berpikir, cukup atau tidak tanah seluas 1000 meter persegi ini dijadikan tempat seperti itu? Sepertinya saya harus konsultasikan hal ini dengan seorang teman ahli perencanaan.

Kemudian, untuk merealisasikan ide saya ini, kami pasti membutuhkan investor. Karena tidak mungkin hanya dengan modal kami sendiri. Jadi, kami harus mencari dana bantuan dan atau investor dengan visi-misi yang sama.

Semoga keinginan ini bisa terealisasikan segera.


Tulisanini diikutsertakan dalam lomba #IdeHebat 

PS : Jika ada masukan atau saran, sila tulis di kolom komentar. Terima kasih.

11 comments:

  1. Ide bagus Mbak. Memanfaatkan yang ada untuk membantu mereka yang tak mampu. Moga menang dan tercapai keinginannya Mbak.

    Febriyanlukito.com

    ReplyDelete
  2. Idenya beneran hebat mba, juga penuh manfaat untuk anak-anak. Semoga doa2nya demi terealisasinya ide ini diijabah oleh Allah mba... aamiin...

    ReplyDelete
  3. Keren sekali Mbak Uwien ideny. Semoga bisa segera terlaksana ya Mbak. Membayangkan tanah yang luas dipenuhi keceriaan anak kecil kok hati hangat rasanya. Semoga menang ya Mbak! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang kalo denger anak kecil tertawa gembira, jadi hangat . aamiin trims ya Mas Dan

      Delete
  4. Aku dukung dan setuju ide untuk hal positif seperti ini mba, hehe salam kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal , Wida. Ada ide positif yg lain? hehe :))

      Delete
  5. Idenya simpel, Mbak.. :D Ngga perlu pakek bahan ribet nan mahal yak.. Yang ada aja :3

    ReplyDelete
  6. Idenya keren Mak. Semoga idenya bisa bener2 terwujud spy bisa menyediakan sarana bermain buat anak kurang mampu ya Mak.

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. Tapi mohon maaf, komen dengan link hidup terpaksa saya hapus yaa :)