31 August 2016

Bagaimana Mempersiapkan Masa Depan Anak?

"Dhia kalau sudah besar mau jadi apa?"
"Mau jadi Dokter."
Tuiing tuiing, seketika saya pening. Membayangkan  bagaimana mempersiapkan masa depan anak.  @_@

***
Entah sejak beberapa tahun yang lalu, Dhia ( 7 tahun) jika saya tanya cita-citanya kelak jawabannya selalu sama -DOKTER. Saya tidak tau persis -tepatnya lupa, apa yang melatarbelakangi bocah ini memilih Dokter sebagai cita-citanya. Yang jelas, Dhia sering berkata "Ingin membantu orang yang sakit." saat ditanya alasannya.

Semoga ini bukan hanya isapan jempol bocah kelas 1 SD berbicara tentang cita-citanya, seperti halnya anak seusianya yang ingin jadi Presiden, Astronot, dll. Saya yakin ia sungguh-sungguh.
Saya menganggap ucapan Dhia ini serius. Dan saya selalu berdo'a kepada Gusti Allah agar Dhia dimampukan, dan kami orang tuanya juga dimampukan menyertainya menggapai cita-citanya.

Melihat biaya pendidikan yang tiap tahun mengalami kenaikan, saya belum terbayang 12 tahun lagi seperti apa perkembangan dunia pendidikan di Tanah Air. Namun ada beberapa langkah jika kita ingin mempersiapkan dana pendidikan anak.

Pertama, Ayah dan Bunda sebaiknya sudah harus mulai mendiskusikan pendidikan anak sejak sang anak masih dalam kandungan. Lakukan survei dengan mendatangi sekolah-sekolah yang ada atau datang ke pameran pendidikan yang mulai banyak diselenggarakan.

Kedua, berdasarkan pilihan favorit orang tua dan anak, lakukan riset kebutuhan biaya pendidikan untuk tahun ini. Pahami bahwa biaya pendidikan tahun ini kemungkinan besar akan meningkat setiap tahunnya, sehingga saat anak masuk sekolah nilainya akan bertambah besar.

Ketiga, sesuai kebutuhan dana yang sudah dihitung, silakan periksa tabungan atau investasi yang sudah disiapkan. Apakah sudah cukup? Jika angkanya masih lebih kecil dari yang seharusnya, jujurlah pada diri sendiri bahwa sekaranglah saatnya merevisi rencana dana pendidikan.

Keempat, periksa apakah keuangan keluarga sudah terlindungi. Menabung dan berinvestasi akan terasa mudah dijalankan oleh keluarga yang masih produktif dan mendapatkan penghasilan. Risiko kematian di usia produktif atas pencari nafkah atau orang tua dapat terjadi kapan saja. Oleh sebab itu, perlindungan asuransi jiwa sangat penting dalam perencanaan dana pendidikan.

Mengutip pernyataan Prita Hapsari Ghozie, seorang Perencana Keuangan Independen dari ZAP Finance, biaya pendidikan di Indonesia naik sekitar 7 - 15 % per tahun. Bisa diperhitungkan , uang pangkal masuk perguruan tinggi saat ini sekitar 50 juta rupiah, sepuluh sampai limabelas tahun yang akan datang mungkin bisa mencapai 400 juta rupiah.
Lalu darimana uang sebanyak itu?

Ada niat tentu ada ikhtiar. Sejak Dhia masuk sekolah SD saya mulai mencari tahu bagaimana caranya agar bisa sekolah di fakultas kedokteran. Pertama, mencari informasi mengenai berapa biaya kuliah di fakultas kedokteran -yang membuat saya kayak kipas angin, geleng-geleng terus. Tapi percaya aja ya...Gusti Allah mboten sare, pasti ada jalan. Kedua, mungkin bisa mengikuti seleksi program BIDIK MISI -bagi siswa kurang mampu. (*ya kalau program ini kelak masih ada). Bisa dari beasiswa-beasiswa yang bisa dicari. Ketiga, bisa dari asuransi pendidikan. Nah yang terakhir ini harus orang tua siapkan dari sekarang. Keempat, mengikuti program Bekal Masa Depan yang diselenggarakan oleh Morinaga Chil-Go!



Morinaga Chil-Go! memfasilitasi para orang tua mendapatkan asuransi pendidikan total 3 milyar rupiah yang akan diberikan kepada sembilan orang.

Hadiah utama dari Bekal Masa Depan Chil-Go! ini adalah Dana Asuransi untuk Pendidikan dengan total senilai 3 Milyar Rupiah dibagi menjadi 3 (tiga) kategori di masing-masing periode, yaitu :
a. Platinum: Asuransi Pendidikan senilai Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah)*
b. Gold: Asuransi Pendidikan senilai Rp 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah)*
c. Silver: Asuransi Pendidikan senilai Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah)*
* berdasarkan perhitungan investasi hingga anak berusia 18 tahun

Baca Juga : Bekal Masa Depan untuk Buah Hatiku

Di Indonesia, sekolah SD sampai SMA sudah digratiskan oleh pemerintah -walaupun belum semua. Di Jawa Barat sendiri , khususnya di sekitar tempat tinggal kami -Bandung dan sekitarnya- sudah banyak pilihan sekolah negeri yang bagus dan gratis. Ini bisa menjadi pilihan pendidikan formal bagi anak-anak. Sehingga biaya yang dikeluarkan dari SD sampai SMA bisa dialokasikan untuk biaya kuliahnya dan atau untuk menyicil Asuransi Pendidikannya

Kita dapat menghitung kisaran dana pendidikan yang dibutuhkan Si Kecil melalui kalkulator financial perhitungan dana pendidikan yang sudah di siapkan oleh Morinaga Chil-Go!. Kalkulator Financial tersebut dapat Ayah dan Bunda akses di sini

Agar lebih jelas mengenai program Bekal Masa Depan ini, ada baiknya Anda menonton video berikut



Yuk bagikan ide kreatif Anda ke www.bekalmasadepan.com . Ide paling kreatif berkesempatan memenangkan Asuransi Pendidikan yang didambakan setiap orang tua. Saat ini periode pertama sudah berakhir. Tapi masih ada periode kedua dan ketiga sampai akhir Desember. Jangan sampai ketinggalan.



6 comments:

  1. Wah anak saya baru 3 bulan, udah kepikiran juga gimana nanti biaya sekolahnya

    ReplyDelete
  2. Hmmm kalau aku juga punya cara tersendiri... Kmrn hbs terinspirasi heheheh

    ReplyDelete
  3. Dhia semoga jadi Dokter yaa, biar kalo Bude Nci sakit bisa gratis diobatin eeeaa...

    Btw pendidikan jaman sekarang memang mihiil banget yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin, makasih doanya Bude Nci. muach muach

      Delete

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. Tapi mohon maaf, komen dengan link hidup terpaksa saya hapus yaa :)