02 November 2015

Memahami Berbagai Penyakit pada Anak dan Cara Mengatasinya

Memahami Berbagai Penyakit pada Anak dan Cara Mengatasinya. Hampir tidak ada penyakit anak yang langsung parah, kebanyakan penyakit pada anak dimulai dengan penyakit ringan, seperti demam, batuk pilek, diare, dan susah buang air besar. Penyakit parah pada anak pada umumnya terjadi karena penyakit yang ringan tapi tidak diatasi dengan baik.

Walaupun sedang sakit tetep main bareng :')
Sumber utama kebanyakan penyakit adalah pola hidup dan pola makan, demikian pula pada anak. Kebanyakan dari kita para orang tua lebih menekankan pada menyiapkan stok berbagai obat untuk meredam berbagai keluhan pada anak ketiga gejala muncul, seperti obat demam untuk penurun panas, obat batuk pilek, obat anti diare, dan obat laksatif untuk sulit buang air besar. Para orangtua lebih siap untuk meredam berbagai gejala penyakit, daripada memahami karakter tubuh anak atau memahami kenapa anak sakit.

Saya sendiri juga selalu menyiapkan obat-obatan dan P3K di kotak obat, tapi nggak selalu digunakan begitu ada gejala. Kalau panasnya tinggi banget, untuk menghindari kejang baru saya kasih obat penurun panas.

Ini Beberapa Penyakit yang Umum Terjadi pada Anak. Anak saya juga pernah mengalaminya. Seringnya adalah demam dan pilek.

DEMAM

Demam adalah salah satu alarm alami tubuh.
Baca selanjutnya : Jangan Abaikan Alarm Tubuh

Cara Penanganan Demam pada Anak :
1. Berikan ekstra cairan yang banyak (banyak minum)
2. Berikan air madu hangat sesering mungkin. Kalau ada, campuran air kelapa dan madu.
3. Bila anak nggak mau makan jangan dipaksa makan, tapi berikan makanan yang ringan dan mudah dicerna seperti jus buah-buahan manis (ditambah madu lebih bagus).
4. Perhatikan buang air besarnya, jangan sampai sulit dan harus setiap hari karena bisa jadi demam berawal dari BAB yang sulit dan jarang.
5. Kalau sulit BAB, berikan jus pepaya + melon + madu tiga kali sehari.
6. Jika demamnya cukup tinggi, kompres dengan air hangat pada kening, kepala, selangkangan, dan ketiak.
7. Jangan ditutup rapat dengan selimut saat anak demam.
8. Pijat di sekitar kelopak mata bawah dan alis.
9. Olesi sekujur tubuh dengan ramuan bawang merah yang dihancurkan ditambah minyak kelapa/baby oil/minyak kayu putih.
10. Obat penurun panas hanya boleh diberikan bila demam tidak terkontrol. Diringi banyak minum dan kompres lokal.

DIARE

Diare adalah BAB encer yang lebih dari tiga kali sehari dengan atau tanpa lendir/darah dalam tinja.
Diare nggak selalu dianggap penyakit yang harus diredam pake obat antidiare.
Ingat! Jangan abaikan alarm tubuh.

Diare muncul (umumnya) karena salah makan, makan makanan sembarangan yang tidak higienis, atau kelebihan makan. Bisa terjadi juga saat makan-makanan yang tidak sinergi satu sama lain dalam satu waktu.

Diare bisa berbahaya jika terjadi dehidrasi. Jadi kenali gejala dehidrasi :
- bibir dan selaput lendir kering.
- pada bayi, ubun-ubunnya cekung.
- berat badan menurun
- mata cekung

Maka, yuk kenali bahaya dan derajat kekurangan cairan (Dehidrasi) pada anak.

A. Diare Tanpa Dehidrasi
Tanda-tandanya
Keadaan umum : baik, sadar
Mata                  : normal
Air mata            : ada
Mulut dan lidah : basah
Rasa haus          : minum biasa, tidak haus
Turgor kulit       : kembali cepat
*)turgor kulit adalah kekenyalan atau elastisitas kulit

B. Diare dengan Dehidrasi Ringan/Sedang
Tanda-tandanya
Keadaan umum : gelisah, rewel
Mata                  : cekung
Air mata            : tidak ada
Mulut dan lidah : kering
Rasa haus          : haus, ingin minum terus
Turgor kulit       : kembali lambat

Cara penanganan diare tanpa dehidrasi atau dengan dehidrasi ringan/sedang :
1. Stop semua makanan yang masuk agar akumulasi kuman penyebab diare bisa dihentikan.
2. Berikan air minum sebanyak mungkin. Air madu hangat atau air kelapa+madu.
3. Untuk bayi yang masih menyusu, berikan ASI sesering mungkin.
4. Bila anak muntah/sering muntah, tungggu 10 menit setiap sesudah muntah, kemudian berikan air minum 1-2 sendok setiap 2-3 menit setelahnya.
5. Kompres dengan air hangat di sekitar perut dan tulang belakang bagian bawah.
6. Pijat sekitar tulang belakang bagian bawah.
7. Bila diare mulai tak terkendali dan anak mulai lapar, mulai dengan memberikan bubur encer atau air tajin+madu.

C. Diare dengan Dehidrasi Berat
Tanda-tandanya
Keadaan umum : lesu, lunglai, tidak sadar
Mata                  : sangat cekung dan kering
Air mata             : tidak ada
Mulut dan lidah : sangat kering
Rasa haus           : malas minum atau tidak bisa minum
Tagor kulit         : kembali sangat lambat

Cara Penanganan Diare dengan Dehidrasi Berat :
1. Usahakan agar penanganan pada diare ringan/sedang telah dilakukan.
2. BAWA KE RUMAH SAKIT/Dokter/Puskesmas agar mendapat pertolongan.

SULIR BUANG AIR BESAR ( KONSTIPASI )

Konstipasi tuh nggak enak banget, ya kan? Orang dewasa saja merasa nggak nyaman, apalagi anak-anak. Yang perlu kita sadari, konstipasi adalah penyakit dan penyebab berbagai penyakit. Kadang kita cuma mengabaikan kalau nggak BAB dalam sehari atau dua hari. Padahal ini sudah nggak normal lho pencernaannya. BAB yang normal itu 2 kali sehari tanpa kesulitan.

Konstipasi adalah cara tubuh memberi tahu bahwa keseimbangan bakteri baik dalam usus sedang terganggu. Dhia (6) yang sering banget konstipasi. Ini akibat ia pilih-pilih makanan. Nggak suka makan sayur juga. Biasanya kalau udah gini saya tangani dengan :
1. Saya suruh dan pantau terus agar Dhia minum yang cukup. Bangun tidur saya kasih minum air putih hangat segelas.
2. Saat makan tidak boleh banyak minum sampai 2 jam setelah makan. Setelah makan cukup minum seperempat gelas air putih.
3. Biasanya saya berikan buah pepaya. Kalau Dhia nggak mau makan pepaya, saya jadikan smooties atau jus pepaya.
4. Banyakin makan buah-buahan. Khususnya saat sarapan dab makan malam.
5. Sebenarnya harus banyakin makan sayuran dan buah. Tapi Dhia susah makan sayurnya. Jadi saya ganti dengan bayak makan buah.
6. Sebelum tidur malam, saya pijat perutnya dengan pijatan searah jarum jam.

BATUK DAN PILEK

Seperti yang pernah saya tulis : Jangan Abaikan Alarm Tubuh.

Batuk dan pilek itu hal biasa dan sering dialami oleh anak-anak. Menurut ilmu Naturopathy, batuk dan pilek tuh gak selalu reaksi negative tubuh. Batuk pilek juga seringkali merupakan alarm tubuh sebagai reaksi positif untuk mengeluarkan kelebihan toksik (racun) yang bertumpuk pada saluran pernapasan.

Produksi lendir/dahak saat batuk pilek merupakan proses positif dalam pembuangan racun walaupun selalu gak nyaman. Jangankan anak-anak, kita aja yang orang dewasa pasti gak nyaman saat batuk pilek melanda. Tugas kita adalah membantu agar ketidaknyamanan itu gak berlangsung terlalu lama. Jika gejala batuk pilek ditangani dengan baik, akan cepat sembuh.

Cara penanganan batuk pilek pada anak:

1. Usahakan minum air putih hangat sesering mungkin. Ini akan membantu proses pengeluaran slem (lender/dahak) lebih cepat.
2. Berikan jus jeruk + madu (jika ada madu+royal jelly) dua kali sehari, pagi saat perut kosong dan malam sebelum tidur.
3. Ajari anak menghirup uap air panas yang dicampur beberapa ramuan herbal pagi dan sore hari selama 10 – 15 menit atau semampunya anak.
Cara membuat nya : Didihkan 1 liter air, lalu campurkan 1 ibu jari potongan jahe + sejumput cengkeh + 1 sendok makan garam + sedikit mint kalau ada. Kalau gak ada daun mint saya pake minyak kayu putih.
Uap air ini lah yang dipakai sebagai obat inhalasi untuk melonggarkan saluran nafas dan mengeluarkan slem. Kata orang jerman mah, ameh teu mampet (biar gak mampet) hidungnya.
4. Kompres dengan air hangat sekitar hidung, kening, muka, dan dada.
Caranya, gunakan handuk kecil yang dicelupkan ke air panas, lalu diperas dan ditempelkan selama 30 menit sampai 1 jam.
5. Pijat bagian muka, terutama di sekitar mata dan kening dengan minyak bayi ( baby oil ). Pijat juga pada bagian dada dan punggung dengan minyak hangat.
6. Buatlah obat batuk dengan ramuan alami sendiri.
Saya suka nih bikin-bikin ramuan alami sendiri. Homemade biar kekinian, :') 
Bahan-bahannya masih relatif mudah didapat kok. Ada di warung-warung sayur atau pasar.
Caranya : didihkan 4 gelas air, lalu campurkan 1 ibu jari jahe, 1 ibu jari laos/lengkuas, 1 ibu jari kayu manis, 2 batang serai, semuanya diiris-iris , lalu tambahkan 6 lembar daun sirih yang dipotong-potong dan sejumput cengkeh. Biarkan sisa air hingga 2 gelas , lalu minumkan 1 gelas di pagi dan 1 gelas di sore hari ditambah 2 sendok makan madu.

Bikinnya mah gampang. Yang gak gampang tuh ngerayu si anak agar mau minum ramuan obat ini. Pake drama segala, duh. 
Pahit gak? Iya, ini agak sedikit pahit, makanya dicampur 2 sendok madu agar manis.

Ketika anak tidak selera makan,, berikan air madu hangat sesering mungkin ditambah dengan jus buah-buahan secukupnya.


Rawatlah anak dengan telaten dan penuh kesabaran. Semoga lekas sembuh.


18 comments:

  1. kalo susah bab hampir g pernah kayaknya...
    itu batuk pilek sering banget apalagi kalau lagi musim..hikz..bisa ketularan semua

    ReplyDelete
  2. Syukur kalo gak pernah kostipasi berarti pencernaannya bagus. Iya nih, pilek batuk paling sering

    ReplyDelete
  3. Tipnya cukup komplit utk bekal pertolongan pertama ataupun pencegahan, Mak.
    Masalah2 kesehatan ada yang bisa ditangani sendiri dulu. Sayangnya mash ada yang tidak kepikiran utk menangani sendiri, mungkin juga karena terlalu takut, saban anak sakit langsung dibawa ke rumah sakit, diopname, lalu diinfus ...duh
    *eh jadi curhat*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya, kalo langsung dibawa ke rumah sakit biasanya langsung diinfus dan diopname.

      Delete
  4. mengasuh anak sudah paket lengkap dengan menjaga asupan makanan dan asupan kasih sayang. Nah, kalau upaya kita menjaga dengan cara yang baik namun penyakit tetap datang. Ya pertama di syukuri, diterima dan diobati dengan cara yang paling aman terlebih dahulu (tanpa obat) tapi kalau sudah menunjukkan gejala berlebihan ya obat menjadi pilihannya ya.

    Yuk ach jaga anak-anak dan saling membagi ilmu, ilmunya bunda dhia, keren..makasih ya sharingnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga keluarga selalu sehat ya mbak Astin

      Delete
  5. ternyata banyak ya penyakit pada anak, ini pembelajaran yang bagus buat saya, soalnya tinggal satu bulan lagi mau menikah, jadi kalo seadainya udah di kasih momongan jadi tau penanganan ketika anak sakit

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bermanfaat. Waaah, selamat ya. Semoga semuanya lancar

      Delete
  6. air putih yang mencukupi sangat dibutuhkan, apalagi ketika sakit

    ReplyDelete
  7. TFS mbak, lengkap banget ulasannya :)
    bookmark ah biar bisa diaplikasikan saat anak sakit..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, semoga bermanfaat yaa :)

      Delete
  8. Konsumsi air putih yang cukup, perbnayak sayuran dan juga cukupi dengan madu

    enough lah :D
    makasih mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan juga belaian kasih ibunda, ^^

      Sama-sama, semoga bermanfaat

      Delete
  9. Kasian ya kalau anak bab.

    Lemes.
    Harus buru-buru ditangani

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus mbak, karena bisa dehidrasi.

      Delete
  10. Ini memang penyakit anak yang 'rutin' menghampiri di saat mereka masih di bawah 5 tahun ya mba.. Setuju.. Jangan abaikan symptoms sekecil apapun karena itu adalah alarm dari tubuh kita

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. Tapi mohon maaf, komen dengan link hidup terpaksa saya hapus yaa :)