Di warung bakso, ketemu sama penjual yang cuek (ketika masuk warung enggak disapa sama sekali), lalu dilayani sama pramusajinya yang nggak tersenyum, cemberut melulu mukanya. Kami yang mau makan dan selama makan kan nggak enak jadinya. Mana pelayanannya lama. Gak akan lagi balik ke warung bakso ituh.
Terus kami berbisik-bisik : "Mereka perlu ikut managemen retail, nih."
Ini karena kami (blogger Bandung) habis menyimak pelatihan tentang 'Managemen Retail' yang diadakan Alfamart nih. Jadi kita-kita pada ngomong gitu. :)
Sama halnya saat kita membeli sesuatu di sebuah warung. Pas nemuin penjualnya jutek, enggak ramah, seringnya kita akan mbatin "Ih, si ibu/bapaknya judes banget sih."
Lalu (kalau saya sih) enggak akan kembali untuk membeli di warung tersebut.
Jumat (24/11) saya ikut menyimak pelatihan Manajemen Ritel yang diadakan di Kantor Alfamart di Nanjung, Kota Cimahi. Pas kebeneran deket sama tempat tinggal. Pesertanya para pemilik UMKM. Ada sekitar 30 pemilih usaha retail yang hadir.
Usaha ritel(retail) a.k.a eceran adalah salah satu cara pemasaran produk meliputi semua aktivitas yang melibatkan penjualan barang secara langsung ke konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan bisnis. Organisasi ataupun seseorang yang menjalankan bisnis ini disebut pula sebagai pengecer.
Contoh usaha ritel : Alfamart, Indomaret, Yomart, Matahari, Hypermart, Kcircle, 7eleven, dll. warung sayur dan pedagang bakso/makanan juga termasuk ritel.
Pelatihan hari itu diisi oleh bapak Yogie Septiyana Rochman -Branch Trainer PT. Sumber Alfaria,Tbk.
Diantara pembaca blog ini, mungkin ada yang jadi penjual retail? Jika teman-teman ingin belajar dari kesuksesan Alfamart, berikut ini hal-hal yang mesti kita lakukan agar usaha ritel kita bisa sukses dan bertahan lama :
Nah ini ngaruh juga lho sama psigologi pembeli. Jadinya pembeli akan merasa nyaman. Ya, kalau di warung kebutuhan pokok sehari-hari semacam warungnya Pak Lurah, ya nggak segitunya. Cukup disapa : "Mangga', Jang/Neng/Bu/Pak. Bade meser naon?" (Silahkan, Mas/Mbak/Bu/Pak. Mau beli apa?"
Kata pak Yogie, pelayanan yang baik mendatangkan keuntungan (profit) untuk perusahaan dan kesejahteraan karyawan.
Harapan pembeli kepada pedagang:
- Pedagang menyapa pembeli
- Pedagang mengucapkan 'Terima Kasih' setelah selesai melakukan transaksi.
- Kebersihan produk dan lingkungan yang bersih
- Pedagang tersenyum ramah
- Pedagang memahami pengetahuan tentang produk dengan baik
- Bersedia membantu dengan senang hati
- Merk produk menghadap ke depan
- Usahakan tidak mendisplay barang yang sama
- Tata dan atur barang agar terlihat penuh
- Cek tanggal kadaluarsa
- Barang yang dipajang terlihat oleh pembeli
- Jaga kerapihan penataan barang
Meniru dari Alfamart, megenali produk yang kita jual itu meliputi :
- Kemasan : pembungkus produk seperti kardus, botol, tetrapack, dll
- Jenis : baha dasar produk seperti cari, batang, krim, gel, sprey, dll
- Ukuran : Satuan isi/ berat suatu produk seperti kg, ge, ml, liter, dll
- Merk : nama atau identitas produk seperti : nuvo, ciptadent, dll
- Manfaat : kegunaan produk seperti mengobati sakit kepala, alat pencukur jenggot, dll
- Barcode/PLU : kode barang
- Expired Date : batas konsumsi produk. Apabila melewati tanggal tercantum akan menyebabkan resiko kesehatan secara langsung. contoh : EXP 060617
- Rasa : sifat atau cita rasa atau warna suatu produk
Itulah tiga cara yang bisa kita tiru dari Alfamart agar usaha ritel/eceran milik kita bisa sukses dan bertahan lama. Oiya, satu lagi yang bisa kita contoh. Jika kita perhatikan, setiap toko Alfamart itu pencahayaannya edun kan ya? Selalu terang benderang. Nggak ada toko Alfamart yang remang-remang atau menggunakan lampu yang redup. Ini karena Alfamart memakai sistem "Laron". Laron akan tertarik dengan cahaya yang terang. Konsumen juga agar tertarik dengan warung yang terang kan?
Demikian, semoga bermanfaat.
Sama halnya saat kita membeli sesuatu di sebuah warung. Pas nemuin penjualnya jutek, enggak ramah, seringnya kita akan mbatin "Ih, si ibu/bapaknya judes banget sih."
Lalu (kalau saya sih) enggak akan kembali untuk membeli di warung tersebut.
Jumat (24/11) saya ikut menyimak pelatihan Manajemen Ritel yang diadakan di Kantor Alfamart di Nanjung, Kota Cimahi. Pas kebeneran deket sama tempat tinggal. Pesertanya para pemilik UMKM. Ada sekitar 30 pemilih usaha retail yang hadir.
Usaha ritel(retail) a.k.a eceran adalah salah satu cara pemasaran produk meliputi semua aktivitas yang melibatkan penjualan barang secara langsung ke konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan bisnis. Organisasi ataupun seseorang yang menjalankan bisnis ini disebut pula sebagai pengecer.
Contoh usaha ritel : Alfamart, Indomaret, Yomart, Matahari, Hypermart, Kcircle, 7eleven, dll. warung sayur dan pedagang bakso/makanan juga termasuk ritel.
Pelatihan hari itu diisi oleh bapak Yogie Septiyana Rochman -Branch Trainer PT. Sumber Alfaria,Tbk.
Diantara pembaca blog ini, mungkin ada yang jadi penjual retail? Jika teman-teman ingin belajar dari kesuksesan Alfamart, berikut ini hal-hal yang mesti kita lakukan agar usaha ritel kita bisa sukses dan bertahan lama :
1. Pelayanan yang Baik
Pernah datang ke Alfamart? Setiap ada pembeli yang masuk, selalu disapa dengan ramah kan? Biasanya kasir selalu mengucapkan : "Selamat datang di Alfamart."Nah ini ngaruh juga lho sama psigologi pembeli. Jadinya pembeli akan merasa nyaman. Ya, kalau di warung kebutuhan pokok sehari-hari semacam warungnya Pak Lurah, ya nggak segitunya. Cukup disapa : "Mangga', Jang/Neng/Bu/Pak. Bade meser naon?" (Silahkan, Mas/Mbak/Bu/Pak. Mau beli apa?"
Kata pak Yogie, pelayanan yang baik mendatangkan keuntungan (profit) untuk perusahaan dan kesejahteraan karyawan.
Harapan pembeli kepada pedagang:
- Pedagang menyapa pembeli
- Pedagang mengucapkan 'Terima Kasih' setelah selesai melakukan transaksi.
- Kebersihan produk dan lingkungan yang bersih
- Pedagang tersenyum ramah
- Pedagang memahami pengetahuan tentang produk dengan baik
- Bersedia membantu dengan senang hati
2. Penataan Barang
Kalau kita datang ke warung yang penataannya amburadul, tentunya akan membuat bingung kan ya? Sabun dan makanan jadi satu, campur-aduk nggak karuan, jadi ragu-ragu mau belanja di warung tersebut. Coba kita belajar dari Alfamart dalam menata barang :- Merk produk menghadap ke depan
- Usahakan tidak mendisplay barang yang sama
- Tata dan atur barang agar terlihat penuh
- Cek tanggal kadaluarsa
- Barang yang dipajang terlihat oleh pembeli
- Jaga kerapihan penataan barang
![]() |
| pic source : tulisbaca.com |
3. Mengenali Produk
Meniru dari Alfamart, megenali produk yang kita jual itu meliputi :- Kemasan : pembungkus produk seperti kardus, botol, tetrapack, dll
- Jenis : baha dasar produk seperti cari, batang, krim, gel, sprey, dll
- Ukuran : Satuan isi/ berat suatu produk seperti kg, ge, ml, liter, dll
- Merk : nama atau identitas produk seperti : nuvo, ciptadent, dll
- Manfaat : kegunaan produk seperti mengobati sakit kepala, alat pencukur jenggot, dll
- Barcode/PLU : kode barang
- Expired Date : batas konsumsi produk. Apabila melewati tanggal tercantum akan menyebabkan resiko kesehatan secara langsung. contoh : EXP 060617
- Rasa : sifat atau cita rasa atau warna suatu produk
Itulah tiga cara yang bisa kita tiru dari Alfamart agar usaha ritel/eceran milik kita bisa sukses dan bertahan lama. Oiya, satu lagi yang bisa kita contoh. Jika kita perhatikan, setiap toko Alfamart itu pencahayaannya edun kan ya? Selalu terang benderang. Nggak ada toko Alfamart yang remang-remang atau menggunakan lampu yang redup. Ini karena Alfamart memakai sistem "Laron". Laron akan tertarik dengan cahaya yang terang. Konsumen juga agar tertarik dengan warung yang terang kan?
Demikian, semoga bermanfaat.

































