Showing posts with label Wisata Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Wisata Kuliner. Show all posts

30 May 2017

Mari Makan Ikan Asap di Gombal Asap Bandung

Saya pertama kali makan ikan asap itu beberapa tahun yang lalu. Waktu itu ada teman membawakan oleh-oleh setelah mudik. Ikan asap apa ya saya lupa namanya. Kemudian makan ikan asap yang kedua waktu saya mudik ke Cirebon. Cirebon adalah daerah pesisir utara Jawa. Banyak yang menjual ikan asap di sana. Saat itulah saya langsung jatuh cinta sama rasanya. Kini saya di Bandung. Tahu sendiri kan kalau Bandung mah jauh dari pantai tempat penangkapan ikan. Jadi di sini, ikan (termasuk ikan asin) adalah hidangan istimewa. Berbeda dengan di Cirebon atau di Purworejo. Makan ikan asin kayak orang miskin aja, begitu katanya. hahaha



Saya kira, di Bandung sini nggak ada yang jual ikan asap, lho. Selama ini saya belum pernah menemukan ada yang jual ikan asap di Bandung dan atau Cimahi. Pucuk di cinta ulam pun tiba, saya dapat undangan makan ikan asap di Gombal Asap. wow, memang Allah ngasih rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Kubahagia sekali! hehe

Nama tempat makannya (kataku sih) unik : GOMBAL ASAP
Kata mbak Cicil dan mas Indra ( pasangan suami-istri pemilik kedai Gombal Asap) nama Gombal Asap diambil dari akronim seGO saMBAL dan ikan ASAP. Karena mereka memang menyediakan nasi + sambal + ikan asap.

ikan kakap asap

Di sini, terdapat berbagai jenis ikan asap, diantaranya : ikan kakap, ikan tongkol, ikan kuwe/putihan, ikan bawal, ikan Pari/iwak Pe. Dan ikan asap favorit saya (serta pengunjung yang lain) adalah ikan Pe karena rasanya itu enak dan nggak ada durinya. (glek, nulis sambil berkali-kali nelen liur) *lap ences*

Khusus hari Minggu, Gombal Asap menyediakan menu lain dari ikan asap yaitu Mangut Iwak Pe. menu ini nggak kalah enaknya. Cocok banget dimakan dengan nasi panas dan sambal terasi. SURGA!!

Mangut Iwak Pe

 Keistimewaan  Gombal Asap :

1. Ikan didatangkan langsung dari kampung halaman mereka (owner) di Jawa Timur. Mereka mempunyai workshop pengasapan ikan sendiri. Pengasapan ikan mereka dihandle olah ahlinya, sehingga ikan asap yang dihasilkan rasanya enak.

2. Sambal
Khususnya sambal terasinya, karena terasi yang mereka pakai adalah racikan sang ibunda. Jadi nggak ada di tempat lain.
Sambalnya ada 4 jenis : sambal matah, sambal mangga, sambal terasi, dan sambal belimbing wuluh. Sayang sekali kemarin belimbing wuluhnya sedang out of stock jadi nggak bisa menyicipi sambal belimbingnya.
macam-macam sambal di Gombal Asap


3. Kampanye #MariMakanIkan yang turut mendukung kampanye yang dilakukan oleh Menteri Perikanan, bu Susi Pudjiastuti.
Manteman tentu sudah mengetahui sendiri , kan ya, tentang tweet dan video Ibu Mentri Perikanan (?) Kalau belum tahu, sila googling saja. :)
Ungkapan bu Susi fenomenal sekali dengan jargon :

"Ayo makan ikan! Yang tidak makan ikan, saya tenggelamkan!"
~ Mentri Perikanan Susi Pudjiastuti.

mbak Cicil (owner Gombal Asap)
Untuk bisa menikmati ikan asap + nasi + sambal, kita cukup merogoh kocek mulai dari Rp 29.000 sampai tak terhingga. Untuk ikan asap yang berukuran besar, harganya tergantung dengan bobot ikannya. Untuk bisa menikmati makan di sini berdua , kata mbak Cicil kira-kira Rp 60.000 sudah bisa menikmati ikan asap yang rasanya maknyus.

Dimana, nih, tempatnya?

Alamat : 

Gombal Asap 
Jalan Cibeunying Selatan no 33 Bandung
(area foodcourt / halaman Gudeg Banda )

Buka setiap hari : 
pkl 11:00 - 20:30 WIB

Instagram : @gombalasap
Facebook : Gombal Asap
SMS/WA  : 081939647496

28 May 2016

Kuliner Arab di Bandung, Nasi Kebuli Kambing di Kedai Grengseng

Dulu, duluuu sekali, saya pernah nggak suka sama kambing. Selain karena ‘bau’nya yang bengik juga karna rasanya pun nggak enak. Entahlah, mungkin karena cara memasaknya yang salah waktu itu.. Ditambah dengan anggota keluarga ada yang anti banget sama daging satu ini. Jadinya bertambah dech antipati sama kambing.

Informasi salah tentang kambing ,yang beredar di masyarakat, bahwa kambing menyebabkan kolesterol dan menaikkan darah tinggi, membuat orang-orang cenderung menghindarinya. Kamu termasuk yang punya persepsi kayak gini?

Bentar..Bentaaar..

Faktanya, bukan daging kambingnya yang membuat kolesterol naik, tapi cara mengolahnya : santannya (pada olahan gule/kari), minyaknya, lemak, jeroan atau gajihnya yang ikut dimasak. 
Faktanya lagi, ibu hamil yang ingin anaknya cerdas, konsumsilah olahan daging LAMB (yaitu daging kambing muda yang berumur 5 bulan-an). Ini bagus banget dan mengandung protein tinggi.

Bandung, 25 Mei 2016... Siang yang hareudang, dan mendung tetap mengintai dari atas sana.

Pengen makan siang yang sedikit beda dari biasanya tapi teteup nasi ( biasalah orang Indonesia, kalau belum makan nasi belum makan namanya heuheu). Berawal dari informasi seorang teman, ada satu tempat di Bandung yang menyediakan masakan Arab. Sepanjang saya hidup (#halah) saya nyicipin kuliner Arab baru beberapa aja. Saya pun penasaran dan menyambangi tempat itu. Kedai Grengseng.

Nggak susah menemukan tempat ini. Berada di sekitaran Dago, tepatnya di jalan Tubagus Ismail nomor 35a Bandung ( Indomart lantai 2 ). Kalau dari jembatan Pasupati, lurus ke arah utara. Pas nyampe perempatan Simpang Dago, atau perempatan yang ada McD nya pas di perempatan dari sini udah deket ke jalan Tubagus Ismail sebenernya. Tapi harus lurus ke utara sedikit lagi untuk putar balik. Kalau pakai motor, tempat putar baliknya nggak jauh, tapi yang pakai mobil memang agak jauh putar baliknya. Kalau sudah masuk ke jalan Tubagus Ismail, tinggal ikutin jalan aja. Berada di area Tubiz eat n chat Indomart lantai 2.  Indomart-nya ada si sebelah kiri jalan. Parkir aja di depan Indomart lalu naik ke lantai 2. Akses tangga ke atasnya memang sedikit sempit, nggak terlalu kelihatan kalau cuman sekilas. Tapi di atas tempatnya luas.


MAP menuju Kedai Grengseng di Tubiz Eat n Chat

Begitu masuk, hmm… suasananya tenang dan adem. Cocok banget ngajak keluarga ibu-ibu arisan, ibu-ibu pengajian, atau ngajak gebetan makan di sini. Enak buat ngobrol santai atau ngerjain tugas kuliah. Yup, disini banyak dedek-dedek gemes karena dekat dengan kampus.

Beruntung saya bisa berkenalan dengan pemilik Kedai Grengseng ini, kak Ziria atau biasa dipanggil Ria. Kak Ria yang keturunan Arab menekuni dunia kuliner sudah lama, namun baru membuka Kedai Grengseng ini sejak April 2016 lalu ( masih baru, 2 bulanan ) . Karena kecintaannya terhadap kuliner Arab jadilah menu ini : Nasi Kebuli Kambing khas Arab yang sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia.
.
Ngobrol langsung dengan pemilik kedai, menambah wawasan tentang kuliner yang satu ini.
“ Nasi Kebuli Kambing ini, memang kuliner Arab yang khas dengan rempah-rempah. Tapi di sini, sudah disesuaikan takaran rempahdan bumbunya sehingga cocok dengan lidah Indonesia.”

Kambing yang dipakai adalah kambing muda yang berusia sekitar 5 bulan. FYI, daging kambing muda itu mengandung protein tinggi yang baik untuk ibu hamil. Oiya, kalau nggak suka daging kambing, di sini bisa diganti dengan memesan nasi Kebuli Ayam.

Sebetulnya ada satu lagi menu unggulan Kedai Grengseng ini yaitu : Grengseng Kambing, yang diklaim kak Ria nggak ada di restoran manapun, Wow, eksklusif banget berarti ya... Grengseng Kambing ini merupakan menu ciptaan kak Ria sendiri. Nanti kapan-kapan mau nyicipin Grengseng Kambing ini aaah.

Sambil menunggu makanan utama, saya ngemil dulu salah satu cemilan, khas Arab juga, yang disediakan oleh kedai Grengseng. Namanya SAMOSA. Kalau di Indonesia, mungkin ini semacam martabak telor gitu. Karena di dalamnya terdiri dari potongan daging sapi, bawang daun, dan selalu berbagai macam rempah-rempah sebagai bumbunya. Kulitnya renyah kresss. Kata kak Ria kulit Samosanya ini juga bikinan sendiri.
Untuk satu porsi berisi 3 pcs Samosa yang gurih dan berasa rempahnya  ini dihargai 20 ribu rupiah.

SAMOSA, pacitan khas Arab

Nggak lama pesanan saya datang. Satu porsi Nasi Kebuli kambing yang aromanya menggoda selera sudah terhidang, melambai-lambai ingin segera dilahap.
Dengan cara pengolahan yang benar, Kebuli Kambing nggak ada bau-bau bengik seperti waktu duluuuu sekali saya makan olahan kambing. Ini dagingnya empuk banget! Rempahnya kerasa sebagai ciri khas masakan Arab walaupun samar-samar. Ya kan sudah diadaptasi dengan lidah Indonesia. Agar orang Indonesia tetap bisa menikmatinya. Selain rempah juga tetap ada taburan kismis-nya, layaknya kuliner Arab.



Satu porsi Nasi Kebuli Kambing dalam sekejap sudah masuk ke perut. Takaran porsinya sih cukup mengenyangkan untuk ukuran saya. Satu porsi dihargai Rp 25.000. Harga yang cukup terjangkau untuk ukuran kebanyakan Nasi Kebuli di Bandung yang rata-rata sudah dikisaran mapuluh rebu. .

Masih di dalam area Tubiz café, ada satu stand yang menyediakan minuman menyegarkan. Klop banget dinikmati saat makan siang yang cerah ceria ini. Ada tiga jenis minuman yang direkomendasikan dan menjadi favorit di Baba’s.


Timun Serut
Terdiri dari timun, melon,perasan  lemon, dan sedikit susu sebagai penghias. Rasanya manis segar. Manis dari melon dan segar dari ketimun dan perasan lemon. Untuk buka puasa, ini sehat dan menyegarkan. Kesegaran yang tak terlupakan ini dibandrol dengan harga Rp 12.000. 





Lemon Sensation

Ini cocok banget buat yang suka asem kayak saya. Saya pesan satu ini. Seger banget diminum setelah menyantap Nasi kebuli Kambing. Haeganya Rp 16.000.


Jus Leci

Dibuat dengan buah leci segar. Segar lho ya bukan kalengan. Kamu bisa menyeruput jus lecy ini dengan membayar Rp 14.500

















Aniway, kalau mau lihat lebih banyak menunya, intip aja di Instagram @kedaigrengsengkambing ya.

Kedai Grengseng
Tubiz Eat n Chat
alamat : jalan Tubagus Ismail nomor 35a Bandung ( Indomart lantai 2 )