Showing posts with label #beranilebih. Show all posts
Showing posts with label #beranilebih. Show all posts

22 April 2015

#BeraniLebih Cerewet

Ada nggak yang pernah dibilang : 
"Iiiiih, ibu ini cerewet banget, sih!"
"Lo bawel banget , sih!" 
"Yak ampuuun, ngomong sama kamu nggak habis-habis , deh!"

Kalau saya pernah. -__- 

Padahal saya dulunya itu pendiam dan pemalu. Waktu masih sekolah dan awal-awal lulus juga masih nggak - tahu - musti - ngomong - apa kalau ketemu sama orang. Bahkan ketemu temen akrab sendiri juga, saya lebih banyak mendengarkan cerita mereka dari pada saya yang ngomong. 

Engg, nganu... saya sih bukan nggak punya bahan cerita, tapi mungkin karena mulut saya nggak sinkron dengan isi kepala saya yang sangat rumit. bwahaha

Memang aneh. Sungguh ANEH !!
Saya sendiri juga nggak nyangka , teman-teman saya sampai bilang saya cerewet atau bawel.

Terus ada juga yang bilang, kalau sudah emak-emak apalagi sudah punya anak, ke"cerewet"an itu akan muncul secara otomatis. Bener nggak sih? Mungkin bisa jadi benar, walaupun ada juga ibu-ibu yang kalem dan jarang ngomong di rumahnya. Katanya males dan kitanya capek sendiri.
Sampai-sampai komunikasi kepada anggota keluarga nggak berjalan dengan lancar. Anak-anak nggak disiplin , semaunya sendiri, dan susah diatur. 

Nggak mau hal semacam itu terjadi, jadi semenjak punya anak, saya memutuskan #beranilebih cerewet . Saya pikir, cerewet itu penting dalam menjaga stabilitas dan keutuhan rumah tangga. (*duuh bahasanya ).
Terutama dalam mendidik anak. ya kan, ya kan? Iyalaah.

Misalnya dalam mendisiplinkan anak-anak, agar mereka bangun pagi, langsung mandi dan nggak terlambat pergi ke sekolah. Mendisiplinkan anak-anak biar selesai bermain, mainannya diberesin. Mendisiplinkan anak untuk beribadah tepat waktu. atau mengerjakan Pe Er sebelum pergi tidur. Pada awalnya (sebelum mereka menjadi disiplin) perlu dicerewitin juga, kan?
Kalau yang nggak perlu, *saya angkat topi* berarti suatu anugerah yang sangat luar biasa anda memiliki anak yang super keren.

Naaaah, terutama sekali, nih, cerewet kepada suami. Bagi saya dan suami yang perbedaannya sangat banyak, beda karakter, beda kesukaan, dan beda sistem. Pokoknya segalanya berbeda. Mendisiplinkannya lebih susah daripada mendisiplinkan anak-anak. Misalnya saja, mendisiplinkan agar selesai mandi handuknya nggak ditaruh dimana aja, atau pakaian yang kotor langsung taruh di keranjang cucian.
Kalau saya tanya kenapa kayak gitu , jawabnya : “Kan sudah ada yang beresin di rumah,” #gubraak.
Setelah 7 menikah, saya baru sadar kenapa nggak dari dulu cerewet, ya. :D

Oh well, cerewet itu mengasyikkan , kan? Menghilangkan stress dan membuat hidup bahagia. Bwahaha.



Facebook : Winursih UwienBudi


Twitter : @uwienbudi