![]() |
| My Stupid Boss |
Semacam disclaimer --atau curcol?
Saya termasuk yang males kalau nulis review film. Lebih suka sih sebatas ngomentarin aja di ending film atau drama yang habis saya tonton. Tapi, kali ini saya mau coba review film yang tayang perdana 19 Mei kemarin. My Stupid Boss.Siapa tahu ketagihan nulis review film, soalnya banyak film bagus yang udah saya tonton. kan sayang kalau ada diantara pembaca blog ini ada yang belum nonton. Dari film Indonesia, hollywood, sampai film Korea. #eh
Emang sih, kebanyakan film lama dan udah ada di inet HD-nya, jadi tinggal download. Bukannya nggak mengapresiasi. Apalah gue (((gue))) qiqiqi. Ibu rumah tangga yang selalu ada bocah dibelakangnya. :D
Oiya, baca review saya ini jangan berharap dapat reviewan yang cerdas dan bombastis. Tulisan saya ini cuma semacam komentar seperti yang biasa saya lakukan setelah nonton. Kalau ketemu yang bagus, akan saya komentari bagus, kalau jelek ya komentari jelek.
Oiya lagi, saya juga belum pernah baca novelnya dengan judul yang sama, My Stupid Boss.
Udaaah, intronya kepanjangaaaan. #ups
Oiya, baca review saya ini jangan berharap dapat reviewan yang cerdas dan bombastis. Tulisan saya ini cuma semacam komentar seperti yang biasa saya lakukan setelah nonton. Kalau ketemu yang bagus, akan saya komentari bagus, kalau jelek ya komentari jelek.
Oiya lagi, saya juga belum pernah baca novelnya dengan judul yang sama, My Stupid Boss.
Udaaah, intronya kepanjangaaaan. #ups
Sejak (nggak sengaja) lihat trailernya di Youtube beberapa bulan lalu, saya sudah memutuskan “Ok Fix!! Nanti harus nonton film ini.”
Gimana enggak, Trailernya aja bikin saya ngakak gak brenti-brenti. Apalagi filmnya! Saya sudah membayangkan sepanjang film bakalan mules-mules. Selain itu, karena pemerannya dua artis yang saya suka, Reza Rahardian dan Bunga Citra lestari. Kalau di film sebelumnya sukses membuat saya jatuh hati berkali-kali, bagaimana dengan yang ini? Kita lihat saja.
Gimana enggak, Trailernya aja bikin saya ngakak gak brenti-brenti. Apalagi filmnya! Saya sudah membayangkan sepanjang film bakalan mules-mules. Selain itu, karena pemerannya dua artis yang saya suka, Reza Rahardian dan Bunga Citra lestari. Kalau di film sebelumnya sukses membuat saya jatuh hati berkali-kali, bagaimana dengan yang ini? Kita lihat saja.
Dengan tekad dan azzam yang kuat, saya pun nyelipin uang belanja di bagian dompet yang paling dalam. Sambil terus berdoa dan ikhtiar colek-colek Abudi biar nanti diajakin nonton bareng. Pokonya saya keluarin semua rayuan maut untuk film ini. mhahaha
Finally, saya bisa nonton My Stupid Boss dengan cara yang asik. Uang belanja saya tetap utuh, gaes! Yeaaa!!
My Stupid Boss menceritakan seorang wanita bernama Kerani/Diana (Bunga Citra Lestari). Dia bekerja di sebuah perusahaan yang nggak jelas ‘juntrungan’nya. Di tempat kerjanya itu, Bossman (Reza Rahardian) si empunya perusahaan adalah orang yang nyebelin banget. Kalau kata para karyawannya, Bossman suka ngomong nggak jelas atau pake bahasa planet. haha, iya lah... si Boss suka pake bahasa Jawa sih, saya yang orang suku Jawa ngakak bangetlah dengan istilah-istilah lucu ( yang hanya saya dengar kalau lagi mudik ) . Saya saja melihat actingnya Reza pengen beneran jitak kepalanya yang botak dan melintir kumisnya yang kayak ikan lele itu.
Menghadapi Bossman yang kampret banget, membuat Kerani stress. Dia curhat ke suaminya (Alex Abbad ) yang notabene adalah kawan baik Bossman. Alhasil suami Kerani nggak bisa membela istrinya dong. Kerani makin stress karena semakin hari kelakuan Bossman semakin rese.Sampe pengen ngelempar bom molotop dan nyulik si Boss terus dilemparin dari atap gedung.
Disini saya ngakak dengan kelakuan kerani nempelin koyo di pelipisnya. Persis kelakuan saya kalo lagi stress uang belanja hampir habis. wkwkwk
Menghadapi Bossman yang kampret banget, membuat Kerani stress. Dia curhat ke suaminya (Alex Abbad ) yang notabene adalah kawan baik Bossman. Alhasil suami Kerani nggak bisa membela istrinya dong. Kerani makin stress karena semakin hari kelakuan Bossman semakin rese.Sampe pengen ngelempar bom molotop dan nyulik si Boss terus dilemparin dari atap gedung.
Disini saya ngakak dengan kelakuan kerani nempelin koyo di pelipisnya. Persis kelakuan saya kalo lagi stress uang belanja hampir habis. wkwkwk
Film ini, menurut saya, lebih pada curhat seorang karyawati yang punya bos absurd banget, sih. Bosnya itu bertindak semaunya sendiri, merasa selalu benar, dan kelakuan nyeleneh lainnya. Kalau di dunia nyata, sudah pasti akan stress berat tuh karyawannya. Tapi kisah mengesalkan ini dikemas apik sehingga menjadi sebuah film komedi yang fresh dan menghibur. Apalagi didukung acting pemainnya yang super banget.
Sekali lagi, film ini -dan tentu saja film-film sebelumnya- membuktikan bahwa Reza Rahardian bisa jadi siapa aja. Kalau sudah berakting pasti TOTAL. Salut banget deh.
Meskipun demikian, film ini ternyata nggak selucu trailernya. Saya belum sampai mules-mules karena tertawa, tergantung selera mungkin ya (ngakunya selera humornya tinggi). Karena saya sering nonton film komedi yang membuat saya ngakak mules sampai keluar airmata.
Sekali lagi, film ini -dan tentu saja film-film sebelumnya- membuktikan bahwa Reza Rahardian bisa jadi siapa aja. Kalau sudah berakting pasti TOTAL. Salut banget deh.
Meskipun demikian, film ini ternyata nggak selucu trailernya. Saya belum sampai mules-mules karena tertawa, tergantung selera mungkin ya (ngakunya selera humornya tinggi). Karena saya sering nonton film komedi yang membuat saya ngakak mules sampai keluar airmata.
Di ending cerita, penulis skenario sekaligus sutradaranya - Upi Avianto- menunjukan sifat Bossman dari sisi yang lain. Bossman yang baik hati dan berjiwa social tinggi sampai berencana memperbaiki Rumah Kebajikan ( Panti Asuhan ) dan meminta Kerani mengawasi plus mengatur pembangunan Rumah Kebajikan itu. Disinilah hati Kerani mulai luluh dan nggak jadi mengundurkan diri.
Di adegan ini pula hidung saya meler, sedikit terharu ceritanya. Tapi gak tau dengan penonton lain karena samping kanan kiri saya kosong.
Tentang Soundtrak
Film My Stupid Boss ini nggak membuat OST khusus. Sepanjang film cuma ada dua lagu yang saya dengar. Pertama “Gerimis Mengundang” dipopulerkan oleh Slam ( grupband asal Malaysia ). Lagu ini sangat popular di Indonesia di tahun 90an. Saya hafal betul lagunya karna dulu kakak saya punya kasetnya (((kaset))). Satu lagi adalah “Cindai”, lagu yang khas melayu banget.
Satu scene yang pake lagu Cindai ini, ketika Kerani berhasil ngerjain Bossman. Jadi sama suaminya Kerani, untuk menghadapi Bossman satu-satunya cara yaitu ubah mindset. Hadapi dengan santai kayak di pantai biar si bos merasakan kekesalan yang sama seperti yang Kerani rasakan. Sejak saat itu, Kerani menyatakan perang sama Bossman. Semua kelakuan Bossman yang ngeselin dia balas dengan sangat halus termasuk saat si Boss di Amerika. Kerani menelepon Bossman menanyakan ini itu saat di Amerika dini hari. Disitulah lagu Cindai diputar.
Semua karyawan ikut merayakan kemenangan kerani dengan joged-joged ala CInta dan gengnya saat SMA. Terwakili lah perasaan mereka (para karyawan) melalui lagu Cindai ini. Tapi jadi kayak film India. Tapi tenaang, joged-jogednya cuma sebentar kok. :)
Oiya, lagu penutupnya berjudul : "Burung Merak Diatas Tembok Siapa Dia Yang Tampak Elok"
Satu scene yang pake lagu Cindai ini, ketika Kerani berhasil ngerjain Bossman. Jadi sama suaminya Kerani, untuk menghadapi Bossman satu-satunya cara yaitu ubah mindset. Hadapi dengan santai kayak di pantai biar si bos merasakan kekesalan yang sama seperti yang Kerani rasakan. Sejak saat itu, Kerani menyatakan perang sama Bossman. Semua kelakuan Bossman yang ngeselin dia balas dengan sangat halus termasuk saat si Boss di Amerika. Kerani menelepon Bossman menanyakan ini itu saat di Amerika dini hari. Disitulah lagu Cindai diputar.
Semua karyawan ikut merayakan kemenangan kerani dengan joged-joged ala CInta dan gengnya saat SMA. Terwakili lah perasaan mereka (para karyawan) melalui lagu Cindai ini. Tapi jadi kayak film India. Tapi tenaang, joged-jogednya cuma sebentar kok. :)
Oiya, lagu penutupnya berjudul : "Burung Merak Diatas Tembok Siapa Dia Yang Tampak Elok"
Tentang Kostum BCL
Baju-baju BCL yang dikenakan di film ini seperti model baju jadul. Ah entah apa namanya kalau dalam bahasa fashion, hamba tak tau lah. Dulu saya waktu kecil punya loh model kerah baju yang seperti BCL kenakan di film ini. Tapi walaupun tampak jadul, BCL sangat cantik dengan kostum tersebut. Apalagi kostum saat berbelanja. Ditambah accecoris topi dan sling bag makin imuuuut banget!
Dari keseluruhan film My Stupid Boss ini, ada satu hal yang ingin saya tulis buat kamu yang punya boss nyebelin :
“Dibalik seorang Boss yang semprul dan kamfret, pasti ada sisi baiknya juga. Lo tinggal nunggu waktu aja untuk menemukan kebaikannya.”





