25 August 2026

Review ASUS ExpertBook Ultra: Ketika Laptop Bukan Sekadar Alat Kerja

Ada hari-hari ketika meja kerja saya terlihat seperti peta kecil kehidupan. Di satu sudut ada pesanan pelanggan yang belum selesai. Di layar laptop terbuka desain, email, WhatsApp, dokumen pekerjaan, dan bahan tulisan. Belum selesai satu pekerjaan, sudah muncul pekerjaan lain.

Lalu terdengar suara:

“Mamaaa…” dari si kecil Arda.

Saya menoleh.

Kadang Arda dan anakku yang lain hanya ingin bertanya atau ingin ditemani. Kadang cuma ingin nunjukin sesuatu yang menurut mereka sangat penting.


Begitulah kehidupan saya.

Saya menjalankan bisnis percetakan, mengelola Uwienbudi Creative Space, menjadi istri, ibu dari empat anak—Dhia, Akram, Arfan, dan Arda—dan di sela semuanya saya juga menjalankan peran sebagai public relations di komunitas Berkembang Bersama.

Kalau ditanya pekerjaan saya apa, saya sering bingung menjawabnya. Karena hidup saya gak punya satu kotak pekerjaan. Pagi bisa menjadi pengusaha, siang jadi ibu, sore ngurus komunitas, dan malam kembali menjadi istri dan ibu. Sering kali semuanya terjadi bersamaan.

Karena itu, bagi saya laptop bukan sekadar perangkat elektronik.

Ia adalah meja kerja yang bisa dibawa ke mana-mana.

Dan ketika ASUS memperkenalkan ASUS ExpertBook Ultra (B9406CAA) sebagai laptop bisnis flagship, saya tertarik melihatnya dari pertanyaan sederhana:

Apakah laptop ini benar-benar cocok untuk perempuan seperti saya yang punya banyak peran?



Ringan, tetapi Tetap Tangguh

Hal pertama yang menarik perhatian saya adalah mobilitas. ExpertBook Ultra memiliki bobot mulai dari 0,99 kg pada varian POLED, sementara versi Tandem OLED berbobot sekitar 1,09 kg. Bagi saya, itu berarti tas kerja yang lebih ringan. Soalnya tas saya bukan cuma berisi laptop dan charger. Ada dokumen, buku, barang pekerjaan, bahkan kadang barang anak.

Menariknya, ringan bukan berarti ringkih.

ASUS menyebut ExpertBook Ultra telah melalui 24 prosedur pengujian US MIL-STD-810H, termasuk pengujian ketahanan fisik dan tekanan hingga 100 kg dalam skenario tertentu.

Saya suka konsepnya: bukan laptop untuk dipajang, tetapi laptop yang memang siap diajak bekerja.




Layar yang Relevan untuk Pekerjaan Kreatif

Sebagai pemilik bisnis percetakan dan creative space, saya cukup sering bekerja dengan visual. Desain, foto, poster, konten media sosial, hingga presentasi. Karena itu, layar menjadi bagian penting.

ExpertBook Ultra menawarkan layar 14 inci 3K 2880 × 1800 dengan rasio 16:10. Pada konfigurasi Tandem OLED, kecerahannya mencapai 1.400 nits HDR peak, mendukung 100% DCI-P3, touchscreen, anti-glare, serta VESA DisplayHDR True Black 1000.

Bagi saya, ini bukan sekadar membuat laptop terlihat cantik.

Saat bekerja di Creative Space, rumah, ruang meeting, atau bahkan di luar ruangan, layar yang terang dan nyaman dilihat tentu sangat membantu.

Multitasking yang Memang Saya Butuhkan

Ada satu kata yang paling menggambarkan pekerjaan saya: multitasking.

Bisa mengerjakan proposal sambil membalas pelanggan. Membuka desain sambil berdiskusi dengan tim. Meeting sambil mencatat. Lalu tiba-tiba menjawab pertanyaan anak.

ExpertBook Ultra hadir dengan pilihan prosesor hingga Intel Core Ultra X9-388H, dengan NPU hingga 50 TOPS untuk pemrosesan AI. Tersedia pula RAM hingga 64 GB LPDDR5X dan storage hingga 2 TB PCIe 5.0 NVMe SSD, tergantung konfigurasi.

Buat saya, angka-angka ini baru terasa berarti ketika diterjemahkan ke pekerjaan sehari-hari: lebih leluasa membuka banyak aplikasi, mengolah file besar, dan menjalankan berbagai pekerjaan tanpa harus terus-menerus menunggu perangkat. no lemot lemot club!




AI yang Bisa Membantu Pekerjaan

Saya selalu punya pertanyaan ketika mendengar kata AI:

“AI-nya bisa membantu saya apa?”

Pada ExpertBook Ultra, fitur seperti ASUS AI ExpertMeet dapat membantu transkripsi, penerjemahan, dan optimasi kamera berbasis AI.

Sebagai PR komunitas, ini menarik. Dalam meeting, saya tidak hanya perlu mencatat apa yang dikatakan orang. Saya juga perlu memahami pembicaraan, menangkap keputusan, dan memikirkan langkah berikutnya.

Kalau teknologi bisa membantu mengurangi pekerjaan administratif, saya bisa lebih fokus pada komunikasi itu sendiri.


Port Lengkap, Tidak Banyak Drama

Saya juga tidak suka membawa terlalu banyak dongle. ExpertBook Ultra menyediakan dua Thunderbolt 4, dua USB-A 3.2 Gen 2, HDMI 2.1, dan audio jack 3,5 mm.

Untuk saya yang sering berpindah tempat, ini terasa praktis. Datang ke meja kerja, sambungkan perangkat yang diperlukan, lalu lanjut bekerja.

Selain itu, perangkat ini mendukung Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6.0, yang relevan untuk pekerjaan yang sangat bergantung pada koneksi internet.


Baterai dan Keamanan

ExpertBook Ultra menggunakan baterai 70 Wh dan ASUS mengklaim daya tahan hingga 26 jam dalam kondisi pengujian tertentu. Pemakaian nyata tentu bergantung pada konfigurasi dan beban kerja. Untuk saya, baterai besar berarti lebih fleksibel ketika bekerja jauh dari stopkontak.

Namun ada satu hal lain yang semakin penting bagi saya: keamanan data.

Data pelanggan, file desain, dokumen bisnis, materi komunitas, dan berbagai informasi pekerjaan semuanya tersimpan secara digital.

ExpertBook Ultra membawa ASUS ExpertGuardian, TPM 2.0, Windows Hello, fingerprint, privacy shutter, serta perlindungan BIOS pada konfigurasi tertentu.

Bagi saya, keamanan bukan fitur yang keren karena terdengar canggih. Keamanan penting karena data adalah aset.


Jadi, Apakah Cocok untuk Saya?

Jawaban saya: cukup masuk akal, terutama untuk kebutuhan profesional.



Saya melihat kekuatan ExpertBook Ultra bukan pada satu fitur saja, melainkan kombinasi:

ringan, kuat, performa tinggi, layar premium, AI, konektivitas lengkap, dan keamanan bisnis.

Tentu laptop flagship seperti ini bukan untuk semua orang. Jika kebutuhan hanya browsing, mengetik dokumen sederhana, dan pekerjaan ringan, spesifikasi setinggi ini mungkin terasa berlebihan.

Tetapi untuk orang yang pekerjaannya melibatkan banyak aplikasi, file kreatif, meeting, mobilitas, dan kebutuhan keamanan, kelas perangkat seperti ini mulai terasa relevan.

Karena pertanyaannya bukan hanya:

“Apakah laptop ini mahal?”

Tetapi:

“Apakah perangkat ini sebanding dengan nilai pekerjaan yang saya lakukan dengannya?”


Karena yang Saya Beli Bukan Hanya Laptop

Pada akhirnya, saya kembali ke meja kerja.

Ada laptop. Ada printer. Ada kertas. Ada pekerjaan.

Dan mungkin sebentar lagi terdengar lagi:

“mamaaa…”

Saya tahu saya akan menoleh. Karena saya adalah ibu. Setelah itu mungkin saya kembali ke layar, karena saya adalah pengusaha. Nanti ada pesan dari komunitas, karena saya juga bagian dari Berkembang Bersama.

Begitulah hidup saya.

Saya gak sedang menjalani terlalu banyak kehidupan. Saya hanya menjalani satu kehidupan yang memiliki banyak peran. Dan saya percaya teknologi yang baik bukan teknologi yang membuat kita bekerja tanpa henti. Teknologi yang baik justru membantu kita bekerja lebih efektif, sehingga kita punya lebih banyak waktu untuk kembali kepada hal-hal yang penting.

Kepada anak-anak, pasangan, komunitas, daaan kepada diri sendiri.

Karena di antara suara printer, notifikasi pesan, desain yang harus selesai, dan empat anak yang memanggil, saya tetap ingin punya ruang untuk menjadi saya.

Bukan hanya perempuan yang bekerja.

Bukan hanya pemilik bisnis.

Bukan hanya ibu.

Tetapi seorang perempuan yang terus berkembang.

Dan mungkin, seperti laptop yang saya bawa ke berbagai sudut kehidupan, saya pun sedang belajar melakukan hal yang sama:

tetap ringan, tetap kuat, terus bergerak, dan tetap punya ruang untuk bertumbuh.

Seperti ASUS yang terus berinovasi, semoga tahun ini ASUS menjadi nomor 1, begitupun saya... lebih banyak mengambil keputusan dan mengurangi overthinking.

This entry was posted in

0 komentar:

Post a Comment

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. :)
Mohon maaf komentar dimoderasi karena banyak spam yang masuk.