1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

18 March 2017

Saya Ibu yang Mengupload Foto Anak

"Saya ibu yang mengupload foto anak" 

Dengan meledaknya kasus kejahatan dan kekerasan pada anak baru-baru ini, membuat banyak orang tua yang sudah terlanjur memposting foto-foto anaknya merasa menyesal. Berbuntut dengan tindakan hapus satu demi satu foto anak yang sudah diupload di media sosial. (walaupun rasanya sayang banget, karena itu kenangan)

Himbauan dari lembaga perlindungan anak terus mengalir. Peringatan dari teman-teman pun sudah sering berseliweran di timeline. Niatnya baik, yaitu mengingatkan agar orang tua agar nggak kebablasan mengekspos anak sendiri. Ada dengan cara yang santun namun ada pula yang dengan marah-marah menjudge orang tua tidak sayang anak dan sebagainya. Ada pula yang mendoakan anaknya kenapa-napa baru tahu rasa. Oh My, kita abaikan dulu ya komentar yang bikin dada panas.

pixabay

Saya pun merasakannya. Jujur, saya sendiri sering upload foto anak-anak saya ke media sosial. Saya merasa baik-baik saja karena sebelum mengupload suatu foto, saya sudah pertimbangkan kepatutannya dan keamanannya.
- Setting privasi untuk teman tertentu saja.
- Tidak memposting foto anak sedang telanjang atau yang mempermalukan anak.
- Tidak menyebutkan secara detail alamat rumah. Termasuk nama dan alamat sekolah, nama tempat les.
- Tidak menyebutkan secara detail jadwal kegiatan anak secara publik. 
- Tidak perlu update banget/upload foto anak disaat kejadian di dunia nyata. Kalau saya memilih untuk menunda, misalnya fotonya sekarang, upload besok atau kapan-kapan.

Lalu begitu membaca kasus kejahatan seksual pada anak di dunia maya, saya merasa sebagai pendosa membaca tulisan seseorang yang dengan "nada" marah-marah kepada orang tua yang mengunggah foto anaknya ke media sosial. 
*ciee baper, curhat ya Wien?* Iya, saya kok merasa jadi horang tuwah yang sangat nista karena mengupload foto anak.

pixabay


Bagi orang tua yang menjadikan facebook seperti album foto anak-anak, akan sayang sekali jika harus menghapusnya. Karna tujuannya ya cuman itu tadi : menyimpan foto agar tidak hilang. Kalau disimpan di handphone atau laptop/komputer kan suatu saat bisa rusak atau hilang. Ini saya alami sendiri. Memory komputer 1 tera berisi semua foto kenangan yang jumlahnya ribuan, serta downloadan drama dan film yang mencapai beratus-ratus judul tiba-tiba rusak. Udah deh tamat. :( 
Ya kalau film masih bisa dicari atau download lagi. Lha kalau foto kenangan? kan nggak bisa mengulang ke jaman waktu kecil lagi. hiks hiks 
Jika diunggah di sosial media, kita bisa melihat lagi foto-foto kenangan jaman dulu. Bisa sih dengan alternatif lain yaitu upload di penyedia seperti drobbox dan google drive. Tapi ini gak semua orang paham cara penggunaannya. 

Kalau kita kaji lebih banyak, kejahatan seksusal pada anak tidak hanya terjadi baru-baru ini kok, namun dari dulu juga sudah ada. Karena sekarang ini pengguna sosial media sudah semakin banyak, maka untuk satu berita mudah sekali heboh, menjadi viral dan terblow up tak terkendali. Gemparlah negara api.

Untuk para orang tua yang tetap ingin mengupload foto-foto anaknya, lakukan beberapa hal ini yuk agar anak tetap aman.

1. Tinjau lagi pengaturan privasi di facebook.

Facebook telah menyediakan fitur pengaturan privasi lho. Manfaatkan itu untuk memilah siapa saja yang bisa melihat kiriman kita. Jangan semua kiriman disetting publik, karena semua orang termasuk yang nggak login facebook bisa melihat kiriman kita.
Jika sudah terlanjur banyak foto-foto kece si anak bahkan sudah menjadi albun foto keseharian anak, kan sayang banget ya kalau mau menghapus semua foto itu. Kalau saya sih nggak usah dihapus, cukup ubah privasi saja menjadi hanya saya atau teman dekat yang sudah kita pilih.

2. Pilah kategori teman

Ini juga sudah disediakan sama facebook. Bagi orang tua yang menjadikan facebook hanya untuk menjalin silaturahmi dengan teman lama, lebih baik tidak konfirmasi permintaan pertemanan dari orang yang tidak dikenal. Berhati-hati karena sekarang banyak sekali akun-akun palsu.
Jika facebook dijadikan ladang menjemput rezeki, pasti di daftar teman banyak yang enggak kenal,  seperti akun saya. hehe

3. Membuat akun pribadi anak

Kalau album foto anak di facebook pengaturan privasinya sudah 'hanya saya', giliran di instagram nih. Kita bisa membuat akun sendiri khusus untuk mengupload foto anak di instagram, lalu digembok. Dan jangan izinkan siapapun follow selain keluarga sendiri (hanya ayah/ibu). Catet, jangan izinkan siapapun follow akun IG khusus anak kita walaupun itu teman yang sudah kenal di sosial media. Ingat! Teman masih bisa makan teman. (hihihi piiiss)
Jangan juga paman/bibinya karena dalam kasus pedhopil yang sedang heboh ini pelakunya adalah paman dan tetangga dekat.
Nah di akun ini kita bisa bebas mengupload foto anak sebanyak yang kita mau. Tapi tetap ingat amankan akun yaaa... karena akun media sosial bisa dihack atau diambil alih oleh orang-orang yang nggak bertanggung jawab jika password dan lain-lainnya nggak secure. Ganti password secara berkala, kalau bisa yang rumit. Mudah lupa password? tulis password di suatu tempat tapi jangan di handphone.

Saya pun bikin akun IG anak untuk menyalurkan hasrat upload foto anak yang menggebu-gebu. Yang punya anak kecil mungkin memahami ini, lucu dikit - cekrek - upload. Perasaannya hampir sama dengan penggemar Kpop/Kdrama yang pengen setiap saat nge-ship bias. (Abaikan kalimat terakhir, cuma penggemar drakor yang tahu XD )


51 comments:

  1. aku jg niatnya gtu upload krn uda kejadian 2x leptop rusak hangus semua foto yg kesimpen mau dicetak mayan mahil harganya mba hahahha makanya upload eh ada kejadian kek gini yo wis aku mau bikin ig yg kek mb blg

    ReplyDelete
    Replies
    1. hu uh, kalau udah rusak dan foto gak kebackup, nyesel tiada kira.
      yaudah gih bikin. :D

      Delete
  2. ma kaish ya mak, udah diingtakan...semoga saya juga gak gampang crek2

    ReplyDelete
  3. Aku srng upload foto anak..soalnya anak2 jauh lebih fotogenic dibanding emaknya..☺
    Buat nyimpen aja sih mb utamannya. Soalnya klo dicetak juga justru cepat rusak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. anak dari sudut mana aja tetap gemesin ya, makanya kita harus simpan dgn hati2

      Delete
  4. Waah makasih udah diingatkan :) aku pake teknik foto sekarang, ngepost nanti-nanti (karena lupa Wkwkwk)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kadang lupa ada baiknya juga :)

      Delete
  5. Gak apa-apa wajar upload foto anak. Tapi jadinya skrng lebih waspada. Malah keterlaluan yg nilai2 orgtua gak sayang anak karena upload foto anak. Mana nyangka bakal banyak predator gitu kan ya. Kalo saya udah 2 taun ini gak kasi liat foto anak hadap depan close up mukanya jelas. Dr jauh aja, dr samping, atau yah disiasatin dikit. Sesekali mah gpp kayaknya upload foto anak. Palingan setting pertemanan diatur ulang spt yg udah dibahas di tulisan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. oke sip teh, aku juga mulai siasatin dgn cara yg teh Ulu sebutin

      Delete
  6. Aku sih jg msh mba upload foto anak, walo jarang yaa. Tp kalo utk niatnya kenangan, aku biasa nyimpen di flickr :D. Jd ga ilang kalo ntr kenapa2 ama pc kita.. Back up nya di googledrive sih

    ReplyDelete
  7. Kalau masih mengingatkan dengan cara baik, gak apa-apa lah. Tapi kalau udah marah-marah, ngejudge, apalagi sampe mendoakan jelek beneran tega banget itu, sih.

    Saya juga masih suka upload foto anak. Setujulah dengan postingan ini. Mengupload fotonya pun gak sembarangan. Tetap ada prinsip kehati-hatian dan etika saat mengupload

    ReplyDelete
  8. Saya juga. Jadikan album..Krn HP dan memori ga bisa dipercaya. Bisa rusak sewaktu waktu dan mmg kejadian..Untung foto anak disimpan di Fb..Ada teman yg sok mau simpan di FB..Ribuan foto anak dia hilang seiring iPhone tamat riwayat :( nice sharing Mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama ya, upload untuk menyimpan foto. jadikan 1 album dan gembok :)

      Delete
  9. Aku pun sering nyimpen foto bias akuh diam-diam tanpa aku share.
    Haahha....komen paling ga nyambung!


    ^^

    Aku juga share foto bahkan video anak yang unyu-unyu.
    Hanya untuk pencitraan.
    #eh untuk dokumentasi.


    Semoga Allah melindungi kita dari kejahatan yang tampak ataupun yang tidak tampak.
    Aamiin.

    ReplyDelete
  10. kalau aku membedakan foto mana yang untuk dipamerkan dan untuk disimpan (spt foto2 anak). bila disimpan lebih prefer taruh di USB, bkn sesuatu yg membutuhkan server...krn walaupun kita nggak pernah bisa kontrol siapa dalam lingkar pertemanan keluarga yang akan menyebarkan "what goes on the Internet stays on the Internet". Untuk yang niatnya ingin dipamerkan (biasanya bkn foto anak)...baru di upload. Itu saja ada levelnya, yang antar keluarga, teman, umum...tapi aku nggak menjudge siapa yg mau mengupload foto anak di internet, ya krn bila seseorg yg tetap ingin mengupload anggap itu bukan masalah kenapa musti kita yg ribut hehehe...tapi nggak tahu ya kalau suatu saat anak yg difoto sdh bisa protes, kalau waktu kecil kan dia belum mampu (krn itu kita yang mewakili haknya)...suatu saat dia besar, bisa saja salah satu anak teman/saudara sepupu melihat foto anak kita yg bisa dijadikan bully...walaupun itu foto yang sangat aman...tp anak2 sll punya bahan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin nanti kalau anak udah besar kita bisa kasih lihat ya ke anak foto-foto jaman dulu. Lalu tanya pendapatnya mau diapakan foto-fotonya ya (?). Anak-anakku masih kecil, jadi yaa betuk sprt yg mbak Fiberti bilang, kita yg harus menjaga hak2 anak.
      makasih sudah memberika. pendapatnya. :)))

      Delete
  11. Aku yo masih Teh upload foto anak, tapi udah gak seheboh dulu waktu pertama punya bayi.. hihihi

    ReplyDelete
  12. Aku juga upload foto Mba', tapi juarang banget, seringnya yg keliatan punggung atau nggak jelas mukanya. Biasanya kalau foto2 yang jelas mukanya, aku kirim ke grup whattsapp keluarga. Eh, tapi ada paman juga ya pelakunya. Duh, jadi bingung.. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. intinya sih tetap waspada dan perhatian lebih banyak dari biasanya kpd anak, kak :)

      Delete
  13. Aku juga hobi upload foto anak Mbak di IG. Sekarang agak mengurangi saja sih. ngeri juga lihat berita yg sereeeemmm kayak gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku tetep upload, atuda punya anak kok lucu gini. tapi ya itu tadi di akun IG bergembok. Kalau akun saya jarang banget, krn followernya banyakan gak kenal

      Delete
  14. (( Hasrat motoin anak setara dengan hasrat ngeship bias ))

    Setuju !!

    Hahaha... aku kemarin2 iya gitu mbak win, sukaaa banget ngapload foto anak tanpa filter. Tp sekarang ga berani lagi, aku setuju dg langkah2 aman dr mba win ini, trus satu lagi yg aku tambahin ga posting data pribadi ortu jg di medsos, yg namanya org jahat itu punya seribu cara utk mencari keberadaan anak dr info pribadi orangtuanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah iya ini. betul banget. makasih banyak sudah nambahin mbak. :*

      Delete
  15. Iya, mak. Media sosial bisa kita atur privasinya ya. Saya juga ada bikin album khusus yang hanya saya yang bisa lihat di fb. Buat naruh2 foto. Jangankan hilang, kadang kalau ganti hape atau laptop aja malas mindahin foto. Kalau diupload ke fb atau ig tinggal buka :D

    ReplyDelete
  16. belum punya anak
    tapi aku juga sering unggah foto anak2 di kelas
    yah semoga gak ada kejadian mengerikan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin... kita kan berharapnya dan berdoanya selalu yang baik-baik kan mas. jadi ya memang gak ada yg bisa menyangka ada kejahatan pada anak berawal dr sosmed.

      Delete
  17. Akunnya juna juga privasiiii

    Hehehe

    ReplyDelete
  18. Akhir-akhir ini upload foto anak yang gak kelihatan jelas wajahnya. Lebih berhati-hati. Sementara yang sudah terlanjur diupload tak hapus.

    ReplyDelete
  19. Aku suka gitu jg mba, fotonya kapan updatenya kapan.. hehe :) Aku sndiri memang agak menghindari update status lagi di mana..

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku kadang masih khilaf tag tempat >_<

      Delete
  20. Aku juga suka upload foto Amay Aga Mba.. Tujuannya sama sih, biar ngga hilang.

    ReplyDelete
  21. Wah rame baca pendapat mami-mami yg lain ya, kalo saya dan suami kayaknya bakal lebih memfilter mana yg harus di ekspos atau tidak, jangan sampai mengganggu privacy anak hihi. Semua ortu punya hak dan kebijakan ya Teh, bener bgt jangan sampe liatin alat kelamin anak huhu, ide simpan dan setting only me boleh juga^^ tfs ya Teh :)

    ReplyDelete
  22. makasih banyak mbak win, aku jadi diingatkan lagi untuk mulai setting privacy saat upload foto anak. Yg lama lama aku sudah gembok. Dan setujuh banget, klo upload foto enggak pas di tempat umum.

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih sudah baca mbak Astin. :)

      Delete
  23. Kalau untuk backup, google drive gitu rasanya lebih tepat Mbak daripada di socmed. Lebih enak buat buka folder ya :D

    Pelajaran juga nih buat saya untuk lebih mengamankan data. Makasih sudah sharing Mbak ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyap, yg belum diupload di sosmed simpennya di google drive.
      makasih sudah mampir,mbak.

      Delete
  24. Saya jg masih majang foto anak mbak, tapi akhir2 ini lbh sering pasang foto yg backgroundnya lbh gedhe ketimbang foto anaknya, kalau gak gtu yg nampak samping atau belakang.

    ReplyDelete
  25. Bila perlu fotonya pakai watermark juga biar kalau ada yang curi foto jadi ketauan hehe

    ReplyDelete
  26. Halo mb, saya juga termasuk ibu yg mengupload foto anak nih, gimana yaa susah move on kalau nggak upload perkembangan anak
    tapi saya setuju sih, harus atur privasinya jg

    ReplyDelete
  27. Aku juga unggah foto anak mak, diatur privasinya

    ReplyDelete
  28. Aku juga e mbak.. Anakku lebih kamera face...gimana dong...☺☺

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah membaca dan berkomentar. :)