25 December 2014

Membuat Longdress dari Kemeja

 Assalaamu'alaikum....

Hari libur ini, Dhia minta dibikinkan gaun panjang. Katanya biar kayak princess di film kartun. Dan saya pun dapat ide biar nggak usah beli kain lagi (yang ujung-ujungnya adalah NGIRIT :p ) jadi saya cari-cari di lemari, pasti ada pakaian yang bisa didaur ulang.

Ketemulah kemeja Abi yang udah nggak dipakai. (kemeja yang masih utuh nggak kefoto euy, main langsung potong aja) Tapi pasti kebayang, kemeja batik lengan pendek.

kemeja yang kayak gini
Alat-alatnya hanya gunting, jarum dan benang jahit, pita untuk aksesoris.
Caranya juga mudah, pertama gambar gaun yang diinginkan, lalu gunting. (lihat gambar) Langsung terlihat , kan, bentuk gaunnya?
Abaikan Akram yang lagi cengengesan

Lalu, jahit pinggirnya.
Untuk pemanis, ikatkan pita warna orange di pinggang.
Selesai.
Baju panjang baru, uhuii 
Nggak pakai mesin jahit juga bisa. Itu juga dijahit biasa pake tangan. Mudahkan? hanya butuh kemauan saja.

20 December 2014

Ngomongin Persalinan yang Biasa-Biasa Aja

Assalaamu'alaikum

Halo Mom... Apa kabar? Semoga Mom selalu dalam keadaan sehat lahir batin. Semoga Mom diberikan rasa berkelimpahan.
Ijinkan saya kali ini bercerita tentang persalinan anak pertama saya, ya Mom.

Saya menikah di tahun 2008 saat usia saya hampir 21 tahun. Selang tiga bulan, saya telat haid. Namun karena dari sebelum nikah, saya memang sering telat jadi saya tidak mengira bahwa saat itu sudah 'isi'. Saya merasa badan saya cepat sekali capek. Sering pusing, mual, nggak nafsu makan. "Ada apa ini dengan badan saya?" pikir saya waktu itu.

Setelah minum vitamin dan suplemen badan tak juga membaik, akhirnya saya memeriksakan diri ke dokter. Awalnya saya mengantri di dokter umum. Lalu seorang teman yang bekerja di klinik itu menghampiri. Setelah mengobrol agak lama, beliau menyarankan agar saya tes urine saat itu juga. Dan nggak menyangka bahwa hasilnya positif.

*sampai disini cerita masih biasa banget*

Saya dan suami pulang dengan perasaan campur aduk -saya saja ding, suami mah seneng-seneng aja- antara senang dan kaget karena belum siap. Ketika sesaat setelah menikah, aku berdo'a kepada Allah agar punya anaknya setahun setelah menikah. Ini baru empat bulan menikah sudah dikasih. Jujur saya merasa belum siap karena pengin pacaran sama suami dulu.

Kehamilan pertama yang saya jalani biasa saja seperti kehamilan rata-rata ibu di dunia ini. Pagi-pagi, morning sickness, mual muntah sepanjang hari, lemah.

*iya, sih... biasa banget cerita loe Win*

Bulan-bulan kehamilan juga biasa-biasa saja, Mom. Gizi sangat tercukupi untuk saya dan janin. Periksa tiap bulan ke bidan, tanpa USG.

Tiba saatnya melahirkan, usia kandungan genap 40 minggu. Sore hari selepas maghrib air ketuban pecah dan saya masih di rumah. Biasa, namanya baru pertama kali saya nggak tahu kalau itu air ketuban. Kemudian ibu dan suami saya membawa saya ke rumah bidan. Nggak di rumah sakit dan nggak memakai metode apapun seperti yang banyak diceritakan Mom kepada saya.

Saat itu diperiksa oleh bidan masih pembukaan dua, namun air ketuban yang sudah pecah duluan Alhamdulillah masih mencukupi, kata bidan. Saya juga nggak terlalu paham waktu itu.

Bidan memperkirakan pembukaan sempurna pada dini hari dan bayi akan keluar esok pagi. Kontraksi sangat sering dan sangat sakit. saya harus kuat dan tetap selalu menyebut Asma-NYA. Sampai disini, proses pembukaan berjalan dengan biasa saja, nggak ada yang panik luar biasa, nggak ada yang jerit-jerit pula. Semua aman, tenang dan terkendali.

Jam sembilan bidan memeriksa, dan katanya sudah pembukaan sempurna. wah! Padahal baru dua jam yang lalu (jam7 malam) bidan memprediksi.
Dan jam setengah sepuluh malam, bayi perempuan sehat sempurna berhasil lahir tanpa kurang suatu apapun.  Rasanya, saat mengeluarkan bayi melewati jalan normal ituu... seperti menuangkan kolak pisang ke dalam mangkok, ma' PRUCUTTT.

Aneh!! Bener-bener aneh! Peristiwa yang biasa-biasa saja itu, sudah bertahun-tahun masih tetap tersimpan dalam ingatan. Itu, nggak habis pikir saya. hahaha

Oiya, kabar gembiranya... Allah benar-benar mengabulkan do'a saya. Yang mana? Setahun setelah menikah punya anak. Dan benar adanya, saat bayi itu lahir bertepatan dengan setahun pernikahan kami.
Allahu Akbar!!

"Tulisan ini diikutsertakan dalam GA Hamil dan Melahirkan ala Bunda Salfa"


*) Postingan yang gagal pokus, wong diharuskan cerita yang menginspirasi kok.. ini apa? :)))

12 December 2014

Ketulusan Kepada Para Pemimpin

Assalaamu’alaikum,
Selamat hari Jum’at .. mari kita rayakan hari ini!! ^^

Ngomongin tentang pemimpin, kalo yang lagi nge-hits saat ini adalah tentang Bapak Presiden Republik Indonesia , bapak Joko Widodo. Walaupun pilpres telah lewat namun nampaknya masih rame aja , nich di social media. Baru-baru ini di jagad twitter menjadi trading topic selama empat hari berturut-turut tagar/ hashtag #BukanUrusanSaya yang kemudian disusul dengan #EhBohongLagi . 

Memang,ya… rakyat Indonesia khususnya netizen sangat “perhatian” sekali dengan sosok bapak Joko Widodo. Jika kita gali lagi sepak terjangnya di kancah politik memang bikin kita bilang WOW (boleh sambil koprol, kok).

Saya tertarik ngomongin pemimpin lantaran saya juga ingin mempunyai rasa yang tulus mencintai pemimpin kita sehingga do’a yang keluar saat mendo’akan pemimpin adalah do’a-do’a  yang baik. Selain itu, ketertarikan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara / dunia politik bisa untuk mengasah salah satu dari tujuh Multiple Intelegent juga. Maka dari itu saya ungkapkan di awal agar kita bisa sama-sama belajar memiliki ketulusan terhadap pemimpin.

Bak dua orang yang saling mencintai, suami-istri ,suami sebagai pemimpin dan istri sebagai yang dipimpin, mereka pasti mengharapkan pasangannya tulus, kan? Menurut saya, tidak berbeda dengan kita dan presiden. Presiden yang memimpin dan rakyat yang dipimpin.

Seperti yang sudah kita tahu, Indonesia adalah Negara yang mayoritas penduduknya muslim. Jadi, pemimpin orang-orang muslim ( para penguasa, wakil-wakilnya, dan para ulama ) haruslah dari orang Islam sendiri  agar mereka ditaati.

Allah SWT berfirman : “Taatlah kalian kepada Allah, taatlah kepada Rasul dan penguasa dari kalian." ( QS An Nisa’ : 59 )

Ketulusan kepada para pemimpin adalah dengan menyukai kebaikan, kebenaran, keadilannya, bukan lantaran individunya.  Jika pemimpin itu baik, melalui kepemimpinannya kemaslahatan/kebaikan kita(rakyatnya) bisa terpenuhi. Dengan begitu, persatuan rakyat dibawah kepemimpinan mereka akan terwujud.

Ketulusan kepada para pemimpin, bisa dilakukan dengan cara membantu mereka untuk senantiasa berada dalam rel kebenaran, menaati mereka dalam kebenaran, dan mengingatkan mereka dengan cara yang baik. 
 Karena tidak ada kebaikan, bagi masyarakat yang  tidak mau mengatakan kepada penguasa yang zalim, “Anda zalim.”

Tidak ada kebaikan, bagi penguasa yang menindas rakyatnya dan membungkam orang-orang yang berusaha menasehatinya,yang lebih bahaya lagi jika para penguasa menutup telinganya rapat-rapat agar tidak mendengar suara-suara kebenaran.


 Dalam kondisi seperti ini,yang terjadi adalah kerendahan dan kehancuran. Nauzdubillah…

 Para Ulama

Ketulusan para ulama terhadap pemimpin dilakukan dengan jalan meng-counter berbagai pendapat sesat yang berkenaan dengan Al-Quran dan Sunah. Menjelaskan berbagai hadist, apakah hadist itu shahih atau dha’if.

Ulama juga mempunyai tanggung jawab yang besar untuk selalu menasehati para penguasa, ulama harusnya senantiasa menyerukan agar mereka berhukum  dengan hukum yang sempurna (hukum Allah dan Rasul-Nya). 

Jika mereka(ulama) lalai dalam mengemban tanggung jawab ini,hingga tidak ada satupun orang yang menyuarakan kebenaran di depan penguasa, maka kelak Allah akan menghisabnya. 
Nah! Dimintai pertanggung jawaban juga, kan?

Rasulullah saw bersabda, “Sesuingguhnya jihad yang paling mulia adalah mengatakan kebenaran di hadapan penguasa yang semena-mena.” 

Mereka juga akan dimintai pertanggung jawaban jika mereka justru memuji penguasa yang semena-mena, bahkan kemudian menjadi corong mereka.

Jika kita masih peduli akan kebaikan para pemimpin ,kita (rakyat) harus senantiasa mengingatkan mereka akan tanggung jawab tersebut, dengan bahasa yang baik. Juga tidak mencerca mereka, karena dapat mengurangi kewibawaannya dan menjadikan mereka bahan tuduhan.

Mari sama-sama berusaha memiliki ketulusan kepada pemimpin, kita do’akan agar pemimpin kita menjadi pemimpin yang adil jika mereka belum adil. Menjadi pemimpin yang tidak semena-mena terhadap masyarakat yang dipimpin. Sama-sama mengingatkan para pemimpin akan tanggung jawab besarnya.

Jangan bilang ini #BukanUrusanSaya.

08 December 2014

Ngomongin Vitamin C dan Sariawan

Vitamin C ( asam karbonat ) sangat bermanfaat bagi tubuh, yang paling popular adalah menjaga kekebalan tubuh. Maka dari itu banyak perusahaan farmasi yang memproduksi ini dalam bentuk tablet, pil, atau dalam bentuk minuman.

Padahal, Vitamin C alami bisa di dapat dari buah dan sayur, antara lain : jambu biji, kiwi, kelengkeng, papaya, stroberi, kubis, brokoli, paprika merah, tomat, cabe, jeruk, lemon, dll.

Di bawah ini, beberapa pengalaman saya berkenaan dengan vitamin C.

Kasus I : Sariawan

“Es, saya sariawan euy, sudah seminggu nggak sembuh-sembuh”
Esti menjawab, “Makan vit C aja.”
“Sudah makan vit C, tapi nggak sembuh juga.” -__-

Seringkali orang memahami, jika sariawan pengobatannya adalah dengan mengkonsumsi vitamin C. Namun ternyata ini anggapan yang keliru  dari sebagian orang. Karena sifatnya hanya mencegah sariawan- salah satunya- sementara untuk menyembuhkan/agar cepat sembuhnya adalah dengan mengkonsumsi vit B. Vit B bisa didapat dari pil vit B complek yang banyak dijual di apotek. Baru setelah sariawan sembuh, lanjutkan dengan konsumsi vitamin C agar mencegah sariawan datang kembali.

Kata simbah saya, kalau sariawan obatnya adalah cabe. Padahal simbah mungkin nggak tahu kalau cabe mengandung vitamin C yang banyak. Cara menyembuhkan sariawan menggunakan cabe adalah  dengan langsung menempelkan cabe pada mulut dimana ada sariawannya. Rasanya sangat perih, namun ini memang ampuh. Berani mencoba? :D

Tips :  Jika kamu termasuk yang sering terkena sariawan, coba periksa ke dokter. Jika sariawan sering dan banyak, kemungkinan karena virus/bakteri. Ini perlu penanganan khusus.

Kasus II : Menghilangkan Jerawat dan Kulit Berminyak

Dulu, wajah saya berjerawat parah. Sampai seluruh wajah tidak luput dari jerawat, kecuali mata dan bibir. Berbagai salon kecantikan khusus muslimah dan dokter kulit saya datangi demi sembuhnya jerawat batu yang membandel. Sudah habis berjuta-juta juga belum sembuh juga. Jika sembuh pun hanya sebentar saja, dan apabila obatnya habis maka jerawat akan tumbuh lagi.

Saya semakin heran saja karena setelah menikah pun jerawat masih saja meradang. Kan, katanya kalau sudah menikah, jerawat akan bersih dengan sendirinya. Oh, ini tidak terbukti pada saya.

Kemudian saya runut dari kejadian saat saya pertama kali tumbuh jerawat. Mungkinkah karena pelembab atau krim wajah yang saya pakai bertahun-tahun ini? Saya ini (waktu itu) termasuk orang yang nggak pe-de jika keluar rumah tanpa menggunakan krim wajah, jadi ketika saya memutuskan untuk tidak lagi memakai produk itu rasanya seperti belum mandi dua hari plus nggak pake deodorant pula.

Sebulan, dua bulan, saya sudah lepas dari krim wajah merek terkenal ini. Lalu, apakah saya membiarkan begitu saja wajah saya tanpa perawatan? NO! Saya tetap merawatnya dengan cara yang lebih alami. Yaitu membersihkan muka menggunakan jeruk lemon.

Caranya:
Setiap bangun tidur, saya bersihkan muka dengan irisan jeruk lemon. Sedikit digosokkan. Awal-awal rasanya perih sekali, karena wajah saya yang berjerawat dan banyak luka ( dari jerawat yang baru saja dipencet). Diamkan sebentar sampai kering kurang lebih 5-10 menit, kemudian bersihkan dengan air hangat. Tepuk-tepuk, lalu keringkan dengan handuk. Begitu juga saat menjelang tidur di malam hari.

Ribet?? Ada alternatif lain jika  saya sedang buru-buru mau pergi, yaitu membersihkan muka dengan rangkaian susu pembersih dan face toner yang mengandung lemon.

Ada persamaannya ,kan? Yaitu mengandung bahan yang terkenal banyak vitamin C nya. LEMON.
Proses ini tidak instant. Butuh waktu berbulan-bulan hingga jerawat hilang dan minyak di wajah juga berkurang. Tapi dengan ketelatenan dan kesabaran, saya tidak lagi keluar banyak duit untuk ke salon atau ke dokter kulit.
Lalu, untuk pelembabnya saya juga beralih dari yang merek terkenal itu ke produk yang mengandung lemon juga.

Tips :
-  Agar wajah yang berjerawat tidak iritasi, saat menggosok kulit menggunakan irisan lemon jangan terlalu keras. Cukup oleskan secara melingkar ke seluruh wajah dan leher
- Selain lemon, kamu bisa menggunakan buah lain yang lebih murah seperti tomat atau papaya. Caranya sama seperti di atas.

Kasus III : Memutihkan Kulit
Kalau saya baca artikel di beberapa majalah atau situs, ada satu cara khusus memutihkan kulit tubuh secara cepat, yaitu dengan cara menyuntikkannya ke dalam tubuh. Kalau ini harus dilakukan oleh doter/ahli kecantikan khusus. Dan perlu diketahui, suntik vitamin C bisa berbahaya jika dilakukan bukan oleh ahlinya. Bisa overdosis dan menyebabkan berbagai penyakit, seperti batu ginjal dsb. Jika kamu berniat memutihkan kulit dengan cara ini, sebaiknya cek ricek kondisi tubuh terlebih dahulu karena tidak semua tubuh dapat menerimanya.

Tips :
- Bersyukurlah dengan kulit sawo matang sebagai ciri khas bangsa melayu. Walaupun cokelat atau sawo matang, jika dirawat dengan baik akan terlihat eksotik bukan?

- Jika masih ingin tetap memiliki kulit putih, pakai bahan alami saja seperti bengkuang. Buat krim lulur sendiri dengan cara memblender bengkuang. Bengkuang dipercaya mampu memutihkan kulit.

Semoga bemanfaat.

Artikel ini diikutsertakan pada Giveaway Merawat Kecantikan dengan Vitamin C 
disponsori oleh Stanmed Center


03 December 2014

Masa Penuh Keajaiban

Menjadi ibu di usia muda itu, seperti gadis kecil yang mendapat boneka baru. Itulah yang saya rasakan saat melahirkan anak pertama di usia 21 tahun. Saya seperti mendapat mainan baru. Saya timang-timang dalam gendongan, memandikannya, mengusapkan minyak telon dan bedak, memakaikan baju, dan mengajaknya jalan-jalan serta mengajaknya bicara. Persis saat dulu waktu saya kecil bermain boneka plastik.

Perasaan yang meletup-letup saat melihat "boneka" itu mengedipkan mata, tersenyum, menangis, mengompol dan bertambah besar... itu suatu miracle. Huhuhu, ketika hati berdebar dengan keajaiban-keajaiban itu, mata selalu sinkron menitikkan airnya. Sungguh sebuah kejadian yang tak cukup dideskripsikan dengan sejumlah kata.

new mom - baru melahirkan anak pertama :)

Waktu begitu cepat berlalu. Keajaiban demi keajaiban tak luput dari pengamatan saya. Saat melihatnya mulai memiringkan badan.

Rasanya ingin sekali ibu membantumu, nak. Tapi ibu biarkan sampai badanmu benar-benar bisa tengkurap dengan tenagamu sendiri karena itu tandanya dadamu sudah kuat menahan tekanan berat badanmu.



Begitu juga saat anak saya bisa merayap, ngesot, dan merangkak seperti tidak ada capeknya. Teruuus aja merangkak dari sudut ruangan ke sudut yang lain. Rumah yang hanya sepetak, waktu itu bisa dijelajahi sampai ke kolong tempat tidur. Saat malam tiba, saya pasti memijat lembut kaki dan seluruh tubuhnya yang seharian telah "bekerja keras". Ibu mana yang nggak meleleh melihat buah hatinya tidur pulas. Menatapnya bagai menatap syurga, begitu tentram dan damai. ;') Benar begitu, khan Bunda??
Subhanallah...

Pun saat anak belajar berjalan. Genggaman tangannya sangat kuat. Dengan terhuyung-guyung dan kadang terjatuh karena lepas pegangan,  Ia mengajarkan kepada saya, bahwa belajar (menjalani hidup) itu ada saatnya terjatuh, ada saatnya luka dan menangis. Tapi belajar tidaklah berhenti sampai di situ agar menjadi bisa.

Masa dibawah satu tahun sudah terlewati. Sekarang putri kecilku sudah bukan balita lagi.

"Dhia sekarang sudah besar, sudah enam tahun. Nanti kalau besar mau jadi dokter." celoteh putri saya.

Seketika saya menyadari, waktu ini sangatlah berharga. Saat-saat menemaninya tumbuh, adalah saat-saat saya belajar darinya.




02 December 2014

Istri Terbaik untuk Suamiku

Setiap pasangan suami-istri, adalah terbaik bagi pasangannya. Dengan surat cinta ini, (saya merasa) saya adalah istri yang baik untuk suami saya. Saya tidak butuh penilaian laki-laki lain, cukup suami saya yang menilai.



Bismillaahirrahmaanirrahiim

Alangkah indahnya hidup ini ketika mengenalmu.
Alangkah indahnya hati tertaut dalam cintamu.
Alangkah indahnya langkah ini untuk menjadi pendampingmu.
Ya Rasulallah ,ya Habiballah kami rindu pada-Mu.

Jazakillah atas doa-doa dan pengertian adek untuk kakak, terima kasih yang tiada terkira. Allah menciptakan makhluknya bermacam-macam dan tiada satupun makhluknya yang benar-benar sempurna. Jazakillah adek selalu melihat dari sisi kebaikan kakak, jazakillah. Tapi ingat, dek. Kakak juga memiliki sisi dan tingkah lakuyang mungkin kurang baik, jika itu ada maka janganlah lihat keburukan dan perbedaan menjadikan permasalahan yang sulit untuk diselesaikan.

Rumah tangga Rasulullah SAW dibangun atas dasar persamaan kebaikan dari istri-istrinya. Jikalau kakak berbuat khilaf, tolonglah selalu diingatkan.

Q.S Al Baqarah : 223,
“Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladang-ladangmu kapan saja dengan cara yang kamu sukai, dan utamakanlah (yang baik untuk dirimu), bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui_NYA. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman”

Adek selalu menurut apa yang kakak suruh dan selalu menghormati apa yang kakak tidak suka.
Ya Rabb, tercelalah diriku jika aku melalaikan segala rasa cinta yang diberikan oleh istriku kepadaku.

Kakak ingin dan terus berdoa kapada Allah untuk memberikan umur yang barokah sampai kakek nenek, agar bisa mengurus anak cucu kita kelak.

TERIMA KASIH SAYANG

Untuk istriku di sana
Engkau pelita dalam gelap hidupku
Engkau petunjuk jalan dalam sesatnya jalanku
Engkau karunia yang tiada terkira
Laksana air pelepas dahaga
Laksana embun pagi dalam keheningan
Laksana pelangi yang berwarna-warni dalam indahnya
Derasnya samudera kehidupan
Engkau obat hatiku dalam kesakitan
Engkau mataku dalam melihat sisi dunia yang terang benderang
Untukmu wahai istriku
“yang tercinta”

Galau hati ketika hari-hari menanti jawabmu waktu itu. Selalu ku berdo’a pada-Nya untuk menunjukkan jalan terbaik untuk kita berdua. Apalah daya seorang laki-laki seperti diriku, dapat mempersunting engkau, wahai bidadariku….

Segala kemanjaanmu, segala kebaikanmu untuk suamimu ini. Kuhaturkan rasa syukur pada MU ,Ya  Rabbi… Kau berikan bidadari di dunia.

Afwan jiddan dengan segala khilafku, Ya Rabb...

Dan untuk pelita hatiku, kuhaturkan berjuta permohonan maaf untuk segala khilafku.
Kakak ingin rumah tangga kita dibangun atas dasar keimanan dan kecintaan kita kepada-Nya. Ibarat mobil yang melaju pernikahan adalah merknya, mobil adalah kita berdua. Jalan adalah kehidupan yang selalu berkelok dan tak tahu ada apa di ujung sana. Landasi jalan kita di jalan dakwah dan tujuan kita adalah kematian yang telah menunggu kita untuk memasuki kehidupan tak berujung untuk selalu menghadap pada-Nya.

Terima kasih,


Tulisan ini diikutkan Giveaway Istri yang Baik